31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 5195

Dinyatakan Inkrah dalam Kasus Korupsi, 2 ASN Pemko Medan Dipecat

ilustrasi
ilustrasi

Setelah memecat 19 Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemko Medan di tahun ini, akibat tersangkut kasus korupsi, Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan kembali memecat 2 orang ASN lainnya.

“Yang dua ini baru kita ketahui sejak minggu lalu, sudah kita proses sekarang dan segeran

akan diberhentikan dengan tidak hormat,” ucap Kepala BKDPSDM Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Jumat (12/7) saat ditemui di ruang kerjanya.

Muslim menyebutkan, bahwa benar keduanya dipecat karena terbukti secara hukum telah melanggar tindak pidana korupsi. “Iya, dua-duanya sudah inkrah terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Status hukumnya sudah jelas, putusannya sudah ada, makanya kami sudah bisa mengambil tindakan pemberhentian terhadap keduanya,” ujarnya.

Dengan diberhentikannya kedua oknum ASN di jajaran Pemko tersebut, lanjut Muslim, maka Pemko Medan resmi telah memecat 21 ASN nya ditahun ini. “Awalnya kan disebut hanya 16 tapi kami justru menemukan 19 dan sudah memberhentikan yang ke 19 itu. Lalu setelah kami berhentikan yang 19 itu kabarnya ada 7 lagi, tapi ternyata 5 di antaranya justru sudah kami berhentikan karena ternyata yang 5 itu bagian dari 19 yang sudah kami berhentikan. Dan sekarang kami temukan 2 lagi yang sudah inkrah, maka yang 2 ini pun kami berhentikan dan telah kami surati ke pusat,” terangnya.

Adapun 2 orang ASN yang dimaksud, kata Muslim, yakni ARS dan IF. Ditanyai OPD tempat keduanya bertugas di Pemko Medan, Muslim mengatakan tidak mengetahui hal itu. “Kalau OPD nya dimana saya tidak tahu,” katanya. (map/ila)

Bayi Kembar Siam Dempet Perut Dikunjungi Edy-Ijeck, Operasi Pemisahan Direncanakan 23 Juli

Dikunjungi: Bayi kembar siam dempet perut, Adam dan Malik, dikunjungi Gubsu, Edy Rahmayadi dan Wagubsu, Musa Rajekshah (Ijeck) di RSU H Adam Malik Medan, Jumat (12/7), kemarin. Rencananya, tim medis akan melakukan operasi pemisahan pada 23 Juli mendatang.
Dikunjungi:
Bayi kembar siam dempet perut, Adam dan Malik, dikunjungi Gubsu, Edy Rahmayadi dan Wagubsu, Musa Rajekshah (Ijeck) di RSU H Adam Malik Medan, Jumat (12/7), kemarin. Rencananya, tim medis akan melakukan operasi pemisahan pada 23 Juli mendatang.
Dikunjungi: Bayi kembar siam dempet perut, Adam dan Malik, dikunjungi Gubsu, Edy Rahmayadi dan Wagubsu, Musa Rajekshah (Ijeck) di RSU H Adam Malik Medan, Jumat (12/7), kemarin. Rencananya, tim medis akan melakukan operasi pemisahan pada 23 Juli mendatang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Adam dan Malik, bayi kembar siam dempet perut, dikunjungi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi bersama Wakil Gubsu (Wagubsu), Musa Rajekshah alias Ijeck, Jumat (12/7)n

Kunjungan yang dilakukan secara dadakan kedua pejabat tersebut guna melihat kondisinya.

Edy-Ijeck pun langsung masuk ke Gedung Paviliun Lantai III bagian anak untuk melihat langsung anak dari pasangan Juliadi Silitonga (29) dan Nurida Sihombing (25), warga Desa Manalu Purba, Parmonangan, Tapanuli Utara. “Kapan mau dioperasi? Apa yang ditunggu sehingga proses operasi belum dijalankan,” tanya Edy kepada tim medis yang menangani pasien.

