Home Blog Page 5147

Hasil Validasi Data Peserta BPJS Kesehatan Kategori PBI, Kemensos Nonaktifkan 256.107 Warga Sumut

FOTO: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Seorang warga menunjukkan kartu BPJS di kantor BPJS Jalan Karya Medan,Jumat (03/01). Perubahan Askes ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dimulai 1 Januari 2014 .
Seorang warga menunjukkan kartu BPJS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Apakah Anda termasuk peserta BPJS Kesehatan kategori penerima bantuan iuran (PBI) dari APBN atau APBD? Sebaiknya, segera cek lagi status Anda. Sebab, mulai 1 Agustus 2019 kemarin, Kementerian Sosial (Kemensos) menonaktifkan 5.227.852 peserta BPJS Kesehatan dengan kategori PBI APBN. Dari jumlah itu, sebanyak 256.107 orang pesertanya, berasal dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Alasannya, data mereka tidak ada lagi dalam basis data terpadu (BDT) Kemensos. Selain itu, ditemukan peserta yang nomor induk kependudukan (NIK)-nya tidak sesuai. Staf Khusus Menteri Sosial.

Febri Hendri Antoni Arief menyatakan, Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan validasi sebelum penonaktifan tersebut. Sebanyak 96,8 juta jiwa peserta PBI didata dan dilakukan verifikasi lapangan.

“Akhirnya, nonaktif 5,2 juta jiwa,” ujarnya.

Penonaktifan peserta itu juga dibarengi pengaktifan peserta lain. Dengan demikian, 5,2 juta peserta PBI tersebut tetap terisi. Menurut Febri, penggantinya ditetapkan dinas sosial (Dinsos). Data itu berasal dari Kemensos yang diverifikasi dinsos. “Mereka dari tingkat rumah tangga dengan ekonomi terendah,” ucapnya.

Febri mengatakan, setiap bulan telah dilakukan verifikasi peserta PBI. Memang kali ini merupakan yang terbanyak. Dia mengklaim, verifikasi tersebut dapat menyelamatkan uang negara. Apakah Kemensos melalui dinsos sudah menghubungi peserta yang dinonaktifkan? Febri menyatakan bahwa hal itu adalah tugas BPJS Kesehatan.

Meski demikian, di dinsos terdapat pos pengaduan bagi peserta yang merasa masuk golongan PBI, tapi tidak ada dalam daftar. “Silakan warga yang memiliki kartu melakukan verifikasi apakah aktif. Jika tidak, segera hubungi pemda,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, pihaknya mengumumkan penonaktifan tersebut melalui satgas di daerah. Sayang, dia tidak berani memastikan, apakah satu per satu peserta mengetahui pengumuman itu. “Mengundang media ini juga salah satu bentuk sosialisasi. Ada juga pengumuman lewat media sosial kami,” terangnya.

Bagi peserta PBI yang dinonaktifkan, BPJS Kesehatan memberi waktu selama Agustus untuk mendaftar sebagai peserta mandiri. Mereka yang mendaftar pada bulan ini tidak dikenai masa tunggu untuk aktivasi layanan. Namun, jika mendaftar setelah Agustus, mereka harus mengikuti prosedur menunggu masa aktif sampai 14 hari.

Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan Sumut dan Aceh, Mariamah yang dikonfirmasi prihal ini menyatakan, pada tahap pertama keputusan ini, terlebih dahulu akan dinonaktifkan peserta PBI sesuai dengan SK Mensos tersebut. Namun secara bersamaan juga telah didaftarkan sejumlah peserta lain sebagai pengganti yang sudah dilengkapi NIK valid dan terdaftar di Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, Mariamah juga mengatakan, penonaktifan dan perubahan peserta PBI tersebut tidak akan mengubah jumlah peserta PBI APBN tahun 2019. Ia menyebutkan, jumlahnya tetap sebanyak 96,8 juta jiwa, dimana angkanya sudah termasuk dengan perubahan dan pendaftaran bayi baru lahir dari peserta PBI.

“BPJS Kesehatan akan turut melakukan sosialisasi masif untuk memastikan peserta PBI yang dinonaktifkan mengetahui informasi tersebut, sehingga paham apa yang harus dilakukan agar tetap bisa mendapat jaminan layanan kesehatan,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (1/8).

Mariamah menjelaskan, untuk mengetahui, apakah seorang peserta masih berstatus peserta PBI atau bukan, yang bersangkutan dapat menghubungi Dinas Sosial Kabupaten/Kota setempat, BPJS Kesehatan Care Center 1 500 400, Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat, atau melalui media sosial resmi BPJS Kesehatan dengan menginfokan kartu identitas diri seperti KTP atau Kartu Keluarga (KK).

Jika peserta tersebut termasuk yang sudah dinonaktifkan, maka ia tidak lagi mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan mulai 1 Agustus 2019. Akan tetapi, peserta dapat dijamin kembali dengan mendaftarkan diri dan keluarganya ke Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan setempat agar menjadi peserta PBI APBD yang iurannya dijamin Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kalau peserta sudah lapor ke Dinas Sosial dan ternyata yang bersangkutan masih memenuhi syarat sebagai PBI, tetapi ketersediaan anggaran Pemda setempat belum memadai, maka Dinas Sosial bisa mengusulkan peserta tersebut ke Kementerian Sosial untuk menjadi peserta PBI pada periode selanjutnya,” jelasnya.

Mariamah melanjutkan, sementara jika peserta yang dinonaktifkan tersebut sebetulnya mampu membayar sendiri iuran JKN-KIS untuk diri sendiri dan keluarganya, maka akan disarankan untuk segera mengalihkan jenis kepesertaannya ke segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dengan pilihan hak kelas rawat yang disesuaikan kemampuan peserta membayar iuran.

“Peserta yang beralih ke segmen PBPU, kartunya bisa langsung aktif tanpa menunggu masa verifikasi pendaftaran 14 hari. Dengan catatan, pengalihan ke segmen PBPU tersebut harus dilakukan selambat-lambatnya 1 bulan sejak kepesertaannya sebagai PBI APBN dinonaktifkan,” tegasnya.

Begitupun, sambung dia, bagi peserta PBI baru atau pengganti, akan dicetakkan dan dikirimkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) oleh BPJS Kesehatan. “Tetapi, selama peserta belum menerima kartu dan membutuhkan pelayanan kesehatan, maka ia bisa mendatangi fasilitas kesehatan setempat sesuai ketentuan dengan menunjukkan KTP elektronik atau KK,” pungkasnya.(jpc/mbc)

Upaya Menjaga Kondisi Kesehatan di Tanah Suci, Minum Air Putih Satu Jam Sekali

istimewa CALHAJ: Jamaah calon haji saat di Asrama Haji Medan, belum lama ini.
CALHAJ: Jamaah calon haji saat di Asrama Haji Medan, belum lama ini.

