AKSI: Massa Ormas
Islam menggelar aksi di Mapolres Binjai.
AKSI: Massa Ormas
Islam menggelar aksi di Mapolres Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Puluhan massa dari presidium ormas dan komunitas Islam menggelar aksi di depan Mapolres dan Balai Kota Binjai, Senin (8/7). Mereka mendesak agar aparat penegak hukum mengungkap otak pelaku atau dalang pembakaran karpet pada dua masjid terpisah, beberapa waktu lalu.
SELAIN itu, Polres Binjai diminta untuk menindaklanjuti oknum honorer di lingkungan Pemko Binjai, Ferry Regar yang telah dilaporkan sesuai Laporan Polisi Nomor 07/I/2019 SPKT-A/Res Binjai.
Ia ditengarai melakukan ujaran kebencian suku, agama dan ras di media sosial (medsos) facebook. Cuitannya di medsos acap kali menggiring opini yang dapat merusak kedamaian di Kota Rambutan.
“Buktikan komitmen Polri untuk menunjukkan yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar,” kata Orator Aksi sekaligus Ketua DMI Binjai, Irhamuddin Siregar.
Pandangan senada juga diungkapkan Maruli Malau. “Kami berharap Polres Binjai tanggap. Segera proses kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oknum tenaga honorer Pemko Binjai,” katanya.
Puluhan massa diterima Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif dan sejumlah pejabat utama lainnya. Menurut Wirhan, aspirasi yang disampaikan massa akan diproses. Proses penyidikannya sudah masuk tahap SP2P.
“Kami harus berhati-hati dalam ambil langkah hukum yang tepat. Sebab, keadilan itu sifatnya relatif, sesuai fakta-fakta. Polres Binjai tidak ada pilih kasih. Penanganan hukum butuh proses,” tandasnya.(ted/ala)
Istimewa
PINCANG: Kedua perampok pincang usai kakinya ditembak personel Pegasus Polsek Medan Barat, Senin (8/7).
Istimewa
PINCANG: Kedua perampok pincang usai kakinya ditembak personel Pegasus Polsek Medan Barat, Senin (8/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua penjambret di Jalan Adam Malik, Medan Barat terkapar setelah ditembak kakinya oleh personel Polsek Medan Barat. Dalam proses penangkapan, sempat terjadi kejar-kejaran.
Keduanya masing-masing, M Fiqri Munzir (34) warga Jalan Bakti Luhur, Medan Helvetia dan Bagas Rakasiwi Surbakti (23) warga Jalan Cengal, Medan Petisah.
Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Herison Manullang mengatakan, keduanya ditangkap setelah merampas ponsel Samsung Galaxy J8 warna ungu milik Fairuz Zahirah Siregar (19) warga Jalan Bambu IV, Kelurahan Durian, Medan Timur.
“Kejadian pada Jumat (5/8) lalu, sekitar pukul 11.15 WIB. Saat itu korban sedang melintas di Jalan Adam Malik menggunakan sepeda motor,” tutur Manullang, Senin (8/7)
Sewaktu sampai di simpang Jalan Makmur, tiba-tiba dua pelaku yang berbonceng mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 3414 AIJ warna hitam mendekati korban dari sebelah kiri.
“Pelaku yang dibonceng kemudian merampas 1 unit handphone milik korban yang disimpan di dashboard sebelah kiri sepeda motor korban. Setelah itu, pelaku tancap gas ke arah Tugu Adipura Jalan T Amir Hamzah,” ungkap Manullang.
Korban yang tak terima barang berharganya diambil paksa, langsung berteriak jambret. Bahkan, korban berteriak sambil mengejar kedua pelaku. “Korban mengejar pelaku sambil berteriak, rampok baju orange,” terangnya.
Beruntung, saat kejadian personel Polsek Medan Barat yang sedang melakukan patroli di seputaran Jalan Adam Malik mendengar teriakan korban. Personel juga melihat kedua pelaku kabur menuju arah simpang Glugur.
Setelah sampai di Jalan Adam Malik, pelaku kembali tancap gas. Namun, personel terus mengejar dan berhasil menangkap pelaku di Jalan Adam Malik. “Sewaktu dilakukan pengembangan, para pelaku melawan petugas dan berusaha melarikan diri. Petugas sempat memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan pelaku. Terpaksa kita tembak kakinya,” pungkasnya.(ris/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Di pekan ke-4, PSMS Medan kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Liga 2 2019. Setelah berhasil membungkam Perserang Serang, Banten dengan skor 3-2 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (6/7) lalu, Ayam Kinantan telah mengoleksi 9 angka, hasil dari 3 kali menang dan satu kali kalah.
