DISAMBUT:
Wabup Deliserdang disambut para tokoh agama saat menghadiri Seminar Refleksi Akhir Tahun MUI Deliserdang di Balairung Pemkab Deliserdang.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO
DISAMBUT: Wabup Deliserdang disambut para tokoh agama saat menghadiri Seminar Refleksi Akhir Tahun MUI Deliserdang di Balairung Pemkab Deliserdang.
– Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia berperan sangat penting, dan memiliki kontribusi yang besar terhadap perjalanan bangsa.
Hal itu disampaikan Zainuddin pada acara seminar refleksi akhir tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan thema,”Mari kita sukseskan Pemilu 2019 di Kabupaten Deliserdang. Mengedepankan semangat Ukhuwah Isalamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah”, Rabu (26/12) di Balairung Pemkab.
“MUI memiliki peran yang penting, memiliki kontribusi yang besar terhadap perjalanan bangsa ini dan ini sesungguhnya adalah inplementasi dari sesungguhnya para ulama sejak pra kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan peran ulama adalah penting artinya”, kata Wabup H Zainuddin Mars.
“Ulama bersama pemerintah harus berjalan seiring, ulama memberikan nasehat, ulama memberikan masukan masukan yang berarti bagi pemerintah baik di tingkat Nasional maupun di Daerah. Karena memang Negara kita ini religius yang mayoritas adalah islam, tapi kita merebut kemerdekaan ini lewat kekuatan kebersamaan para ulama, para pendeta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan semuanya kita berjuang merebut kemerdekaan ini dari penjajah”, ucapnya.
Kesempatan itu juga Wabup H Zainuddin Mars juga mengatakan, bahwa kita menjadikan Republik ini dengan satu kesepakatan yang sudah dituangkan dan merupakan harga mati bagi bangsa Indonesia yakni kita awali kemerdekaan itu dengan adanya UUD 1945 sebagai dasar negara kita.
Sementara itu, Ketua MUI Deliserdang DR Arifin Marpaung, mengatakan bahwa acara seminar refleksi akhir tahun ini memiliki arti yang sangat luas yaitu gerakan tiba-tiba. Sebab membuat kejutan diakhir Tahun yaitu salah satu program jangka menengah yang setiap akhir tahun dilakukan. (btr/han)
bambang/sumut pos
RAPAT: Suasana rapat koordinasi lintas sektoral Kabupaten Langkat untuk membahas pembakaran Mushaf Alquran.
bambang/sumut pos RAPAT: Suasana rapat koordinasi lintas sektoral Kabupaten Langkat untuk membahas pembakaran Mushaf Alquran.
LANGKAT,SUMUTPOS.CO – Peristiwa pembakaran 20 kitab suci Alquran oleh orang tidak dikenal (OTK) di halaman belakang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Payamabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (24/12) lalu, ditanggapi sangat serius oleh unsur Forkopimda Kabupaten Langkat untuk segera menangkap pelakunya.
Hal ini terlihat dilakukannya rapat kordinasi lintas sektoral, terdiri dari Pemerintah Kabupaten Langkat, Polres Langkat, Dandim 0203/Langkat serta para ulama, tokoh agama/masyarakat dan organisasi islam se Langkat, di Kantor MUI Kabupaten Langkat, Rabu (26/12).
Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH diwakili Asisten II Ekbangsos Drs H Hermansyah mengaku sangat mengecam keras tindakan dari pelaku. Sebab, perbuatanya tidak bermoral serta dapat menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.
“Tindakan ini sangat melukai hati kaum muslimin, serta mencoreng nilai persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk kedepan mari kita bersama menjaga, agar peristiwa ini tidak terulang lagi, di kedepan hari,” sebutnya.
Selanjutnya, Hermasyah mengimbau agar seluruh masyarakat Langkat agar tenang dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merusakan ketentraman, serahkan dan percayakan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Polri.
“Meski demikian, kita juga harus ikut membantu pihak yang berwajib. Bila di antara kita ada yang mendapatkan informasi baru terkait kasus ini, segera sampaikan kepada Polres Langkat, agar dapat ditindaklanjuti, agar dalang dibalik kejadian tak terpuji ini cepat terungkap,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan menegaskan, bahwa pihaknya sejauh ini telah mengambil keterangan dari 10 orang saksi, dalam rangka mencari pelaku, terkait pembakaran mushaf Alquran tersebut. Namun pihaknya belum bisa menyampaikan hasil dari keterangan para saksi tersebut, karena para saksi masih dalam proses diambil keteranganya.
“Namun kami masih memerlukan keteranan lainnya, untuk itu saya mohon kerjasamanya, jika diatara kita semua menemukan petunjuk baru, diharapkan agar segera melaporkan kepada kami untuk dikembangkan,” imbuhnya.
Selain itu, Kapolres Langkat mengimbau kepada para ulama, masyarakat, Ormas islam, tokoh agama agar bekerjasama dengan MUI, TNI dan Pemkab Langkat, untuk menjaga kekondusifan dan kenyamanan diwilayah Kabupaten Langkat ini. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, Kabupaten Langkat tetap aman.
“Jangan mudah terprovokasi dengan isu atau tindakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang bermaksud merusak keadaan situasi yang selama ini telah terbina dengan baik dan kondusif,” tuturnya.
Kapolres juga menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada warga masyarakat khususnya warga Langkat yang sampai saat ini tidak terpancing untuk anarkis, dan tetap menjaga kenyamanan keamanan dan ketertiban Kabupaten Langkat ini.
Ketua MUI Kabupaten Langkat Buya KH Ahmad Mahfudz mengimbau masyarakat terutama umat muslim tetap bersabar menunggu hasil dari penyelidikan polisi, dan sama-sama berusaha serta berdoa agar hal tersebut cepat terselesaikan, sehingga cepat dapat diketahui siapa pelaku dan maksud dari pembakaran mushaf Alquran tersebut. (bam/han)
Sutan Siregar/Sumut Pos_
PSMS Medan melawan Mitra Kukara di Stadion Teladan Medan, Selasa (23/10)
Sutan Siregar/Sumut Pos_ PSMS Medan melawan Mitra Kukara di Stadion Teladan Medan, Selasa (23/10)
SUMUTPOS.CO – Usai PSMS terdegradasi dari Liga 2, tidak banyak pemain yang masih ingin setia memperkuat PSMS. Salah satu yang menegaskan janji setianya adalah Gusti Sandria.
