JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai suku bunga acuan (BI-7 Day Repo Rate/BI7DRR) bisa kembali dipangkas oleh Bank Indonesia (BI). INDEF memperkirakan, hingga akhir tahun bank sentral masih bisa menurunkan sekitar 25 sampai 50 basis poin (bps).
Tak lama ini, BI telah melakukan pelonggaran kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Tak hanya itu, bank sentral juga menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 50 bps untuk meningkatkan penyaluran kredit ke masyarakat.
“Ruang penurunan bunga acuan 25-50 bps lagi masih terbuka sampai akhir tahun,” kata Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira, Jumat (9/8).
Bhima mengatakan, penurunan suku bunga acuan masih sangat memungkinkan. Sebab Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) mewacanakan akan memangkas suku bunga acuan lanjutan setelah sebelumnya memangkas 25 bps. Apalagi, saat ini kondisi perang dagang antara AS dan Tiongkok semakin memburuk dengan adanya kenaikan tarif 10 persen produk dari negeri Tirai Bambu. “Plus perang mata uang AS-Tiongkok paska devaluasi Yuan memperburuk sentimen ekonomi global,” bebernya.
Dari sisi domestik, penurunan suku bunga dinilai aman dalam kondisi makro ekonomi nasional yang cenderung stabil. Saat ini inflasi diperkirkan akan rendah di kisaran 3,3 sampai dengan 3,5 persen.
“Pengusaha juga membutuhkan stimulus untuk mendorong kinerja ekspor dan industri. Bunga yang murah akan menurunkan cost of borrowing dunia usaha,” jelasnya.
Di sisi lain, penurunan suku bunga juga bisa merangsang pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat pada kuartal-II 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut sebesar 5,05 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Realisasi itu jauh lebih rendah dibandingkan kuartal II-2018 yang pernah mencapai 5,27 persen. “Kalau (ada penurunan suku bunga) 50 bps lagi dampaknya lbih besar ke pertumbuhan ekonomi,” tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, usai resmi bertugas sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada Rabu (7/8) ini, Destry Damayanti memastikan akan tetap melakukan pelonggaran kebijakan moneter ke depannya. Pasalnya, kondisi makro ekonomi domestik masih menunjukkan hasil yang positif. Ditambah lagi, perekonomian global juga menunjukkan tren pelonggaran kebijakan.
Menurut Destry, pelonggaran kebijakan tersebut tidak terlepas dari perekonomian global yang mulai mengarah kepada pelonggaran kebijakan (easing monetary policy). Hal tersebut disebabkan oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang belum kunjung mereda.
Bahkan, Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya. Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin, nantinya akan pelonggaran kebijakan lagi yang diambil oleh bank sentral.
“Kami melihat arah dari easing monetary policy ini akan jangka waktu cukup panjang ke depan. Karena kita memang membutuhkan satu stimulus buat pertumbuhan ekonomi ke depannya,” kata Destry usai pelantikannya sebagai DGS di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (7/8). (jpc/ram)
lepas: Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto saat melepas peserta Festival Akbar Avanza-Veloz Sebangsa di Kota Medan, Sabtu (10/8).
lepas: Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto saat melepas peserta Festival Akbar Avanza-Veloz Sebangsa di Kota Medan, Sabtu (10/8).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan terpilih sebagai kota pertama diselenggarakannya Festival Akbar Avanza-Veloz Sebangsa yang berlangsung selama dua hari, yakni 10-11 Agustus 2019 di Plaza Medan Fair.
Festival ini merupakan bentuk komitmen PT Toyota Astra Motor (TAM), Auto2000 dan dealer Toyota lainnya untuk memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan wujud semangat kebersamaan dalam merayakan hari ulang tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI)
Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan, kegiatan ini direncanakan berlangsung di 11 kota dan Medan terpilih sebagai kota pertama.
“Toyota mengajak masyarakat, khususnya pelanggan serta pengguna Avanza dan Veloz untuk bertemu dan bergembira bersama dalam rangkaian acara Avanza-Veloz Sebangsa yaitu Sebangsa Festival dan Sebangsa Fun Trip sambil menikmati momen akhir pekan bersama teman dan anggota keluarga,” ujar Fransiscus.
Masyarakat dapat menikmati berbagai macam zona yang tersedia, mulai dari Zona Dolanan Sebangsa, Tampil Sebangsa, Jajanan Sebangsa, Bazaar Sebangsa, Musik Sebangsa, hingga Zona Layanan Toyota.
Di mana pada masing-masing zona telah tersedia berbagai fasilitas dan permainan yang menarik yang akan membuat pengunjung tertantang.
“Selain itu kami juga menghadirkan Zona Layanan Toyota di mana pengunjung Sebangsa Festival dapat memperoleh informasi secara lengkap mengenai produk dan layanan Toyota, beserta dengan kemudahan untuk dapat memiliki mobil Toyota,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (10/8).
General Manager Auto2000 Wilayah Sumatra, Judianto, mengatakan, dipilihnya Medan sebagai kota pertama lokasi penyelenggaraan karena kota ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, keberagaman budaya, serta banyaknya pilihan destinasi kuliner dan ini menjadi daya tarik tersendiri.
Panitia penyelenggara juga menyediakan berbagai macam hadiah, seperti smart TV, smart phone, smart watch, hingga voucher belanja, bagi pengunjung yang dapat menyelesaikan permainan yang diikuti.
