Home Blog Page 5383

343 Calhaj Asahan Divaksinasi

Info haji
Info haji

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 343 Calon Jemaah Haji (Calhaj) Kabupaten Asahan mendapat suntikan dua vaksinasi, yakni vaksin meningitis dan influenza dari Dinas Kesehatan, Kabupaten Asahan, di Masjid Agung Ahmad Bakri Kisaran Jalan Lintas Sumatara, Kecamatan Kisaran Barat, Jumat (26/4).

Kepala Dinas Kesehatan Asahan, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, dari 343 Calhaj tersebut, 139 calhaj laki-laki dan 204 calhaj perempuan.

“Artinya pemberian kedua vaksinasi sangat penting. Terutama meningitis wajib sedangkan influenza dianjurkan. Tentulah untuk mengantisipasi virus dan menjaga daya tahan para calhaj,”kata Aris.

Lanjut Aris, pemberian vaksinasi yang bersumber dari dana APBN dan APBD Asahan tersebut, bertujuan untuk menangkal penyakit yang datang ke tubuh calhaj sebelum menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci Makkah.

“Dipastikan dengan diberikannya vaksinasi, para calhaj dapat menjalankan ibadah hajinya nantinya dalam keadaan sehat,”bilangnya.

Perlu diketahui, sambung Aris, pemberian vaksin meningitis kepada calhaj dilakukan agar tubuh calhaj dapat menangkal penyakit radang selaput otak, sedangkan vaksin influenza agar calhaj tidak mendapat flu saat menjalankan rukun Islam ke lima tersebut.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan berharap semua calon haji Asahan nanti bisa menunaikan rukun Islam dengan sehat, “bilang Aris.(omi/han)

SMPN1 Labuhandeli Gelar Isra Mikraj, Khataman Quran, dan Dzikir Bersama

BERSAMA: Para siswa dan guru mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, khataman Quran, dan zikir bersama di halaman sekolah tersebut, Sabtu (20/4).
BERSAMA: Para siswa dan guru mengikuti peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, khataman Quran, dan zikir bersama di halaman sekolah tersebut, Sabtu (20/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SMP Negeri 1 Labuhan Deli yang beralamat di Jalan Veteran Pasar IV Helvetia, Deliserdang menggelar acara akbar, Sabtu (20/4). Tiga acara dikemas dalam satu even, yakni peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, khataman Quran, dan zikir bersama dengan mengangkat tema; Mewujudkan Pribadi yang Sholeh Secara Rohani dan Sosial.

“Khataman Alquran dan Dzikir bersama ini juga diselenggarakan untuk melepas siswa Kelas IX yang mengikuti UNBK pada 22-25 April 2019,” kata Yusmariono, salah seorang panitia kepada wartawan di sela kegiatan.

Acara diawali dengan khataman Alquran oleh siswa-siswa kelas IX. Qori dan qoriah terpilih dari perwakilan setiap Kelas IX mentilawahkan bagian akhir dari juz 30 yang lazim dibacakan pada saat berkhatam, dilanjutkan dengan doa khatam Quran oleh Bapak Yusmariono.

Setelah khataman, acara dilanjutkan dengan peringatan Isra’ Mikraj yang diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran dan saritilawahnya. Kemudian dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari ketua panitia, ketua PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) dan kepala sekolah Indrasyah Sitompul, SAg, MA.

Sementara dalam tausiyahnya, Ustadz Ramli Nasution mengingatkan kembali akan pentingnya peristiwa Isra Mikraj ini dan pesan yang dibawa Rasulullah dari perjalanan Isra Mikrajnya yaitu salat fardhu 5 waktu (rukun Islam kedua).

“Diharapkan kita semua dapat mengambil pelajaran dari peristiwa Isra Mikraj nabi Muhammad SAW untuk memperdalam dan mengaplikasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari hari,” ungkap Yusmariono.