Ya, sebagai putra asli Sumatera Utara, Gusti siap kembali memperkuat PSMS jika masih dipercaya. Dia ingin membawa PSMS kembali ke Liga 1. “Dari lubuk hati paling dalam pastinya masih mau bawa PSMS berjuang lagi ke Liga 1. Saya siap sajalah kalau untuk PSMS. Apalagi putra daerah, PSMS menjadi prioritas,” ungkap Gusti.
Gusti sendiri saat ini masih fokus berlibur pasca kompetisi 2018 berakhir. Apalagi belum ada tawaran yang benar-benar serius. Termasuk dari manajemen PSMS. “Belum ada komunikasi. Memang masih ada kontrak sampai Januari,” bebernya.
Namun, dia memastikan masih ingin tetap menunjukkan yang terbaik di lapangan hijau, apalagi usianya masih 23 tahun
Pemain yang ikut membawa PSMS promosi dari Liga 2 musim 2017 ke Liga 1 2018 ini mengatakan tak ingin terburu-buru menentukan karirnya. Bersama PSMS, kontraknya akan selesai Januari 2019.
Selama membela PSMS, Gusti Sandria sukses tampil konsisten. Gusti awalnya hanya menjadi penghangat bangku cadangan dan kalah bersaing dengan bek timnas U-19, Firza Andika. Namun dia sempat mencuri posisi starter setelah Firza trial ke Belgia.
Gusti tampil di 12 laga dan 8 di antaranya sebagai starter. Kepercayaan itu didapatkannya sejak PSMS ditangani Peter Butler. Gusti punya kemampuan bola set piece yang tajam dengan kaki kidalnya. Dia juga diandalkan untuk melepas umpan-umpan silang ke depan.
Namun menjelang akhir kompetisi, posisi Gusti kembali digeser, Muhammad Alwi Slamat yang posisi aslinya bukan bek kiri. Namun di usianya yang masih 23 tahun, Gusti yakin bisa lebih berkembang lagi kemampuannya.
Saat ini, Gusti mengatakan ingin menikmati masa liburan. “Kita lihat saja nanti seperti apa (soal klub). Saat ini, saya masih mau tenangin pikiran dulu dan kumpul bareng keluarga,” ucapnya.
Sebelumnya Gusti ikut memperkuat Medan All Star saat laga eksebisi kontra Bansar FC di Langkat. Laga itu menjadi kesempatannya bereuni dengan rekan-rekan pesepakbola Medan yang selama ini terpisah di klub-klub berbeda. (don)
ist
DILANTIK: Dr Haposan Siallagan SH MH diabadikan bersama Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing usai dilantik sebagai Rektor Universitas HKBP Nommensen UHN Medan masa bakti 2018-2022 di Gereja HKBP Sudirman Medan, Jumat (21/12)
ist DILANTIK: Dr Haposan Siallagan SH MH diabadikan bersama Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing usai dilantik sebagai Rektor Universitas HKBP Nommensen UHN Medan masa bakti 2018-2022 di Gereja HKBP Sudirman Medan, Jumat (21/12)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dr Haposan Siallagan SH MH dilantik sebagai Rektor Universitas HKBP Nommensen UHN Medan masa bakti 2018-2022 oleh Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing didampingi Sekjen HKBP Pdt Dr David F Sibuea. Haposan menggantikan Dr Ir Sabam Malau. Pelantikan Haposan digelar di Gereja HKBP Sudirman Medan, Jum’at (21/12).
Haposan dilantik sebagai Rektor UHN usai meraih 29 suara. Oleh Senat, suara Haposan disebut terbanyak. Kebaktian yang dipimpin Pdt Dr Martongo Sitinjak mengawali prosesi pelantikan. Martongo menekankan bahwa ilmuan harus lebih dekat kepada tuhan. Sebab, ilmuan belajar tentang kebenaran.
”Ilmu dan Pengetahuan bisa dikejar. Tetapi kasih berasal dari Allah sebagai sentral kehidupan. Tuhan Yesus telah memulihkan kemanusiaan kita. Akademisi harus menjunjung tinggi kebenaran dan dekat dengan iman,” kata Pdt Martongo.
Rektor UHN yang baru, Haposan menyatakan, UHN harus siap menghadapi tantangan globalisasi dan revolusi 4.0. UHN akan mendorong lulusannya berkompetensi global.
”UHN akan kita dorong menjadi Universitas Riset dan menjadi universitas berjiwa enterpreneurship. Inovasi-inovasi akan kita dorong di UHN ini,” kata pria lulusan Doktor Hukum Tata Negara ini.
”Bahkan UHN siap jadi bagian dari World Class University. Mari kita bangun UHN dengan prinsip harmoni dari daya saing lokal menuju Wolrd Class University,” sambung dia.
Pengembangan UHN di era globalisasi ini, kata Haposan, harus menghasilkan lulusan bermartabat dan berkarakter. “Kemudian membuat UHN dari Teaching University menjadi Research University, penguatan mutu pengabdian kepada masyarakat dan peningkatan kapasitas manajemen di lingkungan UHN,” ujar Haposan optimis.
Sementara, Rektor UHN masa bakti 2014-2018, Dr Ir Sabam Malau menjelaskan progres yang sudah ditempuh UHN. Kata dia, ada 53 orang yang sudah menyandang gelar Doktor. Sementara, juga ada 72 orang tengah dalam proses kuliah.
Bahkan, Dana Abadi Beasiswa Doktor dan Dana Abadi Beasiswa Mahasiswa pun meningkat pesat. “Ini menunjukkan wujud bahwa UHN sangat peduli dengan orang miskin. Semua pencapaian yang dilakukan ini karena kerjasama tim. Tantangan Rektor di UHN setiap jamannya berbeda. Semua Rektor di UHN adalah orang yang berhasil,” ujar dia.
