Home Blog Page 5526

Buat Papan Informasi Lengkap soal Danau Toba, Wagubsu Kunjungi Geosite di Samosir

istimewa KUNJUNGI: Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah didampingi Kadispar Wan Hidayati mengunjungi sejumlah lokasi wisata di Samosir, beberapa waktu lalu.
istimewa
KUNJUNGI: Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah didampingi Kadispar Wan Hidayati mengunjungi sejumlah lokasi wisata di Samosir, beberapa waktu lalu.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Usai mengunjungi beberapa titik lokasi wisata di Pulau Samosir, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah meminta agar pihak terkait dapat memberikan kontribusi mendukung pariwisata berupa fasilitas penunjang. Selain memfokuskan layanan kebersihan, penyediaan informasi dengan konsep edutourism (pariwisata pendidikan)n

Pesan itu disampaikan Wagub setelah melihat dan mendengar cerita di balik keberadaan dan keindahan Danau Toba. Mulai dari sejarah, hingga bentuk batuan yang terpampang di banyak lokasi di Pulau Samosir, dengan informasi bagaimana kejadian yang diperkirakan terjadi 500 ribu tahun lalu melalui letusan Gunung Toba. Karena itu perlu dijelaskan kepada masyarakat luas tentang pengetahuan tersebut.

“Ini harus kita buat papan informasi yang lengkap. Karena yang begini kan masyarakat belum banyak tahu tentang sejarah dan hal lain soal terbentuknya Danau Toba ini. Saya juga baru mengetahui sedetail ini,” ujar Wagub, usai mengunjungi sebuah Geosite di kawasan Ambarita, Simanindo beberapa waktu lalu.

Selain papan informasi, Wagub juga mengingatkan bahwa mengandalkan pariwisata, terpenting pertama adalah kebersihan. Sebab jika di satu tempat saja ada sampah yang terbuang tidak pada tempatnya, akan ada nilai buruk tentang itu dari pengunjung. Apalagi turis mancanegara yang sangat sensistif soal kebersihan.

“Selain itu, harus dihadirkan di sini tong sampah, seperti di dekat papan informasi nantinya. Nanti kita minta supaya dari Bank Sumut bisa memberikan dana CSR-nya untuk itu. Bisa ke Pemprov, bisa juga ke Pemkab Samosir, biar mereka yang pasang. Jadi nanti titik-titiknya mereka yang tahu,” sebut Wagub.

Program dan rencana tersebut, kata Musa Rajekshah yang lebih dikenal dengan sebutan Ijeck ini, bukan untuk saat ini saja, tetapi untuk keberlangsungan kehidupan dan dunia pariwisata hingga masa mendatang. Karena itu, dirinya menilai bahwa siapapun pemimpinnya, hal seperti ini harus terus berjalan untuk kebaikan masyarakat terutama generasi mendatang.

“Nanti selain tong sampah, perlu juga kita buat (tambah) lampu jalan yang pakai solar cell. Paling tidak beberapa titik ada penerangan,” kata Ijeck.

Setelah Ambarita, Wagub bersama rombongan pun mengunjungi Pantai Batu Hoda dan Pantai Situngkir yang kini banyak dikunjungi wisatawan pada akhir pekan atau masa liburan. Dirinya berharap Pemkab Samosir dapat memberikan perhatian serius dan berkelanjutan kepada dunia pariwisata di kabupaten tersebut. Sebab menurutnya, jika pertanian tidak begitu dapat menjamin peningkatan ekonomi, maka sektor ini pariwisata harus benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Kesempatan itu pula, Ijeck meminta agar Bank Sumut sebagai BUMD, bisa hadir di masyarakat, tidak hanya memberikan modal bagi warga yang ingin berusaha, tetapi juga meberikan pelatihan wirausaha kepada penduduk yang berkecimpung di bidang pariwisata.

“Beberapa tahun lalu saya datang dan lari pagi, banyak warga yang membalas sapaan saya, banyak juga yang diam tidak menjawab. Tetapi sekarang, saya lewat, masyarakatnya sudah ramah dan bahkan lebih dulu menyapa saya. Itulah tandanya ada kemajuan selama ini. Karena selain bersih, kita juga harus hadirkan rasa aman dan nyaman, serta ramah tamah kepada tamu,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya itu, Ijcek juga sempat mendatangi satu gerai milik warga penenun kain ulos khas Toba binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut. Di dalamnya bahkan Wagub membeli hasil produk kerajinan tangan dari masyarakat setempat.