Kata Edy, penanganan terhadap pasien harus segera dilakukan jika memang sudah waktunya. Pun begitu, memang ada pertimbangan medis dari dokter karena sesuatu hal guna memastikan seluruh kesiapan telah dilakukan. Mulai dari hal teknis hingga pemeriksaan kondisi pasien. “Kalau memang sudah begitu, ya kita serahkan ke dokternya. Saya berdoa semoga keduanya selamat, sampai jadi orang hebat,” harap Edy.

Sementara, Prof Guslihan Dasa Tjipta yang memimpin tim dokter penanganan Adam dan Malik mengatakan, kondisi kedua bayi sangat baik. Karena itu, pihaknya merencanakan proses operasi pemisahan kedua bayi kembar siam yang lahir 22 November 2018 lalu itu pada 23 Juli mendatang.

Hanya saja, akunya, ada pemeriksaan ulang guna memastikan scanning dari tempat penyatuan. “Mudah-mudahan tidak ada (masalah), hanya kita mau lihat tingkat penyatuannya itu lagi. Kan sudah 7 bulan lebih kita rawat dia ini, dan kita lihat gizinya baik,” katanya.

Tak jauh beda disampaikan Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, untuk operasi pemisahan tubuh bayi sudah dibentuk tim medis. Tim yang dibentuk melibatkan banyak bagian, mulai dari dokter anak, dokter bedah anak, radiologi, jantung dan lain sebagainya. “Tim sebenarnya sudah beberapa kali rapat untuk penanganannya, akan tetapi memang saat ini masih persiapan memenuhi sarana dan prasarana,” ujar Rosa.

Menurut Rosa, meski saat ini kondisi Adam dan Malik dalam keadaan sehat, namun tetap harus ada analisis risiko. Hal ini untuk mengantisipasi banyak kemungkinan. Namun begitu, sambungnya, tim dokter optimis dengan operasi yang akan dilakukan terhadap Adam dan Malik. Sebab, berdasarkan pengalaman tahun 2017, tim dokter juga sudah berhasil memisahkan bayi kembar siam dempet yaitu Sahira dan Fahira namun mengalami kelainan pada jantung.

“Sampai sekarang kondisinya (Sahira dan Fahira) sehat dan operasi berhasil. Kini, usianya sudah dua tahun. Nah, untuk Adam dan Malik tidak sesulit itu karena kondisinya sehat,” katanya sembari menambahkan, Senin (15/7) dijadwalkan akan dilakukan temu pers terkait rencana operasi pemisahan ini. (ris/ila)

Jumlah Wisman ke Kota Medan Kian Merosot, Kadispar Harus Evaluasi

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS WISMAN: Wisawatan mancanegara (wisman) berjalan di depan stasiun kereta api Jalan Stasiun Medan, beberapa waktu lalu.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
WISMAN: Wisawatan mancanegara (wisman) berjalan di depan stasiun kereta api Jalan Stasiun Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Merosotnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Medan dari tahun ke tahun mulai disikapi berbagai pihak. Begitupun dari komisi I DPRD Medan yang meminta Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Medan agar dievaluasin

Anggota komisi I DPRD Medan dari fraksi PKS, M Nasir menilai, merosotnya jumlah Wisman yang masuk ke kota Medan merupakan bentuk lemahnya kinerja Dinas Pariwisata Kota Medan. “Ini menandakan, Dinas Pariwisata kota Medan tidak agresif dalam mempromosikan Kota Medan ke mancanegara. Ya ini harus dievaluasi,” tegas M Nasir.

Menurut M Nasir, wisman yang datang ke Kota Medan hanya sedikit, itupun hanya negara sekitar seperti Malaysia ataupun Brunei Darussalam. Sedangkan untuk wisman dari luar benua seperti Eropa justru lebih memilih ke Bali. Kalaupun ke Sumatera Utara, tak terlalu banyak yang ke Medan. Dan kalaupun ke Medan, hanya sekadar tempat persinggahan bukan salah satu destinasi utama yang dituju.

