31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5194

Jalan Tol dalam Kota Medan Dilaunching 28 Juli, Dibangun Februari 2020

sutan siregar/sumut pos MANDI SUNGAI: Anak-anak mandi di Sungai Deli, beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, warga di pinggiran sungai ini akan direlokasi untuk pembangunan jalan tol.
Sutan siregar/sumut pos
MANDI SUNGAI: Anak-anak mandi di Sungai Deli, beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, warga di pinggiran sungai ini akan direlokasi untuk pembangunan jalan tol.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pembangunan jalan tol dalam kota di Kota Medan hingga kini belum tampak tanda-tanda akan dimulai. Ini disebabkan warga yang dominan tinggal di daerah aliran sungai (DAS) yang terkena dampak pembangunan nantinya, belum direlokasi Pemko Medan selaku leading sector kegiatan.

Lantas, kapan dimulai pembangunannya? Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, progres pembangunannya akan diawali dengan peluncuran program tol dalam Kota Medan itu pada 28 Juli 2019 di Medan. Lalu pembangunannya direncanakan dimulai pada Februari 2020n

Gubernur meminta dukungan dari semua pihak terkait, termasuk masyarakat. “Ini sudah saya putuskan harus jadi, dan sudah saya teken itu, makanya harus kita dukunglah bersama-sama,” sebut Edy kepada wartawan usai Sosialisasi Kebijakan Mitigasi Pencegahan Banjir Kota Medan dan Sekitarnya, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (11/7).

Lalu mengapa baru akan dimulai Februari 2020? Menurut Edy, karena masih harus melalui persiapan yang matang. Namun alasan yang paling utama adalah pembebasan lahan dan relokasi warga di pinggir atau mengikuti aliran sungai Deli.

Sebelumnya, Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Anda Subrata mengakui, salah satu kendala kenapa belum dimulai proyek tersebut lantaran warga yang terkena dampak pembangunan belum dipindahkan. “Kemarin janjinya (dimulai pekerjaan) 1 Juli. Cuma berubah lagi karena ada kendala. Masyarakat disekitar itu belum dipindahkan oleh Pemko,” katanya menjawab Sumut Pos, Rabu (10/7) lalu.

Dia mengungkapkan, perihal masalah ini sudah pernah ia tanyakan ke Asisten Administrasi Umum dan Aset, M Fitriyus sewaktu rapat di Jakarta belum lama ini. “Harusnya kan tanggal 1 Juli itu dimulai, cuma informasinya berubah menjadi akhir Juli ini. Itu pun belum A1 (pasti, Red) informasinya. Nah salah satu alasannya karena masalah relokasi,” terangnya.

Pihaknya, kata dia, terus mendorong Pemko Medan agar bergerak cepat memulai proyek prestisius tersebut dengan cara memindahkan warga yang terkena dampak pembangunan. “Kita selalunya mendorong agar setiap proyek strategis yang akan dibangun, supaya cepat terealisasi. Tapi nampaknya yang didorong belum juga bergerak ini. Jadi bagaimana investor mau mulai pekerjaan kalau masyarakatnya masih ada,” katanya.

Ia juga membenarkan sudah ada surat himbauan dari Pemprovsu kepada warga sekitar yang terkena dampak proyek jalan tol dalam kota, baru-baru ini. “Iya benar informasi itu. Sebagai himbauan agar warga bisa bersiap-siap. Dan itu menjadi tugas Pemko Medan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, Armansyah Effendi Pohan sebelumnya mengatakan, sejauh ini untuk memulai proyek tersebut masih dalam proses dan tahapan menunggu izin menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Izin tersebut diperlukan sebagai landasan badan usaha atau pihak investor yang menangani proyek prestisius itu, sebelum memulai pekerjaan nantinya.

Surat permohonan untuk izin itu sudah diajukan pihak badan usaha kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. “Ya, adapun progres jalan tol dalam kota yang sudah MoU sekarang dalam posisi menunggu izin menteri PUPR untuk prakarsa oleh badan usaha,” katanya menjawab Sumut Pos, Rabu (19/6).

Pohan mengungkapkan, tidak mengetahui informasi soal pertemuan dan pembahasan lanjutan soal proyek tersebut, Selasa kemarin di kantor Gubernur Sumut. Perkembangan terbaru terkait progres wacana pembangunan jalan tol dalam kota, diketahuinya baru sampai tahap menunggu izin dari menteri. “Kebetulan saya tidak dapat informasi pertemuan tersebut. Gitupun Pemprovsu pada prinsipnya tetap mendorong supaya rencana pembangunannya segera dimulai,” pungkasnya.

Diketahui, jalan tol dalam kota yang akan dibangun sepanjang 30.97 dan terdiri dari tiga seksi. Seksi I Helvetia – Titikuning sepanjang 14.28 km, kemudian seksi II Titikuning – Pulobrayan sepanjang 12.44 km dan seksi III Titikuning – Amplas sepanjang 4.25 km.

