Home Blog Page 5794

Jubileum 50 Tahun GKPI Gang Sado Bersama Mewujudkan Perubahan

JUBILEUM: Pendeta, jemaat, panitia Perayaan Puncak Jubileum50 tahun GKPI Gang Sado Medan menyanyikan selamat HUT 50 Tahun GKPI.
JUBILEUM: Pendeta, jemaat, panitia Perayaan Puncak Jubileum50 tahun GKPI Gang Sado Medan menyanyikan selamat HUT 50 Tahun GKPI.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perayaan Puncak Jubileum 50 Tahun GKPI Gang Sado, Jalan Taduan Medan pada Sabtu (3/11) siang, berlangsung sukses dan penuh hikmad.

Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI Gang Sado diawali dengan ibadah yang dibawakan oleh Pdt HB. Simanjuntak, STh MPdK (Pendeta Resort Medan Timur II) dengan paragenda dan Pdt Parlindungan Purba, STh MA (Korwil I Medan-Binjai-Langkat) sebagai pengkhotbah.

Kegiatan ibadah inipun semakin khusuk, karena panitia menghadirkan bintang tamu yang sangat giat dalam mempopulerkan alat musik suku Batak, dan juga mantan Pemuda/i GKPI Gang Sado Medan, yakni Hardoni Sitohang.

Usai kegiatan ibadah, panitia pesta Jubileum 50 GKPI Gang Sado menampilkan Sianturi Dancer dan artis cilik lagu Rohani, Kristiani.

Ketua Panitia Pesta Jubileum 50 Tahun GKPI Gang Sado, Frans Sugiarto Manullang, SH MSi menyampaikan sedikit pesan thema acara, “Bersama Mewujudkan Perubahan”.

Ini dimaksudkan, agar seluruh Jemaat GKPI Gang Sado, PHJ, Penatua dan seluruh tamu undangan yang hadir dapat bersama-sama untuk bergotongroyong dalam mewujudkan perubahan. Baik di dalam pelayanan berjemaat, maupun melayani masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi rasa kasih dan penuh tanggung jawab terhadap Tuhan.

Frans Sugiarto menambahkan, dirinya tak pernah membayangkan diusianya 31 tahun menjadi sejarah bagi semua GKPI yang ada di Indonesia, karena dipercaya menjadi Ketua Panitia termuda untuk melaksanakan Pesta Jubileum 50 tahun. “Ini semuanya berkat campur tangan serta kerja sama dari semua panitia terlebih karena Tuhan Yesus, selaku Kepala Gereja yang turut bekerja yang sangat luar biasa dalam mensukseskan dan membantu acara ini hingga dapat menjadi seperti ini,”katanya.

Sementara itu, Pnt JH Manullang, SPd selaku Guru Jemaat GKPI Gang Sado Medan mengatakan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi jemaat dan semuanya, serta berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh jemaat kedepannya.

Manullang berharap di usia yang sudah setengah abad, GKPI Gang Sado berdiri terlebih dalam bidang pelayanan rohani dan mengajak semua yang hadir untuk tetap mendoakan GKPI Gang Sado agar semua dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya.”Satu hati, satu beban, satu tanggung jawab dalam melaksanakan dengan apa yang menjadi thema di dalam acara ini (Bersama Mewujudkan Perubahan),” tuturnya.

Acara puncak Jubileum GKPI 50 Tahun ini juga begitu banyak memberikan hadiah baik melalui kupon, maupun lucky draw tertib acara (Kulkas, Televisi, Mesin cuci, sepeda, Rice Cooker, Blender, Dispenser dan puluhan hadiah lainnya).

Tak lupa, Ketua Panitia Frans Sugiarto Manullang, SH MSi mengucapkan terimakasih buat semua panitia dan simpatasin terlebih buat saudari Renny Manurung selaku owner Dame Ulos yang memberikan kontribusinya. (*/rel)

Wali Kota Subulussalam Kunjungi Pakpak Bharat

.

PAKPAK BHARAT, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Subulussalam terpilih periode 2019 – 2024, Affandi Alfian Bintang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pakpak Bharat, dalam rangka mempererat tali persaudaraan antara sesama sahabat yang selama ini sempat vakum karena kesibukan masing-masing, Senin (5/11).

Kedatangan Wali Kota terpilih ini langsung disambut oleh Bupati Pakpak Bharat, Dr Remigo Yolando Berutu, MBA MFin didampingi anggota DPRD, Mhd Said Darwis Boangmanalu serta bersama sejumlah pimpinan OPD di Ruang Sigellem Rempu, Kantor Bupati Pakpak Bharat.

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih tiga jam tersebut, Bupati Remigo menjelaskan tentang situasi terkini dan Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam mengelola birokrasi menggunakan Teknologi Informasi (TI).

Bupati juga mengajak rombongan Wali Kota terpilih untuk melihat-lihat serta menjelaskan beberapa e-Government Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat yang sudah berjalan hingga saat ini seperti ; e-Agenda, Simral, e-Surat, Panggilan Darurat 112 dan lain sebagainya.

