Home Blog Page 5382

Gali Pengetahuan Sektor Pariwisata, Pemko Medan Terima 80 Peserta City Tour Youth Social Expedition 2019

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan menerima kunjungan rombongan peserta city tour Youth Social Expedition Tahun 2019 di Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, Jalan S Parman Medan, Kamis (25/4).

Rombongan yang terdiri dari para mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta seluruh daerah di Indonesia ini, bertujuan untuk lebih mengetahui sekaligus mengenal Kota Medan dari berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata.

Kedatangan 80 peserta city tour diterima Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono. Diharapkan melalui city tour yang dilakukan, para peserta dapat mengenal dan mengetahui keragaman budaya serta kekayaan pariwisata yang dimiliki Kota Medan. Dengan demikian, nantinya para peserta dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan sekaligus mengenalkan hal tersebut di daerahnya masing-masing.

“Kegiatan ini tidak hanya sebatas meng-enal kebudayaan yang dimiliki oleh setiap daerah di Kota Medan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan dan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan antar anak bangsa Indonesia. Dengan demikian, lahirlah ide-ide baru dari generasi muda untuk memberikan sumbangsihnya bagi negara,’’ kata Agus.

Selain itu, lanjut Agus, seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini menjadi wujud kepedulian para pemuda-pemudi Indonesia untuk berkontribusi nyata membangun negeri demi terciptanya kesejahteraan sosial. ‘’Sesuai tema yang diusung yakni ‘’Berbakti dan mengabdi untuk negeri’’, kami berharap anak-anak muda Indonesia khususnya di Kota Medan semakin memperkaya wawasan tentang kekayaan alam dan budaya sebagai wujud bakti, pengabdian serta wujud nyata cinta tanah air khususnya untuk Kota Medan,’’ harapnya.

Nantinya, para peserta city tour akan mengunjungi berbagai tempat wisata yang menjadi ikon Kota Medan diantaranya Masjid Raya Al-Mashun dan Istana Maimun. Selain itu, Rahmat International Wildlife Museum & Gallery juga dipilih menjadi tempat yang dikunjungi, hal ini agar para peserta dari luar daerah mengetahui bahwa di Kota Medan ada sebuah museum yang menyimpan berbagai keanekaragaman satwa yang ada di dunia.

“Kami berharap, para peserta dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk mengenal dan mengetahui hal menarik yang ada di Kota Medan, salah satunya Rahmat International Wildlife Museum & Gallery. Semoga ini semakin mengedukasi para peserta sekaligus menumbuhkan kecintaan dan kepedulian kita semua kepada alam dan seluruh makhluk hidup di bumi,’’ pungkasnya.

Sementara itu, perwakilan Youth Social Expedition mengatakan memilih Kota Medan sebagai tempat city tour karena Kota Medan dikenal sebagai kota yang memiliki kompleksitas suku dan budaya serta lokasi wisata sejarah. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan karena telah menerima kedatangan kami hari ini. Melalui kegiatan ini, nantinya kami dapat membantu mempromosikan keindahan Kota Medan di daerah kami masing-masing,’’ ungkapnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini diawali dengan menyaksikan video kondisi alam Indonesia. Selanjutnya diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab dari peserta ke pihak Dinas Pariwisata. Usai diskusi, Kadis Pariwisata kemudian melepas keberangkatan peserta city tour untuk melakukan kunjungan ke berbagai icon wisata Kota Medan. (ris/ila)

Retribusi Parkir di Medan Minim, Kadishub Harus Punya Nyali

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Capaian retribusi parkir di Kota Medan pada triwulan I-2019 minim. Tercatat, baru mencapai target 9,33 persen atau sebesar Rp5,7 miliar. Capaian itu sudah termasuk retribusi parkir pinggir jalan sebesar Rp4,2 miliar.

Pengamat Anggaran, Elfenda Ananda menilai, banyak problem lainnya mengakibatkan minimnya retribusi parkir. Salah satunya.

persoalan tunggakan pihak ketiga terhadap target yang sudah dipatok.”Banyak yang masih berhutang, bahkan seperti tidak ada niat untuk menyetorkannya. Diduga ‘pemainnya’ dari kalangan tertentu,” kata Elfenda.