Dengan zikir bersama, lanjutnya, semoga pelaksanaan UNBK tahun 2109 dapat berjalan dengan lancar, sukses dan mendapatkan hasil yang terbaik. Acara ini juga dihadiri pengurus komite sekolah yang menurut Yusmariono, merespon sangat baik dan senang dengan dilaksanakannya kegiatan ini. (adz)

Terobosan Royal Sumatra, Manjakan Pengunjung dengan Berbagai Kegiatan

FUN BIKE: Para peserta fun bike foto bersama. Fun bike salah satu kegiatan yang digelar Royal Sumatera, baru-baru ini.
FUN BIKE: Para peserta fun bike foto bersama. Fun bike salah satu kegiatan yang digelar Royal Sumatera, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengembang perumahan (developer) Royal Sumatra membuat terobosan baru di tahun 2019 ini melalui ragam kegiatan interaktif dan atraktif untuk mengakomodir aktifitas pengunjung yang selama ini hadir di areal Royal Sumatra.

Dimulai dari kegiatan pertama yakni Royal Sumatra Fun Day pada Februari lalu. Kegiatan ini diikuti hampir semua komunitas lari dan sepeda di Kota Medan. Mereka berkumpul di dalam cluster City Walk.

Salah seorang manajemen Royal Sumatra, Ferdian Lawtama kepada pers di Medan, Jumat (26/4/2019) mengatakan, selama ini citra perumahan elit Royal Sumatra Residence di mata masyarakat Kota Medan adalah kawasan terpadu yang menggabungkan unsur alam dan hunian modern, di mana selain nyaman sebagai tempat tinggal, kawasan Royal Sumatra sangat sesuai bagi para maniak olahraga, seperti jalan santai (jogging), lari, dan bersepeda. Sehingga, tak ayal, kawasan ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat yang datang dari luar kawasan. Bahkan penghuni yang tinggal di dalam kawasanpun kerap melakukan olahraga di areal ini. “Itulah salah satu alasan kami mengadakan kegiatan Fun Day,” tutur Ferdian Lawtama.

Selain olahraga, dalam waktu dekat developer juga berencana menginisiasi kegiatan lain yang sifatnya murni hiburan dan edukasi, antara lain Pesta Kopi Royal Sumatra, Fun Bike with Royal’s Family, dan Auto Battle Modification. “Walaupun masih berupa wacana, tetapi konsep dan rencana eksekusi sudah dibahas dengan beberapa Event Organizer (EO),” ucapnya.

Menurut Ferdian Lawtama, kegiatan-kegiatan tersebut bertujuan mewadahi perusahaan mendekatkan Royal Sumatra dengan masyarakat dan mengakomodir aktifitas positif selama ini. Pihaknya juga tengah menyiapkan sejumlah failitas umum. “Kami menyadari pentingnya fasilitas umum agar masyarakat dan penghuni yang tinggal di dalamnya merasa nyaman,” tegasnya.

Fasilitas umum yang kini sedang proses dibangun adalah areal Sport Center yang terdiri dariswimming pool, fitness center, basketball field, dan tennis court. Setelah Sport Center selesai dibangun, direncanakan adanya tempat ibadah, yakni: masjid dan vihara.

Areal publik yang saat ini menjadi ikon utama Royal Sumatra adalah City Walk. Di areal ini terdapat deretan ruko dan rukan yang siap dijadikan areal bisnis kuliner dan non-kuliner. “Ke depannya City Walk akan menjadi one stop hangout and entertainment dan pelopor wajah baru Royal Sumatra,” pungkas Ferdian Lawtama. (ila)

Bupati Labura Diperiksa dalam Penyelewengan Pajak Rp3 Miliar

Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus (tengah).
Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus (tengah).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhan (Labura), Khairudin Syah Sitorus diperiksa Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara (Poldasu), Jumat (26/4).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Poldasu Kombes Pol Rony Samtana membenarkan pemeriksaan orang nomor satu di Labura tersebut. “Iya benar, memang (Bupati Labura) lagi diperiksa sekarang,” ungkapnya.

Rony menjelaskan, Khairuddin diperiksa terkait penyelewengan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2013 senilai Rp 3 miliar. “Modusnya mengambil insentif dari pengumpulan pajak-pajak untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.

Rony melanjutkan, saat ini kasus tersebut sudah pada tahap penyidikan. Namun Bupati Labura, Khairuddin Syah Sitorus alias Buyung sejauh ini masih berstatus sebagai saksi. “Kasusnya sudah tahap penyidikan dan yang bersangkutan masih berstatus saksi,” pungkasnya.

Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus yang ditemui wartawan saat hendak masuk ke gedung Ditreskrimsus sekira pukul 13.50 WIB, membantah jika dirinya diperiksa terkait kasus korupsi. Saat ke Poldasu, Khairuddin datang dengan stelan kemeja putih didampingi seorang pemuda berkemeja batik. “Nggak ah, nggak ah, cuma mau main-main aja,” katanya sambil berlalu. (kps)

Desa Halado-Tobasa Sambut Program KKBPK

Foto: Istimewa BERSAMA: Perwakilan BKKBN Sumut dan mitra kerja dari DPR RI berfoto bersama peserta sosialisasi.
Foto: Istimewa
BERSAMA: Perwakilan BKKBN Sumut dan mitra kerja dari DPR RI berfoto bersama peserta sosialisasi.

TOBASA, SUMUTPOS.CO – BKKBN menggelar kegiatan sosialisasi, advokasi dan KIE program KKBPK bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI Tahun 2019, di Desa Halado, Toba Samosir (Tobasa), belum lama ini.

Dalam sambutannya Kabid Adpin BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah menekankan, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi Desa Halado dalam pembentukan Kampung KB. Khususnya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keluarga berencana, serta mendorong masyarakat untuk mengikuti program KB.

“Dengan begitu, akan melahirkan generasi yang berkualitas. Karena saat ini program KB tidak saja untuk perempuan melainkan juga pria, sehingga setiap kehamilan bisa direncanakan. Dengan perencanaan kehamilan maka setiap orang tua akan memberikan perawatan yang lebih sehingga melahirkan generasi yang diharapkan,” jelas Rabiatun Adawiyah.

Pemahaman tersebut, lanjutnya dapat disampaikan melalui komunikasi informasi dan edukasi. Sejauh ini pemerintah terus menyerukan pentingnya program KB ini lewat poster, factsheet, umbul-umbul dan stiker. Seiring perkembangan teknologi, pemerintah juga memanfaatkan fasilitas teknologi elektronik seperti mobil unit penerangan, radio, televisi, maupun internet yang memungkinkan diakses masyarakat secara lebih luas.

Pun begitu, perlu dukungan dari dinas-dinas lain, TNI/Polri, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh budaya, tokoh agama, tokoh perempuan, pemerintah desa, LSM, media massa dan pihak-pihak lainnya.

Turut hadir Anggota DPR RI, DR Saleh Partaonan Daulay MAg, MHum, MA, sebagai mitra kerja. Politisi PAN ini mengapresiasi BKKBN Sumut atas pelaksanaan sosialisasi di Desa Halado, Tobasa tersebut.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta, jika pengendalian penduduk akan mencegah timbulnya persoalan-persoalan baru. Seperti angka pengangguran, pernikahan dini dan kemiskinan.

Untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi, panitia menyiapkan berbagai macam hadiah kepada para peserta. Salah satunya sepeda. (rel)

Antony Napitupulu Klaim Raih 6.000 Lebih Suara

BERTEMU: Caleg DPRD Deliserdang, Antony Napitupulu (kiri) saat bertemu Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih di kediaman Japorman, Rabu (24/4).
BERTEMU: Caleg DPRD Deliserdang, Antony Napitupulu (kiri) saat bertemu Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih di kediaman Japorman, Rabu (24/4).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Legislatif DPRD Deliserdang periode 2019-2024 tampaknya banyak diisi wajah-wajah baru. Salah satunya yakni Antony Napitupulu, calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Antony Napitupulu klaim memperoleh sekitar 6.000 suara lebih dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 pada Daerah Pemilihan IV yang meliputi Kecamatan Sunggal, Kutalimbaru, dan Pancurbatu. Perolehan tersebut tentu sudah dapat melenggangkan jalannya menuju kursi DPRD Deliserdang.

Berbicara dengan wartawan, Kamis (25/4), caleg nomor urut 4 ini mengungkapkan data 6.000 suara lebih yang diperolehnya itu berdasarkan plano C1 dari para saksi di ratusan tempat pemungutan suara (TPS) pada tiga kecamatan tersebut. Dengan perolehan itu, ia mengklaim suaranya menjadi yang tertinggi pertama di PDI Perjuangan Dapil IV.

“Analisis tim kita berdasarkan C1 plano, estimasi suara yang saya dapatkan kurang lebih berkisar 6.000 suara. Ini tersebar di tiga kecamatan namun yang terbesar di Kecamatan Sunggal, dan kemungkinan perkiraan kami perolehan suara saya akan terus bertambah,” katanya.