MAKKAH, SUMUTPOS.CO – Kondisi cuaca di Tanah Suci Makkah saat ini sangat panas. Karenanya, seluruh jamaah calon haji diharapkan menjaga kesehatannya, agar tidak terjadi hal yang tak diinginkann

Nah, sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan selama melaksanakan ibadah haji, petugas Kloter 5 Embarkasi Medan, TPHI, TPIHI, TKHI dan TPHD bersinergi dengan ketua regu, dan ketua rombongan, mencanangkan gerakan minum air putih satu jam sekali bagi jamaah calon haji Kabupaten Mandailing Natal.

“Gerakan minum air putih per satu jam ini adalah upaya yang dilakukan petugas kloter untuk menjaga kesehatan dari para jamaah selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Apalagi mengingat kondisi cuaca yang sangat panas disini,” kata TPHI Kloter 5/MES, H Irfansyah Nasution SAg MM melalui Humas Kemenag Mandailing Natal, Armen Rahmad Hasibuan kepada wartawan, Kamis (1/08).

Sementara TKHI Ratnawita menyampaikan, kondisi cuaca yang cukup panas saat ini, jamaah calon haji diminta untuk selalu memakai alat pelindung diri dari sengatan langsung panas matahari. “Jamaah keluar ruangan atau beraktivitas di alam terbuka, harus memakai topi, payung, atau alat pelindung kepala lainnya, dan juga memakai alas kaki,” imbaunya

Jamaah haji juga diharapkan jangan bosan minum air putih, agar tidak dehidrasi. Air minum sangat mencukupi untuk dikonsumsi para jamaah. “Jangan takut sering pipis, kalau minum air. Jamaah merasa tidak haus, dan tidak berkeringat, tapi cairan tubuh berkurang. Kalau cairan dalam tubuh berkurang akan menimbulkan gangguan kesehatan berupa dehidrasi sehingga dapat mengganggu aktifitas ibadah dari para jemaah,” bebernya.

Untuk itu, lanjutnya, mereka mencanangkan dan mengimbau seluruh jamaah haji asal Mandailing Natal yang tergabung dalam Kloter 5/MES ini agar memperbanyak konsumsi air putih 100 mililiter per jam atau segelas setiap sejam selama beraktivitas. “Ini kita mulai dari para jamaah yang usia lanjut. Mudah mudahan dengan pencanangan minum air puti per 1 jam, para jemaah haji semakin sehat dan mampu melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji nantinya,” pungkasnya.

Jamaah Kloter 17 Umroh ke Masjidil Haram

Sementara Calhaj asal Madina yang tergabung dalam kloter 17, menyempurnakan ibadah umroh ke Masjidil Haram. Jamaah melaksanakan umroh, setelah beristirahat selama 2 jam usai tiba di Makkah, pada Selasa (30/7) lalu.

“Jamaah haji Mandailing Natal yang tergabung dalam rombongan 6, 7 dan 8 dipimpin oleh TPHD Erwinsah Nasution, dengan dibantu para mukimin Mandailing Natal dan Sumatera Utara ini melaksanakan seluruh rangkaian ibadah umroh di Masjidil Haram. Thawaf, said an tahallul penuh semangat dan kekhusukan,” kata Erwinsah Nasution kepada Humas Kemenag Madina, Armen Rahmad Hasibuan, Senin (1/8).

Labih lanjut kata Armen, para jamaah berharap dan berdoa, usai menunaikan ibadah umroh. “Ibadah umroh yang mereka tunaikan diterima Allah SWT dan senantiasa para jemaah dianugerahi kesehatan, kekuatan, keselamatan dan kemudahan selama menunaikan ibadah di Tanah Suci ini,” ujarnya.

Erwinsah Nasution mengatakan, jamaah haji Mandailing Natal Kloter 17/MES ini sebanyak 110 orang yang terdiri dari Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Puncak Sorik Marapi, Tambangan, Kotanopan, Muarasipongi, Pakantan, Natal dan Muara Batang Gadis, dalam terkloter ini juga bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Karo, dan Kabupaten Deli Serdang.

Ucapan rasa syukur terucap dari setiap bibir para jemaah karena sudah selesai melaksanakan ibadah umroh wajib, dan ucapan rasa terima kasih kepada para mukimin yang tinggal di Arab Saudi yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sumatera Utara (KKSU) yang telah membantu jemaah. (man)

BSM Berangkatkan 4 Ribu Calhaj

Kantor Wilayah (Kanwil) Bank Syariah Mandiri (BSM) Region I Medan memberangkatkan 4 ribu Calhaj yang terdaftar sebagai nasabah Tabungan Haji BSM, tahun ini. Seluruhnya, masuk dalam Embarkasih Medan.

Hal itu, diungkapkan Kepala BSM Kanwil Region I Medan, Ahmad Zailani kepada wartawan di Medan, Kamis (1/8) sore. Ia menjelaskan, BSM membuka pelayanan nasabah yang akan menunaikan ibadah haji untuk penukaran mata uang Arab Saudi, Riyal. “Jadi ada 4 ribuan Calhaj melalui BSM keberangkatan tahun 2019 ini. Kita juga melakukan manasik akbar, bekerjasama dengan Kemenag Kanwil Sumut,” ungkap Ahmad.

Ahmad menjelaskan, BSM juga mendapatkan petunjuk Kemenag sebagai bank syariah untuk melayani transaksi atau pembayaran biaya haji dan travel per Agustus 2019 ini. “Kami juga ditujuk Kementerian Agama, nanti per Agustus salah satu bank penerima setoran biaya haji dan umrah. Baik jamaah regular dan plus mengimput kesitu semuanya,” jelas Ahmad.

Hal itu, menurut Ahmad, bertujuan untuk menghindari calon jamaah haji dan umrah terhadap travel-travel ‘nakal’. Jadinya, uang jamaah dilindungi dari penunjukan bank tersebut oleh Kemenag. “Jamaah langsung datang menyetor ke bank untuk disalurkan ke travel bagi yang mau pergi umrah. Tapi, travel tidak bisa mengambil langsung juga uangnya. Tanpa persetujuan pihak bank, tidak bisa diambil,” tutur Ahmad.

