Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/ Imam Syahputra
PELANTIKAN: Gubsu Edy Rahmayadi melantik Zahir dan Oky Iqbal Prima sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batubara masa jabatan 2018-2023 di Ruang Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu lantai 2, Kamis (27/12/2018).
Foto : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/ Imam Syahputra PELANTIKAN: Gubsu Edy Rahmayadi melantik Zahir dan Oky Iqbal Prima sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batubara masa jabatan 2018-2023 di Ruang Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu lantai 2, Kamis (27/12/2018).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubenur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik H Zahir-Oky Iqbal Prima sebagai Bupati-Wakil Bupati Batubara periode 2018-2023, di Aula Raja Inal Siregar (RIS) Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (27/12).
Usai pelantikan, keduanya dipesankan soal imam dan loyalitas. “Kalau imamnya benar, makmumnya benar, insya Allah akan membawa kebaikan bagi daerahnya. Soal loyalitas, Bupati Batubara dipilih rakyat Batubara. Kalau Gubernur yang dipilih rakyat Sumatera Utara, salah satunya Batubara. Jadi kalau imamnya sujud, makmumnya ikut sujud,” ujar Gubsu.
sebagai pimpinan pemerintahan di Sumut, Edy Rahmayadi juga menyampaikan komitmen terhadap pembangunan di Batubara. Untuk itu, dirinya berencana akan datang ke kabupaten yang dimekarkan dari Asahan tersebut, langsung ke masyarakat melihat kondisi desa di sana.
Bupati Batubara H Zahir MAP yang baru dilantik mengatakan, pesan yang disampaikan Gubernur kepada mereka merupakan sebuah keniscayaan. Sebab sebagai pemimpin, harus memberikan contoh yang baik seperti dalam beribadah, seseorang berperan sebagai imam.
“Memang kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan daerah itu harus diakomodir pemerintah daerah, karena itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga seluruh kegiatan itu mencerminkan kebutuhan yang ada,” sebutnya.
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi juga melantik Ketua TP PKK/Dekranasda Batubara Ny Maya Indriasari Zahir. Hadir juga Mantan Pj Bupati Batubara Harry Nugroho, Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu, Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih, serta sejumlah anggota DPRD Sumut dan Batubara. (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Seiring dengan pemulihan jaringan komunikasi pasca gelombang tinggi di Selat Sunda (Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lampung Selatan) Telkomsel mengerahkan tim Siaga Bencana TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) untuk pendirian posko darurat serta percepatan pemulihan layanan jaringan telekomunikasi. Selain itu Telkomsel bersama Rumah Zakat juga memfasitasi para para pelanggan untuk berdonasi bagi korban bencana melalui UMB *800*01#, aplikasi TCASH Wallet, maupun QR Code.
GM Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, “Kami keluarga besar Telkomsel menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian bencana ini.Saat ini layanan komunikasi baik SMS, suara dan internet 100%dalam kondisi normal di wilayah terdampak bencana.Dalam waktu kurang dari 24 jam, Telkomsel telah mengerahkan tim Siaga Bencana TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) untuk pendirian posko darurat, menyalurkan bantuan kemanusiaan dan memberikan donasi sesuai kebutuhan di posko pengungsian.”
Sebagai bentuk kepedulian kepada para korban Telkomsel telah menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan berupa kebutuhan logistik, antara lain makanan siap konsumsi, air mineral, pakaian layak pakai, selimut, dan obat-obatan.
Telkomsel juga menyediakan fasilitas telepon gratis di Posko Pengungsian Kantor Camat Labuhan Kabupaten Pandeglang,Posko Pengungsian Kecamatan Angsa Kabupaten Pandeglang, Gedung PGRI Mancak Kabupaten Serang dan Desa Cugung Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Selain itu Telkomsel juga memberikan bantuan berupa tenda pengungsi untuk Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Serang.
“Disamping memberikan donasi tersebut, kami akan terus fokus untuk memonitor jaringan kami agar layanan telekomunikasi tetap lancar dengan menyiagakan Mobile Backup Power (MBP) sebagai perangkat penunjang catuan listrik,” tutup Denny. (rel)
ist TERSANGKA: Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai membekuk empat tersangka jaringan sabu internasional, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peredaran narkotika jelang akhir tahun semakin masif. Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggagalkan peredaran narkoba asal Malaysia. Jumlah barang bukti yang disita pun terbilang banyak, yakni seberat 48,5 kilogram.
Pengungkapan peredaran narkoba jaringan internasional ini terungkap dari tertangkapnya Abdul Bayu di Jalan Situmandi, Kelurahan Babura, Medan Baru, Sabtu (22/12) lalu pukul 18.00 WIB. Dari tangan Abdul, polisi menyita 3,5 kilogram sabu-sabu. “Kita mendapat informasi dari masyarakat, soal transaksi narkoba di sana,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto, Rabu (26/12)n
Selanjutnya, pada Senin (24/12) dini hari, polisi menangkap lagi komplotan lain pengedar narkotika jaringan Malaysia-Dumai-Sumut dengan tiga tersangka yang merupakan kurir yakni Junaidy Zulfan, Aminal dan Aupek. Penangkapan para kurir ini bermula saat polisi mendapat informasi dan melakukan penyelidikan. Petugas kemudian memberhentikan sebuah mobil Avanza yang dikemudikan Junaidy Zulfan dan Aminal.