Penandatanganan kesepakatan pun telah dilakukan bersama antara Gubernur Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, dengan Dirut PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Tito Sulistio dan Dirut PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto, di Kantor Gubsu beberapa waktu yang lalu. (prn)

Anak Mantan Wali Kota Binjai Digugat Kasus Utang

Ilustrasi
Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Anak mantan Wali Kota Binjai, Ali Umri, bernama Reza Syahputra, digugat terkait utang piutang, ke Pengadilan Negeri Binjai, Kamis (11/7). Gugatan perdata Nomor 8/Pdt.GS/2019 itu didaftarkan Sunarti (49).

Dalam laporannya, Sunarti membeberkan kronologis utang-piutang dimaksud. Kasus berawal saat penggugat ingin membantu tergugat menjual rumahnya di Komplek Taman Binjai Indah, Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara pada 2011 lalu. Kemudian tergugat Reza meminjam uangnya Rp30 juta secara bertahap. Namun hingga kini, uang tersebut tak kunjung dipulangkan.

“Awalnya sudah ke polisi untuk minta dijumpakan. Tapi gagal. Alasan Pak Kasat, Reza (tergugat) sudah ditelpon. Namun karena kasusnya perdata, diarahkan untuk digugat secara hukum perdata,” kata penggugat.

Menurut dia, total utang itu menjadi Rp57 juta, karena sudah berjalan 8 tahun. “Kerugian saya ditambah kerugian 1 persen, sebab saya pun pakai uang orang,” tambah dia.

Sejumlah bukti kuitansi dibawanya untuk menggugat anak Reza, yang juga calon legislatif Kota Binjai yang gagal masuk periode 2019-2024. “Rumahnya tak dapat dicairkan di Bank Mega dan Bukopin, karena tidak ada Surat IMB. Rumahnya juga belum ada sertifikat, masih surat camat,” ujar dia.

Humas PN Binjai, David Simare-mare membenarkan adanya pendaftaran gugatan tersebut. Menurut dia, gugatan itu disebut Gugatan Sederhana, karena nilai kerugiannya di bawah Rp200 juta.

“Hakimnya nanti Ibu Tri Syahriawani. Tahap awal ini pemeriksaan pendahuluan dulu. Selama dua atau tiga hari dipelajari gugatannya,” pungkasnya. (ted)

Pensiunan PNS Disporasu jadi Tersangka

ISTIMEWA Sujamrat
ISTIMEWA Sujamrat

Kasus dugaan korupsi proyek renovasi Lintasan Sircuit Tartan Atletik PPLP Provsu TA 2017 dengan pagu anggaran Rp4,7 miliar, menetapkan pensiunan PNS Dispora Sumut, Sujamrat, sebagai tersangka. Tersangka pun ditahan setelah menjalani pemeriksaan.

DIREKTUR Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Ronny Samtana Putra, mengatakan dalam proyek tersebut Sujamrat merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). “Yang bersangkutan sudah kita periksa sejak pagi hingga sore. Sekarang dia sudah ditahan,” ungkap Rony, Kamis (11/7).

Untuk sementara, tersangka dalam kasus dugaan korupsi itu masih Sujamrat. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya. “Bila dalam proses penyidikan nanti ditemukan bukti-bukti baru yang memunculkan tersangka lainnya, bisa saja bertambah,” ungkapnya.

Polda Sumut mengakui, tak lazim seorang pejabat memiliki rangkap fungsi sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nya.

“Sujamrat merangkap sebagai KPA dan PPK. Secara aturan boleh saja, tapi tidak lazim,” ungkap Rony.

Meski curiga ada akal-akalan terkait hal itu, Rony mengaku belum menemukan bukti lain untuk menjerat oknum di Dispora Sumut yang diduga paling bertanggung jawab. “Apakah semua proyek di sana bukan Kadisnya yang bertindak sebagai KPA? Kita kurang tahu,” ungkapnya.

Dalam kasus dugaan korupsi Sirkuit Tartan, penyidik menduga ada oknum pejabat di sana yang bertanggung jawab. Namun sementara ini Polda Sumut hanya menetapkan Sujamrat sebagai tersangka,.

“Ke depan apakah akan ada tersangka lainnya? Kita tunggu hasil penyidikan,” pungkas Rony.

Kasus dugaan korupsi proyek renovasi Lintasan Sircuit Tartan Atletik PPLP Provsu TA 2017 dengan pagu anggaran Rp 4,7 miliar, menetapkan pensiunan PNS Dispora Sumut Sujamrat sebagai tersangka. Terkait kasus ini, penyidik telah memintai keterangan 20 orang saksi. Kala itu penyidik memeriksa termasuk Kadispora Provsu, Baharudin Siagian, lantaran ia diinformaskkan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Rabu (13/2) lalu.

