Antarasumut/Holik
Flora dari marga Amorphophallus.
Antarasumut/Holik Flora dari marga Amorphophallus.
MADINA, SUMUTPOS.CO – Satu jenis tanaman spesies baru ditemukan di Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Tanaman yang ditemukan Tim Pengendali Ekosistem Muda TNBG ini merupakan flora dari marga Amorphophallus. Flora dari suku talas-talasan ini ditemukan di PTN Wilayah III Resort 5 tepatnya di kawasan hutan Desa Sopotinjak Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, Sumatera Utara ( Sumut).
Amorphophallus adalah nama marga tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae). Bunga dan tumbuhan vegetatifnya (daun) tumbuh bergantian. Bunganya pada waktu-waktu tertentu mengeluarkan bau bangkai yang keras, sehingga umum dinamai sebagai bunga bangkai. Jenis spesies yang ditemukan ini adalah Amorphophallus variabilis BI.
Di lokasi juga ditemukan banyak vegetatif berjumlah 23 spesies dari Amorphophallus variabilis BI yang merupakan bakal calon bunga.
Pengendali Ekosistem Muda TNBG, Ifhan Fuadi Rambe saat dihubungi ANTARA, Selasa (21/5) menyampaikan, dengan ditemukannya Amorphopahullus variabilis BI ini telah menambah data spesies flora yang ada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis. Ia menjelaskan, flora ini baru pertama kali ditemukan sejak TNBG itu ditetapkan.
“Flora ini kita temukan bulan April yang lalu, sejak kita gali potensi yang ada di TNBG baru ini ketemu,” ujarnya.
Selain itu pada kawasan tersebut juga terindetifikasi lima jenis kantong semar dan dua diantaranya yang dilindungi. “Sedangkan untuk Raflesia, saat ini TNBG memiliki tiga jenis yakni Rafflesia Arnoldii, Rafflesia Gadutensis, dan Raflesia Meijeri,” sebut Ifhan. (kps)
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
DIHADANG: Massa yang tergabung dalam GNPF Sumut dihadang dengan kawat berduri saat aksi di depan kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik Medan, Rabu (22/5) siang. Dalam orasinya mereka menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 yang terindikasi terjadi kecurangan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos DIHADANG: Massa yang tergabung dalam GNPF Sumut dihadang dengan kawat berduri saat aksi di depan kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik Medan, Rabu (22/5) siang.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara (Sumut) AKBP MP Nainggolan mengatakan, Polda Sumut sudah menyiapkan empat kompi Kerangka yang terdiri dari tiga kompi personel pria dan satu kompi personel polwan. Satu kompi tersebut terdiri dari 100 sampai 120 orang personel.
Selain itu, satu Kompi Kerangka terdiri dari tiga unit peleton. Satu peleton terdiri atas 31 orang personel kepolisian. Hal itu sebagai tindak lanjut penetapan status siaga I bagi polisi seluruh Indonesia dari Mabes Polri yang ditetapkan dari 22 hingga 25 Mei mendatang.
“Personel ini akan standby di Mapolda Sumut. Jadi kalau sewaktu-waktu Karo Ops menggerakkan, maka personel ini akan diturunkan ke lapangan,” kata Nainggolan, Kamis (23/5/2019).
Personel dari polres juga telah disiapkan. Hanya saja, sambung dia, di tingkat Polres hanya menyiapkan peleton Kerangka. “Kalau untuk jumlah personel dari Polda Sumut ada sebanyak 13.002 orang. Termasuk yang berjaga-jaga di KPU dan Bawaslu,” katanya. (kps)
Massa melemparkan batu ke arah petugas kepolisian saat terjadinya bentrokan di Jalan KS Tubun, Jakarta
Massa melemparkan batu ke arah petugas kepolisian saat terjadinya bentrokan di Jalan KS Tubun, Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kejadian unjuk rasa yang terjadi di Jakarta menimbulkan kerusuhan dan bentrokan antara kelompok massa tak dikenal dengan aparat kepolisian pada Rabu (22/5/2019). Tak hanya menimbulkan kekacauan, melalui media sosial juga turut beredar kabar simpang siur dan hoaks yang membuat masyarakat menjadi resah meski tidak melihat langsung peristiwa yang terjadi.
Berikut tiga hoaks dan tiga fakta yang beredar pada aksi demo 22 mei 2019.
Penyerangan masjid
Sebuah akun di media sosial mengunggah video yang menarasikan adanya penembakan peluru dan gas air mata yang dilakukan oleh polisi dan TNI terhadap jemaah di Masjid Al Makmur Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Selasa (21/5/2019). Unggahan tersebut juga menyebutkan adanya lima butir peluru sebagai barang bukti tembakan yang ditemukan anggota polisi pada lokasi kejadian. Selain itu, dalam video terdengar bunyi letusan senjata api di luar masjid. Kemudian, puluhan orang terlihat memasuki area masjid untuk menghindari tembakan gas air mata yang dikeluarkan polisi.
Atas informasi yang beredar itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal membantah adanya serangan personel Brimob di Masjid Al Makmur, Tanah Abang, Jakarta. “Saya bantah bahwa Brimob tidak pernah menyerang masjid. Teman kami, rekan kami, TNI juga tidak pernah menyerang masjid, tapi diviralkan menyerang masjid,” ujar Iqbal dalam keterangan pers di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan HAM pada Rabu (22/5).
Untuk meminimalisasi penyebaran kabar bohong ini melalui media sosial, Iqbal menyatakan tim siber di kepolisian telah melakukan penyelidikan terhadap akun-akun yang menyebarluaskan informasi hoaks. Iqbal menyampaikan bahwa ahli siber telah melakukan patroli siber selama 24 jam dan sudah menemukan akun-akun mana saja yang menyebarkan video tidak benar itu.
Personel Brimob dari China tangani kerusuhan
Selain itu, muncul kabar di sejumlah media sosial yang menginformasikan adanya polisi China yang turut mengamankan aksi demonstrasi pada Rabu (22/5/2019). Pada kabar itu, dibubuhkan sebuah foto yang menampilkan anggota Brimob dengan penutup mulut dan terlihat mata anggota Brimob sipit dan diduga sebagai polisi China.
“Brimobnya keren cuyy… Lokal apa import nih… Coba perhatikan mata, warna kulit, dan rambutnya… Percayakah Anda bahwa mereka Brimob lokal?,” tulis keterangan yang ada.
Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menegaskan bahwa tidak ada petugas Brimob dari negara lain yang turut menjaga keamanan aksi demonstran kemarin. “Tidak ada, kami bantah. Murni bahwa (petugas kepolisian) itu adalah personel Brimob, warga negara Indonesia,” ujar Iqbal, Rabu (22/5).
Menurut Iqbal, foto-foto dan narasi bohong itu sengaja disebarkan untuk mendiskreditkan Polri.
Suku Baduy ikut aksi di Jakarta
Ada juga video yang menampilkan sejumlah massa yang disebut sebagai suku Baduy tengah berbondong-bondong ikut serta dalam aksi demonstrasi yang terjadi pada Selasa (22/5). Diketahui, video tersebut awalnya diunggah oleh akun YouTube Sumatera News pada Senin (20/5) dan dinarasikan seolah-olah adegan dalam video terjadi pada aksi 22 Mei 2019.
