Home Blog Page 5124

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga, Paket Hemat untuk Anggota Keluarga

Dengan Kuota Keluarga pelanggan akan mendapatkan pengalaman berinternet hingga 90GB per bulan di semua jaringan baik 2G, 3G hingga 4G. Kuota Keluarga terbagi dalam tiga jenis paket Kuota Keluarga yang ditawarkan Telkomsel yaitu paket Kuota Keluarga Lite, Kuota Keluarga Advance dan Kuota Keluarga Ultimate. Untuk mengaktifkan paket Kuota Keluarga yaitu melalui aplikasi MyTelkomsel, informasi lebih lengkap mengenai paket ini dapat dilihat dengan mengakses https://www.telkomsel.com/kuotakeluarga.
Dengan Kuota Keluarga pelanggan akan mendapatkan pengalaman berinternet hingga 90GB per bulan di semua jaringan baik 2G, 3G hingga 4G. Kuota Keluarga terbagi dalam tiga jenis paket Kuota Keluarga yang ditawarkan Telkomsel yaitu paket Kuota Keluarga Lite, Kuota Keluarga Advance dan Kuota Keluarga Ultimate. Untuk mengaktifkan paket Kuota Keluarga yaitu melalui aplikasi MyTelkomsel, informasi lebih lengkap mengenai paket ini dapat dilihat dengan mengakses https://www.telkomsel.com/kuotakeluarga.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO –  Telkomsel menghadirkan Paket Kuota Keluarga yang merupakan paket data hemat dengan kuota lebih besar yang dapat digunakan seluruh anggota keluarga. Pelanggan akan mendapatkan pengalaman berinternet hingga 90GB per bulan di semua jaringan baik 2G, 3G hingga 4G. Caranya sangat mudah, pelanggan yang membeli paket (disebut sebagai Admin) berbagi kuota dengan satu hingga lima orang anggota keluarga. Admin dan Anggota yang telah terdaftar dapat mengkonsumsi Kuota Keluarga ini secara bersama-sama. 

Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh mengatakan ”Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan produk yang lebih relevan, terjangkau, dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Layaknya pemberian hadiah pada hari raya, Kuota Keluarga hadir untuk semua anggota keluarga. Artinya jika dalam sebuah keluarga, misalkan terdapat orang tua yang jarang menggunakan data, maka anak-anaknya dapat memanfaatkan data yang belum terpakai tersebut untuk berselancar di internet. Misalnya untuk menikmati tayangan di YouTube, film online, bermain games atau mengunggah foto di Instagram.”

Ada tiga jenis paket Kuota Keluarga yang ditawarkan Telkomsel yaitu paket Kuota Keluarga Lite, Kuota Keluarga Advance dan Kuota Keluarga Ultimate. Untuk Kuota Keluarga Lite pelanggan akan mendapatkan kuota internet 20GB dengan harga Rp 150.000, untuk Kuota Keluarga Advance pelanggan akan mendapatkan kuota internet 40GB, kuota entertainment 5GB, Telepon dan SMS ke sesama anggota tanpa batas dengan harga mulai Rp 250.000 sedangkan Kuota Keluarga Ultimate pelanggan akan mendapatkan kuota internet 80GB, kuota entertainment 10GB, Telepon dan SMS ke sesama anggota tanpa batas dengan harga mulai Rp 400.000.

Kuota entertainment dapat digunakan untuk mengakses MAXstream (seperti MAXstream, HOOQ, VIU, beIN SPORTS CONNECT, KlikFilm, Nickelodeon Play, IFLIX),GamesMAX (seperti Shellfire, Mobile Legends Bang Bang, Arena of Valor, LINE Let’s Get Rich, Garena Free Fire, PUBG Mobile), dan MusicMAX (seperti Langit Musik, Deezer, Spotify, Noice, JOOX, Smule, Gen FM, Prambors FM, Trax FM, iRadio, Hard Rock FM, Brava FM, Cosmopolitan FM).  

Cara mengaktifkan paket Kuota Keluarga ini sangat mudah yaitu melalui aplikasi MyTelkomsel yang dapat diunduh secara gratis oleh pelanggan melalui Google Play dan App StoreInformasi lebih lengkap mengenai paket ini dapat dilihat dengan mengakses https://www.telkomsel.com/kuotakeluarga.

Idul Adha 1440 H, Telkomsel Serahkan 751 Hewan Kurban

(ki-ka) Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini didampingi Direktur Human Capital Management Telkomsel Irfan A Tahrir secara simbolis menyerahkan bantuan hewan qurban kepada pengurus Masjid Al-Murtadho Tanjung Barat yang diterima langsung oleh Ketua DKM Masjid Al Murtadho H. Marhasan dan disaksikan oleh Lurah Tanjung Barat R. Andi Anandianto, di Jakarta (9/8). Bantuan sebanyak 751 hewan qurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H ini diserahkan kepada Lebih Dari 43.000 penerima manfaat di 505 Titik Seluruh Indonesia.

Telkomsel Sediakan Hewan Kurban Digital Melalui Aplikasi LinkAja

(ki-ka) Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini didampingi Direktur Human Capital Management Telkomsel Irfan A Tahrir secara simbolis menyerahkan bantuan hewan qurban kepada pengurus Masjid Al-Murtadho Tanjung Barat yang diterima langsung oleh Ketua DKM Masjid Al Murtadho H. Marhasan dan disaksikan oleh Lurah Tanjung Barat R. Andi Anandianto, di Jakarta (9/8). Bantuan sebanyak 751 hewan qurban dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H ini diserahkan kepada Lebih Dari 43.000 penerima manfaat di 505 Titik Seluruh Indonesia.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 Hijriyah Tahun 2019, Telkomsel memberikan bantuan hewan kurban sejumlah 751 ekor, yang terdiri dari  120 ekor sapi dan 631 ekor kambing/domba. Dengan semangat Sebarkan Kebahagiaan, hewan kurbanyang merupakan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) Telkomsel tersebut akan disampaikan kepada lebih dari 43.000 penerima manfaat di 505 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan, “Berkurban di Hari Raya Idul Adha mengingatkan kita untuk menyebarkan kebahagiaan dengan masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Kami menyerahkan bantuan hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat terutama di sekitar daerah beroperasinya Telkomsel dan lembaga sosial. Hal ini sebagai komitmen Telkomsel sebagai perusahaan yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.”