Maka dari itu, kata Nasir, harusnya Dinas Pariwisata Kota Medan bisa lebih konsen dan gencar serta pro aktif dalam melakukan promosi – promosi ke mancanegara agar Kota Medan dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas. “Kadispar dan jajarannya harus pro aktif dalam mempromosikan Kota Medan ke mancanegara, khususnya mempromosikan aspek kebudayaan yang begitu menarik dikota Medan,” ujarnya.

Begitupun dengan aspek-aspek lain, lanjut Nasir, seharusnya Dinas Pariwisata juga dapat mempromosikan wisata kuliner di Kota Medan yang begitu beragam dengan harga yang terjangkau. “Kurang apa enaknya kuliner-kuliner di Kota Medan? Semua ada di sini. Lengkap, lezat dan harganya pun masih bisa dijangkau. Maka dari itu, Dinas Pariwisata juga harus sering melakukan event-event yang ‘berbobot’, terarah dan yang paling penting adalah berkesinambungan,” jelasnya.

Dilanjutkan Nasir, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin juga seharusnya dapat menempatkan orang-orang yang tepat pada pos-pos yang tepat. Menurutnya, ada begitu banyak OPD di Pemko Medan yang tidak diisi oleh orang-orang yang berkompeten pada bidangnya atau lebih tepatnya tidak menempatkan orang yang seharusnya pada OPD tersebut.

“Jadi saya bukan cuma bicara Dinas Pariwisata, tapi semua OPD yang ada di Pemko Medan. Begitu banyak OPD dikota Medan yang tidak diisi oleh orang-orang yang tepat. Tepat dalam artian orang yang berkompeten,” tegasnya.

Untuk itu, kata Nasir, seharusnya Wali Kota kembali mengevaluasi seluruh jajarannya yang tidak bekerja secara maksimal atau tidak memberikan kontribusi secara maksimal di OPD nya masing-masing. “Kalau tidak tepat orangnya ya evaluasi lah. Kalau setelah evaluasi hasilnya memang harus berganti pimpinan ya lakukan lah,” ujarnya.

Seperti diketahui, jumlah Wisman ke Kota Medan semakin merosot dari tahun ke tahun. Berdasarkan data yang diperoleh Sumut Pos, pada Caturwulan pertama (Januari – April) 2018 yang lalu jumlah Wisman yang masuk ke kota Medan mencapai angka 77.522 pengunjung sedangkan pada Caturwulan pertama 2019 hanya mencapai angka 67.560 pengunjung atau turun hampir 10.000 pengunjung atau tepatnya 9962 pengunjung. (map/ila)

Hiburan Malam ‘Night Party’ di Medan Club, MUI Minta Dibatalkan

sumut pos Medan Club: Suasana di luar gedung Medan Club. Di dalam gedung ini akan dibangun tempat hiburan malam, Night Party.
sumut pos
Medan Club: Suasana di luar gedung Medan Club. Di dalam gedung ini akan dibangun tempat hiburan malam, Night Party.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan meminta agar pihak Medan Club dapat mengurungkan niatnya atau membatalkan pembangunan dan pengoperasian Night Party.

Ketua MUI Kota Medan, M Hatta mengatakan, jika memang dibangun tempat hiburan malam di lokasi tersebut, pihaknya meminta agar pengelola mau mengurungkan niatnya itu sebagai bentuk toleransi umat beragaman

“Sejujurnya memang kita juga belum bisa pastikan apakah itu memang tempat hiburan malam atau tidak, karena kami juga belum mendengar langsung dari pihak mereka bahwa Night Party itu memang untuk tempat hiburan malam,” ujar Hatta.

Hatta pun mengapresiasi pihak DPMPTSP Medan yang belum memberikan izin kepada pihak Night Party. “Kalau memang mereka belum diberikan izin, tentu kita apresiasi pihak perizinan yang belum memberikan izin itu dan kami harapkan memang jangan diberi izin kalau memang untuk hiburan malam,” ujarnya.

Alasannya, kata Hatta, hal itu sama sekali tidak mencerminkan toleransi antar umat beragama. “Kan jelas, tidak boleh ada tempat hiburan malam seperti itu bila lokasinya berdekatan dengan rumah ibadah,” tuturnya.