“Di samping itu juga digelar Sebangsa Fun Trip, di mana pengguna Avanza dan Veloz konvoi bersama mengelilingi jalanan utama kota Medan dan dilanjutkan touring bersama dengan mengunjungi dua destinasi utama yaitu Pantai Cermin dan Gereja Maria Annai Velangkanni,” ujar Judianto.
Judianto juga mengatakan, khusus pada bulan Agustus, Auto2000 memiliki program Merdeka yaitu program bunga 1,7% dan program 8 bulan cicilan tanpa bunga untuk pembelian mobil Toyota.
“Program ini merupakan bagian dari peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Jadi ayo langsung datang ke Auto2000 terdekat,” ujarnya. (ila/ram)
SOPIAN/SUMUT POS
RUSAK BERAT: Sepedamotor salahsatu korban rusak berat usai kecelakaan.
RUSAK BERAT: Sepedamotor salahsatu korban rusak berat usai kecelakaan. SOPIAN/SUMUT POS
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Akibat melaju dengan kecepatan tinggi, dua sepedamotor terlibat kecelakaan. Dua joki (pengemudi) tewas dengan kondisi mengenaskan. Sedangkan dua penumpang mengalami luka serius.
Peristiwa terjadi di Jalinsum Tebingtinggi-Pematangsiantar. Tepatnya di depan SMP Negeri 6 Tebingtinggi, Sabtu (10/8).
Kanit Laka Polres Tebingtinggi, Aiptu K Napitupulu membenarkan peristiwa tersebut. Kecelakaan terjadi saat sepedamotor Honda Vario BK 6052 NAO yang dikemudikan Arbi Chaniago (14).
Warga Jalan Pulau Samosir Kota Tebingtinggi ini berboncengan dengan temannya, Nazri Ramadhan (14) warga Jalan Danau Singkarak Kota Tebingtinggi.
“Keduanya melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Tebingtinggi menuju Pematangsiantar. Menurut saksi mata, keduanya ugal-ugalan (mengendarai sepedamotor),” kata Napitupulu.
Dari arah berlawanan datang Bagus Setiadi (21) mengendarai Kawasaki KLX dengan kecepatan tinggi juga. Warga Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai ini berboncengan dengan rekannya, Davit Fahrezi (15).
“Kecelakaan tidak terelakkan lagi. ‘Laga kambing’. Semua korban tercampak,” tutur Napitupulu.
Bagus Setiadi tewas setelah menderita luka serius di bagian kepala akibat benturan keras di aspal. Sementara Arbi Chaniago juga tewas karena mengalami luka berat di bagian kepala.
“Dua orang yang dibonceng luka-luka,” sebut Napitupulu.
Dua unit sepedamotor yang terlibat kecelakaan sudah diamankan di kantor Unit Lakalantas, Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi.(ian/ala)
ISTIMEWA/SUMUT POS
MENYERAH: Dalianto menyerahkan diri ke Mapolsek Percut Seituan usai menikami dan menggorok abang iparnya.
MENYERAH: Dalianto menyerahkan diri ke Mapolsek Percut Seituan usai menikami dan menggorok abang iparnya. ISTIMEWA/SUMUT POS
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalianto menggorok dan menikami abang iparnya, Sumarno (35) hingga tewas. Aksi pria 45 tahun ini dipicu karena korban yang kerap mencaci maki ibu mertua (Mariam) dan istrinya (Malinda). Usai menghabisi nyawa korban, warga Jalan Sultan Ujung, Desa Sampali, Percut Seituan itu menyerahkan diri ke polisi.
Peristiwa terjadi di Jalan Sultan Ujung, Desa Sampali, Percut Seituan, Sabtu (10/8) dini hari. Informasi dihimpun, sebelum kejadian, Dalianto bersama Malinda (31) beserta anaknya sedang tidur di dalam kamar. Namun sekira pukul 00.30 WIB, Dalianto terbangun lantaran mendengar anaknya mengigau.
“Menurut pengakuan pelaku, anaknya mengigau karena sering diancam-ancam sama korban,” ujar Panit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Ipda Supriadi.
Setelah anaknya kembali tidur, Dalianto keluar kamar dan menemui korban yang tengah tidur di sofa ruang tamu. Niat Dalianto hanya untuk menasehati korban.
Namun ternyata malah berujung perkelahian karena korban tak terima. Pelaku memukul korban dan dibalas dengan tendangan.
“Pelaku langsung lari ke dapur dan mengambil pisau di rak piring. Lalu, pelaku kembali lagi ke ruang tamu dan menusukkan pisau itu ke tubuh korban berulang kali,” terang Supriadi.
Korban sempat berteriak minta tolong sehingga membangunkan istri pelaku yang sedang tidur di kamar. Namun nyawanya tak dapat tertolong, karena begitu keluar kamar ternyata istri pelaku sudah melihat abang kandungnya itu tewas berlumuran darah di ruang tamu.
Usai membunuh korban, pelaku selanjutnya meminta bantuan kepada warga sekitar untuk menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Tak lama, petugas Polsek Percut Seituan yang dihubungi warga tiba di lokasi.
Polisi kemudian mengamankan pelaku. Kemudian, tim menghubungi tim Inafis Polrestabes Medan untuk melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.
“Hasil pemeriksaan, korban mengalami 15 luka di sekujur tubuhnya. Lehernya juga digorok pelaku,” terang Supriadi.