Di satu sisi, lanjutnya, Dishub Medan diduga tak berani menagih setoran parkir. “Ya itulah (tunggakan) enggak berani ditagih, karena kalangan tertentu di balik itu,” ucapnya.

Menurut dia, siapapun pejabatnya yang menduduki di Dishub Medan akan menghadapi masalah yang sama. Padahal, potensi retribusi parkir cukup tinggi. “Karena takut sama kalangan tertentu, dan ini yang harusnya berubah. Harus dibayar tagihan ke Pemko Medan sebagai rasa tanggung jawab,” cetusnya.

Ia meminta Kepala Dishub Medan harus punya nyali untuk menagih setoran retribusi parkir. “Parkir itu retribusi daerah, dan tugas mereka untuk mengamankan retribusi tersebut. Makanya, pejabat Dishub Medan harus punya nyali lah,” tegasnya.

Kata dia, retribusi parkir pada prinsipnya adalah memberikan pelayanan parkir kepada para pengguna parkir. Jika semakin baik pelayanan parkir yang diberikan, maka akan semakin memberikan kontribusi posistif bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, apa yang terjadi di Kota Medan belum sedikitpun mengarah kepada pelayanan parkir yang baik. Masih sangat banyak keluhan dalam pelayanan parkir. Mulai dari pelayanan juru parkir hingga keamanan kendaraan.

Anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simagunsong mengatakan, pengelolaan parkir di Medan masih semrawut bahkan retribusinya sangat minim. “Retribusi parkir pinggir jalan sangat potensial untuk menambah PAD. Kalau parkir pinggir jalan dikelola dengan baik, maka dipastikan menghasilkan PAD yang berlimpah dan penataan lalu lintas dapat tertata,” ujarnya.

Kata Parlaungan, Dishub Medan harus mampu bekerja maksimal menggali potensi PAD dari retribusi parkir. Sebab, selama ini target PAD dari retribusi tidak pernah tercapai dan realisasi sangat minim. “Kita mendorong ada inovasi atau gebrakan untuk menggali PAD dari sektor retribusi parkir. Hal ini tak lain untuk peningkatan pembangunan Kota Medan juga,” tuturnya.

Diutarakan dia, retribusi parkir harus meningkat sehingga PAD naik. “Kita mendesak supaya ada pengawasan ketat, sehingga PAD bisa meningkat. Selain itu, menindak oknum yang bermain dengan hasil retribusi parkir,” ujarya.

Sementara, Kepala Dishub Medan, Iswar mengakui capaian retribusi parkir masih minim. Oleh karena itu, akan melakukan perubahan supaya bisa meningkat. “Memang begitu kondisinya, masih minim (retribusi parkir). Akan tetapi, saya sudah mencoba melakukan perbaikan-perbaikan,” akunya.

Disinggung ada kendala yang dihadapinya kenapa retribusi parkir masih minim, Iswar tak menampik. Akan tetapi, dia tak menjelaskan secara gamblang kendala yang dimaksud. “Dalam hidup ini pasti ada kendala, termasuk dalam bekerja. Makanya, tugas kita mengatasi kendala itu. Kalau tidak ada kendala, untuk apa kita ada di dinas,” ujarnya.

Ditanya adanya dugaan oknum-oknum yang bermain sehingga mengakibatkan minimnya retribusi parkir, Iswar membantah. “Tidak ada itu, tidak ada back up-back up. Kalau ada informasinya sampaikan ke kita dan akan kita tindak lanjuti segera. Tugas kita yang penting ada retribusi dan setorkan, kita kacamata kuda saja,” pungkasnya. (ris/ila)

Indomaret di Labuhandeli Terbakar

TERBAKAR: Warga berkerumun menyaksikan Indomaret di Jalan Veteran, Pasar VIII, Desa Manunggal, Labuhandeli, terbakar, Jumat (26/4). Sedangkan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api.
TERBAKAR: Warga berkerumun menyaksikan Indomaret di Jalan Veteran, Pasar VIII, Desa Manunggal, Labuhandeli, terbakar, Jumat (26/4). Sedangkan petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Swalayan Indomaret di Jalan Veteran, Pasar VIII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, terbakar, Jumat (26/4) pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran tersebut. Api diduga akibat meledaknya mesin Air Conditioner (AC) mengakibatkan kerugian mencapai ratusan rupiah.