Namun, Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning, mengaku belum puas dengan hasil tersebut. Pasalnya, gawang PSMS masih terus mengalami kebobolan (2 gol). Tentunya, masalah ini tak terlepas dari masih lemahnya koordinasi lini pertahanan PSMS.
Gurning mengaku, lini pertahanan memang belum padu. Mohammadou Al Hadji yang dipercaya sebagai pengatur ritme pertahanan, dinilai masih kerap lalai. Alhasil, lawan kerap dengan mudah menerobos pertahanan PSMS yang tak fokus.
“Sebelum laga juga sudah saya wanti-wanti, hati-hati di menit-menit awal. Tapi, lagi-lagi terjadi gol cepat. Ketika itu terjadi, koordinasi di bawah memang sangat kurang baik, termasuk Al Hadji. Dia ini hanya memerintah orang, tapi dia juga sering lalai. Inilah penyakitnya, pantang bagus sedikit dapat pujian, akhirnya disiplin posisinya berkurang,” beber Gurning, Minggu (7/7).
Menurut Gurning, Al Hadji selalu menyalahkan rekannya ketika kehilangan bola. Kemarahannya juga sering memicu emosi pemain lain. Karena tak nyaman dengan sikap Al Hadji yang marah-marah di lapangan. Sementara Gurning berharap, dia mampu menenangkan rekan-rekannya dan berkomunikasi dengan baik, saat melakukan kesalahan. “Al Hadji ini payah orangnya. Dia bawaanya mau marah saja. Bisa lihat sendiri di lapangan. Temannya saja sendiri bisa terbawa emosi. Makanya ke depan, kami akan komunikasi dengan dia biar lebih bagus,” pungkasnya.
Dari 4 laga yang sudah dilakoni, PSMS sudah kebobolah 5 gol. PSMS baru satu kali mengalami clean sheet, saat bertandang ke markas Persibat Batang. (bbs/saz)
sutan Siregar/sumut pos
LEWATI:
Pemain PSMS Medan Ilham Fathoni, berusaha melewati kawalan pemain Perserang Serang, Banten, pada lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
Sutan Siregar/sumut pos LEWATI: Pemain PSMS Medan Ilham Fathoni, berusaha melewati kawalan pemain Perserang Serang, Banten, pada lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bentrok dengan Perserang Serang, Banten, Sabtu (6/7) lalu, PSMS Medan berhasil menang tipis 3-2 di Stadion Teladan Medan. Pada laga itu, Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, dengan cerdik mengubah komposisi pemain dengan merotasi sejumlah penggawa Ayam Kinantan. Alhasil, kemenangan pun diraih. Gurning juga mewanti-wanti seluruh anak asuhnya agar tetap siap, karena dia masih bakal terus melakukan rotasi.
Pemain yang dirotasi Gurning sedikitnya ada 5 penggawa, termasuk membangkucadangkan Aldino Herdianto dan Mamadou Lamarana Diallo, tanpa diberi menit bermain.
Di bagian kanan lini pertahanan, Gurning menurunkan Wira Satria, yang sejatinya berposisi sebagai stoper. Pada lini pertahanan bagian kiri, dia menurutnkan Yudha Rizky, yang notabene adalah seorang gelandang.
Lini serang, Gurning mempercayakan duet Ilham Fathoni dan Natanael Siringoringo, karena memang tak menurunkan Aldino dan Diallo pada pertandingan tersebut.
Saat didesak, apakah bakal mempertahankan strategi tersebut untuk laga-laga selanjutnya, Gurning belum bisa memastikan. Seperti diketahui, pada lanjutan Liga 2 2019, PSMS bakal bertandang ke markas PSCS Cilacap, 13 Juli mendatang.
“Dari awal saya sudah tekankan kepada semua pemain, harus siap siapapun yang diturunkan. Umpamanya nanti ada yang tidak dibawa ke Cilapap, harus tetap latihan. Karena kami akan lakukan rotasi terus terhadap pemain. Mana yang paling siap, nanti akan kami lihat lagi,” ungkap Gurning, Minggu (7/7).