Mantan Kepala Biro Keuangan Pemprovsu itu diperiksa pada Rabu (13/2/2019), selama enam jam. Yang ditetapkan sebagai penyedia untuk pekerjaan proyek tersebut adalah PT Rian Makmur Jaya dengan direktur Junaedi. yang beralamat di Jalan M Saleh Zainuddin No 240 Gabek Pangkal Pinang.

Kasus bermula pada 2 Februari 2017 dengan dialokasikannya Pagu Anggaran sebesar Rp4.797.700.000 ke Dispora Sumut. Pekerjaannya: Renovasi Lintasan Sircuit Tartan Atletik PPLP Prov Sumut di Jalan Pembangunan, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Pada 14 Maret 2017, ditetapkanlah Drs Sujamrat MM selaku KPA dan PPK terkait pekerjaan tersebut. Dengan mandat ini, dalam proses penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Spesifikasi Teknis, Sujamrat tidak melakukan survey harga, melainkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan Spesifikasi Teknis yang diperoleh dari Deddy Oktavardian ST, selaku Direktur Utama PT. Pajajaran Multicon Indonesia.

“Dua hari kemudian, tepatnya pada 16 Januari 2017, dengan nilai pagu Rp4.300.618.036, Sujamrat menambahkan keuntungan sebesar 13 persen dan pajak sebesar 10 persen. Lantas ia menetapkan HPS sebesar Rp4.781.989.960,” ujar Rony.

Selanjutnya 12 Juni 2017 ditetapkanlah Pokja 051-PK ULP Provsu atas nama Iskandar Usman , untuk melaksanakan proses pemilihan penyedia barang/jasa melalui sistem LPSE Provinsi Sumut. Yang memasukkan penawaran ada 2 perusahaan, yaitu PT. Tamarona Putri Masro dengan nilai Penawaran Rp4 miliar, dan PT. Rian Makmur Jaya dengan nilai penawaran sebesar Rp4.629.496.850.

“PT Rian Makmur Jaya ditetapkan sebagai pemenang. Namun berdasarkan fakta yang ditemukan, seharusnya perusahaan itu gugur dalam evaluasi teknis, karena tidak melampirkan bukti kepemilikan daftar peralatan utama minimal yang dibutuhkan atas pekerjaan tersebut,” ujar Rony.

Pada 27 Juli 2017, ditandatangani Surat Perjanjian (Kontrak) Nomor: 027/573/SP/KPA/SP & K/ Disporasu/2017 dengan nilai Rp4.629.496.850. Yang menandatanganinya adalah Sujamrat MM dan Junaedi selaku Direktur PT Rian Makmur Jaya. Waktu penyelesaian pekerjaan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender, terhitung mulai tanggal 25 Juli 2017 s/d tanggal 25 November 2017.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) tanggal 24 Nopember 2017 yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan Penerimaan Hasil Pekerjaan Konstruksi (PHO) Nomor: 027/006/PPHP/PHO/KPA/SP&K/Disporasu/2017, pekerjaan tersebut dinyatakan 100 persen dan tepat waktu. Pekerjaan dibayarkan lunas ke rekening ke Bank Sumsel Babel Nomor 1443050166 an. PT Rian Makmur Jaya dengan total bersih yang dibayarkan sebesar Rp4.082.374.495,” ungkap Rony.

Berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh, untuk mendapatkan proyek/pekerjaan tersebut ada dugaan pemberian uang sebesar Rp673.381.360 dari Deddy Oktavardia kepada Drs Sujamrat, MM selaku KPA, dan Des Asharisyam selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

“Uang itu diberikan secara bertahap sebagai kesepakatan komitmen imbalan fee 16 persen dari nilai kontrak Rp4.208.633.500 yang sudah PPn 10 persen. Ditemukan fakta bahwa Deddy Oktavardian yang mengerjakan pekerjaan tersebut, sedangkan Junaedi selaku Direktur PT Rian Jaya Makmur hanya menandatangani dokumen,” beber Rony.

Berdasarkan hasil Audit BPKP Perwakilan Provsu pada tanggal 04 Juli 2019, fakta-fakta perbuatan tersebut ditemukan penyimpangan yang mengindikasikan kerugian Keuangan Negara Republik Indonesia sebesar Rp1,5 miliar.

“Dengan hasil audit itu, kami tetapkan Drs Sujamrat MM sebagai tersangka. Dia merupakan pensiunan PNS di Dispora Provsu dengan jabatan terakhir Kabid Sarana Prasarana dan Kemitraan,” ungkap Rony.