Informasi diperoleh menyebutkan, sebelum munculnya api, AC yang berada di dalam swalayan itu meledak mengeluarkan percikan api. Percikan itu menyembar ke sejumlah barang dagangan di swalayan itu. Akibatnya, api semakin membesar menjilat seluruh bagian ruko 2 pintu tersebut.

Kobaran api menghebohkan warga sekitar. Sebanyak 8 unit petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi. Dalam waktu lebih dari 1 jam api akhirnya dapat dijinakkan. Akibat kebakaran itu, sejumlah barang dagangan ludes terbakarn

“Tadi AC tiba – tiba meledak langsung mengeluarkan api. Kami terkejut berusaha memadamkan, tapi apinya membesar. Kami langsung lari keluar,” cerita karyawan di lokasi.

Petugas kPolsek Medan Labuhan turun ke lokasi melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah barang bukti dari lokasi diamankan polisi, kemudian beberapa saksi dimintai keterangan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar H Pohan dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan pengebab pasti kebakaran tersebut.

“Untuk saat ini anggota kita sedang meminta keterangan para karyawan, jadi belum bisa kita jawab. Untuk lebih pasti, kita tunggu dari hasil labfor. Yang jelas, kebakaran itu tidak ada korban jiwa,” terangnya. (fac/ila)

Korban Tewas Ledakan Gas Jalan Kruing Bertambah, Poldasu Bakal Tetapkan Tersangka

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepekan setelah Rahmat Efendi, pemilik kios Sate Kerang Rahmat menghembuskan nafas terakhirnya di Rumahsakit Imelda, istrinya Nurmala Dewi menyusul sang suami menghadap sang khalik, Kamis (25/4). Total korban meninggal dunia sudah empat orang. Karenanya, polisi bakal menetapkan tersangka dari kasus inin

Aparat kepolisian saat ini terus melakukan penyelidikan terkait apa penyebab ledakan yang menghancurkan lima ruko di Jalan Kruing yang terjadi pada Kamis lalu (11/4). Hasil penyelidikan masih belum dipastikan, menunggu rangkum pengusutan.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait ledakan hebat di kawasan itu. “Masih proses, pemeriksaan saksi-saksi,” katanya Jumat (26/4).

Masih berjalannya penyelidikan membuat perwira polisi berpangkat tiga melati emas belum bisa memastikan apa penyebab ledakan di Jalan Kruing. “Belum, karerna sambil menunggu hasil resmi pengolahan TKP dan hasil pemeriksaan labfor. Dari situ nantinya kita bisa menentukan apa penyebab ledakan,” terangnya.

Ketika ditanya apakah bakal ada tersangka dalam insiden ledakan tersebut, Andi tak menampik hal itu. “Pasti ada tersangka, karena ada korban tewas. Kita bakal tetapkan tersangkanya,” tegasnya.

Sementara itu, kabar meninggalnya Nurmala Dewi datangnya dari Ana, kakak almarhum Rahmat Efendi. Pihak keluarga pun belum akan mengambil sikap terkait insiden itu, siapa yang harus bertanggungjawab.

Diberitakan sebelumnya, Rahmat Effendi meninggal dunia setelah sepekan menjalani perawatan intensif luka bakar 50 persen lebih yang dialaminya, Kamis (18/4) siang. Ia mengalami luka yang cukup parah diduga karena dekat dengan pusat ledakan yang menghancurkan lima ruko di kawasan itu.

Ledakan yang terjadi di Jalan Kruing itu menjadi perhatian serius Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto kala itu. Soalnya, selain memporak-porandakan 4 Ruko tiga tingkat, dua rumah lain di sekitarnya juga rusak di bagian seng.