”Rektor UHN yang akan datang mampu melakukan yang terbaik. Saya siap mendukung,” tandas mantan Rektor UHN yang lulusan S3 dari Jerman ini. (azw)
Petugas Basarnas dibantu warga mengevakuasi korban meninggal akibat tsunami di pesisir Cinangka, Serang, Banten, Minggu (23/12). ANTARA FOTO/Basarnas/pras.
Petugas Basarnas dibantu warga mengevakuasi korban meninggal akibat tsunami di pesisir Cinangka, Serang, Banten, Minggu (23/12). ANTARA FOTO/Basarnas/pras.
SUMUTPOS.CO – Jumlah korban jiwa dan kerusakan akibat tsunami yang menerjang wilayah pantai di Selat Sunda terus bertambah. Data sementara yang dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12) pukul 16.00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka dan 28 lainnya hilang. Sedangkan 556 unit rumah, 9 unit hotel, 60 warung kuliner, dan 350 kapal serta perahu rusak. Menyusul adanya potensi tsunami susulan, masyarakat diimbau menghindari aktivitas di tepi pantai.
KEPALA Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, mereka yang menjadi korban di beberapa kabupaten, yakni di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus. “Jumlah (korban, Red) ini diperkirakan masih akan terus bertambah, karena belum semua berhasil dievakuasi dan belum semua Puskesmas melaporkan korban,” ujar Sutopo seperti dalam rilis yang diterima JawaPos.com (grup Sumut Pos), Minggu (23/12).
Untuk di Kabupaten Pandeglang, tercatat 164 orang meninggal dunia, 624 orang luka-luka, 2 orang lainnya hilang. Kerusakan fisik meliputi 446 rumah rusak, 9 hotel rusak, 60 warung rusak, 350 unit kapal dan perahu rusak, dan 73 kendaraan rusak.
Di Pandeglang, daerah yang terdampak tersebar di 10 kecamatan. Lokasi yang banyak ditemukan korban adalah di Hotel Mutiara Carita Cottage, Hotel Tanjung Lesung dan Kampung Sambolo.
Dikatakannya, mereka yang menjadi korban merupakan wisatawan dan masyarakat setempat. Banyak yang berada di kawasan wisata, seperti Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita. “Belum ada wisatawan asing yang menjadi korban,” katanya.
Sementara di Kabupaten Serang tercatat ada 11 orang meninggal dunia, 22 orang luka-luka, dan 26 orang hilang. Untuk kerusakan bangunann
masih dilakukan pendataan. Di Kabupaten Lampung Selatan, jumlah korban tercatat ada 48 orang meninggal dunia, 213 orang luka-luka dan 110 rumah rusak. Sedangkan di Kabupaten Tanggamus terdapat 1 orang meninggal dunia.
Sutopo mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang ada di wilayah terdampak diminta agar tak melakukan aktivitas di tepi pantai. Pasalnya, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sampai saat ini masih terus berlanjut. Aktivas tersebut tentunya berdampak pada potensi kembali terjadinya tsunami di pantai-pantai terdekatnya masih ada. “Masyarakat supaya menjauhi pantai sementara waktu. Erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus berlangsung yang berpotensi menimbulkan tsunami susulan,” imbau Sutopo.
Dikatakannya, baik itu BNPB, BMKG, sedang menganalisis, apakah memang betul-betul erupsi Anak Krakatau yang menjadi penyebab dari tsunami tersebut.
Ini diakui Ketua Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Tiar Prasetya. Dia mengatakan, pihaknya telah mengirim tim untuk meneliti penyebab terjadinya tsunami Selat Sunda. “Tim kita sudah ke sana, ke Lampung. Itu gunanya survei ke sana. Lampung sudah dan (tim) Tangerang,” katanya di kantornya.
Saat ini, dugaan penyebab tsunami di Selat Sunda yang tidak diawali dengan gempa lantaran adanya longsoran di Gunung Anak Krakatau. Sehingga, pihaknya ingin memastikan benar. “Langkah selanjutnya penelitian lebih lanjut untuk melihat Anak Krakatau secara visual dan sonar. Apakah longsoran itu menyebabkan tsunami? Kalau cuma tsunami saja enggak besar, tapi karena gelombang tinggi dan tsunami. Debatable memang, tapi itu yang paling make sense,” ungkapnya.
Selain itu, Tiar menjelaskan, gejala alam ini memang unik. Karenanya, sampai sekarang masih bersifat dugaan. “Kasus kemarin memang sangat unik, gelombang tinggi kemudian diduga longsoran, mentrigrer tsunami dan lebih kuat dorongannya,” pungkasnya.
Sementara, dalam keterangan tertulisnya, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudy Suhendar menjelaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau selama ini.
Rudy menjelaskan, Gunung Anak Krakatau adalah gunung api strato tipe A atau gunung api yang terbentuk karena letusan Ekstrusi (Erupsi) Ekslposif dan Ekstrusi (Erupsi) Efusif secara terus-menerus dan saling bergantian. Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda ini, merupakan gunung api muda yang muncul dalam kaldera atau fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik, pasca-erupsi paroksismal pada 1883 dari kompleks vulkanik Krakatau.Aktivitas erupsi setelah pembentukan dimulai sejak 1927. Saat itu, tubuh gunung api masih di bawah permukaan laut. Namun, pada 2013, tubuh Anak Krakatau mulai muncul ke permukaan laut. Sejak saat itu hingga kini, Gunung Anak Krakatau berada dalam fasa konstruksi, yang artinya membangun tubuhnya hingga besar.
PVMBG kemudian mengungkapkan, Gunung Anak Krakatau memiliki elevasi tertinggi yaitu 338 meter dari muka laut. Pengukuran tersebut dilakukan pada September 2018 lalu. Karakter letusannya adalah erupsi magmatik, yang berupa erupsi eksplosif lemah (strombolian) dan erupsi epusif berupa aliran lava.
Pada 20 Juni 2016, Gunung Anak Krakatau meletus. Kemudian pada 19 Februari 2017, kembali meletus berupa letusan strombolian. Di 2018, gunung itu kembali meletus pada 29 Juni. Sejak itu sampai saat ini, letusan Gunung Anak Krakatau berupa letusan strombolian.
