Home Blog Page 5128

Sosialisasi Peduli Kebersihan Lingkungan, Karang Taruna Sumut Turun ke Jalan

SOSIALISASI: Para pemuda Karang Taruna Sumut saat menso-sialisasikan kebersihan lingkungan di Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (7/8). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
SOSIALISASI: Para pemuda Karang Taruna Sumut saat menso-sialisasikan kebersihan lingkungan di Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (7/8).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Karang Taruna Sumatera Utara fokus pada program kebersihan lingkungan. Program tersebut bertujuan untuk mengajak kesadaran masyarakat betapa pentingnya peduli akan kebersihan lingkungan.

“Pentingnya gerakan sosialisasi bersih-bersih ini bertujuan untuk bisa membuat masyarakat sadar dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal agar dapat mewujudkan lingkungan dan kehidupan yang sehat,” kata Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya didampingi Sekretaris, M Akhirudin Nasution dan Bendahara, Hendri Sitorus kepada wartawan, Jumat (9/8).

Dia mengungkapkan, wujud kepedulian kebersihan lingkungan oleh pihaknya itu melalui aksi pada Rabu (7/8) dengan melakukan sosialisasi turun ke jalan. Karang Taruna Sumut berkampanye di dua lokasi yakni Jalan Gatot Subroto, Bundaran Majestik dan Jalan Suprapto Medan.

Dalam pelaksanaannya, sambung dia, para pemuda Karang Taruna Sumut menggelar n

aksi sosialisasi dengan memasang spanduk bertuliskan memelihara kebersihan lingkungan. Selain itu, mereka juga memberikan imbauan dan mengajak pengendara dan pengguna jalan untuk membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu Karang Taruna Sumut ingin menjadikan Medan sebagai kota yang membanggakan akan kebersihan lingkungan, serta menjadikan generasi muda sebagai teladan dalam kebersihan lingkungan

“Sebagai ibukota Provinsi Sumut, kita menginginkan kota yang kita cintai ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumut khususnya Kota Medan. Kami juga pemuda-pemuda yang punya mimpi ingin menjadikan Kota Medan ini sebagai kota yang dibanggakan seperti Surabaya dan kota-kota yang ada di luar negeri,” bilangnya.

Sementara di sisi lain, Karang Taruna Sumut juga ingin menjadikan sampah sebagai penghasilan dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Pihaknya juga siap membuat suatu wadah kreatif dan seni dalam pengelolaan barang-barang bekas untuk masyarakat.

“Karang Taruna Sumut juga ingin ikut berperan dalam visi misi Bapak Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Bapak Wakil Gubernur, Musa Rajekshah untuk membangun desa dan menata kota, sehingga menjadikan Provinsi Sumut yang bermartabat,” pungkasnya. (prn/ila)

Makanan di Kantong Plastik Bisa Sebabkan Kanker

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemakaian kantongan plastik pada makanan atau bahan makanan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan. Jika ditinjau dari masalah gizi dan kesehatan, maka pemakaian plastik terutama plastik berwarna itu mempunyai risiko jangka panjang salah satunya penyakit kanker.

Menurut ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Dr dr Dina Keumala Sari MG SpGK, sudah diketahui pembuatan plastik berwarna terutama warna hitam itu berasal dari limbah-limbah yang masih mengandung bahan kimia. “Apabila menggunakan kantong plastik terutama untuk menempatkan makanan, baik yang sudah dimasak apalagi masih panas maka bahan makanan tersebut akan bereaksi dengan plastik. Dengan kata lain, akan menghasilkan reaksi senyawa kimia,” ungkapnya, Jumat (9/8).

Dari reaksi kimia itu, lanjut Dina, jika dikonsumsi atau termakan akan menyebabkan gangguan saluran pencernaan untuk jangka pendek. Sedangkan jangka panjang berupa reaksi penolakan sel-sel yang mengakibatkan risiko penyakit kanker semakin besar.

“Kanker sendiri merupakan penyakit pembunuh, angka kematian dan angka kesakitan masih tinggi persentasenya. Penyebab penyakit kanker ini bisa diakibatkan oleh makanan dan gaya hidup. Jika kita memakai plastik berwarna hitam untuk makanan panas, maka reaksi akan lebih cepat,” terangnya.

Diutarakan Dina, seringnya masyarakat yang menggunakan kantong plastik hitam atau berwarna untuk membungkus makanan mentah maupun matang juga mempunyai risiko. Apalagi, ditambah dengan kontak antara makanan mentah dan proses pengolahan makanan yang tidak benar dapat menyebabkan risiko penyakit kanker.