Diutarakan dia, sewaktu diinterogasi, pelaku mengaku nekat melakukan hal itu karena sakit hati kepada korban. Alasannya, selama satu tahun belakangan tinggal di rumah bersama, korban sering kali memaki istri dan ibu mertuanya.
Bahkan, korban yang pengangguran kerap meminta uang kepada istri dan ibu mertuanya. Jika tidak diberi, korban memaki dan mau memukul istri pelaku.
“Dari pelaku kita turut mengamankan sebilah pisau yang digunakannya untuk membunuh korban. Atas perbuatannya pelaku disangkakan Pasal 340 subsider 338 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 penjara atau maksimal seumur hidup,” tandas Supriadi.(ris/ala)
ist
TEWAS: Detik-detik Ag menghembuskan nafas terakhirnya di RS Latersia, Binjai.
TEWAS: Detik-detik Ag menghembuskan nafas terakhirnya di RS Latersia, Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kaget mendengar ada seorang pengujung Café Flower yang tewas karena mengonsumsi pil ekstasi. Diskotek itu berada di kawasan Binjai, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
“AH, kapan kejadiannya? Sesuai informasimu, ya kita lakukanlah (penyelidikan),” tegas Direktur Reserse Narkoba Poldasu, Kombes Hendri Marpaung, Minggu (11/8).
Begitu mendengar penjelasan Sumut Pos, Kombes Hendri mengaku akan meneruskan informasi itu ke Polrestabes Medan.
“Sarankan Pemda untuk ditutup (diskotek),” tandas mantan Kasubdit III Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ini.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif menyatakan, keluarga korban melapor ke Mapolres Binjai.
“Keluarganya lapor. Ada laporan polisi. Yang namanya laporan ya wajib ditindaklanjuti,” kata Wirhan.
Menurut dia, saat ini masih dalam penyelidikan.
“Pulbaket, lagi kumpul bahan,” sambungnya.
Sejauh ini, menurut Kasat, hasil otopsi belum keluar.
“Kita harus mengecek kandungannya, penyebab kematian. Kita sudah amankan isi dalam perutnya, empedu dan lambung. Isi dalaman badannya itu dibawa ke Labfor,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pengunjung Café Flower berinisial Ag mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Latersia, Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Jumat (9/8) dinihari. Kuat dugaaan, wanita muda berusia 21 tahun ini tewas karena over dosis pil ekstasi. Korban merupakan warga Dusun Banrejo, Desa Kwala Mencirim, Sei Bingai, Langkat.
Video pekerja salon daerah Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan, yang menukangi pasang bulu mata itu viral di media sosial facebook.
Akun medsos Fanii Ramadanii yang ditengarai sebagai teman korban dalam video berdurasi 10 detik ini yang meposting kabar duka tersebut.
Café Lower, tempat korban menyabung nyawa diketahui merupakan milik ST. Pria berdarah Karo ini juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) penyidik Tipidter Polda Sumut karena kasus pertambangan ilegal.
Café Flower sebelumnya bernama Titanic Frog. Belakangan, ST mengubahnya menjadi Café Flower tanpa alasan yang jelas.
Kejadian ini bukan kali pertama. Sebelumnya, kejadian serupa banyak terjadi di tempat yang diduga sebagai lapak menjual pil ekstasi itu.(ted/ala)
ISTIMEWA/SUMUT POS
JENGUK: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menjenguk Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar yang dikeroyok bandar narkoba saat melakukan penggerebekan di Marindal.
JENGUK: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menjenguk Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar yang dikeroyok bandar narkoba saat melakukan penggerebekan di Marindal. ISTIMEWA/SUMUT POS
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang bandar narkoba di kawasan Marindal, Patumbak, berinisial A ditembak mati petugas gabungan Polrestabes Medan. Pasalnya, bandar narkoba tersebut melakukan pengeroyokan terhadap Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dan sejumlah anggotanya.
PERISTIWA pengeroyokan itu berawal saat Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar beserta jajaran melakukan gerebek kampung narkoba (GKN) di Jalan Karya Marindal I Gang Rukun, Kamis (8/8) pekan lalu.
Hasilnya, petugas mengamankan tiga pengedar narkoba. Ketiga tersangka masing-masing, U (49), K (30), dan S (29).
Setelah dilakukan pengembangan, ketiga pelaku mengaku sabu yang mereka jajakan berasal dari bandar berinisial A. Kemudian, Kamis (8/8) petugas melakukan pengembangan dan mengetahui posisi tersangka A.
Sekira pukul 17.00 WIB, bandar narkoba berinisial A tersebut diketahui berada di Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak.
Polisi kemudian mendatangi rumah A dan melihatnya sedang duduk santai di depan rumah.
Namun, saat ditangkap ternyata tersangka A kabur dan meminta bantuan sekitar 20 orang rekannya.
Tersangka A bersama rekannya melakukan pengeroyokan terhadap Ginanjar dan anggota Polsek Patumbak hingga mengalami luka-luka. Setelah itu, tersangka A kabur.
Ginanjar kemudian meminta bantuan kepada Satres Narkoba Polrestabes Medan. Tim lalu bergerak cepat mengejar tersangka A dan rekannya.
Sedangkan AKP Ginanjar langsung dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Medan karena mengalami luka lebam.
Kasatres Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo mengatakan, setelah mendapat informasi perihal pengeroyokan Kapolsek Patumbak, tersangka A akhirnya berhasil dibekuk.