Barang bukti yang diamankan yakni Dokumen Pengadaan Nomor DOK.001 / POKJA.051-PK / ULP / Disporasu / 2017, tanggal 16 Juni 2017, Dokumen Penawaran dari PT. Rian Makmur Jaya Nomor: 003/PENAWARAN/RMJ/VI/2017 tanggal 22 Juni 2017, perihal Penawaran Pekerjaan yang ditujukan kepada POKJA 051 PK.

Kemudian Dokumen Kontrak, Surat Perjanjian No. 027/573/SP/KPA/SP&K/DISPORA/2017, tanggal 24 Juli 2018, serta Dokumen Pembayaran dan dokumen lain berkaitan dengan perkara dimaksud. (dvs)

Mayat Pria Berkaus ‘WOI’ Mengapung di Sungai Deli

Fachril Syahputra/Sumut Pos WARGA: Warga berkerumun menonton petugas mengevakuasi mayat pria mengapung di Sungai Deli, Jumat (12/7).
Fachril Syahputra/Sumut Pos
WARGA: Warga berkerumun menonton petugas mengevakuasi mayat pria mengapung di Sungai Deli, Jumat (12/7).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengapung di Sungai Deli, persisnya di bawah jembatan Aloha, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (12/7) pukul 11.30 WIB.

Mayat Mr X tersebut diperkirakan berusia 40, dengan ciri-ciri tinggi badan 165 cm, rambut hitam lurus. Saat ditemukan, mayat mengenakan celana jeans ponggol warna biru dan baju kaos warna hitam dengan tulisan ‘WOI’.

Petugas Polsek Medan Labuhan yang menerima informasi mengevakuasi jenazah pria tersebut dari sungai. Tidak ditemukan tanda kekerasan dari tubuh korban. Selanjutnya mayat dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi.

Kepling setempat, Jalil mengatakan, pria itu diduga tewas di tempat lain dan hanyut hingga ke Medan Belawan. “Sudah saya cek bersama warga, dia bukan orang sini. Tidak ada yang mengenal korban. Bisa jadi dia hanyut dari tempat lain,” ucap Kepling.

Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kematian korban. “Kita belum tahu apakah korban meninggal karena hanyut atau ada unsur pidana. Kita tunggu hasil visum dari rumah sakit. Kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, dapat melapor ke Polsek Medan Labuhan,” ucap Edy Safari. (fac)

Lapak Narkoba Digerebek, Wak Bar Kabur

Teddy Akbari/SUMUT POS DIRINGKUS: Empat orang diringkus aparat Polres Binjai dari lapak narkoba milik Wak Bar di jalan Nuri Binjai, kamis (11/7). Dua di antaranya positif mengonsumsi narkoba.
Teddy Akbari/SUMUT POS
DIRINGKUS: Empat orang diringkus aparat Polres Binjai dari lapak narkoba milik Wak Bar di jalan Nuri Binjai, kamis (11/7). Dua di antaranya positif mengonsumsi narkoba.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lapak narkoba milik Wak Bar (50), di Jalan Nuri, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur digerebek Polres Binjai, Kamis (11/7) petang. Penggerebekan oleh tim gabungan Satreskrim, Satresnarkoba, Satintelkam, Satbinmas, Seksi Proram hingga Satsabhara itu mengundang perhatian masyarakat yang selama ini diduga ikut melindungi lapak dimaksud.

Dari lokasi, polisi meringkus 4 orang. Wak Bar sebagai pemilik lokasi kabur dari sergapan polisi.

Hasil tes urine, 2 orang positif sebagai pengguna narkoba. Yakni Malik (31) warga Jalan Nuri, Gang Brona, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, dan Heri Irawan (31) warga Jalan Ikan Tenggiri Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur.

Dua lainnya negatif, yakni M Nur Tanjung (25) dan Zulkarnain (41) warga Jalan SM Raja, Kelurahan Nangka, Binjai Utara. Keduanya pun dipulangkan kepada keluarga.

Selain mereka, dua kurir yang ditangkap polisi adalah Rahmat Hidayat (31) warga Jalan Hoki dan Lutfi Azmi (36) warga Jalan Nuri, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur. Penggerebekan dipimpin Kasat Reserse Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto.

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, awalnya polisi mendapat informasi bahwa di Jalan Nuri terjadi peredaran narkoba. Bandar bernama Wak Bar diduga menyediakan tempat kepada pembeli untuk menggunakan sabu di pinggiran sungai.

“Atas informasi itu, saya perintahkan Kasat Narkoba melakukan pengecekan informasi dan melakukan tindakan tegas terhadap bandar maupun pengguna narkoba,” ujar Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, Jumat (12/7).

Polisi melakukan penyelidikan selama 3 hari. Hasilnya, Wak Bar menjalankan bisnis narkotikanya cukup rapi. Ia tidak langsung berhubungan dengan pembeli. “Wak Bar pakai pemuda setempat bernama Rahmat Hidayat sebagai kurir Bar,” kata AKP Aris Fianto.