Agus yang datang sehari pascaledakan, Jumat (12/4) memboyong jajarannya, Kapolrestabes Medan, Direskrimum dan Dir Intel Polda Sumut. Mencuat kabar kalau ledakan kemarin itu karena kebocoran pipa gas rumah tangga Perusahaan Gas Negara (PGN) lantaran masih tercium bau gas di sana. Begitupun, Agus tak mau menuduh, ia meminta penyelidikan intesif dilakukan.

Pada kesempatan Agus mengingatkan PGN untuk mencari tahu penyebab ledakan apalagi masih tercium bau gas di lokasi. Ia mengatakan siapa pun yang bertanggungjawab atas ledakan yang menewaskan total 4 orang di sana, akan diproses hukum. (dvs/ila)

Disdik Medan Belum Terima Juknis PPDB

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan belum menerima petunjuk teknis (juknis) tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri tahun ajaran 2019/2020.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Medan, Masrul Badri mengaku hingga kini masihn

menunggu arahan dari Kemendikbud terkait penerimaan murid baru. Namun demikian, penerimaa calon peserta didik baru SMP Negeri kemungkinan masih menggunakan sistem zonasi. Hal itu lantaran di seluruh Indonesia masih menerapkan sistem tersebut.

“Mungkin kita masih menggunakan sistem zonasi, karena sistem itu masih berlaku di seluruh Indonesia termasuk Kota Medan,” ujar Masrul kepada wartawan baru-baru ini.

Menurut Masrul, penilaian sistem zonasi bisa dilakukan pihak sekolah dengan cara manual melalui jaringan google maps. “Untuk SD dan SMP kan enggak pakai aplikasi seperti PPDB SMA/SMK. Jadi, kalau untuk menentukan jarak rumahnya bisa pakai google maps,” cetusnya.

Kata dia, dalam proses PPDB tahun ini tidak menutup kemungkinan penerapan zonasinya seperti yang dilakukan SMA/SMK dengan menggunakan aplikasi. “Kita tunggulah bersama apakah Kemendikbud akan menyarankan dengan penggunaan aplikasi seperti SMA atau tidak, dan itu pun akan disosialisasikan kembali oleh Pimpinan jika memang diterapkan,” pungkasnya.

Sementara, Anggota Komisi B DPRD Medan, Rajuddin Sagala menilai, sistem zonasi yang akan diberlakukan dalam PPDB SMP negeri dinilai belum layak untuk diterapkan di Kota Medan. Sebab, hal itu lantaran jumlah SMP negeri yang ada bleum merata sevara kuantitas.

“Sistem zonasi PPDB khusus untuk tingkat SMP negeri belum layak diterapkan di Medan. Alasannya, tidak semua kecamatan yang ada memiliki SMP negeri. Sehingga, sistem zonasi ini terkesan menzolimi proses pendidikan di Medan,” sebutnya..

Kata Rajuddin, penerapan zonasi dalam PPDB bisa dilakukan saat kota itu sudah benar-benar maju karena kebutuhan lembaga pendidikan negeri sudah terpenuhi. Artinya, semua kecamatan memiliki SMP negeri maka sistem zonasi tersebut boleh diterapkan. Namun untuk Kota Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia belum sepenuhnya bisa dilakukan sistem zonasi tersebut,” jelasnya.

Ia mencontohkan, di Belawan misalnya yang memiliki 5 kelurahan tapi hanya memiliki 1 SMP Negeri dan letaknya cukup jauh yaitu di daerah Sicanang. Padahal, anak-anak yang akan masuk SMP Negeri cukup banyak. Sedangkan di Marelan dengan 5 kelurahan. justru memiliki 4 SMP Negeri.

“Demikian juga di Kecamatan Medan Tuntungtan dan kecamatan lain yang ada di wilayah pinggiran Kota Medan. Makanya, kalau sistem zonasi ini tetap diterapkan ada anak yang terzolimi tidak bisa masuk di sekolah negeri,” terangnya.

Rajuddin mengatakan, pada Pasal 14 ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebadayaan (Permendikbud) No 14 tahun 2018 disebutkan bahwa untuk masing-masing daerah di kabupaten/kota dipersilakan mencari cara sendiri. Artinya, masih ada ruang bagi kabupaten/kota untuk menerapkan cara sendiri dalam PPDB ini, sehingga tidak murni harus menggunakan sistem zonasi.

