Home Blog Page 5805

Kantor Baznas Deliserdang Diresmikan

Kantor baru Baznas diresmikan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan
Kantor baru Baznas diresmikan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Deliserdang miliki kantor baru yang berada di Komplek Perkantoran Bupati. Kantor baru ini diresmikan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan di Lubukpakam, Kamis (1/11) .

Peresmian Kantor Baznas itu dirangkaikan dengan penyaluran Zakat/Infaq berupa bantuan kursi roda sebanyak 44 unit kepada fakir miskin.

Bantuan pendidikan kepada mahasiswa putra/putri ASN muslim Deliserdang Golongan I dan II sebanyak 26 orang. Bantuan kepada guru magrib mengaji sebanyak 60 orang, bantuan pendidikan kepada lembaga pendidikan Mandiri Cerdas muslimat, bantuan zakat produktif kepada Usaha Kecil sebanyak 59 orang, bantuan bedah rumah sebanyak 7 unit.

Kesempatan itu Ashari mengatakan keberadaan Baznas merupakan instrument untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan, pengelolaan, manfaat zakat yang senantiasa berorientasi pada kepentingan umat, melalui pendekatan program pemberdayaan masyarakat.

Karenanya “lanjut Kepala Daerah” seiring dengan perkembangannya, maka keberadaan Baznas menjadi semakin penting, oleh karena itulah, keberadaan Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Deli Serdang, perlu didorong dan difasilitasi dengan sarana dan prasarana pendukung.

“Semoga kantor Baznas ini dapat dimanfaatkan didalam semakin memperluas jangkauan pelayanan untuk menghimpun dan menyalurkan dana bantuan zakat,” sebutnya.

Sementara itu Ketua DPRD Deliserdang Ricky Prandana Nasution mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Deliserdang dibawah kepemimpinan Bupati H Ashari Tambunan dengan diresmikannya Kantor Baznas ini.

“Dengan adanya kantor Baznas ini berarti komitmen Pemkab Deliserdang terhadap Baznas harus diapresiasi,” kata Ketua DPRD. (btr/han)

1,1 Juta Honorer jadi PNS pada 2014

AKSI: Sejumlah honorer K2 menggelar aksi penolakan digelarnya CPNS di beberapa daerah, baru-baru ini. Aksi ini sebagai bentuk protes tak diakomodirnya harapan para honorer K2 yang ingin langsung diangkan menjadi PNS.
AKSI: Sejumlah honorer K2 menggelar aksi penolakan digelarnya CPNS di beberapa daerah, baru-baru ini. Aksi ini sebagai bentuk protes tak diakomodirnya harapan para honorer K2 yang ingin langsung diangkan menjadi PNS.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Terkait unjuk rasa honorer yang meminta diangkat sebagai ASN, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin menyebutkan, secara hukum permasalahan tenaga honorer sudah selesai pada 2014, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 56 Tahun 2012. Di pengujung era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu, pemerintah mengangkat lebih dari 900.000 tenaga honorer kategori (THK) 1 dan sekitar 200.000 tenaga honorer kategori 2 menjadi PNS.

“Jadi apabila rujukannya hukum, karena kita adalah negara hukum, maka permasalahan honorer seharusnya sudah selesai tahun 2014. Seiring dengan diangkatnya kurang lebih 1,1 juta THK 1 dan THK 2 menjadi PNS,” kata Syafruddin.

Menurut Syafruddin, dampak dari kebijakan tersebut, saat ini komposisi PNS didominasi oleh eks THK 1 dan THK 2. Dari lebih dari 4,3 juta PNS, sebesar 26 persen merupakan eks THK 1 dan THK 2 yang sebagian besarnya diangkat  secara otomatis tanpa tes.

Meski demikian, menurut Syafruddin, masih ada persoalan khususnya bagi sekitar 439.000 lebih THK 2 yang tidak lulus seleksi pada 2013. Ia memastikan, pemerintah tetap memberikan perhatian serius untuk mengurai dan menyelesaikan permasalahan honorer ini. Mantan Wakapolri ini, menegaskan, pemerintah sama sekali tidak menafikan jasa para tenaga honorer yang telah bekerja dan berkeringat selama ini.