“Makanya, akan lebih baik kita mampu mengurangi risiko-risiko ini dengan menggunakan bahan-bahan alami dan mengurangi bahan bahan kimia. Terutama, yang berasal dari limbah salah satunya kantongan plastik hitam atau berwarna,” tandasnya. Sementara, terkait hal ini sejumlah instansi Pemprovsu telah mengeluarkan surat edaran untuk menghimbau masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik hitam atau kantong plastik sekali pakai sebagai wadah daging kurban.

Imbauan ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi melalui Surat Edaran Nomor 451/7689 Tentang Pemotongan Hewan Kurban Dalam Rangka Hari Raya Idul Adha. Masyarakat diminta untuk menggunakan wadah yang ramah lingkungan.

Menanggapi surat edaran ini, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Tarigan mendukung imbauan tersebut karena cukup baik. Kata dia, memang pemakaian kantong plastik sudah sangat mengkhawatirkan. “Walaupun ini langkah kecil tapi tetap kita apresiasi. Ini upaya dari Pemprovsu untuk mengurangi kantong plastik. Ke depan kita berharap Pemprovsu mengeluarkan kebijakan umum untuk penanganan kantong plastik,” ujar Dana. (ris/ila)

17 PAC Deklarasi Dukung Rahmaddian Shah

istimewa/sumut pos DEKLARASIKAN: 17 PAC PP se-Kota Medan mendeklarasikan mendukung M Rahmaddian Shah.
istimewa/sumut pos DEKLARASIKAN: 17 PAC PP se-Kota Medan mendeklarasikan mendukung M Rahmaddian Shah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – M Rahmaddian Shah menjadi calon kuat dan akan terpilih dalam pemilihan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Medan periode 2019-2023. Hal ini dikarenakan dukungan terus mengalir kepada pria kerap disapa dengan Dian itu.

Sebanyak 17 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila se-Kota Medan mendeklarasikan diri memenangkan Dian. Pendeklarasian serta dukungan itu diadakan di Medan Club, Jalan RA Kartini, Kecamatan Petisah, Kamis (8/8) sore.

Adapun ke 17 PAC yang memberikan dukungan, yakni PAC PP Medan Polonia, PAC PP Medan Sunggal, PAC PP Medan Timur, PAC PP Medan Belawan, PAC PP Medan Tuntungan, PAC PP Medan Deli, PAC Medan Labuhan.

Kemudian PAC PP Medan Tembung, PAC PP Medan Kota, PAC PP Medan Barat, PAC PP Medan Perjuangan, PAC PP Perumnas Mandala, PAC PP Medan Area, PAC PP Medan Maimun, (DK) PAC PP Simalingkar, PAC PP Medan Amplas, PAC PP Medan Petisah. Tak hanya komit memberikan dukugan, ke 17 Ketua PAC Pemuda Pancasila yang hadir juga menyerahkan surat dukungan.

Ketua PAC Medan Sunggal, Usman, mengatakan dukungan kepada Rahmaddian Shah maju sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan karena memiliki jiwa kepemimpinan yang tegas.”17 PAC Pemuda Pancasila se Kota Medan yakin adinda Dian mampu menjadikan MPC Pemuda Kota Medan ke depannya lebih besar dan solid,” ungkapnya.

Hal senada juga Ketua PAC PP Medan Labuhan, Jansen Simbolon, bahwa tidak ada tawar-menawar lagi mendukung Rahmaddian Shah menjadi Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan empat tahun mendatang.”Artinya sikap dan tekad mengusung, mendudukkan saudara kita (Rahmaddian-red) untuk menjadi pemimpin akan memberikan warna baru serta mampu merangkul para kader Pemuda Pancasila khususnya di MPC PP Kota Medan,” tegasnya.

Ketua PAC PP Medan Perjuangan, Bahri Siregar, menambahkan pertemuan para PAC PP se Kota Medan telah bulat mendukung bung rahmadian Shah menjadi Ketua MPC PP Kota Medan. “Dengan dukungan ini, kami berharap adanya perubahan di tubuh Pemuda Pancasila Kota Medan yang jauh lebih baik kedepannya. Dan kami siap memenangkannya,” pungkasnya.(gus/ila)

Diduga akibat rem blong, Truk Terjun Bebas ke Jurang di Desa Sumbul Karo

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS MASUK JURANG: Kondisi truk saat terjun ke jurang di Desa Sumbul Karo, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi.
MASUK JURANG: Kondisi truk saat terjun ke jurang di Desa Sumbul Karo, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Diduga akibat rem blong, truk Mitsubishi dengan Nopol BK 9754 SE terjun bebas ke sungai di Desa Sumbul Karo, Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi, Jumat (9/8).

