31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 5661

55 Jamaah Umroh PT Al Maqbul Gagal Berangkat, Istri Azmi Disandera Para Korban

TEDDY/SUMUT POS ORASI: Sebanyak 55 jamaah yang hendak berangkat umroh ke tanah suci gagal diterbangkan PT Al Maqbul. Alhasil, para korban melakukan orasi menuntut pihak kepolisian bertindak tegas.
TEDDY/SUMUT POS
ORASI: Sebanyak 55 jamaah yang hendak berangkat umroh ke tanah suci gagal diterbangkan PT Al Maqbul. Alhasil, para korban melakukan orasi menuntut pihak kepolisian bertindak tegas.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 55 jamaah yang hendak berangkat umroh ke tanah suci gagal diterbangkan PT Al Maqbul. Akibatnya, para jamaah terlantar di hotel dekat Kualanamu, Deliserdang, beberapa hari lalu.

“EMPAT hari yang lalu, ada jamaah yang gagal diberangkatkan PT Al Maqbul. Kejadian ini terulang kembali,” ujar Zamilah, korban yang pernah ditipu PT Al Maqbul, Minggu (23/12).

Dia menguraikan, dari jumlah jamaah ini, 15 diantaranya jamaah Plus Aqso. Akibat kekesalan jamaah, kata Zamilah, mereka yang terlantar mengambil tindakan tegas.

Istri Azmi bernama Ika ditahan oleh jamaah yang gagal terbang. Mereka meminta agar uang yang sudah disetor dipulangkan.

“Separuh (setengah) jamaah sudah balik ke Binjai. Tinggal 28 jamaah yang tinggal di hotel menahan istri Azmi. Mereka (jamaah gagal berangkat) minta uang dikembalikan. Kasihan umat Islam, dibohongi dan ditipu,” beber Zamilah.

Pemilik biro perjalanan haji dan umrah, PT Al Maqbul adalah Azmi Syahputra. Dia sudah dilaporkan ke Polres Binjai atas tudingan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp5 miliar. Namun, Azmi masih tetap bebas berkeliaran.

Bahkan, Polres Binjai sudah mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor 222/VIII/2018/Reskrim yang ditandatangani AKP Hendro Sutarno selaku Kasat Reskrim Polres Binjai yang lama.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif berdalih tidak ada laporan.

“Belum ada laporan ke Polres,” tulis Wirhan ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Sangkin lambannya Polres Binjai menangani kasus ini, massa yang kecewa pernah menggeruduk rumah H Muhammad Azmi Syahputra. Tepatnya, di Jalan Jenderal Sudirman I, Nomor 7 A, Lingkungan I, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Rabu 29 Agustus 2018.

Selain menggeruduk kediaman mewah Azmi, massa juga menyerukan tuntutan dan menuding pelaku sebagai penipu. Massa berorasi menggunakan pengeras suara di depan Kantor Travel PT Al Maqbul di Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi Binjai Kota.

Sejumlah tuntutan dan tudingan tertulis pada secarik kertas. Massa menyerukan, kalau Azmi sukses menipu puluhan jamaah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp5 miliar.

Zamilah sendiri pernah ditipu dengan nilai kerugian Rp1,2 miliar. Zamilah selama ini telah menyediakan fasilitas untuk jamaah di tanah suci melalui PT Al Maqbul.

Biaya yang didahulukan Zamilah tidak diganti Azmi. Selain Zamilah, Nurhaidah (50) warga Kelurahan Tanjunglangkat, Salapian, Langkat juga menjadi korban Azmi dengan nilai kerugian sebesar Rp42 juta.

Paspor milik dia pun pernah ditahan Azmi yang direncakan terbang pada Oktober 2018. Meski pun hingga kini, dia tidak juga terbang. (ted/ala)

7 Kg Sabu Dikemas dalam Teh China

ist TERSANGKA: Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai membekuk empat tersangka jaringan sabu internasional.
ist
TERSANGKA: Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai membekuk empat tersangka jaringan sabu internasional.

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Bekerjasama dengan Polres Tangerang Selatan, personel Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai menangkap empat pengedar narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional.

“Kita berhasil melakukan penangkapan terhadap keempat orang tersangka ini pada Jumat (21/12) sekira pukul 21.53 WIB,” kata Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, Minggu (23/12).

Keempat tersangka masing-masing, Jefri Fikri (25), nelayan, warga Dusun T Banta, Desa Gampong, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur; Amar Faudal (26), sopir, warga Desa Gampong Baru, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur; Iskandar (42), nelayan, warga Jalan Sehat, Lingkungan III, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai dan Selamet Franky Sianipar (33), nelayan, warga Jalan Arteri, Gang Beringin, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Suksesnya penangkapan berawal dari informasi masyarakat. Kepada polisi, informan menyebut, ada satu unit mobil Toyota Avanza BL 1168 D akan melintas di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan. “Mendapat informasi tersebut, anggota langsung ke TKP dan melihat mobil yang dimaksud sedang melintas. Terus kita cegat dan langsung kita amankan,” ujarnya.