Namun pihaknya tidak pernah keberatan apabila Night Party hanya merupakan restoran pada umumnya seperti halnya aktivitas Medan Club selama ini. “Tapi kalau cuma restoran atau tempat pertemuan dan perhelatan acara seperti yang memang dilakukan Medan Club selama ini, ya tentu kami tidak pernah keberatan,” terangnya.

Menanggapi hal itu, anggota komisi III DPRD Medan, Asmui Lubis menyebutkan bahwa pihaknya tidak mau langsung menuding bahwa Night Party itu adalah lokasi yang akan dijadikan tempat hiburan malam. “Karena kami juga belum dapat kepastian bahwa itu memang tempat hiburan malam,” ucap Politisi dari PKS itu.

Asmui juga mengharapkan agar pihak Medan Club segera mengurungkan niatnya apabila benar tujuan pembangunan Night Party merupakan tempat hiburan malam.

“Ini tugas Pemko Medan, mereka harus pastikan untuk apa pembangunan Night Party itu sebenarnya. Kalau memang bukan untuk tempat hiburan malam, ya sudah. Tapi kalau ternyata benar untuk tempat hiburan malam, segara tindak tegas itu. Jangan sampai masyarakat yang turun tangan, malu nanti Pemko Medan kalau dinilai tak sanggup menyelesaikan masalah seperti ini,” tandasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya BKM Agung Medan melalui Relawan Perempuan Pembangunan Masjid Agung (RPPMAS) telah menegaskan penolakan terhadap pembangunan gedung Night Party di areal Medan Club. Penegasan ini disampaikan Ketua RPPMAS, dr Hj Sonda Sari Batubara kepada wartawan, Rabu (3/7). Mereka menyebutkan bahwa pembangunan hiburan malam itu bisa meresahkan serta mengganggu kenyamanan masyarakat serta jamaah Masjid Agung Medan dan Musala Al-Raudhoh.

Sebelumnya, Badan Kenaziran Masjid (BKM) Agung Sumatera Utara juga telah melayangkan surat resmi No. 11/BKM-AM/K/IV/2019 tertanggal 29 April kepada pihak Medan Club. Hal itu untuk menghindari kesalahpahaman informasi yang beredar, BKM Agung memohon klarifikasi secara tertulis kepada pengurus Medan Club berkaitan dengan informasi atas dugaan bangunan hiburan malam/night party yang disebut-sebut telah memiliki izin

Pada surat itu disebutkan, BKM Agung mempertanyakan perihal kebenaran informasi yang beredar tentang perizinan yang telah dikantongi oleh pihak Night Party Club. Sebab, dari informasi yang beredar, BKM Agung mempertanyakan kepada pihak instansi terkait apakah benar adanya bangunan yang bertempat di Medan Club sudah memiliki perizinan seperti HO, IMB, SIUP dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) serta beberapa surat perizinan lainya. (map/ila)

Eddy Keleng: Pemerintah akan Beli Kopi Petani

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS. BIBIT KOPI:Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kadis Pertanian, Herlina Tobing di sela-sela penanaman perdana bibit kopi bantuan di Dusun Tambunan, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
BIBIT KOPI:Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kadis Pertanian, Herlina Tobing di sela-sela penanaman perdana bibit kopi bantuan di Dusun Tambunan, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menegaskan, bibit kopi bantuan Pemkab sudah siap dibagikan kepada anggota kelompok tani guna melengkapi bantuan yang sebelumnya sudah dibagikan, yakni pohon pelindung dan pupuk organik.

Hal itu disampaikan Bupati Dairi di sela-sela melakukan tanam perdana bibit kopi bantuan di Poktan Sada Arihta, Dusun 2 Tambunan, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Rabu (10/7).

Bupati Eddy Berutu didampingi Kepala Dinas Pertanian, Herlina Tobing, Camat Sidikalang Agel Siregar serta para PPL Pertanian.

Eddy mengatakan, bibit kopi bantuan tersebut harus dipastikan sampai kepada petani dan ditanam. “Pemkab Dairi akan terus memantau perkembangan bantuan itu hingga panen, dan akan membeli kopi hasil petani,”kata Eddy Keleng Ate.