Lalu, letusan pada 2018 terjadi karena diawali dengan munculnya gempa tremor dan peningkatan jumlah gempa hembusan dan low frekuensi pada 18-19 Juni 2018. Gempat tremor sendiri adalah gempa yang bisa mengindikasikan adanya aktivitas vulkanik di gunung api. Jika gempa tremor terjadi, maka bisa diprediksi dalam beberapa jam selanjutnya gunung api akan segera meletus. Sementara gempa hembusan adalah salah satu tipe gempa yang sumbernya ada di dekat permukaan.
Sejak itu, jumlah gempa hembusan yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau terus meningkat, dan akhirnya pada 29 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau meletus. Lontaran material letusan sebagian besar jatuh di sekitar tubuh Gunung Anak Krakatau atau kurang dari 1 km dari kawah.
Dan sejak 23 Juli 2018, teramati lontaran material pijar yang jatuh di sekitar pantai, sehingga radius bahaya Gunung Anak Krakatau diperluas dari 1 km menjadi 2 km dari kawah.
Kemudian, aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terbaru kembali terjadi pada 22 Desember 2018. Sabtu malam kemarin, Gunung Anak Krakatau meletus. Secara visual, teramati letusan dengan tinggi asap berkisar 300-1500 meter di atas puncak kawah. Sementara, terekam juga gempa tremor dengan amplitudo overscale berkisar 58 mm.
Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB), potensi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, menunjukkan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter kurang lebih 2 km, merupakan kawasan rawan bencana.
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental, hingga 23 Desember 2018, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih tetap Level II (Waspada). Sehubungan dengan status Level II (Waspada) tersebut, PVMBG melarang masyarakat mendekati Gunung Krakatau dalam radius 2 km dari kawah.
Terkait dengan tsunami yang terjadi di Selat Sunda ini, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, tsunami terjadi akibat longsor bawah laut yang disebabkan oleh aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan gelombang pasang akibat peristiwa bulan purnama.
“Jadi kalau statement yang disampaikan BMKG faktor penyebab tsunami adalah longsoran bawah laut yang disebabkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau, yang kebetulan terjadi bersamaan dengan gelombang pasang karena bulan purnama,” ungkap Sutopo di Yogyakarta, Minggu (23/12).
Pendeteksi Tsunami Rusak, Segera Diganti
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat tetap tenang dalam menanggapi informasi bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Namun warga tetap harus waspada. “Masyarakat saya imbau untuk tetap tenang tapi juga waspada, tidak terpancing oleh isu-isu yang menyesatkan,” kata Jokowi di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Minggu (23/12).
Jokowi mengatakan, dirinya telah memerintahkan BMKG untuk terus menginformasikan kepada masyarakat terkait kondisi cuaca dan alam. “Saya juga telah perintahkan BMKG untuk terus-menerus menginformasikan kepada masyarakat mengenai situasi-situasi baik cuaca dan lainnya secepat-cepatnya kepada masyarakat,” katanya.
Jokowi juga sebelumnya mengatakan, telah memerintahkan jajaran seperti BNPB, Kementerian Sosial, Kementian PUPR, TNI dan Polri untuk bergerak cepat melakukan pencarian dan penyelamatan korban bencana tsunami di Banten dan Lampung. Bagi korban luka agar diberi perawatan segera.
“Saya telah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah darurat menemukan korban dan juga melakukan perawatan secepat-cepatnya,” katanya.
Dia juga mengatakan agar peralatan sistem peringatan dini (early warning system) selalu diperiksa kondisinya. “Sebetulnya sudah saya perintahkan juga untuk mengecek semua peralatan itu dan mengganti apabila ada yang rusak,” kata Jokowi.
Untuk penggantian tersebut, Jokowi mengatakan akan masuk di anggaran tahun 2019. “Tapi saya kira ini nanti masuk di anggaran baru 2019 awal Januari akan saya perintahkan agar mengganti peralatan-peralatan yang rusak atau yang sudah lama tidak bisa dipakai,” katanya.
Terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, bencana alam tsunami di Selat Sunda merupakan kejadian yang tidak biasa terjadi, yakni gelombang tsunami tanpa didahului dengan gempa bumi. “Saya sudah berbicara dengan Kepala BMKG dan Geologi. Ini suatu kasus yang tidak biasa, tsunami tanpa gempa. Jadi gejalanya ada kemungkinan dari perubahan atau letusan Gunung Anak Krakatau,” kata Wapres usai memimpin rapat penanggulangan bencana tsunami Selat Sunda di VVIP Room Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (23/12) siang.
Wapres mengatakan, pihaknya telah memerintahkan kepada jajaran pemerintah daerah setempat, jajaran anggota TNI dan Polri, serta Palang Merah Indonesia (PMI) untuk segera menuju lokasi bencana guna melakukan evakuasi. “Dari pemda, TNI, Polri sudah bergerak; dan juga PMI sudah bergerak semua ke sana untuk mengatasi ini,” katanya menambahkan.
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah melakukan pemantauan dari udara untuk meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda, khususnya di wilayah Anyer, Carita, Labuan dan Tanjung Lesung. Panglima menjelaskan, kondisi bangunan yang rusak akibat terdampak tsunami terlihat jelas di wilayah sekitar Pantai Carita.
“Saya baru saja menuju sasaran. Di sepanjang bibir pantai mulai dari Anyer memang belum nampak, tapi ketika masuk di Pantai Carita memang di sana nampak ada beberapa hotel dan tempat wisata terlihat terkena dampak tsunami, termasuk di Labuan,” kata Panglima Hadi.
Helikopter yang ditumpangi Panglima TNI Hadi Tjahjanto tidak dapat mendarat di lokasi kejadian karena cuaca buruk. Sementara itu, Wapres batal melakukan tinjauan ke lokasi terdampak bencana tsunami karena cuaca buruk sehingga helikopter tidak dapat melakukan pendaratan di lokasi. (dho/jpc/bbs/adz)
batara/sumut pos
MELINTAS: Kendaraan melintas di ruas tol Telukmengkudu, Minggu (23/12).
batara/sumut pos MELINTAS: Kendaraan melintas di ruas tol Telukmengkudu, Minggu (23/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Geliat arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Sumatera Utara, sudah terasa sejak Sabtu (22/12) lalu. Lonjakan penumpang sudah terjadi di Stasiun Besar Kereta Api Medan dan Pelabuhan Belawan Demikian juga dengan jalur tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi, sudah mulai dipadati kendaraan.