Gurning mengaku, rotasi pemain yang dia lakukan termasuk satu kunci kemenangan bagi skuad PSMS. Namun, tak semua rotasi yang diterapkan membuahkan hasil positif. Masih ada kesalahan yang dilakukan pemain sepanjang laga. “Memang tidak semua yang saya rotasi itu bagus. Terutama di bek kiri, Yudha. Mau tak mau, saya harus menurunkannya, karena kami tidak punya bek kiri lagi. Sementara Syaiful belum bisa masuk starting eleven kami, karena masih terkena sanksi larangan bermain. Tapi di pertandingan selanjutnya, dia (Syaiful) sudah bisa diturunkan,” bebernya.
Sementara itu, gelandang serang PSMS, Ilham Fathoni yang mencetak satu gol pada laga kontra Perserang, mengaku sangat senang. “Kami sangat bersyukur dengan kemenangan kemarin. Ini semua berkat kerja keras kami, yang memang sudah menanamkan target kemenangan adalah harga mati saat laga kandang,” ujarnya, Minggu (7/7).
Dengan koleksi 3 gol (2 gol lawan PSPS Riau), Ilham kini menjadi top scorer sementara Ayam Kinantan. Namun, meski jadi pencetak gol terbanyak saat ini, Ilham tak mau berbangga diri. Karena dia mengaku, tak mengejar gelar pribadi. “Target untuk gelar pribadi tidak ada. Terpenting buat saya adalah kemenangan tim, karena siapa pun yang mencetak gol, akan menjadi hadiah dari kemenangan,” jelasnya.
Pemain bernomor punggung 97 itu, juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para supporter PSMS, yang terus memberikan dukungan luar biasa. “Saya pribadi juga berterima kasih kepada semua supporter atas dukungannya yang luar biasa. Ini semua juga merupakan kerja keras pemain, pelatih, dan official,” pungkas Ilham. (bbs/saz)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POs
SUSUN:
Petugas tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) melakukan proses penyusunan peti kemas di Pelabuhan Belawan Medan, beberapa waktu yang lalu.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POs SUSUN: Petugas tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) melakukan proses penyusunan peti kemas di Pelabuhan Belawan Medan, beberapa waktu yang lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumut pada bulan Mei 2019 mengalami kenaikan dibandingkan bulan April 2019, yaitu dari US$607,12 juta menjadi US$677,45 juta atau naik sebesar 11,58 persen.
“Bila dibandingkan dengan bulan Mei 2018, ekspor Sumatera Utara mengalami penurunan sebesar 22,23 persen,” ungkap Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Bismark SP Sitinjak, Minggu (7/7).
Ia mengungkapkan untuk kenaikan nilai ekspor Sumatera Utara pada Mei 2019 terhadap April 2019 terjadi pada golongan lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebesar US$33,33 juta (18,09%) diikuti kopi, teh, rempah-rempah (HS 09) sebesar US$18,26 juta (44,24%).
“Sedangkan penurunan ekspor terjadi pada golongan berbagai produk kimia (HS 38) turun sebesar US$6,49 juta (-8,11%) dan bahan kimia organik (HS 29) turun sebesar US$5,37 juta (16,93%),” ungkap Bismar.
Bismark menjelaskan ekspor ke Tiongkok pada Mei 2019 merupakan yang terbesar yaitu US$102,07 juta diikuti Amerika Serikat sebesar US$89,59 juta dan Jepang sebesar US$41,97 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,49 persen.
“Menurut kelompok negara tujuan ekspor pada Mei 2019, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai US$213,14 juta (31,46 persen),” tutur Bismark.
Sementara itu, nilai impor melalui Sumatera Utara bulan Mei 2019 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$410,97 juta, atau turun sebesar 1,54 persen dibandingkan bulan April 2019 yang mencapai US$417,41 juta. Bila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, nilai impor mengalami penurunan sebesar 27,07 persen.
“Nilai impor bulan Mei 2019 dibanding bulan April 2019, barang modal naik sebesar 4,16 persen, barang konsumsi naik sebesar 5,63 persen sedangkan bahan baku/penolong turun sebesar 3,32 persen,” kata Bismark.
Pada Mei 2019, golongan barang yang mengalami kenaikan nilai impor terbesar adalah ampas/sisa industri makanan (HS 23) sebesar US$17,74 juta (72,07%), diikuti bahan bakar mineral (HS 27) sebesar US$2,24 juta (4,83%).