Saat anggota Sat Res Narkoba melakukan pemeriksaan di bagian belakang mobil, personel menemukan tujuh bungkus plastik kemasan teh China merek Guanyinwang yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 7 kilogram. “Jadi masing-masing satu bungkus berisi satu kilogram narkotika jenis sabu-sabu,” katanya.

Mendapati barang bukti tersebut, personel langsung mengamankan keempatnya ke Polres Tanjung Balai untuk pemerik saan lebih lanjut. Kapolres mengatakan, keempatnya merupakan pengedar narkotika jenis sabu-sabu skala internasional.

“Jadi mereka ini jaringan pengedar Malaysia-Tanjungbalai-Medan,” ujarnya seraya menyatakan keempat tersangka sudah ditahan di Polres Tanjung Balai untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain tersangka dan 7 kg sabu, petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit mobil Toyota Avanza BL 1168 D, 5 unit handphone merk Samsung jenis E 1272, dua unit handphone Xiaomi jenis not4x dan red5, dua dompet warna hitam dan coklat, dua buah KTP, satu STNK mobil BL 1168 D, satu SIM B1, dua kartu BPJS, satu unit kapal boat warna coklat dan dua unit handphone merek Nokia.

“Kita juga mengamankan uang tunai sejumlah Rp3.850.000,” katanya.(bbs/ala)

Dituding Menipu Warga Paya Bakung Diculik

ist PAPARKAN: Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan memaparkan empat pelaku.
ist
PAPARKAN: Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan memaparkan empat pelaku.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Merasa ditipu, ES bersama tiga rekannya nekat menculik Muhammad Isa (35) warga Desa Paya Bakung Kecamatan Hamparan Perak. Namun, keempat pelaku sudah berhasil diringkus personel Polres Pelabuhan Belawan. Keempat tersangka masing-masing berinisial, ES (40), HP (31), TK (52) dan E (35).

“Jadi Edi Suranta alias ES (40) merasa ditipu oleh korban yang menjanjikan memasukkan anaknya agar menjadi karyawan di Bandara Kuala Namu. Namun setelah ia memberikan sejumlah uang, sang anak tidak juga masuk bekerja dan uangnya tak dikembalikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jericho, Minggu (23/12).

Dijelaskan Jericho, ES bersama rekannya datang ke rumah korban, Selasa (18/12). ES langsung masuk tanpa permisi, sembari mengatakan kepada istri korban bahwa dirinya telah ditipu oleh suaminya.

“Para pelaku ini langsung menangkap korban dan meminta kunci mobil korban kepada istrinya. Setelah diberikan kunci mobil, para pelaku membawa korban beserta mobilnya,” tutur Jericho. “Selang satu jam, para pelaku menghubungi istri korban dan meminta uang tebusan sebesar Rp150 juta dan mengaku akan membunuh korban jika tidak dipenuhi tuntutannya,” sambungnya.

Merasa terancam, istri korban melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Polres Pelabuhan Belawan. Bekerjasama dengan Polda Sumut dan Polsek Hamparan Perak, personel Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan pengejaran.

Alhasil, para pelaku berhasil dibekuk oleh petugas gabungan tersebut. Keempat pelaku diamankan dari Jalan Paya Bakung, nomor 1, Hamparan Perak. Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Nisan X Trail BK 1240 JK. (bbs/ala)

Dibunuh, Guru Cantik Ditemukan dalam Irigasi

SMG/SUMUT POS DITEMUKAN: Elpi Manik ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di saluran irigasi, Huta II  Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar, Sabtu (22/12).
SMG/SUMUT POS
DITEMUKAN: Elpi Manik ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di saluran irigasi, Huta II  Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar, Sabtu (22/12).

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Elpi Manik (26) dilaporkan menghilang dari rumahnya, Jumat (21/12) sekira Pukul 17.00 WIB. Keesokan harinya, jasad warga Huta Lumban Buntu, Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar itu ditemukan mengapung di dalam saluran irigasi.

Sebelum ditemukan tewas, korban yang berprofesi sebagai guru diketahui keluar bersama seorang pria berinisial SRS (28), Kamis (20/12) sekira pukul 19.00 WIB.

Keduanya berencana akan menuju Kota Pematangsiantar untuk nongkrong di sebuah warung kopi (Warkop). Tepatnya di belakang Bank Indonesia. Sekira pukul 22.00 WIB, korban diantarkan kembali kerumahnya. Setibanya di rumah, korban masih sempat mengirimkan pesan via aplikasi WA ke SRS. Namun saat dibalas oleh SRS, tidak kunjung dibalas oleh korban.