Kebijakan Kemenag itu, sudah dilakukan sosialisasi kepada pelaku-pelaku usaha bergerak dalam penyedia jasa perjalanan atau travel umrah. Dengan tujuan untuk mengikuti peraturan tersebut. “Jadi, uang disetor untuk apa yang diperlukam travel saja, seperti tiket pesawat. Bank langsung setor ke maskapai. Begitu juga untuk uang hotel, langsung juga disetorkan kepada pihak hotel. Jadi pengeluaran itu, terstruktur dan jelas lah,” pungkasnya. (mag-7/gus)

Elektabilitas Dzulmi Eldin Teratas

Dzulmi Eldin, Walikota Medan
Dzulmi Eldin, Walikota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berstatus sebagai wali kota petahana, elektabilitas Dzulmi Eldin masih yang teratas. Berdasarkan survei Lembaga Kajian Kebijakan (LKK) Fakuiltas Ilmu Sosial dan Ilmu Polisik Universitas Islam Sumatra Utara (FISIP UISU), elektabilitas mantan Sekda dan Wakil Wali Medan itu terpaut 7 persen dengan Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga. Sedangkan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution berada di posisi ketiga.

Hasil Survei LKK FISIP UISU, Tingkat Elektabilitas Balon Wali Kota Medan:

  1. Dzulmi Eldin 14,3 persen
  2. Ihwan Ritonga 7 persen
  3. Bobby Nasution 5,4 persen
  4. Akhyar Nasution 3,8 persen
  5. Salman Alfarizi 2 persen
  6. Kahiyang Ayu 1,5 persen
  7. Dedi Iskandar Batubara 1,4 persen
  8. Maruli Siahaan 1 persen
  9. Abyadi Siregar 0,8 persen
  10. Edy Ikhsan 0,6 persen
  11. Datuk Saiful Azhar 0,6 persen
  12. Lainnya 5,8 persen

Survei LKK FISIP UISU ini dilakukan pada 17 hingga 24 Juni 2019 lalu, dengan menempatkan Dzulmi Eldin di posisi teratas dengan persentase 14,3 persen, disusul Ihwan Ritonga 7 persen, Bobby Nasution 5,4 persen dan Akhyar Nasution 3,8 persen. Selanjutnya ada Ketua DPD PKS Kota Medan Salman Alfarizi 2 persen, putrid Presiden Jokowi Kahiyang Ayu 1,5 persen, Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara 1,4 persen, Maruli Siahaan 1 persen, Abyadi Siregar 0,8 persen, Edy Ikhsan 0,6 persen, Datuk Saiful Azhar 0,6 persen, dan lainnya 5,8 persen.

“Ini hasil survei bulan Juni. Bisa saja beberapa bulan ke depan berubah, itu juga tergantung atau dipengaruhi konstelasi politikn

ditingkat nasional,” kata peneliti LKK FISIP UISU, Ridwan Nasution, di Kampus UISU, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (1/8).

Menurutnya, munculnya nama Ihwan Ritonga dan Bobby Nasution yang merupakan tokoh muda cukup mengejutkan. Apalagi selisihnya dengan petahana tidak cukup signifikan. “Untuk putri Jokowi mungkin karena suaminya Bobby Nasution yang orang Medan,” imbuhnya.

Selain tingkat elektabilitas bakal calon Wali Kota Medan, LKK FISIP UISU juga melakukan survei terkait evaluasi pemerintahan Kota Medan. Survei dilakukan untuk melihat persepsi masyarakat terkait dengan kinerja Pemko Medan, sekaligus melihat peta politik pada pemilihan Wali Kota 2020 mendatang.

Ketua LKK FISIP USU, Anuar Sadat menyebut, survei ini dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 800 responden medio 17-24 Juni 2019. Margin error +/3,39 % dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam hasil survey tersebut, terungkap bahwa mayoritas masyarakat Kota Medan menginginkan pemimpin baru. “Pada pemilihan Wali Kota Medan 2020 mendatang, 56,6 persen masyarakat mengharapkan tokoh baru untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota,” katanya saat rilis survei di Kampus UISU, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (1/8).

Kata dia, yang menginginkan Wali Kota Medan saat ini kembali untuk memimpin pada periode kedua hanya 16,5 persen. “Yang mengharapkan wakil wali kota saat ini untuk menjadi wali kota pada pemilihan mendatang sebesar 7,4 %,” paparnya.

Mengenai kegiatan atau pelaksanaan Pilkada Medan 2020, lanjut dia, 51,9 persen masyarakat sudah mengetahuinya. Sedangkan 45,3 persen masih belum mengetahui. “Artinya, ini menunjukkan bahwa masih perlunya sosialisasi terkait dengan pelaksanaan pemilihan Wali Kota Medan 2020,” tegasnya.

///Eldin Jangan Salah Pilih Wakil

Pengamat Politik dan Pemerintahan, Rafriandi Nasution menyarankan, sebagai bakal calon petahana Dzulmi Eldin jangan sampai salah memilih calon pendampingnya di Pilkada Medan 2020. Menurutnya, jika salah pilih, meski berstatus petahana, Dzulmi Eldin bisa kalah.

Namun, ketika petahana mampu memilih pendamping yang tepat, maka pertarungan akan menjadi milik petahana. “Waki Kota Medan harus punya wakil dari teknokrat yang mampu menjawab persoalan saat ini seperti banjir, jalan rusak, perpindahan masyarakat pinggiran Sungai Deli,” kata Rafriandi.

“Kalau bisa itu dijamin oleh Eldin, dia bisa terpilih kembali,” imbuhnya.

Sejauh ini, ia melihat belum ada sosok baru yang muncul dan mampu mengimbangi calon petahana.

Hanya saja, ia melihat stabilitas Medan di bawah kepemimpinan Dzulmi Eldin cukup baik. Praktis tidak ada gejolak. “Tapi yang perlu dicatat, Dzulmi Eldin sangat piawai di tahun 2015 lalu, karena mampu memborong hampir semua partai politik untuk mengusungnya,” tuturnya.(mbc)

Kurang Beruntung, PSMS 1-1 Sriwijaya

Sutan Siregar/Sumut Pos IMBANG: Pemain PSMS Medan berebut bola dengan pemain Sriwijaya di Stadion Teladan Medan, Kamis (1/8). Laga berakhir imbang 1-1.
IMBANG: Pemain PSMS Medan berebut bola dengan pemain Sriwijaya di Stadion Teladan Medan, Kamis (1/8). Laga berakhir imbang 1-1.
Sutan Siregar/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keberuntungan sepertinya belum memihak PSMS Medan saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Kamis (1/8). Ayam Kinantan ditahan Laskar Wong Kito dengan skor 1-1.