Direktur Teknis dan Operasi PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) Agus Choliq mengakui, peningkatan arus lalu lintas di jalur tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi sudah mulai terlihat sejak Sabtu lalu. Bahkan menurutnya, kemarin adalah puncak arus mudik Natal 2018.
Karenanya, untuk mengantisipasi atau mengurangi kepadatan lalu lintas, fungsional ruas tol Sei Rampah-Tebingtinggi atau seksi 7 Tol Medan-Tebingtinggi akan dibuka hari ini, Senin (24/12). “Besok (hari ini, Red) sudah difungsionalkan tol Sei Rampah-Tebingtinggi secara gratis mulai pukul 07.00 pagi,” kata Agus Choliq, Minggu (23/12).
Menurutnya, uji coba ruas tol ini akan dibuka hingga 2 Januari 2019 pukul 21.00 WIB. Setalah itu, pintu tol akan ditutup kembali karena masih harus menjalani proses sertifikasi uji laik fungsi dari Kementerian PUPR. “Setelah terbit sertifikat uji laik fungsi dan dan penetapan tarif dari Kementerian PUPR, baru ruas tol ini beroperasi penuh,” jelasnya.
Untuk memberikan pelayanan bagi pemudik di jalan tol, sebut Agus, PT JMKT telah menyediakan temporary rest area di Gerbang Tol (GT) Tebingtinggi, Seirampah dan Telukmengkudu. Adapun fasilitasnya berupa mushalla, kios Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fasilitas top up (deposit atau isi ulang saldo e-toll).
Agus juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak menggunakan fasilitas jalan bebas hambatan ini agar memastikan saldo di kartu e-toll mencukupi untuk membayar tarif tol yang telah diberlakukan sejak tahun lalu. Karena sejak awal November lalu, pembayaran tunai tidak lagi bisa dilakukan jika saldo tidak mencukupi. “Kita mengimbau ke pengguna jalan tol MKTT, supaya dipastikan saldo e-toll cukup. Silahkan top up (isi ulang) terlebih dahulu di Indomaret, Alfamart atau ATM sebelum memasuki tol. Himbauan ini tentu untuk kelancaran transaksi di gerbang tol keluar,” sebut Agus.
Sedangkan secara teknis, untuk menghadapi arus kendaraan yang tinggi, pihaknya lanjut Agus, akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Seperti petugas peralatan yang sudah disiapkan untuk melayani pengguna jalan nantinya. “Kita juga akan gerakan sistem buka tutup di gerbang tol Tebingtinggi, Sei Rampah dan Teluk Mengkudu,” sebutnya.
1.400 Personel Amankan Nataru
Kepadatan lalu lintas juga terpantau di sejumlah loket bus di kawasan Jalan Jamin Ginting dan Jalan Sisingamangaraja Medan. Amatan Sumut Pos, Minggu (23/12) sore, kepadatan arus lalulintas terjadi karena sejumlah angkutan menaikkan dan menurunkan penumpang di loket-loket tersebut.
Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto juga mengakui, puncak arus mudik Natal sudah terjadi dan bakalan terus berlanjut hingga Senin (24/12), puncaknya. “Kebetulan sudah libur anak sekolah, dan besok (hari ini, Red) bakal menjadi puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2019,” ungkapnya.
Ia mengatakan, setidaknya telah dipersiapkan 1.400 personel Polri mengamankan malam dan perayaan misa natal. Sterilisasi dan sejumlah kendaraan taktis pun sudah disiapkan. Namun, ketika ditanya soal bagaimana teknis pengamananya, perwira polisi berpangkat melati emas ini enggan membeberkan. “Kalau itu teknis, ya tak bisa kita ungkapkan. Nanti para pelaku pembuat onar ini malah jadi tahu bagaimana pola pengamannya. Malah jadi kebobolan kita,” sebutnya.
Menurutnya, dari hasil amatan, ruas jalan yang terpantau mengalami peningkatan kepadatan arus lalulintas yakni ruas Medan-Berastagi. “Karena sudah libur panjang, arus lalulintas orang berlibur terpantau sudah mengarah di sana,” sebutnya.
Hamil Kurang 14 Minggu Dilarang Naik KA
Lonjakan penumpang di Stasiun Besar Kereta Api terjadi sejak Sabtu (22/12). Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M Ilud mengatakan, sedikitnya 15.074 penumpang berangkat dan tiba di Stasiun Besar Kota Medan. “Persentase pencapaian target naik mencapai 110 persen tahun ini. Tanggal yang sama pada angkutan Natal 2017, tercatat 13.706 penumpang,” kata Ilud.
Sedangkan jumlah total penumpang selama 3 hari teakhir (tanggal 20-22 Desember 2018), berjumlah 42.123 penumpang atau naik 112 persen dibanding pada periode yang sama di tahun lalu sebanyak 13.706 penumpang. “Diperkirakan hari ini (kemarin, Red) aktivitas penumpang dengan jumlah besar tetap berlangsung,” tutur Ilud.
Dalam keempatan itu, Ilud menimbau kepada ibu-ibu hamil yang ingin melakukan perjalanan jauh dengan jasa transportasi kereta api, agar mengikuti ketentuan. Di mana wanita hamil yang diperbolehkan naik kereta api di usia kehamilan minimal 14 minggu dan maksimal 28 minggu.
“Jika usia kehamilannya kurang dari 14 minggu atau lebih dari 28 minggu, wajib melampirkan surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan kandungan dalam keadaan sehat. Kemudian, tidak ada kelainan dalam kandungan dan wajib didampingi minimal satu orang pendamping dewasa,” beber Ilud.
Apabila kedapatan penumpang ibu hamil yang menyimpang dari ketentuan tersebut saat melakukan proses boarding pass, calon penumpang itu diwajibkan melakukan pemeriksaan di pos kesehatan stasiun keberangkatan. Kemudian, membuat surat pernyataan bahwa PT KAI dibebaskan dari pertanggungjawaban jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan.
