Home Blog Page 5122

Ditemukan di Sumur Tua, Mayat Pelajar SMA Sudah Jadi Tengkorak

KORBAN: Foto korban semasa hidup (foto kiri), dan tengkorak korban yang dikubur di sumur tua saat ditemukan (tengah). Foto kanan, pelaku pembunuhan sadis, Dede Sahputra, terkapar usai ditembak dua kali oleh personel Unit Pidum Reskrim Polres Langkat di RS Putri Bidadari.
KORBAN: Foto korban semasa hidup (foto kiri), Foto kanan, pelaku pembunuhan sadis, Dede Sahputra, terkapar usai ditembak dua kali oleh personel Unit Pidum Reskrim Polres Langkat di RS Putri Bidadari.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Masyarakat di seputaran Desa Sebertung, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, dihebohkan atas penemuan mayat yang sudah menjadi tengkorak di dalam sumur tua, Minggu (11/8). Mayat tersebut adalah Regi, pelajar kelas 2 SMA Dewantara Putra, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, yang sudah menghilang hampir tiga minggu.

Mayat korban dapat kenali setelah orangtua korban datang dan mengenali sandal serta baju yang dipakai korban sebelum menghilang. Sedangkan pelakunya merupakan teman korban semasa kecil bernama Dedek Sahputra (21).

Tak perlu lama untuk menangkap pelaku. Pada hari itu juga, pelaku dapat ditangkap. Saat penangkapan, kedua kaki pelaku terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha melawan polisi.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, mayat korban dikubur pelaku di dalam tanah berlumpur, lalu ditutup karung goni. Namun karena hujan beberapa hari ini, membuat tanah terkikis sehingga kepala korban yang sudah menjadi tengkorak, muncul ke permukaan. “Karena mayat muncul ke permukaan, maka menyebarlah bau bangkai. Bau itu lalu tercium salah seorang warga yang hendak memanen sawinya,” papar Teuku Fathir.

Begitu ditemukan, lanjut Fathir, pihaknya melakukan penyelidikan. Tak berselang lama, pihaknya sudah mengumpulkan bukti-bukti dan ciri-ciri pelaku.

Pelaku langsung ditangkap ketika beraktivitas bakar-bakar ikan di malam takbiran Idul Adha.

“Saat kami sergap, Dede terus berkilah dan membantah melakukan pembunuhan itu. Bahkan, terus melawan petugas bahkan mau melarikan diri, sehingga terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur, yakni kami tembak kedua kakinya,” kata AKP Teuku Fathir Mustafa.

Atas kasus, petugas mengamankan barang bukti motor Scorpio, cangkul untuk mengubur korban, cat pilox untuk samarkan motor korban.

“Pelaku juga diancam pasal berlapis, yakni pasal pembunuhan 340 KHUPidana Subs Pasal 338 lebih subs 365, pencurian dan UU Perlindungan Anak. Tersangka diancam hukuman maksimal hukuman mati, minimal penjara 20 tahun,” pungkas Kasat Reskrim Polres Langkat.

Sementara itu, saat diinterogasi petugas di Mapolres Langkat, Dede Syahputra mengaku tega membunuh korban karena kesal tak membayar utang. Korban berutang alasannya untuk berobat orangtuanya. “Rupanya berutang untuk beli sabu.

Pertama korban Pinjam Rp950 ribu alasannya untuk beli obat orangtuanya. Terus, minjam lagi Rp1.050.000 ribu dan gak bayar. Saya ajak jumpa di lokasi kejadian untuk menagih utangnya. Tapi korban malah marah dan menggigit badan saya. Jadi saya tusuk satu kali badan korban dengan pisau. Terus, saya kubur dia, saya tanam lagi,” aku Dede sambil tertunduk.

Usai pembunuhan itu, kata Dede, ia ketakutan dan was-was dihantui perasaan bersalah. Dede pun kemudian berinisiatif menaburkan bunga dan berziarah di lokasi tewasnya korban saat itu.