Namun, dalam menyelesaikan masalah ini, pemeritah harus memerhatikan kondisi dan kebutuhan objektif negara serta mengikuti peraturan perundangan yang berlaku. Salah satunya, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN yang disahkan di pengujung kepemimpinan SBY. UU ASN mensyaratkan usia maksimal 35 tahun, serta harus ada perencanaan kebutuhan, serta perekrutan harus melalui seleksi.

Atas dasar itu, pemerintah bersama delapan Komisi di DPR RI telah menyepakati skema penyelesaian tenaga honorer K2 sebagai berikut:

  1. Bagi yang memenuhi persyaratan menjadi PNS, disediakan formasi khusus Eks THK 2 dalam seleksi pengadaan CPNS 2018.
  2. Bagi yang tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi PNS, namun memenuhi persyaratan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), akan diproses menjadi P3K dengan status ASN.
  3. Bagi yang tidak memenuhi persyaratan menjadi PNS dan P3K, namun daerahnya masih membutuhkan, yang bersangkutan tetap bekerja, dan daerah diwajibkan memberikan honor yang layak, minimal sama dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK). Syafruddin menambahkan, setelah rekrutmen CPNS 2018 selesai, pemerintah akan segera memproses pengadaan P3K.

“Kami mohon pengertian dari semua pihak. Permasalahan honorer Eks THK 2 ini memang rumit dan kompleks, penyelesaiannya tidak seperti membalikkan telapak tangan,” kata Syafruddin.

Para guru honorer sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa di seberang Istana untuk menuntut agar mereka diangkat sebagai pegawai negeri sipil. Ketua Forum  Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan, aksi unjuk rasa itu sudah dilakukan di sebrang Istana sejak Selasa (30/10/2018). (kps)

Banjir Padang Renggut 2 Nyawa, 1 Rumah Hanyut, 2 Roboh

Foto: Istimewa BANJIR PADANG: Luapan air Banda Bakali Kota Padang merusak hingga merobohkan dinding rumah warga di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Jumat (2/11).
Foto: Istimewa
BANJIR PADANG: Luapan air Banda Bakali Kota Padang merusak hingga merobohkan dinding rumah warga di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Jumat (2/11).

PADANG, SUMUTPOS.CO – Selain merendam ratusan rumah hingga merusak jembatan, bencana banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (2/11), juga merenggut nyawa manusia.

Data sementara dari pihak BPBD Kota Padang mengungkapkan, seorang anak bernama Jihan, 5, warga Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung dilaporkan hanyut terseret air. Anak dari Mita, 25, warga RT 01, RW 04 Jarwai Simpang Empat Bungus itu ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kemudian, seorang bocah bernama Pasilah Azam, 2, warga Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah juga dilaporkan terseret air dan ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Dari informasi, putra Zam Putra, 33, itu tengah bermain di parit dekat kediamannya. Tiba-tiba air drainase tersebut mendadak besar dan menyeret bocah tersebut. Korban berhasil ditemukan usai air mulai surut dalam kedaan sudah tak sadarkan diri. “Betul, itu data sementara,” kata petugas Pusdalops BPBD Kota Padang, Hariza, Jumat (2/11).

Selain nyawa manusia, banjir Kota Padang dilaporkan juga menghanyutkan satu unit rumah kayu di kawasan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan. Rumah yang ditempati 1 KK dengan tiga nyawa itu dilaporkan lenyap terseret arus. Beruntung penghuni rumah selamat.

Selanjutnya, satu unit rumah kayu di Kecamatan Lubuk Begalung juga dilaporkan diterjang air bah. Akibatnya, rumah yang ditempati 4 jiwa tersebut roboh seketika.

Luapan air Banda Bakali juga menuai petaka. Satu unit rumah di kawasan Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara yang berada dekat aliran Banda Bakali juga dilaporkan  roboh akibat hantaman air.