“Sedangkan golongan barang yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yaitu bahan kimia anorganik (HS 28) turun sebesar US$11,84 juta (-43,26%) diikuti mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) turun sebesar US$9,81 juta (-17,33%),” sebutnya.
Nilai impor bulan Mei 2019 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu US$75,63 juta dengan perannya mencapai 18,40 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Malaysia sebesar US$53,04 juta (12,91%), dan Singapura sebesar US$49,09 juta (11,95%).
Impor Menurut Golongan Penggunaan Barang Dari total impor Sumatera Utara pada Mei 2019 sebesar US$410,97 juta, impor bahan baku/penolong memberikan peran terbesar, yaitu sebesar 76,55 persen dengan nilai US$314,60 juta, diikuti oleh impor barang modal sebesar 14,09 persen (US$57,90 juta), dan impor barang konsumsi sebesar 9,36 persen (US$38,47 juta).
“Nilai impor bulan Mei 2019 dibanding bulan April 2019, barang modal naik sebesar 4,16% dan barang konsumsi naik sebesar 5,63% sedangkan bahan baku/penolong turun sebesar 3,32%,” pungkasnya. (gus/ram)
OJOL:
Dua pengemudi ojek online (Ojol) berhenti di sebuah persimpangan, belum lama ini. Mulai 1 Mei 2019, tarif Ojol bakal naik.
OJOL: Dua pengemudi ojek online (Ojol) berhenti di sebuah persimpangan, belum lama ini.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan memperluas aturan penerapan tarif bagi transportasi daring (online) per 1 Juli 2019. Lalu apa seluruh aplikator transportasi online sudah mematuhi penerapan tarif tersebut?
Penyedia layanan jasa ojek online (ojol) asal Malaysia, Grab, mengaku jika pihaknya baru mulai pekan depan dan dilakukan secara perlahan.
Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno mengatakan pihaknya baru mulai awal pekan depan menyesuaikan seluruh tarif yang akan disesuaikan dengan aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) KP No.348/2019.
“Saat ini kami memonitor sebagian besar dari daftar kota tersebut sudah mengikuti ketentuan yang baru dan sedikit sisanya paling lambat pada awal minggu depan,” tutur Tri.
Lalu bagaimana dengan GoJek?
Aplikator anak bangsa besutan Nadiem Makarim itu langsung merespons cepat ketetapan pemerintah terkait penyesuaian tarif ojek online di seluruh 41 kota operasional.
“Kami telah menyesuaikan tarif di seluruh kota operasional kami sesuai dengan arahan dalam Surat Edaran Dirjen Hubdar perihal Penambahan Wilayah Pemberlakuan Biaya Jasa,” kata Chief of Corporate Affairs GoJek, Nila Marita.
GoJek sambung Nila mempunya misi yang sama dengan pemerintah untuk memastikan pendapatan mitra driver yang berkesinambungan dan mendukung iklim industri yang sehat.
“Sebagai karya anak bangsa, GoJek akan terus menjadi yang terdepan dalam memastikan kenyamanan mitra dan pengguna layanan GOJEK,” tandas Nila
Ojol Boleh Diskon
Pemerintah mengimbau perusahaan aplikasi penyedia layanan transportasi untuk tidak jor-joran memberikan harga promo atau diskon kepada konsumen.
Budi menyatakan sudah menyurati perusahaan aplikasi (Go-Jek dan Grab) agar tidak menerapkan tarif promo atau diskon lebih rendah dari tarif batas bawah. Plus dalam tempo waktu yang terlalu lama.
Namun, lanjut dia, itu tidak berarti pihaknya melarang dua perusahaan aplikasi tersebut memberikan diskon. “Boleh, silakan. Namun, jangan lebih rendah dari batas bawah. Supaya persaingan tetap sehat,” tutur mantan tenaga ahli pengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) itu.
KPPU bersama Ditjen Perhubungan Darat akan bertindak sebagai pengawas. Berdasar kesepakatan, kata Budi, ada dua cara dalam melakukan pengawasan.
Pertama, KPPU akan melihat dan melakukan pengawasan sendiri. Kedua, Ditjen Perhubungan Darat membuat surat kepada KPPU mengenai adanya persaingan tidak sehat dari dua perusahaan aplikasi.