Emma menambahkan, bahwa hewan kurban ini merupakan salah satu program dari empat pilar CSR Telkomsel yaitu pilar Filantropi disamping pilar CSR lainnya yaitu pilar Pendidikan, Masyarakat Digital, dan Pemberdayaan Masyarakat. Sehingga bantuan yang diberikan merupakan bukti bahwa Telkomsel merupakan perusahaan yang mempunyai nilai-nilai filantropi di setiap gerak operasional bisnisnya. 

“Telkomsel secara aktif telah terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas melalui berbagai kegiatan yang dapat memberikan dampak positif dan memberikan nilai tambah pada masyarakat. Kegiatan kurban ini merupakan bukti nyata komitmen dan kepedulian Telkomsel untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan, serta sebagai ungkapan rasa syukur kami atas kinerja yang telah dicapai hingga saat ini. Semoga bantuan yang berasal dari sumbangsih perusahaan dan karyawan Telkomsel di seluruh Indonesia ini menjadi berkah, bermanfaat bagi semua pihak, dan berkesinambungan,” jelas Emma.

Pada Idul Adha tahun ini, sebanyak lebih dari 43.000 paket hewan kurban didistribusikan oleh Telkomsel kepada golongan masyarakat yang membutuhkan dan berhak menerima di berbagai wilayah. Secara keseluruhan, jumlah paket hewan kurban Telkomsel yang didistribusikan untuk tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu, seiring dengan makin luasnya cakupan wilayah operasional dan komitmen Telkomsel untuk mewujudkan kepedulian kepada masyarakat Indonesia.

Pada program Kurban tahun ini Telkomsel melalui Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) bersama Vestifarm juga menyediakan kurban secara digital. Bersama Vestifarm karyawan Telkomsel juga melakukan pengadaan hewan kurban melalui sistem online dan melakukan pembayaran dengan digital payment LinkAja. 

Selain itu, pengadaan hewan kuran melalui digital ini juga dapat dilakukan oleh masyarakat luas khususnya pengguna LinkAja. Pengguna LinkAja dapat melakukan penyaluran hewan kurban digital tersebut melalui fitur LinkAja Berbagi pada aplikasi LinkAja. Hewan kurban yang ditawarkan saat ini berupa Sapi dengan harga yang tertera pada aplikasi sudah termasuk penyaluran, pemotongan, dan pelaporan hewan kurban.

“Kolaborasi antara Telkomsel, Vestifarm dan LinkAja merupakan sinergi terbaru yang memberikan kemudahan transaksi kurban digital kepada pengguna Telkomsel dan LinkAja yang ingin berkurban dengan penyaluran tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel sebagai digital telco company dalam mendorong inklusi teknologi di Indonesia. Serta komitmen untuk terus mengakselerasikan negeri melalui pemanfaatan teknologi sehingga mampu mendorong pertumbuhan bisnis UKM yang berdampak sosial positif,” tutup Emma.

Vestifarm sendiri merupakan sebuah startup pada ajang The NextDev Telkomsel di bidang pertanian dan peternakan yang menawarkan sistem bagi hasil antara petani atau peternak dengan investor. Dengan demikian, investor bisa membantu mendanai proyek budidaya. Ketika panen selesai, investor bisa menikmati keuntungan dari dana yang disetorkan lewat sistem bagi hasil. Berkat gagasan serta dampak sosial yang dihasilkan, Vestifarm memperoleh gelar The NextDev Evangelist 2017. Hingga saat ini, startuptersebut masih terus didukung oleh Telkomsel agar mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas di Indonesia.

Persiapan Jelang Piala Soeratin, PSDS Junior Kalah Mental dari PSMS Junior

batara/sumut pos SKUAD: PSDS Junior diabadikan sebelum laga lawan PSMS Junior di Stadion Baharuddin Siregar, Jumat (9/8).
SKUAD: PSDS Junior diabadikan sebelum laga lawan PSMS Junior di Stadion Baharuddin Siregar, Jumat (9/8).
batara/sumut pos

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Skuad PSDS Junior (Jr) masih harus mengakui ketangguhan PSMS Jr. Hal ini ditasbihkan usai laga ujicoba yang digelar di Stadion Baharuddin Siregar, Jumat (9/8) lalu. Traktor Kuning kalah tipis dari PSMS, dengan skor 0-1.

Sejak menit awal, kedua tim mempertontonkan permainan cepat dan keras. Bahkan, para penggawa PSDS besutan Syahrial Effendi itu, kerap membuat barisan pertahanan Ayam Kinantan kewalahan. Buktinya, 2 tendangan bebas dihadiahkan pelatih untuk PSDS. Namun, kedua tendangan bebas itu belum mampu dikonversi jadi gol.