Namun, Dinas Pendidikan Kota Medan tidak menerapkan aturan tersebut. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kota Medan masih terlalu kaku dalam menyikapi Permendikbud tersebut. Akibatnya, banyak ditemukan di lapangan banyak anak yang dekat dengan sekolah tapi tidak lulus.

“Kebijakan zonasi ini perlu ditinjau ulang. Ke depan sistem seperti ini tidak lagi diterapkan dan Dinas Pendidikan Kota Medan harus juga melihat prestasi anak. Dengan begitu, semua anak berhak dan layak masuk ke sekolah negeri,” pungkasnya. (ris/ila)

Pangkas Gratis Puluhan Anak Nelayan di Danau Siombak

fachril/sumut pos PANGKAS GRATIS: Puluhan anak nelayan di Danau Siombak, Kelurahan Payapasir, Medan Marelan, dipangkas gratis, Kamis (25/4).
fachril/sumut pos
PANGKAS GRATIS: Puluhan anak nelayan di Danau Siombak, Kelurahan Payapasir, Medan Marelan, dipangkas gratis, Kamis (25/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menebarkan kebaikan. Tak hanya sekadar memberi bantuan berupa uang, tapi bisa juga dilakukan dalam bentuk aksi sosial.

Seperti yang dilakukan Indonesia Berkarya Foundation bersama pegiat lingkungan dengan melakukan program pangkas. Mereka memangkas puluhan anak nelayan di Danau Siombak, Kelurahan Payapasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Kamis (25/4).

Program pangkas gratis dilakukan Wari Al Kahfi dari Indonesia Berkarya Foundation, bekerja sama dengan pegiat lingkungan dalam rangka peduli sesama.

Ide pangkas gratis merupakan wacana yang dicetuskan oleh aktivis mangrove di Danau Siombak, Wibi Nugraha, dengan melibatkan Komunitas Hairstylist Medan. Kegiatan sosial dipandu oleh Hairstylist Medan, Ivan mendapat perhatian dari warga sekitar dan tak sedikit anak-anak dipangkas rambutnya dengan berbagai model zaman now.

“Program ini merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak nelayan sekitar Danau Siombak Medan Marelan,” kata Wibi didampingi koordinator Hairstylist Medan, Ivan.

Sementara, Ivan mengatakan, apa yang telah mereka lakukan dapat mewujudkan kerja sama antara pegiat sosial dengan pegiat lingkungan hidup. “Hairstylist yang datang ke Danau Siombak sebanyak 11 orang dengan membawa perlengkapan pangkas rambut yang modern,” jelas Ivan.

Anak-anak di sekitar Danau Siombak yang dipangkas berjumlah 30 orang. Di antaranya terdapat juga remaja dan orangtua. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Rumah Baca Merah Putih Danau Siombak, arah Kantor Lurah Payapasir, Medan Marelan.

Kegiatan itu pun mendapat dukungan penuh dari Lurah Payapasir, N Nasution, yang memfasilitasi kursi dan lainnya. Para peserta yang mengikuti pangkas gratis tersebut, sangat antusias. Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari itu dilanjutkan dengan acara makan bersama para Hairstylist di Rumah Baca Danau Siombak dalam suasana penuh kegembiraan. (fac/ila)

89 Warga Dairi Terserang DBD

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS TERSERANG DBD:Salah seorang penderita DBD, Elferida boru Sinaga (46) warga Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Dairi saat dirawat di RSUD Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TERSERANG DBD:Salah seorang penderita DBD, Elferida boru Sinaga (46) warga Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Dairi saat dirawat di RSUD Sidikalang.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 89 warga di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Dairi terserang demam berdarah dengue (DBD).

Data diperoleh dari RSUD Sidikalang, mulai periode bulan Januari-Maret 2019, ada sebanyak 89 orang warga terpaksa mendapat perawatan.