“Saya habis bunuh itu, takut dihantui. Jadi saya kasih tabur bunga. Terus, makam korban saya rapikan tanahnya. Saya juga berdoa karena takut dihantuinya,” katanya dengan suara pelan. (bam/saz)

Ditinggal Libur Idul Adha Rumah Dibobol Maling

sopian/sumut pos TKP: KSPK A Polres Tebingtinggi, Aiptu Terlaksana Sembiring, bersama Tim Inavis melakukan cek olah tempat kejadian pencurian.
sopian/sumut pos TKP: KSPK A Polres Tebingtinggi, Aiptu Terlaksana Sembiring, bersama Tim Inavis melakukan cek olah tempat kejadian pencurian.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kediaman Rida Handayani (35), warga Jalan Pulau Belitung, Lingkungan II, Kelurahan Persiakan, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, dibobol maling pada Minggu malam (11/8).

Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga puluhan juta. Korban langsung membuat pengaduan ke Mapolsek Padang Hulu Kota Tebingtinggi.

Aksi kawanan maling tersebut berjalan mulus karena Rida sedang berlibur di kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Adha.

“Sebelum kawanan pelaku masuk ke dalam rumah, diduga pelaku lebih dulu mencongkel jerejak besi jendela di bagian samping rumah menggunakan linggis,” ujar KSPK A Polres Tebingtinggi, Aiptu Terlaksana Sembiring.

Setelah berhasil merusak engsel pintu ruangan kediaman korban, kawanan maling lantas menyatroni sejumlah barang berharga milik korban. Di antaranya, seperangkat tape dan speaker aktif, satu DVD, satu unit Playstation, laptop serta kompor listrik.

Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian material ditaksir mencapai Rp25 juta.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan Unit Reskrim Polsek Padang Hulu,” ujar Terlaksana. (ian/saz)

Hari Ini dan Besok Pemeliharaan Jaringan, Rabas Pohon dan Ganti Komponen JTM

JARINGAN: Pemasangan tiang penyulang JTM di Desa Gunung Melayu, Asahan.
JARINGAN: Pemasangan tiang penyulang JTM di Desa Gunung Melayu, Asahan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pe-langgan (UP3) Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik pada hari ini, Selasa (13/8) hingga besok, Rabu (14/8). Pemeliharaan jaringan listrik tersebut untuk memperlancar distribusi atau suplay listrik agar menjadi andal.

Adapun pemeliharaan jaringan tersebut, mulai dari rabas pohon hingga penggantian kontruksi Jaringan Tegangan Menengah Komponen (JTM). Dalam melakukan pemeliharaan listrik, PLN terpaksa memadamkan listrik di wilayah yang tengah dilakukan pemadaman.

Seperti pemeliharaan yang dilakukan pada Selasa (13/8) dengan wilayah padam di Jl. Iskandar Muda, Jl. Biduk, Jl. Burjamhal, Jl. Mengkara, Jl. Sei Beras, Jl. Hayam Wuruk sebagian, Jl. Sei Mencirim sebagian, Jl. Syailendra, Jl. Sei Lepan, RS SMEC, Ramayana Pringgan, Jl. Sei Bahorok, Jl.STM Sebagian,Jl.Alfalah, Jl.SM.Raja, Jl. Seksama Pajak Simpang simpang Limun, Jl. Selamat Jl.Garu I, Jl. GaruII, Jl. Garu III, Jl. Desa Bekukul, Jl. Namorambe Desa Jati Kesuma, Jl. Namorambe Desa Pamah, Jl. Ar Hakim, komp asia mega Mas sebagian, Jl. Denai sebagian.

Kemudian pada Rabu (14/8), dengan wilayah padam di Jl.STM Sebagian, Jl. Bajak I,Jl. Suka Cipta, JL.Sakti Lbs Sebagian,Jl.SM.Raja Sebagian, Jl. Air Bersih, Jl. Pelangi Sebagian, Jl. Turi Stadion Teladan,Jl. Stadion Teladan, Jl. Karya Bakti,Jl.Gedong Arca,Jl. HM. Joni, Jl.Halat, Jl. Kpt Muslim, Jl. Jawa, Jl. Budi Luhur, Jl. Amal Luhur, Jl. Setia Luhur, Jl. Klambir V, Jl. Psr IV Cinta Damai, Jl. Asrama, Jl. Perum Bumi Asri, Gg. Banteng, RS Sari Mutiara, Milenium, Jl. Bakti Luhur. (rel/ila)

CCAI Sembelih 111 Hewan Kurban untuk Masyarakat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menyerahkan 111 hewan kurban terdiri dari 18 ekor sapi dan 93 ekor kambing, kepada masyarakat di sekitar pabrik dan sales office CCAI di seluruh Indonesia.“Kami bersyukur dapat merayakan hari raya Idul Adha dengan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional kami, baik area pabrik maupun sales office CCAI. Semoga melalui dukungan ini mampu meningkatkan silaturahim,” ujar Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), Lucia Karina, Minggu (11/8).

