Home Blog Page 5437

Penggunaan Uang Elektronik di Sumut Meningkat , Transaksi Capai Rp346 Miliar

*
*

MEDAN, SUMTPOS.CO – Penggunaan uang elektronik di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018 sebesar Rp346 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar Rp338 miliar bila dibandingkan pada tahun 2017, di mana penggunaannya hanya berkisar Rp8 miliar.

Kepala BI Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat mengatakan angka ini akan terus meningkat di tahun 2019 ini. Karena, bertambahnya merchant yang menawarkan pembayaran melalui server base . Hal ini, menunjukan kesadaraan masyarakat atas penggunaan uang elektronik atau layanan keuangan digital terus mengalami peningkatan setiap periodenya.

“Melejitnya transaksi uang elektronik karena terjadi ‘loncatan’ pengguna pada Januari 2018,” ungkapnya.

Wiwiek mengungkapkan tingginya akses masyarakat terhadap uang elektronik bisa dilihat dari penetrasi ‘pemain’ uang elektronik di Sumut khususnya Kota Medan seperti OVO, Gopay, i.Saku, Saku-ku, Dana, dan lainnya.

“Itu karena strategi penetrasi pasar yang dilakukan oleh OVO dan i.Saku terkait pembayaran untuk tagihan belanja dan tagihan berkala di merchant. Tentu saja, masyarakat terutama generasi muda banyak yang merasa dimudahkan sehingga penggunaannya kian melejit,” jelas Wiwiek.

Wiwiek mengatakan peningkatan transaksi nontunai utamanya memang didorong oleh upaya perluasan pembayaran berbasis elektronik dan pengembangan ekosistem pembayaran non tunai.

Selain itu, Transaksi jalan tol tentu berkontribusi besar. Selama tahun 2018, pembayaran e-toll meningkat pesat dari 78% di awal tahun 2018 menjadi 98,5% di Februari 2019.

Dari sisi transaksi uang elektronik, jelas Wiwiek, terjadi shifting (peralihan) transaksi dari mayoritas transaksi top up menjadi transaksi pembayaran. Hal itu menunjukkan jika penggunaan uang elektronik semakin luas.

“Transaksi uang elektronik di Sumut diperkirakan bakal terus melejit di tahun ini. Terlebih jika merujuk pada jumlah agen keuangan digital (LKD) yang pada Februari 2019 sudah meningkat 73% menjadi 10.947 agen dari 6.343 agen pada Februari 2018,” tutur Wiwiek.

Menurutnya, meskipun penggunaan uang elektronik masih terpusat di Kota Medan dan sekitarnya, tapi diyakini transaki uang digital ini akan terus melebar hingga daerah lainnya di Sumut. Kondisi ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor kebiasaan dalam menggunakan pembayaran secara tunai.

“Namun BI sangat yakin perkembangan uang digital baik yang chip-base maupun server-base akan terus meningkat terutama di tahun 2019 ini dan diharapkan bisa dimanfaatkan seluruh warga Sumut,” tandasnya. (gus/ram)

Inalum Kejar Realisasi Proyek Hulu dan Hilirisasi

TANGGA: Bendungan Tangga milik Inalum ini merupakan bendungan berbentuk busur pertama di Indonesia dengan ketinggian 82 meter dan panjang 125 meter.
TANGGA: Bendungan Tangga milik Inalum ini merupakan bendungan berbentuk busur pertama di Indonesia dengan ketinggian 82 meter dan panjang 125 meter.

KUALATANJUNG, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum dalam perjalanannya selama 43 tahun telah bertransformasi dari perusahaan yang tadinya dikuasai oleh konsorsium Jepang menjadi BUMN.

Sejarah bangsa itu tepat terjadi pada 19 Desember 2013 lalu. Bahkan Inalum ditunjuk menjadi Induk Holding Industri Pertambangan pada 27 November 2017.

Dengan ditunjuknya sebagai Induk Holding, Inalum saat ini diberi tugas untuk menaungi PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.