Wali Kota Subussalam terpilih dan rombongan pun sangat antusias mendengarkan penjelasan Bupati Remigo tentang Program dan Kebijakan daerah dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten yang masih berumur 15 tahun tersebut.

Affandi sendiri mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Bupati Remigo atas sambutan hangat yang diberikan kepada pihaknya, serta yang telah sudi berbagi ilmu di bidang pemerintahan.

Usai bersilaturahmi di Gedung Sigellem Rempu, Bupati dan rombongan beranjak menuju Rumah Candu, Pendopo Bupati Pakpak Bharat untuk diskusi ringan sembari menikmati teh Gambir produk lokal Kabupaten Pakpak Bharat. (tam/han)

Ratusan Guru Honorer Geruduk DPRD Karo

TEMUI: Perwakilan guru honorer di Pemkab Karo menemui anggota DPRD Karo untuk meminta dukungan agar nasib mereka diangkat sebagai PNS diperjuangkan.
TEMUI: Perwakilan guru honorer di Pemkab Karo menemui anggota DPRD Karo untuk meminta dukungan agar nasib mereka diangkat sebagai PNS diperjuangkan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Tuntut kejelasan nasib, ratusan guru honorer se-Tanah Karo yang tergabung dalam Forum Komunikasi Honorer Pendidikan Kabupaten Karo, berorasi di depan gedung DPRD Karo, Senin (5/11) siang.

Dalam aksinya, para pahlawan tanpa tanda jasa itu menyampaikan lima poin tuntutan pada pemerintah melalui wakil rakyat.

Kelima tuntutan tersebut meliputi, pemerintah diminta merevisi UU No 5 tahun 2015, semua guru honorer didaftarkan ke dalam database Badan Kepegawaian Daerah (BKD), para guru honorer diangkat secara bertahap menjadi CPNS, gaji para guru honorer disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan terakhir, Kepala Dinas Pendidikan maupun Kepala Sekolah tidak sewenang-wenang memecat mereka.

Apalagi tahun ini Pemkab Karo menerima ASN formasi guru berjumlah 232 orang. Seperti diketahui, tahun ini Pemkab Karo menerima guru sebanyak 232 orang, otomatis ada 232 orang guru honorer yang dipecat secara sepihak.

Selain menyampaikan tuntutan, mereka juga mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap mereka, khususnya guru honorer yang rata-rata sudah puluhan tahun mengabdi. Meski bertugas mencerdaskan kehidupan anak bangsa, namun sampai hari ini gaji yang mereka terima sangat tidak layak dan manusiawi.

Bayangkan saja, dalam sebulan para honorer baik guru maupun operator hanya menerima upah Rp 150-500 ribu/bulan. Gaji tersebut juga baru mereka terima tiga bulan sekali, tergantung pencairan dana BOS. “Kami bertugas mencerdaskan generasi bangsa, tapi gaji kami hanya Rp150 ribu sebulan,” lirih Korlap Forum Komunikasi Honorer Karo,Lukman Sembiring.

Kalau memang tak dibutuhkan, mereka mengaku siap mensweeping semua guru honorer yang mengajar di sekolah yang tersebar di Tanah Karo. Saat ini saja guru honorer dan operator di Tanah Karo berjumlah lebih 1.000 orang.

Perwakilan guru diterima beberapa anggota DPRD Karo. Untuk memperjelas masalah ini, pihak DPRD Karo memanggil Kepala Dinas Pendidikan Karo, Eddi Surianta Surbakti. Dalam pertemuan tersebut, Eddi mengaku beberapa waktu lalu pihaknya dan perwakilan guru honorer sudah menggelar pertemuan.

Dari lima tuntutan tersebut, hanya dua poin yang dianggap untuk dipenuhi dan diperjuangkan. Kedua poin itu, masing-masing peningkatan kesejahteraan dan pemberhentian para guru honorer secara sepihak. “Guru honor adalah mitra Dinas Pendidikan yang sangat dibutuhkan. Apalagi saat ini Dinas Pendidikan Karo juga kekurangan guru. Kami berada di pihak guru honorer, jadi mari kita sama-sama berjuang. Meski begitu, tuntutannya harus relevan,” tegas Eddi.

Dipaparkan Eddi, penetapan gaji sesuai dengan UMK dinilai sulit terwujud karena berkaitan dengan pekerja/karyawan industri. “Guru honorer tidak bisa disamakan dengan pekerja industri. Termasuk jam kerjanya berbeda. Jadi mari kita kaji lagi bersama-sama, soal upah ini juga harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia ,” katanya.

Seperti diketahui lanjut Eddi, honorer baik guru dan operator di Karo berjumlah 1.101 orang , terdiri dari 844 guru dan 257 operator. Jika gaji dinaikkan Rp 1 juta saja, maka anggaran yang dibutuhkan hampir Rp 13 miliar setahun. “Ini harus kita kaji dan bahas lagi bersama DPRD Karo, mengenai ketersedian anggaran dan dari mana sumbernya. Ini yang belum dapat keputusan karena kita ketahui, anggaran kita saat ini sangat terbatas. Meski begitu, masalah ini akan kami bahas kembali,” ungkapnya.

