Home Blog Page 5516

Baru 3.003 NIP yang Rampung, Bulan Ini SK ASN Diserahkan

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan masih melakukan proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi aparatur sipil negara yang lulus pada rekrutmen CASN 2018.

“Sampai saat ini masih proses penetapan NIP. Total pengajuan NIP ke BKN sebanyak 7.514. Sampai tadi (Selasa, Red) sore, NIP yang sudah yang diusulkan sudah 3.003 ASN. Selebihnya masih dalam proses dan kelengkapan dokumen,” tutur Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan, menjawab Sumut Pos, kemarin.

Sebelum NIP diberikan kepada ASN bersangkutan, para kepala daerah mesti menerbitkan surat keputusan (SK) terhadap CASN yang telah lulus tersebut. “Tahapan ini dilakukan setelah pemberkasan selesai dilakukan dan datanya diserahkan ke kami,” katanya.

Setelah SK dari masing-masing kepala daerah diterbitkan, barulah CASN resmi menjadi seorang abdi negara, dan siap menjalankan tugas serta tanggung jawabnya. “Rencananya, Maret ini SK sudah bisa diberikan sekaligus NIP-nya. Selanjutnya mereka bisa segera bertugas,” katanya.

Kepala BKD Setdaprovsu, Kaiman Turnip, sebelumnya menyatakan pihaknya sudah menyerahkan berkas 1.032 CASN Pemprovsu ke BKN Regional VI Medan. Selanjutnya tinggal menunggu NIP dari pemerintah. Mengenai waktu serah terima atau penempatan mereka bertugas di masing-masing instansi, tergantung kapan NIP keluar.

“Belum tahu. Yang pasti pemberkasan ke BKN Regional sudah kami sampaikan. Selanjutnya kita menunggu verifikasi NIP dari BKN,” katanya.

Dia mengungkapkan, terdapat empat orang CASN Pemprovsu yang mengundurkan diri dengan alasan tak mau ditempatkan di Nias. Hal itu diketahui setelah pihaknya memverifikasi pemberkasan peserta yang telah diterima sebelumnya.

“Mengenai penempatan tugas, sebenarnya sudah ada sejak awal dia melamar. Itu alasan yang kami terima (tidak mau ditempatkan ke Nias, Red). Jadi dari 1.032 (jumlah CASN Pemprovsu yang lulus), berkurang empat orang,” katanya.

BKD Binjai Tunggu NIP

Terpisah, Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai mengatakan, masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Badan Kepegawaian Negara terkait proses CASN yang dinyatakan lulus.

Di Kota Binjai, 88 orang dinyatakan lulus CASN. Para CASN yang lulus sudah mengirim kelengkapan berkas administrasi. Kelengkapan berkas juga sudah dikirim ke BKN Regional Medan di Jalan Pinangbaris.

“Ketika NIP sudah keluar dalam bentuk persetujuan teknis, BKD Binjai akan menerbitkan Surat Keterangan untuk para CASN tersebut. Baru di-SK-kan sama Pak Wali,” jelas Kepala Bidang Mutasi dan Kepegawaian BKD Kota Binjai, Hendra Januar, belum lama ini.

Hanya saja, proses penerbitan SK ini cukup memakan waktu. Bisa saja sampai tiga bulan lamanya. “Sambil prosesnya berjalan (penerbitan NIP), kami berkoordinasi dengan keuangan untuk beban gaji dan tunjangannya,” pungkas Hendra. (prn/ted)

Air Danau Toba Dituding Sudah Tercemar

istimewa KERAMBA: Aktivitas di keramba jaring apung (KJA) milik PT Aquafarm Nusantara di perairan Danau Toba, belum lama ini.
istimewa
KERAMBA: Aktivitas di keramba jaring apung (KJA) milik PT Aquafarm Nusantara di perairan Danau Toba, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh air Danau Toba sudah tercemar. Bahkan, pencemaran air Danau Toba telah mengancam kehidupan masyarakat di kawasan danau terbesar di Asia Tenggara itu. Mulai dari hilangnya potensi ekonomi hingga air yang tidak bisa lagi digunakan apalagi dikonsumsi.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Komisi D DPRD Sumut, Selasa (5/3). RDP yang direncanakan untuk mendorong pembentukan Panitia Khusus Pencernaan Danau Toba tersebut dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, Sekda Dairi dan perwakilan Pemkab Simalungun Pemkab Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Toba Samosir.

Ketua DPP Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul yang hadir di RDP itu mengatakan, saat ini air Danau Toba sudah sangat tercemar oleh keramba jaring apung (KJA) yang banyak beroperasi di perairan itu. Ia juga menilai, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir selama ini tidak ada melakukan kajian apapun. “Dulunya orang bisa berenang dan bisa juga untuk minum air Danau Toba itu, tetapi sekarang apa yang ada? Bau sudah sangat terasa dan tercemar. Bupati lalai dalam hal penindakan ini,” katanya.

Ia juga meminta kepada DPRD Sumut segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk sesegera mungkin melakukan penelitian terhadap tercemar perairan Danau Toba. Kemudian, ia dengan puluhan warga yang tergabung dalam yayasan itu juga sudah membuat laporan ke Polda Sumut tetapi tidak juga ditanggapi. “Kami minta segera mungkin bentuk Pansus pencemaran Danau Toba. Kami sudah adukan ke Polda tahun 2017 tidak juga ditanggapi,” kata dia.