“Kini saat yang tepat tuntut keadilan bagi rakyat Indonesia, selama ini suku Baduy hanya berdiam diri dengan kondisi negara yang dianggap makin amburadul, kini ketika adanya kecurigaan atas kecurangan pemilu, suku Baduy turun gunung keluar hutan menuntut keadilan….,” tulis pengunggah dalam keterangan video.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Ops Polres Lebak, Banten, Kompol Adrian Tuuk mengatakan bahwa kabar suku Baduy dalam aksi demo 22 Mei merupakan kabar tidak benar. “Itu berita hoaks, tidak benar warga Baduy berangkat ke Jakarta,” ujar Kompol Adrian Tuuk di Stasiun Rangkasbitung, Rabu (22/5/2019).
Faktanya, Adrian menyampaikan bahwa aksi dalam video adalah acara budaya Seba Baduy yang dihadiri sekitar 1.000 warga Baduy pada 4 Mei 2019 lalu di Kabupaten Lebak, Banten. Selain itu, klarifikasi mengenai dugaan aksi yang dilakukan suku Baduy juga diklarifikasi oleh Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija. “Warga Baduy eweuh nu ka Jakarta milu demo (warga Baduy tidak ada yang ikut demo ke Jakarta), kami netral,” ujar Saija.
Jajaran Direksi Telkomsel memberikan bantuan donasi Dalam kegiatan roadshow Ramadhan ini, santunan yang diserahkan kepada anak yatim berupa perlengkapan sekolah, dan kepada kaum dhuafa berupa kebutuhan bahan-bahan pokok. Sementara itu, kepada masjid dan yayasan bantuan diserahkan untuk perbaikan sarana dan prasarana ibadah.
Jajaran Direksi Telkomsel memberikan bantuan donasi Dalam kegiatan roadshow Ramadhan ini, santunan yang diserahkan kepada anak yatim berupa perlengkapan sekolah, dan kepada kaum dhuafa berupa kebutuhan bahan-bahan pokok. Sementara itu, kepada masjid dan yayasan bantuan diserahkan untuk perbaikan sarana dan prasarana ibadah.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali menggelarroadshow buka puasa bersama dengan total 5.000 anak negeri dan kaum dhuafa di empat kota di Indonesia, yakni Jakarta, Makassar, Medan, dan Sidoarjo. Mengedepankan semangat “Sebarkan Kebahagiaan”, selain menyerahkan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, Telkomsel juga memberikan bantuan bagi 50 masjid dan yayasan dalam bentuk penyediaan atau perbaikan sarana dan prasarana ibadah di berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Finance Telkomsel Heri Supriadi mengatakan, “Melalui kegiatan roadshow di bulan Ramadhan ini, Telkomsel ingin menebar kebahagiaan sebagai wujud syukur dan rasa kepedulian dengan anak-anak yatim, kaum dhuafa, serta masjid dan yayasan yang membutuhkan bantuan. Kegiatan kepedulian sosial ini merupakan ungkapan syukur kami atas kepercayaan pelanggan dan masyarakat terhadap Telkomsel, sekaligus upaya kami untuk memberi nilai tambah pada masyarakat dan lingkungan yang selalu mendukung Telkomsel dalam melayani Indonesia.”
Dalam kegiatan roadshow Ramadhan ini, santunan yang diserahkan kepada anak yatim berupa perlengkapan sekolah, dan kepada kaum dhuafa berupa kebutuhan bahan-bahan pokok. Sementara itu, kepada masjid dan yayasan bantuan diserahkan untuk perbaikan sarana dan prasarana ibadah. Tak hanya itu, diadakan juga aksi bersih-bersih masjid yang melibatkan karyawan Telkomsel, berbagi makanan berbuka untuk masyarakat, edukasi Internet BAIK (Bertanggungjawab, Aman, Inspiratif dan Kreatif) serta pelatihan BhayPlastik (sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi sampah plastik) yang diadakan di berbagai area di Indonesia.
Menyambut bulan Ramadhan, sebelumnya Telkomsel telah berbagi takjil Ramadhan berupa 24 ton kurma yang dilakukan secara simbolis pada 30 April 2019 untuk kemudian disampaikan kepada 20 masjid di berbagai wilayah yang mewakili daerah dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat umum saat berbuka puasa.
Dua puluh masjid yang memperoleh bantuan kurma adalah Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Masjid Al Mashun Medan, Masjid Raya Padang, Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid At Taqwa Cirebon, Masjid Agung Jawa Tengah Semarang, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Masjid Agung Bangkalan Madura, Masjid At Taqwa Mataram, Masjid At Taqwa Balikpapan, Masjid Al Markas Al Islami Makassar, Masjid Al Munawar Ternate, Masjid Agung Nurul Yaqin Waisai Raja Ampat, Masjid Agung Babussalam Timika, Masjid Tarqiah Taqwa Jakarta, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Masjid Raya di Banten, Masjid Raya di Jabar dan Masjid Raya di Yogyakarta.
Dari sisi jaringan, untuk memastikan kesiapan jaringan dalam mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, Telkomsel telah meningkatkan seluruh elemen jaringan di titik-titik strategis jalur mudik dan pusat-pusat keramaian publik. Secara khusus, Telkomsel membangun 10.000 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dengan kapasitas yang memadai.
Kenyamanan pelanggan Telkomsel dalam berkomunikasi di periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini didukung lebih dari 197.000BTS di seluruh Indonesia, termasuk sekitar 70.000 BTS 4G untuk memaksimalkan penggunaan layanan data. Terlebih lagi dengan penataan ulang pita frekuensi (refarming) 800 dan 900 Mhz yang menjadikan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous), sehingga Telkomsel dapat lebih leluasa dan fleksibel dalam meningkatkan teknologi seluler yang diimplementasikan.
Di samping itu, Telkomsel juga mengoperasikan 70 mobile BTS, menambah kapasitas gateway internet 15% dari kapasitas existing menjadi 4.700 Gbps, menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa. Jalan tol yang merupakan jalur utama yang selalu padat saat mudik juga menjadi fokus pengamanan jaringan Telkomsel. 16 ruas tol utama di Sumatra dan Jawa, termasuk 12 ruas tol baru, sudah dilayani 2.226 BTS, termasuk 666 BTS 4G. Sehingga untuk coverage jalur utama tol Trans Sumatra, tol Trans Jawa dan kereta api Trans Jawa sudah di-cover sinyal Telkomsel secara continues 100%.
Dari sisi produk dan layanan, Telkomsel berupaya menjaga ketersediaan kartu perdana dan layanan isi ulang pulsa sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang biasanya meningkat pada periode RAFI. Telkomsel juga menggelar posko layanan di 557 titik strategis di jalur mudik dan lokasi wisata utama (point of interest), yang meliputi Bandar Udara, Terminal Bus, Stasiun Kereta, Dermaga, Rumah Sakit, Area Padat Populasi, Pasar Tradisional, dan Mal. Selain itu, seluruh kanal pelayanan existing Telkomsel juga bersiaga melayani pelanggan, di antaranya 425 GraPARI Telkomsel Siaga, 493 Mobile GraPARI yang terdiri dari 324 armada mobil dan 169 armada motor, 111 unit layanan digitalself-serviceMyGraPARI, 831 kantor pelayanan mitra distributor, dan 3.779 Outlet Siaga.(*)
Inilah wajah-wajah tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019. Ada preman bayaran Tanah Abang.