Tak rela timnya terus jadi bulan-bulanan, Pelatih PSMS Sugiharto, menginstruksikan pemain menjalankan strategi counter attack. Hasilnya, di menit 10, Lukas Sinaga berhasil memanfaatkan umpan dari pemain gelandang, yang berbuah gol. 1-0 untuk keunggulan PSMS. Dan skor tersebut bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Syahrial menerapkan strategi kepada pemain, agar mengurung pertahanan PSMS. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Masih banyak kesalahan yang dibuat para pemain lini tengah dan depan. Kurangnya koordinasi antarlini, serta kemampuan kontrol bola yang masih lemah, jadi penyebab PSDS tak bisa mengejar ketertinggalan.

“Jelas kami grogi menghadapi PSMS, yang memiliki nama besar. Akibatnya, kontrol dan teknik tendang bola tak keluar dari kawan-kawan,” ungkap Kapten PSDS Jr Gilang Rahmadan, usai laga.

Gilang juga mengatakan, keunggulan PSMS terletak pada organisasi tim. Hal itu kelihatan pada barisan pertahanannya. “Saya akui, PSMS bagus dalam organisasi tim. Dan mereka disiplin,” bebernya, seraya mengatakan, laga ujicoba tersebut jadi pelajaran berharga untuk timnya menghadapi Piala Soeratin, yang bakal digelar awal September mendatang. (btr/saz)

Prediksi Laga Berlangsung Keras Lawan Persiraja Banda Aceh, Gurning: Harus Tahan Emosi

KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan menguasai bola saat menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan menguasai bola saat menghadapi PSGC Ciamis di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.

PSMS Medan bakal menghadapi Persiraja Banda Aceh pada laga pamungkas putaran pertama Liga 2 2019 di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Rabu (14/8) mendatang. Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning, memprediksi, pertandingan bakal berlangsung keras. Karena itu, dia mengimbau para penggawa Ayam Kinantan menahan emosi.

Di pekan ke-11 mendatang, baik PSMS maupun Persiraja, sama-sama berambisi meraih 3 poin, untuk menyegel posisi puncak klasemen sementara Liga 2 Wilayah Barat pada paruh musim.

Gurning sadar, tim tuan rumah bakal melakukan berbagai cara untuk mengamankan poin penuh di markas sendiri, termasuk strategi bermain keras. Dia pun telah mewanti-wanti anak asuhnya, agar tak latah mengikuti gaya bermain tersebut.

“Saya prediksi permainan akan keras dan kasar nanti. Mereka pasti mau menang di pertandingan ini, meski dengan segala cara. Makanya saya ingatkan kepada para pemain, harus menahan emosi. Jangan sampai mengikuti permainan kasar mereka,” ungkap Gurning, Minggu (11/8).

Meski menginstruksikan para penggawa Ayam Kinantan menahan emosi, Gurning tetap meminta pemain bermain terbuka, tanpa beban. Dia mengaku tak mempermasalahkan Legimin dkk terkena kartu kuning atau tidak pada laga itu. Mengingat para pemain jadi tak bertanding lepas, karena takut mendapat sanksi denda akibat mendapat kartu kuning. “Saya imbau pemain bertanding fokus pada laga. Soal (sanksi) kartu tidak perlu dipikirkan. Yang penting jangan sampai lengah,” jelasnya.

Pada pertandingan ini, PSMS memang sedikit diuntungkan karena Persiraja dirundung tren negatif. Laskar Rencong telah menelan 3 kekalahan beruntun di pertandingan terakhirnya. Namun untuk laga kandang, Persiraja belum terkalahkan. “Dalam 3 laga terakhir, mereka menelan kekalahan. Tapi, itu saat main tandang. Di kandang, mereka belum terkalahkan. Mudah-mudahan PSMS bisa menghentikan rekor kandang Persiraja,” harap Gurning.

Di lain sisi, top scorer sementara PSMS, Ilham Fathoni mengaku, terus berusaha menambah jumlah golnya untuk tim. Seperti diketahui, dia telah mencetak 6 gol untuk PSMS. Selisih 3 gol dari top scorer Liga 2, yakni striker Persita Tangerang Sirvi Arfani, dengan koleksi 9 gol.

Namun atas capaian itu, Ilham mengaku bersyukur. “Soal top scorer, alhamdulillah bisa terus cetak gol. Tapi terpenting harus jaga kepercayaan pelatih, karena sekarang diposisikan jadi striker tunggal,” bebernya.

Pemain yang direkrut dari PSPS Riau ini, memang masih cukup apik performanya. Sepanjang menjalani 10 laga bersama PSMS, dia kerap masuk dalam starting eleven. Bahkan, Ilham jarang diganti. Dia termasuk pemain yang paling banyak menit bermainnya. “Lawan Persiraja nanti, yang penting bisa curi poin saja dulu. Kalau soal golnya, belakangan. Jika bisa cetak gol alhamdulillah. Tapi kalau tidak cetak, yang penting harus bawa poin dari Aceh,” pungkasnya. (bbs/saz)

Rencana Jalan Layang Medan-Berastagi Kandas, Terganjal Izin Hutan di Deliserdang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kandasnya rencana pembangunan jalan layang Medan-Berastagi, tak terlepas dari peran Pemkab Deliserdang. Pasalnya, hingga kini Pemkab Deliserdang belum pernah mengajukan surat izin pemakaian kawasan hutan untuk pembangunan tiang pancang jalan layang ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

HAL INI terungkap dalam pertemuan Komisi D DPRD Sumut didampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Dairi Eddy KA Brutu dan lainnya dengan perwakilan Kementerian LHK di Manggala Wanabakti Jakarta, Jumat (9/8) lalu. Saat itu, Terkelin sempat mempertanyakan kepada tim kementerian lingkungan hidup, mengapa sangat sulit keluarnya izin pemakaian kawasan hutan. Pertanyaan ini disampaikannya, terkait usulan pembangunan jalan tol atau jalan layang Medan-Berastagi yang ditolak oleh Kementerian PUPR.