Pada kesempatan itu, Eddy Keleng Ate juga menginstruksikan agar PPL terus melakukan pendampingan dan mengedukasi petani supaya mendapat hasil produksi yang bagus. “Saya berharap apa yang kita lakukan ini berhasil”ucapnya.

Bupati Dairi juga mengajak petani untuk bangkitkan serta semangat mengelola pertaniannya, sehingga ada sinergitas dalam mempercepat pembangunan dan upaya peningkatakan kesejahteraan.

Kepala Dinas Pertanian, Herlina Tobing menyampaikan, tanam perdana bibit kopi yang dilaksanakan merupakan bagian program kerja 100 hari Pemkab Dairi Agri Unggul untuk mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang. (mag-10/han)

DKP Sumut Sosialisasikan Perda Zonasi Pulau Kecil

Ilustrasi
Ilustrasi perda

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Utara mulai menyosialisasikan peraturan daerah (Perda) zonasi pulau-pulau kecil ke kabupaten dan kota.

“Penyusunan rencana zonasi tersebut merupakan amanat dari tiga Undang-undang yaitu UU 27/2007 jo UU No. 1/2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, UU No.23/2014 tentang Pemerintah Daerah dan UU No.32/2014 tentang Kelautan,” kata Kepala DKP Sumut, Mulyadi Simatupang pada acara sosialisasi Perda No.4/2019 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, di aula Kantor Bupati Tapanuli Tengah, Rabu (10/7).

Dikatakannya, tanpa instrumen, arahan dan pengaturan pemanfaatan sumber daya di pesisir dan pulau-pulau kecil yang jelas, tentunya konflik pemanfaatan sumber daya akan terus dihadapi. Bahkan akibatnya, degradasi kualitas lingkungan, ketidakpastian lokasi investasi dan konflik antar pemangku kepentingan akan sulit untuk diatasi.

“Atas dasar itulah, pemerintah provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan beserta instansi terkait baik pemerintah pusat, daerah, DPRD Sumut telah berupaya sehingga lahirnya Perda No.4 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) tersebut,” terangnya.

Hadir pada acara Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, perwakilan DPRD Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, kepala OPD terkait, Lantamal Sibolga, dan perwakilan organisasi masyarakat.

Sebagaimana diketahui, Provinsi Sumut memiliki perairan seluas 110.000,54 km2, panjang pantai 1.300 km2, dengan wilayah pesisir yang terletak disebelah barat menghadap langsung ke Samudera Hindia, dengan panjang garis pantai lebih dari 755 km2. Dan di sebelah timur, menghadap Selat Malaka dengan panjang garis pantai 545 km2.

Terdapat 206 pulau yang terdiri dari 204 pulau kecil dan dua pulau besar. Terdapat 197 pulau- pulau kecil berada di wilayah pesisir dan pulau kecil, tiga pulau diantaranya merupakan pulau terkecil terluar yaitu Berhala, Pulau Simuk, dan Pulau Wunga. Sedangkan tujuh pulau kecil berada diwilayah barat Provinsi Sumut.

Diwilayah pantai timur ada Pulau Berhala, sebagai pulau terluar yang berbatasan dengan Selat Malaka, sedangkan Pulau Wunga dan Pulau Simuk sebagai pulau terluar diwilayah pantai barat. Dengan potensi geografis tersebut, Provinsi Sumut memiliki potensi sumber daya baik sumber daya hayati, non hayati maupun sumber daya buatan yang sangat besar.(prn/han)

Bupati Dairi Minta Dukungan BI Sumut Penguatan Modal Petani

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS SALAMAN: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu bersalaman dengan Direktur BI cabang Sumut, Andi Wijaya saat berkunjung ke Kabupaten itu.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SALAMAN: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu bersalaman dengan Direktur BI cabang Sumut, Andi Wijaya saat berkunjung ke Kabupaten itu.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Direktur Bank Indonesia (BI) cabang Sumatera Utara, Andi Wijaya berkunjung ke Kabupaten Dairi.