Inalum juga menjalankan 3 mandat yaitu mempercepat proses hilirisasi tambang, menguasai cadangan mineral strategis dan menjadi perusahaan kelas dunia.

Untuk menjadi ujung tombak proses hilirisasi tambang, Inalum juga saat ini tengah membangun Pabrik Pemurnian Alumina di Mempawah, Kalimantan Barat yang telah dilakukan pencanangan proyeknya oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada tanggal 4 April 2019.

Pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina ini berpotensi mampu menghemat biaya bahan baku Inalum sebesar USD 200 juta dan mengurangi ekspor mineral mentah sekaligus ketergantungan impor untuk sumber bahan baku dalam produksi aluminium.

Dalam pembangunannya, Inalum menjalin kerjasama dengan PT Antam Tbk yang dituangkan dalam pengambilalihan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) sebagai perusahaan yang ditugaskan untuk membangun Pabrik Pemurnian Alumina tersebut.

Pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina ini ditaksir bernilai sekitar USD 850 Juta (termasuk IDC dan Modal Kerja) dan ditargetkan mulai berproduksi di awal tahun 2022. Saat ini proses pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina ini sedang memasuki tahap proses pengadaan kontraktor EPC (Engineering, Procurement & Construction) dan finalisasi JVA (Joint Venture Agreement) antara Inalum, Antam serta Chalco.

Proyek Pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina yang akan dikelola oleh PT BAI ini akan dibangun di atas lahan seluas 288 Ha di tiga Desa di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

“Proyek Pabrik Pemurnian Alumina ini akan memiliki kapasitas awal sebesar 1 Juta ton per tahun dan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Batubara sebesar 3 x 25 MW, demikian disampaikan Ricky Gunawan, Sekretaris Perusahaan Inalum di Medan (05/04/2019).

Lebih lanjut, pembangunan Pabrik Pemurnian Alumina ini nantinya memiliki beberapa manfaat yaitu mensubstitusi impor alumina yang selama ini dilakukan oleh Inalum menjadi produk alumina dalam negeri.

Mengkapitalisasi nilai cadangan bauksit PT Antam Tbk, membangun mata rantai industri hulu ke hilir yang terintegrasi yaitu dari bauksit menjadi alumina dan menjadi aluminium serta diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di daerah setempat tempat Pabrik Pemurnian Alumina dibangun.

Kedepannya, Inalum akan terus mengejar penyelesaian proyek-proyek hilirisasi lain yang juga merupakan proyek strategis nasional.

Saat ini Inalum telah berhasil memproduksi produk turunan aluminium berupa billet dan foundry alloy, melakukan uji coba proyek optimalisasi dan upgrading tungku peleburan serta proses pengadaan EPC-nya, melakukan studi kelayakan untuk pengembangan smelter baru serta ekspansi pelabuhan, pabrik Calcined Petroleum Coke (CPC) bekerjasama dengan Pertamina yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi JVA (Joint Venture Agreement), pembangunan gedung baru yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan pondasi gedung kantor dan ballroom, pabrik slab sheet dan wire rod yang saat ini sedang dalam tahap persiapan serta pabrik remelt Aluminium yang saat ini sedang dalam tahap pre engineering.

Lebih lanjut, Ricky menambahkan untuk mencapai target produksi 1 juta ton aluminium di tahun 2025, Inalum juga berencana untuk melakukan ekspansi pengembangan klaster aluminium di provinsi Kalimantan Utara tepatnya di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning yang saat ini sedang dalam tahap persiapan dan studi kelayakan. (rel/tri/ram)

Investasi Bodong Keruk Rp88,8 Triliun

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Satgas Waspada Investasi memperkirakan kerugian akibat investasi bodong dalam 10 tahun terakhir (2008–2018) sekitar Rp 88,8 triliun. Mudah tergiur bunga yang tinggi dan ketidakpahaman masyarakat terhadap investasi menjadi penyebab utama banyaknya orang yang tertipu investasi bodong. Total kerugian itu belum memperhitungkan kasus financial technology (fintech) pinjaman (lending) maupun mata uang virtual (cryptocurrency) ilegal.