Menurut Terkelin, pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi yang selama ini sudah digaungkan oleh Ikatan Cendikiawan Karo (ICK) berupa jalan tol, sudah melalui tahapan-tahapan administrasi. “Bahkan, setelah lobi sana lobi sini, akhirnya disetujui Kementerian PUPR dengan kajian pembangunan tiang pancang dengan jumlah dua titik. Mendengar kabar tersebut, kami sudah sangat gembira,” kata Terkelin.

Namun, lanjut Bupati Karo ini, berdasarkan hasil pertemuan dengan Kementerian PUPR pada Kamis (8/8) lalu, ternyata pembangunan dua titik tiang pancang yang sudah dijanjikan dan sudah masuk dalam data desk Musrenbang 2020 yang dientry, ternyata belum dapat disetujui. Pasalnya, dua lokasi tiang pancang jalan layang yang akan dibangun di PDAM Tirtanadi Sibolangit dan Bandar Baru itu berada di kawasan hutan dalam wilayah Kabupaten Deliserdang.

“Dasar inilah kementerian PUPR tidak dapat menyetujui pembangunan tiang pancang tersebut, terganjal izin Kementerian LHK. Ditambah belum ada rekomendasi dari Gubernur Sumatera Utara karena terkenanya lahan PDAM Tirtanadi di Sibolangit. Hal ini jawaban yang kami terima,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Terkelin, mereka memohon jawaban dari Kementerian LHK, mengapa sangat sulit diberikan izin pemanfaatan kawasan hutan kepada kementerian PUPR? Sebab, pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi ini sudah sangat darurat dan harus segera direalisasikan. “Jangan gara-gara ini, kami dianggap tidak bekerja. Orang tidak tahu sebabnya. Padahal, administrasi yang sebenarnya menghambat,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengendalian Pencemaran Air Direktorat Jenderal PPKL, Luckmi Purwandari mengatakan, setiap usulan pemakaian izin kawasan hutan ada mekanisme dan proses yang harus dilalui, baik dari segi teknis maupun administrasi. “Semua ini, apakah sudah terpenuhi administrasi pengajuannya? Nah, harus proaktif yang mempunyai wilayah (Pemkab Deliserdang, Red). Harus disiapkan surat dan berkasnya, tidak bisa serta merta usulan yang diajukan untuk pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi ke Kementerian PUPR, lantas sudah clear semuanya,” jelasnya.

Karenanya, lanjut Luckmi, dibutuhkan stakeholder dan pemangku kepentingan lainnya untuk saling dukung lintas Pemda, bukan hanya mengandalkan Komisi D DPRD Sumut saja, pemda lain juga harus aktif selain Kabupaten Karo dan Dairi. “Di sinilah perlunya peran kebersamaan. Setahu saya, belum ada surat dari Pemda Deliserdang mengajukan izin pemanfaatan kawasan hutan untuk tiang pancang sebagaimana Bupati Karo tanyakan tadi,” tegasnya.

Menyikapi ini, Ketua Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mengaku heran, mengapa kepala daerah lain tidak proaktif seperti Bupati Deliserdang, tidak pernah hadir setiap rapat maupun melobi pemerintah pusat untuk menggolkan rencana pembangunan jalan tol atau jalan layang Medan-Berastagi ini.

“Kami juga sudah kelelahan mengundang mereka. Para bupati itu hanya takut kepada Tuhan. Kalau hanya Komisi D DPRD Sumut, mereka tidak pernah peduli jika kita ajak. Makanya kita sangat apresiasi Bupati Karo Terkelin Brahmana karena setiap kita undang, beliau selalu hadir,” ungkap Sutrisno.

Sebelumnya, sebagai solusi agar rencana pembangunan jalan tol atau jalan layang Medan-Berastagi ini dapat terealisasi, Kepala BPPJN II Medan Ir Slamet Rasyid Simanjutak meminta kepada Bupati Karo, agar segera diurus izin pemanfaatan kawasan hutan di wilayah Deliserdang. “Ini teknis di wilayah Pemda Deliserdang terkait rencana pembangunan tiang pancang jalan layang, agar dapat kita usulkan anggarannya,” sebutnya.

Selain itu, terkait pipa PDAM Tirtanadi Sibolangit juga agar segera disampaikan ke Gubsu untuk diberikan rekomendasi izin pemakaian. “Sebab, pembangunan tiang pancang ini dapat mengakibatkan pipa bocor, sehingga dapat mengganggu suplai air minum ke Kota Medan. Makanya kita butuh rekomendasi persetujuan dari gubernur. Inilah kendala yang kami hadapi selama ini,” beber Slamet saat mengikuti rapat di Kementerian PUPR di Jakarta, Kamis (8/8) lalu.

Masyarakat Dairi Sesalkan Kementerian PUPR

Masyarakat Kabupaten Dairi sangat menyesalkan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) yang menolak pembangunan jalan tol Medan-Berastagi seperti dirilis belum lama ini. Penolakan itu sangat merugikan masyarakat karena pembangunan jalan tol sangat dibutuhkan sebagai solusi mengatasi kemacetan di ruas jalan nasional menghubungkan sejumlah kabupaten/kota di Sumut dan Aceh.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Dairi, Benpa Hisar Nababan kepada wartawan saat dimintai tanggapan terkait penolakan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi oleh Kementerian PUPR, Minggu (11/8). Benpa menegaskan, masyarakat Dairi dan warga Kabupaten Karo sangat dirugikan akibat penolakan pembangunan itu.