Sementara mendampingi Wagub, Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Sumut Wan Hidayati menyebutkan, pihaknya berharap Geopark Kaldera Toba (Danau Toba secara menyeluruh) dapat diterima menjadi anggota UNESCO. Sehingga nantinya kawasan taman bumi di provinsi ini mendapat perhatian penuh dari organisasi yang bergerak di bidang tersebut. “Ya kita terus mengupayakan agar Geopark Kaldera Toba bisa diterima menjadi anggota UNESCO. Kita tunggu dan berdoa, September ini diumumkan. Karena Danau Toba ini punya cerita dan sejarah kejadian sejak ratusan ribu tahun lalu, hingga menjadi seperti sekarang ini. Itulah yang mau kita angkat supaya menjadi daya tarik juga bagi wisatawan mancanegara, selain juga adat istiadat serta lingkungan hidupnya,” tandas Hidayati.

Festival Musik Etnik

Sebagai upaya peningkatan kunjungan wisatawan, Disbudpar Sumut akan menggelar festival musik etnik dengan menghadirkan musisi dan penata musik prefesional. Festival musik etnik ini nantinya akan memadukan kolaborasi antara tradisi, budaya, musik etnik dengan musik modern dunia.

Dengan mengambil tema milenial berbudaya, diharapkan melalui even ini kaum milenial yang memiliki potensi dalam dunia musik menjadi pendongkrak pembangunan daerah melalui wisata musik. Apalagi, para peserta diwajibkan membawakan satu lagu daerah yang diarransment ulang dengan perpaduan alat musik tradisional dan modern.

Meski even ini baru pertama kalinya digelar secara resmi oleh Pemerintah Sumatera Utara, diharapkan program wisata musik ini dapat terlaksana dan teragenda tahunan khususnya. “Selain olahraga dan kuliner, musik juga menjadi potensi wisata yang bisa dikembangkan. Lihat saja berbagai festival musik besar yang diadakan tahunan. Jangankan hanya di Jakarta, yang diadakan di perbatasan pun minimal didatangi penduduk negara tetangga, Malaysia atau Singapura,” beber Hidayati.

Diakuinya, konsep music tourism ini memang baru gencar dikumandangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata di bawah kepemimpinan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Namun jauh sebelumnya, Java Jazz atau Djakarta Warehouse Project menjadi bagian dari promosi wisata musik di Tanah Air, negara di belahan dunia lain sudah kerap melakukannya.

“Meski menjadi tahap awal dan mendasar bagi kita Pemprovsu berharap dapat terealisssi secara maksimal setiap pelaksaannya. Karena juga menjadi bagian program visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara dalam menciptakan penduduk yang berbudaya,” tutur Hidayati.

Sekedar informasi dan refrensi, papar Hidayati lagi, Dalam katalog ‘100 Wonderful Event Indonesia 2018’ yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata, ada 10 acara nasional ditentukan oleh tim kurator sebagai acara pilihan di Indonesia.

Satu-satunya acara yang terkait musik dalam daftar tersebut adalah ‘Java Jazz Festival’, festival yang dianggap banyak netizen tak lagi nge-jazz. “Kegiatan ini juga sebagai wujud kepedulian kami pemerintah daerah, dalam mendukung program pemerintah pusat serta penghargaan terhadap peringatan perayaan Hari Musik Nasional, yang jatuh pada 9 Maret. Tanggal tersebut diambil karena bertepatan dengan hari kelahiran Wage Rudolf (WR) Supratman, sang pencipta lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’,” pungkasnya.

Pelaksanaan Musik Etnik 2019 Disbudpar Sumut ini diikuti 10 peserta lokal yang terdiri dari beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara, mahasiswa musikilogi Universitas Sumatera Utara (USU) Universitas Negeri Medan (Unimed), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Diantaranya, Dr. Project, Mineralle,El Cocolaci, Scrupture, Senja Bay,Naposo Band, Hour Glass,Green Light, Akar Primitive.(prn/gus)

Gempa Solok Selatan, Sumbar, Tanggap Darurat Ditetapkan 14 Hari

Gempa Solok
Gempa Solok

SOLOK, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), terus melakukan penanganan terhadap dampak bencana gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR), yang terjadi Kamis (28/2) lalu. Dampak gempa tersebut, merusak ratusan rumah warga dan fasilitas umum (fasum).