Inilah wajah-wajah tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019. Ada preman bayaran Tanah Abang.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polda Metro Jaya telah menetapkan 300 tersangka kasus rusuh 21-22 Mei 2019 buntuk unjuk rasa di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan, para tersangka sudah ditahan.
“Saat ini untuk Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan secara intens terhadap 300 lebih untuk pelaku. Sudah sebagai tersangka dan ditahan,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (23/5).
Dedi memerinci para tersangka datang dari sejumlah wilayah di Jawa Barat dan Banten. Sebagian lainnya adalah preman bayaran di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Dari Jawa Barat, Banten, baru sisanya itu betul preman Tanah Abang. Preman Tanah Abang ya dibayar,” imbuhnya.
Menurut Dedi, ada barang bukti yang memperkuat sangkaan untuk para perusuh. Antara lain amplop bertuliskan Rp 300 ribu per hari.
Uang tersebut diberikan kepada massa bayaran setiap mereka datang ke lokasi unjuk rasa. “Termasuk kendaraan juga didalami penyidik,” sambung Dedi.
Barang bukti lainnya adalah uang dalam pecahan rupiah maupun dolar, bom molotov, serta benda-benda tajam seperti parang dan celurit. Polisi juga mengamankan petasan berbagai ukuran.
Saat ini penyidik tengah mendalami peran masing-masing tersangka. Mereka akan dikategorikan dalam beberapa tugas yakni sebagai pelaku lapangan, koordinator lapangan, hingga aktor intelektualnya.
Kini, para tersangka dijerat dengan Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 187 KUHP, serta Pasal 358 KUHP. Mereka terancam hukuman 12 tahun penjara. (jpc/jpg)
Foto: Rindi Nuris Velarosdela/kpc
Mobil ambulans berlogo Partai Gerindra terparkir di halaman depan gedung unit reserse mobil (Resmob) Polda Metro Jaya.
Foto: Rindi Nuris Velarosdela/kpc Mobil ambulans berlogo Partai Gerindra terparkir di halaman depan gedung unit reserse mobil (Resmob) Polda Metro Jaya.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penumpang dalam mobil ambulans berlogo Partai Gerindra dibekali uang operasional Rp 1,2 juta. “Jadi, dalam perjalanan (mereka) dibekali uang Rp 1,2 juta untuk operasional,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (24/5).
Uang operasional tersebut diberikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tasikmalaya.
Sementara itu, tujuan pengiriman ambulans itu adalah membantu memberikan pertolongan jika ada korban dalam kerusuhan 22 Mei. “(Yang memberi dana operasional) adalah ketua DPC (Partai Gerindra Kota Tasikmalaya,” kata Argo.
Sebelumnya diberitakan, mobil ambulans yang dikirimkan ke Jakarta adalah milik PT Arsari Pratama. Saat berangkat dari Kota Tasikmalaya pada 21 Mei, ada tiga orang dalam mobil ambulans ituyakni sopir berinisial Y, sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya berinisial I, dan wakil sekretaris Partai Gerindra berinisial O.
Lalu, saat tiba di daerah Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, ada dua penumpang lainnya yang ada dalam mobil ambulans berlogo Partai Gerindra. Kedua penumpang berinisial HS dan SGC yang merupakan simpatisan Partai Gerindra dari Riau.
Polisi tidak menemukan perlengkapan medis dalam mobil ambulans berlogo Partai Gerindra itu. Polisi hanya menemukan batu dalam mobil ambulans tersebut. Kendati demikian, polisi masih menyelidiki asal batu tersebut lantaran sopir dan penumpang ambulans tidak mengakui asal batu itu. (rindi/kps)
sutan siregar/sumut pos
LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat mengikuti sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini.
sutan siregar/sumut pos LATIHAN: Para penggawa PSMS Medan saat mengikuti sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Laga ujicoba PSMS Medan bentrok PSAD yang digelar di Lapangan Jasdam I/BB, Gaperta, Rabu (22/5) sore, berakhir tanpa gol. Sepanjang pertandingan ujicoba yang sudah dilakukan, Ayam Kinantan masih belum terkalahkan.
Meski para striker tak mencetak gol, namun Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning semringah, karena lini pertahanan Ayam Kinantan akhirnya tak kebobolan.
“Saya justru lebih bersyukur atas hasil imbang ini, karena tanpa kebobolan. Percuma saja menang telak, tapi tetap kebobolan, ya sama saja. Jadi saya cukup puaslah dengan pemain bertahan pada pertandingan kali ini,” ungkap Gurning usai laga.
Gurning juga mengaku, sengaja tak menurunkan skuad utama di babak pertama kontra PSAD. Karena menurutnya, para pemain bakal cepat kelelahan, lantaran menjalani ibadah puasa. Tapi pelatih 61 tahun ini juga menegaskan, meski dalam kondisi berpuasa harusnya tak menjadi alasan para anak asuhnya lengah dalam laga ujicoba.
“Hari ini kami memang tidak menciptakan gol, saya juga memaklumi hal itu, karena kondisi pemain lebih cepat kelelahan. Ya, mereka sedang berpuasa. Makanya saya tak turunkan pemain utama di babak pertama. Tidak masalah mereka tak cetak gol. Terpenting tidak kebobolan,” jelasnya.
Pertandingan kali ini cukup istimewa, karena di pinggir lapangan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ikut mengamati jalannya laga. Menurutnya, tipikal pergerakan bola para penggawa Ayam Kinantan tak seharusnya bola-bola panjang. “Jika pemain bisa memainkan bola-bola pendek akan lebih bagus. Penguasaan bola itu penting, agar bisa menguasai dan mengatur ritme pertandingan. Jangan main bola-bola panjang, dari bawah langsung ke atas,” imbaunya.
Dia pun mengatakan, bakal berkomunikasi dengan Manajemen PSMS Medan, bagaimana agar tim sepak bola kebanggaan masyarakat Kota Medan ini, dapat tambahan pemain berkualitas. “Sedikitnya harus ada 3 pemain berkualitas lagi untuk mengisi tim. Khususnya di lini pertahanan, tengah dan penyerang. Nanti akan saya bicarakan dengan manajemen,” pungkasnya.
Selanjutnya skuad PSMS Medan bakal kembali menggelar rangkaian ujicoba pada Jumat (24/5) mendatang kontra PraPON Sumut, dan Sabtu (25/5) melawan Tobasa FC. (bbs/saz)
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
DIHADANG: Massa yang tergabung dalam GNPF Sumut dihadang dengan kawat berduri saat aksi di depan kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik Medan, Rabu (22/5) siang. Dalam orasinya mereka menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 yang terindikasi terjadi kecurangan.
sutan siregar/sumut pos DIHADANG: Massa yang tergabung dalam GNPF Sumut dihadang dengan kawat berduri saat aksi di depan kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik Medan, Rabu (22/5) siang. Dalam orasinya mereka menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 yang terindikasi terjadi kecurangan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – GELOMBANG aksi massa terkait polemik Pemilihan Umum 2019 kian masif di Kota Medan, Rabu (22/5) siang. Elemen masyarakat yang berunjukrasa pun terpecah dua. Ada yang menolak penetapan hasil Pemilihan Presiden (PIlpres), ada pula yang mendukung KPU alias menolak gerakan massa (people power).
