Home Blog Page 5549

Ciptakan Kerja Sama Bidang Kebudayaan, Bupati Karo Hadiri Sosialisasi Budaya Aceh & Sumut

Foto: SOLIDEO/SUMUT POS PUKUL GONG: Bupati Karo Terkelin Brahmana memukul gong tanda dibukanya Acara Sosialisasi Budaya Aceh dan Sumut.
Foto: SOLIDEO/SUMUT POS
PUKUL GONG: Bupati Karo Terkelin Brahmana memukul gong tanda dibukanya Acara Sosialisasi Budaya Aceh dan Sumut.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Acara yang diselenggrakan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Idonesia ini dibuka secara resmi oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH di Sibayak hotel Berastagi, Kamis (21/2).

Sosialisasi ini diselenggrakan selama 21 s/d 24 Feb 2019 diikuti oleh instansi yang membidangi kebudayaan se-Provinsi Aceh dan se-Sumatera Utara. Kepala Balai Pelestarian Nilai budaya Aceh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Idonesia, Irini Dewi Wanti, SS MSP dalam laporannya menjelaskan, bahwa melalui sosialisasi ini ingin kembali menciptakan kerja sama yang terpadu dalam pembangunan bidang kebudayaan, agar terbuka peluang sinergitas kegiatan antar lembaga yang memiliki kegiatan dan tujuan yang sama.

Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH dalam sambutannya mengatakan sosialisasi dan sinkronisasi program ini ibarat jembatan penghubung antara kita dengan agenda pemajuan kebudayaan yang telah dipersiapkan sebagai tindak lanjut atas resolusi kebudayaan yang dipublish pada kongres kebudayaan Indonesia tahun 2018.

“Acara yang digelar BNNB Aceh ini mengundang kita untuk berinteraksi secara luas, lebih terbuka melintasi batas batas daerah administrasi untuk mendapatkan maupun bertukar gagasan serta pengalaman baru” Ungkap Bupati Karo.

Terkelin menambahkan, kita harus sadar bahwa kebudayaan jug adalah modal, kekayaan dan kekuatan sosial kita sehingga harus terus dijaga demi kelangsungan hidup kita serta Negara dan bangsa yang kita perjuangkan. “Semoga kedepannya kebudayaan daerah semakin maju, berkembang dan ikut berkontribusi dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat,” ungkap Bupati Karo.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh Bambang Sakti Wiku Atmodjo, SS, Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara DR. Ketut Wiradnyana, MSi, Kadis Pariwisata Kab Karo Ir. Mulia Barus, MSi, para kepala Dinas yang membidangi Kebudayaan se Provinsi aceh dan Sumatera Utara, Camat Berastagi Mirton Ketaren, Camat Merdeka Terang Ukur Surbakti, Kabag Humas Protokol Drs. Djoko Sujarwanto, Dinas Pendidikan dan Dinas PMD. (deo)

Ribuan Warga Padati Zikir Akbar Haddad Alwi

TEDY AKBARI/SUMUT POS ZIKIR AKBAR: Habib Haddad Alwi Assegaf saat menyampaikan ceramah pada Zikir Akbar di Lapangan Merdeka Binjai, Jumat (22/2).
TEDY AKBARI/SUMUT POS
ZIKIR AKBAR: Habib Haddad Alwi Assegaf saat menyampaikan ceramah pada Zikir Akbar di Lapangan Merdeka Binjai, Jumat (22/2).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Meski sempat mendapat penolakan, Dzikir Akbar dan Doa Bersama yang menghadirkan Habib Haddad Alwi Assegaf di Lapangan Merdeka Binjai, dihadiri ribuan warga dan berjalan sukses, Jumat (22/2) pukul 16.00 WIB.

Di atas panggung, pelantun tembang Cinta Rasul yang menjadi bintang tamu ini menyerukan, agar masyarakat jangan mau terpecah belah pada kesempatan Pemilu 2019. Terkait tudingan syiah, Haddad menyatakan hal ini menjadi korban fitnah.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ormas-ormas Islam Kota Binjai yang telah sudi memberikan waktunya untuk bertemu dan mau mendengarkan klarifikasi dari saya, sehingga saya yakin bahwa antum sekalian merupakan para pejuang-pejuang Islam,” katanya.