“Angkanya terus meningkat karena sangat mudah orang menawarkan produk ilegal dengan teknologi saat ini,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing seperti dikutip Jawa Pos di Jakarta, Sabtu (6/4).

Menurut dia, banyak fintech peer-to-peer (P2P) lending ilegal saat ini akibat tingginya demand masyarakat. Pihaknya terus mendorong masyarakat memilih dari 99 fintech yang sudah terdaftar di OJK jika mau melakukan pinjaman. “Agar masyarakat terlindungi dan tidak masuk ke dalam kerugian oleh fintech ilegal dan investasi ilegal ini,” tuturnya.

Pihaknya terus mengedukasi masyarakat untuk mencari yang legal dan logis jika akan berinvestasi. Sebab, mayoritas korban investasi bodong berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. “Tolonglah berpikir jika ada penawaran-penawaran, alangkah anehnya bunga 5 sampai 10 persen per bulan,” tegasnya.

Misalnya, Pandawa Group di Depok yang menjanjikan keuntungan 10 persen per bulan memakan korban 549 ribu nasabah dengan kerugian Rp 3,8 triliun. Dream for Freedom menelan korban 700 ribu orang dengan total nilai kerugian Rp 3,5 triliun. Kemudian, PT Cakrabuana Sukses Indonesia dengan 170 ribu korban mengakibatkan total kerugian Rp 1,6 triliun. “Ada juga yang menggunakan testimoni tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga banyak yang ikut,” ungkapnya.

Investasi ilegal yang paling banyak tercatat adalah multilevel marketing (MLM) dan perdagangan berjangka komoditas (PBK). Masing-masing 30 persen dan 25 persen. Kepala Bagian Penindakan Pelanggaran Transaksi Bappebti Taufik menyatakan, tidak semua PBK aman. Jadi, masyarakat juga perlu berhati-hati dengan PBK ilegal. PBK ilegal kerap menawarkan keuntungan yang tidak masuk akal. “Jangan mudah tergiur,” tandasnya. (jpc/ram)

Hemat, Biaya Operasional Rp1.600 per KWH

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Munir Ahmad menegaskan pentingnya pembangunan PLTA Batangtoru.

“Saat ini pasokan listrik di Sumatera kritis. Kalau ada salah satu pembangkit mati, maka sebagian Sumatera akan padam. PLTA Batangtoru adalah solusinya,” kata Munir Ahmad, dalam diskusi di Jakarta yang juga dihadiri Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno dan pihak terkait, Kamis (4/4).

Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumatera itu, lanjut dia, pemerintah mendorong dikembangkannya pembangkit listrik yang memanfaatkan energi terbarukan seperti PLTA Batangtoru. Ini sesuai dengan rencana umum penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2018-2027, kontribusi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik ditarget naik mencapai 23% pada tahun 2025.

Munir Ahmad menjelaskan, beroperasinya PLTA Batangtoru bisa menggantikan pembangkit listrik berbahan bakar minyak yang saat ini dimanfaatkan. Ini akan berdampak pada penghematan biaya operasional yang besarnya bisa mencapai 300 juta dolar AS (Rp4,5 triliun) per tahun.“Kalau dibandingkan, biaya operasional dari PLTA Batangtoru hanya sekitar Rp1.600 per KWH. Bandingkan jika menggunakan bahan bakar minyak, bisa mencapai Rp3.000 per KWH,” katanya

Biaya operasional yang hemat, lanjut Munir, berarti juga pemerintah bisa menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. “Kita kembangkan energi baru terbarukan untuk mendapat listrik murah dan secara lingkungan juga bisa membantu mencegah perubahan iklim,” kata Munir.