Namun saat dilakukan penggeledahan, tidak ditemukan barang bukti apapun. Kemudian keduanya diinterogasi. Mereka mengatakan, sabu itu dibawa Aupek. Polisi kemudian menunggu Aupek. Beruntung, polisi berhasil menangkapnya saat melintas dengan mobil Toyota Hilux yang dkendarai. Dari dalam mobil ditemukan 45 kilogram sabu. Selain itu, polisi juga menemukan 40 ribu butir pil ekstasi dan 6 kilogram Keytamin.
Dari keterangan tersangka, mereka mendapat barang tersebut dari Malaysia pada Jumat (21/12) pekan lalu. Kemudian barang itu disimpan di Dumai dan selanjutnya dibawa ke Kota Medan melalui jalur darat. Rencananya, barang itu akan diedarkan di Kota Medan. Setelah sampai di Kota Medan, barang tersebut akan diserahkan kepada seseorang bernama Pak Cik. “Identitas Pak Cik sudah kami kantongi. Kasus ini dalam tahap pengembangan untuk mengungkap jaringan dari Malaysia ini,” katanya.
Dadang mengakui, setiap kali menjelang akhir tahun, permintaan narkoba di Medan selalu meningkat. “Ini banyak digunakan saat pesta pergantian tahun,” pungkasnya.
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto juga mengatakan, peredaran narkotika jelang akhir tahun semakin masif. Ia menyebut, kartel narkoba melihat peluang peredaran narkotika jelang pergantian tahun, di mana permintaannya meningkat.
Pengungkapan 48,5 kg Sabu, 40 ribu pil Ekstasi dan 6 kg Keytamin sebagai bahan baku pembuat ekstasi menjadi bukti kalau Sumut bukan hanya menjadi lokasi transit, namun menjadi pasar peredaran barang haram tersebut. Untuk itu ia meminta dan menegaskan agar jajaran Polda Sumut semakin waspada. “Kita minta kepada jajaran Polda Sumut untuk mewaspadainya di wilayah karena Keytamin masuk ke sini dalam jumlah yang cukup besar. Enam kilo ini bisa membuat cukup banyak Ekstasi,” ujar Agus.
Masuknya narkoba dari Dumai menandakan bahwa pasokan dari Aceh mulai tidak bisa masuk ke Sumut. Sehingga para kartel memanfaatkan jalur Dumai. “Bagi kita ini tidak ada harganya. Ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat Sumut bahwa peredaran narkotika di wilayah ini cukup besar,” ungkapnya.
Dia juga berharap media massa bisa mendorong pemerintah kabupaten kota menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi para pecandu. Terutama bagi pecandu yang karena kecerobohannya atau salah bargaul dan sebagainya. Mereka yang menggunakan narkotika untuk kepentingannya sendiri, bukan menjadi bagian dari jaringan pengedar.
Namun karena keterbatasan fasilitas, mereka akhirnya masuk ke penjara dan bukannya pulih, tetapi malah bertemu dengan para pelaku yang lain di Lapas. Hal ini sangat mungkin karena lebih dari 70 persen isi Lapas adalah pecandu dan penyalahguna narkoba. “Jika ada fasilitas rehab yang cukup bisa menekan angka pecandu. Jika pecandu berkurang, maka permintaan untuk narkoba juga semakin berkurang,” pungkasnya. (dvs)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAPARAN:
Ahli waris Sultan Deli dan pengacaranya Afrizon saat memberikan keterangan di hadapan Kapolda Sumut Agus Andrianto (dua kiri) didampingi Dirkrimum Andi Ryan (kanan) dan Kepala BPN Sumut Bambang saat paparan kasus pemalsuan surat tanah di Tanjungmulia Hilir, lokasi pembangunan Tol Medan-Binjai di Mapolda Sumut, Rabu (26/12).
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PAPARAN: Ahli waris Sultan Deli dan pengacaranya Afrizon saat memberikan keterangan di hadapan Kapolda Sumut Agus Andrianto (dua kiri) didampingi Dirkrimum Andi Ryan (kanan) dan Kepala BPN Sumut Bambang saat paparan kasus pemalsuan surat tanah di Tanjungmulia Hilir, lokasi pembangunan Tol Medan-Binjai di Mapolda Sumut, Rabu (26/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sengkarut proses ganti rugi lahan tol Medan-Binjai seksi 1 di kawasan Tanjungmulia Hilir, ternyata disebabkan adanya mafia tanah yang bermain. Hal ini terungkap setelah Polda Sumut meringkus tiga orang yang disebut-sebut sebagai ahli waris Sultan Deli dan seorang pengacaranya.
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol Andi Rian mengatakan, keempat tersangka mafia tanah tersebut diduga melakukan pemalsuan dokumen Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut atas beberapa bidang tanah dengan alas hak grant sultan yang berada di Tanjungmulia Hilir, lokasi pembangunan Tol Medan-Binjai.
Agus Andrianto menerangkan, keempat tersangka pemalsuan itu yakni Tengku Awaluddin Taufiq, Tengku Isywari dan Tengku Azan Khan serta pengacara mereka, Afrizon. “Untuk Tengku Azan Khan tidak kita hadirkan karena sakit stroke,” ungkap Agus saat menggelar press rilis di Mapolda Sumut, Rabu (26/12).
Disebut Agus, perkara ini dimulai sejak 19 Agustus 2017 masuknya gugatan perdata Reg No 448/Pdt. G/2017 PN. Mdn, tanggal 08 Agustus 2017 yang diajukan oleh Afrizon selaku kuasa dari Tengku Azan Khan Bsc terhadap BPN Wilayah Sumut c/q BPN Kota Medan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan Jalan Tol Medan-Binjai.