Amatan Sumut Pos, aksi massa tersebut terlihat di dua titik yakni di seputaran Kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan dan seputaran Kantor Bawaslu Sumut, Jalan H Adam Malik Medan. Akan tetapi yang paling menyita perhatian, demo massa di seputaran kantor Bawaslu Sumut. Selain jumlah massa yang hadir dua kali lipat dari jumlah massa demo di KPU Sumut, juga nyaris terjadi bentrokan. Sebab di lokasi tersebut juga terdapat kelompok massa pro capres 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.
Aparat kepolisian juga tampak intensif mengawal jalannya aksi di seputaran kantor Bawaslu Sumut. Bahkan sebelum massa pendemo hadir di lokasi, kawat berduri sudah dipagari sebagai pembatas antara kedua kubu baik yang pro ataupun kontra. Massa aksi pendukung capres 02, Prabowo-Sandi misalnya, mereka ditempatkan di seputaran Tugu Adipura atau simpang Jalan Adam Malik sampai ke Jalan Amir Hamzah. Sedangkan kubu pendukung capres 01, ditempatkan di Jalan Adam Malik sampai batas arah Jalan Wakaf.
Pengunjuk rasa pendukung capres 02, dimotori dari elemen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPFU) Sumut dan beberapa elemen mahasiswa, kaum emak-emak serta milenial. Dari kubu satunya lagi, merupakan gabungan mahasiswa di Kota Medan yang dimotori mahasiswa UMSU. Aktivitas aksi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Dimana kedua kubu saling menyampaikan orasi sesuai arah dan tujuan masing-masing.
Namun pada waktu memasuki waktu Salat Ashar, di mana massa aksi Capres 02 ingin menggelar Salat Ashar berjamaah, mereka merasa mendapat hasutan dari kubu massa aksi capres 01. Bahkan sempat terlihat massa capres 02 menggoyang-goyangkan pagar kawat berduri, karena menilai provokasi dari kubu capres 01 semakin kencang. Beruntung dari mobil komando oleh orator aksi dan juga berkat kesigapan aparat kepolisian, berhasil menenangkan ketegangan tersebut. “Saudara-saudaraku mohon jangan terpancing, jangan membalas orasi mereka. Kita di sini aksi damai bukan anarkis,” ujar orator sembari disambut pekikan Allahu Akbar, Allahu Akbar oleh massa aksi lainnya.
Sebelumnya para orator dari massa aksi capres 02, secara bergiliran menyampaikan orasinya. Salah satu yang menyita perhatian adalah dari unsur emak-emak, yang naik ke atas mobil komando. Wanita yang dipanggil bunda tersebut menyoroti lemahnya Jokowi sebagai presiden, dalam bersikap atas tewasnya rakyat yang menyuarakan kebenaran saat bentrokan di Jakarta dengan aparat kepolisian.
“Kalau di masa Presiden Suharto, satu orang rakyatnya saja ada tewas, dia sudah mundur. Ini dari informasi yang kami tahu, sudah tujuh orang yang tewas dia mau minta dua periode. Ya Allah berikan azab yang pedih untuk pemimpin zholim negeri ini, untuk rezim zholim Indonesia saat ini,” katanya.
Ketua Gerakan Pengawal Fatwa Ulama Indonesia, Ustad Heriansyah mengatakan, senjata terakhir yang mereka miliki hanyalah tinggal doa. Melalui pengeras suara, ia mengomandoi agar massa tam henti-hentinya untuk untuk melantunkan doa kepada mereka yang berlaku curang. “Kepada Bawaslu Sumut yang berada di dalam gedung Bawaslu itu untuk jangan curang agar tidak ada kekacauan. Kami cinta damai. Lebih cinta lagi kebenaran. Maka dari itu, tidak akan ada kedamaian kalau ada kecurangan terus menerus dipelihara dan dipertontonkan,” ujar Heriansyah.
Di akhir orasinya, Heriansyah mengajak rekan-rekannya untuk mendoakan para syuhada atau rakyat pencari keadilan atas pelaksanaan demokrasi curang di Indonesia yang tewas di Jakarta, dini hari kemarin, semoga diberi tempat terbaik di surga Allah kelak. “Mereka-mereka yang sudah berjuang itu adalah rakyat Indonesia, bagian dari bangsa ini. Kita pun yang ada di sini juga akan menyusul mereka. Apakah kita semua siap mati di jalan Allah? Siap jihad menegakkan keadilan di negeri ini? Kelak kita akan ceritakan pada Allah bersama syuhada yang meninggal itu bahwa pemimpin negeri ini zholim, tidak adil dan suka menindas rakyatnya. Takbir..!!” pekik dia yang disambut Allahu Akbar.. Allahu Akbar oleh massa aksi.
Kata Heriansyah, mereka kembali berkumpul di depan kantor Bawaslu Sumut bukan semata-mata karena mendukung salah satu paslon capres. Melainkan karena melihat masifnya kecurangan Pilpres 2019, intimidasi terhadap umat Islam, ulama dan rakyat kecil. “Kami datang lagi ke sini dalam keadaan lapar dan haus, bukan karena ingin sekadar ganti presiden. Kami ingin keadilan dan keberanan tegak di negeri ini. Kami tidak mau negeri ini dikuasi paham-paham komunis. Kami tidak ingin negeri ini asetnya dijuali ke asing dan aseng. Kami mau bangsa ini adil, makmur dan rakyatnya sejahtera,” tukas dia.
Informasi yang diperoleh Sumut Pos, selain terus menyuarakan agar KPU mendiskualifikasi paslon capres 01, massa aksi melanjutkan aktivitas dengan Salat Ashar berjamaah dan buka puasa bersama di seputaran Jalan Adam Malik Medan. Terlihat mereka sudah membawa bekal sendiri untuk berbuka puasa, sekaligus tenda dan alas untuk salat berjamaah. “Sekarang mereka bisa teriak menang dan menang, mereka terus intimidasi rakyatnya sendiri. Tapi lihat satu dua hari lagi, mereka akan meratapi kekalahannya karena sudah zholim dan berbuat curang,” sambungnyas.
Sementara itu, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumut Indra Suheri mengungkapkan pihaknya berdoa kepada Allah agar tidak ada orang berniat mengganti ideologi Pancasila. Hal tersebut disampaikan Indra saat berorasi di depan massa yang menamakam dirinya Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR).
“Kami berdoa kepada Allah dari orang-orang yang ingin merongrong Pancasila dengan ideologi lain. Kami menentang segala bentuk kejahatan dan kezaliman,” ucapnya, Rabu (22/5).
Indra mengajak semua elemen menjaga persatuan dan berjuang bersama-sama melawan kebatilan.”Kita aka tetap istiqomah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila,” tambahnya.
Indra menjelaska pihaknya tak akan membiarkan pihak-pihao yanh mengadudomba, memecah belah bangsa. Kami akan melawan yang di bibirnya hanya mengatakan cinta NKRI dan Pancasila namun tergiur untuk merampas negeri ini,” katanya
Tolak People Power
Dari amatan di depan kantor KPU Sumut, massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara (AMIN), menolak dengan lantang gerakan massa atau people power. “Mahasiswa Islam Nusantara menolak people power sebagai upaya memperkeruh iklim sosial masyarakat Indonesia khususnya di Provinsi Sumut, dan mendukung TNI/Polri untuk mengawal keamanan negara serta menindak tegas bagi kelompok yang ingin membuat kisruh keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata orator aksi, Safaruddin Hasibuan dari atas mobil komando.