Direktur RSUD Sidikalang dr Henry Manik mengatakan, dari 89 pasien DBD itu, lima orang terpaksa dirujuk ke rumah sakit yang ada di Medan.

Disebutkan Henry, di bulan Januari ada 25 pasien, Februari turun menjadi 18 pasien, dan di bulat Maret meningkat menjadi 46 pasien. “Sementara data pasien DBD untuk April belum ada. Dari semua pasien itu, tidak ada yang meninggal dunia, tetapi untuk pasien rujuk kita tidak tau,”tandasnya.

Sememtara itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengaku terkejut mendapat informasi banyaknya warga menderita penyakit DBD dan harus dirawat di RSUD Sidikalang.

“Pertama-tama kita perlu meninjau, saat ini masyarakat mengalami apa, sehingga kita tahu langkah-langkah apa yang mesti dilakukan. Saat ini ada peningkatan kasus DBD, berarti ada sesuatu terjadi, ucap Eddy.

Eddy mengatakan, pihaknya akan mulai menggalakkan penyuluhan terhadap semua masyarakat. “Melakukan fogging (pengasapan) juga akan diprogramkan,”bilangnya. (mag-10/han)

UNBK di SMPN1 Gido Diwarnai Listrik Padam

no picture
no picture

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 1 Gido, Desa Hiliweto, Kabupaten Nias, berjalan lancar meski beberapakali terjadi pemadaman listrik.“Secara nasional pelaksanaan UNBK selama 4 hari berturut-turut, kemarin mulai 22 April, dan hari ini terakhir.

Kita di Kabupaten Nias hanya dua sekolah yang mampu melaksanakan UNBK ini, yakni SMP Negeri 1 Gido dan SMP Negeri 1 Somolo-molo, dan tahun ini pertama kali kita melaksanakan,”ungkap Kepala SMPN 1 Gido, Torozatulo Zega kepada Sumut Pos di kantornya, Kamis(25/4)..

Torozatulo mengatakan, beberapa kendala yang dihadapi siswa-siswi selama pelaksanaan UNBK, selain listrik yang sering padam, juga kurangnya fasilitas komputer. Sehingga pihak sekolah terpaksa meminjam laptop para murid, dan laptop guru. “Setiap hari ada sampai tiga kali mati listik PLN, sekolah kita belum ada genset. Memang tidak lama hanya sekitar 20 menit, namun itu sangat berpengaruh kepada siswa dalam mengerjakan soal ujian, mereka rugi waktu,”Bebernya.

Menurut Torozatulo, sebelum pelaksanaan UNBK, pihak sekolah telah mengajukan permohonan kepada PLN untuk menyediakan genset, namun hingga hari terakhir pelaksanaan UNBK, surat itu tak berbalas.

Kadisdik Nias Syukur Arman Mendrofa SIP mengatakanpengadaan genset merupakan tanggung jawab sekolah. Namun, dia juga berjanji jika ada anggaran yang tersedia tidak tertutup kemungkinan akan membantu. (adl/han)

Jelang Ramadan hingga Idul Fitri, Disperindag Langkat Jamin Stok Sembako

IST PENGHARGAAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menyerahkan piagam penghargaan kepada para kepala OPD peraih peringkat terbaik, dalam menyusun penyelenggaraan Pemda Kabupaten Langkat tahun 2018.
IST
PENGHARGAAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA menyerahkan piagam penghargaan kepada para kepala OPD peraih peringkat terbaik, dalam menyusun penyelenggaraan Pemda Kabupaten Langkat tahun 2018.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Langkat menjamin stok kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 2019 mendatang.

Hal itu terungkap pada rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Langkat, di Ruang Rapat Sekda, Kantor Bupati Langkat, Stabat, baru-baru ini.

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris II TPID Langkat, H Sutrisuanto, selaku Kabag Perekonomian, turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Regional Sumut Rizki Rahmawaty, Tim TPID Provsu Parundingan Pulungan dan BPS Langkat, serta 25 orang anggota TPID Langkat dari OPD terkait.