Untuk memulihkan situasi pasca gempa, Pemkab Solok Selatan telah menetapkan status daerah tanggap darurat hingga 2 pekan ke depan.

“Ya, status tanggap darurat kami (pemerintah) tetapkan selama 14 hari,” ungkap Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, Jumat (1/3).

Rahman memastikan, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Solok Selatan yang tidak terlibat langsung dalam pelayanan publik, ikut serta membantu penanganan bencana gempa yang merusak rumah warga di 3 kecamatan. “Saya sudah arahkan. Selain yang terlibat langsung dalam pelayanan publik, semua pegawai di OPD Pemkab Solok Selatan fokus membantu masyarakat dan wilayah terdampak gempa,” tegasnya.

Bahkan, tegas Rahman, jika ada kepala OPD dan pegawai yang akan melakukan kunjungan kerja ke luar daerah, diminta untuk membatalkan, jika kunjungan tersebut tidak terlalu penting. Dengan kata lain, pusat pemerintahan saat ini dipindahkan ke lokasi dampak bencana.

Sehari pascagempa, pihaknya masih fokus melakukan penanganan kesehatan dan distribusi logistik makanan. “Masyarakat yang ada di penampungan (tenda) sudah dikirimi tim dokter untuk trauma healing. Banyak yang trauma dan mau balik ke rumah,” beber Rahman.

Sebelumnya, gempabumi tektonik berkekuatan 5,3 SR mengguncang Solok Selatan sekira pukul 06.27 WIB, Kamis (28/2). Episenter gempabumi ini berada di koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 kilometer arah timur laut Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, pada kedalaman 10 kilometer.

Data terakhir, jumlah kerusakan rumah akibat bencana alam ini mencapai 500 unit. Namun, belum terkonfirmasi jenis kerusakan. Sebab, hingga kini Pemkab Solok Selatan masih melakukan pendataan. Selain itu, 55 warga juga dilaporkan mengalami luka-luka. Beruntung, peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. (jpc/saz)

Ratusan APK Ditertibkan

ist PENERTIBAN: Tim terpadu Hinai menertibkan sejumlah APK di bebarapa ruas jalan di Hinai, Langkat, Kamis (28/3).
ist
PENERTIBAN: Tim terpadu Hinai menertibkan sejumlah APK di bebarapa ruas jalan di Hinai, Langkat, Kamis (28/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ratusan alat peraga kampanye (APK) melanggar aturan ditertibkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Hinai bersama pihak Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Hinai, Kamis (28/2).

Penertiban APK dipimpin Ketua Bawasli Hinai Zulfahri, Kasi Trantib Kecamatan Hinai Marlan dan diikuti personel Polsek Hinai dan seluruh Pengawas Desa Kelurahan se Kecamatan Hinai.

Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Hinai Zulfahri, menjelaskan, penertiban APK dan BK ini, sesuai instruksi Bawaslu Kabupaten Langkat, Senin tertanggal 25 Februari 2019 lalu.

Dalam instruksi tersebut, kata dia, penertiban hanya dilakukan pada APK/BK yang terpasang di rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, tempat-tempat umum, taman dan pepohonan saja.

“Sedangkan untuk APK/BK yang diluar zona dan tak sesuai desain, akan dilaksanakan pada penertiban berikutnya,” ungkap dia.

Zulfahri juga menambahkan, dalam penertiban ini, pihaknya sudah menyurati partai politik peserta pemilu dan tim pemenangan capres-cawapres.

Sementara itu, Camat Hinai Muhammad Nawawi, yang turut serta dalam penertiban APK/BK di Kecamatan Hinai mengatakan, pihaknya berharap, penertiban dilakukan secara adil dan profesional tanpa memihak.