Pihaknya meminta seluruh tokoh agama se-Nusantara untuk menjadi peredam tensi politik pasca Pemilu 2019. Sebab menurut mereka, di Pemilu 2019 ini telah menjadikan masyarakat terpolarisasi dan cenderung terpecah-belah dan pihaknya mengindikasi ada kelompok tertentu yang mempekeruh suasana dengan melakukan propaganda berupa people power.
“Kami mengapreasi penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan Undang-undang yang berlaku dan menolak elit politik yang melempar opini menyesatkan serta mengompori masyarakat untuk melakukan kegaduhan,” lanjut Safaruddin.
Aksi massa AMIN juga mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian, baik dari satuan Brimob maupun Polda Sumut. Di sepanjang jalan depan kantor KPU, selai terlihat sudah dipagari kawat duri sebagai pembatas juga ada sejumlah kendaraan pengaman massa. Seperti ‘raisa’, baraccuda, dan water canon. Sementara di area dalam kantor, puluhan aparat kepolisian dilengkapi senjata laras panjang berbaris rapi.
IMM Minta Tunda Penetapan Hasil Pemilu
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Medan menilai, pelaksanaan Pemilu 2019 yang berlangsung jauh dari yang kata adil, jujur dan bersih. Berorasi di balik pagar kawat berduri tepat di depan Kantor Bawaslu Sumut, Rabu (22/5), mereka mengecam kinerja KPU dan Bawaslu Sumut. Tuntutan mahasiswa, agar penetapan hasil Pemilu ditunda.
Massa menilai kinerja yang diperlihatkan oleh KPU maupun Bawaslu RI belum sesuai harapan yang diinginkan. Menurut mereka masih banyak terjadi hal tidak diinginkan terjadi. Koordinator aksi massa IMM, Angga Fahmi dalam orasinya menyatakan banyak kejanggalan yang terjadi sehingga membuat risih perasaan masyarakat. Ia menyebut KPU dan Bawaslu RI telah ‘mati’.
“Teman-teman ikuti kata-kata saya. Innalilahi wa innailaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah KPU dan Bawaslu RI,” kata Angga mengomandoi massa.
Dalam aksi itu, IMM Kota Medan juga mempunyai beberapa tuntutan. Diantaranya IMM Medan meminta supaya para korban yang meninggal dalam proses pemilu dilakukan otopsi untuk menjawab kejanggalan-kejanggalan, terkhusus Sumut. “Kami juga meminta agar KPU menunda penetapan hasil pemilu 2019 sampai kecurangan yang tersistematis, struktur dan masif ditindak tegas. Karena banyak kejanggalan-kejanggalan yang didapati dari hasil perolehan suara,” teriaknya dari bali toa pengeras suara.
IMM Kota Medan juga menuntut supaya memberikan kebebasan dalam berargumen termasuk di media. Karena itu merupakan bagian dari demokrasi. “Kami juga menuntut supaya UU ITE direvisi, karena itulah yang membungkam masyarakat dan mahasiswa yang beraktivitas di dunia IT,” tutur Angga.
Terakhir massa juga meminta agar elit politik negeri ini turut turun meredakan suasana panas yang terjadi di negeri ini. “IMM Kota Medan meminta supaya para elit politik rendah hati dan menahan diri serta mencegah sikap provokatif,” jelas Angga.
Hingga sore, aksi massa di depan Kantor Bawaslu Sumut terus menebal. Kantong massa kian para pendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 02 mulai berdatangan dan memadati kawasan Jalan Adam Malik, Medan. Kuranglebih seribuan orang para pendukung yang didominasi pakai serba putih dengan membawa poster dan bendera berlafas tauhid mulai berkerumum sejak pukul 14.00 WIB hingga memuncak jelas waktu shalat Ashar, sekira pukul 15.48 WIB.
Namun tampak langkah mereka terhenti beberapa meter dari depan Kantor Bawaslu Sumut. Lagi-lagi massa terhalang pagar kawat beduri polisi. Pasukan gabungan dari Polwan, Sabhara, dan Brimob yang dilengkapi dengan tameng, pentungan dan senjata gas air mata, juga sudah disiapkan di lokasi mengawal aksi.
Sama seperti di Jakarta, ketika polisi kabarnya mendeteksi ada sekolompok massa provokator, pasa aksi yang berlangaung di depan Kantor Bawaslu Sumut Namun polisi juga mengamankan orang yang membawa senjata tajam dan senpi mirip pistol diduga ingin melakukan provokasi.
Informasi yang dihimpun, orang tersebut mengendarai sepeda motor jenis matik dan menyelip diantara massa. Orang yang dicurigai membawa senjata langsung ditangkap petugas berpakaian preman.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira membenarkan penangkapan ini.Ia menyebut ada dua pria yang dicurigai membawa senjata di tengah kerumunan massa,
“Betul, sudah diamankan. Mereka menyusup di antara pengunjuk rasa. Untuk identitas pelaku belum ada, karena kami masih melakukan pengamanan,” ungkapnya saat dikonfirmasi wartawan.
Ia mengatakan saat ini pihaknya masih memeriksa dua orang tersebut di Mapolrestabes Medan.”Kita cari tahu apa maksud dan tujuannya. Kita akan tindak tegas bila ia memang berniat untuk memprovokasi,” pungkasnya. (dvs)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aksi penolakan terhadap hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berlangsung anarkis disesali banyak kalangan. Selain mengacaukan stabilitas keamanan, cara-cara itu bertolakbelakang dengan ruang yang sudah diberikan konstitusi.
PRESIDEN Joko Widodo menyesali adanya kasus tersebut. Jokowi mengatakan, dirinya membuka diri kepada siapapun untuk bersama-sama dan bekerjasama membangun negara. Namun di sisi lain, tidak akan memberikan toleransi kepada pihak manapun yang mencoba mengganggu keamanan dan persatuan.
“Terutama perusuh-perusuh. Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita, merusak NKRI,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (22/5). Oleh karenanya, kepada TNI dan Polri, Jokowi menginstruksikan untuk menindak tegas para perusuh sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
Jokowi kembali menegaskan, konstitusi sudah memberikan jalur bagi pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil pemilu. Yakni dengan mengajukan gugatan melalui sengketa perselisihan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia meyakini, sembilan hakim MK akan bekerja profesional dan memutus perkara sesuai fakta yang ada.
“Dan saya menghargai Pak Prabowo-Sandi yang telah membawa sengketa pilpres itu ke MK,” imbuhnya.
Selain itu, Jokowi juga mengajak masyarakat untuk menghormati momen bulan Ramadan yang penuh berkah dengan menunjukkan sikap saling menghormati dan menghargai. “Kewajiban kita juga sebagai umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, berbuat baik,” tuturnya.
Terakhir, mantan Walikota Solo itu juga memastikan situasi masih terkendali. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam menjalankan aktivitas. “Saya mengajak, mari kita merajut kembali persatuan kita, merajut kembali persaudaraan, kerukunan kita. Karena Indonesia adalah rumah kita bersama,” terangnya.
Presiden sendiri, kemarin menjalin komunikasi dengan dua pimpinan partai yang notabene berasal dari koalisi Prabowo – Sandi di Istana Kepresidenan, Bogor. Yakni Ketua Umum Partai Amanat Nasional dan Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.