Sementara mengenai poin kedua, Eddi mengupayakan pihaknya tidak akan melakukan pemecatan terhadap honorer. Itu pun dengan catatan melakukan pemetaan dan pendataan guru-guru yang kosong di tiap sekolah. “Kita akan melakukan pendataan dan ketersediaan guru di tiap sekolah.

Kemungkinan tak ada pemecatan karena jumlah guru yang pensiun lebih banyak dari guru baru, jadi Dinas Pendidikan Karo sangat membutuhkan guru honorer,” tandasnya. Untuk mencari solusi terbaik, dalam waktu dekat ini pihak pemerintah dan DPRD Karo akan kembali menggelar pertemuan. (deo/han)

PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perusahaan Umum Jasa Tirta II dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Multi Optimal Sentosa, Senin (5/11) di Kantor Perum Jasa Tirta II, Jakarta. PGN dalam hal ini dihadiri oleh Direktur Utama Gigih Prakoso menyatakan, dengan ditandatanganinya MoU antara ketiga pihak, pengembangan kawasan industri akan menghadirkan kenyamanan beraktivitas bagi pelaku industri yang kelak menghuni kawasan

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perusahaan Umum Jasa Tirta II dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Multi Optimal Sentosa, Senin (5/11) di Kantor Perum Jasa Tirta II, Jakarta. PGN dalam hal ini dihadiri oleh Direktur Utama Gigih Prakoso menyatakan, dengan ditandatanganinya MoU antara ketiga pihak, pengembangan kawasan industri akan menghadirkan kenyamanan beraktivitas bagi pelaku industri yang kelak menghuni kawasan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) menandatangani nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II) dan PT Multi Optimal Sentosa (MOS) untuk mengembangkan kawasan industri Purwakarta, Jawa Barat.

MoU itu ditandatangani bersama antara Direktur Utama PJT II Djoko Saputro, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, dan Kuasa Direksi MOS Hadi Setiadarmaho. MoU secara resmi berlaku pada Senin (5/11/2018).

Saat ini, MOS merupakan badan usaha yang tengah mengembangkan kawasan industri terpadu di Purwakarta, Jawa Barat. Dalam pengembangan dan pembangunan kawasan industri terpadu itu, MOS menggandeng PGN dan PJT II untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan pihak industri.

Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso mengungkapkan dengan ditandatanganinya MoU antara ketiga pihak, pengembangan kawasan industri akan menghadirkan kenyamanan beraktivitas bagi pelaku industri yang kelak menghuni kawasan. Apalagi, terangnya, baik PGN maupun PJT II telah sarat pengalaman menangani banyak klien komersial, termasuk industri besar.

Selain itu, Gigih menilai MoU inipun mencerminkan sinergisitas yang kian kuat antara entitas bisnis guna menggerakkan perekonomian nasional. “Sinergi itu sangat dibutuhkan, pelaku industri harus bersinergi dengan pengembang kawasan, begitu pun pengembang kawasan mesti bersinergi pula dengan pihak lain, termasuk kepada penyedia fasilitas,” katanya.

Dalam MoU, disebutkan nantinya PGN akan menopang sebagaimana kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk dipergunakan bagi MOS. Begitu pun untuk peran PJT II yang juga akan dimanfaatkan bagi pengembangan kawasan industri.

Selanjutnya, MoU akan lebih dimatangkan ke dalam perjanjian kerjasama ataupun dokumen tertulis lainnya. Kelak, perjanjian kerjasama itu akan dijadikan acuan untuk pemanfaatan fasilitas serta skema teknis lainnya.

Salah satu contoh sinergi yang telah dilakukan dengan kawasan industri yang sudah memanfaatkan layanan PGN yaitu Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Kawasan industri itu dikelola oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS). (rel/ram)

Raja Tempe Maling Hati untuk Tamunya

Foto: dahlan iskan/disway. Rustono raja tempe di Jepang didampingi sang istri di pabriknya.
Foto: dahlan iskan/disway.
Rustono raja tempe di Jepang didampingi sang istri di pabriknya.

Oleh: Dahlan Iskan

Cerita raja tempe di Jepang asal Kabupaten Grobogan itu sungguh menarik. Wartawan Disway, Dahlan Iskan, membuat tulisan bersambung, setelah bertemu dengannya dalam lawatannya ke Negeri Sakura itu, pekan lalu. Inilah tulisan seri pertama.

—-

Saya akhirnya mengunjungi pabrik tempe ini. Di Kyoto, Jepang. Milik raja tempe kita: Rustono. Tepatnya di desa Hachiyado, dekat kota kecil Otsu.

Rustono menjemput saya di stasiun Shinkansen Kyoto. Saya memang naik kereta cepat itu dari Tokyo: dua jam. Lalu naik mobilnya. Menuju rumahnya. Yang jadi pusat pengiriman tempe ke seluruh Jepang.

Rumah itu dilengkapi cool storage. Yang suhunya -30 derajat Celsius. Di situlah tempe Rusto’s disimpan. Agar tahan lama. Menunggu dikirim ke pelanggan. Lewat jasa pengiriman.