Dikatakan Sutrisuanto, sesuai hasil monitoring bersama Disperindag, stok bahan pangan pokok di Langkat menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, cukup tersedia. Pun begitu, pihaknya mengharapkan Dinas Pertanian Langkat meningkatkan monitoring dan pembinaan kepada petani cabai guna mengantisipasi lonjakan harga cabai merah.

Selanjutnya, merekomendasikan Disperindag Langkat untuk menganggarkan dana operasi pasar dan pasar murah, pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) untuk Tahun Anggaran 2020.

“Karena rencananya TPID akan melakukan peninjauan pasar tradisional guna memantau ketersediaan pasokan dan perkembangan harga barang kebutuhan pokok di Langkat, di tiga wilayah, yaitu Kecamatan Kuala pada 30 April 2019, Kecamatan Babalan pada 2 Mei 2019, dan Kecamatan Stabat pada 3 Mei 2019,” terangnya.

Kegiatan rapat dilanjutkan dengan pemaparan laporan dari masing-masing anggota TPID, dimulai dari paparan Bank Indonesia oleh Rizki Rahmawaty, terkait perkembangan Inflasi Sumut selama maret 2019. Bahwa seluruh Kota IHK di Sumut mengalami Inflasi, yaitu Sibolga sebesar 0,24 persen, Pematangsiantar sebesar 0,27 persen, Medan sebesar 0,32 persen dan Padangsidimpuan sebesar 0,25 persen, dengan demikian gabungan 4 IHK di Sumut mengalami Inflasi sebesar 0,30 persen.

Menurutnya, Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditujukan oleh naiknya indeks empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,67 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,03 persen, kelompok sandang sebesar 0,41 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,67 persen.

Untuk komoditas utama penyumbang Inflasi, selama Maret 2019 di Medan, antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, baju kaos berkerah laki-laki, pasta gigi, daging ayam ras dan jeruk.

“Untuk mengatasi itu semua, BI mengharapkan TPID dapat Fokus pada program 4 K, yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan hargadan komunikasi efektif,” terangnya.

Kemudain paparan dari Disperindag Langkat melalui Kabid Perdagangan Jaminson, menyampaikan dari hasil pantauan petugas pasar di tiga pasar tradisional, yaitu Kecamatan Babalan, Kecamatan Kuala dan Kecamatan Stabat bahwa stok pangan cukup dan harga tidak mengalami kenaikan yang signifikan bahkan dinilai relatif stabil.

Untuk dipasar Babalan , beras kuku balam harga eceran rp.12.000 per kilo, beras IR 64 harga eceran Rp11.000 perkilo, gula pasir harga eceran Rp12.000 per kilo, minyak goreng bimoli harga eceran Rp14.000 per liter, minyak goreng curah harga eceran Rp11.000 perkilo, tepung terigu harga eceran Rp8.500 per kilo, daging sapi murni Rp120.000 per kilo, daging ayam broiler Rp35.000 per kilo, cabe merah Rp.32.000 per kilo, bawang merah lokal Rp.32.000 per kilo, bawang putih Rp28.000 perkilo.

Pasar Kuala untuk beras kuku balam harga eceran Rp12.000 per kilo, beras IR 64 harga eceran Rp11.000 per kilo, gula pasir harga eceran Rp12.000 per kilo, minyak goreng bimoli harga eceran Rp12.500 per liter, minyak goreng curah harga eceran Rp10.000 per kilo, tepung terigu harga eceran Rp8.500 per kilo, daging sapi murni Rp120.000 per kilo, daging ayam broiler Rp30.000 per kilo, cabe merah Rp20.000 perkilo, bawang merah lokal Rp24.000 per kilo, bawang putih Rp27.000 per kilo.

Pasar Stabat untuk beras kuku balam harga eceran Rp.11.000 per kilo, beras IR 64 harga eceran Rp10.500 per kilo, gula pasir harga eceran Rp11.000 per kilo, minyak goreng bimoli harga eceran Rp12.500 per liter, minyak goreng curah harga eceran Rp10.000 per kilo, tepung terigu harga eceran Rp8.500 per kilo, daging sapi murni Rp120.000 per kilo, daging ayam broiler Rp30.000 per kilo, cabe merah Rp20.000 per kilo, bawang merah lokal Rp.24.000 per kilo, bawang putih Rp27.000 per kilo.