“Di masjid dekat rumah, saya ucapkan assalamualaikum kepada seseorang. Orang itu tidak mau melihat wajah saya. Saya ucapkan lagi assalamualaikum, akhirnya dilihat wajah saya,” ucap dia dalam Dzikir Akbar. “Saya tanyakan, kenapa tidak melihat wajah saya. Dijawab seseorang itu karena saya,” sambung dia.

Mendengar itu, kata Haddad, saya seorang muslim kepada seseorang tersebut. “Ini di rumah Allah. Saya seorang muslim,” ujar dia.

“Saya telah menjelaskan berulangkali bahwa saya bukanlah seorang Tokoh Syiah dan saya juga bukan Tokoh Nasional. Tetapi saya hanya lah seorang manusia yang dianugerahkan oleh Allah SWT suara yang indah dalam melantunkan Shalawat,” tambahnya.

Sebelumnya, kedatangan Artis Religi Haddad Alwi Assegaf ke Kota Binjai mendapat penolakan sejumlah Organisasi Islam. Menyikapi penolakan Ormas Islam Kota Binjai, Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto bersama Wali Kota H Muhammad Idaham menggelar pertemuan dengan Ormas Islam yang menolak kedatangannya di rumah dinas Kapolres, Jalan Raden Yusuf Nomor 1, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Kamis (21/2) pukul 21.00 WIB.

Teman duet Sulis ini berharap dapat menjelaskan kepada Ormas Islam Kota Binjai dan menjernihkan permasalahan bahwa bukan penganut aliran Syiah. “Saya hanya melantunkan lagu-lagu religi yang bernuansa Shalawat,” katanya.

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto menyampaikan bahwa acara Zikir, Tabligh Akbar dan Shalawat dengan tujuan yang baik. Adalah untuk menghibur masyarakat Kota Binjai. Kata Kapolres, Haddad Alwi sudah memberikan klarifikasi.

“Haddad Alwi telah klarifikasi kepada Ormas Islam Kota Binjai bahwa Beliau bukanlah penganut Aliran Syiah, maka permasalahan ini sudah jelas dan clear. Untuk kegiatan, Saya selaku Kapolres Binjai akan bertanggungjawab penuh untuk keamanan. Apabila ada pihak-pihak yang ingin menciptakan keributan mau pun kerusuhan maka akan saya tindak secara tegas,” tandasnya. (ted/han)

Kapolres Asahan Jalin Kebersamaan Bersama Penyapu Jalan

IST/SUMUT POS TALI ASIH: Kapolres Asahan, AKBP Faisal F. Napitupulu memberikan tali asih kepada para penyapu jalan di Aula Wira Satya Polres Asahan, Jumat (22/2).
IST/SUMUT POS
TALI ASIH: Kapolres Asahan, AKBP Faisal F. Napitupulu memberikan tali asih kepada para penyapu jalan di Aula Wira Satya Polres Asahan, Jumat (22/2).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, SIK, MH, makan siang bersama puluhan penyapu jalan Kota Kisaran, Kabupaten Asahan yang digelar di Aula Wira Satya Polres Asahan, Jumat (22/2).

Dalam sambutannya, Kapolres mengucapkan terima kasih atas kehadiran para petugas penyapu jalan yang datang bersama Dinas Kebersihan Kota Kisaran.

“Kegiatan makan bersama ini digelar sebagai bentuk kedekatan Kepolisian dengan masyarakat, sekaligus berbagi dengan bapak ibu petugas penyapu jalan,” ucap Faisal.

Kegiatan makan bersama ini juga merupakan wujud kebersamaan Polisi dengan rekan-rekan Dinas Kebersihan, terutama para penyapu jalan.

“Pekerjaan penyapu jalan ini merupakan suatu profesi yang mulia, karena bapak ibu mau membersihkan sampah-sampah di kota Kisaran. Jangan malu dengan pekerjaan ini. Tetap bekerja dengan iklas. Yakinlah setiap pekerjaan yang kita lakukan dengan iklas akan mendatangkan rezeki,” pesan orang nomor satu di Polres Asahan tersebut.

Faisal juga meminta maaf apabila pihak Polres Asahan masih ada yang membuang sampah di sembarang tempat.