Saat saya datang istrinya lagi melakukan pengepakan tempe. Dimasukkan ke dalam boks besar. Sang istri tidak memperhatikan kedatangan saya. Lalu kaget.

Kisah tempe Jepang ini sangat menarik. Tapi kisah raja tempenya tidak kalah menarik. Terutama kisah cintanya.

Waktu itu Rustono kerja di hotel Sahid Jogja. Sebagai orang dari desa bin desa, Rustono selalu mimpi: meningkatkan derajatnya. Bisa kawin dengan salah satu tamunya. Atau anak tamu hotelnya.

Ia ceritakan mimpinya itu ke teman-teman sekerjanya. Rustono diejek: orang desa saja mimpi kawin dengan tamu hotel.

Rustono memang berasal dari sebuah desa di Grobogan, Jateng. Tepatnya desa Kramat, dekat Mrapen: asal api abadi untuk setiap ada PON itu.

Orang tuanya petani. Bersaudara 10 orang. Rustono yang nomor 9. Saat kecil ayahnya meninggal. Sang ibu sendirian: membesarkan 10 anaknya.

Begitu tamat SMAN Grobogan Rustono ke Jakarta. Ikut bibinya. Sambil kuliah di Universitas Sahid. Jurusan perhotelan.

Kerja di Sahid Hotel Jogja adalah penugasan pertamanya. Ia anak yang hemat. Dua tahun kerja sudah bisa beli mobil bekas: Jip Willy’s. Ia tukangi Willy’s-nya itu. Jadi mobil yang keren. Ia memang tipe orang yang tidak bisa diam.

Rustono selalu melayani tamu hotel dengan hatinya. Tamu yang ulang tahun ia beri bunga. Yang ia petik dari taman. Ia taruh dalam gelas yang ada airnya. Ia ucapkan selamat ulang tahun pada tamunya.

Demikian juga kalau ada tamu yang lagi berbulan madu. Rustono ringan kaki. Membantu apa saja untuk membuat tamunya senang.

Suatu saat ada tamu dari Jepang. Wanita muda, umur 29 tahun. Sendirian. Rustomo menyapanya dengan keramahan khasnya: keramahan yang ia pertahankan sampai sekarang.

Keramahannya itu membuat sang tamu mudah akrab. Lalu bertanya, keesokan harinya: maukah mengantar ke Borobudur. Berapa harus membayar. Rustono mau. Bahkan menawarkan naik Willy’s-nya. Sang tamu kesenangan. Naik jip terbuka.

Hari Pertama Ujian SKD CASN Pemprovsu, 200 Peserta Langsung Gugur

Foto: Pran Hasibuan/SUMUT POS MENUNGGU: Ribuan peserta CASN Pemprovsu 2018 di Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto menunggu waktu ujian SKD, Sabtu (3/11) lalu.
pran hasibuan/SUMUT POSMENUNGGU: Ribuan peserta CASN Pemprovsu 2018 di Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto menunggu waktu ujian SKD, Sabtu (3/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari pertama pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon aparatur sipil negara (CASN) 2018 pada instansi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 200 orang lebih tidak hadir. Karenanya, mereka yang tidak hadir tanpa keterangan maupun dengan keterangan, otomatis gugur alias tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Kaiman Turnip menjawab Sumut Pos, Minggu (4/11). “Dari 3.300 peserta yang mengikuti tes, ada 200 orang lebih yang tidak hadir. Yang tidak hadir otomatis gugur,” kata Kaiman Turnip.

Kaiman tidak mengetahui pasti alasan atau penyebab ketidakhadiran 200 peserta ujian yang dipusatkan di Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Medan itu pada Sabtu (3/11) lalu itu.

Menurutnya, tidak ada dispensasi (pengecualian) yang diberikan panitia bagi peserta yang absen ataupun terlambat datang selama ujian berlangsung “Jumlah yang tidak hadir ini akan keluar setelah direkap semuanya pada akhir ujian SKD. Dan jumlah 200 lebih peserta yang tidak hadir itu baru hari pertama saja. Sebab sekarang ini ujian masih berlangsung dan belum direkap,” imbuhnya.

Di samping belum mengetahui rincian peserta ujian yang tidak hadir, pihaknya juga belum mendapat informasi tentang berapa banyak peserta yang tidak lulus tahapan ini. “Belum ada, kita hanya melaksanakan ujian. Di papan pengumuman juga tidak disebut lulus atau tidak. Yang ada nilai yang diperoleh,” katanya.

Pelaksanaan ujian sendiri sejauh ini berlangsung aman tanpa kendala apapun. Sementara waktu pembukaan di hari pertama pada Sabtu (3/11), dilakukan oleh Sekdaprovsu R Sabrina. “Kalau masalah mudah-mudahan tidak ada, lancar semua. Dan ada lima sesi yang diujiankan, persepsinya itu ada sekitar 660 orang peserta dan berlangsung seharian (sampai pukul 18.00 WIB),” katanya.