“Saya cuma berharap, dalam penertiban ini tidak ada memihak, jalankan sesuai aturan,” pungkasnya. (bam/azw)

KPU Sumut Butuh 29.862 Anggota KPPS

KPU
KPU

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara akan melakukan perekrutan anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang akan

bertugas pada seluruh tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019.

Anggota KPU Sumut Mulia Banurea mengatakan total kebutuhan KPPS di Sumut mencapai 29.862 orang yang akan disebar pada 42.644 TPS yang ada. “Artinya 1 TPS itu akan diisi 7 orang KPPS,” katanya, Jumat (1/3).

Mulia menjelaskan proses perekrutan KPPS ini akan mereka lakukan mulai 28 Februari hingga 27 Maret 2019 mendatang. Proses penerimaan ini akan memerhatikan beberapa syarat antara lain berusia minimal 17 tahun saat mendaftar, memiliki integritas, memiliki jenjang pendidikan minimal SMA sederajat, tidak menjadi partisan terhadap salah satu partai politik atau sudah keluar dari partai politik (parpol) tertentu paling lambat 5 tahun sebelum mendaftar, berdomisili pada wilayah kerja KPPS yang dilamar, tidak pernah dipidana penjara atau dihukum dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan tidak menggunakan narkoba.

“Seluruh persyaratan ini dibuktikan dengan dokumen-dokumen pendukung baik itu surat pernyataan maupun berkas fotokopi dokumen pendidikan,” ujarnya.

Sesuai dengan pasal 18 PKPU No 3/2018, KPPS dibentuk sebulan sebelum pelaksanaan pemilu dan dibubarkan paling lambat satu bulan setelah pemungutan suara. Pun demikian masa kerja mereka dapat diperpanjang jika terjadi pemungutan suara putaran kedua untuk pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Jadi siapa saja yang berminat menjadi petugas KPPS silahkan langsung menghubungi KPU setempat,” pungkasnya. (prn/azw)

7.568 Surat Suara Madina Rusak

ist SORTIR: Sejumlah masyarakat rekrutan KPU Madina melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara di Madina, Jumat (1/3).
ist
SORTIR: Sejumlah masyarakat rekrutan KPU Madina melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara di Madina, Jumat (1/3).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Mandailing Natal (KPUD Madina) telah selesai melakukan penyortiran dan pelipatan Surat Suara pemilu 2019 untuk kertas suara DPR dapil Sumut 2, DPR Dapil Sumut 7, dan DPRD kabupaten. Selesainya penyortiran dan pelipatan kertas surat suara itu dilaksanakan selama kurang lebih 9 hari; mulai dari 9-28 Februari 2019.

“Kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara tersebut diawasi langsung Bawaslu Madina dan pihak apara kepolisian,” kata Ketua KPUD Madina, Fadillah Syarief kepada wartawan, Jum’at (1/3).

Terkait kendala yang ditemukan saat dilakukan penyortiran dan pelipatan kertas suara, Fadillah mengaku tidak menemukannya.

Hanya saja lanjutnya, disaat pelipatan dan penyortiran selesai, ditemukan sebanyak 7.568 surat suara pemilu 2019 yang terdapat tanda/noda tinta pada surat suara hasil dari percetakan.

Adanya kerusakan surat suara tersebut, KPUD Madina juga telah menerima surat dari Bawaslu Madina agar kertas suara tersebut diganti atau diperbaiki kembali.

“KPUD Madina akan segera menyurati KPU Provinsi agar segera dilakukan pergantian kertas suara yang rusak itu,” tandasnya. Adapun surat suara yang terdapat noda untuk surat DPRD Kabupaten Dapil I Sebanyak 71 Lembar, Dapil II Sebanyak 6859 Lembar, Dapil III sebanyak 10 lembar, Dapil IV 17 lembar, dan Dapil V sebanyak 186 lembar.

Sementara surat suara DPRD Provinsi Dapil Sumut 7 yang rusak terdapat 68 lembar. Dan untuk DPR RI Sumut 2 surat suara yang rusak terdapat 357 lembar.

Sedangkan kertas suara Pemilu 2019 untuk DPD dan presiden sampai saat ini kita masih menunggu. “Kita sudah melakukan konfirmasi kepada KPU provinsi terkait yang saat ini masih dalam proses perjalanan,” pungkasnya. (mag-7/azw)

Jadi Pengantin Baru, Hansamu Yama Langsung ke Piala Presiden

net NIKAH: Hansamu Yama sudah mempersunting Zerlinda.
net
NIKAH: Hansamu Yama sudah mempersunting Zerlinda.