“Penggerebekan diawali dengan melakukan undercover buy kepada Rahmat. Setengah jam kemudian, sabu yang dipesan diberikan oleh Rahmat dan Lutfi. “Saat menyerahkan sabu kepada petugas yang menyamar, keduanya dibekuk,” tambah Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting.

Lokasi pun digerebek. Sayang, Wak Bar berhasil kabur. Polisi melakukan penyisiran hingga ke rumah orang tua Wak Bar. Hasilnya, polisi mendapati barang bukti narkotika jenis sabu.

“Masyarakat sekitar mendukung kegiatan Wak Bar sehingga sulit dilakukan penindakan. Akses jalan keluar masuk di Jalan Nuri juga ada tiga jalur. Juga ada orang kepercayaan juga stand by menjadi mata-mata,” pungkasnya. (ted)

PGN Teken MoU Jual Beli Gas dengan Talisman Sakakemang

Teks foto: Direktur Komersial PGN Danny Praditya dan Vice President TBSV Gregory Holman disaksikan oleh Syarif Maulana dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) saat penandatangan MoU di Jakarta, pada Jumat, 12 Juli 2019.
Direktur Komersial PGN Danny Praditya dan Vice President TBSV Gregory Holman disaksikan oleh Syarif Maulana dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) saat penandatangan MoU di Jakarta, pada Jumat, 12 Juli 2019.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (“PGN”) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) Penjualan dan Pembelian Gas Bumi dengan Talisman Sakakemang B.V. afiliasi dari Repsol Group (“TBSV”), untuk pasokan gas yang berasal dari Wilayah Kerja Sakakemang.

“Penandatanganan ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjamin keberlangsungan pasokan gas bumi ke pelanggan agartetap handal,” kata Direktur Komersial PGN Danny Praditya dalam keterangan tertulis perusahaan, Jumat (12/7).

Penandatanganan MoU dilakukan antara Direktur Komersial PGN Danny Praditya dan Vice President TBSV Gregory Holman disaksikan oleh Syarif Maulana dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) di Jakarta, pada Jumat, 12 Juli 2019.

Menurut Danny, penandatanganan MoU ini juga sekaligus menjadi bentuk dukungan dan komitmen Kementerian ESDM dan SKK Migas serta industri hulu kepada PGN untuk terus memperluas pemanfaatan gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan. Kerjasama ini juga merupakan bentuk sinergi antara industri hulu dalam melakukan pengembangan lapangan dengan industri hilir dalam melakukan pembangunan infrastruktur.

“Dengan adanya jaminan pasokan ini, PGN dapat berkontribusi lebih untuk mendukung daya saing industri dan untuk dapat menyalurkan energi baik secara masif,” ujar Danny.

MOU antara PGN dan TBSV ini akan berlaku sejak 12 Juli 2019 yang akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan Gas Sales Agreement (GSA) oleh para pihak.

“Mengenai besaran pasokan gas bumi, kalau berdasarkan indikasi kebutuhan gas PGN sekitar 400-500 BBTUD dan ramp up mulai tahun 2020/2021” ujar Danny.

Danny juga mengatakan, pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja Sakakemang ini nantinya diharapkan dapat digunakan oleh PGN untuk melayani kebutuhan sektor industri baik skala besar maupun kecil, kelistrikan, komersial, dan rumah tangga.

Danny menambahkan, kerjasama ini juga menjadi bagian dari komitmen PGN sebagai Sub Holding Gas untuk menjalankan peran peningkatan pemanfaatan gas bumi dan perencanaan pengelolaannya secara berkelanjutan.

“Harapan kami, proses kerjasama ini dari awal hingga nantinya penyaluran gas bumi perdana dari Sakakemang dapat berjalan dengan lancar dan semakin meningkatkan ketahanan pasok bagi utilisasi gas bumi domestik,” kata Danny.

PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km dan saat ini mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95% dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat. (rel/ram)

Tingkatkan Mutu Layanan, PLN Sumut Gelar Lomba Yantek bagi Karyawan

ist/Sumut Pos RESMIKAN: Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto (tiga kanan), GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung, GM PLN UIK SBU Bambang Iswanto, GM PLN Kitsum Weddy B Sudirman dan pejabat PLN lainnya meresmikan pembukaa lomba Yantek PLN 2019, Rabu (10/7).
RESMIKAN: Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto (tiga kanan), GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung, GM PLN UIK SBU Bambang Iswanto, GM PLN Kitsum Weddy B Sudirman dan pejabat PLN lainnya meresmikan pembukaa lomba Yantek PLN 2019, Rabu (10/7).
ist/Sumut Pos
RESMIKAN: Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN Wiluyo Kusdwiharto (tiga kanan), GM PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto, GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Padudung, GM PLN UIK SBU Bambang Iswanto, GM PLN Kitsum Weddy B Sudirman dan pejabat PLN lainnya meresmikan pembukaa lomba Yantek PLN 2019, Rabu (10/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut memacu peningkatan kualitas dan mutu kinerja para pekerjanya dengan menggelar lomba pelayanan teknik (Yantek), 10-12 Juli 2019.