Dimana, penolakan itu memupuskan harapan kedua kabupaten dan lainya untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalulintas selama ini di ruas jalan nasional. Menurut Politisi PDIP itu, kedua Kabupaten merupakan penyumbang kemenangan bagi pasangan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Seharusnya Menteri PUPR mendengar asprasi disampaikan masyarakat yang menginginkan pebangunan jalan tol.

Benpa menyebut, pembangunan jalan tol Medan-Berastagi bukan hanya solusi mengatasi kemacetan, namun juga untuk pengembangan kunjungan ke kawasan Danau Toba yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai kawasan starategis nasional dalam pengembangan periwisata. “Dengan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi, maka akses kekawasan Danau Toba akan semakin dekat dan cepat dijangkau para wisatawan lokal maupun mancanegara. Penolakan itu dapat kita artikan, Kementerian PUPR tidak memahami kemauan Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Legislator tetap mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Bupati Dairi serta Bupati Karo untuk tetap menyuarakan pembangunan jalan tol Medan-Berastagi. “Dengan pembangunan jalan tol itu, maka waktu tempuh Sidikalang-Medan akan lebih cepat dan masyarakat ada pilihan mau jalan biasa atau lewat jalan tol. Dan di sana pasti ada penghematan secara ekonomi,” pungkasnya. (mag-10/bbs)

Juara 1 Konservasi Alam Tingkat Nasional, Wibi Nugraha Sumringah Diundang ke Istana

AKTIVITAS: Wibi Nugraha melakukan aktivitas sehari-harinya melestarikan hutan mangrove di kawasan Danau Siombak, Medan Marelan.
AKTIVITAS: Wibi Nugraha melakukan aktivitas sehari-harinya melestarikan hutan mangrove di kawasan Danau Siombak, Medan Marelan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Meraih juara 1 tingkat nasional Wana Lestari untuk kategori Kader Konservasi Alam (KKA), pelestari mangrove Danau Siombak, Sumatera Utara, Wibi Nugraha, diundang mengikuti upacara bendara di Istana Negara, Jakarta, pada 17 Agustus 2019 mendatang.

Saat ditemui di Danau Siombak, Minggu (11/8), pegiat lingkungan ini mengaku sempat tidak percayà hasil karyanya meraih juara 1 tingkat nasional. Tetapi ia senang dan sumringah dengan undangan itu.

Ia menuturkan, dirinya sudah bertahun-tahun berjuangn

untuk masyarakat pesisir dan hutan mangrove di Pantai Timur Sumatera Utara. Tanpa pekerjaan menetap, ia menekuni pelestarian mangrove di Danau Siombak, Marelan.

Selama ini, , pria berusia 40 tahun ini telah juga aktif menanam mangrove di Sibolga, Langkat, Deliserdang. Juga sebagai pendamping swadaya untuk kelompok tani rencong Aceh Utara, yang telah mendapatkan legalitas perhutanan sosial dari kementerian LHK RI seluas 1.880 hektare.

“Banyak perjalanan saya di lingkungan. Tapi hari ini saya bersyukur, apa yang telah saya karyakan untuk lingkungan mendapat penghargaan besar diberikan oleh negara,” cetus Wibi.

Pria yang juga aktif di berbagai kelompok pendamping petani mangrove ini telah memproduksi produk unggulan hasil tani rencong, seperti madu liar dan jernang. Selain itu, ia juga memperdayakan tani nipah untuk produksi sapu lidi, dari lidi rokok daun nipah serta jus nipah.

“Produk unggulan ini sudah ada menjadi produksi ekspor ke negara luar. Ini adalah karya yang mampu saya buat bersama rekan-rekan petani,” pungkasnya.

Kini, ia fokus melakukan pemberdayaan masyarakat di Danau Siombak. Di danau itu dijadikannya tempat beraktivitas seperti melakukan usaha budidaya ikan nila, pemanfaatan kerang lokan dan buah nipah untuk membantu agar mendapat penghasilan masyarakat setempat.

Selain potensi ekonomi yang digalinya, Wibi juga mendirikan bangunan dari tabungannya untuk Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak. Tujuannya, agar ia bisa mengajak anak-anak nelayan dan masyarakat sekitar pintar.

“Itu semua saya perbuat dengan sukarela. Di Danau Siombak ini, saya menanam mangrove untuk membuka kawasan kehidupan lutung dan kera, agar mereka bisa hidup dengan nyaman,” cetus Wibi.

Dengan prestasi sebagai juara terbaik 1 nasional Wana Lestari kategori Kader Konservasi Alam dari Medan, Sumatera Utara, Wibi merasa itu adalah hadiah dari perjuangan panjangnya.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk istriku dan anakku serta keluarga besarku. Saya ucapakan terima kasih kepada teman-teman media yang selalu perhatikan saya. Saya mohon doa dan dukungan agar saya mengikuti upacara 17 Agustus di Istana Negara dan 18 Agustus temu ramah dengan Bapak Presiden Jokowi tidak ada halangan,” ucap Wibi di Danau Siombak. (fac)

Setuju Tutup KJA Aquafarm dan Japfa, Kementerian LHK Harus Action

istimewa RAPAT: Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan pendapatnya pada pertemuan di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian LHK, Jakarta, Jumat (9/8) lalu.
RAPAT: Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan pendapatnya pada pertemuan di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian LHK, Jakarta, Jumat (9/8) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumut meminta langkah konkrit dari pemerintah pusat dan provinsi terkait penutupan perusahaan pencemar lingkungan Danau Toba. Salah satunya, terkait penutupan keramba jaring apung (KJA) yang disinyalir sebagai sumber air danau tercemar.

“Pernyataan setuju tidak cukup, harus ada action. Dari dulu pejabat provinsi dan pusat selalu bilang setuju penutupan KJA kalau ada demo dan tuntutan dari masyarakat, tapi tidak ada hasilnya,” kata anggota DPRD Sumut, Juliski Simorangkir menjawab Sumut Pos, Minggu (11/8).