Laga ini menjadi momen kembalinya pemain naturalisasi Al Hadji sebagai starter. Dia diduetkan dengan Afiful Huda di lini belakang. Begitu juga dengan Natanael Siringo-ringo yang baru kembali dari seleksi Timnas U-23, jadi tumpuan di lini depan.

Sama seperti pertandingan sebelumnya, PSMS masih kesulitan mengembangkan permainan di awal-awal laga. Baru setelah 10 menit berlalu, para pemain Ayam Kinantan keluar dari tekanan dan mengancam pertahanan Sriwijaya.

Usaha para pemain PSMS akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Natanael Siringo-ringo mencetak gol pertamanya bagi Ayam Kinantan setelah memanfaatkan umpan dari Rendi Saputra.

Unggul satu gol, para pemain PSMS berusaha bermain nyaman dengan mengandalkan penguasaan bola. Sedangkan Sriwijaya mengandalkan serangan cepat dan beberapa kali mengancam gawang PSMS yang dijaga Choirun Nasirin. Hingga babak pertama berakhir, PSMS tetap unggul 1-0.

Pada babak kedua, PSMS dan Sriwijaya berusaha meningkatkan serangan. Kedua tim berambisi untuk mencetak gol. Petaka akhirnya menghampiri PSMS pada menit ke-55. Ahmad Ihwan berhasil menjebol gawang PSMS setelah memanfaatkan umpan dari tendangan pojok. Ahmad Ihwan berhasil menang duel udara dengan pemain belakang PSMS.

Gol tim tamu ini menyentak pemain PSMS. Mereka meningkatkan permainan dengan menggempur pertahanan Sriwijaya. Namun penampilan cemerlang dari kiper Sriwijaya, Galih Sudaryono menjadi momok bagi penyerang PSMS.

Berkali-kali Galih mampu menepis paluang yang diperoleh PSMS melalui Natanael, Legimin Raharjo hingga Bayu Tri Sanjaya. Laga pun berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil imbang ini membuat posisi PSMS tidak beranjak. Ayam Kinantan tetap berada di posisi kedua dengan 17 angka dari sembilan laga, hanya unggul selisih gol dari Sriwijaya di posisi ketiga.

Posisi PSMS sangat terancam oleh tim lain seperti Cilegon United.Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang ini. Menurutnya, PSMS layak menang karena memiliki banyak peluang. “Kami kecewa karena gagal mempertahankan keunggulan. Kami memiliki banyak peluang di babak kedua, tapi gagal menjadi gol karena kurang beruntung,” ujar Gurning usai pertandingan.

Gurning sadar hasil ini membuat posisi timnya di klasemen semakin terancam. Untuk itu, dia menegaskan akan melakukan evaluasi setelah pertandingan ini, sebagai persiapan menghadapi laga selanjutnya. “Posisi kami mulai rawan digusur tim-tim lainnya. Kami harus bangkit dalam pertandingan selanjutnya,” tegasnya.

Sedangkan pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengaku puas dengan hasil imbang ini. Dia pun memuji para pemainnya yang sudah berjuang menahan PSMS. “Cukup sulit melawan PSMS, tapi berkat perjuangan keras pemain, kami bisa meraih satu poin. Bermain sabar menjadi kunci kami menahan tuan rumah,” sebut Kas Hartadi. (dek)

Terkait Perusahaan Cemari Air Danau Toba, Gubsu Orang Pertama yang Marah

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS DIALOG: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Kasatpol PP Sumut, Suriadi Bahar berdialog dengan mahasiswa GMKI Cabang Medan, Kamis (1/8).
DIALOG: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Kasatpol PP Sumut, Suriadi Bahar berdialog dengan mahasiswa GMKI Cabang Medan, Kamis (1/8).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi menegaskan, dirinya akan menjadi orang pertama yang marah jika Danau Toba dicemari oleh pihak manapun. Untuk itu, Edy mengaku akan terus mendesak pemerintah pusat agar mencabut izin perusahaan yang mencemari Danau Toba.

Penegasan ini disampaikan Edy di hadapan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen (GMKI) Cabang Medan, di Ruang Tengku Rizal Nurdin Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (1/8) sore. “Danau Toba itu milik kita bersaman

Takkan diam saya kalau Danau Toba itu diganggu. Saya yang pertama marah kalau Danau Toba diganggu (dicemari, Red),” kata Edy yang saat itu didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Kasatpol PP Sumut, Suriadi Bahar.

Sikap tegas Gubsu ini sebagai jawaban atas aspirasi GMKI Medan yang menyampaikan isu tentang pencemaran air Danau Toba yang diduga dilakukan perusahaan-perusahaan penanaman modal asing (PMA) di kawasan Danau Toba. Dalam kesempatan itu, Gubsu diminta mencabut izin perusahaan pencemar Danau Toba sebagaimana tuntutan massa GMKI Medan sewaktu berunjukrasa di Kantor Gubsu hingga terjadi perusakan pagar, Jumat (26/7) pekan lalu.

“Pencabutan izin PMA itu wewenang pemerintah pusat. Negara kita adalah negara hukum. Negara luar juga punya hukum. Ada hukum antarnegara di situ. Presiden aja gak bisa itu,” terang Edy.

Mantan Pangkostrad ini juga mengungkapkan, saat mendampingi Presiden Joko Widodo di Samosir selama tiga hari, dirinya menunjukkan langsung kondisi Danau Toba yang masih dipenuhi kerambah jaring apung (KJA) kepada Jokowi. “Di depan Pak Jokowi saya bilang, Pak itu kerambah. Di situ ada Menteri Luhut, Menteri Perhubungan, Menteri Pariwisata dan yang lainnya. Jadi beliau sudah tahu kondisi itu,” ungkap Edy.

Bahkan, sebutnya lagi, sewaktu diundang dalam rapat terbatas oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta pada 24 Juli 2019 lalu, dia juga mengaku sudah meminta bantuan pemerintah pusat guna menertibkan para pencemar dan perusak lingkungan kawasan Danau Toba. “Saya sudah ngomong langsung ke presiden soal Danau Toba ini. Surat juga sudah pernah dikirimkan ke pusat (tentang kondisi Danau Toba). Jadi sudah ada langkah-langkah dan upaya Pemprov Sumut ini untuk destinasi pariwisata Danau Toba. Dan beritanya kan sudah viral ke mana-mana, saya ngomong pas di Istana, masak kamu nggak tahu saya sudah lakukan langkah apa untuk Danau Toba,” ungkapnya kepada mahasiswa.