Keesokan harinya, SRS dihubungi oleh adiknya yang merupakan teman korban berinisial WS (24). WS yang juga seorang guru, meminta SRS agar mendatangi korban secara rahasia, karena korban tidak kunjung masuk kerja hingga Pukul 10.00 WIB. Mendapat kabar itu, SRS pun langsung mendatangi rumah korban. Namun ternyata, rumah korban dalam keadaan tertutup rapat.

Saat dipanggil dari luar, tidak kunjung mendapatkan jawaban. Selanjutnya, SRS pun kembali menghubungi WS dan memberitahukan bahwa korban tidak berada di rumah. Karena penasaran, SRS dan adiknya WS, sekira pukul 13.00 WIB, kembali mendatangi rumah korban yang masih dalam keadaan terkunci dan tertutup rapat.

Tak kunjung ditemukan, sekira pukul 15.30 WIB, SRS menghubungi adik korban Veronika Manik untuk menanyakan keberadaan korban. Namun, sang adik juga tidak mengetahuinya dan meminta kepada SRS agar menghubungi para jiran tetangga untuk mendobrak pintu rumah korban.

Kemudian bersama para warga, SRS pun berusaha menggedor pintu dengan memanggil korban sebelum mendobrak. Saat dilakukan pengecekan pintu belakang, ternyata dalam keadaan terbuka. Melihat pintu dalam keadaan terbuka, SRS bersama warga pun langsung masuk ke dalam rumah. Namun korban juga kunjung ditemukan.

Saat berada di dalam rumah itulah, SRS dan para warga menemukan adanya bercak darah di lantai, anting dan beberapa helai rambut di lantai rumah korban. Melihat hal itu, Pangulu Laras Dua yang juga saat itu berada di lokasi rumah korban bersama warga langsung melaporkannya ke pihak Polsek Bangun.

Tak lama, polisi tiba dan langsung melakukan olah TKP disaksikan oleh para warga. Selanjutnya, polisi pun melakukan penyelidikan lebih lanjut. Akhirnya, korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di dalam saluran irigasi, Sabtu (22/12) sekira pukul 14.30 WIB. Tepatnya di Huta II  Nagori Laras Dua, Kecamatan Siantar.

Rellum Sagala (41) adalah orang yang pertama kali menemukan korban. Saat itu, ia hendak memasukkan air ke kolam miliknya. Namun, Rellum terkejut saat melihat mayat korban saat hendak membuka riol yangmengarah ke kolamnya.

Melihat temuan itu, dirinya pun langsung melaporkannya kepada Gamot Huta Lumban Buntu dan diteruskan kepada pihak kepolisian sektor Bangun.

“Korban ini merupakan Elpi Manik yang sebelumnya dilaporkan hilang dari rumahnya. Saat ini kita akan melakukan evakuasi terhadap jasanya ke RSUD Djasamen Saragih,” kata Kapolsek Bangun AKP Putra Jani Purba SH di lokasi penemuan korban.

Putra juga menegaskan, korban dibunuh. “Hari ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Nanti akan kami kabari lebih lanjut,” terang Putra, Minggu (23/12) sekira pukul 16.00 WIB.

Pernyataan Kapolsek tersebut, merupakan temuan bukti awal di lapangan. Seperti informasi yang dihimpun, di TKP rumah korban adanya bercak darah di lantai, anting dan beberapa helai rambut di lantai rumah korban. Selain itu, seorang saksi mengaku, saat korban pergi bersama SRS ada pria yang melihatnya. Pria itu merupakan mantan kekasih korban. (adi/esa/smg/ala)

Disdik Jangan Obral Janji, Insentif Guru Honorer Belum Juga Ditransfer

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sudah sepekan lebih berlalu, bantuan insentif guru honorer sekolah negeri di Medan sebesar Rp15 miliar belum juga dicairkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Medan. Padahal, sebelumnya dijanjikan insentif dengan besaran Rp600 ribu per bulan untuk 1.962 guru akan dicairkan terhitung 15 Desember

Ketua Forum Guru Honorer Medan, Fahrul meminta Disdik Medan jangan hanya obral janji saja. Bila memang belum bisa dicairkan, agar disampaikan secara terbuka kepada guru-guru honorer.

“Belum ada masuk ke rekening saya sampai sekarang. Begitu juga guru-guru lainnya, dan sudah saya tanyakan. Padahal, mereka (Disdik) Medan sudah janji segera mencairkan,” ungkap Fahrul yang dihubungi, Minggu (23/12).

Fahrul menilai, Disdik Medan tetap bersikeras pencairan insentif itu hanya untuk 6 bulan semester kedua 2018. Alasannya, pada semester pertama telah diberikan walaupun jumlah yang diberikan lebih kecil yaitu Rp250 ribu per bulan.