Ditempat lain, GM CCAI, Dwi Hardjono, didampingin Corporate Affairs Executrive CCAI, Ahmad Nasoha, menyerahkan 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing kepada Wakil Ketua BKM Masjid Jamik Martubung, Achmad Zubir Simbolon S.Sos, didamping Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Medan Labuhan, OK.Hafifuddin S.Sos.

“Untuk perwakilan CCAI di Banda Aceh, Saifanur selaku Sales Manager menyerahkan 1 ekor kambing hewan Qurban kepada masyarakat di sekitar kantor perwakilan di Banda Aceh,” ujar Ahmad Nasoha. (fac/ila)

Nasib 9 Pejabat Hasil Lelang Menggantung, Gubsu Belum Putuskan Buka Seleksi Ulang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi belum memutuskan sikap apakah akan membuka ulang seleksi lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dilingkungan Pemprovsu 2019. Alhasil nasib sembilan pejabat yang ikut seleksi sebelumnya tersebut namun belum dilantik, menggantung sampai kini. “Itu yang belum (apakah seleksi ulang atau tidak). Nanti kita pelajari ya,” katanya menjawab Sumut Pos usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Sumut, Senin (12/8).

Gubsu menegaskan, sisa sembilan orang yang belum dilantik itu untuk bersiap diri, manakala dalam waktu dekat ini dirinya sudah membuat kebijakan atas hal ini.

“Kasih kesempatan sembilan orang itu untuk menyiapkan diri. Karena sekali tes itu (biayanya) Rp2,5 juta. Kalau kita buat dadakan lagi, tak dapat lagi nilainya. Sumatera Utara ini berat, 33 kabupaten/kota. Kalau di Jawa sana naik ojek, bisa sampai antar kabupaten. Tempat kita kalau naik ojek, lepas bannya itu,” katanya.

Mantan Pangkostrad tersebut juga mengakui butuh figur-figur pejabat yang siap membantunya dan wakilnya, Musa Rajekshah dalam membangun visi misi menjadikan Sumut bermartabat sampai 2023 mendatang. “Saya benar-benar butuh orang yang siap. Untuk itu tolong sosialisasikan, bukan pintar atau tidak pintar. Bukan cocok atau tidak cocok, menangani spesifik masing-masing kedinasan. Itukan berbeda-beda. Ini harus siap orangnya,” katanya.

Jikadilakukan seleksi ulang, apakah orang yang sudah kalah tes tetap bisa ikut lagi? Edy kembali menjawab normatif. “Itu yang belum dan masih kita pelajari ya. Siapkan diri aja (sembilan orang yang belum dilantik) itu. Lebih bagus lambat tapi pasti, daripada cepat-cepat tak jelas lagi nanti kita. Nanti kalian (wartawan) lagi ribut,” pungkasnya.

Ketua Pansel JPT Pratama sekaligus Sekdaprovsu R Sabrina, mengatakan, dalam hal ini pihaknya menunggu kebijakan dari Gubsu Edy selaku user atau pengguna dari para pimpinan OPD. “Hasil pansel kan sudah kami kasihkan. Kebijakan tetap ada di pimpinan (Gubsu). Begitu juga kalau yang lainnya itu (sembilan orang yang belum dilantik), terserah pimpinan,” katanya.

Sabrina mengungkapkan, bisa saja selain pembukaan seleksi ulang mekanisme yang akan dilakukan gubernur selaku kepala daerah, melakukan rotasi jabatan antarpejabat eselon II. “Itu terserah pimpinan. Kami hanya pelaksana penilaian saja,” ujarnya.

Sejauh ini, sambung dia, belum ada pembahasan lanjutan pihaknya dengan Gubsu terkait nasib sembilan orang calon pimpinan OPD Pemprovsu itu. “Kan baru semalam ya (Jumat pelantikan), ditambah ada kesibukan begini (paripurna), jadi kami belum sempat mendiskusikannya. Saya cuma bilang, untuk pengisian eselon II itu bisa dari eselon II ke eselon II, namun itu tidak perlu dilelang. Tapi boleh juga dilelang,” katanya.