Gubsu menyambut baik aspirasi dan dukungan GMKI Medan ihwal Danau Toba ini. Ia mengajak semua elemen masyarakat harus bersama-sama memajukan pariwisata di Sumut, termasuk kawasan Danau Toba. Apalagi pada tahun ini, sambung Edy, Danau Toba masuk lima besar program pengembangan destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

“Kalian tahu bahwa pariwisata itu membutuhkan cost (biaya)? Kenapa Lapangan Terbang Silangit perlu dibangun? Itu bagian dari pengembangan pariwisata kita di Sumut ini. Dan tahun ini Pak Jokowi mengucurkan Rp2,4 triliun untuk infrastrukur Danau Toba. Jangan sampai investor gak mau datang karena kalian demo-demo,” katanya.

Perusakan Pagar Diproses Hukum

Gubsu pun membandingkan demo mahasiswa GMKI Medan dengan aksi ribuan driver taksi online di depan Kantor Gubsu, beberapa waktu lalu. Menurutnya, ribuan driver itu dalam aksinya tidak merusak fasilitas kantor. “Sedikit pun catnya tak ada rusak itu,” kata Edy.

Bahkan Edy menyampaikan keherannya, mengapa mahasiswa GMKI Medan sampai merusak pagar dalam aksi unjukrasa menyampaikan aspirasi soal penyelamatan Danau Toba tersebut. “Ada something wrong ini, ada kesalahan ini. Saya ingin tahu ini, ada apa ini?” ujarnya.

Edy tidak terlalu percaya jika mahasiswa GMKI tidak tahu perihal apa yang sudah dilakukannya untuk penyelamatan Danau Toba. “Mahasiswa kok nggak tahu kalian, saya lakukan apa?” sebutnya lagi.

Mantan Pangkostrad itu menginginkan mahasiswa memberi ide kepada dirinya. Dia juga ingin mahasiswa tampil secara ilmiah, yang berlandaskan undang-undang dan norma. Gubsu pun meminta agar Biro Hukum Setdaprov Sumut dan Satpol PP serta Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut menindaklanjuti pengrusakan pagar itu ke proses hukum.

Ketua GMKI Cabang Medan, Hendra Manurung, yang hadir bersama Koordinator GMKI Wilayah Sumut dan Aceh, Gito Pardede dan anggota lainnya buka suara menanggapi pernyataan gubernur itu. “Pak Gubernur, kami tegaskan aksi kami itu tidak dipesankan oleh siapa-siapa. Aksi kami murni aspirasi rakyat, murni memperjuangkan penyelamatan Danau Toba. Kami tidak diboncengi siapa-siapa,” tegas Hendra.

Mereka pun menolak meminta maaf atas perusakan pagar Kantor Gubsu itu. Gito Pardede, bersikeras pihaknya tidak salah. Menurutnya, pengrusakan pagar itu bagian dari pressure mereka karena sudah 2 jam berorasi, tak satupun pejabat yang menanggapi. “Itu tidaklah kami sengaja. Tak ada niatan kami sebenarnya merusak itu,” kata Gito, seraya menyebutkan, konstruksi pintu pagar itu tidak kuat. Buktinya digoyang-goyang begitu saja sudah rusak.

Namun tidak bagi Gubsu. Mahasiswa GMKI disebutnya salah dengan melakukan pengrusakan pagar itu. Gubernur mengatakan, pintu pagar itu marwah 14,5 juta masyarakat Sumut. “Apa kau mau tanggung jawab,” tanya Edy kepada Gito.

Gito pun menjawabnya, namun kesannya kurang tegas. “Nah itulah kau, tak nyambung. Ya sudahlah, kita lanjut ke hal lain,” sebut Edy.

Gito terus ngotot bahwa pengrusakan itu dinamika dari unjuk rasa. Namun situasinya tidak begitu seandainya mereka diterima Gubernur ataupun perwakilan pejabat Pemprov Sumut mau menerima. Dia menyebutkan, aksi pada Jumat (26/7) pekan lalu itu merupakan upaya dari pihaknya meminta Gubernur Edy menutup izin perusahaan perusak Danau Toba sekaligus ingin mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan.

Ketua GMKI Cabang Medan, Hendra Manurung, mengatakan bahwa diskusi soal apa-apa saja yang sudah dilakukan Gubernur Edy terhadap penyelamatam Danau Toba dari perusahaan-perusahaan perusak Danau Toba, jauh lebih penting dibahas dalam pertemuan itu.

Menurutnya, pihaknya tidak mengetahui apa-apa yang sudah dilakukan gubernur selama ini. Namun setelah dijelaskan kembali oleh Gubernur Edy, Hendra sepakat mendukung gubernur menyelematkan Danau Toba.

Namun tak lama kemudian, Gito Pardede kembali memberi pernyataan. Dikatakannya, di luar daripada yang lain, adalah bukan hak mereka. Mendengar itu, gubernur langsung menyela. “Maksud kau apa,” tanyanya.

Lalu gubernur bertanya, apa mahasiswa bertanggung jawab atas pengrusakan itu? Gubernur kembali memberi kesempatan, apakah mahasiswa bersedia atau tidak bertanggung jawab? Namun mahasiswa menyatakan tidak apa-apa jika dibawa ke proses hukum. Mendengar itu, Gubernur Edy pun menginstruksikan agar pengurusakan pintu pagar itu ke proses hukum. “Ya sudah, laporkan itu,” tegas Edy sambil beranjak dari tempat duduknya meninggalkan ruangan.

Usai pertemuan, Hendra Manurung mengaku siap jika dipolisikan gubernur terkait perusakan pagar tersebut. “Oh, nggak apa-apa. Itukan kewenangan gubernur. Kita akan ikuti prosesnya,” kata Hendra menjawab wartawan.

Hendra menegaskan, pihaknya merasa tidak melakukan kesalahan. “Kami dua jam menyampaikan aspirasi sebagaimana jaminan dari UUD konstitusi negara ini, kami lakukan sebagaimana mestinya,” katanya.

Begitupun, Hendra menolak jika unjukrasa yang sampai merusak pintu pagar itu disebut anarkis. Dia menganalogikan ketika tidak satu orang pun pejabat Pemprov Sumut yang menanggapi aksi mereka adalah justru hal anarkis. Menurut Hendra, ketika ada kondisi yang tidak diinginkan, dan melemparkan kesalahan kepada mahasiswa GAMKI, itu yang tidak boleh. “Dimana pengamanan atau dimana pejabat Pemerintah Provinsi Sumatra Utara di situ yang katanya mendengar aspirasi rakyat? Kami datang ke rumahnya, tapi tidak mendengarkan aspirasi kami, kan begitu,” sebutnya.