Dia juga mengungkapkan, pencemaran air Danau Toba saat ini juga telah mengancam kehidupan masyarakat di kawasan danau vulkanik tersebut. Mulai dari hilangnya potensi ekonomi hingga air yang tidak bisa lagi digunakan berenang atau dikonsumsi. “Itu sebabnya seluruh perusahaan di kawasan Danau Toba yang menimbulkan pencemaran harus dihentikan izin usahanya,” tegas Lamsiang.

Berdasarkan penelusuran Horas Bangso Batak (HBB) dan Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) serta elemen pemerhati lingkungan, keberadaan Taman Simalem Resort (TSR) juga ikut andil mencemari Danau Toba. Hasil penelurusan mereka, keberadaan limbah TSR ikut mencemari air Danau Toba yang masuk ke wilayah Kabupaten Karo, yaitu Tongging Kecamatan Merek sekitarnya.

Hal senada juga disampaikan, perwakilan Gerakan Masyarakat Perduli Danau Toba, Remember Manik. Dikatakannya, pemerintah lalai dalam mengawasi pihak perusahaan. Lalainya pemerintah ini terlihat dari masih bebasnya pihak perusahaan mengangkut dan membiarkan truk-truk pengangkut pakan ikan yang digunakan untuk memberi makan hingga membuat air tercemar. “Dimana pengawasan pemerintah? Semua kebablasan. Terutama pemerintah malas dan bobrok,” ucapnya. Dia juga sepakat meminta kepada DPRD Sumut sesegera mungkin membentuk pansus.

Tercemarnya air Danau Toba juga diakui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara. Kepala Bidang Tata Guna Lingkungan dan Amdal DLH Sumut, Sugiatno yang hadir dalam RDP tersebut mengatakan, seluruh air Danau Toba sudah tercemar. Namun Pencemarannya masih dalam tingkat sedang.

Menurutnya, kondisi tersebut ditemukan berdasarkan penelitian yang dilakukan hingga 2012. Kesimpulan penelitian itu pula yang kemudian dijadikan dasar pembuatan surat keputusan Gubernur Sumut tahun 2017 tentang daya tampung dan daya dukung Danau Toba terhadap usaha budi daya ikan sebesar 10.000 ton/tahun. “Hanya saja, sayangnya keputusan itu belum diaplikasikan,” kata Sugiatno.

Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga mengatakan, dalam berbagai bentuk di Samosir sudah dilakukan sejumlah upaya agar situasi pencemaran di Danau Toba dapat dihentikan. Di antaranya mengutip eceng gondok, upaya bersih-bersih dan sebagainya. Pencemaran air Danau Toba menurutnya sudah terhitung parah, hanya bisa dihentikan jika semua kepala daerah bersama masyarakat di kawasan Danau Toba kompak.

Tak Terbukti Menipu, Mantan Bupati Tapteng Divonis Bebas

Sukran Jamilan Tanjung, mantan Bupati Tapteng.
Sukran Jamilan Tanjung, mantan Bupati Tapteng.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung, divonis bebas dalam sidang kasus penipuan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/3). Majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik menilai, Sukran tidak terbukti menipu sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Dia divonis bebas karena fakta persidangan tidak ada yang mengaitkan antara kerabatnya (Amirsyah Tanjung) dengan saksi korban. Itulah pertimbangan kita,” ujar Erintuah Damanik kepada wartawan.

Dijelaskan Erintuah, dalam persidangan juga diketahui saksi korban tidak pernah bertemu dengan terdakwa Sukran. Sukran juga tidak ada menerangkan atau menjelaskan sesuatu tentang adanya proyek. “Justru dalam persidangan dia (saksi korban) menyangkal semua itu. Dia tidak ada menjanjikan,” tegas Erintuah.

Erintuah berpendapat, bisa saja Amirsyah Tanjung yang menjanjikan proyek dan menjual nama Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung. “Bisa saja ‘kan? Karena dia seorang bupati, dijanjikanlah pasti ada proyek. Kan bisa saja seperti itu,” kata Erintuah.

Untuk terdakwa Amirsyah Tanjung, Erintuah menjatuhkan hukuman dua tahun penjara. Sebelumnya, jaksa menuntut keduanya dengan hukuman masing-masing tiga tahun penjara. “Untuk Amirsyah Tanjung kita vonis dua tahun penjara. Karena dia memang terbukti ada menerima uang,” pungkasnya.

Amirsyah Tanjung terbukti melanggar Pasal 378 Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHPidana. Ia dinilai bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebesar Rp450 juta terhadap korbannya Josua Marudut Tua Habeahan, dengan menjanjikan proyek rehabilitasi Puskesmas di Sibolga pada Januari 2016.

Sebelum proyek dikerjakan, terdakwa terlebih dahulu meminta transferan uang kepada korban sebesar Rp450 juta. Namun ternyata proyek yang dijanjikan tidak ada, sedangkan uang sudah diberikan.

Kuasa hukum terdakwa Sutan Nasution menyambut baik putusan majelis hakim. Menurutnya, putusan hakim telah memenuhi rasa keadilan. “Karena memang fakta persidangan tidak ada ditemukan aliran dana yang diterima oleh terdakwa,” pungkas Sutan.