Dalil yang diajukan dalam dalil gugatan tersebut adalah surat Kakan BPN Medan No: 589/12.71-400/VI/2016 tanggal 15 Juni 2016, perihal jawaban surat susulan mohon penjelasan dan klarifikasi atas Grant Sultan: No 254, 255, 256, 258 dan 259 telah terdaftar pada data kantor BPN Kota Medann
Padahal, oleh BPN Kota Medan, surat yang sebenarnya dikirim oleh mereka bertuliskan Grant Sultan No 254, 255, 256, 258, 259 Belum Dapat Ditindaklanjuti. “Jadi modusnya mereka menyebut surat kalau Grant Sultan itu sudah diklarifikasi oleh BPN Medan dikeluarkan oleh seorang oknum pegawai BPN inisial RS yang sedang menjalani hukuman di Lapas. Kemudian kita cek, dia membantah memberikan surat keterangan BPN Medan telah mengklarifikasi Grant Sultan yang tersangka ajukan,” katanya.
Kaitannya atas surat jawaban penjelasan dan klarifikasi tersebut, tersangka Afrizon mengajukan ke PPK pembebasan Jalan Tol Medan-Binjai untuk meminta penyelesaian ganti rugi atas tanah yang terkena pembangunan jalan tol. “Jadi surat keterangan BPN yang menyatakan Grant Sultan itu sudah terdaftar tadi, diajukan untuk meminta ganti rugi. Inilah yang membuat proses ganti rugi lahan jadi terhambat karena terjadi sengketa,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan, setidaknya akibat gugatan perdata yang mereka ajukan, pelepasan lahan seluas 800 meter yang menjadi pembangunan jalan tol rute Medan-Binjai menjadi terhambat.
Modusnya, tersangka Afrizon menggunakan jawaban mohon klarifikasi Grant Sultan yang mereka ajukan itu. “Nyatanya, mereka tidak memiliki, bahkan melihat Grant Sultan tanah yang mereka klaim mereka ahli warisnya,” jelasnya.
Ia mengatakan, laporan atas kasus ini diterima Poldasu pada Oktober 2018. Di mana, selang dua bulan proses penyidikan, para pelaku akhirnya dapat diamankan. “Jadi pemalsuan ini yang buat adalah pengacaranya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, dapat kita lakukan tahap 1 dan kita sudah koordinasi dengan kejaksaan,” terangnya.
Andi mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sehingga ada kemungkinan dapat dikembangkan terhadap tersangka lainnya. “Masih ada 6 gugatan lagi kepada tim pengadaan tanah dengan motif Grant Sultan. Ini yang masih dipelajari,” pungkasnya.
Kakanwil BPN Sumut Bambang Priono menambahkan, luas lahan yang tersangka gugat ke pengadilan berjumlah 16 hektare dengan luas 7 hektare terkena proyek pembangunan jalan tol dengan panjang 800 meter. “Taksirannya kuranglebih begitu. Jadi mereka menggugat tanpa Grant Sultan, bahkan fotokopinya tidak ada, cuma cerita saja kalau bapaknya ada menerima surat hibah dari Tengku Deli (Sultan Deli), tanah Grant Sultan 255 sampai 259 itu,” kata Bambang.
Ternyata, alas hak Grant Sultan yang tersangka klaim, lanjut Bambang, bukan milik mereka. “Tetapi milik orang lain. Kemudian mereka meminta penjelasan dari Kantor BPN Medan atas Grant Sultan itu, kemudian dijawablah suratnya dengan bunyi tidak bisa ditindaklanjuti karena surat asli Grant Sultan tidak dilampirkan. Surat itu kemudian diterima Afrizon karena dia yang minta. Kemudian itu yang direkayasa Afrizon, kalimatnya diubah dan digunakan sebagai gugatan,” paparnya.
Sementara itu, tersangka Afrizon yang dituding sebagai dalang pemalsuan dokumen-dokumen tersebut mengatakan, ia diminta oleh para tersangka lain untuk memperjuangkan lahan tersebut. “Saya diminta berjuang atas kepentingan ahli waris keturunan kerabat Sultan. Di mana, tiga tersangka ini merupakan para ahli waris Sultan Ma’moen Al Rasyid,” katanya.
Kemudian ia mengatakan, meminta klarifikasi ke BPN Medan. Kemudian oknum pegawai berinisial RS, sebutnya, memberikan fotokopi Grant Sultan yang dia minta untuk diklarifikasi. “Jadi saya bilang kok fotokopi, kan saya minta yang asli biar bisa dipertanggungjawabkan,” dalih Afrizon.
Sementara itu, tersangka Tengku Isywari yang dikonfirmasi mengaku belum pernah melihat Grant Sultan yang mereka klaim. “Tidak pernah, tapi kami berpatokan pada surat perdamaian 1925 para ahli waris sultan,” ungkapnya.
“Nanti kita buktikan di persidangan, karena kasus ini perlu di uji. Pihak Polda silahkan menyelidiki, tapi kalau saya berkomentar, takutnya nanti terjadi konflik perbedaan pandangan,” pungkasnya. (dvs)
istimewa
BERSANDAR: KMP Ihan Batak bersandar di dermaga usai diluncurkan pada September 2018 lalu. Kadispar Samosir membantah KMP ini beroperasi.
istimewa BERSANDAR: KMP Ihan Batak bersandar di dermaga usai diluncurkan pada September 2018 lalu. Kadispar Samosir membantah KMP ini beroperasi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir melalui Kepala Dinas Pariwisata Ombang Siboro meluruskan tentang kabar telah beroperasinya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ihan Batak. Menurut Ombang, kabar tersebut adalah hoax.