Diketahui, adapun jumlah peserta ujian SKD Pemprovsu sebanyak 9.617 orang. Mereka dibagi dalam tiga gelombang ujian dengan lima sesi setiap harinya. Masing-masing gelombang diikuti peserta ujian sebanyak 3.300 untuk hari pertama dan hari kedua. Sementara pada hari terakhir akan diikuti 3.017 peserta.

Selain peserta dari provinsi, ujian SKD juga diikuti peserta kabupaten dan kota seperti Medan, Binjai, Deliserdang, Serdangbedagai, Karo dan Langkat. Semuanya akan dipusatkan di gedung Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Medan. Khusus peserta SKD instansi Kota Medan akan dilaksanakan mulai 5-7 November, Binjai pada 7 November, Sergai dari 7-8 November, Deliserdang mulai dari 8-11 November, Karo dari 11-13 November dan Langkat dari 13-15 November.

Instansi Kabupaten Deliserdang menjadi peserta terbanyak ujian SKD dengan jumlah 11.791 orang, disusul Pemkab Langkat sebanyak 8.705 orang, Pemko Medan sebanyak 4.896 orang, Pemkab Karo 4.208 orang, Pemkab Sergai 1.467 orang dan Pemko Binjai 1.140 orang.

Pengecekan Boeing 737-8 MAX Lebih Diperketat, Menhub: Audit Khusus Lion Air

istimewa rampcheck: Menhub Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck terhadap Boeing 737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/11).
istimewa
rampcheck: Menhub Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck terhadap Boeing 737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/11).

Kementerian Perhubungan memutuskan untuk melakukan audit khusus terhadap Lion Air. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, audit yang dilakukan mencakup tiga aspek. Yakni standard operational procedure (SOP), kualifikasi awak pesawat, dan koordinasi dengan pihak-pihak stakeholder lainnya. Menteri Perhubungan.

Budi Karya Sumadi meninjau proses pemeriksaan pesawat atau rampcheck yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Boeing 737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (4/11) pagi.

Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kementerian Perhubungan memperketat manajemen keselamatan penumpang dengan melakukan rampcheck pada 11 Boeing 737 MAX 8 serta juga seluruh maskpai penerbangan.

Budi Karya mengatakan, rampcheck sebenarnya dilakukan secara rutin. Dia mengatakan, saat ini pengecekan akan dilakukan lebih ketat. “Rampcheck untuk yang Boeing 737-8 MAX sudah kita lakukan. Setelah itu, kita akan intensif lakukan kepada yang lain.

Rampcheck itu reguler dilakukan, tapi yang sekarang ini kita memang lakukan lebih intensif. Jadi contohnya seperti ini, kalau dulu misalnya sebulan sekali yang akan datang jadi 3 minggu sekali,” kata Budi Karya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/11).

Khusus Lion Air, Budi Karya meminta Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk melakukan special audit pada standar operational precedure (SOP) hingga kualifikasi awak pesawat. “Sejak beberapa hari yang lalu sudah dilakukan special audit. Berkaitan dengan SOP, kualifikasi daripada awak pesawat, dan koordinasi dengan pihak-pihak stakeholder yang lain. Dalam waktu dekat ini akan kita dapatkan laporannya,” ujarnya.

Selain itu, Budi Karya juga telah berkomunikasi dengan beberapa lembaga komunikasi seperti European Union (EU), International Civil Aviation Organization (ICAO), Federal Aviation Administration (FAA) untuk membantu proses audit yang sedang dilakukan dan mengevaluasi apa saja perbaikan yang harus dilakukan.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan lembaga EU, ICAO, dan FAA. Beberapa staf dari lembaga-lembaga itu ada di Indonesia. Saya minta para officer baik di kementerian maupun di operator untuk melakukan koordinasi secara intensif dengan mereka, agar audit yang sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu diteruskan dengan improvement apa yang harus dilakukan saat ini,” jelasnya.

Sementara sejak Kamis (1/11) lalu, management Lion Air Group dan Boeing selaku produsen pesawat menggelar diskusi intens. Hal ini terkait pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat awal pekan kemarin.

“Besok hari Senin (5/11) kami lanjutkan lagi untuk mendiskusikan beberapa hal paling tidak nanti duduk dengan KNKT,” ujar Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro di Rumah Sakit Polri Jakarta, Minggu (4/11).

Pihaknya mengaku membutuhkan bantuan produsen fabrikasi Pesawat Boeing 737 Max-8 asal Amerika Serikat, terkait kecelakaan pesawat yang menyebabkan seluruh penumpang hingga awak kapal itu tewas. “Apakah perlu support dari Boeing mengirimkan informasi ini ke manufacture atau pabrikan, pokoknya saya juga minta Boeing untuk men-support kami,” tuturnya.

Namun Daniel mengaku, pihak Boeing saat ini juga menunggu hasil penyelidikan KNKT. “Mereka wait and see. Boeing itu saklek, hasil KNKT apa baru mereka nanti akan (bersikap). Setelah KNKT tidak bisa menentukan baru tanya ke Boeing, Boeing nanti mau support,” sebut dia.