Tim menemukan barang bukti 5 plastik klip berukuran sedang berisi sabu, 5 plastik klip berukuran kecil berisi sabu, timbangan elektrik, ratusan plastik dan uang Rp300 ribu hasil penjualan narkoba.
“Tersangka kemudian dibawa untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti lainnya. Setibanya di Jalan Marindal tepatnya di belakang Pabrik Alumex, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri,” kata Raphael.
Melihat itu, tim kemudian memberikan beberapa kali tembakan peringatan ke udara namun tidak dihiraukan tersangka. Akhirnya, tim terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak tersangka.
“Setelah ditembak, tersangka tetap berusaha melarikan diri dengan melompat ke parit. Namun, tersangka akhirnya roboh tak berdaya dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan. Akan tetapi, setelah beberapa jam dirawat ternyata tersangka meninggal dunia,” jelas Raphael.
Ditambahkannya, tersangka A sudah lama menjadi target operasi. Tersangka ini terbilang cukup berhasil menjalankan bisnis haram itu, karena dalam seminggu bisa menjual setengah hingga satu kilogram sabu.
Terkait penembakan bandar narkoba hingga tewas, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Kata Dadang, dalam menangani kasus narkoba dirinya sudah mengarahkan anggotanya. Apabila mereka (pelaku) membahayakan jiwa dan mengancam petugas, maka akan ditindak sesuai dengan SOP.
“Mulai dari lisan sampai tindakan tegas kita berikan dan ini sudah diatur. Saya berharap kepada masyarakat yang lingkungannya marak akan peredaran narkoba agar sama-sama memberantas peredaran barang haram tersebut. Sebab, narkoba ini adalah musuh kita bersama,” ujarnya. (ris/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa kasus kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah Kota Medan membuat Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan kepada seluruh pejabat terutama Kepala Satuan (Kasat) untuk tidak ragu menindak tegas pelaku kejahatan.
“Kalau tidak mau ditindak tegas, ya jangan melakukan kejahatan jalanan. Masih banyak masyarakat yang baik dan masih banyak masyarakat yang harus kita beri rasa aman,” kata Agus usai melakukan pemotongan hewan kurban di halaman belakang Polda Sumut, Minggu (11/8).
Apapun resikonya, sambung mantan Wakapolda Sumut ini, akan ia terima. Hal itu dikarenakan, anggota harus ada kepastian dari pimpinan apakah harus ditindak tegas atau tidak.
“Jadi saya sampaikan tidak usah ragu, kalau memang mereka melakukan perlawanan dan sebagainya maka lakukan tindakan tegas,” tegasnya.
Mengenai kasus yang melibatkan organisasi kepemudaan (OKP), lanjut Agus, dirinya sudah menyampaikan kepada Kapolrestabes Medan untuk menangkap siapa yang menjadi biang keladi keributan itu.
“Itu adalah pelaku kriminalitas dan kita tidak melihat OKP nya. Tapi tindakan yang ia lakukan dan meresahkan Masyarakat,” tandasnya.
Seperti diketahui, sekelompok massa OKP diduga melakukan penyerangan terhadap kantor OKP lain di Kecamatan Medan Perjuangan, Jalan Bedagai No 22 Medan, Sabtu (10/8/2019) sekira pukul 13.30 WIB.
Sekira pukul 17.00 WIB, setelah polisi turun ke tempat kejadian perkara (TKP), kondisi sudah aman dan kondusif. Namun tetap diantisipasi adanya bentrok lanjutan. Sebanyak 31 orang sudah diamankan pihak Polsek Medan Timur. (man/ala)
fachril/sumut pos
BELUM DIBEDAH: Hadidah bersama Tokoh Masyarakat Bagan Deli, Khairudin melihat pondasi rumahnya yang belum dibedah.
BELUM DIBEDAH: Hadidah bersama Tokoh Masyarakat Bagan Deli, Khairudin melihat pondasi rumahnya yang belum dibedah. fachril/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebelumnya, lebih kurang 68 unit rumah warga kurang mampu telah masuk program bedah rumah. Sayangnya, masyarakat berpenghasilan rendah ini menjadi ajang pungli bagi oknum bernama Yusri yang mengku sebagai tim independen. Yusri bukanlah pegawai dari Perkim Kota Medan. Ia hanya masyarakat sipil biasa yang mengaku sebagai tim independen pendataan program bedah rumah.
Pengakuan seorang korban, Hadidah mengatakan, pada tahun 2018 lalu, rumahnya tak layak huni di Ujung Tanjung, Kelurahan Badan Deli, mendapat tawaran bedah rumah. Tawaran itu diterima wanita yang selama ini masih menyewa rumah di Bagan Tambahan, Kelurahan Bagan Deli.
Untuk mengikuti program dari Kementrian PUPR tersebut, Hadidah menyerahkan surat – surat untuk kelengkapan administrasi kepada petugas di lapangan bernama Yusri.
Sebelum proses bedah rumah itu dilaksanakan, ia diminta oleh Yusri, yang mengaku petugas dalam program bedah rumah ke masyarakat, membangun pondasi dan merobohkan rumahnya tersebut.