“Disdik hanya mencari-cari alasan saja, padahal yang Rp250 ribu itu merupakan tunjangan fungsional (tufu) dan setahu kami dananya dari APBN. Jadi, dari judulnya saja sudah berbeda antara tufu dan insentif tapi dianggap sama, apa ini sebenarnya,” kata Fahrul.

Fahrul juga menyesalkan sikap Disdik yang intervensi kepada kepala sekolah untuk mengeluarkan larangan kepada guru honorer agar tidak menggelar aksi demo. “Kepala sekolah tidak memberi izin gurunya untuk melakukan demo. Hal ini berarti ada intervensi dari Disdik Medan. Sebab, tidak mungkin tiba-tiba kepala sekolah mengeluarkan larangan itu melalui surat edaran,” tegasnya. Dengan adanya larangan tersebut, sambung Fahrul, semakin menguatkan adanya dugaan-dugaan tertentu.

“Memang saat ini belum ada bukti yang kuat, baru sebatas dugaan atau indikasi ‘permainan’. Kita lihat nanti ke depan bagaimana, sembari mencari bukti yang menguatkan dugaan itu,” kata dia.

Menurutnya, insentif tersebut harus diberikan secara\selektif untuk mengantisipasi adanya kecurangan manipulasi data. “Saya sangat setuju sekali itu jika memang insentif diberikan kepada guru yang sudah mengabdi lebih dari 5 tahun. Kabarnya, data guru honorer di Disdik Medan bertambah terus karena di akhir tahun mau dapat duit sehingga dimanfaatkan,” papar Fahrul.

Menurutnya, selain itu, untuk menghindari kecemburuan bagi yang sudah lama menjadi guru. “Saya sudah 15 tahun mengajar, jangan pula disamakan dengan yang setahun menjadi guru. Makanya ada perbedaanlah. Sama seperti ASN, kan ada golongannya,” kata dia.

Dia menambahkan, jumlah 1.962 guru honorer sekolah negeri yang menerima sebetulnya sudah bertambah dari sebelumnya. Sebab, data yang diajukan sebelumnya 1.740 orang. “Awalnya didata berjumlah 1.740 guru honorer sekolah negeri yang menerima. Namun, belakangan bertambah menjadi 1.962 orang,” bebernya.

Penambahan jumlah guru tersebut, lanjut Fahrul, sudah dipertanyakan kepada Disdik Medan kenapa bisa terjadi. Akan tetapi, tidak ada jawaban. “Padahal, sesuai aturan Kemendagri pada 2013 tidak boleh lagi menerima guru honorer. Namun, kenyataanya terus bertambah jumlah guru honorer sekolah negeri. Jadi, memang benar-benar sudah kompleks permasalahannya,” pungkasnya.

Sementara, Pelaksana Teknis (Plt) Kepala Disdik Medan, Ramlan Tarigan mengakui memang saat ini belum dicairkan karena masih dalam proses pendataan. Namun, sekarang sudah tuntas dan tinggal dikirim ke rekening masing-masing. “Sudah saya teken (tanda tangani), tinggal ditransfer aja ke rekening. Paling tidak, dalam minggu ini sudah bisa diambil,” ujarnya saat dihubungi.

Disinggung soal larangan para guru melakukan aksi unjuk rasa, Ramlan mengakui pihaknya tak memperbolehkan. “Gak boleh, gak boleh. Kalau demo, tahun depan bisa gawat dan tidak dapat lagi bagaimana. Makanya, jangan demo,” pungkasnya. (ris/ila)

Reklame Bermasalah Ditumbangkan, 12 Dibongkar Sendiri

file/sumut pos BONGKAR: Tim gabungan Pemko Medan membongkar papan reklame bermasalah di sejumlah jalan inti kota, akhir pekan lalu.
file/sumut pos
BONGKAR: Tim gabungan Pemko Medan membongkar papan reklame bermasalah di sejumlah jalan inti kota, akhir pekan lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna terjaganya estetika kota, Pemko Medan melalui Tim Gabungan terus melakukan penertiban reklame bermasalah di sejumlah titik ruas jalan di Kota Medan. Kali ini, sebanyak 16 papan reklame bermasalah ditumbangkan oleh Tim Gabungan Pemko Medan yang terdiri dari unsur Satpol PP Kota Medann

Dishub, kepolisian serta dinas terkait lainnya. Sedangkan 12 reklame dibongkar sendiri oleh pemiliknya.

Adapun 16 papan reklame yang dibongkar oleh tim gabungan yaitu di Jalan Gatot Subroto 2 unit (ukuran 4 x 6 dan 6 x 12 meter), Jalan Perdana 1 unit ukuran 4 x 6 meter, Jalan Guru Patimpus 2 unit ukuran 4 x 6 dan 6 12 meter), 2 unit ukuran 4 x 6 di Jalan Gajah Mada dan Jalan Putri Hijau 1 unit papan reklame Channel 88.