Dia berharap sampai penghitungan akhir suara di KPU Deliserdang nantinya, jangan ada kecurangan yang terjadi terutama menyoal penggelembungan suara secara masif yang berpotensi dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

“Pada prinsipnya kami percaya dengan kinerja para penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu. Kami melihat pengawasan juga sudah cukup bagus di lapangan, apalagi saat ini masih dilakukan rekapitulasi suara ditingkat kecamatan,” ujarnya.

Tak lupa Antony mengajak para relawan dan tim pemenangannya untuk terus mengawal suara sampai penghitungan akhir di KPU. Kesempatan itu ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh konstituen yang telah menyalurkan hak suara dan memilih dirinya dalam Pileg kali ini. Melihat perolehan suaranya sebagai pendatang baru, Antony menyebut capaian tersebut tentunya begitu spesial. Karena, duduknya nanti Antony di kursi DPRD Deliserdang akan menjadi yang pertama dalam sejarah, ada caleg PDI Perjuangan dari Dapil IV.

“Kepada masyarakat yang telah memberikan suaranya kepada saya, secara pribadi dan atas nama tim pemenangan Antony Napitupulu mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dari hati yang paling dalam. Khusus kepada relawan kami terus himbau untuk terus mengawal suara sampai penghitungan akhir di KPU nantinya,” katanya.

Antony berjanji setelah resmi menyandang status sebagai anggota dewan, siap menjalankan tugas, pokok dan fungsi sebagai legislator. Dia juga akan berjuang sekuat tenaga mewujudkan aspirasi, keinginan, dan harapan konstituen yang telah memilihnya melalui jalur legislatif.

“Tentunya dengan semua kewenangan dan tanggung jawab seorang anggota dewan yang melekat, saya akan membawa aspirasi masyarakat terkhusus Dapil IV yang meliputi Kecamatan Sunggal, Kutalimbaru dan Pancurbatu, baik dari sisi anggaran buat pembangunan infrastruktur, bantuan sosial dan kesejahteraan masyarakat akan saya perjuangkan agar dapat diwujudkan oleh Pemerintah Kabupaten Deliserdang,” tuturnya. (prn/azw)

KB Bukan Hanya Mengatur Jumlah Kelahiran, Tapi Juga…

Foto Istimewa DIABADIKAN Warga Desa Bangun Rejo diabadikan bersama pemateri sosialisasi BKKBN Sumut dan mitra kerja.
Foto Istimewa
DIABADIKAN Warga Desa Bangun Rejo diabadikan bersama pemateri sosialisasi BKKBN Sumut dan mitra kerja.

LABURA, SUMUTPOS.CO – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar kegiatan Sosialisasi Advoksi dan KIE program KKBPK bersama Mitra Kerja tahun 2019 di Desa Bangun Rejo, Labuhanbatu Utara (Labura), belum lama ini.

Dalam paparannya, Kabid Adpin BKKBN Sumut, Sekretaris Perwakilan BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah MPHR, menjelaskan program KKBPK tidak hanya mengatur jumlah kelahiran, namun mengarah kepada kesejahteraan keluarga. Dalam hal ini mengatur dan menjaga kelahiran anak dan kesehatan ibu dalam melahirkan.

Salah satu kebijakan yang dibuat adalah Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan keterpaduan mitra kerja dalam melakukan Advokasi dan KIE, meningkatkan dukungan dalam pergerakan Program KKBPK serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ketahanan keluarga.

“Advokasi KIE yang dilakukan secara intensif, terarah dan tepat sasaran, merupakan salah satu kegiatan kunci guna mengubah sikap, perilaku dan sistem nilai. Informasi selalu dibutuhkan dan erat hubungannya degan pelaksanaan program KB baik bagi masyarakat, pelaksana maupun para pengelola program,” tutur Rabiatun.

Oleh karena itu, lanjutnya, sejak awal pelaksanaan program KB tahun 1970 sampai sekarang dan bahkan waktu mendatang, kekuatan informasi merupakan faktor kunci kelangsungan keberhasilan program Kependudukan dan KB.

Keterlibatan mitra seperti politisi, tokoh agama, akademisi, budayawan, PKK, LSM, maupun public fgure seperti seniman dan olahragawan merupakan “singer” yang diharapkan dapat “menyanyikan” tentang pentingnya program KKBPK.