Lantas, wanita berusia 36 tahun ini mencari biaya pinjaman senilai Rp21 juta. Dengan biaya itu, ia merobohkan bangunan rumahnya dan membangun pondasi di tanah berukuran 8X9 meter.”Kemarin ada cerita, hendak dibangun rumah saya sebelum bulan puasa, sibuklah kami meruntuhkan rumah itu. Habis meruntuhkan rumah sekaligus upah dan menimbun pondasi habislah uanh kami Rp21 juta. Sudah minjam-minjam pun itu supaya rumah kami tadi jadi dibedah. Tapi sampai sekarang tidak juga dibangun,” keluh ibu anak tiga ini.
Dibeberkan Hadidah, Yusri meminta Rp2 juta. Hadidah mengaku mampu dicici membayar dengan mencicil. Ia pun menyerahkan cicilan pertama Rp300 ribu, kedua Rp500 ribu, terakhir Rp100 ribu, jadi total Rp900 ribu diberikan kepada Yusri.
“Lalu saya telpon lah dia(Yusri), saya tanya bagaimana ini janji bulan puasa mau dibangun, rumah sudah diruntuhkan tapi tak dibangun. Dijawabnya, kenapa ibu runtuhkan rumah itu, tidak ada aku suruh runtuhkan rumah. Kalau gitu bangun lagi rumah gubuk gubuk aja, bilangnya sama awak,” beber istri nelayan ini meniru ucapan Yusri.
Disinggung apakah benar Yusri ada nyuruh rubuhkan rumah, Hadidah mengaku ada. Makanya ia rubuhkan dan bangun pondasi. Ia khawatir seperti rumah temannya tak ada pondasi gagal dibangun. Ia merasa kecewa karena tidak ada penjelasan bedah rumah tersebut.
“Harapan saya, maunya dibangun saja rumahnya. Karena janji dia mau bangun rumah yang Rp30 juta. Kalau memang dibatalkan pulangkan uang kami dan berkas – berkas kami, tapi kalau tidak dipulangkan kami nuntut,” pinta Hadidah.
Hal senada juga dialami Sarifah. Ia mengaku rumahnya telah dirobohkan dan telah menyerahkan yang Rp900 ribu kepada Yusri dengan 3 kali cicilan. Namun, sampai saat ini penjelasan untuk bedah rumah itu belum juga diterimanya.
“Nasib saya sama kayak Hadidah. Rumah dirobohkan dan saya serahkan uang Rp900 ribu. Kami sudah menelpon Yusri, tapi tidak ada kepastian sampai sekarang,” keluhnya didampingi suaminya.
Bu Sarinah, warga Lorong 4 Umum, Bagan Deli juga jadi korban pungli. Wanita paruh baya ini diminta uang senilai Rp1,5 juta oleh Yusri.
Sementara, Yusri membantah tudingan itu. Ia mengaku tidak ada mengutip uang dari masyarakat, melainkan hanya menerima uang untuk pengurusan berkas yang diberikan masyarakat seikhlas hati.
“Itu tidak benar. Memang ada masyarakat ngasih uang untuk pengurusan surat – surat. Itupun hanya Rp50 ribu. Jadi tidak benar,” katanya beberapa waktu lalu di RM Permata.
Terpisah, Kadis Perkim Kota Medan, Beny mengatakan, program bedah rumah yang mereka laksanakan gratis. Bila ada masyarakat dikutip biaya oleh oknum mengaku petugas dari Perkim, ia meminta kepada masyarakat untuk melaporkan ke Dinas Perkim Kota Medan.
“Saya juga sudah dapat info dari DPRD Medan. Bahkan, ada 2 warga mengutip atas nama Perkim untuk program rumah bedah tahun lalu. Kita minta kepada masyarakat untuk melapor ke kami, agar bisa kami laporkan ke polisi dan uang masyarakat bisa kembali,” katanya melalui pesan whatsapp.
Menyikapi itu, Tokoh Masyarakat Bagan Deli, Khairudin mendukung program bedah rumah yang dilaksanakan Dinas Perkim Kota Medan. Program itu sudah terlaksana selama 7 bulan. Pria akrab disapa Kadin ini kecewa adanya pungli yang dilakukan oknum ke masyarakat.
“Jujur kita keberatan. Tapi kalau rumah sudah dibangun, dia minta uang terima kasih silahkan. Jangan belum dibangun, uang sudah diminta ke masyarakat. Kita minta kepada lurah dan kepling untuk memanggil Yusri agar mempertanggungjawabkan ini,” tegas Kadin.
Herannya, kata Kadin, kemarin Yusri pada acara rembuk-rembuk, dia mengaku sudah bekerja semaksimal mungkin, sudah mendapat surat dari kelurahan yang bertandatangan, sudah ada siap beberapa bentuk SK Camat. Ini akan menimbulkan kekhawatiran bagi warga Bagan Deli ke depannya.
“Kita khawatir, SK Camat untuk bedah rumah ini akan menjadi masalah. Misalnya dikemudian hari ada yang mengaku di tanah warga yang bermohon ini ada yang mengaku hak milik dia dengan sertifikan, maka surat yang dipegang masyarakat bisa, jadi Bagan Deli bisa dikuasai mafia. Ini yang kita khawatirkan,” beber Kadin. (fac/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Besarnya dana alokasi umum (DAU) senilai Rp53,2 miliar dari pemerintah pusat telah diterima sebanyak 50 persen oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Dana itupun disebut akan digabungkan dengan dana pendamping yang diambil dari APBD Kota Medan tahun 2019 sebesar Rp46 miliar guna membangun Kota Medan dari tingkat kelurahann
Namun sayang, hingga saat ini, khususnya untuk DAU dari pemerintah pusat belum juga bisa dipergunakan karena tidak adanya petunjuk teknis (juknis) bagi para pengguna dana yang dalam hal ini adalah para lurah di Kota Medan.