Selanjutnya di Jalan Sisingamangaraja 2 unit (ukuran 6 x 12 dan 4 x 6 meter), Jalan Gaharu 1 unit ukuran 4 x 6 meter, 1 unit ukuran 4 x 6 meter di Jalan Bambu, ukuran 4 x 8 meter di Jalan Irian Barat sebanyak 1 unit, Jalan Cemara ukuran 4 x 8 meter 1 unit serta 2 unit di Jalan Krakatau dengan ukuran 4 x 6 dan 4 x 8 meter.

Sedangkan 12 papan reklame bermasalah yang dibongkar sendiri oleh pemiliknya berada di Jalan Gatot Subroto (2 unit ukuran 5 x 10 meter, 2 unit ukuran 4 x 6 meter, 2 unit ukuran 6 x 12 meter), Jalan Asrama sebanyak 2 unit ukuran 6 x 12 meter dan ukuran 4 x 8 meter, lalu di Jalan Imam Bonjol 1 unit ukuran 6 x 12 meter, 2 unit ukuran 4 x 8 meter di Jalan Irian Barat dan 1 unit di Jalan Cemara dengan ukuran 4 x 8 meter.

Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan mengatakan, penertiban reklame bermasalah ini akan terus dilakukan. Gencarnya pembongkaran yang dilakukan hingga kini, katanya, membawa hasil yang signifikan karena jumlah papan reklame tak berizin semakin berkurang.

“Kami bersama tim lainnya akan terus menindaklanjuti secara tegas semua papan reklame bermasalah yang ada di Kota Medan. Ini bentuk dari keseriusan kita untuk menjaga kota dari adanya perusak estetika. Semua akan kita beri tindakan tegas tanpa terkecuali,” ujar Sofyan akhir pekan lalu.

Sofyan mengaku, hingga kini pembongkaran yang telah dilakukan tidak menemukan kesulitan yang berarti. Hal ini karena seluruh alat pendukung memadai jalannya proses pembongkaran. Seperti, mobil crane dan peralatan yang digunakan sebagai alat pembongkaran memudahkan tugas tim gabungan ketika melakukan eksekusi penertiban di lapangan.

Terkait reklame yang dibongkar sendiri, Sofyan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh para pengusaha advertising. “Kita mengapresiasi dan menyambut baik langkah yang dilakukan oleh pengusaha advertising karena telah membongkar sendiri papan reklame bermasalah milik mereka. Semoga langkah ini dapat diikuti oleh para pengusaha advertising lainnya yang ada di Kota Medan,” pungkasnya.

Sekda Tegur Sekretariat DPRD Medan

Masih soal papan reklame liar, Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman angkat bicara terkait pemasangan iklan ucapan selamat Natal dan Tahun Baru yang dilakukan pimpinan DPRD Medan. Sebab, memasang ucapan selamat Natal di kawasan simpang Jalan AH Nasution-Karya Jaya, persisnya depan Lapangan Sejati. Lokasi ini dilarang pemasangan reklame. Namuan hingga kini, reklame bermasalah tersebut belum juga diturunkan.

Wiriya sangat menyayangkan sikap Sekretariat DPRD Medan yang memasang iklan di tiang reklame tak berizin itu. Sebab, saat ini tim gabungan Pemko Medan tengah gencar melakukan penertiban reklame.”Sudah dibicarakan itu, enggak benar lah kok pasang iklan di tiang reklame tak berizin. Sementara, tim gabungan sedang gencar-gencarnya menertibkan reklame bermasalah,” kata Wiriya baru-baru ini.

Wiriya meminta agar Sekretariat DPRD Medan lebih berhati-hati lagi dalam memilih reklame untuk dijadikan objek pemasangan iklan. Bahkan, kalau bisa koordinasi dengan tim gabungan terlebih dahulu agar tidak salah. “Harus di tiang reklame berizin,” tukasnya.

Sementara Sekretaris DPRD Medan, Abdul Aziz mengaku berjanji menurunkan iklan ucapan yang menampilkan wajah salah satu Wakil Ketua DPRD Medan pada reklame bermasalah tersebut. Sebab sesuai aturan, tidak dibenarkan tiang reklame berdiri di atas median jalan.”Jika memang menyalah nanti diturunkan. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti instruksi Sekda (Medan),” ujar Abdul Aziz.

Ia mengaku dirinya tak mengetahui bahwa tiang reklame yang menjadi lokasi pemasangan iklan tak berizin. Sebab, kegiatan itu ditangani oleh bawahannya. “Ada PPTK-nya (Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan). Jadi, nanti saya tanya ke mereka kenapa bisa seperti itu? Kalau memang tidak ada izin, nanti iklannya kita turunkan,” tandasnya.