Hadir sebagai mitra kerja BKKBN Sumut, Anggota DPR RI, DR Saleh Partaonan Daulay MAg, MHum, MA.

Pelaksanaan sosialisasi dimeriahkan dengan sejumlah hadiah menarik yang disiapkan panitia bagi warga yang dapat menjawab pertanyaan seputar Advokasi dan KIE Program KKBPK. (rel)

BKKBN Sumut Ajak Warga Labura Ikut Program KB

Foto: Istimewa DIALOG: Anggota DPR RI berdialog dengan warga peserta sosialisasi Advokasi dan KIE.
Foto: Istimewa
DIALOG: Anggota DPR RI berdialog dengan warga peserta sosialisasi Advokasi dan KIE.

LABURA, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Damuli Kebun, Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara (Labura) antusias mengikuti sosialisasi Advokasi dan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) Program KKBPK, yang digelar BKKBN Sumut bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI tahun 2019, belum lama ini.

Kabid Adpin BKKBN Sumut, Dra Rabiatun Adawiyah dalam paparannya mengatakan, pemerintah telah menetapkan beberapa indikator pembangunan keluarga. Seperti penurunan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) dari 2,6 menjadi 2,28 anak per wanita, meningkatkan pemakaian alat/obat kontrasepsi, dan menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terlayani dari 11,4 persen menjadi 9,91 persen.

Untuk itu, Advokasi dan KIE yang dilakukan secara intensif, terarah, dan tepat sasaran sebagai salah satu kegiatan kunci mengubah sikap, perilaku, dan sistem nilai. Informasi selalu dibutuhkan dan erat hubungannya dengan pelaksanaan program KB baik bagi masyarakat, pelaksana maupun para pengelola program.

“Melalui sarana modern materi KIE dapat dikemas dalam bentuk film, drama, iklan, PSA (Public Service Advertising) serta pertunjukan bagi masyarakat. Bahkan dengan MUPEN KB bukan hanya berfungsi sebagai alat menyampaikan informasi dan hiburan bagi masyarakat. Tetapi dilengkapi dengan peralatan yang dapat untuk merelay siaran langsung dari stasiun televisi,” jelas Rabiatun Adawiyah.

Sasaran tersebut, sambungnya, tidak mungkin tercapai jika hanya mengandalkan BKKBN. Tetapi perlu dukungan dari dinas-dinas lain, TNI/Polri, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh budaya, tokoh agama, tokoh perempuan, pemerintah desa, LSM, media massa dan pihak-pihak lainnya.

Anggota DPR RI, DR. Saleh Partaonan Daulay, MAg, MHum, MA, sebagai mitra kerja menambahkan, pengendalian penduduk melalui Program KB sangat penting dalam mencegah persoalan baru. Seperti angka pengangguran, pernikahan dini, dan kemiskinan.

Untuk memeriahkan kegiatan, Politisi PAN ini mengajak warga berdialog interaktif. Bagi warga yang dapat menjawab pertanyaan seputar Program KB mendapat hadiah menarik. (rel)

Gunakan Suket Orang Lain, Suherman Diamankan, Bawaslu: Disuruh Caleg Bermarga Sitepu

sutan siregar/sumut pos MENCOBLOS: Seorang warga memberikan hak pilihnya di TPS 35 Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, saat pemungutan suara ulang, Kamis (25/4).
sutan siregar/sumut pos
MENCOBLOS: Seorang warga memberikan hak pilihnya di TPS 35 Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, saat pemungutan suara ulang, Kamis (25/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Praktik kecurangan dalam Pemilu serentak 2019 terus saja terjadi. Dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 13 Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, seorang pria bernama Suherman diamankan petugas KPPS karena hendak menggunakan hak pilih dengan surat keterangan (Suket) atas nama orang lain. Dia pun langsung diserahkan ke petugas Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan untuk diproses lebih jauh.

Diketahui, KPU Medan menggelar PSU di dua TPS yakni TPS 13 Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, dan TPS 35 di Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, Kamis (25/4). Meski pencoblosan ulang, namun partisipasi masyarakat di kedua TPS tersebut cukup baik, sekitar 60 persen.

Sayangnya, pelaksanaannya sedikit tercoreng dengan aksi kecurangan yang dilakukan Suherman. Dia menggunakan Suket (pengganti e-KTP) atas nama Salli Afandin

Awalnya, saat dia mendaftarkan diri di TPS tersebut masih aman-aman saja. Aksinya terbongkar ketika namanya dipanggil petugas KPPS untuk masuk ke bilik suara.