Apakah berarti sampai kini masih menggantung nasib sembilan orang hasil seleksi yang lalu? “Itukan konsumsi pimpinan dan kami sudah serahkan hasilnya. Tak boleh kami ungkap berapa nilainya, siapa orangnya yang mampu dan tidak ,” kata Sabrina.

Seperti diketahui, adapun sembilan JPT Pratama Pemprovsu yang dilelang sebelumnya tersebut yakni; Asisten Pemerintahan, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan Direktur RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem. (prn/ila)

Warga Bagan Deli jadi Korban Pungli Bedah Rumah, Polisi Turun ke Lapangan Usut Pelaku

fachril/sumut pos BELUM DIBEDAH: Hadidah bersama Tokoh Masyarakat Bagan Deli, Khairudin melihat pondasi rumahnya yang belum dibedah.
BELUM DIBEDAH: Hadidah bersama Tokoh Masyarakat Bagan Deli, Khairudin melihat pondasi rumahnya yang belum dibedah.
fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan penipuan dan pungutan liar (Pungli) bedah rumah untuk 68 KK di Kelurahan Bagan Deli menjadi perhatian serius Polres Pelabuhan Belawan. Saat Polisi turun ke lapangan mengumpulkan bukti untuk proses pengusutan kasus tersebut, Senin (12/8).

Kedatangan polisi mencari informasi dan keterangan dari warga, selain itu petugas juga mengambil bukti – bukti di Kantor Lurah Bagan Deli.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pengusutan itu mereka lakukan berdasarkan informasi yang mereka terima. Saat ini mereka turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti – bukti atas dugaan pungli bedah rumah tersebut.

“Iya. Kita sudah turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti. Dari bukti itu, kita akan mengusut kasusnya. Sejauh ini belum ada laporan dari warga yang dirugikan, tapi kasus itu tetap kita usut meskipun belum ada laporan resmi dari warga,” tegasnya.

Sementara di lapangan, isu pungli bedah rumah jadi perbincangan hangat di masyarakat. Bahkan, ada surat selebaran penekanan beredar kepada warga yang ingin rumahnya di bedah. Dalam isi surat itu menekan warga untuk tidak keberatan dengan data nama kosong serta surat itu diperbuat Februari 2019. Seakan surat pernyataan itu sudah ada sebelum kasus pungli ini terkuak.

“Setelah ribut di media, ada surat pernyataan yang disebarkan pihak kelurahan atau kepala lingkungan. Tujuannya untuk menekan agar warga tidak kebaratan. Anehnya surat itu dibuat Februari 2019. Ini ada yang salah, surat itu seakan menyatakan warga tidak keberatan setelah diributi,” beber warga di Bagan Deli yang namanya enggan dikorankan.

Lurah Bagan Deli, Zul Ashari dikonfirmasi berulang kali melalui via telepon tidak mau menjawab.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST.MT mengaku, format surat yang tersebar di lapangan bukan perintah mereka. Untuk oknum yang melakukan pungli, ia tidak kenal dan bukan petugas dari Perkim Kota Medan.

“Masalah ini sudah kami tanggapi dengan serius, memang ada data bedah rumah yang dia (Yusri) masukkan ke kami. Tapi, karena bermasalah, maka program bedah rumah ini kami pending dulu sebelum masalahnya selesai,” tegas Benny.

Benny menyebutkan bahwa pihaknya akan menghentikan sementara proses pengajuan 70 rumah yang diajukan oleh Yusri kepada pihaknya. “Jadi biar jelas, supaya semua warga yang pernah dikutip pungli oleh oknum itu melaporkan hal ini kepada kami. Kalau rumahnya gak dibangun-bangun juga padahal mereka sudah kasih uang ke oknum itu, tentu kan mereka ribut. Nah, di situlah nanti semua akan terkuak. Tapi kepada warga yang 70 itu jangan takut, begitu masalah ini selesai, kita akan lanjutkan proses pengajuan pembangunan badan rumah itu,” tegasnya lagi.

Benny mengaku, pihaknya sudah mendengar kabar adanya oknum penipuan tersebut dari kabar yang beredar. Namun, ia menyebutkan bahwa Dinas PKPPR tidak pernah mengetahui apalagi menyuruh oknum tersebut untuk melakukan pungli.

“Sekali lagi saya tegaskan kalau program itu gratis, tidak dipungut biaya. Kami juga tidak mengetahui kalau atas nama Yusri itu melakukan pungli seperti yang disebutkan apalagi sampai menyuruh, ya jelas tidak ada lah,” kata Benny.