Kabag Hukum dan Perundang Undangan Sekretariat DPRD Medan, Alida mengaku bahwa yang memasang iklan ucapan Natal dan Tahun Baru atas permintaan pimpinan anggota dewan. “Iklannya atas nama lembaga DPRD, makanya wajah pimpinan yang ditampilkan. Mengenai tidak ada izin saya tidak tahu, lokasinya sesuai permintaan dari masing-masing pimpinan dewan,” pungkasnya. (ris/ila)

Dua Loket Bus Disegel, Tim Gabungan Pemko Kembali Tertibkan Pool Bus Liar

idris/sumut pos BERDIALOG: Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan berdialog dengan pemilik salah satu loket bus yang akan disegel, di Jalan Sisingamangaraja Medan.
idris/sumut pos
BERDIALOG: Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan berdialog dengan pemilik salah satu loket bus yang akan disegel, di Jalan Sisingamangaraja Medan.

MEDAN, SUUTPOS.CO – Tim gabungan Pemko Medan kembali melajutkan penertiban dan penyegelan loket bus di kawasan Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (21/12) sore lalu. Kali ini, yang menjadi objek penertiban dan penyegelan adalah dua loket bus milik PO Galant dan PT Tunas Kencana.

Dilakukannya penertiban atas dua loket tersebut karena tidak memiliki izin dan sebagai bentuk aksi dari tidak diindahkannya imbauan petugas yang sudah melayangkan surat peringatan bagi setiap loket bus yang masih beroperasi di Jalan Sisingamangaraja.

Tim gabungan yang dipimpin oleh Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan bersama Kadishub Kota Medan Renward Parapat serta Polsek Medan Kota dan Jajaran Kecamatan Medan Kota terlebih dahulu melakukan tindakan persuasif kepada para pemilik loket bus untuk segera mengosongkan tempat tersebut.

Namun upaya itu sedikit mendapat penolakan dari pihak pemilik dan karyawan. Hal ini terlihat dari perdebatan antara Kasatpol PP Kota Medan dengan pihak pemilik bus. Mereka tidak terima dipindahkan ke terminal amplas. Namun hal ini tak dapat ditolerir, mengingat kedua loket bus tersebut tak memiliki izin.

“Saya minta kepada semua yang masih berada di dalam untuk segera keluar dan mengosongkan tempat ini, karena kami akan melakukan penggembokan dan penyegelan. Saya harap agar semua dapat mematuhinya,” tegas Sofyan.

Setelah beberapa menit loket bus dipastikan kosong, Sofyan dibantu beberapa petugas Satpol PP lainnya merantai serta menggembok dan menyegel pintu loket bus tersebut. Hal itu diikuti dengan dipasangnya garis kertas kuning penanda bahwa tempat tersebut telah disegel dan tidak perbolehkan untuk beroperasi.”Kita (tim gabungan) akan terus melakukan penertiban terhadap loket-loket bus tanpa izin yang masih beroperasi dan melanggar aturan,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memantau secara rutin semua loket yang telah disegel untuk memastikan apakah para pemilik kembali mengoperasikan loket bus miliknya dengan merusak segel. Jika kemudian ditemukan, pihaknya tidak segan-segan melaporkan mereka ke pihak kepolisian untuk ditindaklajuti dengan pasal pidana pengerusakan.

Kadishub Kota Medan Renward Parapat menyatakan, bahwa penertiban yang dilakukan bukan secara tiba-tiba tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Semua loket yang bermasalah sesuai prosedur diberi surat peringatan. Namun karena tidak mengindahkan imbauan dari petugas, maka dilakukanlah penertiban.

“Kami selalu menjalankan semua sesuai prosedur. Artinya setiap kali kita temukan loket bus bermasalah kami terlebih dahulu memberi surat peringatan bagi mereka agar ditindaklanjuti. Tapi fakta di lapangan para pemilik tidak memperdulikan surat peringatan tersebut dan akhirnya tim gabungan mengambil langkah penertiban sekaligus penyegelan,” tegas Renward.

Renward menambahkan, tidak diperbolehkan bagi setiap loket bus untuk beroperasi di kawasan Jalan Sisingamangaraja. Ini karena kehadiran loket-loket bus tersebut dapat menimbulkan kemacetan. Selain itu juga Pemko Medan telah memberi tempat bagi para pelaku usaha angkutan untuk beroperasi di tempat yang telah disediakan yaitu Terminal Terpadu Amplas.