Lomba Yantek yang dipusatkan di Gudang Logistik PLN UIW Sumut di Paya Pasir Pasar V Marelan itu, diikuti 168 pegawai PLN dan 62 pegawai Yantek pihak ketiga dari seluruh wilayah kerja PLN UIW Sumut.

Lomba Yantek terdiri dari pembongkaran dan pemasangan kontruksi, penggantian suspension isolator, penggantian fuse cut uut (FSO) dan lightning arrester serta pemasangan kWH meter pelanggan 3 phasa pengukuran tidak langsung.

General Manager PLN UIW Sumut, Feby Joko Priharto, mengatakan pentingnya peran pekerja Yantek, yang merupakan garda terdepan untuk mewujudkan pelayanan yang prima bagi pelanggan, seperti mengatasi terjadinya gangguan maupun keluhan teknis.

“Karenanya kualitas dan mutu kinerja para pekerja Yantek harus terus ditingkatkan,” ujar Feby di sela pembukaan lomba Yantek bertajuk “Pelayanan Teknik Generasi Milenial Untuk Meningkatkan Keandalan Distribusi Menuju PLN Sumut Hebat”, Rabu (10/7).

Feby mengatakan, peningkatan kualitas dan mutu kinerja Yantek, adalah mutlak dilakukan secara berkesinambungan. Hal itu tidak terlepas dari meningkatnya penjualan daya sebesar sebesar 3,6% atau 332.000 MWH di Sumut pada triwulan I tahun 2019, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Jadi lewat lomba Yantek ini, juga untuk mengukur seberapa besar mutu kinerja yang selama ini diberikan kepada pelanggan dan tentunya akan ada evaluasi dan untuk memberikan value-value baru dalam melayani pelanggan,” ujar Feby.

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto, yang membuka lomba Yantek itu mengapresiasi antusiasme para pekerja Yantek PLN Sumut. Dia mendorong pekerja Yantek semangat mengikuti lomba karena aplikasinya penting bagi kepuasan layanan pelanggan.

Disamping itu, Wiluyo Kusdwiharto menilai kompetensi Yantek itu penting supaya kemampuan merespon keluhan pelanggan menjadi semakin membaik dari waktu ke waktu.

Dia juga mengharapkan Kampus Yantek sebagai tempat belajar, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ilmu dan kompetensi serta budaya pelayanan pelanggan yang semakin lebih baik ke depan. (ila/ram)

Pangdam I/BB Resmikan Kantor Jasdam I/BB

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah bersama Kasdam I/BB, Brigjen TNI Hassanudin dan para Asisten Kasdam I/BB dan para PJU Kodam I/BB lainnya, meresmikan gedung baru Jasmani Kodam (Jasdam) I/BB di Jalan Gaperta Medan, Jumat (12/7) pagi.

Dalam sambutannya, Fadhilah terlebih dulu mengucapkan selamat kepada Kepala Jasmani Kodam (Kajasdam) I/BB, Kolonel Inf Agus Supriyanto dan jajaran, atas penempatan gedung baru.”Selamat kepada Jasdam I/BB dan jajarannya atas peresmian gedung baru ini. Semoga, gedung yang baru ini semakin menambah semangat dan motivasi serta inovasi jajaran Jasdam I/BB untuk melakukan pembinaan kepada prajurit, termasuk kepada saya sendiri,” ucap Pangdam.

Dijelaskannya, fungsi Jasdam I/BB bagi prajurit TNI maupun warga masyarakat sipil, sangatlah penting. Karena, Jasdam I/BB sesuai keberadaannya adalah untuk membina kesehatan dan kebugaran. Karena, kesehatan dan kebugaran identik dengan tentara, sehingga banyak nilai-nilai di Jasdam I/BB ini yang bisa difungsionalkan secara optimsl. Salahsatunya terkait rekrutmen calon prajurit TNI.

“Dengan gedung baru dan sarana olahraga yang terintegrasi ini, saya harapkan Kajasdam untuk melakukan hal-hal inovatif dalam hal pembinaan, termasuk atlet-atlet jajaran Kodam I/BB. Karena atlet itu sama dengan tentara, yakni mempertahankan dan meraih prestasi untuk menjadi kebanggaan,” urai Pangdam.

Tak lupa, Pangdam mengingatkan Kajasdam I/BB dan personelnya untuk menghidupkan kembali fungsi Jasdam dalam hal pembinaan fisik dan mental.