Hal ini dikatakannya menyikapi pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang setuju penutupan izin operasional PT Aquafarm dan PT Japfa, perusahaan budidaya ikan di kawasan Danau Toba. Dia menyarankan segera bentuk tim evaluasi dari berbagai disiplin ilmu, sebagai langkah konkrit atas pernyataan yang dilontarkan Kementerian LHK tersebut. Pembentukan tim evaluasi itu menurutnyan

harus digagas dari pusat, sebab selama ini perizinan yang diberikan juga melalui kementerian terkait.

“Sekarang kita minta langkah konkrit segera bentuk tim evaluasi secara menyeluruh yang melibatkan akademisi, ahli lingkungan, ahli pariwisata yang independen dan pemerintah serta perwakilan masyarakat,” katanya.

Politisi PKPI Sumut ini juga meminta Kementerian LHK, Pemprovsu dan pemda se kawasan Danau Toba mengevaluasi efek lingkungan yang terjadi, termasuk izinnya dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan perusahaan penanaman modal asing (PMA) itu selama ini. “Sehingga penutupan KJA ini ada dasar hukumnya dan tidak bisa dituntut perusahaan. Kita berikan batasan waktu kepada tim untuk membuat keputusan,” katanya.

Zero KJA Terganjal Perperes

Sebelumnya, Komisi D DPRD Sumut, Walhi Sumut, Horas Bangso Batak (HBB), dan Dinas Lingkungan Hidup Sumut membahas soal pencemaran air Danau Toba ini bersama Kementerian LHK, di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Jakarta, Jumat (9/8). Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Binsar Situmorang menyatakan, sulit menertibkan keramba jaring apung di kawasan Danau Toba selama Perpres Nomor 81 Tahun 2014 tidak dicabut atau direvisi.

“Sangat sulit menertibkan KJA oleh perusahaan-perusahaan yang belum menutup usahanya yang dianggap mencemari Danau Toba. Sebab, mereka tahu aturan hukum. Kita bicara untuk zero KJA, harus dulu kita revisi payung hukumnya yang termaktub pada Perpres 81 Tahun 2014. Dalam Perpres ini tidak ada menguatkan zero KJA hanya zonasi KJA. Nah, kalau mau menanggapi apa yang diutarakan dalam rapat ini, mari revisi (Perpers) dulu, agar peraturan yang ada tidak tumpang tindih,” kata Binsar

Menyikapi ini, Ketua Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan menyatakan, pihaknya bersama HBB, WALHI dan unsur masyarakat lainnya akan mendesak Presiden Jokowi segera mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba yang mengatur soal zonasi. Direncanakan, hal itu akan dilakukan Bulan September mendatang.

“Tidak mungkin PT Aquafarm Nusantara dan perusahaan KJA lainnya dicabut izin usahanya jika masih ada Perpres tentang zonasi. Kita akan mendesak Presiden mencabut aturan itu,” ungkap Sutrisno.

Anggota Komisi D, Layari Sinukaban juga menyebutkan, Perpres Nomor 81/2014 tentang rencana tata ruang kawasan Danau Toba itu ibarat makelar bagi perusahaan-perusahaan perusak Danau Toba semacam PT Aquafarm Nusantara. Zonasi KJA yang diatur di dalamnya, justru melegalkan Aquafarm dan perusahaan perusak Danau Toba lainnya untuk berusaha dan mencemari Danau Toba.

“Kami meminta agar disampaikan kepada Menteri Luhut agar Perpres 82/2014 dicabut agar tidak ada lagi KJA di Danau Toba,” ujar Layari yang berasal dari Partai Demokrat.

Sementara Walhi Sumut dan HBB menilai, kawasan Danau Toba kondisinya saat ini sudah sangat memperihatinkan. Sumber pencemaran disebutkan, berasal dari limbah pakan ikan yang dibudidayakan dengan keramba jaring apung, kotoran dari ternak babi dan juga limbah dari perhotelan. Dana Tarigan dari Walhi Sumut bahkan menyatakan, kondisi Danau Toba saat ini toilet raksasa, bukan ikon pariwisata. “Ini saya katakan karena pencemaran kawasan Danau Toba sudah sangat parah rusaknya dan menakutkan. Bayangkan, kotoran babi, kotoran manusia, kotoran ikan, limbah perhotelan semuanya dibuang ke Danau Toba,” ungkapnya.

“Herannya, kenapa perhotelan, budidaya keramba jaring apung dari perusahaan dan masyarakat tidak mematuhi Pergub Tahun 2017. Ini warning, air Danau Toba sekarang sudah tidak dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi sebagai air minum,” tegas Dana.

Lamsiang Sitompul dari HBB menambahkan, pencemaran Danau Toba merupakan kerusakan sangat parah. Dia menyebutkan, berdasarkan fakta di lapangan, pencemaran akibat faktor kotoran babi, kotoran manusia, kotoran ikan dari budidaya KJA, ditambah limbah perhotelan yang tidak memiliki izin.

“Sesuai hasil penelitian Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara tahun 2005-2012 menyatakan, kawasan Danau Toba kategori tercemar. Untuk itu, sesuai instruksi Presiden Jokowi, kami HBB meminta tidak ada alasan Kementerian LHK tidak setuju. Harus setuju zero keramba,” ujarnya.