Kapolres AKBP Erwin Wijaya Siahaan melalui wakil Kepala Unit Laka Satuan Lalulintas, Analisa Sinuraya menerangkan, musibah itu diduga akibat truk mengalami rem blong.

Diterangkannya, sebelum jatuh ke sungai, truk tanpa muatan melaju dari arah Sidikalang menuju arah Tigalingga. Pada saat di jalur tanjakan dan menikung, sopir Kasdiwata merasakan ada masalah pada bagian ban truk yang dikemudikannya.

Atas keganjilan itu, Kasdiwata pun menginjak pedal rem. Namun usahanya gagal, menyusul komponen rem tak berfungsi. Truk yang dikemudikannya pun terjun ke jurang yang dibawahnya terdapat sungai. “Kasdiwata dan kerneknya Sudirman, mengalami luka karena melompat saat truk masuk jurang,”ujar Sinuraya. (mag-10/han)

Miliaran Rupiah Dana Desa Dihabiskan untuk Bimtek

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS Korda ICW Dairi-Pakpak Bharat, Marulak Siahaan.
Korda ICW Dairi-Pakpak Bharat, Marulak Siahaan.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Penggunaan dana desa di Kabupaten Dairi terkesan dihamburkan untuk mengikuti bimbingan teknis (Bimtek). Kesan penghambur-hamburan dimaksud terendus dalam kegiatan bimtek yang biayanya dibebankan kepada desa dengan nilai Rp5 juta setiap peserta, sementara jumlah peserta dari setiap desa bervariasi.

Indikasi penghamburan dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat itu, diungkapkan ketua Korda Indonesian Corruption Watch (ICW) Kabupaten Dairi-Pakpak Bharat, Marulak Siahaan, kepada wartawan, Jumat (9/8) di Sidikalang.

“Kepala Desa dan perangkat di Kabupaten Dairi menjadi sasaran dan langganan Bimtek. Kegiatan tersebut seolah-olah dijadikan siasat untuk penghamburan anggaraan dana desa”,ujar Marulak.

Diuraikannya, berdasarkan penelusuran dilakukan timnya, pada tanggal 17-20 Juni 2019 lalu, dua lembaga menyelenggarakan Bimtek di dua tempat terpisah di Medan.

Pertama, bimtek dengan tema, Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Otonomi Daerah Unggulan (LKPODU) di Hotel Raz dan Convention Medan. Dan kedua, Bimtek dengan tema ‘Pengawasan Pembangunan Desa dan Keuangan Dana Desa’ diselenggarakan Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Management Nasional di Hotel Grand Dhika.

“Sekitar 320 orang bahkan lebih aparatur desa dari Kabupaten Dairi yang menjadi peserta untuk kedua kegiatan Bimtek tersebut. Setiap peserta dikenakan Rp5 juta. Itu artinya, sekitar Rp1,6 miliar lebih anggaran dana desa tersedot hanya untuk kegiatan tersebut”,beber Marulak.

Tak hanya itu, lanjut Marulak, ada indikasi bahwa penyelenggaraan hanya efektif dilakukan dalam waktu 3 hari. Padahal, dalam proposal kegiatan tertera untuk 4 hari kegiatan.

“Hal tersebut berkaitan dengan dugaan mark-up biaya akomodasi dan konsumsi peserta, dan hal sedemikian termasuk kejahatan anggaran yang harus diusut tuntas,”kecam Marulak.

Marulak menduga, karena masih baru pertengahan tahun, tidak tertutup kemungkinan bimtek dengan tema-tema yang lain akan dilaksanakan kembali yang bertujuan untuk menyedot dan menghamburkan anggaran.

Marulak mengharapkan, agar para kepala desa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan berharap agar kepala desa dan aparatur tidak dengan seenaknya menghamburkan anggaran desa dengan alasan bimtek.

“Dana Desa harus dikelola untuk kepentingan masyarakat, jangan sampai dipreteli untuk kesenangan sekelompok pengelola. Akan ada jerat hukum bagi pelanggar hukum yang menjadikan anggaran desa menjadi ladang mengeruk untung”, tegas Marulak.