Sebelumnya pada sidang dakwaan pada tanggal 15 November 2018 lalu, saksi korban, Josua Marudut Tua mengatakan, dirinya ditawari kerabat Sukran Jamilan Tanjung, yakni Amirsyah Tanjung, untuk mengerjakan proyek rehabilitasi puskesmas di Kabupaten Tapanuli Tengah pada tahun 2016. Pagu anggarannya sebesar Rp5 miliar.

“Saat itu, saya juga diperintah Amirsyah untuk mengantarkan uang kepadanya sebesar Rp375 juta,” ucap Josua.

Josua mengatakan, dirinya sempat bertemu membahas proyek tersebut bersama temannya Rolland Limbong dan Amirsyah Tanjung pada Januari 2016 di rumahnya. Josua mengatakan, Amirsyah meminta dirinya mentransfer uang administrasi sebesar Rp 375 juta ke rekening seseorang bernama Umar Hasibuan dan Rp 75 juta ke rekening Amirsyah sendiri.

“Yang pasti saya sudah memberikan uang beberapa kali. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Syukran,” jawab Josua Maruduttua kepada JPU Kadlan Sinaga.

Jaksa dalam dakwaannya menyebutkan, kedua terdakwa melakukan penipuan dengan menjanjikan proyek rehab Puskesmas di Sibolga terhadap saksi Josua Marudut Tua Habeahan. Josua mengatakan sebelum proyek dikerjakan, terdakwa terlebih dahulu meminta transferan uang kepada dirinya. Namun ternyata proyek yang dijanjikan tidak ada, sedangkan korban sudah keluar uang hingga Rp450 juta.

JPU mengancam terdakwa dengan pasal 378 Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHP, dengan Subsider Pasal 4 UU No 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pembrantasan Tindak pidana Pencucian uang Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHPidana. (man)

DPRD Sumut Minta Pembangunan KSPN Danau Toba Terukur

BERSANDAR: Sebuah Kapal Pengangkut Penumpang bersiap untuk bersandar di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, belum lama ini.
BERSANDAR: Sebuah Kapal Pengangkut Penumpang bersiap untuk bersandar di Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumut mengingatkan pemerintah pusat agar melakukan pembangunan dengan terukur terkhusus di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba. Hal ini menyikapi rencana pembangunan delapan dermaga atau pelabuhan baru di kawasan Danau Toba tahun ini.

“Pada prinsipnya DPRD Sumut mendukung rencana tersebut. Tapi kita maunya (pembangunan) itu harus terukur. Jangan grasa grusu apalagi karena ada kepentingan politik,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Sumut, Burhanuddin Siregar menjawab Sumut Pos, Selasa (5/3).

Secara pribadi, dirinya mempertanyakan pembangunan delapan dermaga baru tersebut, apakah sudahkah ada koordinasi dan sinergitas yang dibangun, antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Soalnya kata dia, meski untuk pembangunan fisik akan memakai dana APBN, tetap dibutuhkan APBD pemda setempat dalam urusan lainnya.

“Seharusnya ada koordinasi yang baik sehingga bisa sama-sama dimasukkan di APBD pemda dan pemprov. Bagi saya, karena saya tidak tahu dan terlibat langsung di situ, rencana pembangunan di KSPN mesti dikoordinasikan dengan baik oleh pusat agar dalam pelaksanaannya tidak tumpang tindih,” katanya.

Sebab, sambung dia, dibutuhkan penunjang dari apa yang ingin dibangun pusat yang tentunya jadi kewenangan pemprov maupun pemda di kawasan setempat. “Jangan tahu-tahu nanti dibangun yang ini, rupanya jalan menuju lokasi pembangunan ada yang perlu dibangun juga. Kan tak cocok juga begitu. Jadi jangan ujug-ujuglah, kita maunya semua ini terkoordinasi dengan baik, apalagi ego sektoral antarpemerintah inikan luar biasa,” ujar politisi PKS itu.

Untuk itu pihaknya berharap, tak hanya Kemenhub, BPODT selaku lembaga yang konsern dengan KSPN Danau Toba agar dapat memerhatikan masalah ego sektoral dan sinergitas tersebut. “Kita bukannya berpikir negatif dengan apa yang dibuat pemerintah rezim ini, malah kita berterimakasih sudah banyak perhatian untuk pengembangan KSPN Danau Toba.

Cuma jangan kita sekadar jualan, karena ini mau dekat Pemilu. Maunya terukurlah semua. Coba kita lihat jalan tol Medan-Tebingtinggi, siapa sekarang yang menikmatinya? Sepi sekali orang melintasinya. Masyarakat mana yang menikmati itu? Kemudian masih ada juga masalah pembebasan lahan untuk ruas Medan-Binjai. Ini sajakan belum beres,” katanya.

Senada, Anggota DPRD Sumut, Zulfikar menegaskan wacana tersebut jangan cuma sekadar janji politik untuk menarik simpati atau dukungan masyarakat. Melainkan harus dilakukan dengan terukur dan memerhatikan faktor-faktor pendukung lainnya, dalam rangka mencapai target-target pariwisata Sumut sesuai RPJMD. “Pertama tentu kita tentu menyambut baik rencana itu, asal jangan janji tinggal janji. Disamping itu banyak hal lain juga yang harus diperhatikan untuk tercapainya target pariwisata Sumut. Sinergisitas antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat menjadi hal penting untuk suksesnya pariwisata Sumut,” tegasnya.