Aman Bagi Orangutan

Sedangkan hasil pemantauan terbaru tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan keberadaan orangutan aman dari aktivitas pembangunan pembangkit listrik energi bersih PLTA Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Temuan ini membantah kampanye yang selalu dilancarkan sejumlah LSM bahwa pembangunan PLTA tersebut mengancam kehidupan orangutan dan satwa liar lainnya di Batangtoru.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno mengungkapkan, sampai saat ini tidak ada orangutan yang terluka, apalagi sampai mati akibat pembangunan PLTA Batangtoru. “Sampai sekarang belum ada laporan satu ekor orangutan pun yang terbunuh dengan adanya proyek PLTA Batangtoru. Ini patut kita syukuri,” kata Wiratno.

Wiratno menjelaskan, KLHK memang sudah menurunkan tim pemantau yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara dan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, Sumatera Utara, sejak Oktober 2018 lalu.

Tim ini bekerja secara independen dan berkesenimbungan (continuous monitoring) dengan pembiayaan sepenuhnya bersumber dari APBN. Untuk menjamin independensi, tim mengurangi interaksi dengan pihak yang pro dan kontra dengan aktivitas pembangunan PLTA Batangtoru.

Wiratno menilai, temuan tersebut sangat menarik. Dia pun mengingatkan kepada calon investor apapun bentuk investasinya untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses pembangunan. Tujuannya agar kelestarian satwa liar bisa terjaga. “Bukan hanya orangutan, tapi juga harimau dan satwa liar lain,” katanya.

Menurut Wiratno, pembangunan PLTA Batangtoru bisa menjadi pembelajaran menarik di masa yang akan datang, bagaimana pembangunan bisa berjalan beriringan dengan upaya pelestarian satwa liar. Wiratno secara khusus juga mengingatkan tentang pentingnya keterbukaan dalam proses pembangunan serta pentingnya menjalin komunikasi dengan para pihak yang terkait.

PLTA Batangtoru dirancang memiliki kapasitas 510 MW. Bertipe peaker, PLTA Batangtoru akan menjadi andalan saat jaringan listrik Sumatera menghadapi beban puncak. Meski memiliki kapasitas besar, namun tak ada bendungan besar yang dibangun.

Melainkan hanya kolam harian yang luasnya sekitar 90-an hektare. Bandingkan dengan kebutuhan lahan di PLTA Jatiluhur yang menghasilkan tenaga listrik 150 MW namun membutuhkan bendungan seluas 8.000 hektare. (ila/ram)

Nyaris Perkosa Siswi SMA, Pengguna Sabu Diamuk Massa

DIBOYONG: Fadli diboyong oleh petugas Polsek Medan Labuhan usai digebuki warga karena coba perkosa siswi SMA, Sabtu (6/3) sore.
DIBOYONG: Fadli diboyong oleh petugas Polsek Medan Labuhan usai digebuki warga karena coba perkosa siswi SMA, Sabtu (6/3) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Libido tinggi akibat sabu yang dikonsumsi Fadli, tak bisa dikendalikannya. Tak sanggup menahan konak, pria 27 tahun itu coba memperkosa seorang siswi SMA. Akibatnya, pelaku diamuk massa di Jalan Aluminium, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (6/3) sore.

KINI pelaku telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Medan Labuhan. Peristiwa naas itu dialami oleh remaja berusia 15 tahun berinsial T.

Ceritanya, usai mengkonsumsi sabu, pelaku nyelonong masuk ke kos siswi SMA tersebut. Pelaku yang ingin meniduri wanita itu langsung diteriaki.

Mendengar teriakan korban, warga sekitar menangkap pelaku yang juga merupakan warga sekitar. Kemudian, pelaku dijemput polisi dan diboyong ke Mapolsek Medan Labuhan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan, menjelaskan saat itu korban sedang tidur siang. Korban tersentak lantaran ada seorang pria yang tengah menciumi dan meraba-raba tubuhnya.