Justru Benny menyebutkan, bahwa pihaknya sangat berharap agar warga dapat melengkapi bukti penipuan itu serta memberikan laporan secara resmi kepada pihaknya agar oknum tersebut segera dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Kalau ada info detail dan mereka mau melaporkan hal ini ke kami diatas materai, kami akan dengan senang hati menerimanya. Kita akan lanjutkan prosesnya dengan melaporkan oknum tersebut ke kepolisian, ini memang tidak bisa dibiarkan. Selain itu, uang mereka juga bisa kembali,” ujarnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe menyayangkan tindakan oknum yang telah mengutip biaya untuk bedah, padahal program itu adalah gratis.

“Kita di lembaga legislatif akan mengusut ini siapa orangnya, kita minta kepada masyarakat jangan terlalu percaya dengan orang tertentu yang mengaku petugas atau apapun itu. Intinya bedah rumah gratis, kita minta kepada masyarakat untuk melapor ke DPRD agar kita usut secara hukum,” tegas wakil rakyat akrab disapa Bayek.

Sementara, Ketua Komisi IV, Abdul Rani menyebutkan, bahwa tidak boleh ada oknum yang dengan sengaja membawa-bawa nama OPD Pemko Medan untuk melakukan penipuan untuk memperkaya diri sendiri. “Jangan ada seperti itu, harus ada tindakan tegas. Masyarakat juga jangan takut melaporkan itu ke PKPPR dan juga ke polisi, laporkan saja, kami dari sini siap memfasilitasi apa-apa yang dibutuhkan oleh warga yang dirugikan dalam proses pelaporan itu, oknum penipuan seperti itu harus ditindak tegas,” ujar Rani kepada Sumut Pos, Senin (12/8). (fac/map/ila)

Medan Dilanda Cuaca Tak Menentu, Siang Terik, Malam Hujan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS HUJAN: Sejumlah pejalan kaki menggunakan payung untuk berlindung dari hujan di Jalan Gaharu Medan, baru-baru ini. Dalam beberapa hari ke depan, Medan dilanda cuaca tak menentu.
HUJAN: Sejumlah pejalan kaki menggunakan payung untuk berlindung dari hujan di Jalan Gaharu Medan, baru-baru ini. Dalam beberapa hari ke depan, Medan dilanda cuaca tak menentu.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan memprediksi, Kota Medan akan mengalami kondisi cuaca yang tak menentu hingga beberapa hari ke depan.

Cuaca yang terjadi yakni panas terik pada siang hari dan hujan di malam hari. Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung mengatakan, saat ini Medan sedang memasuki musim kemarau. Suhu udaranya 33 derajat celsius hingga lebih, dengan kecepatan angin 20 km/jam Kondisi cuaca kemarau saat ini cukup pengap hal itu dikarenakan kelembabannya kurang, tetapi masih dalam kategori normal.

“Berdasarkan hasil analisis meteorologi, pagi, siang hingga sore hari kondisi cuaca panas dengan suhu 33 derajat celsius lebih. Namun, dari hasil pemantaun pada pukul 13.00 WIB (kemarin, red) suhu panasnya mencapai 35,4 derajat celsius,” ungkapnya.

Meski dilanda cuaca panas cukup terik di siang hari, sambung dia, hujan diperkirakan akan terjadi dalam kategori ringan hingga sedang, termasuk juga hujan lokal pada malam hari. “Bila dilihat dari kondisi meteorologi wilayah Sumut, berada di wilayah belokan angin. Oleh karenanya, hal ini mengakibatkan berpotensi hujan masih ada,” terang Martha.

Diutarakan dia, kondisi cuaca tak menentu ini tidak hanya terjadi Medan. Melainkan, sejumlah daerah di Sumut seperti Tarutung, Sipirok, Stabat, Kabanjahe/Karo, Lubukpakam, Deliserdang, Kisaran, Rantau Prapat, Sidikalang, Panyabungan, Pangururan dan wilayah lainnya.

“Siang hari diprediksi terjadi hujan di daerah sekitar pegunungan. Untuk itu, dihimbau mewaspadai hujat lebat disertai kilat/petir di pegunungan dan lereng timur yang dapat berpotensi mengakibatkan longsor dan banjir,” tandasnya.