Saat dia mendatangi petugas KPPS untuk mengambil surat suara, tiba-tiba seorang perempuan menyergahnya. Ternyata, perempuan itu adalah istri Salli Afandi yang suketnya digunakan Suherman untuk mencoblos di TPS itu. Menurut perempuan itu, suaminya itu sedang bekerja di luar kota.

Setelah diteliti lebih jauh, ternyata foto di Suket tersebut berbeda dengan wajah Suherman. Nahas, dia pun diamankan dan diserahkan ke Panwas Kecamatan untuk diproses lebih jauh. “Tadi ada yang diamankan satu orang, karena kedapatan menggunakan suket orang lain,” kata Komisioner KPU Medan, Rinaldi Khair di TPS 13, Jalan Amal Luhur.

Kata dia, orang yang kedapatan menggunakan hak pilih dengan suket orang lain tersebut langsung dibawa oleh Panwas Kecamatan.

Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap juga membenarkan kabar tersebut. Menurut dia, Suherman sudah diamankan dan diinterogiasi Panwas Kecamatan Medan Helvetia. “Pengakuan dia tadi disuruh, tidak tahu pasti, apakah salah satu caleg yang menyuruh, di situ memang ramai, banyak caleg yang berkepentingan,” kata Payung.

Menurut Payung, sebenarnya ada orang lain yang juga sama modusnya seperti Suherman. Namun, sebelum ditangkap sudah melarikam diri. “Yang diamankan satu, atas nama Suherman. Dua lagi masih proses pendaftaran, begitu hendak didalami mereka keburu kabur,” tegasnya.

Setelah diinterogasi, kata Payung, Suherman nekat melakukan kecurangan dan memilih dengan membawa Suket milik orang lain karena disuruh seorang caleg. “Begitu pengakuannya saat diinterogasi. Ada disuruh salah satu caleg bermarga Sitepu. Saya kebetulan tidak ada di lokasi saat interogasi, itu yang sedang dilakukan pendalaman. Kita (akan) lakukan klarifikasi siapa oknum di belakang ini, apakah caleg DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Medan, karena semua ada yang bermarga Sitepu,” jelasnya.

Partisipasi Pemilih Baik

Secara umum, PSU di dua TPS tersebut berlangsung aman dan lancar. Antusiasme masyarakat dalam berpartisipasi untuk menyelenggarakan pesta demokrasi ini juga disebut cukup baik. “Seperti di TPS 13 di Jalan Amal Luhur Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, dari total 296 orang yang tercatat sebagai pemilih tetap, ada sebanyak 183 pemilih yang ikut melakukan pencoblosan atau sekitar 60 persen lebih,” kata komisioner KPU Medan, Rinaldi Khair.

Disebut Rinaldi, angka itu cukup baik mengingat hari Kamis kemarin bukanlah hari libur seperti tanggal 17 April kemarin yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. “Jumlah itu sudah cukup baik, karena kan hari ini bukan hari libur,” ujarnya.

Namun di TPS lainnya, yakni di TPS 035 di Jalan Gereja, Sei Agul, Medan Barat, antusiasme masyarakat tidak cukup baik untuk berpartisipasi dalam melakukan pencoblosan pada PSU tersebut. Jumlah partisipasi pemilih di TPS 35 hanya 54 persen. “Untuk di TPS 35, dari total 305 pemilih yang terdiri dari 270 orang yang tercatat sebagai daftar pemilih tetap (DPT) ditambah 35 orang yang tercatat sebagai daftar pemilih khusus (DPK), ada sebanyak 165 pemilih yang ikut dalam pencoblosan hari ini. Rincian yang 165 itu yakni 150 orang DPT dan 15 orang DPK,” kata komisioner Divisi Data KPU Medan, Nana Miranti.

Untuk itu, KPU Medan mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat serta petugas PPS di setiap TPS yang sudah bekerja keras untuk menyukseskan PSU kali ini. “Mudah-mudahan proses penghitungan suaranya juga bisa dikerjakan dengan cepat untuk segera diberikan ketingkat kecamatan yang saat ini sedang melakukan rekapitulasi suara,” katanya.