“Melihat seorang laki-laki, korban berteriak minta tolong. Tapi dia sempat dicekik,” kata Bonar.

Teriakan pelajar kelas II salah satu SMA di Medan ini, didengar warga sekitar. Warga bergegas menuju kamar korban. Pelaku ditangkap dan dihakimi massa.

“Kami yang mendapat informasi, mendatangi lokasi kejadian. Lalu mengamankan pelaku untuk diboyong ke komando. Begitu juga dengan korban, mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan,” ujarnya.

Bonar menambahkan, pelaku masuk ke kamar T saat seluruh penghuni kos keluar. Sebelum itu, pelaku diketahui baru selesai mengisap sabu di kebun pisang yang berada di depan kamar kos korban.

“Dia baru menghisap sabu, kemudian saat penghuni kos tidur, dia masuk ke kamar kos wanita,” urai Bonar.

Sementara itu, Fadli ketika ditanyai mengaku nekat melakukan upaya perkosaan terhadap korban karena tiba-tiba teringat mantan pacar.

“Habis nyabu itu aku tiba-tiba ingat mantan pacar. Jadinya aku nekat aja untuk masuk ke kos dan mencoba untuk memerkosanya,” tutur Fadli.(fac/ala)

Maling Hp Dihajar Warga Datuk Rubiah

FACHRIL/SUMUT POS BABAK BELUR: Wajah Wage babak belur dihajar warga karena tertangkap basah mencuri Hp.
FACHRIL/SUMUT POS
BABAK BELUR: Wajah Wage babak belur dihajar warga karena tertangkap basah mencuri Hp.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Wage (21) babak belur diamuk massa di Jalan Datuk Rubiah, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (7/4) pagi.

Pasalnya, penduduk Pajak Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan ketangkap mencuri Hp Oppo F15 milik Hanafie Ar (54) di rumahnya.

Ceritanya, pelaku seorang diri melihat pintu rumah korban dalam keadaan terbuka. Lantas, terbersit di benak pria pengangguran ini untuk masuk ke rumah tersebut.

Setelah masuk ke dalam rumah, pelaku melihat Hp milik korban terletak di buffet TV. Pelaku langsung mengambil Hp itu dan langsung kabur. Naas, aksinya dipergoki oleh korban.

Pelaku diteriaki maling, warga sekitar mendengar jeritan korban mengejar pelaku hingga tertangkap. Tanpa pikir panjang, warga memukuli pelaku hingga babak belur. Kemudian, pelaku dibawa ke Mapolsek Medan Labuhan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pelaku sudah mereka amankan dan sedang dimintai keterangan.

“Kita sudah menerima laporan pengaduan korban, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku akan di jerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara,” katanya.(fac/ala)

Tim Gabungan Razia Diskotik Titanic Frog

no picture
no picture

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Polda Sumut bersama Denpom merazia Diskotik Titanic Frog di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (6/8) malam. Dari lokasi hiburan malam itu, petugas mengamankan 52 orang yang terdiri dari 24 orang laki-laki dan 28 wanita.

Dalam razia gabungan ini, sebanyak 50 personel Denpom, Provos dan Ditsabhara dilibatkan. Operasi dimulai sejak pukul 20.00-24.00 WIB.

“Kita juga menemukan narkoba, miras dan sajam (senjata tajam),” kata Kasubdit II Ditres Narkoba Polda Sumut, AKBP Hotman Sinaga, Minggu (7/8).

Hotman menyebutkan, ke-52 orang yang diamankan itu termasuk kasir, waiters, DJ (Disc Jokey) dan pengunjung.

“Mereka diamankan karena diduga pengguna narkoba,” ujarnya.

Saat ini, katanya, ke-52 orang yang diamankan sedang diperiksa untuk menentukan status mereka.

“Apakah pecandu, pengguna, atau pengedar,” tuturnya.

Masih Hotman, pihaknya akan melakukan pembinaan bagi para pengunjung yang tidak terlibat ataupun terkait dengan penyalahgunaan narkoba.