Warga setempat, Weti, 40, mengatakan, dinding rumahnya roboh akibat dihantam luapan air. Namun, ia tidak mengetahui persis pukul berapa musibah itu terjadi. “Jamnya saya tidak ingat. Saat kejadian saya syok,” katanya.

Salah seorang warga lainnya Amir mengatakan, banjir kali ini pertama kali sejak ia bermukim di kawasan itu. Menurutnya, sejak tahun 1983, belum pernah air meluap sebesar ini. “Ini yang paling parah yang pernah saya jumpai,” katanya.

Sebelumnya, hujan deras mengguyur kota Padang, sejak siang hingga magrib, Jumat (2/11) memicu terjadinya banjir longsor, hingga pohon tumbang. Banjir melanda 7 Kecamatan di Kota Padang.

Data sementara, banjir merendam lebih dari 600 unit rumah warga dengan ketinggian mulai 80 centimeter hingga sepaha pria dewasa. Bencana ini juga merusak 2 unit jembatan dan menghanyutkan 1 unit jembatan. (rcc/JPC)

Longsor, Lalu-Lintas Barat Selatan Aceh Macet 2 Jam

Foto dok. BPB Aceh Alat berat jenis beko sedang membersihkan badan jalan yang tertimbun material longsor, di Aceh Jaya- Aceh, Jumat (2/11/2018).
Foto dok. BPB Aceh
Alat berat jenis beko sedang membersihkan badan jalan yang tertimbun material longsor, di Aceh Jaya- Aceh, Jumat (2/11/2018).

ACEH, SUMUTPOS.CO – Longsor yang terjadi di gunung gampong Sawang Kecamatan Setia Bakti Aceh Jaya, Jumat, 2 November 2018, sempat membuat panik pengguna jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh. Lalu-lintas sempat terhambat sekitar dua jam. Namun dengan kesigapan pihak terkait, sekitar menjelang Ashar, badan jalan kembali dapat dilalui.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melalui pesan Whats App media Center BPBA merilis, longsor yang terjadi sebanyak dua kali itu terjadi sekitar pukul 07,25 WIB. Longsor menimpa badan jalan, namun masih dapat dilalui oleh kendaraan.

Longsor kembali terjadi pada pukul 14.42 WIB dengan jumlah material batu dan tanah menutupi seluruh badan jalan sepanjang 20 meter.

Tidak ada korban jiwa maupun harta benda masyarakat dalam peristiwa tersebut. Tapi hampir 2 jam arus lalu lintas sempat terganggu karena tidak dapat dilintasi selama proses pembersihan berlangsung. Untung badan jalan lama masih dapat digunakan sehingga lalu lintas tidak sempat lumpuh.

Kepala BPB Aceh T. Ahmad Dadek, yang dikonfirmasi mengatakan, proses pembersihan badan jalan yang tertimpa longsor telah selesai dan kembali dapat dilewati kendaraan berbagai ukuran.

Namun, dia menghumbau untuk tetap waspada kepada pengguna jalan jalur barat selatan Aceh khususnya di wilayah Aceh Besar – Aceh Jaya. Nengingat kondisi cuaca uang masih berpotensi hujan lebat akan mengancam potensi longsor.

Ada sejumlah titik yang dianggap rawan longsor di wilayah tersebut. Yaitu, gunung kulu Aceh Besar, Geurute, dan sejumlah pergunungan yang dilintasi badan jalan Banda Aceh – Maulaboh dan titik pergunungan yang baru mengalami longsor tersebut. Mengingat sejumlah gunung tersebut masih dalam kondisi labil paska pembelahan badan gunung untuk pengerjaan badan jalan 8 tahun silam.

” Kita imbau para pengguna jalan lebih waspada selama kondisi penghujan ini, terutama dilintas pergunungan dan jika melintasi dimalam hari utamakan kondisi cuaca,” demikian himbau Kepala BPB Aceh Ahmad Dadek. (dln)

Jalan Utama Banda Aceh–Meulaboh Tertimbun Longsor

Foto dokumentasi anggota BPBD Aceh Jaya Kondisi ruas jalan tertimbun longsor di Kilometer 132 Gampong Sawang Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (02/11/2018).
Foto dokumentasi anggota BPBD Aceh Jaya
Kondisi ruas jalan tertimbun longsor di Kilometer 132 Gampong Sawang Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Jumat (02/11/2018).