Dalam rapat itu, Bupati Karo, Terkelin Brahmana menegaskan, tidak ada pencemaran kawasan Danau Toba di kawasan Tongging berasal dari KJA dan kotoran ternak babi. “Terkait KJA di Tongging dan maraknya kotoran babi masuk ke Danau Toba, khusus Kabupaten Karo, itu kita katakan tidak ada. Walaupun rumah makan BPK (babi panggang Karo) bertebaran di Kabupaten Karo, tapi untuk pembuangan kotoran babi di seputaran Tongging, saya jamin tidak ada. Itu zero kotoran babi,” ungkapnya.

Terkelin menyatakan, dalam waktu dekat, masyarakat Kabupaten Karo akan memberikan persetujuan sterilisasi keramba jaring apung. “Dalam waktu dekat ini masyarakat Karo akan memberikan surat persetujuan bahwa mereka yang mengusahai KJA akan disterilkan. Ini kita dapat informasinya,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Sumut, Fahrijal Nasution, Burhanuddin Siregar, Layari Sinukaban, Leonard Surungan Samosir, mendesak diberlakukannya segera zero keramba jaring apung. Ketua Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan mendorong Kementerian LHK segera mengambil sikap.

Direktur Pengendalian Pencemaran Air-Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Luckmi Purwandari menyatakan, akan menindaklanjuti pembahasan pencemaran Danau Toba dengan pimpinan di Kementerian LHK “Semua yang disampaikan tadi, sudah kita catat, dan kita akan bahas bersama pimpinan kami,” tegas Luckmi.

Dia juga menyebutkan, Kementerian LHK menyetujui penutupan perusahaan budidaya ikan air tawar PT Aquafarm Nusantara yang berusaha di Danau Toba menggunakan KJA. “Kita setuju saja PT Aquafarm Nusantara dan yang lainnya ditutup, tinggal masyarakat dan pemerintah tujuh kabupaten di kawasan Danau Toba seperti, apa mereka setuju?” kata Luckmi. (prn/deo)

Bangkitkan Lagi Wisata Karo, Wagubsu: Dulu, Ada Gajah di Tahura…

istimewa Bincang: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah berbincang dengan warga saat meninjau Tahura di Kabupaten Karo, Sabtu (10/8) lalu.
Bincang: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah berbincang dengan warga saat meninjau Tahura di Kabupaten Karo, Sabtu (10/8) lalu.
istimewa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah berencana merestorasi Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang terletak di Berastagi, sebagai tujuan wisata di Sumut. Saat berkunjung ke sana Sabtu (10/8) lalu, pria yang akrab disapa Ijeck ini, miris melihat kondisi Tahura.

“Tahura ini dulu terkenal ramai, karena tempat hiburan. Dulu juga ada gajah di sini. Tapi sekarang memang pengelolaannya sudah jauh daripada yang kita harapkan,” ungkapnyan

Dikatakannya, ia ingin melihat kondisi Tahura secara langsung, melihat apa yang menjadi kendala. “Ke depan kami ingin menjadikan Tahura menjadi tempat wisata dan kita akan perbaiki agar masyarakat kembali minat untuk datang ke Tahura bangkit kembali,” ujarnya.

Saat melihat area Tahura, Ijeck cukup takjub dengan alamnya. Ia melihat Tahura sangat potensial menjadi magnet pariwisata Sumut. “Alamnya bagus. Pohonnya juga bagus,” katanya.

Sambil berjalan, berbagai ide menarik muncul di benaknya. Hal ini ia sampaikan saat meninjau. “Kita akan buat jungle track supaya orang bisa menikmati suasana alam. Kita akan lihat lagi, apakah mungkin ada flora dan fauna yang perlu ditambahkan ke sini. Tapi yang pasti saat ini kita ingin menjadikan Tahura ini menjadi tempat berbagai atraksi. Mungkin nanti akan ada balai pertemuan, akan ada tempat outbond, ataupun pentas pentas musik di sini,” ungkapnya.

Dia bermaksud untuk memajukan pariwisata di Sumut, karena menurutnya Sumut memiliki banyak potensi alam yang indah. Begitupun wisata alamnya. Jika dikelola dengan baik, Ijeck meyakini akan banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke Sumut.

Seperti diketahui, Tahura adalah salah satu tempat kunjungan wisata yang ada di Kota Berastagi, Kabupaten Karo. Selama ini Berastagi sudah menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Sumut. Dikatakan Ijeck, kehadiran Tahura di sini akan menambah lokasi tujuan wisata di Berastagi. “Artinya orang semakin bangkit, keinginan wisatawan untuk datang ke Berastagi karena memiliki banyak tujuan wisata,” ujar Ijeck.

Usai dari Tahura, Ijeck akan mengunjungi Langkat via jalur Desa Telaga. “ Kita akan lihat potensi apa yang ada di sana untuk kita kembangkan. Mudah-mudahan pariwisata Sumut bisa kita bangkitkan kembali,” tegasnya.

Ria Telaumbanua: Saya Pelajari Dulu Blue Printnya

Menyikapi keseriusan pemerintah dalam pengelolaan pariwisata Sumut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Ria Nofida Telaumbanua, mengaku segera bergerak cepat untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya. Mantan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sumut, yang baru dilantik Gubernur Edy pada Jumat kemarin ini, akan memelajari program kerja di Disbudpar Sumut yang sudah blue print (cetak biru).

“Dalam beberapa hari ini saya tentu harus memelajari dulu blue print pariwisata Sumut. Semoga sudah ada. Dalam blue print tentu terbaca tujuan, arah kebijakannya dan program-programnya. Setelah itu kita akan lihat program apa yang sudah berjalan, yang belum dan yang akan dikerjakan,” katanya menjawab Sumut Pos, Minggu (11/8).

Program yang sudah cetak biru tersebut, ungkap dia, penting untuk diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional dan pembangunan Sumut hingga 2023 mendatang. Salah satunya, Ria menyebut, ialah tentang destinasi wisata Danau Toba.