“Kalau mereka yang dari 52 orang itu tidak terlibat, akan kita pulangkan,” katanya.

Sementara, Wadir Narkoba Polda Sumut AKBP Frenky menyatakan pihaknya akan terus melakukan razia ditempat hiburan malam yang masih saja melakukan peredaran narkoba.

“Kita serius dalam pemberantasan narkoba. Karena narkoba musuh bersama. Kita juga akan terus melakukan razia ditempat hiburan malam,” katanya.(man/ala)

Rekan Buka Mulut, Pencuri Tas Dibui

teddy/SUMUT POS SINIS: Fahru Rozi sinis melihat wartawan yang mengambil fotonya.
teddy/SUMUT POS
SINIS: Fahru Rozi sinis melihat wartawan yang mengambil fotonya.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Fahru Rozi alias Fahru (30) akhirnya dibui. Maling Hp ini teridentifikasi polisi, setelah rekannya yang sudah lebih dulu ditahan buka mulut soal keterlibatan pelaku.

Fahru terlibat pencurian di kampungnya sendiri, Jalan Raimuna X, Nomor 175, Lingkungan X, Kelurahan Berengam, Binjai Kota, Sabtu (6/4) siang.

Informasi didapat, penangkapan Fahru berkat ‘ocehan’ kawannya yang lebih dulu ditangkap bernama Jani Eliandi alias Jani, Kamis (28/3) lalu.

Setelah berhasil mengamankan Jani, petugas melakukan pengembangan dan menangkap Fahru. Fahru ditangkap di rumahnya, Jalan Gugus Depan, Kelurahan Berengam, Binjai Kota.

Adalah Alfian (53) yang menjadi korban kejahatan kedua pemuda tersebut. Korban melapor ke polisi telah kehilangan 1 unit laptop merek lenovo, 1 unit HP merek I-phone 6 16GB, 1 unit HP merek andromax dan 1 tas sandang berisi surat penting.

Korban mengaku, saat kejadian dirinya baru bangun dan hendak melaksanakan salat tahajud. Lalu, korban terkejut melihat pintu rumah lantai dua sudah terbuka dan ada tangga kayu tersandar di samping dinding rumah.

Setelah dicek, ternyata ada pelaku pencurian yang berhasil membobol rumahnya dan membawa harta bendanya.

Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Iswanto menjelaskan kalau korban melaporkan kejadian pencurian itu ke Polsek Binjai Kota.

“Dari hasil lidik petugas sudah mengamankan kedua pelaku. Dan korban mengalami kerugian hingga puluhan juta. Kedua pelaku sudah mengakui perbuatannya,” pungkas Kasubag Humas.(ted/ala)

4 Kritis, Seorang Bayi Tidak Luka, KA Sri Lelawangsa Tabrak Avanza

IST/SUMUT POS RINGSEK: Mobil Toyota Avanza yang dikendarai korban ringsek usai ditabrak Kereta Api Sri Lelawangsa, Minggu (7/4).
IST/SUMUT POS
RINGSEK: Mobil Toyota Avanza yang dikendarai korban ringsek usai ditabrak Kereta Api Sri Lelawangsa, Minggu (7/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kereta Api (KA) Sri Lelawangsa (U68) rute Medan-Binjai menabrak mobil Toyota Avanza dengan nopol BK 1534 QH di perlintasan kereta api di Jalan Stasiun, Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Minggu (7/4). Kejadian ini membuat empat orang mengalami luka serius.

Mereka yang mengalami luka serius adalah Jiko (suami/pengemudi), Yerika (istri), Julio (3,5 tahun) dan Arif (adik Yerika). Mereka merupakan warga Helvetia, Deliserdang.

Sedangkan seorang bayi bernama Evita (9 bulan), tidak mengalami luka-luka. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bina Kasih, di Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal.

Informasi dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, Avanza warna hitam tersebut hendak melintasi areal rel di lokasi tersebut. Namun sebelum melewati perlintasan rel, mobil itu ditabrak kereta yang saat itu sedang melintas.