Lantas apakah Lion Air tetap melanjutkan pengiriman pesawat Boeing 737-8 MAX seperti yang jatuh di perairan Karawang itu? Kata Daniel, pihaknya belum mengetahui pasti.

“Untuk tipe pesawat MAX ini kami masih diaudit, special auditor oleh Kementerian Perhubungan nanti hasilnya seperti apa, dari Kementerian Perhubungan,” pungkas Daniel.

Terkait Suap Mantan Bupati Labuhanbatu, KPK Sita Aset Pangonal

istimewa TERSANGKA: Mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap saat ditahan KPK. Pada Jumat (2/11) dan Sabtu (3/11) lalu, KPK menyita sejumlah aset Pangonal di Medan dan Labuhanbatu.
istimewa
TERSANGKA: Mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap saat ditahan KPK. Pada Jumat (2/11) dan Sabtu (3/11) lalu, KPK menyita sejumlah aset Pangonal di Medan dan Labuhanbatu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan terhadap aset milik mantan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap (PH), yang terjerat kasus dugaan suap, di dua lokasi berbeda, pada Jumat (2/11) dan Sabtu (3/11) kemarin.

Jurubicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan persnya mengatakan, penyitaan aset milik Pangonal dilakukan setelah pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap 37 orang saksi di Polres Labuhanbatu, sejak tanggal 31 Oktober 2018.

“Tim KPK menyisir sejumlah aset yg diduga milik tersangka PH terkait penanganan perkara dugaan suap terhadap yang bersangkutan. Penyitaan aset-aset ini adalah bagian dari proses penyidikan dan diharapkan nanti akan lebih memaksimalkan pengembalian aset pada masyarakat melalui mekanisme keuangan negara atau memaksimalkan asset recovery,” katanya, Minggu (4/11).

Febri menjelaskan, pada Jumat (2/11) lalu, penyidik melakukan penyitan dua bidang tanah yang berlokasi di dekat kantor Bupati (Labuhanbatu), dan sebidang tanah serta bangunan yang berdiri di atasnya pabrik Sawit. “Pabrik sawit ini yang dulu diduga pernah dijual PH pada Andi Narogong,” ungkapnya.

Kemudian, pada Sabtu (3/11) lalu, kembali KPK melakukan penyitaan dua unit ruko di Medan. Yaitu, di Jalan Karya Jaya, Gang Pipa, Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor. “KPK telah memasang plang penyitaan di sejumlah lokasi tersebut,” sebutnya.

Lebih lanjut kata Febri, setidaknya nominal dalam kasus suap ini mencapai puluhan miliar rupiah. “Karena dugaan penerimaan suap terkait proyek-proyek di Labuhanbatu cukup signifikan sekitar Rp50 miliar, yaitu sejumlah Rp46,5 miliar dan dalam bentuk SGD setara sekitar Rp3 miliar sampai saat ini, serta penerimaan lain yang sedang terus diidentifikasi selama yang bersangkutan menjabat,” jelasnya.

“Oleh karena itu, untuk memaksimalkan asset recovery atau pengembalian uang pada negara, maka KPK terus akan mencari aset-aset lain yang diduga milik PH,” sambungnya.

Selain itu, Febri berpesan kepada masyarakat bila memiliki informasi terkait dugaan suap Pangonal Harahap, bisa langsung menghubungi kontak layanan pengaduan masyarakat, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada Kav. 4, Jakarta Selatan 12950. Telp: (021) 2557 8300, Faks: (021) 5289 2456, SMS: 0855 8 575 575, 0811 959 575, E-mail: pengaduan@kpk.go.id.

“Jika masyarakat memiliki informasi, silahkan disampaikan pada KPK. Sekali lagi kami ingatkan juga agar hati-hati membeli aset dalam harga tidak wajar yang terafiliasi dengan kasus Labuhanbatu ini,” tegasnya. (man)

Syachrul Anto: Nyawa Ini untuk Menolong Orang

FEDRIK TARIGAN/JAWA POS/jpg KENANGAN: Satiri Ahmad, Ajie Oye, Syahrul Anto, Hendrata Yudha dan Ibhenk saat berada di Kapal Sadewa, di perairan Utara Karawang.
FEDRIK TARIGAN/JAWA POS/jpg
KENANGAN: Satiri Ahmad, Ajie Oye, Syahrul Anto, Hendrata Yudha dan Ibhenk saat berada di Kapal Sadewa, di perairan Utara Karawang.

JAKARTA, SUMUTPOS.Co – Dalam pesan terakhirnya kepada sang istri, Anto berbicara tentang takdir. Datang dari berbagai latar belakang, para relawan penyelam harus bertarung dengan derasnya arus bawah laut dan ancaman bakteri untuk melakukan evakuasi.

OLEH : DRIAN BINTANG, Surabaya & JUNEKA-TAUFIQURRAHMAN

SELAMA berada di perairan Karawang, tiap kali berpindah tempat, Syachrul Anto tak pernah lupa mengabari sang istri Lyan Kurniawati. Baik berupa pesan tertulis, foto, maupun titik koordinat keberadaan dia.