Diketahui, pada tahun lalu atau 2018 dalam periode yang sama yaitu bulan Agustus, wilayah Kota Medan mengalami fase peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Untuk itu, dapat mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak begitu penting. (ris/ila)

Di Medan, 16.816 Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS BPJS: Warga saat mengurus kartu BPJS di kantor BPJS Jalan Karya Medan, beberapa waktu lalu. umat (03/01). Perubahan Askes ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dimulai 1 Januari 2014 .
BPJS: Warga saat mengurus kartu BPJS di kantor BPJS Jalan Karya Medan, beberapa waktu lalu. umat (03/01). Perubahan Askes ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dimulai 1 Januari 2014 .
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Sumatera Utara yang dinonaktifkan Kementerian Sosial (Kemensos) sebanyak 256.107 peserta, 6.816 di antaranya berasal dari Kota Me-dan Data tersebut diperoleh Dinas sosial Kota Medan dari BPJS Kantor Cabang Medan.

Kepala Dinas Sosial (Kadissos) Kota Medan, Endar Lubis mengatakan, berdasarkan surat BPJS Kantor Cabang Medan No 1597/I-0/0719 tanggal 29 Juli 2019, peserta BPJS PBI nonaktif di Kota Medan berjumlah 16.816 peserta. Namun, angka itu hanya merupakan peserta BPJS PBI yang iurannya diambil dari APBN.

“Jadi harus bisa kita bedakan, ada BPJS PBI yang iurannya itu diambil dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota Medan. Yang dinonaktifkan ini hanya yang dari APBN, dan itu hanya sebagia kecil. Sedangkan untuk peserta BPJS PBI yang iurannya diambil dari APBD, baik Provinsi maupun Kota tidak ada masalah, semua masih aktif dan dapat digunakan,” paparnya.

Untuk para peserta yang telah dinonaktifkan tersebut, Endar menyebutkan, pihaknya akan segera mencari para peserta penggantinya. “Tugas kita nantinya untuk mengisi kuota 16.816 yang telah terhapus itu agar terisi kembali. Kami akan segera melakukan pendataan kembali, nantinya dibantu oleh tim dari Kemensos. Kita akan melakukan survey berdasarkan data yang ada agar mereka yang membutuhkan, bisa mengisi kuota yang sudah terhapus itu,” pungkasnya.

Diterangkan Endar, jumlah peserta BPJS PBI di Kota Medan memang cukup besar yakni lebih dari 800 ribu peserta. Jumlah itu terdiri dari 3 sumber, yakni bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota. “Dari APBN itu yang paling besar jumlahnya yaitu sekitar 500 ribuan peserta, dari APBD Provinsi sekitar 35 ribuan peserta dan dari APBD Kota sekitar 350 ribuan peserta,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Medan, HT Bahrumsyah meminta inas Sosial segera mencari masyarakat Kota Medan yang tidak mampu untuk dapat memenuhi kuota 16.816 peserta BPJS PBI yang telah dinonaktifkan oleh Kemensos.

“Kalau memang ada yang dihapus karena sudah tidak berhak lagi, itu ya bagus karena masih banyak yang berhak dan membutuhkan tapi belum mendapatkannya. Nah sekarang, tugas Dinas Sosial ini untuk segera mencari dan merekomendasikan nama-nama yang berhak untuk mendapatkan fasilitas kesehatan dari negara berupa BPJS PBI ini,” ujarnya.

Sementara, Dinas Sosial Sumatera Utara mengungkapkan data BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dinonaktifkan Kementerian Sosial baru-baru ini, langsung ditunjukan kepada kabupaten/kota terkait. “Kami di provinsi tidak ada datanya. Itu langsung disampaikan ke kabupaten dan kota,” kata Kepala Dinas Sosial Sumut, Rajali menjawab Sumut Pos disela Rapat Paripurna DPRD Sumut, Senin (12/8).

Selama ini, ungka dia, data PBI dari kabupaten/kota juga langsung ditujukan ke Kemesos dan tidak melalui pemerintah provinsi. Pihaknya mensinyalir saat ini Kemensos sedang melakukan upaya inventarisir atas data peserta PBI itu.

“Bisa saja seperti itu. Mana tau ada data yang tumpang tindih selama ini, mau dibersihkan dulu. Makanya dia tidak masuk BDT (Basis Data Terpadu) Kementerian Sosial. Kami kira nanti akan aktif kembali. Tapi memang untuk datanya langsung ke kabupaten/kota,” kata Rajali.