Begitupun dengan penerapan tiket online yang menjadi bagian dari pelayanan penyebrangan di KSPN Danau Toba, menurutnya perlu edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan juga perangkat pelaksana di lapangan. Sebab kemajuan teknologi penting untuk diterapkan, yang bertujuan memudahkan pengunjung yang datang untuk menikmati panorama alam Danau Toba.

Pemerhati Pariwisata Sumut, Wahyu Ario Pratomo juga meminta Pemerintah Pusat melakukan penataan pelayaran di Danau Toba. Bukan saja, membangun pelabuhan dan penyediaan kapal, tapi juga unsur keselamatan penumpang harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali musibah tenggelamnya, KM Sinar Bangun. “Penjualan tiket kapal di kawasan Danau Toba menurut saya memang harus dikoordinir. Karena saat ini, pariwisata Danau Toba memang terus menurun seiring dengan peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun,” kata Wahyu kepada Sumut Pos.

Menurutnya, penjualan tiket secara online yang digagas Badan Pelaksanaan Otoritas Danau Toba (BPODT) sudah sangat tempat. Karena dia yakin, ini memberikan dampak pada penataan pelayaran lebih baik lagi ke depannya. “Penjualan tiket online akan memberikan jaminan bagi konsumen terkait kepastian waktu yang dapat ditempuh konsumen. Dia dapat memperkirakan waktu perjalanan secara lebih tepat,” ucap Wahyu.

Pria yang juga anggota Kelompok Kerja Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Universitas Sumatera Utara (USU) ini menyebutkan, dengan pembelian tiket secara online, maka daftar manifest akan lebih tertata. “Sebenarnya juga cara ini dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas operasional kapal penyeberangan. Karena terlihat bagaimana data penumpang secara lebih transparan,” sebut Dosen Fakultas Ekonomi USU itu.

Dengan begitu, ia mengatakan, kepercayaan masyarakat akan keselamatan moda transportasi Danau Toba bertumbuh tajam, bahkan kunjungan wisman bertambah walaupun sarana prasarana terus ditambah. “Lapangan udara internasional Silangit sudah semakin bagus, dan maskapai penerbangan baik domestik maupun asing sudah membuka jalur penerbangan ke sana,” kata Wahyu.

Namun, Wahyu mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan kondisi alam di Danau Toba yang rawan bencana. Hal ini, bisa memicu kondisi kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) menurun. Karenanya, untuk menumbuhkan kembali kepercayaan wisatawan untuk datang ke Danau Toba, pemerintah harus membuat standar operasional pelayaran.

Dimana kapal yang diizinkan untuk beroperasi harus kapal yang layak beroperasi dan memiliki keamanan. “Ada sertifikasinya, dengan demikian penumpang akan dijamin keamanan, kenyamanan dan keselamatannya ketika menggunakan kapal wisata dan ferry di Danau Toba,” tandasnya. (prn/gus)

GameZSpeed Aplikasi Pertama di Dunia Nge-Game Tanpa Nge-lag

COBA: Para gamers di Batam mencoba aplikasi GameZSpeed. Aplikasi ini diluncurkan Telkomsel untuk para pelanggan setianya untuk merasakan pengalaman nge-game tanpa nge-lag. Peluncuran ini dilaksanakan di Batam.
COBA: Para gamers di Batam mencoba aplikasi GameZSpeed. Aplikasi ini diluncurkan Telkomsel untuk para pelanggan setianya untuk merasakan pengalaman nge-game tanpa nge-lag. Peluncuran ini dilaksanakan di Batam.

Untuk memberikan pengalaman bermain game terbaik bagi para pelanggan setianya, Telkomsel melalui GameZ, Games Organizer untuk Kompetisi Online dan Offline di Indonesia, menjalin kerja sama dengan PT. MAD (Mitra Adidaya Digital), penyedia produk layanan berbasis IT untuk menghadirkan sebuah aplikasi mobile bernama GameZSpeed. Peluncuran ini diadakan di Kantor Telkomsel Branch Batam.

GameZSpeed adalah sebuah produk kolaborasi antara GameZ dengan PT MAD yang akan segera bisa dinikmati para gamers. Nantinya dengan memanfaatkan aplikasi ini, para gamers akan menikmati peningkatan performa bermain mobile game tertentu dengan cara mengubah rute koneksi game dari yang awalnya ke satu server terpusat menjadi koneksi ke server-server yang paling dekat dengan lokasi pengguna untuk mengurangi LAG ketika bermain games.

Sehingga, para pelanggan dapat merasakan kenyamanan dalam bermain games mobile. Dengan kerjasama ini, para GameZspeed community akan menggunakan technology paling terkini yg bisa memperbaiki latency dan menghilangkan kebocoran data yang sering dikeluhkan oleh para Gamers.

“Kami sangat antusias untuk dapat mengumumkan kolaborasi dan meluncurkan aplikasi mobile bersama PT. MAD (Mitra Adidaya Digital). Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, Telkomsel melalui GameZ bersama MAD mampu menjadi wadah terbaik bagi para gamers untuk berkreasi, berekspresi, serta menjadikan eSports sebagai bagian dari digital lifestyle yang dapat menjadi penyokong dalam pengembangkan ekosistem digital baru di Indonesia,” kata EVP Telkomsel Area Sumatera, Paulus Djamiko baru-baru ini.