“Kami sadar bahwa terkadang kami juga membuang sampah sembarangan. Ke depan nya kami juga akan membantu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat nya. Saya juga memohon doa restu dalam menjalankan tugas saya sebagai Kapolres Asahan,” kata Faisal.

Dalam kesempatan yang sama, Cut Mustura, salah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai penyapu jalan mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Asahan karena telah mengundang mereka makan bersama di Polres Asahan.

“Kami sangat senang di undang makan bersama dengan Kapolres dan pejabat-pejabat Polres Asahan. Kami doakan bapak Kapolres sehat dan banyak rezeki agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan,” ujar warga Desa Sidodadi Kecamatan Kisaran Timur ini.

Usai makan bersama, Kapolres juga memberikan tali asih serta bernyanyi bersama puluhan penyapu jalan. Dalam kegiatan ini turut hadir sejumlah perwira dan bintara Polres Asahan, Pejabat Dinas Kebersihan Kota Kisaran serta sejumlah pelajar Kota Kisaran.(rel/ala)

Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah Tebingtinggi Masuk 3 Besar

SOPIAN/SUMUT POS BERSAMA: Kepala Bapedda Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik didampingi Muhammad Dimiyathi diabadikan bersama Tim Penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Sumatera Utara.
SOPIAN/SUMUT POS
BERSAMA: Kepala Bapedda Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik didampingi Muhammad Dimiyathi diabadikan bersama Tim Penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Sumatera Utara.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kota Tebingtinggi masuk tiga besar dalam penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Sumatera Utara. Hal itu terungkap saat Wali Kota Tebingtinggi yang diwakili Asisten Ekbang Muhamad Dimiyathi dan Kepala Bappeda Erwin Suheri Damanik di Aula Bappeda, Jalan Delima Kota Tebingtinggi, Jumat (22/2).

Selain melakukan penilaian, tim penilai juga diharapkan memberikan masukan apa yang masih dinilai kurang di Kota Tebingtinggi.

“Tim penilai bisa berdialog langsung dengan OPD dan para tokoh adat dan lembaga swadaya masyarakat serta tokoh masyarakat di Tebingtinggi, silahkan saja tim bertanya langsung dan ini dilakukan secara transparan, tidak ada yang ditutupi,”ujar Dimiyathi kepada rombongan tim penilai.

Sementara Ketua tim penilai, Josi Sukatno menyampaikan bahwa kedatangan mereka bukan hanya menerima laporan saja, melainkan lebih banyak menilai secara langsung terutama pada bagian pelayanan publik. Dalam paparan yang disampaikan Kepala Bappeda Erwin Suheri, tim penilai mengaku yakin bahwa program-program pembangunan di Tebingtinggi telah disusun secara rapi, dan sesuai dengan peraturan dan dilahirkan dari program di tingkat Kelurahan.

“Terpenting bagi kami adalah aktualitasnya di lapangan, apakah yang sudah tertera dalam dokumen perencanaan sudah dilaksanakan, sejauh mana tingkat kepuasan masyarakatnya, makanya pertemuan ini lebih banyak berdialog,”bilang Josi.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan lebih banyak pada bidang pelayanan pendidikan, kesehatan dan penanggulangan pengangguran dan upaya yang dilakukan Pemko Tebingtinggi.

“Umumnya mendapat penjelasan cukup baik baik yang disampaikan oleh yang mewakili masyarakat juga dari pimpinan OPD yang rata-rata memberikan penilaian 80 persen,”bilang Paidi.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Erwin Suheri Damanik melakukan pemaparan tentang perencanaan pembangunan Kota Tebingtinggi yang dituangkan dalam RPJMD dan disikronkan dengan rencana pembangunan provinsi dan pusat.

Tim Penilai yang datang terdiri dari Paidi Hidayat, Sri Langkat Mulayani dan Agustina Hafni Fitri, dihadiri para pimpinan OPD, Camat, Lurah serta para tokoh masyarakat. (ian/han)

Pemda Madina Hibahkan Lahan Diperuntukkan Kantor BNNK

DEDY JAILANI/SUMUT POS HIBAH: Sekdakab Madina Drs M Syafe’i Lubis, MSi menandatangani hibah tanah kepada Kepala BNNK Mandailing Natal, AKBP Saharudin Bangko, SH MBA.
DEDY JAILANI/SUMUT POS
HIBAH: Sekdakab Madina Drs M Syafe’i Lubis, MSi menandatangani hibah tanah kepada Kepala BNNK Mandailing Natal, AKBP Saharudin Bangko, SH MBA.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten menerima hibah tanah seluas 1.350 m2 yang diperuntukkan membangun kantor dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (22/2).