Zona I: Banda Aceh, Medan, Batam, Pekanbaru, Palembang, Bandar Lampung, Metro, Belitung, Bandung, Semarang, Solo, Jogjakarta, Surabaya, Denpasar, Probolinggo, Pasuruan, Kudus, Madura.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kasus pembunuhan karyawati PTPN IV Kebun Pabatu, Siti Aminah Purba (50) pada Rabu (26/6) lalu akhirnya terungkap. Korban yang tewas dengan tangan terikat di atas tempat tidurnya ternyata dihabisi dua remaja.
MEREKA masing-masing, AR (14) dan SM (15). Keduanya warga Emplasmen, Kebun Pabatu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).
Personel Ditreskrimum Polda Sumut dibantu Polres Tebingtinggi berhasil menciduk keduanya di rumah masing-masing-masing, Sabtu (6/7).
“Motif keduanya ingin merampok rumah korban sekira pukul 03.00 WIB,” ujar Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi didampingi Kasat Reskrim AKP Rahmadani.
Dijelaskan Sunadi, kedua pelaku pada malam itu duduk-duduk di rumah AR yang posisinya berhadap-hadapan dengan rumah korban.
“Keduanya saat itu sambil mengobrol di depan rumah pelaku,” tutur Sunadi.
Pada saat itulah, timbul ide AR untuk merampok barang-barang di rumah korban yang juga dijadikan kedai kelontong itu. AR mengajak SM untuk melaksanakan idenya tersebut.
“Kedua pelaku kemudian masuk ke rumah korban melalui jendela samping setelah terlebih dahulu mencongkelnya dengan parang yang dibawa AR dari rumah,” tutur Sunadi.
Setelah berada di dalam rumah, mereka melihat korban sedang tidur di kamarnya. AR berniat memperkosa korban dan mengajak SM untuk melakukannya bersama-sama.
“Korban yang terjejut dan terbangun seketika memberikan perlawanan,” jelas Sunadi.
Karena melawan, korban langsung dipukul di bagian kepalanya oleh SM sehingga korban terjatuh ke lantai. AR kemudian mengambil kabel charger dan seutas tali plastik untuk mengikat tangan korban.
“Berhasil mengikat korban, keduanya menaikkan korban ke atas tempat tidur dan AR memperkosanya. Dia membekap mulut korban dengan bantal,” beber Sunadi.
Usai melaksanakan perbuatan bejatnya, AR menyuruh SM untuk melakukan hal sama. Namun ditolak SM karena melihat kondisi korban sudah tidak sadarkan diri.
“Mereka selanjutnya mengambil uang pelaku Rp500 ribu beserta dua unit handphone, kemudian kabur,” tukas Sunadi.
Dijelaskan AKP Rahmadani, terungkapnya kasus ini setelah Satrekrim Polres Tebingtinggi bekerja sama dengan Ditreskrim Polda Sumut melakukan olah TKP.
“Keduanya ditangkap di rumah masing-masing tanpa perlawanan. Mereka diboyong ke Mapolres Tebingtinggi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelas Rahmadani.
Atas perbuatannya, kedua pelaku akan dikenai Pasal 338 sub 365 ayat 3 dan 4 sub Pasal 290 ke 1 KUHP Juncto UU Nomor 12 tahun 2012 dengan ancaman hukuman seumur hidup.(ian/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Diduga karena melihat wajah anggota DPR RI, Ali Umri seperti warga Tionghoa, membuat kawanan begal berniat untuk merampoknya.
Namun, niat kawanan begal yang berjumlah enam orang itu urung. Pasalnya, Ali Umri langsung menodongkan senjata kepada komplotan garong itu saat akan beraksi.
Peristiwa terjadi di Jalan Yos Sudarso, Glugur, Medan, Minggu (7/7) sekira pukul 06.00 WIB.
Menurut Ali Umri, peristiwa yang tidak disangkanya itu terjadi berawal ketika ia bersama putranya Resy menaiki sepedamotor keliling di sekitar daerah Glugur Medan.
Tidak diduga, datang rombongan anak muda mengendarai 3 sepeda motor berboncengan dan menyuruh Ali Umri berhenti. Keenam pemuda tersebut datang mendekati Ali Umri yang sedang mengendarai sepeda motornya seraya mengatakan agar berhenti dan menyuruh Ali Umri turun dari motornya.
“Mau apa kalian?” tanya Ali Umri.
“Sudah, turun aja kau, kami mau ambil kereta ini,” ujar Ali Umri menirukan ucapan salah seorang dari begal tersebut.