“Sementara apabila kondektur mendapati penumpang hamil yang melanggar ketentuan tersebut di atas KA, maka penumpang hamil yang bersangkutan wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan, dia sanggup melakukan perjalanan KA jarak jauh dan segala risiko menjadi tanggung jawab penumpang,” tutur Ilud.
Ilud mengatakan, apabila hasil pemeriksaan petugas pos kesehatan di stasiun keberangkatan menyatakan bahwa penumpang tersebut tidak direkomendasikan untuk melakukan perjalanan jarak jauh, tiket atau boarding pass penumpang yang bersangkutan dapat dibatalkan.
“Dan bea tiket akan dikembalikan secara tunai sebesar 100 persen di luar bea pemesanan, begitu juga dengan tiket calon penumpang yang mendampingi ibu hamil tersebut,” sebut Ilud.
KM Kelud Membludak
Melonjaknya jumlah penumpang juga terjadi di Pelabuhan Belawan. Diperkirakan, hari ini ribuan penumpang dari Batam akan memadati Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan. Kepala Operasional PT Pelni Cabang Medan, Irwansyah mengatakan, untuk memberikan pelayanan angkutan libur Natal dan Tahun Baru 2019, KM Kelud sudah menjadwalkan keberangkatan pulang pergi (PP) Batam-Belawan, sejak Kamis (20/12) pekan lalu. “Diperkirakan, puncak lonjakan penumpang akan terjadi hari ini, Senin (24/12). Sebelumnya pada Sabtu (22/12), lonjakan penumpang sudah terjadi di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan dengan kedatang sebanyak 3142 penumpang dan keberangkatan sebanyak 793 penumpang,” ungkapnya.
Dikatakanya, selepas kedatangan KM Kelud hari ini, akan langsung bertolak kembali ke Tanjung Priok dan kembali lagi ke Belawan pada Minggu (30/12) mendatang. Untuk kedatangan KM Kelud di hari terakhir di tahun 2018, lonjakan penumpang diperkirakan tidak begitu meningkat. “Pada 30 Desember nanti, mungkin penumpang tidak membludak, karena lonjakan penumpang terjadi besok (hari ini) dengan hari sebelumnya. Namun begitu, pihaknya tetap mengawasi kepadatan penumpang dengan tidak melebihi kapasitas dispensasi 3.164 yang ditetapkan Kementrian Perhubungan,” sebut Irwansyah.
Sementara itu, Humas PT Pelindo 1, Fiona Sari Utami mengatakan, pihaknya telah melakukan pembenahan dan peningkatan fasilitas layanan di seluruh terminal penumpang, dengan fasilitas modern. Mereka telah menerapkan sistem pelayanan e-berthing untuk pelayanan tambatan kapal, serta e-money dan e-pass untuk sistem transaksi online.
Sistem ini merupakan pilot project untuk transaksi nontunai yang pertama kali diterapkan di seluruh terminal penumpang di pelabuhan Indonesia. Selain itu, ada beberapa kebijakan pelayanan penumpang yang diterapkan dengan tidak melayani penjualan tiket dan pas pelabuhan di terminal serta tidak mengizinkan penumpang yang tidak memiliki tiket untuk masuk ke ruang terminal.
“Kunjungan kapal penumpang juga akan mendapatkan prioritas sandar di terminal, dibandingkan dengan kapal niaga bila ada kunjungan kapal secara bersamaan di dermaga itu,” ujar Fiona.
Pengamananbdan monitoring angkutan arus mudik Natal dan tahun Baru 2019 di Pelabuhan Belawan, telah difasilitasi posko bersama yang beranggotakan Kesyahbandaran, Otoritas Pelabuhan, Pelindo 1, Polri, TNI AL, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi dan Kesehatan Pelabuhan.
Tim ini akan bertugas untuk memantau kegiatan embarkasi dan debarkasi, memantau bongkar muat barang, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, kegiatan pusat pengendalian trafik.
Penumpang KNIA Turun 12 Persen
Kondisi berbeda terjadi di Kualanamu Internasional Airport (KNIA). Arus mudik natal dan tahun baru di KNIA mengalami penurunan 12 persen. Data yang ditunjukkan pada H-3 Natal, total penumpang sebanyak 30.904 pada Sabtu (22/12).
Branch Communication And Legal Manager Bandara Kualanamu Wishnu Budi Setianto mengatakan, dari jumlah itu, 24.674 adalah penumpang domestik. Sedangkan penumpang yang berangkat ke luar negeri sebanyak 6.230 penumpang. “Untuk domestik paling banyak ke Jakarta. Sedangkan luar negeri, Singapura dan Kualalumpur,” kata Wishnu, Minggu (23/12).
Angka ini mengalami penurunan pada periode yang sama. Catatan mereka, di periode yang sama (H-3 Natal) pada 2017, penumpang tercatat sebanyak 35.299 orang. “Menurun dua belas persen,” katanya.
Sebelumnya, Wishnu mengatakan, puncak arus mudik natal terjadi pada H-3. Untuk mengantisipasi kerawanan keamanan bandara, Kualanamu menurunkan 700 petugas. Mulai dari TNI, Polri, Avsec, Satpol PP dan stakeholder lainnya. “Tentunya manajemen angkasa pura siap untuk memberikan kenyamanan dan pengamanan bagi pengguna jasa penerbangan,” terangnya.
Meski belum ada maskapai yang mengajukan extra flight, pihaknya sudah melakukan persiapan. Kualanamu menyiapkan 80 penerbangan tambahan berbagai rute.
SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Pencarian korban banjir bandang di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara memasuki hari keenam. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban kelima. Pelaksana Tugas Camat Silima Pungga-punga Eddy Banurean
menjelaskan, jenazah korban yang ditemukan diketahui bernama Nadia boru Hasugian (4). Bocah malang itu ditemukan sekira pukul 09.00 WIB.
Nadia terbawa aliran banjir cukup jauh. Dia ditemukan di sungai Lae Soraya, Kota Subulussalam, Aceh. “Ada dua masyarakat yang sedang memancing melihat jenazah korban,” kata Eddy, Minggu (23/12).
Begitu jenazah ditemukan, dua warga yang memancing itu kemudian memanggil warga. Jenazah Nadia dibawa ke pinggir sungai. “Polisi kemudian membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Kota Subulussalam. Dan menginformasikan kepada kita yang ada di Dairi,” ungkapnya.