“Tidak ada, itu hoax. Belum ada beroperasi. Saya nyatakan itu hoax. Itu cuma omong doang, pemerintah provinsi belum ada etikat baik untuk itu,” ketus Ombang saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (26/12)n
Ombang pun menyesalkan sikap pihak terkait yang memberikan informasi yang tidak jelas. Untuk itu, ia meminta kepada pihak terkait memberikan keterangan atau informasi sesuai dengan fakta yang ada.
Disebutnya, KMP Ihan Batak belum ada melakukan pelayaran secara resmi untuk melayani pelayaran atau penyeberangan bagi wisatawan atau masyarakat sekitar. “Bagaimana mau beroperasi, izinnya saja belum ada. Uji coba sudah. Tidak ada memberikan informasi terkait pariwisata, makanya hati-hati dalam memberikan informasi,” ketus Ombang dengan nada kesal.
Sejumlah masyarakat juga membantah telah beroperasinya KMP Ihan Batak. Seperti M Sijabat, warga Ajibata mengatakan, kehadiran KMP Ihan Batak sudah diketahui masyarakat umum, khususnya di Sumut. Bahkan sudah viral di media sosial. “Awalnya tersiar, KMP Ihan Batak dijadwalkan beroperasi pada 21 Desember 2018. Akan tetapi diundur lagi rencananya jadi 24 Desember 2018. Tapi, sampai sekarang tak kunjung beroperasi. Jelas kami masyarakat merasa kecewa,” ungkap Sijabat.
Sementara Sidauruk, warga Ambarita mengatakan, kendala yang menyebabkan tidak beroperasinya Feri KMP Ihan Batak diduga akibat adanya tarik-menarik pengelolaan manajemen antara Syahbandar Sibolga dengan ASDP Medan. Selain itu, menurut dia, masih ada masalah lahan pelabuhan di Ambarita. “Ada sekitar 10 KK warga masyarakat Ambarita sekitar pelabuhan belum bersedia memberikan lahannya sebagai tempat areal parkir dan pintu masuk Feri. Sementara keramba jaring apung milik warga di lokasi pelabuhan masih beroperasi. Itulah diduga penyebab kendala belum beroperasi Feri KMP Ihan Batak ini,” papar Sidauruk di dermaga Ajibata.
Hotel Full Boking
Sementara, Pemkab Samosir melalui Dinas Pariwisata mengklaim, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba meningkat 100 persen. Bahkan, hotel-hotel yang ada di Samosir full boking selama libur Natal dan Tahun Baru 2019. “Untuk liburan Natal ada peningkatkan 100 persen lah. Untuk persiapan kita lakukan dengan mengirim surat edaran mengenai pelayanan dan kebersihan kepada seluruh hotel di Samosir,” kata Kadis Pariwisata Kabupaten Samosir, Ombang Siboro.
Ombang mengungkapkan, pada liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Dispar Samosir menargetkan kunjungan wisatawan 20 ribu hingga 50 ribu wisatawan. Dengan begitu, dipastikan hunian hotel di Kabupaten Samosir mengalami peningkatkan. “Sekarang full boking rata-rata hotel di Kabupaten Samosir dari tanggal 25 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019,” ucap Ombang.
Segi pengamanan, Pemkab Samosir melakukan kordinasi dengan Polres Samosir dan TNI setempat dengan mendirikan pos pengamanan dan menempatkan petugas gabungan. “Kita terus lakukan monitoring, termasuk pelayaran di Danau Toba,” jelas Ombang.
Ombang menambahkan, pihaknya juga akan melaunching kalender even tahun 2019 pada Januari mendatang. “Saya akan umumkan bulan depan (Januari,Red) lah. Nanti saya kabari kalian (wartawan,red) lagi,” pungkasnya.
Sementara, pernyataan berbeda disampaikan anak buah kapal KM Dosroha, Marlen Sidabutar. Menurutnya, jumlah penumpang yang datang ke Samosir belum ramai. Sidabutar berharap, jumlah pengunjung yang akan datang pada saat libur Tahun Baru meningkat.
Sepinya pengunjung ke Danau Toba juga berdampak kepada pengelola usaha makanan, penginapan, dan penjualan souvenir di beberapa objek wisata unggulan Samosir. Seorang pedagang souvenir di Tomok, Lasma br Sinaga mengatakan, pengunjung yang datang ke Tomok turun drastis jika dibandingkan dengan waktu yang sama pada tahun 2017.
Pedagang di Pantai Pasir Putih Parbaba, Saurma br Sihaloho juga mengatakan, sejak kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun, jumlah pengunjung menurun. Biasanya pada musim libur Natal menjelang Tahun Baru, puluhan ribu pengunjung pasti sudah datang menikmati keindahan alam Pantai Pasir Putih Parbaba. Namun beberapa pekan terakhir jumlah pengunjung setiap harinya hanya ratusan orang saja.
Begitu juga kegiatan permainan wahana air yang disediakan pengelola seperti banana boat, speed boat, sewa sepeda air, dan sewa ban hanya sesekali digunakan pengunjung. (gus/bbs/adz)
GERBANG TOL: Direktur Pengembangan Niaga Jalan Tol Nasional Adrian Prihatomo, Pelaksana Harian Jalan Nasional Bambang P dan Direktur Tekhnis dan Operasional JMKT Agus Choliq serta lainnya ketika membuka gerbang tol Tebingtinggi-Sei Rampah, Senin (24/12) pagi pukul 08.00 WIB.