“Itu dananya 50 persen sudah masuk ke Kas Pemko Medan. Sekitar Rp26 miliar lebih tapi karena belum ada Juknisnya maka belum bisa dicairkan ke kelurahan. Karena kan harus ada Perwalnya itu, harus ada payung hukumnya untuk menggunakan anggaran itu agar nantinya tidak salah menggunakan,” ucap Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, Syahrial kepada Sumut Pos, Minggu (11/8).
Syahrial membenarkan, bahwa dengan tidak adanya penggunaan anggaran di semester pertama dari nilai 50 persen yang sudah dicairkan pemerintah pusat ke Pemko Medan, tentu membuat tidak adanya laporan penggunaan anggaran dari Pemko Medan ke pemerintah pusat.
“Karena sampai sekarang dananya sama sekali tidak digunakan maka laporannya pun tidak ada. Karena laporannya sampai Agustus ini tidak ada juga, tentu dana yang 50 persennya lagi tidak akan dicairkan oleh pemerintah pusat untuk semester kedua di tahun 2019.
Namun, kata Syahrial, dana yang telah dicairkan oleh pemerintah pusat ke Pemko Medan tidak perlu dikembalikan lagi dan masih bisa dipergunakan untuk semester kedua di tahun 2019. “Untuk yang semester kedua memang tidak akan dicairkan lagi, tapi untuk yang sudah cair di semester pertama tidak perlu dikembalikan dan masih bisa dipergunakan asal juknisnya sudah ada. Untuk dana pendamping gak ada masalah karena itu dari APBD Kota Medan,” jelas Syahrial.
Terkait juknis yang dimaksud, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Pemko Medan, Ridho Nasution menyebut, bahwa memang hingga saat ini hal itu sedang digodok oleh pihak BPKAD dan Bappeda Kota Medan. “Iya, itu sedang digodok di BPKAD dan Bappeda, mudah-mudahan cepat selesai supaya bisa segera dipergunakan oleh kelurahan,” ujar mantan Kabag Humas Pemko Medan itu.
Untuk itu, kata Ridho yang belum lama dilantik sebagai Kabag Tapem Kota Medan tersebut, pihakya terus melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) terhada perangkat daerah di kelurahan agar nantinya dapat menggunakan dana kelurahan itu dengan tepat dan tidak melanggar hukum.”Selain itu, sosialisasi dan bimtek ini juga terus kita lakukan agar nantinya dana kelurahan ini bisa tepat sasaran dalam pelaksanaannya,” jelasnya.
Begitupun saat Sumut Pos menghubungi dua lurah yang ada di Kota Medan, keduanya mengaku memang belum mendapatkan dana kelurahan yang dimaksud. “Ya memang belum cair dananya, tapi kalau bimbingan terkait itu memang sudah ada, belum lama ini kami ada bimbingan teknis terkait itu di Hermes. Ya kita tunggu lah arahan berikutnya,” ucap Lurah Asam Kumbang, Endang kepada Sumut Pos, Minggu (11/8) via selulernya.
Begitupun dengan Lurah Madras Hulu, Amrul Jihad. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya memang belum menerima pencairan dari dana kelurahan yang dimaksud. “Belum ada, belum ada. Alasannya kenapa saya juga kurang tahu, tapi memang belum ada dicairkan,” katanya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I sekaligus Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan, Sabar Syamsurya Sitepu mengatakan, apa yang dilakukan oleh Pemko Medan adalah sebuah keterlambatan. Seharusnya Pemko Medan segera membuat juknis yang dimaksud agar dana bisa segera dicairkan ke pihak kelurahan untuk dipergunakan membangun Kota Medan dari kelurahan tanpa ada rasa was-was dari para pengguna anggaran dalam menggunakanya.
Untuk itu, kata Sabar, pihak Pemko Medan harus segera membuat payung hukum dan juknis yang jelas dalam penggunaan anggaran dana kelurahan. “Jangan sampai nantinya dana yang sudah di depan mata jadi terbuang sia-sia sedangkan masih banyak sekali kelurahan di Kota Medan yang membutuhkan pembangunan,” tegasnya.
Seperti diketahui, guna meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kota Medan, Pemko Medan telah mendapatkan bantuan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat sebesar lebih dari Rp53,2 miliar. Dana tersebut diharapkan mampu memperbaiki infrastruktur skala prioritas melalui swakelola masyarakat.
Selain itu, Pemko Medan juga telah menyiapkan dana pendamping sebesar Rp46 miliar yanh bersumber dari APBD Pemko Medan tahun 2019. Dengan demikian, dana kelurahan keseluruhan yang siap dipergunakan oleh 151 kelurahan yang ada di Kota Medan berkisar Rp99,2 miliar. Atau bila dibagi rata, setiap kelurahan berhak mendapatkan dana anggaran sebesar lebih dari Rp656 juta. (map/ila)
KURBAN: Gubsu, Edy Rahmayadi menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid Agung Medan, Jalan Pangeran Diponegoro Medan dan Masjid Raya Al Mashun Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (11/8).