Usai pertemuan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan meminta semua pihak untuk menahan diri. Menurutnya, demokrasi membutuhkan kesabaran dan dialog. Oleh karenanya, Zulhas mengajak pemerintah dan semua pihak untuk merespon hasil rekapitulasi dialog dan silaturahmi.
Kalaupun tidak ketemu, kata Zulhas, Demokrasi membuka ruang untuk membawa ketidaksepakatan ke lembaga yang berwenang menanganinya, yakni Mahkamah Konstitusi. “Nanti masing-masing tim bisa menjelaskan segala persoalan yang dia hadapi,” ujarnya.
PAN sendiri, kata dia, menerima hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU terhadap Pileg dan Pilpres. Meski demikian, PAN mengajukan syarat untuk melakukan gugatan di 7 daerah pemilihan (Dapil) untuk Pileg.
Hal yang sama juga disampaikan AHY. Putra dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua untuk menjaga suasana damai. Kalau pun ada kalangan yang belum puas, harus disalurkan melalui jalur konstituisonal. “Agar kita semua terhindar dari polemik yang bisa diperkeruh dengan aksi tidak konstitusional,” ujarnya.
SBY, kata AHY, mengapresiasi rencana Prabowo menempuh jalur konstitusional dengan mengajukan gugatan ke MK. “Kami senang dengar Prabowo akan tempuh jalur konstitusional untuk gugat keberatan,” imbuhnya.
Prabowo Ajak Pendukungnya Tidak Anarkis
Sementara itu, meski aksi masa berdalih membela paslon 02, Prabowo Subianto mengaku tidak senang dengan demo anarkis. Dia menilai peristiwa kekerasan yang terjadi sejak malam hingga menjelang subuh kemarin telah mencoreng martabat dan marwah bangsa.
“Tidak boleh terjadi lagi. Hindari kekerasan verbal yang dapat memprovokasi. Mari kita jaga agar rakyat tetap damai dan bergembira,” katanya saat ditemui di kediamannya, kawasan Kertanegara,
Prabowo mengimbau kepada para masyarakat pendukungnya yang akan menyampaikan aspirasinya untuk menghindari kekerasan fisik. Berlaku sopan dan santun. Hormati pejabat-pejabat hukum yang bertugas. “Kami mendukung semua penggunaan hak konstitusional. Yang berakhlak, yang damai, dan tanpa kekerasan dalam perjuangan politik kebangsaan kita,” jelas Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Fadli Zon menyatakan belum merencanakan agenda pertemuan Prabowo bertemu dengan Jokowi. “Belum tahu kalau itu,” ucapnya saat ditemui di Kertanegara kemarin.
BPN saat ini sedang fokus untuk melancarkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi mengenai hasil pemilihan presiden. Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan, pihaknya sedang menyusun dan mempersiapkan berkas dokumen gugatan. Tim advokasi untuk mengawal proses ke MK sudah dibentuk. Di antaranya ada Denny Indrayana, Bambang Widjojanto, dan Irman Putra Sidin.
“Kami akan mengirimkan berkas dokumen gugatan ke MK besok (hari ini), karena hari terakhir,” jelas Dahnil.
Terpisah, Wakil Ketua TKN Jokowi – Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, melihat situasi politik sekarang ini diperlukan pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi. “Menurut saya penting, kalau Prabowo menemui Jokowi,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin.
Dengan pertemuan itu, kata dia, masyarakat akan melihat, khususnya pendukung kedua paslon tersebut. Mereka akan ikut tenang jika melihat kedua tokoh itu bertemu. Silaturahmi antar tokoh sangat penting dilakukan untuk menunjukkan bahwa para elit tetap rukun walaupun bersaing pada Pilpres 2019.
Selain itu, kata dia, yang tak kalah pentingnya, para tokoh juga harus menahan diri dan tidak sembarang berbicara. Jangan menyampaikan pernyataan yang provokatif, karena itu akan memancing emosi masyarakat. Jadi, para elite harus berbicara yang santun dan memberikan ketenangan kepada masyarakat.
Masyarakat juga harus menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Mereka lebih baik fokus beribadah di bulan yang suci ini. Ramadan sebagai momen untuk beribadah dan introspeksi diri. Jangan sampai menghujat, apalagi melakukan anarkisme. Persatuan dan kesatuan harus diutamakan. Sekarang semua pihak harus menunggu proses hukum yang akan ditempuh lewat Mahkamah Konstitusi (MK). Semua mekanisme sengketa sudah diatur sangat jelas dalam undang-undang. Jadi, serahkan lah sengketa pemilu ke MK.
Polri Duga Ada Penyusup
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan, kerusuhan terjadi pasca provokasi dari massa yang mendekat ke kantor Bawaslu sekitar pukul 23.00 WIB. Provokasi dilakukan dengan melemparkan batu, bom molotov, petasan, dan benda lainnya kepada petugas. Sesuai arahan, aparat keamanan yang berjaga merespons serangan tersebut dengan menghalau massa. “Makin diserang anggota berusaha mendorong untuk membubarkan,” ujarnya.
Sayangnya, upaya tersebut tidak lantas menghentikan serangan kelompok massa tersebut. Mereka terus memprovokasi petugas hingga kerusuhan kian panas. Setidaknya ada dua titik yang menjadi lokasi kerusuhan Selasa malam. Yakni Tanah Abang dan Kebon Kacang. Dari sana, Tito menyebutkan, anak buahnya lantas melepaskan tembakan gas air mata. “Situasi itu berlanjut sampai jam tiga atau empat pagi,” ungkapnya.
Tidak dinyana, kelompok massa tersebut malah kian menjadi. Mereka menyasar Asrama Brimob di Petamburan. “Tiba-tiba membakar kendaraan yang parkir di situ,” ucap Tito. Menurut dia tidak kurang 25 kendaraan yang terparkir di sana rusak. Dengan tegas jenderal bintang empat Polri tersebut menyebutkan bahwa massa yang rusuh dan bentrok dengan petugas tidak sama dengan massa aksi damai.
Saat bentrok terjadi, lanjut dia, beberapa provokator yang ditangkap oleh aparat keamanan sudah menyampaikan bahwa mereka tidak semuanya murni berdemo atas insiatif sendiri. “Mereka mengaku ada yang membayar,” ungkap Tito. Keterangan tersebut diperkuat temuan sejumlah amplop berisi uang mencapai Rp 6 juta dari massa yang diamankan di sekitar kantor Bawaslu.
Tidak hanya itu, petugas keamanan juga mendapati ambulans yang dipakai mengangkut batu dan alat pukul. Kini ambulans tersebut sudah diamankan oleh aparat kepolisian. Dari beragam temuan yang berhasil didapatkan oleh petugas, lanjut Tito, bentrok dengan petugas memang sudah menjadi target kelompok tersebut. “Kelompok yang sengaja langsung menyerang dan tujuan untuk membuat kerusuhan,” terangnya.
Polri menduga kerusuhan yang terjadi bukan aksi spontan. Melainkan adalah aksi terencana. Tito pun tidak membantah, bentrok yang terjadi memunculkan korban. Baik luka maupun meninggal dunia. “Saya juga mendapatkan laporan dari Kapusdokkes Polri. Informasinya ada enam orang yang meninggal,” ucap dia. Guna memastikan penyebab meninggalnya enam orang tersebut, Polri akan terus mendalami insiden tersebut.