GERBANG TOL: Direktur Pengembangan Niaga Jalan Tol Nasional Adrian Prihatomo, Pelaksana Harian Jalan Nasional Bambang P dan Direktur Tekhnis dan Operasional JMKT Agus Choliq serta lainnya ketika membuka gerbang tol Tebingtinggi-Sei Rampah, Senin (24/12) pagi pukul 08.00 WIB.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menghadapi arus mudik dan balik pada liburan pergantian tahun kali ini, PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) mencatat terjadi peningkatan jumlah kendaraan hingga 60 persen lebih. Untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar pintu keluar jalan umum, mereka meminta bantuan pihak Kepolisian.
Direktur PT JMKT Agus Choliq mengatakan, paska-dibukanya ruas tol Sei Rampah-Tebingtinggi sejak 24 Desember lalu, pihaknya telah mempersiapkan peningkatan pelayanan bagi pengguna layanan jalan bebas hambatan. Meskipun menghadapi arus mudik dan balik Tahun Baru tidak ada hal yang lebih khusus, namun antisipasi antrean panjang di pintu keluar tetap menjadi perhatian utama.
“Sebenarnya tidak ada yang terlalu khusus untuk itu (menghadapi Tahun Baru). Hanya saja kita terus mengimbau masyarakat agar tetap menjaga jumlah saldo di kartu e-toll. Karena kalau tidak cukup, bisa menimbulkan antrean panjang di pintu keluar tol,” ujar Agus kepada Sumut Pos, Rabu (26/12).
Dikatakan Agus, pada momentum kali ini, terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang melintas setiap harinya. Puncaknya terjadi pada Jumat (21/12), dimana 46 ribu mobil melintas di jalur tol MKTT. Bahkan sejak dibuka gratis untuk Sei Rampah-Tebingtinggi, jumlahnya berkisar 40 ribu kendaraan per hari.
“Ada peningkatan dari kondisi normal sekitar 60 persen. Biasanya sehari sekitar 25 ribuan kendaraan,” sebutnya.
Sedangkan untuk Tahun Baru, Agus memprediksi peningkatan jumlah kendaraan masih tergolong tinggi antara 38ribu-40ribu per hari. Puncaknya kemungkian ada di 29-30 Desember. Karena ada kemungkian sudah terjadi arus balik di waktu tersebut meskipun masih dalam prediksi. “Biasanya yang sebelumnya keluar, masuk lagi. Mungkin banyak yang mengejar sampai ke tujuan sebelum 1 Januari,” sebutnya.
Sementara untuk mengantisipasi kemacetan, mereka tetap memberlakukan sistem buka tutup di jam padat. Ada tiga pintu yang menjadi pilihan yakni Tebingtinggi, Sei Rampah dan Teluk Mengkudu. Ketiganya adalah tiga gerbang terujung saat ini.
“Memang sebelum dibuka (ruas tol Sei Rampah-Tebing Tinggi), penumpukan kendaraan ada di pintu Sei Rampah. Tetapi setelah dibuka, terjadi penumpukan di Tebing Tinggi. Jadi kita arahkan untuk sistem buka tutup jika terjadi penumpukan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi adanya penumpukan pada persimpangan tertentu seperti di Tebingtinggi dan Sei Rampah, Agus mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatur lalu lintas di dua titik rawan macet. Titik tersebut yakni ada di sekitar Pasar Desa Pon dan perbatasan Sergai-Tebingtinggi.
“Kerjasama dan bantuan Polisi cukup baik. Justru kami prediksi di Tebing Tinggi yang akan macet. Karena di sana ada masjid, biasanya kendaraan banyak yang parkir saat waktu salat. Tetapi kita telah koordinasi dan sudah diatasi pihak Kepolisian. Bahkan di Desa Pon, sekarang sudah lebih lancar dari biasanya,” pungkasnya.
Sementara Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan meminta agar seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan seperti di pintu tol Tebing Tinggi atau Kota Medan. Beberapa titik pertemuan di sejumlah Kkota, dan kemungkinan lain. Sehingga selain keberadaan petugas, langkah antisipasi seperti rekayasa lalu lintas bisa disiapkan. Hal ini untuk memberikan informasi dan petunjuk bagi pengendara agar melakukan perjalanan dengan lancar.
“Saya kira untuk kendaraan yang memilih jalan umum, bisa diantisipasi dengan menggunakan jalur alternatif seperti dari Galang. Dan itu harus intens sosialisasinya, apalagi diprediksi jumlah kendaraan yang melintas dari dan ke Kota Medan akan meningkat menjelang Tahun Baru,” katanya.
Gratis Selama 10 Hari
Sementara, pembukaan pintu tol Sei Rampah-Tebingtinggi secara resmi dilakukan Direktur pengembangan Niaga Jalan Tol Nasional Adrian Prihatomo dan Bambang P selaku Pelaksana Harian Jalan Nasional didampingi Agus Choliq, Direktur Tekhnis dan Operasional JMKT, Senin (24/12) lalu sekira pukul 08.00 WIB. Ruas tol ini dibuka secara gratis untuk uji coba selama sepuluh hari demi kenyamanan bagi pengendara yang hendak libur Natal dan Tahun Baru 2019.
“Tol Tebingtinggi-Sei Rampah ini tarifnya 0 rupiah, sedangkan tarif tol Tebingtinggi Medan masih biasa seperti tarif tol Sei Rampah-Medan,” terang Andrian Prihatomo kepada Sumut Pos. Andrian meminta kepada pengemudi yang menggunakan jalan tol agar berkendara dengan hati-hati, taati peraturan yang ada di jalan tol.