Hibah tanah tersebut ditandai dengan Penandatanganan serah terima hibah kepada instansi vertikal oleh Bupati Mandailing Natal yang diwakili Sekdakab Drs M Syafe’i Lubis, MSi kepada Kepala BNNK Mandailing Natal, AKBP Saharudin Bangko, SH MBA.

Sekdakab Madina Syafe’i Lubis menggatakan, bahwa hibah tanah tersebut untuk memacu BNNK dalam melaksanakan program P4GN di Kabupaten Madina. Mengingat masyarakat sangat antusias dengan rencana BNNK dalam memerangi narkoba di Bumi Gordang Sambilan ini. Antusiasme itu diketahui dengan kemauan masyarakat untuk ikut memberikan informasi bila ada transaksi narkoba dan ladang ganja.

Kepala BNNK Madina AKBP Saharudin Bangko menyambut baik hibah tanah dari Pemkab Madina. “Kami mengucapkan terimakasih kepada bupati dan Ketua DPRD yang telah berupaya optimal menyerahkan aset-nya. Kami menerima dengan tangan terbuka, bahwa salah satu tujuan penyerahan ini dalam rangka pemberian pertapakan gedung kantor,” terangnya.

Saharudin Bangko juga menegaskan pihaknya terus berkomitmen untuk menyetop peredaran dan memerangi narkoba sampai ke akar-akarnya. “Sebab narkoba dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran dan jelas merusak masyarakat,”tandasnya.

Dikatakan Saharudin lagi, Bupati Madina menghibahkan tanahnya untuk pertapakan kantor BNNK, merupakan bagian dari kesadaran untuk membangun kualitas manusia Indonesia, khususnya Madina, agar masyarakat bisa lepas dari yang namanya narkoba sehingga kualitas generasinya akan semakin meningkat. (mag-6/han)

PAD Asahan TA 2018 Melebihi Target

no picture
no picture

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Asahan mengungkapkan, PAD tahun 2018 Pemkab Asahan mencapai target sebesar Rp43,5 miliar lebih.

“Target yang telah digapai berkat dukungan semua pihak, khususnya kesadaran para wajib pajak. Namun ini masih perkiraan, untuk lebih jelasnya nanti disampaikan,”ujar Kepala Bapenda Asahan, Mahendra melalui Kabid Media Kominfo Asahan, Arbin Tanjung, Jumat (22/2).

Dilanjutkannya, bahwa sebelumnya jenis PAD berupa pajak daerah terdiri dari 11 jenis, namun karena aturan pajak walet ditiadakan atau nihil. Sedangkan pajak air tanah masih dalam proses. Artinya, tinggal 9 jenis pajak daerah yang bisa maksimal dikutip kepada wajib pajak.

“Untuk sementara realisasi penerimaan tertinggi dari pajak mineral bukan logam dan bantuan mencapai 99,64 persen. Yang lainnya rata-rata di bawah 50 persen,” ungkap Mahendra

Pajak daerah Asahan, katanya mengalami kenaikan setiap tahun. Tahun 2011 target yang ditetapkan sebesar Rp12 miliar, tahun 2012 naik menjadi Rp15 miliar.

Pada tahun 2013, target yang ditetapkan naik signifikan menjadi Rp26 miliar

Lalu, pada tahun 2014, target kembali naik menjadi Rp28 miliar, tahun 2015 sebesar Rp 31 miliar, tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 37 miliar dan tahun 2017 sebesar Rp 40,3 miliar lebih

“Pajak daerah terus dapat dicapai dan dana-dana tersebut akan dikembalikan lagi kepada masyarakat berupa pembangunan,”bilangnya. (omi/han)