BANDA ACEH, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang melanda Kabupaten Aceh Jaya sejak Kamis (1/11/2018) malam telah mengakibatkan ruas jalan utama penghubung Banda Aceh – Meulaboh tertimbun longsor, tepatnya di Kilometer 132 Gampong Sawang Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya. Sehingga, arus pengguna kendaraan dari dua arah tak dapat dilalui.

“Longsor pertama terjadi pada pukul 07.25 WIB yang menutup sebagian ruas jalan, kemudian longsor susulan terjadi pada pukul 12.20 WIB hingga mengakibatkan jalan lintas tertutup total,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek , dalam releasenya, Jumat (2/11/2018).

Ruas jalan tertutup longsor sekitar 20 meter dengan ketinggian material batu dan tanah sekitar 50 sentimeter sehingga sempat tak dapat dilalui oleh pengguna kendaraan baik dari arah Banda Aceh tujuan Meulaboh ataupun arah sebaliknya.

“Setelah dilakukan penanganan dengan menggunakan alat berat oleh BPBD Aceh Jaya sekarang sudah mulai dapat dilalui,” katanya. Untuk para pengguna kendaraan yang melintasi ruas jalan pantai Barat Selatan – Aceh, saat berada di kawasan pegunungan yang rawan terjadi longsor, diimbau untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap longsor. Sebab, intensitas curah hujan di wilayah itu saat ini terbilang tinggi.  (kps)

Banjir Landa Padang, Ratusan Rumah Terendam

dok. Pusdalops Kota Padang KEBANJIRAN: Banjir, longsor, hingga pohon tumbang menyasar ruas jalan dan sejumlah titik pemukiman masyarakat. 
dok. Pusdalops Kota Padang
KEBANJIRAN: Banjir, longsor, hingga pohon tumbang menyasar ruas jalan dan sejumlah titik pemukiman masyarakat. 

PADANG, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak siang hingga magrib, Jumat (2/11) membuat sejumlah kawasan kebanjiran. Air diketahui merendam sejumlah kawasan dengan ketinggian bervariasi.

Banjir, longsor, hingga pohon tumbang menyasar ruas jalan dan sejumlah titik pemukiman masyarakat. Dari data BPBD Padang, banjir menyasar Kecamatan Lubuk Kilangan, Lubuk Begalung, Bungus Teluk Kabung, Padang Selatan, Padang Utara dan Kecamatan Pauh.

Data sementara, sedikitnya banjir merendam lebih dari 600 unit rumah warga dengan ketinggian mulai 80 centimeter hingga sepaha pria dewasa. Banjir diketahui juga merusak 2 unit jembatan dan menghanyutkan 1 unit jembatan.

Dari laporan, banjir terjadi akibat luapan sungai, bandar bekali hingga tersumbatnya drainase. Wilayah yang digenang air mulai dari kawasan Bungus, Lubuk Begalung hingga kawasan Gadut, Lubuk Kilangan.

dok. Pusdalops Kota Padang
Tak hanya banjir, pohon tumbang disertai longsor di kawasan Lubuk Peraku, Kecamatan Lubuk Kilangan juga memutus pergerakan lalu lintas Solok-Padang.

Tak hanya banjir, pohon tumbang disertai longsor di kawasan Lubuk Peraku, Kecamatan Lubuk Kilangan juga memutus pergerakan lalu lintas Solok-Padang. Sementara itu, debit air di kawasan Banda Bakali Kota Padang juga meningkat. Bahkan, ketinggian air sungai sudah menjilat rel kereta api.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur menyebutkan, selain aliran batang Kuranji dan bandar bekali, aliran sungai baringin di Lubuk Kilangan juga kian deras dan mengancam jembatan.

“Sampai saat ini laporan yang masuk ke kami, volume air di kawasan aringin meningkat. Bahkan sudah merendam satu unit jembatan. Juga ada kebakaran di Siteba. Untuk kawasan lain, kita masih menunggu laporan, termasuk soal korban jiwa,” kata Rumainur, Jumat (2/11).