Pihaknya juga memperkirakan daerah terbanyak yang dinonaktif data PBI tersebut ada di Kota Medan dan Deliserdang. Hal ini melihat jumlah penduduk pada kedua daerah itu yang lebih banyak dibanding kabupaten/kota lain di Sumut. “Biasanya Medan dan Deliserdang itu. Kedua daerah inikan banyak penduduknya, banyak peserta PBI BPJS Kesehatan-nya. Langsung ditanya aja ke kabupaten/kota bersangkutan,” katanya.

Diketahui, sejak 1 Agustus 2019, peserta BPJS Kesehatan kategori PBI telah dinonaktifkan Kemensos.

Dari 5.227.852 peserta yang dinonaktifkan tersebut, sebanyak 256.107 orang berasal dari Provinsi Sumut. Alasannya, data mereka tidak ada lagi dalam BDT. Selain itu, ditemukan peserta yang nomor induk kependudukan (NIK)-nya tidak sesuai. (map/prn/ila)

PDAM Tirtanadi Serahkan 21 Hewan Kurban ke Masyarakat

PDAM TIRTANADI FOR SUMUT POS KURBAN: Dirut PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri, melihat hewan kurban yang diserahkan di Masjid An Nazafah. didampingi Direktur Air Minum Joni Mulyadi melihat hewan kurban yang akan diserahkan di Masjid An Nazafah, Komplek Perumahan PDAM Tirtanadi, Jalan Rumah Sumbul Medan, Jumat (9/8).
PDAM TIRTANADI FOR SUMUT POS KURBAN: Dirut PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri, melihat hewan kurban yang diserahkan di Masjid An Nazafah. didampingi Direktur Air Minum Joni Mulyadi melihat hewan kurban yang akan diserahkan di Masjid An Nazafah, Komplek Perumahan PDAM Tirtanadi, Jalan Rumah Sumbul Medan, Jumat (9/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H/2019, PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara kembali memberikan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar Sumber Air, Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) dan Air Limbah serta Booster Pump di wilayah Medan sekitarnya.

Pemberian bantuan hewan kurban ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PDAM Tirtanadi kepada masyarakat dan rutin diberikan setiap tahunnya.

Jumalh hewan kurban yang diberikan tahun ini mengalami peningkatan dari tahun 2018 sebanyak 13 ekor, menjadi 21 ekor pada tahun 2019 ini. Penyerahan hewan kurban kepada masyarakat dilaksanakan secara simbolis di Masjid An Nazafah, Komplek Perumahan PDAM Tirtanadi Jalan Rumah Sumbul Medan, Jumat (9/8).

Dirut PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri didampingi Direktur Air Minum Joni Mulyadi dan beberapa Kepala Divisi serta Kepala Cabang dan Kepala Instalasi Air Minum/Air Limbah menyerahkan hewan Kurban kepada perwakilan warga atau BKM penerima bantuan.

“Alhamdulillah tahun ini jumlah bantuan hewan kurban yang diberikan PDAM Tirtanadi kepada masyarakat mengalami peningkatan menjadi 21 ekor lembu.” Kata Trisno Sumantri.

Lebih lanjut, Trisno menjelaskan, bantuan hewan kurban dari PDAM Tirtanadi disalurkan kepada masyarakat di sekitar IPAM Sunggal, IPAM Deli Tua, IPAM Limau Manis, IPAM Hamparan Perak, IPAM Martubung, IPAM Sibolangit, Sumber Air Lau Melas Cabang Berastagi, IPA Limbah Cemara, Booster Pump Garu 1, masyarakat di sekitar Mesjid An Nazafah Komplek PDAM Tirtanadi dan masyarakat kurang mampu sekitar masjid-masjid yang ada di wilayah Kota Medan sekitarnya.

Trisno Sumantri juga mengingatkan sejarah penyembelihan hewan kurban ini yang dilaksanakan pada setiap Hari Raya Idul Adha merupakan bentuk ketaatan seorang Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk mengurbankan anaknya Ismail. “Hal ini mengingatkan kita bahwa apa yang kita miliki dan kita sayangi seperti harta, jabatan dan keluarga harus siap kita kembalikan kepada sang Pemilik yaitu Allah SWT kapanpun diminta sebagai wujud ketaatan kita sebagai seorang hamba,” katanya.