Mantan kepala Polda Metro Jaya itu pun menyinggung niat kelompok-kelompok tertentu untuk beraksi saat demo berlangsung. “Apalagi ada upaya untuk memprovokasi dan men-setting itu. Menciptakan martir, menyalahkan aparat sehingga kemudian membangun amarah publik,” bebernya. Dia juga menjelaskan soal penangkapan beberapa pihak yang kedapatan menguasai senjata api untuk mematik rusuh pada aksi kemarin.
Di antaranya, sambung Tito, senjata api jenis M4, dua senjata api laras pendek, dan dua kardus amunisi. “Lebih dari 50 butir, hampir 60 butir. Dan pengakuan mereka juga sama. Akan dipakai pada saat tanggal 22,” jelasnya. Selaian aparat dan pejabat, massa pun menjadi sasaran mereka. Tujuannya supaya massa mengira yang melesakkan tembakan tersebut adalah aparat keamanan. Sehingga bisa menyulut massa untuk rusuh dengan petugas.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyampaikan bahwa pemerintah sudah mengantongi identitas perusuh pasca aksi damai Selasa malam. Serupa penjelasan Tito, dia menuturkan, massa yang bentrok dengan aparat keamanan tidak sama dengan demonstran yang melakukan aksi damai. “Sebenarnya dari hasil investigasi saat ini sudah mengetahui dalang aksi tersebut,” ungkap dia.
Namun demikin, Wiranto belum bisa membuka identitas dalang rusuh berbuntut bentrok tersebut. Yang pasti, dia tegas menyampaikan, aparat keamanan tidak akan tinggal diam. “Aparat keamanan akan bertindak tegas secara hukum,” jelasnya. Dia juga menegaskan, negara tidak akan kalah dengan aksi-aksi melanggar hukum yang dilakukan oleh para perusuh tersebut. “Negara harus melindungi segenap bangsa,” tambah dia.
Berdasar pengamatan yang dilakukan oleh pemerintah, lanjut Wiranto, ada keterkaitan antara satu kasus dengan kasus lain yang muncul belakangan ini. Dari sana, mereka bisa mengidentifikasi orang yang berada dibalik kerusuhan di beberapa titik di Jakarta. “Dalang itu kami sudah tahu dan sedang dalam kajian penyelidikan lebih dalam lagi,” imbuhnya. Dia memastikan langkah hukum terhadap orang-orang tersebut sesuai ketentuan.
Terkait dengan korban yang bermunculan saat bentrok terjadi, Wiranto menegaskan kembali bahwa pucuk pimpinan Polri maupun TNI melarang petugas di lapangan menyerang massa. Semua anggota Polri maupun prajurit TNI yang di tempatkan di garda terdepan tidak dibekali senjata api. “Senjata disimpan di gudang, mereka menggunakan perisai dan pentungan dan tentu dengan perlengkapan yang lain. Tapi, bukan senjata api,” jelasnya.
Berdasar investigasi yang sudah dilakukan, Wiranto menyebutkan bahwa pihaknya melihat ada upaya untuk memutabalikan fakta. Yang tujuannya tidak lain untuk menyudutkan aparat keamanan maupun pemerintah. “Kesimpulan kami, ada niatan atau skenario membuat kekacauan dengan menyalahkan petugas aparat keamanan, membangun antipati terhadap pemerintah yang sah dan membangun kebencian kepada pemerintah,” beber dia.
Meski aksi dua hari lalu sempat rusuh dan bentrok, aparat keamanan tetap memberi ruang kepada massa yang berdemo kemarin. Sejak pagi, siang, sore, sampai malam kemarin mereka masih berada di sekitar kantor Bawaslu. Di antara demonstrasi yang berlangsung, sempat terjadi beberapa kali keributan. Namun, sampai berita ini dibuat aparat keamanan masih berusaha menenangkan massa. Selain di sekitar kantor Bawaslu, keributan juga dilaporkan terjadi di beberapa titik lainnya. (far/han/lum/syn)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hiruk pikuk suasana kawasan Pasar Tanah Abang tak terlihat, Rabu (22/5) kemarin. Kemacetan yang selalu tersaji setiap harinya tak tampak. Sebutan kota mati seolah layak disematkan pada pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara itu kemarin.
Jalan raya yang biasanya padat tampak lengang. Pertokoan pun kompak tutup. Tumpukan sampah dan bekas-bekas puing aktivitas bakar-bakaran tampak sejauh mata memandang di sepanjang Jalan Tanah Abang. Beberapa fasilitas umum juga menjadi korban. Separator hingga bak sampah roboh ke badan jalan.
Udara di sana pun tidak bersahabat untuk warga yang nekat melintas. Sebab, aroma khas gas air mata masih cukup terasa. Hal tersebut berpotensi membuat mata perih dan sesak napas.
Namun, situasi itu bagai angin lalu oleh para petugas PPSU (pasukan oranye). Mereka tetap menjalani hari-harinya seperti biasa, membersihkan dampak kerusuhan. Sugeng, salah seorang PPSU asal Kelurahan Cideng menuturkan ia mulai bekerja sejak pukul 3 pagi dengan 62 orang rekannya.
Bagi Sugeng dan kawan-kawan, kebersihan di kawasan Jalan Jati Baru adalah tanggung jawabnya penuh. Meski harus bekerja sambil menahan perihnya gas air mata, para PPSU tak gentar. “Kami harus siap buat lingkungan bersih. Sebenarnya ada ketakutan dan rasa waw-was kalau tidak didampingi para aparat,” ucapnya.
Kondisi mencekam di sekitar Tanah Abang memang membuat sentra ekonomi di kawasan itu lumpuh. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, kawasan perbelanjaan Pasar Tanah Abang Blok A-G ditutup sementara.
Selain karena adanya bentrokan massa, penutupan juga dilakukan karena akses menuju pusat perbelanjaan terbesar di Asia tenggara tersebut masih ditutup. Arief menambahkan, sampai saat ini dirinya belum menerima laporan ada pasar lain yang ditutup.
Akibat penutupan sementara itu, diperkirakan kerugian yang terjadi lebih dari Rp 200 miliar. Sebab, ada sekitar 14 ribu pedagang yang berada di lokasi tersebut. “Perputaran uang di Tanah Abang kurang lebih Rp 200 miliar per hari. Apalagi dengan kondisi mau lebaran gini potensi lebih besar,” katanya saat diwawancara kemarin (22/5).
Arief mengaku, sebenarnya tidak ada perintah langsung dari Pemprov DKI untuk melakukan penutupan sementara. “Karena akses ke lokasi masih tertutup, pedagang memutuskan masih belum membuka tempat berdagang mereka,” imbuhnya.
Dia menuturkan, pembukaan kembali pusat perbelanjaan itu belum bisa dipastikan. Yang jelas, sambung Arief, pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
Arief memastikan, apabila kondisi sudah pulih dan akses kendaraan sudah bisa dilalui, pihaknya segera menginformasikan kepada para pedagang. “Saya sudah minta pimpinan pasar melakukan koordinasi dengan aparatur setempat mengenai itu,” imbuh Arief.
Menurut dia, berdasarkan pengamatan di lapangan, sisa-sisa bentrokan masih terlihat ke arah pasar. Baik dari arah Jalan Fachrudin dan dari arah Jalan Wahid Hasyim.