“Tentu juga saya akan evaluasi, apakah sudah sesuai dengan visi dan misi bapak gubernur dan diselaraskan dengan prioritas pembangunan nasional dan prioritas pembangunan di Sumut 5 tahun ke depan. Agar semuanya searah dan terstuktur termasuk untuk pengembangan destinasi Danau Toba,” katanya.

Mantan Direktur RSUD Djasemen Saragih Kota Siantar ini menambahkan, Sumut kaya akan potensi pariwisata dan bila ini dikembangkan secara optimal, maka dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) Sumut dan peningkatan ekonomi masyarakatnya. “Semoga blue printnya sudah ada, sehingga kita tinggal memedomaninya. Berikan saya waktu untuk memelajarinya ya,” pungkasnya.(prn)

Kunci Tiket Semifinal, Indonesia vs Laos

istimewa KUNCI: Pemain Timnas Indonesia U-18 siap kunci tiket semifinal melawan Laos, Senin (12/8).
KUNCI: Pemain Timnas Indonesia U-18 siap kunci tiket semifinal melawan Laos, Senin (12/8).

Indonesia bakal lolos ke babak semifinal Piala AFF U-18 2019. Syaratnya, Garuda Muda harus mengalahkan Laos pada pertandingan keempat Grup A di Stadion Thong Nhat, Vietnam, Senin (12/8) sore ini.

Saat ini, Indonesia kokoh di puncak klasemen Grup A dengan koleksin

sembilan poin dari tiga laga. Anak asuh Fakhri Husaini tersebut unggul selisih gol dari Myanmar di posisi kedua dan tiga angka dari Laos di posisi ketiga.

Dengan posisi tersebut, David Maulana dkk bakal mengunci tiket semifinal, jika mampu mengalahkan Laos pada laga ini. Pasalnya, tambahan tiga angka membuat poin Indonesia tidak mungkin dikejar Laos lagi.

Pelatih Indonesia, Fakhri Husaini belum mau berpikir terlalu jauh. Fokus anak asuhnya masih berada pada fase grup. Yakni menyelesaikan dua pertandingan tersisa melawan Laos dan kemudian berhadapan dengan Myanmar.

Dia mengakui mewaspadai kekuatan Laos. Pasalnya Laos sedang dalam tren bagus setelah menang dari Brunei dan Filipina.

“Laos patut kami waspadai. Sejauh ini mereka sudah mengoleksi dua kemenangan, saat mereka melawan Brunei dan Filipina,” ujar Fakhri, seperti dilansir situs resmi PSSI.

Fakhri menegaskan, timnya akan tetap bermain agresif pada laga ini. Beberapa pemain inti yang sempat dicadangkan saat melawan Brunai, kemungkinan kembali menjadi starter.

“Melawan Laos kami tetap akan tampil agresif seperti biasa dan bermain efektif dalam bertahan dan saat menyerang. Kami juga akan kembali melakukan rotasi,” ucapnya.

Pelatih 54 tahun tersebut juga mengevaluasi lini bertahan, yang kecolongan dua gol di pertandingan sebelumnya.

“Kemasukan dua gol sejauh ini saya rasa karena kurangnya komunikasi dan disiplin dalam bertahan antara pemain belakang dan kiper. Ini harus diperbaiki,” tegasnya.

Laos sendiri sedang dalam semangat tinggi, usai berhasil menjaga asa lolos ke semifinal. Kemenangan dari Filipina membuat anak asuh Sundra Moorthy ini telah mengoleksi enam angka dari tiga laga.

“Tidak mudah bagi kami mengalahkan Filipina, namun kami berhasil memenangi pertarungan sengit tersebut. Tiga poin yang kami dapat sangat berharga untuk menjaga kans kami melaju ke babak semifinal,” kata Sundra Moorthy.

Moorthy berharap anak asuhnya bisa mencuri satu angka dari Indonesia. “Peluang kami memang sulit. Tapi kami ingin memberikan perlawanan kepada Indonesia,” pungkasnya. (bbs/dek)

Ekonomi Bergejolak, BTN Rombak Strategi Bisnis

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengubah strategi bisnisnya tahun ini. Hal itu dilakukan lantaran melihat situasi ekonomi domestik maupun global yang kurang bersahabat.

BTN pun telah melakukan kajian ekonomi makro dengan mengubah asumsi makro lantaran pertumbuhan ekonomi uang diperkirakan lebih rendah dari asumsi awal. Sehingga suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate diperkirakan terus turun seiring dengan inflasi yang relatif stabil. “Penyesuaian Rencana Bisnis Bank (RBB) perlu dilakukan karena mempertimbangkan kondisi makro ekonomi yang ada dan melihat perkembangan industri perbankan dalam negeri yang cenderung mengalami pengetatan likuiditas,” demikian kata Direktur Utama Bank BTN, Maryono belum lama ini.

Maryono menjelaskan, ada sejumlah penyesuaian RBB dengan mempertimbangkan kinerja bisnis perseroan. Perubahannya meliputi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun yang diprediksi berkisar 10-12% , sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) diprediksi juga tumbuh di level yang sama yaitu 10-12%, serta aset ditargetkan bisa tumbuh di kisaran 8-10%.

Sejumlah strategi dijalankan Bank BTN untuk meraup pendanaan dan meningkatkan pertumbuhan kredit. Untuk Pendanaan, Bank BTN melakukan kombinasi antara dana dari wholesale funding seperti penerbitan obligasi berkelanjutan tahap II dan mengejar dana murah dari produk tabungan dan deposito.

Adapun segmen kredit yang digenjot adalah KPR non subsidi, kredit komersil dan kredit konstruksi. (dtc/ram)