KURBAN: Gubsu, Edy Rahmayadi menyerahkan bantuan hewan kurban di Masjid Agung Medan, Jalan Pangeran Diponegoro Medan dan Masjid Raya Al Mashun Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (11/8).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Edy Rahmayadi menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung, samping Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Minggu (11/8).
Di sana, Gubsu secara simbolis menyerahkan seekor sapi jenis Limosin dengan berat 1,3 ton secara pribadi sumbangan dari Presiden RI Jokowi, dan 15 ekor lainnya dari Pemprovsu dengan berat rata-rata 250 Kg. Gubernur didampingi Ketua TP PKK Nawal Lubis, Sekdaprovsu R Sabrina, serta sejumlah OPD Pemprovsu.
Kepada panitia, Edy mengimbau agar pembagian daging dilakukan tanpa menggunakan kantong plastik. Hal ini karena plastik merupakan salah satu material yang sangat berbahaya untuk lingkungan. “Plastik ini kan sulit terurai, inilah yang menyebabkan penumpukkan sampah, saluran tersumbat, dan lain sebagainya. Ekosistem rusak juga memicu banjir,” katanya.
Edy bersyukur pembagian daging tanpa kantong plastik di Masjid Agung menggunakan wadah anyaman bambu “Besek”. Dirinya mengatakan langkah ini menjadi awal yang bagus dan berharap agar tahun depan sudah tidak ada lagi yang menggunakan kantong plastik.
Gubernur kemudian menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada panitia. “Selamat bertugas kepada panitia kurban, semoga pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan daging-daging ini bisa tersalur dan dinikmati masyarakat khususnya kaum duafa. Tetap semangat ya, ini jadi ladang pahala bagi kalian,” ucapnya seraya mengajak masyarakat untuk memetik hikmah dari peristiwa kurban ini.
Gubernur dan rombongan juga meninjau penyembelihan kurban di Masjid Raya Al-Mashun, Jalan Sisingamangaraja No 61 Medan. Di sana, juga dilakukan penyerahan 1 ekor sapi dengan berat 759 kg secara simbolis kepada panitia kurban.
Seperti diketahui, pada tahun ini Pemprovsu berkurban sebanyak 130 ekor sapi. Pembelian sapi ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan dihimpun secara pribadi oleh gubernur, wakil gubernur, aekda, serta jajaran OPD dilingkungan Pemprovsu, BUMD dan BUMN. Seluruh daging kurban tersebut disalurkan ke 33 kabupaten/kota se Sumut melalui panitia kurban di masjid-masjid kabupaten/kota.
SERAHKAN: Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto didampingi istri menyerahkan hewan kurban, Minggu (11/7).
Sementara pada hari yang sama, Wagubsu Musa Rajekshah (Ijekc) menyembelih hewan kurban sendiri bersama masyarakat di Masjid Nurul Hidayah, Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Langkat. Ijeck sengaja memilih merayakan Idul Adha di desa itu karena ingin melihat suasana hari raya di sana.
“Alhamdulilah Hari Raya Idul Adha ini saya bersama keluarga salat di Masjid Nurul Hidayah, Desa Sekoci, Besitang, Langkat bersama masyarakat. Dan alhamdulilah kami juga berkurban di sini. Suasana Idul Adha ini memang saya sengaja datang kemari ingin melihat suasana di sini karena memang selama ini kedekatan kita silaturahmi kita dengan keluarga dan juga warga di sini sudah lama terjalin,” ujarnya.
Usai salat, Ijeck langsung menuju lapangan yang terletak sebelah masjid untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Menariknya, kali ini Ijeck berkesempatan menyembelih sendiri hewan kurbannya. Hewan berupa lembu kemudian dipersiapkan. Ijeck terlihat sudah siap dengan sebilah parang.
Usai membaca nama-nama yang memberi kurban, dengan mengucap Bismillah, Ijeck langsung melaksanakan penyembelihan. “Bisamilahirrahomairrahim. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar”. “Ya saya memang ingin mencoba menyembelih hewan kurban sendiri secara langsung, ingin merasakan suasana bagaimana menyembelih hewan kurban,” ujarnya.
Ia mengaku juga ingin merasakan bagaimana dahulu Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk berkurban. “Berkurban bukan hanya memberikan hewan kurbannya tapi saya juga ingin merasakan bagaimana dulu Nabi diperintahkan Allah berkurban untuk anak kandungnya sendiri. Tapi digantikan Allah dengan hewan kibas pada waktu itu,” katanya.
Poldasu Kurban 267 Ekor Sapi dan Kambing
Sementara itu, sebanyak 267 ekor sapi dan kambing, dari Polda Sumut, Brimob, Sabhara dan SPN, disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1440 H, untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat. “97 di antaranya sapi dan sisanya satu kerbau dan lebihnya kambing,” ucap Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, dihalaman parkir belakang Polda Sumut, Minggu (11/8).
Di antara sapi dan kambing tersebut, 10 d iantaranya merupakan sapi hasil sumbangan Kapolda dan keluarga. Ia mengatakan, mudah-mudahan daging kurban ini bisa dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam perayaraan Idul Adha ini, Agus berharap bisa mengambil hikmah dari riwayat yang sering didengar mengenai Nabii Ibrahim dan putranya Ismail. “Mudah-mudahan ini mengilhami kita semua untuk mau berkurban untuk masyarakat di lingkungan masing-masing,” katanya.