BPBD Padang dan Sumbar juga terus meng-update pendataan jumlah rumah yang terdampak banjir. “BPBD Padang sudah turunkan tim ke beberapa titik banjir. Evakuasi akan dilakukan bila ada warga yang terjebak di dalam rumah,” katanya.

BPBD Sumbar mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang dan sekitarnya untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Sebab, cuaca masih dalam keadaan buruk.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau menyebutkan, hujan deras sore ini terjadi nyaris merata di wilayah Sumbar.

Selain Padang, daerah yang terpantau mengalami hujan dengan intensitas tinggi adalah Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pariaman, Solok, Kabupaten Solok, dan Pesisir Selatan. Kondisi ini bisa meluas ke wilayah lain, seperti Padang Panjang, Tanah Datar, dan Kepulauan Mentawai. (rcc/JPC)

Belanja Pegawai Masih Dominasi

Foto Dahlan/SUMUTPOS.CO Bupati Aceh Besar Ir.Mawardi Ali (kiri) didampingi Sekdakab Drs. Iskandar menyerahkan pengantar Nota Keuangan Rancangan qanun APBK tahun 2019 yang diterima langsung oleh Ketua DPRK setempat, Sulaiman,SE didamlingi Wakil ketua DPRK Ansari Muhammad, S.Tp, M.Si dan Sekwan Jamaluddin, S.Sos, MM.
Foto Dahlan/SUMUTPOS.CO
Bupati Aceh Besar Ir.Mawardi Ali (kiri) didampingi Sekdakab Drs. Iskandar menyerahkan pengantar Nota Keuangan Rancangan qanun APBK tahun 2019 yang diterima langsung oleh Ketua DPRK setempat, Sulaiman,SE didamlingi Wakil ketua DPRK Ansari Muhammad, S.Tp, M.Si dan Sekwan Jamaluddin, S.Sos, MM.

KOTA JANTHO, SUMUTPOS.CO – Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali menyerahkan Pengantar Nota Keuangan, Rancangan Qanun Kabupaten Aceh Besar tentang Pendapatan dan Belanja Kabupaten tahun 2019 kepada Dewan Perqakilan Rakyat Kabupaten Aceh Besar pada sidang paripurna DPRK Aceh Besar yang berlangsung di Gedung DPRK setempat di Kota Jantho, Kamis, 1 November 2019.

Rancangan anggaran tahun 2019 itu terjadi sejumlah penurunan target baik di porsi pendapatan maupun belanja yang mencapai 10 hingga 36 persen lebih. Namun porsi terbesar penggunaan anggaran tahun mendatang masih tetap terdapat pada belanja pegawai, yang mengisi urutan pertama di porsi belanja tidak langsung dan belanja langsung pemerintah.

Berdasarkan pengantar Nota Keuangan yang dibacakan Bupati Aceh Besar pada paripurna tersebut, jumlah belanja pegawai tercatat Rp 750 miliar lebih yang teralokasi dibelanja tidak langsung Rp679,999 miliar dan di porsi belanja langsung Rp77,272 miliar.

Sementara di pos belanja lainnya seperti, Hibah, Bantuan sosial, bagi hasil dengan desa, belanja tidak terduga hanya berkiasar Rp 5 hingga Rp 24 miliar.

Posisi selanjutnya belanja barang dan jasa ditargetkan akan menghabiskan uang Rp226,525 miliar, belanja modal Rp136,69 miliar, dan bantuan keuangan gampong yang dialokasikan mencapai Rp486,2 miliar.

Penurunan target APBK Aceh Besar tahun 2019 mendatang, pertama pada pendapatan, di mana tahun 2019 pemerintah hanya menargetkan pendapatan besar Rp1,67 triliun. Atau sama dengan jumlah target pendapatan pada perubahan anggaran tahun 2018. Di sektor belanja, pemkab Aceh Besar memangkas hingga Rp204,387 miliar lebih dibandingkan target belanja paska perubahan tahun 2018 yang tercatat mencapai Rp1,875 Triliun.