Penumpang KNIA 30 Ribu Sehari
Pantauan arus mudik di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), peningkatan jumlah penumpang mulai terjadi. Eksekutif General Manager (EGM) PT AP II Bandara Kualanamu Bayu Iswantoro mengatakan, jumlah penumpang pada arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 mencapai 30 ribu perhari. Sedangkan pada hari biasa, jumlah penumpang sekitar 24 ribu hingg 25 ribu penumpang perhari. “Sekarang rata-rata jumlah penumpang itu mencapai 27 ribu sampai 30 ribu, artinya memang tetap ada kenaikan dibanding sebelumnya,” terang Bayu Iswantoro didampingi Senior Manager of Finance dan Human Resources Heri Suherman saat melakukan pantauan pada H+1 Natal 2018 di terminal Bandara Kualanamu, Rabu (26/12).
Disinggung upaya antisipasi kenaikan penumpang, terutama pada hari libur Tahun baru 2019, pihaknya telah melakukan tiga persepektif antisipasi, pertama menambah jumlah personel dan SDM petugas khususnya pelayanan terminal menjadi 780 orang.
Kedua, kesiapan peralatan. Semua peralatan yang ada di terminal seperti X-Ray, tangga eskalataor, sistem check in counter, kelistrikan, BHS semua dipastikan dapat berjalan dengan baik sehingga tidak terganggu sama sekali pelayanan di bandara.
Ketiga, metode kerja atau SOP dengan meningkatkan koordinasi antar petugas khususnya di tingkat operasional dalam rangka mengurai dan menimimalisir kepadatan. “Jadi metode kerja kordinasi antara dengan lainnya sehingga dapat membantu proses dan mengurai kepadatan penumpang dengan baik,” sebutnya.
Penumpang KM Kelud Masih Membludak
Arus mudik Natal dan Tahun Baru 2019 akan mencapai puncaknya di Pelabuhan Belawan pada Minggu (30/12) mendatang. Kepala Operasional PT Pelni Cabang Medan, Irwansyah mengatakan, untuk melayani arus mudik di akhir tahun, KM Kelud masih melayani kedatang penumpang. Kedatangan untuk terakhir kali masih mengalami lonjakan, walaupun sebelumnya penumpang sudah mengalami peningkatan.
Dikatakan Irwansyah, pada Senin (24/12) lalu, penumpang KM Kelud yang tiba dari Batam tujuam Belawan sebanyak 3.153 penumpang, kemudian berangkat membawa 1.176 penumpang tujuan Batam dan Tanjung Priok. “Keberangkatan terakhir dari Belawan tidak lagi PP ke Batam. Tapi, berangkat menuju Tanjung Priok dan kembali nanti tanggal 30 Desember ke Belawan,” jelas Irwansyah.
Untuk memberikan pelayanan dan keselamatan penumpang, lanjut Irwansyah, pihaknya tidak akan membawa penumpang melebihi toleransi sebanyak 3.164 orang. Untuk saat ini, kedatangan KM Kelud belum ada kendala atau masalah untuk kedatangan terakhir. “Untuk saat ini kita belum tahu jumlah penumpang hasil konfirmasi dari Jakarta, tapi saya perkirakan penumpang tidak akan jauh dari batas toleransi,” ungkap Irwansyah.
Penumpang yang tiba di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan, tampak berdesakan turun dari KM Kelud. Kedatangan dengan jumlah 3.153 penumpang, mendapat pengawasan petugas keamana dengan mengecek sejumlah barang bawaan penumpang. “Saya dari Batam, termasuk tidak molor waktunya tiba di Belawan. Hanya berdesakan saja turun dari kapal, karena banyak penumpang,” kata Angel mau pulang ke Pematangsiantar.
Seluruh penumpang yang akan merayakan natal dan tahun baru, diberikan fasilitas bus grasti dari PT Pelindo dari Pelabuhan Belawa tujuan Terminal Pinang Baris dan Terminal Amplas. “Untuk melayani penumpang KM Kelud yang akan mudik ke Medan, akan diberikan layanan bus gratis dari Belawan tujuan Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris?,” kata ACS Humas Pelindo I, Fiona Sari Utami.
Dijelaskan Fiona, pihaknya terus meningkatkan pelayanan dengan menerapkan penjualan tiket dan pas pelabuhan di terminal, sehingga tidak mengizinkan penumpang yang tidak memiliki tiket untuk masuk ke ruang terminal. Selain itu, pihaknya juga memberikan sarana penyediaan fasilitas embarkasi dan debarkasi. “Kunjungan kapal penumpang juga akan mendapatkan prioritas sandar di terminal penumpang dan di luar terminal penumpang, jika ada kunjungan kapal secara bersamaan,” ujar Fiona. (bal/ian/btr/fac)
Triadi wibowo/Sumut Pos_
Sejumlah pengunjung bermain di peraiaran danau toba, belum lama ini
Triadi wibowo/Sumut Pos_ Sejumlah pengunjung bermain di peraiaran danau toba, belum lama ini
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Potensi bencana alam sangat tinggi terjadi di Sumatera Utara hingga akhir Desember 2018. Itu disebabkan kondisi iklim cuaca yang ekstrem masih menyelimuti semua wilayah di Indonesia, termasuk Sumut.