Seperti diketahui, dua TPS yang harus melakukan PSU tersebut memiliki masalah yang beragam saat pemilu 17 April kemarin. Untuk di TPS 35 di Kelurahan Sei Agul, harus diulangi karena ada 35 pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan berasal dari luar Kota Medan mencoblos di TPS.

Sedangkan untuk TPS 13 di Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, alasan harus dilakukannya pengulangan pemungutan suara, yakni karena tidak tersedianya surat suara untuk DPRD tingkat kota Medan saat itu yang menyebabkan para pemilih tidak bersedia untuk menggunakan hak pilihnya.

Satu TPS di Tebingtinggi PSU

KPU Kota Tebingtinggi akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 15 Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis. Menurut Ketua KPU Tebingtinggi melalui Divisi Hukum dan Pengawasan, Muklis Mochtar, PSU dilakukan karena terjadinya pencoblosan kertas suara yang dilakukan tiga orang dari luar daerah. “Hal ini melanggar pasal 372 ayat 2 huruf b UU no 7 tahun 2017 sesuai rekomendasi pengawas TPS,” kata Mukhlis di Sekretariat KPU Jalan Rumah Sakit Umum Kota Tebingtinggi, Kamis sore (25/4).

Disebutnya, PSU akan dilakukan pada 27 April 2019. (mag-1/ian/bbs/adz)

Soal Dugaan Mobilisasi ASN di Dapil Sumut 2 Medan B, Henry Jhon Diminta Buat Laporan Tertulis

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan kecurangan dengan melibatkan unsur aparatur sipil negara (ASN), sudah sering disampaikan Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung. Namun hingga kini, politisi PDI Perjuangan itu belum juga membuat laporan resmi ke Bawaslu.

Karenanya, agar tidak terus menjadi polemik di masyarakat, Henry Jhon diminta membuat laporan tertulis ke Bawaslu disertai dengan alat bukti yang jelas.

Menurut Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap, dugaan money politics yang dilakukan oknum pejabat di Pemko Medan sudah sering disebut-sebut Henry John. “Sudah lama Pak Henry menyebutkan dugaan itu kepada Bawaslu, jauh sebelum pemilu kami sudah berkali-kali mempersilahkan beliau untuk membuat laporan tertulis. Tapi sampai sekarang kami belum juga menerima laporan tertulis itu,” kata Payung Harahap kepada Sumut Pos, Kamis (25/4).

Menurut Payung, hal itu sangat penting agar dapat ditindaklanjuti secara hukum. “Tapi harus dilengkapi dengan alat bukti saat memberikan laporan tersebut, tidak bisa hanya dengan laporan lisan” ujar Payung.

Namun begitu, kata Payung, pihaknya telah menjadikan laporan lisan yang dilakukan Henry John Hutagalung sebagai informasi awal dalam melakukan penyelidikan. “Kami tidak diam kok. Kami sudah panggil tiga orang camat, lima lurah dan sekitar 11 kepling yang terkait dalam dugaan ini untuk dimintai keterangan. Tapi kami memang tidak menemukan bukti apapun. Oleh sebab itu, kalau memang beliau punya bukti dalam dugaan ini, silahkan sertakan dalam laporan tertulis nanti,” terangnya.

Disebut Payung, jika laporan secara lisan yang disampaikan, Bawaslu tidak bisa memanggil pejabat di Pemko Medan yang disebutkan Henry Jhon kemarin. “Kalau langsung kita panggil yang ditudingnya hanya berdasarkan secara lisan, itu namanya terkesan personal. Makanya, kita minta buat laporan resmi,” tegasnya.

Menurut Payung, pihaknya sangat berkeinginan dalam melakukan pemberantasan money politics yang terjadi pada Pemilu 2019 di Kota Medan. “Inikan bukan temuan kami, tapi laporan lisan. Maka buatlah laporan tulisan serta bukti-bukti dan saksi-saksi yang dibutuhkan agar segera kita proses. Kami akan sangat senang apabila beliau atau siapa saja masyarakat yang bisa membantu kami dalam memberikan bukti-bukti pelanggarannya. Untuk itu sekali lagi, kami persilahkan beliau untuk melakukan laporan tertulis,” tandasnya.

Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung ketika dikonfirmasi, mengaku masih mengumpulkan alat bukti dan saksi-saksi. Diakui dia, laporan secara lisan yang telah disampaikannya telah ditindaklanjuti oleh Bawaslu Medan dengan memeriksa sejumlah camat, lurah dan kepling di dapil Sumut 2 Medan B. “Hasilnya begitu, tidak ada ditemukan pelanggaran dari pengakuan saksi yang dimintai keterangan oleh Bawaslu. Makanya, kita sedang kumpulkan bukti dan saksi,” ujar Henry.

Lanjut dia, apabila sudah ada alat bukti dan saksi, diharapkan Bawaslu Kota Medan benar-benar mengungkapnya. “Ini bukan lagi persoalan siapa yang dirugikan, tetapi sudah menyangkut pidana Pemilu. Pertama, money politics dan kedua ASN yang dilibatkan. Padahal, ASN sudah jelas dalam aturan harus netral pada Pemilu. Selain itu, juga sudah mencederai demokrasi,” tegasnya.

Tidak hanya soal dugaan mobilisasi ASN dan money politics yang dilakukan oknum pejabat tinggi di Pemko Medan saja yang diributi Henry Jhon. Politisi PDI Perjuangan ini juga menyebut Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Trila Murni arogan dan mencampuri demokrasi. Alasannya, sang Kapolsek melarang salah satu saksi calon anggota legislatif saat meminta dibuka kembali C1 Plano atau catatan hasil penghitungan suara di Kelurahan Helvetia Tengah beberapa waktu lalu.

Diceritakan Henry Jhon, awalnya di Kelurahan Helvetia Tengah sedang dilakukan rekapitulasi penghitungan suara yang dihadiri PPK, pihak Bawaslu Medan, serta para saksi dari partai dan caleg. Ketika itu, dirinya berada di sana dan juga Kompol Trila Murni. “Jadi, ada salah satu saksi caleg yang meminta dibuka kembali C1 Plano karena kemungkinan ada kekurangan data dan memastikannya. Namun, petugas PPK tidak mau membuka kembali sehingga terjadi perdebatan. Lantas, kapolsek yang berada di luar arena langsung berdiri dan teriak-teriak. Dia bilang, hei jangan ribut, enggak boleh ribut di sini. Jangan buat kerusuhan di sini ya,” ungkap Henry Jhon kepada Sumut Pos, Kamis (25/4).

Mendengar itu, sambung dia, lantas Henry mempertanyakan kepada Kapolsek. Akan tetapi, dirinya malah dihardik. “Ibu tidak boleh mencampuri, itukan hal yang biasa dalam demokrasi. Lagi pula, itu kewenangan petugas PPK dan Bawaslu. Terkecuali, kalau PPK merasa terganggu maka tentu meminta bantuan pengamanan,” ucapnya.

Tak hanya dihardik, Henry Jhon juga diusir untuk meninggalkan lokasi. “Dibilangnya, bapak kalau tidak senang silahkan keluar. Spontan, saya bilang tak ada wewenang anda mengusir saya,” tambahnya.

Menurut Henry Jhon, sikap dan tindakan dari Kompol Trila tersebut sangat arogan. Bahkan, melampaui dari kewenangan aparat kepolisian. “Polisi bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, sedangkan di dalam arena kewenangan dari PPK dan Bawaslu atau penyelenggara Pemilu. Apa yang disampaikan saksi caleg masih hal yang wajar dalam berdemokrasi, apalagi tidak dilarang dalam undang-undang. Anehnya, malah dituduh mau membuat keributan. Kecuali, saksi itu membuat rusuh tentu kewenangan dari polisi,” tegasnya.

Ia meminta kepada Bawaslu Medan untuk mengambil perannya, jangan diam saja. “Bawaslu itu kan pengawas, harusnya tampil bukan aparat. Lain halnya ketika memicu keributan, barulah polisi bertindak. Jadi, Bawaslu jangan takut karena pada saat penghitungan suara dialah yang memiliki peran,” tukasnya.

Sementara, Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap yang dikonfirmasi membantah keterangan Henry Jhon. Kata Payung, tidak ada temuan tindakan pelanggaran yang dilakukan kepolisian pada saat rekapitulasi penghitungan suara di Kelurahan Helvetia Tengah. “Saya sudah menindaklanjuti SMS Bapak Henry John soal temuan itu, tapi kenyataannya enggak ada saksi yang tidak diakomodir seperti disampaikannya. Akan tetapi, nanti kita tindaklanjuti dengan KPU kembali,” ujarnya. (mag-1/ris)