Hansamu Yama tak lagi berstatus lajang per Kamis (28/2) kemarin. Dia sudah mengucapkan ijab qabul untuk memperistri Zerlinda Gitta Anggareni. Namun, kapten Timnas Indonesia ini harus melupakan bulan madu.

Keringat deras mengucur dari wajah Hansamu Yama. Sesekali, dia mengusapnya dengan tisu yang digenggamnya. Tapi, keringat itu terus saja mengalir. Bukan karena lelah berlatih. Dia berkeringat saat berada tepat di depan Naib.

Pemain 23 tahun itu memang telah melangsungkan akad, Kamis (28/2) kemarin. Masjid Al-Akbar Surabaya dipilih untuk mengikrarkan janji suci. Dia mempersunting wanita asal Mojokerto, Zerlinda Gitta Anggraeni. Rombongan pengantin tiba pukul 09.15 WIB. Hansamu dan Zerlinda kompak mengenakan busana serba putih.

Meski berkeringat, wajah Hansamu tampak tenang. Dia tak gugup. Saat Naib mulai menyalami, Hansamu santai. Momen itu juga dilalui dengan mulus. Meski harus mengulang satu kali. Sebab, dia mengucap Bismillah dengan keras.

“Rasanya sih biasa. Saya juga nggak ada latihan (ijab qabul). Ya langsung saja,” katanya saat ditemui Jawa Pos seusai akad.

Setelah sah jadi suami istri, biasanya pengantin baru memikirkan bulan madu. Tapi, tidak dengan pasangan ini.

Jangankan bulan madu. Malam pertama pun berlalu begitu saja. Pasalnya, Hansamu langsung bertolak ke Bandung, malam harinya. Dia menyusul skuad Green Force yang akan bertarung di ajang Piala Presiden 2019.

“Nggak kepikiran (bulan madu). Soalnya bentrok sama jadwal kerja. Ya profesional saja,” terang mantan penggawa Barito Putera itu.

Beruntung, Zerlinda memaklumi kesibukan sang suami. Karena itu, dia tak masalah ketika harus ditinggal sang suami saat baru beberapa jam menikah. Toh, Hansamu akan membela tim kesayangannya, Persebaya Surabaya. (bbs/jpc/don)

Enam Pemain Merapat, Segera Latihan Lagi

Sutan Siregar/Sumut Pos LANJUT: PSMS akan kembali melanjutkan proses seleksi pada pekan depan.
Sutan Siregar/Sumut Pos
LANJUT: PSMS akan kembali melanjutkan proses seleksi pada pekan depan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah diistirahatkan sepekan, PSMS akan kembali memulai aktivitasnya di Stadion Kebun Bunga. Ayam Kinantan kembali melanjutkan proses seleksi yang kemungkinan digelar pekan ini di Stadion Kebun Bunga.

Apalagi ada enam pemain baru yang sudah hadir. Mereka berstatus trial dan ingin mencoba peruntungannya di PSMS. “Kemungkinan Hari Senin tapi nanti dikabari lagi pastinya. Untuk saat ini sudah ada enam pemain di Mess Kebun Bunga,” kata Asisten Pelatih PSMS, Edy Syahputra, Jumat (1/3).

Sebelumnya latihan diliburkan karena belum adanya kepastian dari manajemen. Apalagi saat ini manajemen sedang akan dalam proses peralihan ke manajemen baru. Sehingga semuanya serba menggantung.

Setelah jumlah pemain baru hadir, pelatih akan mulai merancang program latihan yang sekaligus seleksi berjalan terhadap pemain. Termasuk beberapa pemain baru yang merapat, nantinya akan berstatus trial.

Sebelumnya ada 22 pemain yang menjalani seleksi berjalan PSMS. Namun status mereka sampai saat ini belum bisa dipastikan karena belum ada sodoran kontrak. Apalagi tim pelatih masih mencari-cari pemain yang benar-benar cocok.