Pramuka Diminta Jadi Pelopor Antinarkoba

ISMED/SUMUT POS SALAMI: Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasution menyalami satu persatu anggota Pramuka pada kegiatan pembukaan perkemahan besar Pramuka ke VIII tahun 2019 Kwarcab Mandailing Natal.
ISMED/SUMUT POS
SALAMI: Bupati Madina, Drs H Dahlan Hasan Nasution menyalami satu persatu anggota Pramuka pada kegiatan pembukaan perkemahan besar Pramuka ke VIII tahun 2019 Kwarcab Mandailing Natal.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Bupati Drs H Dahlan Hasan Nasution meminta agar Pramuka dapat menjadi pelopor anti narkoba di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Harapan itu disampaikan bupati pada “Pramuka merupakan benteng terakhir generasi muda yang harus dijaga. Alhamdulillah, hingga saat ini belum pernah terdengar ada anak Pramuka yang terlibat narkoba, maka saya minta Pramuka menjadi pelopor anti narkoba,”ujar Dahlan Hasan Nasution saat menghadiri pembukaan perkemahan besar Pramuka ke VIII tahun 2019 Kwarcab Mandailing Natal, di Taman Raja Batu komplek perkantoran Bupati Payaloting Panyabungan, Jumat (22/2).

Dalam pembukaan perkemahan yang bertemakan Bersua, Berjuang, Berkarya dan Bertaqwa tersebut, turut dihadiri Ka. Kwarcab Madina yang juga Wakil Bupati Madina, H M Ja’far Sukhairi Nasution, Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji, SIK MH FKDT, Ketua PMI, Ny Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, para asisten, pimpinan OPD, pengurus Kwarcam Pramuka dan anggota Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengaku sempat kecewa terhadap perkembangan Pramuka di Mandailing Natal. Hal itu dikarenakan kegiatan ke-pramukaan pada kabupaten itu dinilai selama ini vakum. “Dengan adanya ketua Kwarcab baru ini semoga kedepan makin maju dan membahana,”harapnya.

Mengingat generasi muda (Pramuka) adalah harapan bangsa, untuk itu para generasi tersebut dibekali dengan pahatan-pahatan budaya dan agama, sehingga nantinya para generasi muda tidak melenceng kemana-mana.

“Kepada pengurus Kwarcab yang baru, saya minta untuk menyusun anggaran pembangunan kantor Kwarcab sehingga nanti bisa terbangun di Raja Batu ini,” pinta Bupati. Dengan dibangunnya kantor tersebut, nantinya diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan dan mengobati kepiluan anggota Pramuka.

Selain itu, para pengurus Kwarcab yang baru diminta untuk membuat kembali perkemahan besar di Madina, hal ini bertujuan selain untuk memperkuat silaturahim sesama anggota Pramuka, juga memberikan wadah apresiasi dan kreasi bagi generasi muda didalam mengaplikasikan ilmunya untuk kesejahteraan masyarakat secara umum. “Kita harus bersatu, menyatu sehingga menjadi satu,” harap Bupati. (mag-7/han)

Tim Kemenag RI Verifikasi PMPZI Kemenag Madina

Deddi Jailani/sumut pos VERIFIKASI: Tim Irjen Kemenag RI saat melakukan Verifikasi PMPZI Kemenag Mandailing Natal.
Deddi Jailani/sumut pos
VERIFIKASI: Tim Irjen Kemenag RI saat melakukan Verifikasi PMPZI Kemenag Mandailing Natal.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Tim Inspektorat Jendral Kementerian Agama RI verifikasi Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2018.

Tim Inspektorat Jendral ini disambut oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha H. Irfansyah Nasution, S. Ag, MM beserta Kasi, Penyelenggara, serta seluruh Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal bertempat di Aula Kemenag Mandailing Natal.

Kepala Subbag TU Kemenag Mandailing Natal dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Tim Irjen di Kabupaten Mandailing Natal Negeri Beradat Taat Beribadah ini dengan ribuan santrinya.

Menurutnya, kunjungan Tim Irjen Kemenag ini merupakan suatu penghormatan bagi Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, dan sangat mengapresiasi kunjungan ini, yang bertujuan untuk melakukan evaluasi dan verifikasi terhadap pelaksanaan kinerja, terutama dalam pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal.

Evaluasi dan verifikasi yang dilakukan oleh Tim Irjen dari tanggal 20-22 Februari 2018 ini, merupakan suatu hal yang biasa, dan buka hal yang luar biasa, dan kita pastinya berharap evaluasi dan verifikasi yang dilakukan dapat lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas kinerja menjadi lebih baik kedepannya.