Di kesempatan yang sama, Fadhilah juga menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam mengembangkan kantor baru Jasdam I/BB. “Saya apresiasi pihak pengembang, yang dari target enam bulan, ternyata bisa diselesaikan hanya 3,5 bulan saja dengan tanpa mengabaikan kualitas. Kalau pun nanti masih ada kekurangan di sana sini, pihak pengembang masih akan ikut andil untuk merampungkan. Sekali lagi, terima kasih dan rasa hormat saya kepada pengembang,” urainya.

Bagi Fadhillah, selaku Pangdam I/BB ia berharap pembangunan sarana ini adalah kesejahteraan bagi prajurit. “Semisal perumahan dan lainnya. Yang penting harus tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas. Itu yang terpenting,” imbuh Pangdam.

Terakhir, Fadhilah mengingatkan Kajasdam I/BB dan seluruh personilnya untuk merawat fasilitas yang ada agar bisa dipakai dalam jangka waktu lama. “Mudah-mudahan fasilitas ini bisa menambah etos kerja kita semua dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkas abituren Akmil 1988 ini.

Acara peresmian Kantor Baru Jasdam I/BB ini diawali Pangdam dengan olah raga lari bersama dan dilanjutkan bermain tenis lapangan. (dvs/ila)

Usai memberi ucapan selamat dan arahan, Pangdam didampingi Kasdam I/BB memotong tumpeng untuk kemudian diserahkan kepada Kajasdam I/BB, Kolonel Inf Agus Supriyanto. Kemudian Pangdam I/BB memotong pita sebagai tanda diresmikannya penggunaan gedung baru Jasdam I/BB yang selanjutnya dilakukan peninjauan ruangan Jasdam I/BB yang baru selesai dibangun.

Acara peresmian Kantor Baru Jasdam I/BB ini diawali Pangdam dengan olah raga lari bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan bermain tenis lapangan.

Turut hadir dalam acara, antara lain, Kasdam I/BB, Irdam I/BB, Kapok Sahli Pangdam I/BB, para Asisten Kasdam I/BB, Kabalakdam I/BB, Danyon BS dan para Perwira Staf serta personil Jasdam I/BB. (dvs/ila)

Penanganan Banjir Pasang Belum Ada Solusi

BANJIR: Angkutan kota (angkot) saat melintasi genangan banjir rob di Kelurahan Belawan. Banjir rob meluas akibat minimnya daerah resapan air.
BANJIR: Angkutan kota (angkot) saat melintasi genangan banjir rob di Kelurahan Belawan. Banjir rob meluas akibat minimnya daerah resapan air.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan banjir pasang atau rob di wilayah Kecamatan Medan Belawan, Marelan dan Medan Labuhan belum ada solusi. Untuk itu, perlu peninjauan ulang secara teknis untuk mendesain mengatasi dampak banjir rob tersebutn

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution di acara HUT Bhayangkara ke – 73 di Lapangan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Rabu (10/7).

Dijelaskannya, bentuk pantai di Belawan tidak beraturan, secara teknis perlu dilakukan review desain. Karena, dampak rob bukan hanya di Belawan, tapi sudah meluas ke Kecamatan Medan Labuhan dan Marelan.

“Nanti kita bendung si Belawan, malah pasang ini mengalir ke wilayah lain. Ini adalah fenomena alam, inilah yang menjadi persoalannya. Jadi, solusinya belum ada titik temu,” terang Akhyar.

Akhyar mengaku, permasalahan banjir rob sudah dilaporkan Pemko Medan melalui Wali Kota Medan ke Presiden sudah direspon. Hanya saja, secara teknis masih review desain untuk mendapat metode penanganan banjir rob di Belawan.

“Pada tahun 2017 sudah ada diturunkan tim, jadi kita masih menunggu proses kajian, agar penanganan banjir pasang ini dapat solusi,” cetusnya sambil berlalu.

Sementara, Pengamat Lingkungan, Jaya Arjuna menilai, penanganan banjir rob di pesisir Utara Kota Medan tidak perlu dilakukan kajian, tapi solusinya melakukan normalisasi Sungai Deli. Sehingga, luapan banjir rob bisa mengalir ke sungai tersebut.

“Selama ini, Sungai Belawan yang dikerok, itu salah. Harusnya Sungai Deli yang dikerok dari hulu sampai hilir, bukan melakukan kajian, sampai kapan pun pasti tidak ada solusi,” tegasnya.

Dosen USU ini mengatakan, pemerintah daerah tidak perlu melaporkan masalah itu ke Presiden, jangan mempersulit situasi untuk mengatasi masalahnya. Yang jelas, kata Jaya Arjuna, prinsip air akan mengalir dari ketinggian ke rendah dan bila dibendung akan meluap atau memecah benteng tersebut.