Selain itu, Marulak berharap agar instansi tekhnis di Pemkab Dairi memberikan arahan kepada para kepala desa, agar selektif mengikuti kegiatan bertajuk pelatihan, bimbingan teknis (Bintek), workshop, sosialisasi, atau kegiatan sejenis dengan nama lain, khususnya yang diselenggarakan oleh event organizer (EO) non pemerintah, karena tidak mungkin terdapat EO nakal yang tidak memiliki sertifikasi atau linsensi resmi untuk menggelar kegiatan.(mag-10/han)

Umar Zunaidi Sampaikan Nota Pengantar R-APBD Tebingtinggi Tahun 2020

SOPIAN/SUMUT POS SAMPAIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika menyampaikan nota pengantar Ranperda APBD tahun 2020.
SAMPAIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika menyampaikan nota pengantar Ranperda APBD tahun 2020.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan nota pengantar Ranperda APBD Tahun Anggaran 2020 pada rapat paripurna DPRD Tebingtinggi, yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Tebingtinggi Muhammad Hazly Ashari Hasibuan didampingi Chairul Mukmin Tambunan, di ruang sidang DPRD Kota Tebingtinggi, Kamis (8/8).

Dalam ranperda tersebut, disampaikan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, pada prinsipnya Ranperda merupakan alokasi dana, baik itu anggaran pendapatan, belanja maupun pembiayaan.

Dalam Ranperda APBD Tahun Anggaran 2020 yang diajukan ini pendapatannya masih bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pemerintah Pusat, PAD Kota Tebingtinggi, DBH Provinsi dan DBH Pusat, maka total pendapatan sebesar Rp729.462.022.000.

Adapun kebijakan pokok yang akan dilakukan pada Ranperda APBD TA 2020 ini, yaitu mengoptimalkan belanja daerah diprioritaskan untuk mendanai belanja yang bersifat mengikat, dan belanja yang bersipat wajib untuk terjaminnya kelangsungan pemenuhan pelayanan masyarakat yaitu peningkatan dibidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan.

“Dalam rangka peningkatan iklim investasi, pertumbuhan ekonomi dan percepatan langan kerja guna menurunkan angka pengangguran, kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pelayanan umum yang semakin berkualitas,” jelasnya.

Umar Zunaidi juga berharap agar ranperda dapat dibahas bersama-sama untuk disetujui menjadi peraturan daerah. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Nota kesepakatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tebingtinggi, dan Wali Kota Tebingtinggi tentang program pembentukan Peraturan Daerah Kota Tebingtinggi Tahun 2020. (ian/han)

Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak, Wali Kota Tebingtinggi Teken MoU dengan Gubsu

Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak , Wali Kota Tebingtinggi Teken MoU dengan Gubernur Sumut
MoU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan (kanan) ketika melakukan MoU dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi tentang KLA.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan melaksanaka MoU dengan Gubernur Sumut dan seluruh Kabupaten Kota se-Sumatera Utara (Sumut) berkomitmen untuk mewujudkan Kota Layak Anak (KLA).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) 33 Bupati Walikota se-Sumut dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (8/8).

Penandatanganan MoU yang diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) diharapkan dapat mendorong percepatan untuk mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Tebingtinggi dan Provinsi Sumut. Sehingga anak anak di Kota Tebingtinggi dapat tumbuh kembang menjadi generasi yang berkualitas, yang mampu berperan dalam pembangunan di negeri ini, khususnya di Kota Tebingtinggi.

Tujuannya, agar anak-anak di Sumatera Utara dapat tumbuh kembang menjadi generasi yang berkualitas, yang mampu berperan dalam pembangunan di negeri ini, khususnya di Kota Tebingtinggi.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, sudah selayaknya daerah memperhatikan anak-anak bangsa agar tumbuh sehat dan mendapatkan perhatian pemerintah khususnya di Kota Tebingtinggi.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pun mengajak seluruh Bupati dan Walikota untuk segera mengimplementasikan MoU tersebut, sebagai bukti bahwa Provinsi Sumut benar sangat sayang dengan anak.

“Makanya saya minta ini pada seluruh Bupati Walikota, agar kita benar mengimplementasikannya, bukti kita sayang sama anak. Apa yang bisa kita buat untuk anak kita, ruang bermain taman hijau yang luas atau yang lainnya. Saya ingin kita menjadi orang tua yang beneran,” ucap Edy Rahmayadi.

Implementasi itu, menurut Edy Rahmayadi, dengan memperbaiki tempat bermain anak. Juga sungai dan lingkungan sekitar yang dapat dijadikan sarana bermain untuk anak-anak.