Anto, sapaan akrab pria 48 tahun itu, berada di perairan Karawang sebagai relawan penyelam. Untuk turut mencari korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan itu pada Senin lalu (29/10).

Tapi, pada Jumat pagi lalu (2/11), pesan yang diterima Lyan dari sang suami sungguh tak biasa. Pria humoris tersebut mendadak berbicara mengenai takdir.

“Pagi itu, satu demi satu penumpang mendekat ke pintu keberangkatan. Sekitar 180 penumpang mendekati takdirnya. Ada yang tertinggal karena macet, ada juga yang batal karena urusan lain. Tak ada yang tertukar. Allah menyeleksi dengan perhitungan yang tak pernah salah,” tulis Anto.

Ternyata, itulah pesan terakhir Anto. Malamnya, sekitar pukul 20.00 WIB, saat Lyan masih di Jogjakarta, kabar duka itu datang: sang suami, ayah dua anaknya, meninggal. “Saya yang ngerasa kalau dia itu capek, tapi dia selalu kukuh untuk berangkat,” kata Lyan sembari terisak di rumah duka di kawasan Bendul Merisi, Surabaya, kemarin.

Anto tergabung dalam Indonesian Diver Rescue Team (IDRT), kumpulan penyelam berlisensi yang telah berpengalaman dalam berbagai misi evakuasi. Kabar musibah pesawat Lion Air bagaikan undangan bagi para anggota IDRT.

Mereka langsung berdatangan ke Jakarta International Cargo Terminal (JICT) II. Ikut dalam evakuasi bersama unsur lain di bawah koordinasi Basarnas.

Sambil membawa peralatan selam masing-masing. Mulai tabung udara sampai kompresor. Peralatan kesehatan mulai cairan antiseptik hingga sarung tangan lateks. Logistik lain juga berdatangan.

Rendra Hertiadhi (50), penyelam dengan kualifikasi instruktur trainer, menuturkan, total ada 23 orang yang bergabung di posko yang didirikan di JICT II itu. Mereka bergantian ke lokasi pencarian korban pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, sekitar dua jam perjalanan dari dermaga di Jakarta Utara itu.

“Minimal yang ikut rescue itu diver master atau instruktur. Kalau latar belakang, bermacam-macam. Ada yang polisi, wiraswasta, dan memang instruktur selam,” kata Rendra yang punya usaha kuliner di Jakarta.

Untuk mengevakuasi korban dari dalam air, diperlukan keahlian khusus yang telah terlatih dan berpengalaman. Apalagi, pesawat tersebut jatuh di kedalaman 30-35 meter yang termasuk penyelaman dalam.

Selain itu, arus bawah laut yang kencang sampai 3 knot menjadi tantangan tersendiri. Meski, bisa diatasi dengan berbagai strategi seperti penyesuaian arus pasang surut laut. Sebab, arus bawah kencang saat pasang dan surut.

“Menyelam mengikuti arus sehingga sampai ke objek. Atau pakai alat underwater scooter untuk melawan arus,” jelas Rendra yang pernah terlibat dalam evakuasi korban jatuhnya AirAsia QZ 8501 di Selat Karimata pada Desember 2014.

Menurut dia, kondisi lokasi kecelakaan Lion Air dan AirAsia tak jauh berbeda. Di AirAsia, kedalaman airnya 35-38 meter, sedangkan Lion Air 30-35 meter. Hanya, di Selat Karimata dekat Pangkalan Bun itu dasar lautnya kebanyakan pasir.

Sedangkan kontur perairan Karawang berlumpur hampir selutut sehingga mudah keruh. “Kalau angin, efeknya ke gelombang nanti ada turbulensi di dasar. Kan dasarnya lumpur, naik airnya keruh, jarak pandang pendek,” ungkapnya.

Tantangan lain adalah masalah kesehatan. Sebab, yang dievakuasi adalah jenazah yang terendam air. Bakteri-bakteri pun rawan menempel pada tubuh dan peralatan selam. “Makanya begitu keluar dari air setelah evakuasi itu langsung diberi cairan disinfektan. Juga pakai alkohol,” kata Rendra.

Saat evakuasi korban AirAsia dulu, jasa Anto sangat dikenang. Sebab, dialah yang berhasil menemukan jenazah kopilot pesawat tersebut. “Waktu gempa di Palu kemarin dia juga ikut, tapi cuma ditempatkan di dapur,” tambah Lyan tentang sang suami yang kemarin dimakamkan di Surabaya tersebut.

Anto aktif menyelam sejak 2014. Karena itu, begitu diminta menggantikan seorang teman untuk mencari korban jatuhnya Lion Air, dengan segera dia berangkat.

Padahal, saat itu dia berposisi di Jogjakarta. Menghadiri acara keluarga bersama sang istri. Peralatan selamnya pun ada di Makassar, kota tempat dia mengelola usaha ekspedisi. “Dia pinjam peralatan dari seorang temannya anggota Basarnas,” ujar Lyan.

Lyan yang sudah hafal jiwa sosial sang suami pun tak menghalangi. Meski, tak seperti biasanya, untuk kepergian kali ini, dia agak berat melepaskan.