Hendra membantah aksi mereka itu disebut diterima Pemprov Sumut. “Itu setelah dua jam kami melakukan aksi. Setelah kondisi yang panas itu selesai, baru datang perwakilan pejabat Sumatra Utara,” jelasnya.

Lalu ditanya aksi mereka tidak ditanggapi pejabat Pemprov Sumut karena GAMKI sebelumnya tidak menyampaikan pemberitahuan, menurut Hendra tidak begitu. Pihaknya telah memberitahukan aksi unjuk rasa kepada pihak yang berwajib. “Kalau memberitahukan aksi kemana?,” tandas Hendra. (prn/mbc)

Mobil Vendor Pengisian ATM Dirampok, Rp400 Juta Dibawa Kabur

IST/SUMUT POS HEBOH: Swalayan Irian Super Market pasca perampokan mobil vendor pengisian ATM, Kamis (1/8).
HEBOH: Swalayan Irian Super Market pasca perampokan mobil vendor pengisian ATM, Kamis (1/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengunjung Irian Super Market di Jalan Pasar Merah Simpang Bahagia, Kecamatan Medan Kota mendadak heboh, Kamis (1/8) siang. Pasalnya, kawanan perampok berhasil menggasak uang Rp400 juta dari mobil vendor pengisian ATM bernomor polisi B 1005 SKV.

INFORMASI di lokasi kejadian menyebut, peristiwa terjadi sekira pukul 12.14 WIB. Saat itu, petugas vendor baru saja mengambil uang setoran yang disimpan dalam karung goni dari gudang barang Irian Super Market.

Namun, saat hendak memasukkan karung uang tersebut ke dalam mobil, pelaku yang ditaksir berjumlah dua orang mengendarai sepedamotor menghampiri mobil vendor tersebut. Disaat petugas vendor lengah, saat hendak membuka kunci mobil, karung goni berisi uang itu pun dirampas.

“Kejadiannya cepat sekali, hanya beberapa detik,” ungkap seorang petugas Security Swalayan, Samanudi kepada wartawan.

Akibatnya, aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi. Namun, kedua perampok tersebut, dengan gesit, dapat melarikan diri ke arah Jalan Sisingamangaraja.

Seorang petugas vendor mengaku, pihaknya memang sudah diikuti. Itu terlihat dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV). Kedua pelaku juga tidak dilengkapi dengan senjata.

“Perampokan ini terjadi saat sedang akan melakukan pengamanan (uang) ke dalam brankas,” jelasnya.

Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani yang ditemui di lokasi kejadian, mengatakan, mobil vendor itu memang baru saja mengambil uang dari pihak swalayan untuk disetorkan ke Bank Central Asia (BCA).

“Jadi memang kebiasaan rutin mereka mengambil uang dari gudang Irian Market ini untuk disetorkan ke BCA. Saat hendak disetorkan uang sebanyak Rp400 juta yang ada di dalam goni dirampok oleh dua orang dan langsung kabur,” terangnya.

Revi mengaku, sampai saat ini pihaknya masih melakukan olah TKP sekaligus memeriksa sejumlah saksi. Revi juga menyatakan, bahwa saat kejadian, mobil vendor itu juga mendapatkan pengawalan dari petugas keamanan.

“Yang mengawal ada. Jumlahnya ada tiga orang. Ini masih kita selidiki lebih lanjut kejadiannya,” pungkasnya.(man/ala)

Buron, Rumah Eks Ketua IPK Binjai Digeledah Polisi

TEDDY/SUMUT POS GABUNGAN: Petugas gabungan TNI/Polri menyambangi lokasi galian c milik Samsul Tarigan, sekaligus untuk mencari keberadaannya.
GABUNGAN: Petugas gabungan TNI/Polri menyambangi lokasi galian c milik Samsul Tarigan, sekaligus untuk mencari keberadaannya.
TEDDY/SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Mantan Ketua DPD IPK Kota Binjai, Samsul Tarigan terus diburon penyidik Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut. Selain Samsul, Putra Tarigan yang sudah ditetapkan tersangka juga diburu.

RUMAH Samsul di Jalan Gunung Bendahara 13, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan kembali digeledah penyidik, Kamis (1/8). Begitu juga dengan rumah adiknya Putra Tarigan di Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan.

Sayangnya, upaya yang dilakukan penyidik belum membuahkan hasil. Meski demikian, semangat tim Polda Sumut tak kendur.

Diskotek Cafe Flower (sebelumnya Titanic Frog) di Jalan Sei Petani juga kembali digeledah penyidik. Kasubdit IV/Tipidter Polda Sumut, AKBP Herzoni Saragih memimpin penggeledahan.

Herzoni membawa rombongan penyidik dan PTPN 2. Seperti Menejer PTPN 2 Kebun Semayang, Bram Sitompul dan Askep PTPN 2 Kebun C Semayang, Irwan.

Tak ketinggalan, Lettu Bambang Irawan dari Subden POM I/5 Medan juga turut mendampingi penyisiran yang dilakukan penyidik untuk menangkap Samsul dan Putra.

“Tadi kita melakukan penggeledahan serta melakukan penangkapan ke rumah Samsul. Lalu ke rumah Putra Tarigan. Kita geledah tadi, (tapi) tidak ada mereka,” kata Kanit IV Tipidter Poldasu, Kompol Asrul Robert Sembiring ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya. Tujuan penggeledahan untuk melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka.

“Bukan untuk mencari dokumen. Kalau kemarin mencari dokumen-dokumen, sekarang mencari orang. Samsul dan Putra,” sambung Asrul.

Dia mengamini, Cafe Flower yang merupakan tempat hiburan malam dan ditengarai sarang peredaran narkoba serta maksiat milik Samsul pun dilakukan penggeledahan.

Pasalnya, kata dia, penyidik mendapat informasi bahwa Samsul acap kali bersembunyi di Mess Cafe Flower tersebut.

“Mungkin ada di sana, tahu-tahu tidak ada,” kata dia.

Karena tak membuahkan hasil, penyidik menuju lokasi galian ilegal yang dilakukan Samsul dan Putra, tak jauh dari Cafe Flower.

Menurut Asrul, kedatangan mereka ke lokasi galian Samsul dan Putra untuk mengetahui kerusakan lingkungan akibat aktifitas ilegal mereka.

Selain melihat dampak kerusakan lingkungan, kata dia, penyidik bersama PTPN 2 juga melakukan inventarisir terhadap tanah-tanah HGU yang dikuasai oleh Samsul dan Putra.

“Kita melakukan penghitungan kerugian negara, panggil ahli dari USU untuk menghitung kerugian negara akibat pertambangannya itu,” katanya.