Selain meluncurkan aplikasi GameZSpeed, Telkomsel melalui GameZ juga menggandeng PT. MAD sebagai mitra strategis. Bentuk kerjasama strategis ini tertuang dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani pada waktu yang bersamaan dengan peluncuran aplikasi GameZSpeed. Nota kesepahamam kerjasama ini ditandatangani oleh EVP Telkomsel Area Sumatera, Paulus Djamiko dan CEO PT. MAD (Mitra Adidaya Digital), Lindayanti Harjono.

Adapun kemitraan strategis yang disepakati yaitu kerjasama dan kolaborasi dalam pengembangan aplikasi, aktivitas marketing, hingga promosi. Kedepan diharapkan GameZ bersama PT. MAD akan meluncurkan beberapa aplikasi mobile lainnya yang mampu memberikan pelayanan yang lebih bagi para pelanggan setia, terutama para pecinta games mobile.

Sehingga dengan technology terkini ini para GameZ community bisa menjadi gamers yg handal untuk bisa menjadi yang terbaik dalam saat melakukan games competition.

Sebagai bagian dari ekosistem bisnis digital, Secara global tahun 2018 bisnis games mampu menghasilkan revenue sebesar 138 triliyun dolar Amerika, meningkat 13% dari tahun sebelumnya. Di Indonesia, terdapat sekitar 82 juta online population yang berkontribusi atas revenue games sebesar 1,1 triliyun Dolar Amerika, 40 juta diantaranya bermain menggunakan jaringan Telkomsel. Ini membuktikan bahwa Telkomsel jadi yang terdepan dalam menghadirkan konektivitas dan pengalaman terbaik bermain games untuk sebagian besar pecinta mobile games di Indonesia. (ris/ram)

Menyala Nonstop Selama 14 Hari, LED TV SHARP Indonesia Catat Rekor MURI

istimewa PIAGAM:Assistant General Manager Marketing Communications, Agus Soewadjie saat menerima piagam penghargaan dari MURI di Malang.
istimewa
PIAGAM:Assistant General Manager Marketing Communications, Agus Soewadjie saat menerima piagam penghargaan dari MURI di Malang.

MALANG, SUMUTPOS.CO – Sukses mendapat pengakuan akan ketahanan lemari es dan mesin cuci melalui pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), SHARP Indonesia kini menambah satu kategori produk lagi yang terbukti ketangguhannya yaitu televisi. Televisi SHARP berhasil menorehkan titel pemecahan rekor MURI untuk ‘Televisi 40 Inch dengan Ketahanan Operasional Terlama pada Daya Listrik 115 Volt’.

Sertifikat MURI secara resmi diserahkan di Malang kepada manajemen SHARP Indonesia yang diwakili oleh Agus Soewadjie, Assistant General Manager Marketing Communications. “Dalam setiap kategori produk, kami selalu berusaha memberikan kualitas produk terbaik untuk memuaskan konsumen. Dengan adanya sertifikasi MURI, kami ingin meneguhkan keyakinan konsumen bahwa teknologi yang kami benamkan benar adanya. Dengan demikian, konsumen tak perlu ragu lagi untuk terus mengandalkan produk-produk SHARP, semua sudah teruji coba dengan baik,” ungkap Agus.

Untuk mengukir rekor terbaru ini, televisi SHARP tipe LC-40SA5200i ditempatkan langsung di kantor MURI untuk mempermudah proses penilaian. Televisi ini kemudian dihidupkan selama 14 hari, terhitung dari tanggal 14 Februari hingga 28 Februari 2019 dengan tegangan sebesar 115 volt. Agar maksimal, televisi ini juga diawasi secara menyeluruh melalui CCTV yang terpasang dalam kantor MURI dan dibiarkan aman dari gangguan luar. Hasilnya, selama 14 hari penuh, televisi SHARP masih terus menyala dan dalam keadaan tetap optimal.

Sebelum rekor MURI, keseriusan SHARP Indonesia dalam menjaga kualitas produk terutama LED TV telah dibuktikan melalui ‘Perlindungan 7 Shield’ dari Jepang. Sesuai namanya, perlindungan ini diciptakan untuk memproteksi produk dari tujuh ancaman berbeda. Ketujuh ancaman tersebut diantaranya adalah perlindungan terhadap getaran, perlindungan terhadap jatuh yang telah melewati standar ketat dari uji coba drop test, petir, tegangan, temperatur dan kelembaban tinggi, beban berat, hingga stabilitas produk. Lewat perlindungan tersebut, SHARP menjamin LED TV tetap dalam kondisi optimal dari proses pengiriman hingga ke tangan konsumen.

Untuk membuktikan komitmen dari teknologi ‘Perlindungan 7 Shields’ yang dibenamkan, SHARP juga menawarkan program ‘Rusak Ganti Baru bagi setiap unit TV yang mengalami kerusakan akibat tersambar petir.

Tak cukup sampai di sana, untuk menambah kenyamanan konsumen, SHARP Indonesia juga baru saja memberikan ‘5 Year Warranty’ atau garansi lima tahun khusus untuk seluruh kategori produk LED TV*. Garansi eksklusif ini sudah bisa dinikmati konsumen yang melakukan pembelian pada 1 Maret 2019 dan berlaku untuk perbaikan panel dan suku cadang.

“Sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk jeli melihat kebutuhan konsumen. Kami ingin agar konsumen SHARP dapat merasa aman dan nyaman saat menggunakan produk-produknya. Untuk itulah, kini SHARP pun memperpanjang masa garansi produk TV hingga lima tahun lamanya. Untuk konsumen yang baru saja membeli LED TV per 1 Maret 2019, jangan lupa segera mendaftarkan LED TV-nya melalui aplikasi SHARP ID dan ikuti pula program penjualan ‘SHARP Lovers Day – Untukmu Indonesia’ dengan hadiah ratusan juta rupiah. Kami berharap melalui program- program kami, konsumen setia SHARP akan lebih banyak merasakan manfaat dengan menggunakan produk-produk milik SHARP,” tutup Agus. (rel/ram)

Kembali Cari Bibit di Medan, 16 Tim ke Final Regional MILO Football Championship Medan

istimewa TICKET: Presiden Direktur Nestlé Indonesia Dharnesh Gordhon (kanan) menyerahkan dummy ticket kepada Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Khamim, M. Pd pada acara Kick-off MILO Football Championship 2019.
istimewa
TICKET: Presiden Direktur Nestlé Indonesia Dharnesh Gordhon (kanan) menyerahkan dummy ticket kepada Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Khamim, M. Pd pada acara Kick-off MILO Football Championship 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah sukses dilaksanakan di Jakarta, kini wadah kompetisi sepak bola U-11 antar Sekolah Dasar, MILO Football Championship kembali hadir di Medan. Sebanyak lebih dari 2.000 peserta telah mengikuti babak kualifikasi MILOFootball Championship Medan yang dilaksanakan secara serentak di empat kota, yaitu Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Deli Serdang pada 16-17 Februari 2019 lalu.

Dari total 128 Sekolah Dasar, telah terpilih 16 Sekolah Dasar yang berhasil maju ke babak final regional MILO Football Championship Medan yang akan dilaksanakan pada 9- 10 Maret di Stadion Teladan, Medan.

Business Executive Officer Beverages Business Unit Nestlé Indonesia, Prawitya Soemadijo mengungkapkan tim-tim tersebut merupakan tim terbaik yang siap berlaga di final regional.

“16 tim dari empat kota yang lolos babak kualifikasi, yaitu delapan tim terbaik dari Medan, tiga tim terbaik dari Binjai, dua tim terbaik dari Tebing Tinggi, dan tiga tim terbaik dari Deli Serdang. Mereka siap berlaga untuk

memperebutkan gelar juara di babak final regional MILO Football Championship Medan. Kami berharap dengan adanya kompetisi ini akan semakin banyak tumbuh bibit-bibit pesepak bola berprestasi dari kota Medan yang dapat membanggakan Indonesia,” kata Prawitya.

MILO Football Championship tahun ini juga kembali melibatkan tim talent scouting yang akan memilih pemain terbaik dari seluruh kota penyelenggaraan. Tim yang terdiri dari pesepak bola senior Kurniawan Dwi Yulianto, Ponaryo Astaman, dan Zaenal Abidin ini akan memilih 16 pemain terbaik yang berhak mendapatkan pelatihan kembali di MILOFootball Camp di Jakarta.

“Para pemain terbaik ini akan mendapatkan materi berupa pelatihan fisik dan pengetahuan tentang nutrisi yang berguna sebagai bekal menjadi pesepak bola profesional. Selama di Camp, kami juga akan menilai teknik, sikap, dan kecerdasan anak-anak baik di dalam maupun di luar lapangan,” ungkap Ponaryo Astaman.

“MILO Football Camp akan menyeleksi delapan pemain terbaik untuk bertanding mewakili Indonesia di MILO Champions Cup di kota Suzhou dan Haikou, Cina. Hal ini merupakan bagian dari kerja sama Nestlé MILO dengan FC Barcelona yang bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat dan mengampanyekan pentingnya olahraga kepada generasi muda di Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika Latin,” tambah Prawitya.

Dalam rangkaian MILO Football Championship Medan, Nestlé MILO juga turut menghadirkan berbagai kegiatan untuk

anak-anak usia 6-12 tahun, selain peserta MILO Football Championship, seperti tantangan Juara MILO, MILOrobic

Challenge, MILO Football Clinic Day, dan meet and greet dengan Ponaryo Astaman.

Di MILO Football Clinic Day, para peserta akan mendapatkan pelatihan teknik dasar sepak bola bersama pesepak bola professional, sedangkan bagi para orang tua, Nestlé MILO menghadirkan Kelas Nutrisi yang akan berbagi ilmu tentang pentingnya asupan gizi yang tepat dan seimbang untuk menunjang aktivitas harian anak.

“Semoga MILO Football Championship ini dapat membantu memupuk bakat-bakat pesepak bola muda Indonesia

khususnya di Medan. Tak hanya itu, anak-anak juga dapat mempelajari nilai-nilai penting dari olahraga seperti pantang menyerah, kerja sama tim, sportivitas dan percaya diri, serta bermental juara,” kata Prawitya.