“Berdasarkan data yang kita peroleh dan olah dari BMKG, cuaca ekstrem masih akan melanda Sumut sampai akhir bulan ini. Terutama di kawasan Danau Toba dan pantai barat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis menjawab Sumut Pos, Rabu (26/12).
Sejumlah wilayah yang terdapat dalam dua kawasan tersebut, kata dia, curah hujan yang diprediksi terjadi berada pada level menengah ke atas yaitu di atas 220 milimeter. “Artinya potensi (bencana) itu tetap ada, baik di kawasan Danau Toba dan pantai barat. Makanya itu yang perlu diwaspadai. Termasuk juga potensi longsor di wilayah-wilayah tersebut,” katanya.
Menurutnya, hasil data dan informasi dari BMKG itu yang pihaknya olah untuk selanjutnya disampaikan ke masyarakat. Tak lupa pula, sebagai imbauan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana, pihaknya telah edarkan surat ke seluruh kepala daerah di Sumut. Terutama pada wilayah-wilayah dataran tinggi dan permukiman warga di daerah aliran sungai (DAS).
“Begitu juga dari data Badan Geologi yang kami olah dan sebarkan ke masyarakat dan semua kepala daerah. Hari ini saya juga ada menerima surat dari Badan Geologi tentang perkembangan potensi bencana terbaru, namun belum sempat saya baca. Spesifiknya tentang potensi dan ancaman pergerakan dan bencana longsor, dan itu umumnya bakal terjadi di wilayah dataran tinggi serta pantai barat,” paparnya.
Pihaknya terus mengimbau dan mengajak kesadaran seluruh elemen masyarakat akan potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi di provinsi ini. “Levelnya itu ada yang menengah dan menengah tinggi. Umumnya level menengah tinggi terjadi di daerah seperti Asahan, Dairi, Deliserdang, Humbanghasundutan, Karo, Gunung Sitoli, Labura, Labusel, Madina, Nias, Pakpak Bharat, Samosir, Simalungun, Tapteng hingga Tapsel,” katanya.
Daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah, imbuhnya, jika curah hujan di atas normal terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. “Dan di Desember, Kota Binjai juga bakal terkena dampak curah hujan tinggi,” ungkapnya.
Gubsu: Banjir Bandang karena Perusakan Hutan
Terkait banjir bandang yang melanda Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menyebut, kejadian ini karena perusakan hutan serta meminta pihak terkait memeriksa kondisi hutan di hulu sungai Sibongkaras. Dalam peninjauannya langsung ke lokasi banjir bandang yang terjadi sepekan lalu, Edy bersama Ketua TP PKK Sumut Ny Hj Nawal Lubis
menyisir dua lokasi, yakni Desa Lokkotan dan Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga. Didampingi sejumlah pejabat seperti Wakil Bupati Dairi Irwansyah Pasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riadil Akhir, Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis, Asisten Pemerintahan Jumsadi Damanik, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus, unsur FKPD Dairi serta sejumlah warga yang ikut membantu evakuasi.
“Saya yakin ini ulah kita juga. Jadi saya minta ini diperiksa, kenapa bisa begini. Tolong diperiksa bagian sana (hulu), jangan-jangan ada yang tidak benar (perusakan hutan),” ujar Edy di Desa Lokkotan, Senin (24/12).
Menurutnya, kejadian ini tidak pantas disebut bencana karena Tuhan, melainkan ada unsur kelalaian manusia yang kemungkinannya dapat dilihat dari banyaknya kondisi hutan yang rusak di bagian hulu. Hal ini dibuktikan dengan material kayu bercampur lumpur yang tertumpuk di sepanjang aliran sungai dan merusak rumah, sawah serta memakan korban nyawa.
“Tuhan telah berikan kekayaan kita berupa air yang banyak, tetapi kenapa bisa membunuh. Jadi saya minta TNI/Polri, Pemerintah (Kabupaten) Dairi untuk kita menjaga bumi kita ini,” tegasnya.
Sementara di Desa Bongkaras, Edy menyusuri lokasi banjir bandang hingga ratusan meter ke hulu. Dari tempat itu, dirinya berdialog bersama Wakil Bupati serta Kepala BPBP Dairi Bahagia Ginting yang hingga hari ke tujuh, masih melakukan pencarian menggunakan satu alat berat dan mesin pemotong.
“Kita tidak mau menyalahkan siapapun dalam hal ini. Tetapi ke depan tolong dipastikan perusakan (hutan) jangan lagi terjadi. Tidak setahun, dua tahun, lima tahun lagi, tetapi cucu kita nanti bisa merasakan akibatnya (dari perusakan hutan),” tegas Edy lagi.
Gubernur juga menegaskan bahwa kehadirannya di tempat itu, adalah semata untuk melihat bagaimana kondisi rakyat. Meskipun diketahui, Desa tersebut berada di perbatasan antara Sumut dan Aceh. Lokasinya juga cukup jauh dari perkotaan.
“Kalau bantuan itu tidak sulit, walaupun mungkin tidak banyak, tetapi itu tidak masalah. Persoalannya adalah, bagaimana kita menjaga alam ini untuk anak cucu kita nanti,” pesan Gubernur di hadapan ratusan warga yang berkumpul untuk mengambil bantuan air bersih dari pemerintah.
Dari proses pencarian korban, Gubernur meminta agar waktu ya ditambah dua hari lagi. Sebab standar pekerjaan hanya dilakukan tujuh hari, namun dapat ditambah dengan berbagai pertimbangan seperti permintaan warga serta kemungkinan penemuan korban hilang. Sebagaimana diketahui, dari 12 korban, lima di antaranya selamat, lima dari tujuh orang hilang, sudah ditemukan, sehingga menyisakan dua korban lagi.