Irfansyah Nasution juga menyampaikan kepada Irjen yang diketuai oleh Mujib Roni, dengan anggota tim Arif Prayogo, dan Ahmad Zakiyatul Ittihad, bahwa seluruh pejabat baik struktural maupun fungsional dan juga ASN Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, berkomitmen untuk terus meningkatkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di seluruh wilayah satuan kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal.

Sementara itu Ketua Tim Mujib Roni mengatakan, bahwa Tim Kerja ZI Kemenag Mandailing Natal merupakan salah satu Satuan Kerja yang tepat waktu dalam menyampaikan Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM) dengan Pengisian Aplikasi Monitoring Kelompok Kerja (Pokja) Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2018 dengan nilai 86,41.

“Saat ini kami akan memverifikasi terhadap kelengkapan data-data pendukung atau eviden dari Penilaian Mandiri Pembangunan ZI ini, seperti renstra, lakip, program kerja, Anjab, ABK, SOP dan lain-lainya yang harus dievaluasi kembali, langsung kepada Bapak/Ibu utamanya Tim Kerja Pembangunan ZI di Kemenag Mandailing Natal ini,” ungkapnya.

“Selain verifikasi eviden PMPZI, kami juga akan melakukan Survey Persepsi Pelayanan Publik dan Survey Persepsi Anti Korupsi Pada Satuan Kerja Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal, utamanya pada pelayanan jamaah haji, pendidikan, demikian juga pada layanan KUA Kecamatan,” ujar Mujib.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan integritas dan kinerja pelayanan publik dalam upaya mendukung Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal,” urainya.

Mujib Roni berharap dengan keberadaan Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal sebagai pilot project Zona Integritas adanya perubahan signifikan yang positif, sehingga keberadaaan instansi yang berlogo IKHLAS BERAMAL ini semakin dirasakan manfaatnya masyarakat luas, dengan menjunjung tinggi Lima Budaya Kerja, Kode Etik Pegawai Kementerian Agama dan juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, dan aklakul karimah dalam bekerja, pungkasnya. (mag-6/han)

Misi Pertama Menjelajah Bulan, Israel Numpang Satelit Indonesia

ist DILUNCURKAN: Robot Beresheet yang diluncurkan Israel ke bulan.
ist
DILUNCURKAN: Robot Beresheet yang diluncurkan Israel ke bulan.

Israel akan meluncurkan usaha pertamanya untuk mendarat di Bulan lewat robot Beresheet. Hal ini merupakan usaha yang didanai swasta dengan tujuan mendarat dan menjelajah daratan bulan.

INI dipandang sebagai sebuah usaha yang penuh tantangan. Sebab, hanya badan pemerintah Amerika Serikat, Rusia dan Cina yang sebelumnya berhasil mendarat.

Beresheet setinggi 1,5m dengan berat 585 kg, akan memulai misinya dengan mengorbit Bumi pada roket SpaceX Falcon 9 yang diluncurkan dari Cape Canaveral di Florida.

Begitu dilepaskan dari kendaraan ini, robot kemudian akan menggunakan mesin buatan Inggris menuju bulan. Perjalanan ini akan memakan waktu lebih dua bulan. SpaceIL, badan nirlaba di belakang proyek ini berharap Beresheet (yang berarti “Pada awalnya” dalam bahasa Ibrani) akan menjadi sumber inspirasi bagi semua pihak yang mengikuti jejaknya.

“Dengan melakukan apa yang kami kerjakan dan mencapainya dengan sumber daya terbatas yang kami miliki, serta keterbatasan pendanaan, kami telah menunjukkan kecerdikan Israel,” kata pendana utama dan pimpinan SpaceIL, Morris Kahn.

“Kami telah memperlihatkan inisiatif dan mengembangkan teknologi, yang saya pikir akan menjadi penting. Saya pikir kita memang harus membawa Israel ke angkasa luar,” katanya kepada para wartawan hari Senin.

Robot ini membonceng perjalanan yang fungsi utamanya adalah menempatkan satelit komunikasi baru perusahaan penyedia jasa telekomunikasi Indonesia, Pasifik Satelit Nusantara ke orbit.