“Untuk pemain yang hasil seleksi kemarin nanti dihubungi setelah ada keputusan rapat Manajemen. Baru semuanya digabung dan seleksi. Tinggal nanti Tim Pelatih melihat beberapa pemain mana yang layak untuk dipilih,” bebernya.

Para pemain sendiri siap berlatih sesuai instruksi pelatih. Seperti kapten tim, Legimin Raharjo yang tetap menjalani proses seleksi meski termasuk pemain yang memang ingin dipertahankan.

Soal kejelasan kapan latihan, Legimin mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada tim pelatih. “Kami pemain menunggu kabar saja dari tim pelatih dan manajemen. Kick off Liga 2 juga kan masih lama. Mudah-mudahan lah ada kabar baik,” kata pemain berusia 37 tahun itu.

Memang sampai saat ini kick off Liga 2 masih belum diketahui jelas. Kemungkinan besar digelar pasca libur Idul Fitri. Sementara tim-tim lain juga belum memulai persiapan. Namun jika PSMS punya dana, menggelar persiapan lebih dini justru menjadi sebuah keuntungan.

Selain itu ada hal lain yang mengganggu. Yakni klaim kepemilikan oleh PT PeSeMes yang meminta segala aktivitas skuad Ayam Kinantan harus lewat mereka. Karena mereka mengklaim punya legalitas yang sah dari Kemenkumham untuk merek dan logo. Hal yang sempat dikhawatirkan akan membuat NorthCliff selaku pihak yang akan mengelola PSMS ke depannya mundur. Namun sejauh ini belum ada tanda-tanda menuju ke sana. (don)

Korupsi Pengadaan LPJU Labuhanbatu, Indramono Transfer 10 Kali ke Rekening Saksi

AGUSMAN/SUMUT POS BERSAKSI: Hartono, pemilik Toko Sinar Mandiri bersaksi di persidangan dugaan korupsi pengadaan LPJU Labuhanbatu, Kamis (28/2).
AGUSMAN/SUMUT POS
BERSAKSI: Hartono, pemilik Toko Sinar Mandiri bersaksi di persidangan dugaan korupsi pengadaan LPJU Labuhanbatu, Kamis (28/2).

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ada fakta baru dalam dugaan korupsi pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Labuhanbatu TA 2013. Pemilik Toko Sinar Mandiri Medan, Hartono mengaku pembayaran pengadaan material barang dilakukan Indramono melalui proses transfer.

“Ada sekitar 10 kali pentransferan yang dilakukan Indramono ke saya. Jumlahnya bervariasi, ada yang Rp500 juta dan Rp50 juta. Yang jelas jumlahnya yang saya terima baru Rp1 miliar,” ungkap Hartono saat memberika kesaksian di ruang Cakra 9, Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (28/2) sore.

Majelis hakim yang diketuai Aswardi Idris, meminta Hartono untuk jujur soal kedekatannya dengan Indramono dalam kasus ini. Sebab, hakim berpandangan pada persidangan lalu, Indramono membantah melakukan pembayaran kepada Hartono.

Hartono mengaku, pertama kali bertemu Indramono bersama Penman dan Senang ST selaku PPK di tokonya.

“Soal pengiriman barang yang dilakukan secara parsial, semuanya diatur oleh Indramono. Dia nyuruh saya mengirim ke Labuhanbatu lewat pengiriman ekspedisi,” beber Hartono.

Keterangan Hartono itu, jelas bertentangan dengan keterangan Indramono yang sebelumnya mengatakan hanya sebatas membantu terdakwa Penman dalam kasus tersebut. Bahkan secara tegas pada sidang pekan lalu, ia membantah mentransfer uang ke Hartono.

Usai persidangan, Jaksa Rekhawati dari Kejari Labuhanbatu tidak mau banyak komentar soal keterangan Indramono yang akhirnya terbantahkan.

“Tergantung hakim aja bang,” singkatnya.

Sebagaimana diketahui, dua terdakwa didakwa telah bersekongkol melakukan korupsi pengadaan dan pemasangan LPJU di Jalan H Adam Malik, Labuhanbatu.

Keduanya masing-masing, Senang ST selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Penman selaku Direktur PT Mangun Coy (rekanan).

Proyek yang bersumber dari APBD Labuhanbatu TA 2013 dan pagu anggaran Rp3,9 miliar tersebut, diduga dikorupsi. Akibatnya, negara merugi sebesar Rp579 juta.