“Serahkan ke saya, biar saya kasih solusinya. Tidak perlu lapor Presiden, lihat saja kanal yang dibangun tidak ada gunanya. Begitu juga mengenai banjir, kalau masih mau membuat benteng atau apapaun itu, pasti sia – sia. Yang jelas, masalah kedangkalan Sungai Deli yang jadi masalah selama ini,” tegasnya. (fac/ila)

Balita di Garu IV, Diduga Terjangkit Flu Singapura

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penelusuran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan terkait sejumlah anak terserang Flu Singapura sepertinya tak maksimal. Baru sehari menelusuri, dinas tersebut menghentikan penelusuran dengan alasan tak menemukan kasusnya.Namun, paska dihentikannya penelusuran tersebut ternyata ditemukan lagi balita diduga mengidap penyakit tersebut.

Balita tersebut itu tinggal di Jalan Garu IV Kelurahan Harjosari I, Medan Amplas. Menurut pengakuan orang tuanya, Nina, anaknya yang pertama (4 tahun) dan kedua (1 tahun 2 bulan) didiagnosa dokter terkena virus Flu Singapura. Gejala penyakitnya, dimulai dari demam tinggi beberapa hari dan kemudian muncul bintil di tangan dan kaki.

“Yang pertama kena adalah si bungsu, awalnya demam tinggi selama tiga hari. Terus, muncul ruam dan bintil berair di tangan, lutut serta kaki seperti cacar. Itulah langsung saya bawa berobat ke dokter pada Senin (8/7) malam,” ungkap Nina kepada Sumut Pos, Jumat (12/7).

Setelah membawa anaknya ke praktik dokter umum (dr Ekadianto) di Jalan Brigjen Katamso, Titi Kuning, sambung Nina, anaknya diperiksa dan dicek pada tangan dan kaki. Selain itu, di mulutnya juga dan ternyata ada ruam yang membuat anak bungsunya panas dalam dan susah makan. “Dibilang dokternya kena virus Flu Singapura, virusnya dari udara. Tapi, katanya gak terlalu bahaya namun harus tetap ditangani,” uaku Nina mengulang kata dokter tersebut.

Usai diperiksa dan dicek, lanjut dia, dokter memberikan obat penurun panas, antibiotik serta salep untuk diolesi pada bintil di tubuhnya. “Dokter sempat bilang, coba cari tahu dari internet gejala-gejalanya untuk lebih memastikan. Memang lagi musim, satu hari ini (Senin, 8/7) saya terima lima pasien dengan keluhan yang sama,” ujarnya menirukan ucapan dokter lagi.

Setibanya di rumah dan memberi obat kepada anak keduanya, Nina lantas mencari informasi mengenai virus Flu Singapura di internet. Setelah dicari tahu, ternyata gejalanya sama persis yang diderita anaknya mulai dari demam, rewel dan mudah marah hingga ruam serta bintil di kaki, mulut dan siku. Apalagi, virus ini dikatakan sering menimpa anak usai di bawah 10 tahun dan menular dari air liur.

“Satu hari kemudian, abangnya mengalami gejala yang sama seperti adiknya. Pas mau tidur badan abangnya demam, dan susah menelan. Saya cek mulutnya, ada ruam empat bintik. Selain itu, tangannya di telapak ada bintik berisi cairian seperti cacar. Saya menduga kuat abangnya tertular, karena seingat saya begitu sampai di rumah selesai memberi obat adiknya, ternyata abangnya minum menggunakan cangkir adiknya,” papar Nina.

Lantaran mengalami gejala yang sama dan diduga terserang virus Flu Singapura, Nina kemudian memberikan obat dokter tersebut kepada anak sulungnya. Tak hanya itu, diolesi juga salep.

“Kondisinya sekarang sudah mendingan, adiknya sudah hampir sembuh total, demam turun dan hilang semua bintilnya. Tapi, kalau abangnya belum dan bahkan masih ada ruam di mulutnya. Bintilnya di kaki dan tangan sudah pecah tapi belum sembuh. Sedangkan demamnya sudah turun,” pungkasnya.

Terkait ditemukannya anak yang diduga mengidap Flu Singapura, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Medan, Mutia membantah. Meski sudah dijelaskan gejala-gejalanya dan bahkan foto bintilnya, Mutia tetap bersikukuh bukan terserang Flu Singapura. “Oh itu cacar air, bukan Flu Singapura,” bantahnya ketika dikonfirmasi.

Menurut Mutia, memang gejala yang dialami kedua anak tersebut sama kasusnya dengan Flu Singapura. Akan tetapi, di lidah ada ruam merah bukan dikulit. Disinggung apakah akan dilakukan penelusuran atau tidak, Mutia enggan menjawab secara pasti. “Kalau ada indikasi pastilah, tapi kalau bukan ya tidak (ditelusuri),” ujarnya. (ris/ila)