Dari foto-foto yang dikirimkan, orang tua Nadia, Nesprin Hasugian langsung hafal dengan tanda atau ciri-ciri anaknya. Yang paling ditandainya adalah anting yang dipakai. Nesprin dan beberapa petugas SAR pun kemudian langsung berangkat ke Subulussalam. Sekira pukul 17.30 WIB, jenazah kemudian diberangkatkan ke Dairi.
Hingga kini belum ada gambaran apakah masa operasi pencarian akan di perpanjang atau tidak. “Masih dalam pembahasan. Kita tunggu keputusannya besok,” ungkapnya.
Rencananya pencarian akan dilakukan hingga Senin (24/12). Sesuai standar operasi SAR. Untuk diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah desa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Selasa (19/12). Akibat bencana itu, sekitar 110 hektare lahan pertanian dan perkebunan rusak berat. Saluran irigasi juga rusak. Termasuk akses jalan desa. Tidak sedikit juga masyarakat yang kehilangan ternaknya karena hanyut terbawa arus. (pra/jpc)
dok. Susi Air
ERUPSI: Kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau usai tsunami dari pantauan udara, Minggu (23/12).
dok. Susi Air ERUPSI: Kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau usai tsunami dari pantauan udara, Minggu (23/12).
JAKARTA , SUMUTPOS.CO – Tsunami di wilayah Banten dan Lampung disebabkan oleh longsor lereng Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Longsoran Gunung Anak Krakatau tersebut diperkirakan seluas 64 hektare.
“Kita akan melakukan survei laut, survei laut itu untuk membuktikan adanya endapan-endapan material longsor yang tadi diduga itu. Jadi kalau ada tadi kan dugaannya kurang lebih 64 hektare yang longsor,” kata Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin usai pertemuan di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2018)n
Sebelumnya Kemenko Maritim mengumpulkan para pakar dari BMKG, BPPT, LIPI, BIG, dan Badan Geologi. Tsunami kali ini dinilai berbeda karena tak didahului gempa signifikan atau peristiwa luar biasa lainnya sehingga Kemenko Maritim mengumpulkan para pakar.
Nantinya akan dilakukan pengecekan material yang jatuh ke laut. Sehingga diketahui pasti berapa luas longsor Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan tsunami.
“Kan batuannya tersimpan di dasar laut sana kita akan kirim kapal dengan peralatan untuk membuktikan itu. Namun pelaksanaannya akan kita tunggu sampai kondisi aman. Karena sekarang kan kondisi belum cukup aman,” ujar Ridwan.
Dalam kesempatan terpisah, BNPB menyebut masih ada potensi tsunami sehingga masyarakat diimbau waspada. Selain itu disebutkan pula longsor bawah laut Gunung Anak Krakatau masih terus terjadi.
Panggung Seventeen Hanya 3-4 Meter dari Laut
Sementara itu, grup band Seventeen menjadi korban tsunami di Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam. Saat peristiwa ini terjadi, Seventeen tengah tampil dan baru membawakan dua lagu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, panggung yang menjadi lokasi tampil Seventeen berjarak sekitar 3-4 meter dari laut dengan posisi membelakangi pantai. Sutopo menyebutkan, Seventeen hadir sebagai bintang tamu dalam acara gathering para karyawan PLN di Tanjung Lesung.
“Tiba-tiba tsunami datang dari balik panggung, tidak ada peringatan atau tanda-tanda,” kata Sutopo, dalam jumpa pers di Kantor BPBD DIY, Yogyakarta, Minggu (23/12).
Sebanyak 260 orang yang mengikuti acara gathering PLN juga terkena terjangan tsunami. Dari data sementara, 14 orang meninggal dunia dan 157 orang selamat. “Ada 89 yang belum ditemukan atau belum bisa dihubungi,” kata Sutopo. Menurut dia, selain membelakangi pantai, panggung tempat Seventeen tampil jaraknya cukup dekat dengan laut.
Personel Seventeen yang menjadi korban meninggal dunia adalah pemain bass Seventeen, M Awal Purbani; gitaris Seventeen, Herman Sikumbang, serta Road Manager Seventeen Oki Wijaya. Sementara, drumer Seventeen, Andi, sampai saat ini belum ditemukan. Demikian pula istri vokalis Seventeen, Ifan, yaitu Dylan Sahara.
Wisatawan yang Sedang Liburan jadi Korban
Sutopo juga menjelaskan, sebagian korban tsunami yang melanda sejumlah wilayah pantai di Selat Sunda merupakan wisatawan yang sedang menikmati liburan. “Banyak korban adalah wisatawan dan masyarakat setempat. Daerah wisata sepanjang pantai, dari Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang dan Pantai Carita sedang banyak wisatawan berlibur yang kemudian diterjang tsunami,” kata Sutopo dalam keterangan persnya, Minggu sore.
Kelima kawasan wisata pantai itu berada di sekitar wilayah Banten. Sutopo menyebutkan, tidak ada warga negara asing (WNA) yang menjadi korban. “Tidak ada korban warga negara asing (WNA). Semua warga Indonesia,” kata Sutopo.
Sementara berdasarkan data terbaru, sebanyak 31 orang yang ikut rombongan gathering PLN tewas akibat tsunami di Banten. “Korban meninggal 31 orang,” kata kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR I Made Suprateka dalam keterangannya, Minggu (23/12).
Suprateka mengatakan, angka itu berdasarkan data per pukul 18.00 WIB. Dari jumlah total 199 orang dalam rombongan itu, 9 diantara masih dinyatakan hilang dan sisanya selamat dari maut.
PLN juga mendirikan 3 posko di wilayah Banten, yaitu di UIT JBB Gandul, PLTU Labuan dan UPT Cilegon. Rencananya tim dari PLN akan terus melakukan penyisiran dan pemulihan esok hari.
“Rencana kerja besok dari team PLN di lapangan: menyisir ulang puing-puing bangunan yang roboh, menyisir pantai, kerjasama dengan nelayan, minta bantuan Basarnas untuk patroli laut dan pemulihan jaringan yang tiangnya roboh,” paparnya.