“Boleh la ditambah dua hari lagi. Tolong yang muslim dikerahkan, karena (petugas) yang beragama Kristen, mereka mau merayakan Natal,” pesan Gubernur.
Kepala BPBD Dairi Bahagia Ginting dalam hal ini melaporkan bahwa kondisi medan yang sulit, membuat pihaknya hanya bisa mendatangkan satu alat berat yang penempatannya juga terbatas. Mengingat kondisi areal aliran Sungai Sibongkaras tidak memungkinkan untuk dimasuki alat berat. (prn/bal)
Foto: Edi Saragih
Keluarga besar UPT PSDA 02 Panei menabur bunga serta melakukan doa bersama untuk rekan mereka Rudi Siboro, yang menjadi korban KM Sinar Bangun bersama istri dan satu anaknya, Kamis (5/7).
Foto: Edi Saragih Keluarga besar UPT PSDA 02 Panei menabur bunga serta melakukan doa bersama untuk rekan mereka Rudi Siboro, yang menjadi korban KM Sinar Bangun bersama istri dan satu anaknya, Kamis (5/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga saat ini, berkas perkara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Kabupaten Samosir, Nurdin Siahaan yang terjerat kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, masih berada di Polda Sumut atau belum dilimpahkan ke Kejatisu untuk dimajukan ke meja persidangan.
“Berkasnya masih di Poldasu. Waktu itu berkasnya sudah kita kembalikan untuk dilengkapi,”ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum Kejatisu), Sumanggar Siagian, Rabu (26/12).
Dikatakan Sumanggar, berkas tersebut harus lengkap secara syarat formil dan materil, agar bisa dilanjutkan ke tahap II (penyerahan barang bukti dan tersangka). “Masih banyak kekurangannya. Pihak kepolisian harus melengkapi kembali sesuai dengan arahan dari jaksa,” ujar Sumanggar.
Sebelumnya, empat tersangka KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada 18 Juni 2018, diadili di PN Balige yakni, Poltak Saritua Sagala selaku nakhoda KM Sinar Bangun, Golpa F Putra selaku Kapos Simanindo. Kemudian Karnilan Sitanggang selaku pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kapos Pelabuhan Simanindo dan Rihad Sitanggang selaku Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dinas Perhubungan Samosir.
KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran melintasi Danau Toba dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun. Kapal itu diperkirakan membawa sekitar 200 penumpang dan puluhan sepeda motor. (man/han)
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Nahas dialami Afni (35). Karyawan PT Waruna ini tewas karena kehabisan oksigen di dalam kapal tongkang.Peristiwa maut itu terjadi di Jalan Raya Pelabuhan, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (26/12) siang.
Berawal saat Afni mengawasi anggotanya membersihkan kapal yang baru masuk ke galangan atau dok. Saat mengawasi itulah, Afni melihat kedua anggotanya kekurangan oksigen di dalam kapal tongkang.
Sebagai atasan, Afni pun mencoba membantu anggotanya. Namun, Afni malah terjebak hingga turut kekurangan oksigen juga.
Oleh karyawan lainnya, Afni bersama kedua anggotanya dilarikan ke Rumah Sakit Martha Friska. Namun yang Maha Kuasa berkehendak lain, nyawa Afni tak tertolong lagi. Sedangkan kedua karyawan lagi masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Korban yang tewas itu, karena terjebak di dalam tongkang. Karena tidak ada udara, makanya korban itu kehabisan oksigen dan tewas setelah dibawa ke rumah sakit,” ungkap seorang warga, Jafar.
Humas PT Waruna, Ardiansyah yang dikonfirmasi melalui selulernya tidak memberikan jawaban, meski berulangkali ditelepon. Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi musibah menimpa Afni.
“Anggota saya sedang melakukan penyelidikan di lapangan, untuk kepastian kejadian itu saya belum bisa menjelaskan,” kata Jerico. (fac/han)
BINGKISAN: Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak memberikan bingkisan kepada personel jaga di Pospam.
BINGKISAN: Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak memberikan bingkisan kepada personel jaga di Pospam.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak mengarahkan personel untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat yang melaknakan Natal dan Tahun Baru 2019.
Hal itu disampaikan Donald saat meninjau lima pos pengamanan (Pospam) yang tersebar di wilayah hukumnya. Selain itu, mantan Kapolres Samosir ini juga memberikan bingkisan kepada personel selama melakukan pengamanan. “Kita melakukan kunjungan sekaligus melakukan pemeriksaan Pospam yang ada di seluruh Wilkum Binjai. Sekaligus kita memberikan bantuan untuk bisa dinikmati oleh personel yang melakukan pengamanan,” kata Donald saat meninjau Pospam di Lapangan Merdeka kota Binjai.
Kepada personel, Donald berpesan, untuk tidak letih memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Sebelumnya, sebanyak 410 personel Polres Binjai dikerahkan untuk pengamanan (PAM) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. “Kita juga tetap mendapat bantuan dari jajaran TNI khususnya dari Kodim, beberapa batalyon dan dari pemerintah kota,” sambung dia.
Perwira menengah dengan pangkat dua melati emas di pundaknya ini mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas saat perayaan Nataru 2019. “Sehingga diharapkan seluruh masyarakat Kota Binjai, baik itu alim ulama dan semua elemen masyarakat untuk mendukung kegiatan Natal dan Tahun Baru bagi umat nasrani yang merayakannya,”pungkasnya. (ted/han)