Untuk diketahui, sebelumnya tim gabungan yang terdiri dari unsur OPD terkait dibantu aparat kepolisian dan tentara juga telah menertibkan 3 unit loket bus milik KUPJ Tour, PT Paradep Taxi dan PT Sartika Koala Gogo. (ris/ila)

Masyarakat Harus Bijak Sikapi Kehadiran Transportasi Online

BERSAMA: FJPI Sumut foto bersama Head of Regional Corporate Communica-tions GOJEK Sumatera, Teuku Parvinanda dan lainnnya usai acara diskusi.
BERSAMA: FJPI Sumut foto bersama Head of Regional Corporate Communica-tions GOJEK Sumatera, Teuku Parvinanda dan lainnnya usai acara diskusi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Awal munculnya transportasi berbasis online memang sempat menimbulkan gejolak di masyarakat terutama dari pelaku usaha transportasi konvensional. Namun begitu, berkembangnya transportasi berbasis online tak dapat ditolak, akan tetapi harus disikapi masyarakat dengan bijak.

Hal itu diungkapkan narasumber dalam diskusi yang diadakan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumut bekerja sama dengan GoJek yang mengangkat tema Transportasi Efektif dan Peran Media dalam Era Industri 4.0 di Penang Corner Medan, Sabtu (22/12). Diskusi ini dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke-11 FJPI. Di mana masing-masing daerah juga menggelar acara berbeda-beda.

Sekretaris Jenderal FJPI Pusat, Khairiah Lubis mengatakan, hadirnya transportasi berbasis online memang sempat mendapat penolakann

Sebab ketika sebuah perubahan terjadi, tentu tidak semua bisa menerima, karena ada pihak yang terdampak dari perubahan itu.

“Namun saat ini masyarakat mulai bisa menerima perubahan yang terjadi terutama hadirnya transportasi online. Sama seperti kita di media, dulu televisi disebut sebagai media yang baru dari media cetak. Tapi sekarang, televisi disebut sebagai media konvensional seiring munculnya media online dan media sosial,” kata Khairiah.

Melalui pemberitaan, kata Khairiah, media bisa menyadarkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan fasilitas digital yang ada saat ini. Selain itu, banyak peluang usaha dari aplikasi online yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Zaman sekarang serba digital, jadi perubahan itu tidak bisa kita tahan, tapi disikapi dengan bijak. Kita di media berperan menyadarkan masyarakat untuk memahami era digital. Jadi masyarakat merasa nyaman menggunakan fasilitas digital. Selain itu banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan, jadi masyarakat harus menyesuaikan diri di era digital saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Head of Regional Corporate Communications GOJEK Sumatera, Teuku Parvinanda mengatakan GoJek berangkat dari inovasi digital memberikan kesempatan kepada pelaku usaha dari sektor informal dan UMKM tumbuh berkembang dan memperluas pasar.

“Tujuan sebenarnya untuk memperluas akses UMKM. Ketika pelayanan antar makanan itu ada, 82 persen dari UMKM yang bermitra dengan kami sebelumnya tidak punya akses ke arah sana. Bahkan 72 persen sebelumnya tidak punya akses layanan antar makanan. Tapi akhirnya mereka terbantu dengan layanan Go Food kami,” terangnya.

Teuku menyebutkan dari hasil riset Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) Tahun 2017, mencatat secara total Rp9,9 Triliun telah diberikan GoJek untuk membantu perekonomian nasional. Kemudian ada sekitar Rp8,2 triliun pendapatan yang telah diperoleh mitra GoJek dan Rp1,7 Triliun diperoleh sektor UMKM.

“Kehadiran GoJek bukan hanya memberikan solusi bagi konsumen dalam menggunakan transportasi, tapi juga memberikan kesempatan kerja bagi para mitra. Apalagi mitra kami, level pendidikan tertinggi SMA sederajat,” jelasnya.

Menurut Teuku saat ini mitra GoJek sudah lebih dari 1 juta orang dengan wilayah operasional di 167 kabupaten/kota di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Utara, GoJek juga sudah hadir di lima daerah yakni Medan, Tanjungbalai, Siantar, Tebingtinggi dan Kisaran

“Nantinya kami akan ekspansi ke regional Asean. Di Vietnam sudah meluncur, menyusul Singapura, Thailand dan Filiphina. Layanan Go Food adalah layanan antar makanan terbesar di dunia. Jadi aplikasi anak bangsa mudah-mudahan bisa membanggakan Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Medan, Suriono menambahkan transportasi efektif, adalah bagaimana menciptakan agar transportasi itu mencapai tujuan maksimal. Kehadiran transporasi online memang sempat menimbulkan dilema.

“Saat ini sudah banyak inovasi di bidang transportasi. Tekhnologi tidak bisa ditentang. Tekhnologi adalah suatu hal yang perlu kita ikuti,” ungkapnya.

Namun, kata Suriono, pemerintah harus berdiri di tengah-tengah, karena baik angkutan konvensional maupun online merupakan bidang trasportasi yang harus difasilitasi dan diatur melalui regulasi.