Suprateka juga mengungkapkan, PLN akan memberikan santunan untuk rombongan family gathering yang jadi korban. Mereka diberi santunan karena sedang dalam perjalanan dinas. “Oh, tentu sudah pasti (dapat santunan). Ini perjalanan dinas acara employing gathering ini adalah tugas dari perusahaan yang dilaksanakan setiap tahun,” kata Suprateka.
Suprateka mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk evaluasi kerja karyawan selama satu tahun terakhir. Namun dia belum memastikan berapa nilai kompensasi yang akan diterima korban.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Asik menghitung inex merk minion berwarna hijau muda, Sukardi alias Adi (39) ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai. Dari tangan warga Jalan Pukat Banting, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, petugas menyita 150 butir pil ekstasi yang mau dijualnya.
Polisi yang menyaru sebagai pembeli menangkap Adi di atas sepedamotor Honda Astrea BK 2653 EK warna hitam. Tepatnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara, Rabu (20/12) pukul 18.20 WIB.“Itu kurirnya saja,” kata Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto ketika dikonfirmasi, Minggu (23/12).
Penangkapan Adi berawal ketika, polisi mendapat informasi bahwa Adi adalah salah satu jaringan peredaran pil ekstasi.Ditanya lebih rinci jaringan mana, Aris enggan menjabarnya. Menurut Aris, Adi merupakan seorang kurir.
Lantas, siapa pemilik barang bukti ini? “Masih dalam penyelidikan,” jawab mantan Kasat Reskrim Polres Binjai ini.Bagi penggemar hiburan malam, barang bukti seberat 61,31 gram ini dikenal dengan sebutan Minion Hijau.
Di luar tempat hiburan malam, satu butirnya dihargai Rp150 ribu. Sedangkan bila di dalam tempat hiburan, dipatok seharga Rp250 ribu.“Tersangka belum sempat (bilang) harganya. Tengok dulu (disuruh tersangka),” ujar dia.
Sebagai seorang kurir, Adi disangkakan Pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
Sementara, Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting dalam keterangan tertulis yang diperoleh wartawan, kemarin (22/12) menyatakan, polisi juga menyita 1 buah telepon genggam jenis android merek Samsung warna putih dan 1 unit sepedamotor Honda Astrea BK 2653 EK warna hitam sebagai barang bukti. Dia membenarkan, polisi menangkap Adi dengan cara menyaru sebagai pembeli atau undercover buy.
“Petugas Sat Res Narkoba Polres Binjai mendapat informasi bahwa pelaku adalah salah satu anggota jaringan peredaran pil ekstasi. Kemudian petugas menindaklanjuti informasi dan melakukan pemesanan dengan cara menelpon pelaku dan menunggu pelaku di TKP (penangkapan),” tulis Siswanto melalui pesan WhatsApp.
“Setibanya di TKP, selanjutnya pelaku mengeluarkan 1 paket yang diduga berisi pil ekstasi kepada petugas yang melakukan undercover buy,” tambah mantan Kanit Dalmas Sat Sabhara Polres Binjai ini.
Siswanto melanjutkan, Adi ditangkap polisi ketika tengah menghitung jumlah pil dugem yang mau dijualnya.Namun, keterangan Siswanto bertolak belakang dengan pernyataan Kasat Narkoba AKP Aris Fianto.
Menurut Siswanto, saat dilakukan interogasi oleh petugas, Adi mengaku barang bukti inex yang diperlihatkan kepada polisi adalah miliknya.
“Pelaku mengakui bahwa BB (barang bukti) pil ekstasi yang diperlihatkan oleh petugas adalah miliknya dan untuk dijual pelaku (Adi). Setelah mengamankan pelaku dan barang bukti, kemudian membawa pelaku dan barang bukti ke Sat Res Narkoba Polres Binjai untuk dilakukan proses selanjutnya,” ujarnya.
Hingga kini, penyidik Sat Res Narkoba Polres Binjai tengah lengkapi administrasi penyidikan tersangka.
“Selain melengkapi Mindik, penyidik juga melakukan cek barang bukti ke Labfor dan melengkapi berkas untuk dikirim ke JPU,” tandas Siswanto.(ted/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perayaan Natal tahun ini, sebanyak 2.306 narapidana di jajaran Lapas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara akan mendapatkan remisi. Bahkan, 30 napi diantaranya akan langsung menghirup udara bebas.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham, Abdul Aris mengatakan, jajaran UPT pemasyarakatan telah mengusung warga binaan yaitu langsung ke Kemenkumham.
“Yang mendapat Remisi Khusus (RK I) berjumlah 2.276 orang dan RK II (bebas) total 30 orang. Keseluruhan yang menerima remisi 2.306 orang,” ucapnya.
Aris melanjutkan, nantinya para narapidana yang memperoleh remisi mendapat potongan masa hukuman yang bervariasi mulai dari 15 hari hingga 60 hari.
Untuk remisi Perayaan Natal 2018 ini, akan diserahkan masing-masing UPT kepada wargabinaan di Lapas dan Rutan di Sumatera Utara.
“Nanti masing-masing Kepala UPT akan memberikan SK Remisinya kepada wargabinaan,” ucap Aris.
Aris menambahkan, saat ini warga binaan yang berada di Lapas dan Rutan di Sumatera Utara, tercatat sampai tanggal 23 Desember 2018, sudah mencapai 33.719 orang.
Dengan ini, status Lapas dan Rutan di Sumatera Utara over kapasitas hingga 300 persen.
Saat ini, jumlah lapas, rutan maupun cabang rutan di jajaran Kanwil Kemenkumham berjumlah 39 UPT. Adapun perincian narapidana pria sebanyak 21.857 orang, Narapidana perempuan jumlahnya, 1.193 orang.
Kemudian khusus Rutan, tahanan pria sebanyak 10.153 orang dan tahanan perempuan berjumlah 516 orang. Sisanya merupakan tahanan anak dari Lapas Klas IA Khusus Anak Medan.
Sementara, Kalapas Klas IA Tanjunggusta Budi Situngkir mengatakan, belum melihat secara rinci narapidana binaannya yang mendapat remisi.
Mantan Kalapas Klas IIA Binjai ini mengaku, akan memberikan informasi nama-nama warga binaan tersebut saat hari H pembacaan remisi. (man/ala)