Kepala Basarnas Muhammad Syaugi menyampaikan duka dan keprihatinan atas gugurnya Anto. Dia memuji almarhum sebagai sosok militan, senior, dan memiliki jam selam yang cukup tinggi.

“Namun, kalau Tuhan menghendaki lain, tidak ada satu pun yg mampu mencegah,” ucap Syaugi.

Menurut laporan yang diterima, dua personel IDRT, termasuk Anto, pada Jumat sore menyelam turun ke dasar untuk mengecek apakah masih ada sisa korban atau barang. Rekan menyelam Anto sedang mengamati dasar. Saat dia menoleh, Anto sudah tidak ada. “Ternyata sudah naik jauh ke atas. Ditemukan tim SAR. Pingsan,” jelas Syaugi.

Anto langsung diangkat ke atas kapal dan diperiksa tim dokter. Sempat sadar beberapa saat. Tim Basarnas langsung memasukkannya ke dalam tabung untuk didekompresi. Pria yang lahir di Makassar tapi besar di Surabaya itu lantas dilarikan secepatnya ke RSUD Koja. Tapi, nyawanya tak tertolong. “Almarhum adalah pahlawan kemanusiaan,” kata Syaugi.

Di mata keluarga besar, Anto dikenal sebagai pribadi yang supel. Dia tahu bagaimana cara mencairkan suasana. Terutama ketika ada acara kumpul keluarga besar. “Dia (Anto, Red) itu ngerti caranya bercanda, tapi di waktu yang tepat juga,” ungkap kakak ipar Anto, Ibnu Abdillah.

Bayu Wardoyo, team leader IDRT, mengenang Anto sebagai sosok yang berkomitmen tinggi pada kemanusiaan. Di berbagai medan. Baik di laut maupun darat. “Kata-kata yang selalu dia ucapkan, nyawa ini untuk menolong orang,” ujar Bayu.

Bahkan, menurut sang istri, Anto sebenarnya sudah berencana mendirikan yayasan sosial. “Cita-cita suami saya itu mulia, ingin berguna bagi banyak orang. Saya harap dia bisa menginspirasi banyak orang dengan kepergiannya ini,” kata Lyan. (*/c5/ttg)

Tolak Kenaikan Upah Minimum 8,03 Persen, GSBI Minta UMK Medan Rp3,2 Juta

GSBI
GSBI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Sumatera Utara berharap Upah Minimum Kota (UMK) Kota Medan, naik 25 persen. Dengan begitu, UMK Kota Medan akan naik menjadi sekitar Rp3,2 juta. Hal tersebut disampaikan Ketua GSBI Sumut, Eben saat diwawancarai Sumut Pos, Minggu (4/11). Menurutnya, kenaikan UMK 8,03 persen tidak layak untuk Sumatera Utara dan Kota Medan.

“Sumatera Utara penyedia bahan baku bagi kepentingan industri-industri di luar. Maka, ekspor Sumatera Utara cenderung naik Itu pertimbangan bahwa 8,03 persen itu tidak layak untuk Sumatera Utara pada umumnya dan Medan khususnya,” ucap Eben.

Eben menilai, kenaikan 8,03 persen bukan kenaikan upah, melainkan kenaikan uang jajan anak. Pasalnya, kenaikan upah 8,03 persen jika dirata-ratakan sekitar Rp6 ribu per hari. Karenanya, bila hal itu ditetapkan di Kota Medan, sangat tidak wajar apabila ditinjau dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL). “Memang penetapan UMK berdasarkan UMP. Maka untuk itu, kita akan melawan,” sambungnya.

“Kenaikan UMP 8,03% adalah keputusan yang sesat. Peraturan pengupahan itu, sangat subjektif karena tanpa adanya cantolan undang-undang yabg menjadi rujukan di atasnya,” sambung Eben.

Lebih jauh, Eben mengatakan, penetapan UMP Sumut 2019 dengan kenaikan 8,03 persen, mengartikan bahwa Gubernur Sumatera Utara tidak paham dengan persoalan menurunnya daya beli kaum buruh.

Begitu juga kemiskinan akut kaum buruh di Sumut dari tahun ke tahun akibat terpaan kebijakan upah murah, dikatakan Eben tidak menjadi perhatian dan pertimbangan gubernur. “Sejatinya, harapan kami ‘Ayah Edy’ benar-benar bisa membawa kehidupan kaum buruh bermartabat sebagaimana janji beliau dalam kontalasi politik Pilgub kemarin, “ tambahnya.

Oleh karena itu, dikatakannya, GSBI merasa kecewa dan hampir frustasi dengan sikap gubernur. Untuk itu, sebagai bentuk kekecewaan, GSBI bersama 8 elemen buruh yang tergabung dalam APBD-SU, segera melakukan aksi kecaman dan meminta UMP sumut 2019 yang telah ditetapkan, agar direvisi.

“Kita meminta kepada Presiden Jokowi agar mencabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan menetapkan aturan upah yang layak bagi buruh dan keluarganya, agar rakyat Indonesia dan generasinya, bisa menjadi bangsa yang sejahtera, “ tandasnya.