Rombongan disambut Bupati, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Bank Sumut Sidikalang, Efendi Karo-Karo, Kamis (11/7).

Plt Kabag Humas Pemkab Dairi, Palti Pandiangan kepada wartawan di Sidikalang, mengatakan, Bupati Eddy Keleng Berutu menyampaikan sejumlah hal penting untuk mendukung pembangunan.

Salah satunya dalam peluncuran kartu tani untuk membantu para petani mendapatkan sarana produksi (Saprodi) dan penguatan modal.

Dimana lanjut Palti, dalam menyukseskan program dimaksud, Pemkab Dairi menggandeng Perbankan seperti Bank BNI.

Bupati juga berharap kepada BI untuk membantu BUMDES. “Untuk itulah, pertemuan Pemkab Dairi dengan Direktur BI cabang Sumut ini sangat penting guna mendorong pihak perbankan membantu setiap program diluncurkan Pemkab Dairi,”terang Palti.

Sementara Direktur BI cabang Sumut, Andi Wijaya menyambut baik usulan yang disampaikan Bupati Dairi terkait dukungan perbankan untuk menyukseskan setiap program yang dicanangkan. “Sinergitas perbankan dengan Pemda harus berjalan baik karena keduanya sangat membutuhkan,” ucap Andi Wijaya. (mag-10/han)

OTT Pungli Insentif Pemungut Pajak, Bendahara BPKD Siantar jadi Tersangka

OTT-Ilustrasi
OTT-Ilustrasi

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Penyidik Unit Tipikor Poldasu akhirnya menetapkan Erni Zendrato selaku Bendahara Pengeluaran di Badan Pegelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pemko Pematangsiantar, atas kasus pungli insentif pemungut pajak.

Direskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana Putra mengatakan, sedangkan Tangi MD Lumbang Tobing selaku honorer BPKD dan Lidia Ningsih selaku staf Bidang Pendapatan 2 BPKD masih sebagai saksi dari Erni Zendrato.

“Mereka menjadi saksi si tersangka. Tidak tertutup kemungkinan bisa jadi tersangka, cuma kan tahapannya masih dalam proses penyidikan,”ungkap Rony kepada Sumut Pos, Jumat (12/7).

Sedangkan untuk 13 pegawai lainnya akan dipulang setelah menjalani pemeriksaan. Rencananya, kata Ronny, mereka yang menjadi saksi dalam kasus ini akan dipulangkan setelah 1×24 jam diambil keterangannya oleh penyidik Tipikor Polda Sumut

“Iya nanti akan kita pulangkan setelah selesai diambil keterangannya. Untuk saat ini baru 1 tersangka saja yang telah ditetapkan,” ujar Rony.

Masih dikatakan Rony, modus operandi yang dilakukan oleh tersangka Erni Zendrato adalah dengan cara memotong insentif dari sejumlah petugas pemungut pajak di BPKAD.

“Harusnya kan sesuai aturannya, insentif itu diberikan kepada pemungut pajak sepenuhnya. Tapi insentif itu malah dipotong oleh bendahara pengeluaran,”terangnya.

Diduga, modus pemotongan insentif pekerja pemungut pajak itu sudah berlangsung lama.

Pun begitu, mantan Kabidkum Polda Sumut ini enggan berandai-andai dan menjawab pihaknya bekerja sesuai bukti-bukti yang ada. “Ya kalau semua tindak pidana, pasti pelaku yang ditanya akan mengakuinya baru kali itu. Tapi saya curiga ini bukan kali ini terjadi, saya menduga sudah terjadi beberapa kali,”tandasnya.

Ketika disinggung apakah Kepala BPKD Pematangsiantar terlibat dalam aksi pungli tersebut?

“Ya kalau ada bukti-buktinya bisa saja. Kalau memang baru sekali pungli, bisa jadi belum ada aliran ke atas. Tapi kalau sudah berulangkali tidak mungkin tidak mengalir ke atas. Nantilah kita periksa kepalanya, kebetulan dia sedang di Jakarta,” pungkasnya mengakhiri.