Beresheet dikembangkan dari Google Lunar XPRIZE, yang memberikan insentif keuangan pada tahun 2007 kepada tim. Bukan pemerintah manapun yang dapat melakukan pendaratan di bulan.

Tidak satu kelompok pun yang ikut kompetisi dapat memenuhi batas waktu, sehingga dana akhirnya dicabut. Tetapi beberapa peserta berjanji akan terus berusaha, salah satunya adalah SpaceIL.

Jika Beresheet senilai US$100 juta atau Rp1,4 miliar dapat mendarat dengan aman, pesawat itu akan mengirim foto ke Bumi dan melakukan sejumlah penyelidikan magnetik.

Tempat pendaratan yang disasar adalah dataran lava di belahan utara, Mare Serenitatis, dimana anomali magnetik diketahui berada.

Alat magnetometer di dalam robot akan mendapatkan pengukuran bukan hanya pada satu tempat. Karena Beresheet dalam waktu beberapa jam setelah pendaratan akan meloncat berpindah ke tempat lain.

Robot tersebut direncanakan beroperasi selama dua hari di atas permukaan bulan. Keberhasilan misi terutama akan bergantung pada mesin Leros dari Inggris di pesawat itu.

Jenis unit tenaga yang dikembangkan Nammo di Wescott, Buckinghamshire, Inggris ini biasanya dipakai untuk menembakkan satelit telekomunikasi geostasioner.

Karena mesin ini mengangkat beban pada bagian langit yang tepat di atas Bumi setelah lepas dari bagian atas roket peluncur.

Tetapi insinyur Nammo, menyesuaikan Leros untuk Beresheet dengan memperpendek pemercik dan meningkatkan dorongannya.

Mesin ini akan mendorong robit keluar ke Bulan dari Bumi, dengan memastikan pesawat tertangkap orbit Bulan dan mendaratkan robot itu dengan perlahan. Unit Leros juga akan melakukan lompatan sejauh 500m di sepanjang Mare Serenitatis.

“Salah satu daya tarik Leros adalah kemampuannya dapat melakukan sejumlah “hot re-starts”, kata pemimpin tim Nammo, Rob Westcott. (okz/ala)

Situasi Memanas, MA India Perintahkan Lindungi Warga Kashmir

ist BOYONG: Warga Kashmir memboyong seorang korban bentrokan.
ist
BOYONG: Warga Kashmir memboyong seorang korban bentrokan.

KASHMIR, SUMUTPOS.CO – MAHKAMAH Agung India memerintahkan perlindungan ketat warga Kashmir. Sebab, bentrokan terus memanas setelah bom bunuh diri menewaskan 40 personel paramiliter di kawasan tersebut pekan lalu.

Melalui surat perintah pada Jumat (22/2), MA India memerintahkan pemerintah daerah dan kepala kepolisian untuk memastikan tidak ada “serangan, ancaman, atau boikot sosial” terkait bom bunuh diri pada 14 Februari itu.

Surat perintah ini dirilis setelah beredar sejumlah video yang memperlihatkan sejumlah warga di Kashmir diancam atau dipukuli, ditanggapi dengan seruan sejumlah kelompok sayap kanan Hindu untuk melakukan pembalasan.

Sejumlah warga Kashmir pun dikeluarkan dari universitas di India karena komentar mereka terkait kasus tersebut di media sosial. Beberapa orang lainnya juga ditahan atas tuduhan penghasutan.

“Tak lama setelah serangan tersebut, sejumlah geng dan kelompok lain melontarkan retorika kebencian dan mulai menyerang, kemudian mengancam para Muslim dan warga Kashmir di berbagai penjuru negara,” demikian pernyataan dua aktivis yang mengajukan protes ke MA India.

Bom bunuh diri itu diklaim oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad (JeM). Pemerintah India pun menuding Pakistan sebagai dalang di balik serangan tersebut.

JeM ingin bagian Kashmir di India menjadi wilayah kekuasaan Pakistan. Sejak merdeka dari Inggris, Kashmir dibagi dua menjadi wilayah India dan Pakistan.

Kedua negara kemudian bertarung untuk memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir. Puluhan ribu orang tewas di Kashmir sejak pemberontakan bersenjata pecah di kawasan perbatasan itu pada 1989.(cnni/ala)