Trisno Sumantri mengharapkan, kedepannya jumlah hewan kurban yang akan dibagikan untuk masyarakat terus bertambah. Pada kesempatan ini, Trisno Sumantri mengajak seluruh Pegawai PDAM Tirtanadi dapat menyisihkan sebagian rezekinya untuk persiapan Kurban tahun 2020 agar jumlah bantuan hewan Kurban yang diberikan kepada masyarakat dapat bertambah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu perwakilan dari warga di sekitar IPAM Sibolangit, Setia Tarigan mengatakan, sebagai perwakilan warga penerima bantuan, dirinya sangat berterim kasih atas bantuan hewan Kurban dari PDAM Tirtanadi dan mendoakaan PDAM Tirtanadi semakin maju dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumatera Utara.

“Mewakili warga dan BKM Mesjid Al Mu’ Minun Desa Kuala Kecamatan Sibolangit, kami sangat berterima kasih atas pemberian hewan Kurban dari PDAM Tirtanadi dan mendoakan semoga PDAM Tirtanadi semakin maju dan debit air semakin banyak. Untuk diketahui bahwa warga disekitar IPAM Sibolangit ini banyak yang muallaf dan kurang mampu , sehingga mereka sangat senang sekali mendapat bantuan hewan Kurban ini,” kata Setia Tarigan. (adz/ila)

PLN UIP Sumbagut Sembelih 15 Ekor Hewan Kurban

istimewa/sumut pos KURBAN: GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung bersama jajaran manajemen berfoto bersama dalam kegiatan penyembelihan hewan. kurban (ist)
KURBAN: GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung bersama jajaran manajemen berfoto bersama dalam kegiatan penyembelihan hewan. kurban (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masih dalam suasana perayaan Idul Adha 1440, PT PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP Sumbagut), melakukan penyembelihan hewan kurban sebanyak 15 ekor, Senin (12/8)n

Kegiatan ini digelar di halaman kantornya di Jalan Cipto, Kelurahan Anggrung, Medan Polonia, bertemakan ‘Dengan Berqurban Kita Tingkatkan Ketaqwaan dan Silaturahmi’.

Ketua Badan Pembina Rohani Islam (Bapem Rohis) PLN UIP Sumbagut Zulkarnain Siregar selaku penanggungjawab kegiatan mengungkapkan, penyembelihan hewan kurban ini terselenggara berkas kerja sama seluruh karyawan PLN UIP Sumbagut dengan para mitra kerja.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak General Manager yang sangat respon mendukung acara penyembelihan hewan dalam qurban perayaan Iduladha 1440 Hijriah di tahun 2019 ini,” ungkapnya.

Zulkarnain juga menjelaskan, bahwa di tahun ini, PLN UIP Sumbagut melakukan penyembelihan 15 ekor hewan kurban dari 17 orang peserta, dengan rincian sapi sebanyak 12 ekor dan 3 ekor kambing. “Semua hewan baik sapi maupun kambing yang terkumpul merupakan kurban dari karyawan dan para mitra kerja di UIP Sumbagut,” terangnya.

Sedangkan GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung yang turut hadir dalam kegiatan ini menyatakan sangat mengapresiasi acara penyembelihan hewan qurban dalam perayaan Iduladha 1440 Hijriah.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan dan mitra kerja atas partisipasi dan kontribusinya dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban ini. Semoga ini menjadi amal ibadah bagi kita semua sekaligus untuk meningkatkan ketaqwaan,” harapnya.

Di samping itu, Octavianus Padudung juga berharap, perayaan Idul Adha ini juga menjadi momen untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tali silaturahim seluruh karyawan, mitra kerja dan masyarakat sekitar.

“Sinergi antara karyawan, mitra kerja dan masyarakat sekitar dalam bentuk silaturahmi, kami berharap semakin meningkatkan kinerja kita ke depan. Akhirnya atas nama pribadi, keluarga dan manajemen, saya mengucapkan ,” pungkasnya.

Sementara, usai berdoa bersama, prosesi penyembelihan kemudian dilakukan dengan ditandai penyerahan hewan kurban secara simbolis dari GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung kepada Ketua Bapem Rohis Zulkarnain Siregar.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Senior Manager Pertanahan dan Komunikasi Agus Djauhari, Senior Manager Operasi dan Konstruksi Hartono, Senior Manager Perencanaan Abdurrahman Huda dan Senior Manager SDM dan Keuangan Nahwaludin, jajaran MSB, seluruh karyawan dan mitra kerja. (ila)