Karena itu, Edy berharap para Bupati Walikota berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan sungai dari pencemaran.

Sementara itu, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA RI Lenny N Rosalin, yang menjadi narasumber pada acara itu menyatakan, ciri Kabupaten Kota yang sudah dapat dikatakan KLA yaitu, yang memiliki sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

“Ini merupakan langkah awal para pimpinan daerah menunjukan komitmen yang tinggi untuk memenuhi hak-hak anak,” katanya.

Berdasarkan dari penilaian dari pihak Kementerian PPPA RI, Lenny N Rosalin memuji kemajuan yang sangat signifikan yang telah diraih Provinsi Sumatera Utara dari tahun sebelumnya. Dari 24 indikator penilaian KLA, Kabupaten Deliserdang telah meraih peringkat Madya untuk KLA.

“Kalau melihat dari hasil evaluasi yang kami lakukan di tahun 2019, yang baru kami umumkan 25 Juli di Kota Makasar. Provinsi Sumut ini memiliki kemajuan yang sangat signifikan dari sebelumnya,” ucap Lenny.

Dikatakannya, evaluasi tersebut dilakukan secara indevenden dengan proses yang obyektif untuk mengukur tingkat KLA di Kabupaten Kota tingkat pratama ataupun madya.

“Kita ingin semua Kabupaten Kota di Provinsi ini untuk meningkatkan lagi, dimana jadi PR kita dari 33 kabupaten/kota minimal bisa pratama yang untuk saat ini masih 14 Kabupaten Kota yang masuk daftar KLA,” harapnya.

Hadir juga pada acara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial, Kakanwil Kemenag Sumut beserta Kakanwil Kemenag Kabupaten Kota se-Sumut. (ian/han)

Jamaah Haji Mandailing Natal Kloter 5/MES Tiba di Arafah

ist TIBA: Jamaah haji asal Mandailing Natal Kloter 5/MES saat tiba di Arafah.
TIBA: Jamaah haji asal Mandailing Natal Kloter 5/MES saat tiba di Arafah.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Jamaah haji Kloter 5/MES asal Kabupaten Mandailing Natal yang berangkat dari Makkah pukul 07.40 tahap pertama, dan tahap kedua pada pukul 09.00 WIB, telah tiba di Arafah pada pukul 09.30 WAS dengan sistem Taroddudi.

Hal itu diungkapkan Ketua Kloter H. Irfansyah Nasution, SAg MM melalui Humas Kemenag Mandailing Natal Armen Rahmad Hasibuan, Jumat (9/8).

“Seluruh jamaah haji Kabupaten Mandailing Natal yang berjumlah 390 orang, 383 jamaah, 2 orang TPHD dan 5 petugas kloter dalam keadaan sehat wal afiat dan tidak ada yang disafari wukufkan,” ujarnya.

Irfansyah Nasution menyampaikan kepada Humas Kemenag Mandailing Natal, tidak ada jemaah yang melakukan Tarwiyah. Artinya, berangkat pada tanggal 7 Zulhijjah menuju Mina terlebih dahulu, baru ke Arafah. Seluruh jamaah Mandailing Natal kompak, dan bersama- sama menuju Arafah pada tanggal 8 Zulhijjah.

Lebih dari dua juta orang jamaah dari seluruh dunia saat ini serentak meninggalkan Makkah menuju Arafah. “Ada yang naik kendaraan dan banyak juga jamaah yang berjalan kaki dengan berpakaian ihrom dan umumnya dari Negara Asia Selatan dan Afrika menuju Arafah,” ungkapnya.

“Jamaah Haji menempati 3 buah tenda yang dalam kondisi sangat baik, ambal dan AC yang sangat baik pula, dan ini telah dipersiapkan Maktab jauh jauh hari. Sarana dan fasilitas pemondokan di Arafah ini sungguh sangat sangat baik, dan membuat para jamaah nyaman menempatinya,”sambungnya.

Irfansyah Nasution beserta petugas kloter dan TPHD terus mengimbau para jamaah termasuk karu dan karom untuk dapat mendisiplinkan diri, tertib dan menaati aturan atau jadwal yang sudah ditetapkan dan disepakati selama pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, pemberangkatan ke Muzdalifah, tetap kompak, selalu bersama sama, dan tidak mengambil inisiatif dan bergerak sendiri serta memaksakan kehendak.