Sebelumnya diberitakan, Unit Tipikor Poldasu melakukan OTT pungutan liar (pungli) atas pemotongan pemberian uang insentif pemungutan pajak daerah milik pegawai BPKD Kota Pematang Siantar senilai 15 persen dari uang yang diterima triwulan II tahun 2019.

Dari OTT tersebut, diamankan barang bukti uang sebesar Rp186 juta. (dvs/han)

Satpol PP Amankan 11 Orang dari Kos-kosan

Tangkap-Ilustrasi
Tangkap-Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO -Personel Satpol PP Kota Binjai mengamankan 11 orang dari kos-kosan di Jalan Danau Poso, Lingkungan VI, Kelurahan Sumber Karya, Binjai Timur, Jumat (12/7).

Sedikitnya, 11 orang dibawa ke Mako Satpol PP karena diduga akan melakukan mesum.

Kasatpol PP Kota Binjai, Sugiono menyatakan, razia dilakukan atas informasi masyarakat atas aktivitas di dalam kos-kosan tersebut.

Dari 11 0rang yang diamankan, 6 berjenis kelamin wanita dan 5 pria. Ironisnya, dua di antara mereka masih berstatus pelajar. “Kami memang sengaja melakukan razia pada pagi hari, agar dapat terjaring. Kalau malam, mereka sudah berkeliaran,” kata Sugiono.

Mereka yang diangkut, lanjut Sugiono, dilakukan pendataan. Dan hanya tiga orang saja yang mengantongi identitas diri.

“Selain pendataan, mereka juga diberikan peringatan secara tertulis dengan membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,”kata Sugiono.

“Orang tua mereka nanti juga akan diundang,”sambungnya.

Kepada pemilik kos, Sugiono menyarankan agar meminta identitas anak kosnya. “Apakah bekerja atau kuliah. Kalau yang sewa rumah berpasangan, cari tahu statusnya. Apakah suami istri atau tidak,” pungkasnya. (ted/han)

Bekancan Kreatif Ubah Akar Kayu jadi Meja

bambang/sumut pos Mengukir: Kolen Ginting saat mengukir akar kayu yang akan dijadikan sebuah meja.
Bambang/sumut pos
Mengukir: Kolen Ginting saat mengukir akar kayu yang akan dijadikan sebuah meja.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Akar kayu secara umum tidak dapat difungsikan, dan dianggap tidak bernilai ekonomis. Namun ditangan Bekancan Kreatif, akar kayu tersebut menjadi sumber penghasilan dan sebuah karya yang luar biasa.

Dengan memiliki jiwa seni yang tinggi, Bekancan Kreatif di Jalan Telaga-Tanah Karo, Dusun Pamah Semelir, Desa Telaga, Kabupaten Langkat, dikelola Kolen Ginting sekitar dua tahun. Kolen yang ditemui di lokasi usahanya mengatakan, akar kayu yang dijadikan kursi dan meja diambil dari pohon yang sudah tumbang atau akar yang sudah bertahun terpendam.

“Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 1 bulan, mulai dari pengambilan akar hingga pembuatannya seperti pembakaran, penghalusan dan pengecatan”, kata Kolen Ginting.

Untuk para pekerjanya, Bekancan Kreatif memanfaatkan pemuda setempat yang memiliki kemauan dan kreatifitas yang tinggi.

“Untuk meja dijual seharga Rp8 jutaan, kursi seharga Rp10 jutaan, tergantung motif dan tingkat kesulitan membuat mebel tersebut,”terang Kolen, sembari mengaku untuk modal Bekancan Kreatif menggunakan dana sendiri.

Kolen pun berharap, agar Pemkab Langkat memperhatikan masyarakat yang memiliki usaha kecil menengah. Sehingga masyarakat Langkat bisa mandiri dengan usaha yang dibangun.

“Sampai sekarang belum ada bantuan Pemkab. Ini salah satu usaha kita mendukung kemajuan pariwisata yang ada di Desa Telaga. Karena ada juga masyarakat yang sengaja datang untuk melihat meja dan kursi yang kami buat,” imbuhnya. (bam)