“Sudah banyak dilakukan inovasi di bidang transportasi. Tapi inovasi ini mnimbulkan dilema. Lahirnya transportasi berbasis teknologi sedikit banyak menggangu ketenangan dari pihak transportasi konvensional. Seiring waktu tekhnologi suatu hal yang harus kita ikuti. Kalau kita lihat angkutan online manfaatnya memang sangat banyak dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Di sisi lain, Pengamat Transportasi dari Departemen Tekhnik Sipil Fakultas Tekhnik Universitas Sumatera Utara (USU), Medis Sejahtera Surbakti menambahkan saat ini semua terkoneksi melalui internet. Koneksi ini akan memudahkan masyarakat dalam beraktifitas.

“Ke depannya yang kita tunggu-tunggu adalah multimedia terlaksana di Indonesia. Bagaimana operator terhubung satu sama lain, terhubung pembayaran dan waktunya sehingga memudahkan kita untuk bergerak,” pungkasnya. (ila)

Nataru, RSUP H Adam Malik Tetap Buka

file/sumutpos ADAM MALIK: Gedung RSUH Adam Malik Medan. Pada libur Nataru, RS ini tetap memberikan pelayanan.
file/sumutpos
ADAM MALIK: Gedung RSUH Adam Malik Medan. Pada libur Nataru, RS ini tetap memberikan pelayanan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama libur Natal pada Senin (24/12) dan Selasa (25/12), pelayanan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik dipusatkan di Instalasi Gawat Darurat (IDG). Sebanyak 5 Dokter Spesialis, Bedah, Anak, Anastesi, Obgyn dan Penyakit Dalamn

Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, bagi masyarakat yang membutuhkan layanan gawat daruratan, IGD buka 24 jam dengan ada 5 Dokter Spesialis. Sementara untuk layanan rawat jalan di poliklinik, tutup saat libur Natal. Namun, untuk kebutuhan rawat jalan seperti kontrol rutin dan layanan obat, telah diberikan sebelum libur Natal. Terlebih, poliklinik di RSUP H Adam Malik akan kembali beroperasi seperti biasa, mulai Rabu (26/12).

Untuk jadwal operasi, dikatakan Ocha akan tetap dilaksanakan. Disebutnya hal itu karena operasi bersifat penjadwalan. Oleh karena itu, operasi yang telah dijadwalkan, akan tetap dilaksanakan saat libur Natal. Diakuinya, operasi yang setiap hari ada dilakukan di RSUP H Adam Malik, adalah operasi bedah jantung dan saluran pencernaan.

“Kalau ada emergemcy harus dilakukan tindakan operasi, juga tetap bisa karena kita siagakan 5 Dokter Spesialis, “ ucap wanita yang akrab disapa Ocha ini.

Selain operasi, layanan yang bersifat terjadwal disebut Ocah juga beroperasi seperti biasa. Seperti layanan hemodialisa dan kemoterapy yang sudah dijadwalkan, tidak boleh ditunda.

Sedangkan di RSUD dr Pirngadi Medan, tetap membuka poliklinik umum pada Senin (24/12). Poliklinik umum itu untuk melayani pasien seluruh poliklinik yang ada di RSUD dr Pirngadi Medan yang tutup saat libur Natal.

Sementara untuk layanan gawat darurat, tetap beroprasi seperti biasa dengan 4 Dokter Spesialis Dasar.”Kalau untuk operasi, yang sudah dijadwalkan saat libur akan tetap dilaksanakan. Begitu juga operasi emergency tetap dilaksanakan saat libur. Termasuk pelayanan rutin seperti hemodialisa, tetap buka, “ ujar Kasubag Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin. (ain/ila)

Tungku Pengolahan Ban Bekas Meledak, Seorang Pekerja Tewas

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tungku pabrik pengolahan ban bekas milik PT Mitra Marsada di Seruwe, Lingkungan 1, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, meledak, Minggu (23/12) pukul 02.00n

Akibatnya, seorang pekerja Jonatan Aritonang (21) warga Lorong 4, Lingkungan 7, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, tewas. Korban telah disemayamkan ke rumah duka.

Keterangan dari lapangan menyebutkan, sebelum kejadian, korban yang baru bekerja beberapa hari sedang melaksanakan tugasnya.

Tiba- tiba tungku yang berada di dekatnya meledak, sehingga tutup tungku yang terbuat dari besi baja terbang menghantam rahang korban.

Lantas, tubuh korban terpental jatuh ke lantai dengan kondisi sangat mengenaskan. Guna menyelamatkan pertolongan medis, korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun korban dipastikan telah meninggal dunia tiba RSU Mitra Medika.

Seorang teman kerja korban bermarga Manurung mengatakan, peristiwa itu terjadi saat dia sedang tidak bekerja. “Tadi malam memang jadwal dia (korban) masuk kerja. Sedangkan aku sedang off dan saat aku lihat tadi, wajah korban susah dikenali lagi karena terhantam pintu tungku,” katanya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan peyebab meledaknya tunggu tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya,” kata Pohan. (fac/ila)