“Sifat kebersamaan, kekompakan, kesatuan dan saling membantu di antara kita jamaah haji yang telah bangun dan jalin mulai dari Mandailing Natal pada saat manasik haji sampai di tanah suci ini akan mempermudah dan memperlancar pelaksanaan ibadah haji kita dalam merasih haji mabrur, jangan mengejar yang afdhol, tapi mudharatkan/membahayakan bagi diri kita” tegas ketua Kloter. (mag-6/han)

Lapas Binjai Kurbankan 3 Lembu,5 Kambing

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Binjai juga ikut menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah tahun 2019. Sebanyak 3 lembu dan 5 kambing akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu (11/8).

“Setiap tahun kami selalu berkurban. Baik itu dari pegawai dan para wargabinaan. Bahkan ada juga wargabinaan yang patungan untuk dapat berkurban,” kata Kalapas Klas II A Binjai, Maju Amintas Siburian, Jumat (9/8).

“Tahun ini ada 3 lembu dan 5 kambing yang dikurbakan pada tahun ini,” tambah Maju.

Selain berkurban, kata dia, wargabinaan yang mendekam di dalam Lapas Binjai juga saban tahunnya menggelar Salat Idul Adha. “Tahun ini juga ada Salat Idul Adha. Rencananya di masjid Lapas Binjai. Kalau penuh, ya kita gelar di lapangan Lapas Binjai,” kata dia.

“Setelah Salat Idul Adha, dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban,” tandasnya. (ted/han)

Tandatangani MoU KLA se-Sumut, Terbit Rencana: Sinergikan Seluruh Stakeholder Langkat

IST DIABADIKAN: Gubsu Edy Ramayadi dan Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama Bupati/Walikota se Sumut pada kegiatan MOU KLA.
DIABADIKAN: Gubsu Edy Ramayadi dan Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama Bupati/Walikota se Sumut pada kegiatan MOU KLA.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA menghadiri Advokasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), sekaligus menandatangani MoU KLA dengan Kepada Daerah se-Sumut di Aula Rumah Dinas Gubsu, Medan, Rabu (8/8) kemarin.

Penandatanganan tersebut, disaksikan serta diikuti oleh Gubsu H Edy Rahmayadi dan Deputi Kementrian PPPA RI Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N Rosalin.

Gubsu pada arahannya, mengajak kepada seluruh kepala daerah se-Sumut, untuk serius dan memaksimalkan perannya dalam mendukung program percepatan Provsu menuju Provinsi Layak Anak (Provila).

Harapannya ke depan, kata Gubsu, tidak ada lagi anak yang tidak mendapatkan haknya. Tujuan agar para anak yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa, dapat tumbuh kembang secara baik.

“Semoga dengan begitu, mereka mampu menjadi generasi emas, yang membawa bangsa ini menuju kemajuan disemua linit pembangunan,” sebutnya.

Lenny N Rosalin, pada sambutannya, menerangkan, upaya percepatan Provsu menuju Provila serta KLA, dapat tercapai secara cepat.

Jika menggunakan sistem pemenuhan hak anak dan perlindungan anak yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan bekerlanjutan.

Untuk itu ke depan, sambung Lenny, setiap Kabupaten/Kota harus memiliki Perda perlindungan anak, Pelembagaan seperti data, Gugus Tugas dan RAD. Semua anak memiliki Akte kelahiran,tersedianya pusat Informasi Layak Anak (ILA), partisipasi anak seperti forum anak sampai tingkat Desa/Kelurahan.

Selain itu, tidak ada perkawinan anak, semua anak ada yang mengasuh dan adanya pengasuh alternatif anak di luar keluarga seperti panti atau rumah anak. “Agar tidak ada lagi anak Indonesia yang terlantar,” ujarnya.

Kemudian, sambung Lenny, tersedianya pelayanan Posyandu ditambah Pos Paud dan BKB di setiap Desa, infrastruktur anak seperti ruang bermain ramah anak, serta menyiapkan jalur aman dan selamat anak ke sekolah. “Agar meminimalisir kecelakaan anak,” terangnya.

Sementara Bupati Langkat, disela kegiatan itu, mengatakan, untuk mencapai Provila, pihak akan mempererat koordinasi dari seluruh Stakeholder Langkat, untuk mewujudkan penanganan dan perlindungan terhadap hak anak di Langkat dengan maksimal.

“Jika sinergisitas dari seluruh Stakeholder, baik unsur pemerintah, penegak hukum, lembaga dan organisasi-organisasi lainnya terhubung baik. Pastinya kedepan, para hak anak, menjadi terlindungi dan terpenuhi dengan maksimal,” tegasnya. (bam/han)