Tak mau jadi korban begal, Ali Umri merogoh tas sandangnya dan mengeluarkan senjata api seraya menodongkan ke arah para begal tersebut. Sontak melihat itu, para begal lari dengan tancap gas sekencangnya.
“Saya belum sempat melepaskan tembakan ke arah kaki para begal itu karena saya bersama anak saya yang duduk di depan saya,” kata kata Umri.
Menurut Ali Umri, dirinya akan membuat laporan ke polsek terdekat karena kejahatan kriminal begal di Kota Medan.
“Polisi terus meningkatkan kegiatan patroli di waktu subuh. Sebab banyak warga yang melakukan aktifitas di pagi yang masih gelap. Untung saja saya ada membawa senjata api. Kalau tidak bakal korban jugalah,” papar Ali Umri dengan nada kesal. (ila/ala)
PARAPAT, SUMUTPOS.CO – Seorang nelayan di Parapat Simalungun sontak terkejut. Pasalnya, Bilher Sirait (66) menemukan mayat mengambang di tepi Danau Toba saat hendak memasang jaring ikan, Sabtu (6/7).
Bilher langsung melaporkan kejadian penemuan mayat pria itu ke Polsek Parapat. Mayat yang belum diketahui identitas itu telah dibawa ke ruang otopsi RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. Kanit Polsek Parapat Ipda Boby mengatakan, mayat yang ditemukan telah membengkak dengan lidah menjulur. Mayat dengan ciri memiliki tato mawar di dada sebelah kiri ini mengambang dengan leher terikat tali rafia.
Mayat yang diperkirakan berusia 40-an tahun itu mengenakan kaus kerah warna hitam campur krem.
“Tadi pagi ditemukan di tepi Danau Toba, tidak jauh dari Tugu Siliwangi,” ungkap Ipda Boby.
“Yang melihat pertama kali seorang warga, Bilher Sirait. Pas mau masang jaring ikan, dilihat mayat itu sudah mengapung,”jelasnya.
Mayat yang telah membengkak ini dievakuasi oleh tim Basarnas dari Danau Toba.
“Sampai di lokasi langsung kami hubungi tim Basarnas. Bersama tim Basarnas kami evakuasi mayatnya dari tepi Danau Toba,” ujarnya.
“Identitasnya belum diketahui. Perkiraan, sudah lebih dari dua hari mayatnya itu. Kalau dugaannya, tunggu hasil otopsilah,” tambahnya.
Kasat Reskrim AKP Ruzi Gusman belum dapat menyimpulkan mayat tersebut korban kekerasan atau bukan.
“Karena kulitnya sudah terkelupas. Kalau ciri-cirinya, di dada kiri bertato bunga, usianya sekitar 50 tahun ke bawah dan belum bisa kami simpulkan karena masih diotopsi,” ujar AKP Ruzi Gusman. AKP Ruzi mengatakan, dari saku celana ditemukan uang sebesar Rp31 ribu.
“Uang Rp10 ribu tiga lembar dan pecahan Rp1000. Jika ada yang kehilangan anggota keluarga, silahkan datang ke Polsek Parapat dan Polres Simalungun. Ini nanti kami sebar infonya agar terungkap identitasnya,” pungkasnya.(bbs/trm/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat oknum Polsek Medan Area yang diduga memeras kini masih ditangani di Bidang Profesi dan Pengamanan Polrestabes Medan. Namun sejauh ini, empat oknum polisi tersebut masih belum juga mendapatkan hukuman dari internal kepolisian.
Keempat personel itu masing-masing berinisial, Aiptu JF, Aiptu AL, Brigadir AP dan Bripka JD. Kepala Seksi (Kasi) Propam Polrestabes Medan, Kompol Rohmat mengaku belum mengetahui kasus ini.
“Saya baru sebulan (menjabat), jadi belum tau perkembangannya,” ucapnya kepada Sumut Pos, Minggu (7/7).
Rohmat pun belum bisa memberikan tindakan tegas, lantaran belum mengetahui oknum polisi tersebut. Namun dia mengaku, akan membongkar lagi kasus yang terjadi sejak tiga bulan lalu tersebut.
“Saya pun baru masuk, nantilah kita bongkar lagi ya,” katanya.
Sementara, Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara mengatakan, keempat anggotanya yang terjerat kasus pemerasan masih ditangani Propam Polrestabes Medan.
“Masih bertugas di Polsek Medan Area, tapi dalam proses pembinaan,” tandas mantan Kanit Ranmor Subdit III/Ditreskrimum Polda Sumut ini.