Dia menegaskan, Samsul dan Putra harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Bersama orang PTPN juga kita tadi mendata mana-mana saja aset PTP yang diambilnya,” jelas Asrul.

“Ada dibuatnya dekat tambang, buat lahan kebun sawit. 80 atau 90 hektar lahan sawit. Lalu ada lagi tanah PTP buat rumah kos-kosan dan pajak. Informasinya itu tanah PTP yang dikuasai dia. Itu semua sedang kita himpun, berapa yang sudah dikuasainya. Tanah negara mau diambilnya jadi hak milik,” beber Asrul.

Informasi beredar, Samsul sudah kabur ke Riau dan terbang ke Singapura untuk menghindari buruan polisi. Namun Asrul mengaku, belum mendapatkan informasi tersebut.

Menurut Asrul, Samsul masih di sekitaran Kota Binjai. “Makanya kita lakukan penggeledahan. Karena informasi kita dapat, masih di daerah Binjai,” katanya.

Kepada masyarakat, Asrul berpesan untuk dapat memberitahukan kepada polisi ketika melihat buronannya.

“Dia itu kita sinyalir enggak berani ke luar kota sana. Enggak ada apa-apanya dia itu. Dia di kampung saja beraninya. Sembunyi di situ,” ujarnya.

“Kami bermohon kepada kalian kalau ada informasi, sms saja kami. Kalau ada (tahu) keberadaannya di mana, ?bantu informasikan ke kami,” pungkasnya.

Sebelumnya, penyidik Subdit IV/Tipidter Polda Sumut menggandeng Polisi Militer (PM) saat 2 tim dipecah menggeledah rumah mantan Ketua DPD IPK Kota Binjai, Samsul Tarigan dan adiknya Putra Tarigan, Jumat (12/7) lalu.

Langkah ini diambil untuk menghindari potensi konflik di lapangan saat penggeledahan berlangsung. Selain PM, penyidik juga menggandeng puluhan personel Direktorat Sabhara dan Satuan Brimob Polda Sumut yang dilengkapi senjata larang panjang.

Diketahui, pengusaha galian C ilegal, Samsul Tarigan yang sudah mengorek tanah hingga menjadi kubangan di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, mengabaikan atau tidak memenuhi panggilan penyidik Subdit IV/Tipidter Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut, Selasa (2/7) lalu. Begitu juga saat dilayangkan panggilan kedua, Samsul kembali mangkir.

Akibatnya, pria bertubuh tambun dan berkepala plontos ini akan dijemput paksa oleh polisi. Samsul patut diperiksa karena pengakuan para saksi yang dibawa dari lokasi galian C Ilegal.

Para saksi seperti Tabita boru Ginting selaku tukang catat (mandor), Sarmin selaku operator excavator dan saksi lainnya menyebut, mereka disuruh Samsul Tarigan.

Samsul akan dijerat pasal berlapis , karena telah mengomersilkan lahan milik negara untuk memperkaya diri sendiri.(ted/ala)

Sharp Indonesia Rayakan HUT RI dengan Sharp Lovers’ Day, Hadiah Utama Wisata ke Raja Ampat

Sharp Indonesia Rayakan HUT RI dengan Sharp Lovers’ Day, Hadiah Utama Wisata ke Raja Ampat
SHARP: Seorang SPM SHARP sedang menjelaskan program kepada pengunjung toko.

Gegap gempita hari kemerdekaan di bulan Agustus mendatang turut dirayakan PT Sharp Electronics Indonesia melalui program Sharp Lovers’ Day edisi terbaru. Dengan tema Gebyar Kemerdekaan Indonesia (Gempita Berlimpah Hadiah Bersama Sharp), program Sharp Lovers’ Day kembali hadir selama dua bulan lamanya dari tanggal 27 Juli – 30 September 2019.

“Tema ‘Gebyar Kemerdekaan Indonesia’ ikut menandakan berjalannya Sharp Lovers’ Day yang ke tujuh kali. Setiap kali berganti tema dan hadiah, kami juga merasakan adanya peningkatan animo masyarakat dalam program ini,” ujar Assistant General Manager Marketing Communications PT Sharp Electronics Indonesia, Agus Soewadjie.

Oleh karena itu, lanjut Agus, dalam Sharp Lovers’ Day edisi terbaru, pihaknya menawarkan banyak hadiah baru yang tak kalah seru. Hadiah utamanya pun disesuaikan dengan tema yaitu mengangkat kecantikan salah satu wilayah Indonesia yakni Raja Ampat.

Seluruh hadiah yang ditawarkan dalam Sharp Lovers’ Day juga dikemas dengan jumlah unik seperti tanggal kemerdekaan RI. Hadiah tersebut di antaranya satu (1) perjalanan eksklusif ke Raja Ampat, tujuh (7) unit lemari es dua pintu, delapan (8) unit Aquos Sound Partner, hingga 45 voucher Go-Pay senilai Rp1.000.000.

Mekanisme yang dijajalkan untuk program Sharp Lovers’ Day edisi ‘Gebyar Kemerdekaan Indonesia’ pun mudah. Setiap konsumen yang melakukan pembelanjaan produk Sharp tipe apapun dengan nilai transaksi minimum Rp1.000.000 dalam satu struk, berhak mendapatkan satu unit kupon undian.

Sharp Lovers’ Day juga membuka kesempatan bagi konsumen untuk mengumpulkan poin sesuai dengan jenis produk yang dibeli. Pada pembelian produk-produk tertentu seperti LED TV misalnya, konsumen bisa mengumpulkan poin senilai Rp100.000 – Rp400.000 sesuai dengan tipe TV.

Poin juga berlaku untuk produk audio seperti Aquos Sound Partner, speaker box, mesin cuci, lemari es, dan pompa air*. Poin-poin ini kemudian dapat konsumen tukar dengan beragam voucher senilai poin yang dikumpulkan.

Agus Soewadji juga mengingatkan bahwa program Sharp Lovers’ Day selalu terintegrasi dengan aplikasi SHARP ID. Untuk itu, setiap konsumen dianjurkan untuk mengunduh aplikasi ini dalam ponsel konsumen.

“Sejak diluncurkan pertama kali, seluruh program CRM kami memang sudah diarahkan agar memanfaatkan digital. Kami ingin mengedukasi konsumen juga bahwa aplikasi SHARP ID hadir untuk memudahkan mereka dalam berbagai hal, mulai dari registrasi garansi, cari produk, hingga laporan layanan purna jual. Untuk program Sharp Lovers’ Day, konsumen cukup mendaftarkan diri dan produk usai pembelian, selanjutnya akan kami verifikasi selama 1 x 24 jam.”