“Beberapa kendaraan roda dua mulai bisa melintas. Tapi kendaraan roda empat belum bisa karena masih ada sisa batu dan botol berserakan. Hal ini, tentunya akan menyulitkan akses warga dan pedagang menuju pasar tanah abang,” tambahnya.
Untuk keamanan, pihaknya sudah menyiapkan pengamanan khusus untuk Pasar Tanah Abang. Dia menjelaskan, pengamanan Pasar Blok A dan Blok B ada sekitar 160 orang security ditambah 100 orang perbantuan TNI. Sedangkan, pengamanan di Blok F ada 49 orang security. Selanjutnya di Blok G ada 9 orang security.
“Semuanya saling memantau kondisi yang ada di dalam pasar. Untuk pasar lainnya saat ini menurutnya masih tetap dilakukan pemantauan,” tuturnya.
Terpisah, Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, sementara ini Transjakarta melakukan perpendekan layanan, yakni tidak melayani kawasan Tanah Abang. Seperti Tanah Abang-Batusari (8K), Tanah Abang-Blok M (1N) dan Tanah Abang-Kebayoran Lama (8C). “Layanan bus wisata dan bus gratis juga sementara berhenti beroperasi,” katanya.
Tak hanya melakukan perpendekan layanan untuk Kawasan Tanah Abang, akibat kericuhan itu, Transjakarta juga melakukan penyesuaian layanan. Antara lain koridor 1 (Blok M-Kota),4A (Grogol-TU GAS), 4C (Bundaran Senayan- TU GAS), 5A (Melayu-Grogol) dan 6A (Ragunan-Monas). “Penyesuaian layanan ini bersifat situasional. Bila pihak berwenang menyatakan situasi kondusif maka rute akan kembali sesuai jadwal,” jelasnya.
Dampak kerusuhan juga terlihat di Stasiun Tanah Abang Jakarta Pusat. Masa yang berada di fly over atas Stasiun Tanah Abang melempari arah stasiun. Beruntung tidak ada korban jiwa. “KAI menyesalkan kejadian ini karena pelemparan ke arah stasiun tidak hanya dapat merusak fasilitas stasiun dan kereta, namun juga dapat melukai penumpang yang sedang ada di area stasiun,” ujar VP Public Relations KAI Edy Kuswoyo.
Selain pengerusakan, perjalanan kereta api di Jakarta juga sempat terhambat. Daop 1 Jakarta akhirnya memberlakukan rekayasa perjalanan kereta. Pola operasi itu dinamakan berhenti luar biasa (BLB). Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA ini akan dilakukan pada kemarin (22/5) mulai pukul 05.25 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB. Ada 33 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, yang akan direkayasa pola operasi pemberangkatannya.
“Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, namun khusus hari ini (kemarin, Red), KA yang berangkat dari Stasiun Gambir akan berhenti juga di stasiun Jatinegara untuk proses naik-turun penumpang,” ungkap Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa. Tujuannya untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir karena terkena imbas kemacetan.
Selain itu, comuterline pun tak bisa berhenti di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Palmerah. Sehingga terdapat pengalihan dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Karet. Sedangkan penumpang dari Stasiun Palmerah dialihkan ke Stasiun Kebayoran Baru.
Situasi kerusuhan juga berdampak terhadap jam kerja aparatur sipil negara di ibu kota. Kementerian Keuangan memulangkan seluruh pegawainya lebih awa. Berada di Sawah Besar membuat kantor Kemenkeu masuk daerah rawan ring 1. “Pukul 12.00 sudah disuruh pulang karena situasi makin chaos. Dan posisi kantorku masih ikut titik rawan,” ucap Ajeng Savitri, ASN Kemenkeu saat dihubungi Jawa Pos.
Ajeng menjelaskan, sejak pagi hampir seluruh rekan kerjanya tidak fokus kerja. Membayangkan kegaduhan situasi akibat aksi demo di Thamrin (depan Bawaslu) hingga Tanah Abang. “Ketika mau pulang juga diinstruksiin untuk name tag dimasukkan di dalam tas. Kalau bawa jaket suapaya dipakai,” ujar perempuan asal Semarang itu.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga melakukan hal yang sama. Sekretaris Menpora Gatot S. Dewa Broto menuturkan, seluruh pegawai dipulangkan pukul 14.00. Pertimbangannya lantaran banyak dari pegawai Kemenpora yang menggunakan kereta listrik sebagai transportasi sehari-harinya. Khususnya, melalui Stasiun Palmerah.
“Nah, Stasiun Palmerah itu kan tidak boleh digunakan. Makanya, banyak yang beralih ke Stasiun Kebayoran Lama. Itu kan butuh waktu makanya kami tidak keberatan,” jelas Gatot. Meski begitu, berdasarkan tingkat kehadiran pegawai terhitung normal.
Sedangkan pegawai DPR, MPR dan DPD RI, mereka diliburkan kemarin. Sekretariat tiga lembaga itu mengirim pemberitahuan kepada semua para pegawai terkait libur mendadak itu. Pengamanan dalam (Pamdal) dan pihak kepolisian pun melakukan penjagaan ketat di sekitar kompleks Parlemen, Senayan.
Bahkan, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo melakukan pengecekan langsung ke posko keamanan di kawasan DPR RI untuk memastikan kondisi Senayan aman. Dia juga ingin memastikan penanganan unjuk rasa berlangsung tertib, aman dan damai. “Saya mengingatkan aparat bahwa kita tidak sedang berperang melawan rakyat sendiri. Kita sedang berusaha menertibkan kebebasan dalam penggunaan hak menyatakan pendapat yang menyimpang dan manabrak UU dengan cara humanis namun tegas,” terang dia.
Dia juga ingin memastikan tidak ada aparat yang membawa peluru tajam sesuai instruksi Panglima TNI dan Kapolri. Sesuai penjelasan pihak keamanan, mereka hanya dibekali tiga jenis amunisi yang penggunaannya sesuai tingkatan yang sudah diatur dalam SOP. Yakni peluru hampa, peluru karet dan gas airmata. Mereka dilarang keras membawa peluru tajam.
Dalam kesempatan itu, Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo ditemani anggota DPR RI Muhamad Misbakhun dan Sekjen DPR RI Indra Iskandar. Sementara dari pihak keamanan hadir Asops Mabes Polri Irjen Pol Martuani Sormin dan Brigjend TNI A.riad dari Mabes TNI.
Politikus Partai Golkar itu juga menghimbau kepada seluruh aparat keamanan yang bertugas di lapangan agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pengunjuk rasa. Menurut dia, target para penumpang gelap yang menyusup di tengah-tengah aksi masa adalah memancing aparat agar marah dan bertindak anarkis, sehingga menimbulkan chaos. Aparat walau dalam kondisi lelah, harus tetap humanis namun tegas dalam menegakkan peraturan dan perundang-undangan terkait penanganan ketertiban umum, dan keamanan negara.
Mantan Ketua Komisi III DPR itu juga mengajak kepada massa yang melakukan demo di KPU dan Bawaslu untuk tetap tertib dan damai. Hindari perilaku anarkisme yang hanya akan merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Kita tentu tidak ingin melihat terjadinya konflik horizontal akibat ketidaksepahaman dalam menyikapi hasil pemilu,” katanya. (mim/lyn/han/lum)