Terpisah, Kepala Divisi (Kadiv) Buruh dan Miskin Kota, LBH Medan, Maswan Tambak berharap kasus yang berawal dari laporan kliennya, M Rusli segera ditindaklanjuti Kepolisian.
“Jadi kita bukan mau mencari-cari kesalahan Kepolisian, termasuk Polsek Medan Area. Sudah banyak yang melapor ke kita terkait ketidakbenaran hukum disana,” kata Maswan.
“Jadi harapan kami selaku lembaga yang konsen di penegakan hukum dan HAM, kalau kami maunya jajaran yang di atas polsek ini beranilah menindak tegas oknum Kepolisian yang ada di sektor Medan Area ini,” sambungnya.
Sebab menurut Maswan, kalau nanti tidak ada tindakan tegas akan menjadi preseden buruk ke depan. Artinya akan lahir korban-korban baru.
Maswan beranggapan, bahwa oknum polisi tersebut telah melanggar kode etik Kepolisian. Bila seandainya terbukti, jelas katanya itu merupakan pelanggaran yang harus ditindak di pengawasan Kepolisian.
“Kalau itu pelanggaran, nantikan bisa kita lihat apakah dari internalnya menjatuhkan hukuman disiplin sampai hal-hal yang terberat pemecatan. Kita kan nggak tau sudah sejauh mana,” imbuhnya.
Namun, dia masih berharap Propam Polrestabes Medan mampu memproses dengan prosedur yang tepat.
“Kalaupun nanti dalam pengaduan laporan kita ini nggak berjalan sesuai prosedur, berarti kan ada yang ditutup-tutupi. Kalau sampai itu terjadi, berarti kita akan menyampaikan pengaduan ke jenjang yang lebih tinggi. Apakah itu ke Polda atau Mabes Polri,” ancamnya.
Dalam kasus ini, Maswan mengaku kliennya seperti dikondisikan. Sebab saat ditangkap, kliennya bersama pacarnya.
“Ini sebenarnya yang menjadi ganjalan sama kita, kenapa orang ditangkap berdua sementara yang ditahan cuma satu. Makanya dalam surat kita, ada indikasi permainan disitu. Jadi kutanya sama salah satu penyidik Polsek Medan Area, sekarang anak itu sudah DPO,” jelasnya.
Diketahui, kasus ini terjadi pada 27 Maret 2019 sekira pukul 03.45 WIB dinihari. Waktu itu, anak M Rusli (M Irfandi) ditangkap oleh pihak Polsek Medan Area di Gedung Arca. Tepat di depan Kantor Pegadaian bersama temannya (Intan).
Keduanya tidak dibawa ke kantor Polsek Medan Area, tapi dibawa berkeliling menggunakan mobil. Oknum polisi Aiptu B menelepon Rusli dan meminta uang Rp100 juta. Namun permintaan polisi tersebut tidak dituruti lantaran tidak ada.
Saat dihubungi untuk kedua kali, orang yang sama meminta Rp50 juta untuk melepaskan anaknya Irfandi. Dia meminta agar uang diserahkan pukul 8 pagi di Komplek Asia Megamas.
Lantaran harga belum deal, akhirnya oknum polisi tersebut meminta uang Rp20 juta. Permintaan tersebut pun disanggupi dengan alasan untuk menjebak.
Setelah sampai di tempat yang disepakati, datang dua orang pria menaiki motor warna hitam untuk mengambil uang Rp20 juta tersebut. Tapi pada saat penyerahan, sebenarnya Rusli menggulung uang Rp20 juta dalam koran.
Lalu pada saat transaksi, Rusli bersama tiga personel Polrestabes Medan yang diajak untuk menjebak berhasil menangkap salah satu orang suruhan yang mengambil uang tersebut.
“Dari dua orang tadi yang disuruh ambil uang, tapi yang dapat cuma satu orang. Yaitu atas nama Dedi Pane, yang satu lagi kabur. Setelah ditangkap, Dedi langsung dibawa ke Polrestabes untuk diperiksa. Setelah diketahui ternyata Dedi bukan polisi namun hanya kaki tangan,” jelas Maswan.
Setelah kejadian tersebut, sekitar pukul 21.00 WIB, Rusli mendapatkan kabar bahwa anak mereka Irfandi telah ditahan di Polsek Medan Area. (man/ala)