Masih dikatakan Pria dengan bintang dua di pundaknya ini, pihaknya telah membagikan 1.500 kupon kurban untuk masyarakat yang ada diseputaran Polda Sumut.
“Kita juga memberikan hewan kurban ke tuan guru di Langkat, Madina, dan Simalungun. Kepada undu Indah, ustaz M Dahrul, Masjid Agung Medan, FPI, masjid Al Musli, pondok pesantren Darul Arafah, Ponpres Hidayatullah di Tanjungmorawa dan Tarikat Naksabandiyah di Tanjungmorawa,” paparnya.
Harapan, lanjut dia, ibadah kurban ini menjadi iktibar bagi kita semua, terutama personel Polri, terkhusus lagi yang bertugas di jajaran Polda Sumut untuk mengaplikasikannya dan mengamalkannya sesuai janji kita yang dituangkan dalam Catur Prasetya dan Tribrata sebagai pedoman hidup dan pedoman bekerja sebagai personel Kepolisian Republik Indonesia.
PD Pasar Sembelih 15 Ekor Sapi
Sedangkan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan turut merayakan salah satu hari raya besar umat Islam tersebut dengan melakukan penyembelihan hewan kurban, sama seperti di tahun-tahun sebelumnya. Untuk ditahun ini, PD Pasar Kota Medan menyembelih 15 ekor sapi. Daging kurban tersebut pun dibagikan kepada seluruh staf dan karyawan PD Pasar Kota Medan.
“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk di tahun ini PD Pasar kembali menggelar pemotongan hewan kurban. Tahun ini kami memotong 15 ekor sapi, itu semua merupakan kontribusi dari sejumlah staf direksi PD Pasar Kota Medan, termasuk dari saya sendiri,” ucap Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya kepada Sumut Pos, Minggu (11/8).
Pada momen pemotongan hewan kurban yang berlangsung di salah satu rumah direksi PD Pasar di Jalan Sidomulyo tersebut, Rusdi dan sejumlah staf karyawan PD Pasar pun turut menyaksikannya.
Rusdi juga menyebutkan, bahwa seluruh hewan kurban yang dipotong oleh pihak PD Pasar Kota Medan telah terlebih dahulu diperiksa kesehatannya oleh PD RPH yang diawasi langsung oleh drh Manaon Nasution.
“Jadi kurban yang kita sembelih itu juga gak sembarangan, sudah terlebih dahulu diperiksa kesehatannya oleh teman-teman dari PD RPH dan mereka juga turut menyaksikan pemotongan hewan kurban kita sehingga semua sesuai aturan, baik dari sisi kesehatan maupun kelayakannya” kata Rusdi.
Dilanjutkan Rusdi, ia selalu mengimbau kepada seluruh jajarannya agar mau menyisihkan sedikit dari rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk turut berkurban dan berbagi kepada sesama di hari raya Idul Adha.
“Saya selalu merasa bahwa berbagi di hari raya Idul Adha adalah bentuk kebersamaan yang paling nyata, dimana kita semua ingin bersama-sama untuk masuk kedalam Surganya Allah. Mudah-mudahan untuk tahun-tahun mendatang kita bisa lebih meningkatkan kembali jumlah hewan kurban yang disembelih agar nantinya lebih banyak yang bisa menikmatinya” tuturnya.
CCAI Bagi Hewan Kurban
Masih soal kurban. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menyerahkan 111 hewan kurban terdiri dari 18 ekor sapi dan 93 ekor kambing, kepada masyarakat di sekitar pabrik dan sales office CCAI di seluruh Indonesia.
“Kami bersyukur dapat merayakan hari raya Idul Adha dengan berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional kami, baik area pabrik maupun sales office CCAI. Semoga melalui dukungan ini mampu meningkatkan silaturahmi,” ujar Ibu Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications & Sustainability, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), Minggu (11/8).
Di tempat lain, Dwi Hardjono selaku General Manager CCAI di dampingin Ahmad Nasoha selaku Corporate Affairs Executrive CCAI menyerahkan hewan kurban sebanyak 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing kepada perwakilan Masyarakat Achmad Zubir Simbolon S.Sos Wakil Ketua BKM Mesjid jamik Martubung di damping OK.Hafifuddin S.Sos ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Medan Labuha.
“Untuk perwakilan CCAI di Banda Aceh, Saifanur selaku Sales Manager menyerahkan 1 ekor kambing hewan Qurban kepada masyarakat di sekitar kantor perwakilan di Banda Aceh “ kata Ahmad Nasoha.
Masyarakat di Lingkungan VII Kelurahan Besar Martubung Kecamatan Medan Labuhan berterima kasih yang sebesar-besarnya CCAI yang setiap tahunnya memberikan bantuan hewan kurban kepada warga di sekitar pabrik.
Selain memberikan dukungan rutin terkait perayaan hari besar keagamaan, CCAI juga senantiasa berusaha mendukung pengembangan masyarakat sekitar melalui berbagai inisiatif seperti program clean-up, bantuan pendidikan bagi anak-anak berprestasi di sekitar fasilitas CCAI, penyediaan layanan kesehatan secara cuma-cuma di setiap poliklinik CCAI, dukungan penanaman pohon, program pemberdayaan masyarakat lewat program Coca-Cola Forest, serta pengembangan bibit muda sepak bola melalui Coke Kicks. (prn/map/man/ila)