Selain itu siswa di Kota Medan bisa mengikuti MILO Football Clinic Day. Mereka dapat mendaftarkan diri lewat Fai di 08116321919 paling lambat 7 Maret 2019. (don)

Piala Inalum 2019, PSAD Bukit Barisan Kampiun

no picture
no picture

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – PSAD Bukit Barisan menjuarai turnamen sepakbola Inalum Cup tahun 2019. Setelah dipartai final mengalahkan PS Sergai melalui adu penalti dengan skor 6-4 (1-1), Selasa (5/3) di lapangan Tjgading, Batubara.

PSAD Bukit Barisan lebih dahulu tertinggal 0-1 di babak pertama melalui gol Donny di menit ke-30. Meskipun mendominasi permainan, Eki Fauzi dkk selalu gagal memanfaatkan peluang menjadi gol. Sedangkan PS Sergai sendiri sejatinya bermain terbuka. Ditekan selama 45 menit pertama, PS Sergai masih terlihat tenang manghalau serangan.

Di babak kedua, PSAD Bukit Barisan terlihat lebih bermain terbuka untuk menyerang. Bahkan harus berani meninggalkan dua pemain di sektor pertahanan. Lagi, peluang emas yang dimiliki belum bisa dimaksimalkan gol hingga paruh babak kedua.

Memecah kebuntuan, pelatih PSAD Ridwan Saragih memasukan Yasir untuk menambah daya gedor. Usaha ini pun tak sia-sia. Menit ke 85, aksi akselerasi Yasir di kotak penalti mendapat hadangan keras. Wasit pun langsung menunjuk titik putih.

Kesempatan penalti ini dimanfaatkan Eki Fauzi dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor imbang ini bertahan hingga pertandingan usai. “Sebenarnya saat penalti kami sedikit cemas. Karena mitos PSAD Bukit Barisan dalam adu penalti tak bagus. Namun dalam penalti kali ini, anak-anak terlihat sangat siap,” ujar Ridwan Saragih usai pertandingan.

“Lima penendang kami sukses mencetak gol. Terus terang gelar juara ini membuat kami bangga. Semoga kedepannya, PSAD Bukit Barisan semakin baik,” sambungnya. (don)

Tri Handoko Tak Sabar Berlatih

net SIAP: Tri Handoko siap melakoni latihan perdana bersama PSMS yang direncanakan di Stadion Kebun Bunga, Rabu (6/3).
net
SIAP: Tri Handoko siap melakoni latihan perdana bersama PSMS yang direncanakan di Stadion Kebun Bunga, Rabu (6/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks Striker Persis Solo, Tri Handoko sudah dua hari berada di Medan sejak Sabtu (2/3). Tri siap melahap latihan perdananya bersama PSMS yang kemungkinan digelar di Stadion Mini Kebun Bunga, Rabu (6/3) sore ini.

Tri tak sendirian. Bersama Taufiq Kasrun (Kalteng Putra), Johan Yoga Utama (PSIS), Anis Nabar (Perserui), dan Choiril Hidayat (PSMS) mereka sudah tak sabar melakoni latihan bersama PSMS.

Tri Handoko ditemui di Mess PSMS mengaku terpanggil untuk bisa memperkuat PSMS. Menurutnya PSMS salah satu tim yang penuh history di ajang di pesepakbolaan nasional. PSMS meski berlaga di kasta kedua liga Indonesia, namun Handoko menilai tim berjuluk ayam kinantan memiliki nama besar dengan segudang prestasi.

“Kita dipanggil langsung oleh manajemen. Mungkin tantangan baru mas, kita di jauh kan belum pernah. Paling dulu Solo, Sleman, Jogya. Pernah jauh di Serang, cuma kayaknya Medan lebih menantang. Nama besar PSMS kan dari dahulu, jadi suatu kebanggaan kita bisa di sini,” ucap eks Persis Solo ini, saat ditemui di Mess Kebun Bunga, Selasa (5/3) sore.

Diakui Handoko, selain PSMS ada sejumlah tim lain yang juga menawarkan jasa pemain asal Klaten ini. Sebut saja PSCS Cilacap serta Sriwijaya FC. Dari sejumlah tim tersebut, Handoko mengaku hanya PSMS yang lebih serius menggandeng pemain kelahiran Solo, 1 Juli 1988 ini “Kemarin terakhir Cilacap terus Sriwijaya. Cuma Sriwijaya masih belum ada lanjutan. Ya kita lihat PSMS lebih serius kan. Sponsornya juga bagus,” akui Handoko.

Kehadiran Handoko tentu akan menambah persaingan di lini depan PSMS saat ini. Setidaknya ada enam pemain yang berposisi sebagai penyerang. Begitupun, Handoko mengaku siap bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan satu slot di skuat tim ayam kinantan. Jika dipercaya memperkuat tim, Handoko siap mengantarkan PSMS kembali promosi ke Liga 1 musim depan.

“Kita belum tahu pemain PSMS saat ini seperti apa. Tapi, dari segi pelatih juga bagus. Insya Allah, ya kita berikan yang terbaik. Inginnya sih kembalikan PSMS ke Liga 1,” tegas Handoko.

Terkait statusnya di tim PSMS masih trial, Handoko hanya bisa melempar senyum dan menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen. “ Lihat saja nanti mas,” ujarnya.

Sementara pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, justru belum bisa memastikan latihan akan kembali digelar Rabu sore. Mengingat sejauh ini, Gurning baru dikabari melalui pesan WhatsApp bahwa latihan kembali berjalan mulai Rabu sore.