“Kejadian sekitar pukul 10.30 WIB. Di dalam mobil, penumpang ada lima orang terdiri dari 4 orang dewasa dan 1 bayi. Yang dewasa, semuanya kritis,” ungkap Sinaga, seorang saksi mata.

Saat ditemui di rumah sakit, Jiko mengatakan, sebelum kejadian, dirinya bersama keluarga hendak pergi ke Lubukpakam. Namun naas, mobil yang ditumpanginya ditabrak kereta api, hingga terseret sejauh 400 meter.

Jiko mengaku tidak mengingat apapun pasca kecelakaan itu terjadi. “Saat aku sadar sudah berada di sini (rumah sakit),” ucapnya.

Manager Humas PT KAI Divre 1 Sumut-Aceh, M Ilud Siregar ketika dikonfirmasi malah menyalahkan pengemudi yang kurang hati-hati. Padahal palang pintu perlintasan tidak ada.

“Kasus kecelakaan di perlintasan, di antaranya disebabkan karena masyarakat atau pengguna jalan kurang disiplin, tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas pada saat melewati perlintasan, menerobos palang pintu yang sedang atau sudah tertutup, terburu-buru, kurang hati-hati dan kurang waspada,” paparnya.

Menurut dia, dampak kecelakaan itu terjadi keterlambatan perjalanan KA Sri Lelawangsa. Sementara kerusakan masih dalam pemeriksaan unit sarana.

“Masyarakat diminta hati-hati, apalagi pada tahun 2018 ada 42 kali kejadian di perlintasan kereta api,” katanya. (dvs/ala)

Polisi Kantongi Identitas Penembak Sutopo

Triadi Wibowo/Sumut Pos TIBA: Jenazah Sutopo alias Komeng, korban penembakan OTK saat tiba di rumah duka, Jumat (5/4) sore.
IST/SUMUT POS
DIBOYONG: Jenazah Sutopo diboyong menuju rumah duka usai tertembak senapan angin, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Polsek Medan Timur dan Polrestabes Medan, masih menyelidiki kasus penembakan yang dilakukan sekelompok orang terhadap Sutopo alias Komeng (42).

Kapolsek Medan Timur, Kompol M Arifin mengaku sudah mengantongi identitas para pelaku. Identitas ini didapatkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi.

Ia pun optimistis bisa mengungkap kasus ini dan memburu para pelaku. “Semoga cepat terungkap,” katanya, Sabtu (6/4).

Mengenai motifnya, orang nomor satu di Polsek Medan Timur ini belum bisa memastikan. Sebab, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Peristiwa penembakan ini terjadi saat Sutopo baru pulang melaksanakan salat Jumat sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (5/4) di bantaran rel kereta api Jalan Bambu II pinggiran rel/Gaharu Gang Murni Medan.

Sejumlah warga setempat menyebut ada empat pelaku yang membawa senjata soft gun dan dua pucuk senapan angin serta kelewang. Para pelaku datang dan menembaki rekan korban inisial A.

Namun tembakan tersebut meleset dan malah mengenai tubuh Sutopo. Sutopo sempat dilarikan ke RS Imelda Medan, namun nyawanya tak tertolong lagi.

Warga Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur itu tewas dengan luka tembak di bagian dada dan tembus ke jantung.

Jenazah Sutopo dimakamkan Sabtu (6/4) sekira pukul 10.00 WIB di area perkuburan Jalan Mukhtar Basri.

Usai dikebumikan, adik ipar korban, Faisal (42) mengatakan bahwa diduga abangnya menjadi korban salah tembak. Karena saat kejadian dia sedang akan membeli rokok usai pulang salat Jumat.

Kebetulan saat itu, Sutopo lewat ke arah Gang Parmin di mana ada pertikaian antara dua kelompok. Saat lewat itulah peluru menerjang dada Sutopo. (trm/ala)