Untuk laporan Dinas pertanian disampaikan Aman Purba selaku Sekdis Pertanian, bahwa bahan stock kebutuhan bahan pokok pangan khususnya daging sapi dan daging ayam potong cukup tersedia dengan stock sapi sebanyak 3.012 ekor. Disamping itu menurunnya produksi pangan akibat perubahan iklim tidak stabil dan berkurangnya curah hujan, untuk tanaman padi sawah tahun 2019 ditargetkan seluas 92.535 ha. Untuk harga padi saat ini ditingkat petani Rp.4.300 sampai 4.500 perkilo. Sedangkan harga hasil perkebunan mengalami penurunan harga dari bulan sebelumnya, yaitu TBS Sawit dipasar pengumpul Rp.900 sampai Rp950 per kilo, buah coklat/kakao Rp23.000 sampai Rp25.000 per kilo, karet Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilo, pinang kering kupas Rp14.000 per kilo, Kemiri Rp27.000 per kilo.

Sedangkan laporan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Langkat menyampaikan, bahwa harga ikan pada saat ini masih dalam keadaan stabil, seperti ikan gembung kuring Rp35.000 perkilo, ikan mas Rp35.000 per kilo dan ikan tongkol Rp20.000 per kilo. (bam/han)

Perempuan Harus Ikut Menyukseskan Pembangunan

solideo/sumut pos Bersama: Ketua Dekranasda Kabupaten Karo, Sariati Terkelin Brahmana diabadikan pada Internasional Handicraft (Inacraft) 2019.
solideo/sumut pos
Bersama: Ketua Dekranasda Kabupaten Karo, Sariati Terkelin Brahmana diabadikan pada Internasional Handicraft (Inacraft) 2019.

KARO, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, yang jatuh pada 21 April 2019 lalu. Pemkab Karo mengadakan sejumlah kegiatan dengan melibatkan kaum perempuan, Jumat (26/4).

Ketua Panitia Hari Kartini, Sariati Terkelin Brahmana mengatakan, kegiatan yang digelar merupakan bentuk penghormatan kepada Raden Ajeng Kartini, tokoh emansipasi perempuan Indonesia.

Disebutkan Sariati, kegiatan yang digelar khusus diikuti kaum perempuan, seperti lomba pidato, lomba memasak, jalan santai, yang diikuti peserta dari berbagai profesi dan organisasi. “Rasa ungkapan ini kita tunjukkan melalui lomba gerak jalan santai, lomba membuat makanan dan minuman, lomba pidato. Khusus peserta kaum perempuan dari berbagai kalangan, profesi, perkumpulam dan organisasi,” kata Sariati.

Adapun para peserta berasal dari PKK Kabupaten Karo, Dharma Wanita, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), HKBP, GBKP, Persit Kodim, Bhayangkara, Persit Yonif 125/Simbisa, Gadasri, GKPI, Himpaud, GKPS, dan Ikatan Wanita Bank Rakyat Indonesia (IWABRI).

Bupati Karo Terkelin Brahmana pada kesempatan itu, mengucapkan Selamat Hari Kartini. “Pemkab Karo mengucapkan Hari Kartini walaupun sudah lewat diperingati, bukan berarti mengurangi makna saat sekarang ini. Lomba ini adalah wujud bagi ibu-ibu semuanya mengimplementasikan sebagai rasa penghormatan kepada tokoh Raden Ajeng Kartini bagi kaum perempuan dalam mendapatkan kesetaraan hak perempuan dan laki-laki di masa lalu. Kaum perempuan bisa menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Perempuan yang tahu menempatkan diri sesuai dengan kodratnya,” kata Terkelin.

Tim Panitia, Etti Suang Karokaro mengatakan, acara untuk menggugah kembali semangat kaum perempuan yang sejak dulu sudah ikut berperan aktif dalam pemerintahan.

Lomba jalan santai sepanjang 3 kilometer melalui digelar dari garis start di Kantor Bupati Karo dan finis di Gedung DPRD Karo. (deo/han)