“Ada kabar begitu (latihan), tapi pastinya belum. Sampai sekarang saya menunggu kabar dari mereka (manajemen) lah. Kalau memang latihan, langsung saya kabari pemain – pemian begitu. Hari itu memang dibilang Rabu ada latihan lagi, tapi secara WA. Secara lisan belum. Kalo dihubungi besok, ya latihan kita,” ucap Pelatih berlisensi A AFC ini.

Di satu sisi, Gurning mengakui saat ini pemain yang didatangkan manajemen telah berada di Mess Kebun Bunga. “Aku lihat sudah ada berapa orang di mess. Ada Anis Nabar, Taufiq Kasrun, Johan Yoga Utama, Tri Handoko, dan Fani Aulia,” kata Gurning.

Dengan kehadiran lima pemain baru, maka total sudah 27 pemain yang telah bergabung dengan skuat tim PSMS. Namun, sampai saat ini status seluruh pemain masih seleksi dan menunggu kontrak dengan manajemen. (don)

Hadapi Kejurnas, Kapolda Lepas Kontingen Inkanas Sumut

LEPAS: Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH didampingi Ketua Inkanas Sumut yang juga Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika melepas atlet Inkanas Sumut.
LEPAS: Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH didampingi Ketua Inkanas Sumut yang juga Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika melepas atlet Inkanas Sumut.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto selaku ketua Dewan Pembina Inkanas Sumut melepas kontingen karate Inkanas Sumut mengikuti Kejurnas Inkanas Sumut di Padang, Sumbar, 8-10 Maret mendatang. Turut melepas kontingen Inkanas Sumut Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin dan Ketua Umum Pengprov Inkanas Ir H Umar Zunaidi Hasibuan yang juga Wali kota Tebingtinggi.

Kontingen yang dipimpin manajer tim AKBP Maruli Siahaan dan Wakil Manajer Jintar Simanjuntak berkekuatan 150 atlet dan ofisial dilepas dalam apel di halaman Mapoldasu. Irjen Pol Agus Andrianto mengucapkan selamat kepada para karateka yang yang dipilih mewakili kontingen Sumut.

Kapoldasu juga bangga dengan prestasi yang sudah diukir Inkanas Sumut dalam Kejurnas, serta meminta para karateka kembali menunjukkan mental dan semangat untuk menjadi juara dalam Kejurnas Inkanas.

“Dengan menunjukkan semangat juara bisa kembali menunjukkan prestasi sebagai juara,” katanya. Para karateka juga agar menjaga stamina dan kesehatan selama Kejurnas.

Persiapan serius yang sudah dilakukan diharapkan bisa jadi menjadi bekal meraih prestasi dan bisa diperhitungkan dalam. Kejurnas serta sekaligus mampu membawa nama baik Sumut.

Ketua Pengprov Inkanas Sumut, Ir Umar Zunaidi Hasibuan menyatakan berterima kasih kepada Kapoldasu selaku pembina Inkanas yang memberi atensi dan bantuan dalam keberangkatan Inkanas Sumut ke Kejurnas.

Wali kota Tebingtinggi itu menegaskan dalam Kejurnas di Sumbar, Inkanas Sumut hanya punya satu tekad yakni menang dan menunjukkan diri sebagai Inkanas terbaik di tanah air.”Selain itu tunjukkan sebagai karateka berbudi luhur dan punya sopan santun.Datang dengan kontingen besar, kita harus yakin bisa berprestasi,”ujar Umar Zunaidi Hasibuan, Selasa (5/3).

Umar menambahkan, dalam keikutsertaan di Kejurnas Inkanas, selalu menunjukkan prestasi membanggakan. Yakni dua kali pernah menjadi juara umum, terakhir menyabet dalam Kejurnas 2013 Bandung.

Menjelang Kejurnas, Inkanas Sumut menjaring atlet dari berbagai kejuaraan seperti Piala Kajatisu dan berhasil menjadi juara, maupun lewat sirkuit sirkuit karate yang dilaksanakan. “Dengan persiapan matang yang sudah dilakukan, Inkanas Sumut menargetkan juara umum di Sumbar. “Kita yakin mampu kembali menyabet gelar juara walau Kejurnas akan diikuti atlet atlet karate nasional dan berbagai Provinsi diperhitungkan akan menjadi rival seperti Jabar, DKI Jakarta, Sulsel maupun tuan rumah Sumbar,”terang Umar Zunaidi.

Kejurnas memang event bergengsi dan bagian pembinaan karate nasional diikuti karateka andal, namun kita yakin akan mampu merebut gelar juara dalam tahun ini.

Wakil manajer tim Jintar Simanjuntak menyebutkan Inkanas Sumut dibawah kepemimpinan Ketua Umum Ir Umar Zunaidi Hasibuan selalu mencatat hasil membanggakan dan dua kali meraih gelar juara umum. Sebanyak 120 karate plus ofisial yang diturunkan dalam Kejurnas merupakan hasil seleksi Kejurda Inkanas 2018 di Batubara, dan disaring lagi melalui Sirkuit.

Para karateka sebelumnya juga sudah menjalani pemusatan latihan di Dojo Sei Deli Medan.

“Sebelumnya tim karate Inkanas sudah diuji kemampuannya dan mampu menyabet gelar juara umum Piala Kajatisu,”terangnya. (ian/don)