Setelah mengikuti langkah-langkah dalam aplikasi SHARP ID, konsumen hanya perlu menantikan waktu pengundian Sharp Lovers’ Day yang dijadwalkan di akhir periode program. Kelak, pengundian akan diselenggarakan melalui live streaming di akun Facebook Sharp Indonesia dan dapat ditonton oleh seluruh konsumen yang berpartisipasi pada tanggal 19 Oktober 2019. Informasi lebih lanjut mengenai program Sharp Lovers’ Day dapat diakses melalui tautan https://id.sharp/sharploversdaygebyarkemerdekaan. (rel)

Epson Luncurkan Printer SureLab SL- D830, Hasilkan Gambar Luar Biasa

istimewa PELUNCURAN: Epson meluncurkan printer foto komersial terbaru, SureLab SL-D830 yang menawarkan kualitas cetak yang luar biasa.
PELUNCURAN: Epson meluncurkan printer foto komersial terbaru, SureLab SL-D830 yang menawarkan kualitas cetak yang luar biasa.

Epson meluncurkan printer foto komersial terbaru, SureLab SL-D830 yang menawarkan kualitas cetak yang luar biasa dan konsistensi warna foto dengan penghematan biaya dan peningkatan produktivitas bagi bisnis.

Printer SureLab SL-D830 cocok untuk bisnis produksi foto dan dapat digunakan sebagai perangkat untuk minilab dan jasa cetak foto. Ukurannya yang ringkas, dapat ditempatkan pada meja atau dibawa ke mana saja.

Printer SL-D830 menggunakan tinta UltraChrome D6r-S 6-warna yang dikembangkan secara khusus yang menghasilkan gambar luar biasa dengan warna-warna cerah, hitam pekat, kontur tajam, dan gradasi halus. Tinta juga menghasilkan hasil cetak yang anti air, tidak luntur dan pudar.

Dirancang untuk berbagai jenis media, produk ini memberikan tingkat kilap seragam yang mengesankan pada berbagai media dan ukuran, seperti kertas glossy, lustre dan matte roll; lebar gulungan berkisar dari 89mm hingga 210mm, dan panjang 50mm hingga 1000mm.

Produk ini selanjutnya dilengkapi dengan kecepatan produksi cepat 360 (15 x 10 cm) foto per jam (PPH) dan peningkatan keandalan dengan printhead dan bagian yang bertahan hingga 200.000 cetakan.

Meningkatkan efektivitas biaya, SureLab SL-D830, hadir untuk penggunaan jangka panjang dengan perawatan yang rendah. Dalam mode siaga, konsumsi daya dan tingkat kebisingan sudah sangat berkurang dengan adanya sistem pemanas dan kipas yang canggih.

“SureLab SL-D830 dibangun berdasarkan kesuksesan pendahulunya, SL-D700. SL-D830 merupakan produk yang ringkas, tahan lama dan kecepatan, serta fleksibilitas media cetak untuk memenuhi tuntutan yang terus berubah dan kebutuhan kreatif industri pencetakan foto,” ujar Managing Director Epson Indonesia, Ishii Hidemasa.

Dikatakan Ishii Hidemasa, produk ini dirancang agar tahan lama dan cocok dengan lingkungan kerja dengan adanya tray yang kokoh dan kuat serta desain spindle yang lebih baik. Downtime berkurang secara signifikan karena tombol perubahan gulungan media yang intuitif untuk perubahan gulungan media dengan dua langkah yang mudah. “Pelanggan juga dapat menikmati manfaat dari produk dengan solusi yang lengkap dan menghemat beberapa aspek karena kami memberikan solusi lengkap termasuk tinta, kertas dan perangkat lunak yang mendukung,” paparnya.

Dalam acara peluncuran SureLab SL-D830, Epson Indonesia menghadirkan fotografer professional, Darwis Triadi, yang bercerita tentang bagaimana printer SureLab SL-D830 sangat cocok digunakan untuk fotografer professional. “Printer SureLab SL-D830 ini dapat digunakan untuk jangka waktu yang panjang, kecepatan yang tinggi, dan konsumsi daya yang rendah membuat printer ini sangat ideal untuk dunia usaha fotografi” Ujar Darwis Triadi. (rel)

Pemko Medan Sudah Pangkas, 1.000 Lebih Honorer

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan telah mengevaluasi jumlah tenaga honorernya. Terhitung, Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) kota Medan telah memangkas 1.000 lebih tenaga honorer.

“Mulai dari Januari yang lalu hingga saat ini para tenaga honorer terus kita evaluasi mulai dari kedisplinan hingga kinerjanya,” uku Kepala BKDPSDM Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Kamis (1/8).

Hingga saat ini, lanjut Muslim, BKDPSDM Medan telah mengevaluasi para tenaga honorernya yang berjumlah lebih dari 10 ribu orang, dan dari jumlah itu Pemko Medan telah memberhentikan atau tidak memperpanjang kontrak tenaga honorernya dengan jumlah hampir seribu orang.

“Sebelumnya jumlah tenaga honorer kita lebih dari 10 ribu orang. Mulai dari Januari lalu kita sudah mengevaluasi dan memberhentikan hampir seribu orang, jumlah tepatnya saya lupa karena jumlahnya terus berubah dan bertambah. Saat ini jumlah tenaga honorer kita tinggal di angka 9000-an,” ujar Muslim.

Pun demikian, kata Muslim, kemungkinan bertambahnya jumlah itu masih cukup besar. “Ya kemungkinan bertambah ya tentu besar lah, kan ini evaluasi nya berjalan terus. Intinya evaluasi ini akan terus kita lakukan untuk mengurangi tenaga-tenaga yang dinilai kurang efektif dalam soal kinerja,” kata Muslim.

Untuk itu, lanjut Muslim, sembari melakukan evaluasi dan pengurangan tenaga honorer di Pemko Medan, BKDPSDM juga turut meningkatkan kinerja dari para SDM nya yang merupakan pegawai honorer yang ada di Pemko Medan.

“Jadi bukan hanya soal jumlah, tapi kinerja SDM nya juga harus ditingkatkan. Nantinya kita harapkan, dengan jumlah yang tidak terlalu banyak Pemko Medan tetap bisa bekerja secara maksimal karena adanya tenaga-tenaga honorer yang berkualitas dan punya kinerja yang maksimal,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemko Medan terus mengurangi banyaknya tenaga honorer mereka. Selain karena jumlahnya yang terlalu banyak yang mengakibatkan besarnya pengeluaran Pemko Medan, banyaknya para tenaga honorer juga disebut membuat pekerjaan mereka menjadi tumpang tindih. (map/ila)