Keduanya didakwa JPU, melanggar pasal 3 Juncto pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001, tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.(man/ala)

Dua Kurir Sabu Asal Aceh ‘Sangkut’ di Langkat

bambang/SUMUT POS DICOKOK: Dua pria asal Aceh dicokok Polsek Besitang karena membawa narkotika jenis sabu seberat 1 kg.
bambang/SUMUT POS
DICOKOK: Dua pria asal Aceh dicokok Polsek Besitang karena membawa narkotika jenis sabu seberat 1 kg.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dua warga Aceh diamankan kepolisian Polres Langkat. Mereka terjaring razia rutin yang digelar personel Polsek Besitang. Keduanya tertangkap membawa 1 kilogram narkotika jenis sabu.

Kedua tersangka masing-masing, Yunus (31) warga Dusun B, Desa Ranto Panyang, Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara dan Mustafa (27) warga Dusun Selatan, Desa Blang Geulumpang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

“Ya, kedua tersangka kita amankan Kamis (28/2). Pengungkapan ini sukses setelah lebih dulu mendapat informasi,” ujar Kapolsek Besitang AKP Adi Alfian, Jumat (1/3).

“Besitang nomor satu pengungkapan. Semalam nggak bisa diekspose karena diminta Polres. Dua orang sudah dilimpahkan ke Polres,” sambungnya.

Sabu itu ditemukan setelah menggeledah dua pengemudi yang naik mobil Honda Jazz BK 1726 ZI. Dari tas berwarna hitam seorang pengemudi, ditemukan 1 kg sabu.

“Sabu rencananya akan diedarkan kepada seseorang yang telah menunggu di Terminal Bus Pondok Kelapa Medan. Kedua tersangka berdalih tidak mengenal sosok yang akan ditemui,” tutur kapolsek.

“Mereka kami razia dan geledah saat melintas di depan Pos Lantas Polsek Besitang, Jalan Medan-Aceh, Kampung Lalang, Kabupaten Langkat. Pas diinterogasi awalnya mengaku cuma penumpang. Mau antar sabu, kurir gitu,” sambungnya.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Langkat, AKP Arnold mengatakan kedua warga Aceh itu sudah diterima pelimpahannya ke Mapolres Langkat.

“Pelimpahan sudah dari Polsek Besitang. Kami masih memeriksa pelaku. Selanjutnya nanti akan dikabari lagi,” kata Arnold.

Pelaku disangkakan melanggar pasal 114 ayat (2) subs pasal 112 ayat (2), lebih subs pasal 115 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.(bam/ala)

Tiga Pengedar Sabu Diciduk

TEDDY/SUMUT POS TRIO: Trio pengedar sabu asal Langkat diamankan di Mapolres Langkat.
TEDDY/SUMUT POS
TRIO: Trio pengedar sabu asal Langkat diamankan di Mapolres Langkat.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Personel Sat Res Narkoba Polres Binjai berhasil menangkap 3 pengedar narkotika jenis sabu, belum lama ini. Ketiganya masing-masing, Sandi (29) warga Jalan Ir Juanda, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur; Hendro Hermansyah (32) dan Heru Irwansyah (35) warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur.

Ps Kasubbag Humas, Iptu Siswanto Ginting mengatakan, ketiga pelaku ditangkap dari daerah berbeda.

“Namun mereka masih satu jaringan,” katanya, Jumat (1/3).

Mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini menjelaskan, awalnya polisi meringkus Sandi dan Hendra dari sebuah warung di Jalan Kenari, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur.

“Dari tangan mereka, polisi mendapatkan 13 paket sabu yang akan diedarkan di daerah Binjai Timur,” lanjut Siswanto.

Setelah diinterogasi, kedua pelaku menjelaskan, semua sabu yang akan mereka edarkan didapat dari Heru.

Polisi kemudian menangkap Heru yang saat itu sedang berada di rumah Hendro. Ketika digeledah, polisi mengamankan kotak rokok berisi 8 paket sabu.

“Saat ini semua pelaku masih diperiksa oleh penyidik untuk mencari tahu asal sabu yang mereka dapatkan,” tandasnya.(ted/ala)