Penurunan signifikan terjadi pada belanja langdung, paska perubahan tahun 2018 tercatat Rp694 miliar menjadi Rp440,4 miliar. Artinya sudah terpangkas di belanj langsung tersebut sebesar Rp253,6 miliar. Sedangkan penurunan pada belanja tidak langsung tercatat hanya Rp2 miliar dari jumlah alokasi belanja tidak langdung diperubahan tahun 2018, yakni Rp1,232 triliun menjadi Rp1,23 triliun.

Sehingga porsi pengalokasian anggaran APBK tahun 2019 masih berpihak pada kebutuhan rutinitas dengan porsi pembagian belanja 64,20 persen banding 35,80 persen.

Dalam penyampaian nota keuangan rancangan Qanun APBK tahun 2019 itu, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali beralasan, penurunan target penerimaan tersebut disebabkan oleh akibat belum disahkannya APBN tahun 2019 dan tidak ada lagi bantuan pemerintah provinsi, yang dialokasikan tahun 2018 untuk menyukseskan Pekan Olahraga Rakyat Aceh (PORA) ke XIII tahun 2018.

Sedangkan target Pendapatan Asli Daerah masih menggunakan angka paska perubahan tahun 2018 senilai Rp132,34 miliar.

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Besar Sulaiman, SE didampingi oleh wakil ketua Ansari Muhammad. (dln)

Pergerakan Tanah di Sawahlunto Picu Retakan 40 Meter

Jalan terbelah sepanjang kurang lebih 40 meter di Sawahlunto akibat adanya pergerakan tanah atau deformasi.(BNPB)
Jalan terbelah sepanjang kurang lebih 40 meter di Sawahlunto akibat adanya pergerakan tanah atau deformasi.(BNPB)

SAWAHLUNTO, SUMUTPOS.CO – Retakan tanah sepanjang kurang lebih 40 meter membelah jalanan di Perumahan Lembah Santur, di Desa Santur, Kecamatan Berangin, Sawahlunto, Sumatera Barat. Hal itu terjadi akibat adanya pergerakan tanah atau deformasi yang disebabkan oleh cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah itu.

Berdasarkan keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), cuaca ekstrem, hujan deras sejak 11 Oktober 2018 dan posisi perumahan yang terletak di kemiringan membuat pergerakan tanah ini terjadi.

“Pergerakan tanah akibat infiltrasi air hujan ke dalam tanah, bangunan rumah banyak retak dan miring, lantai rumah amblas, saluran atau drainase, dan jalan lingkungan retak-retak,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis, Jumat (2/11/2018).

Hingga Jumat pagi, dilaporkan pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan empat rumah mengalami rusak berat, 12 lainnya rusak ringan, dan lima KK atau sekitar 22 jiwa harus mengungsi. Selain itu, retakan tanah yang terjadi membuat kendaraan roda empat tidak bisa melalui jalanan yang terbelah itu. Hanya kendaraan roda dua yang dapat melintas karena kondisi tanah yang amblas. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini.

Namun, apabila hujan masih turun dengan intensitas cukup tinggi kemungkinan pergerakan tanah susulan akan terus terjadi dan kerusakan pada bangunan rumah bisa bertambah. Untuk itu  warga diimbau untuk tetap waspada dengan adanya kemungkinan pergerakan tanah tambahan di wilayahnya.

Hingga saat ini berbagai upaya telah dilakukan oleh Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Sawahlunto untuk menangani pergerakan tanah dan mencegah terjadinya bencana susulan. Untuk menutup jalan yang retak, BPBD memasang terpal plastik untuk menutup jalan yang retak. Sementara untuk meminimalisir kejadian serupa terjadi akan dilakukan perbaikan saluran atau drainase di kawasan perumahan yang banyak terdapat retak dan patah. (kps)

Rachmad Berpeluang Comeback

sutan siregar/sumutpos PULIH: Rachmad Hidayat mulai pulih dan punya kemungkinan turun hadapi Borneo FC.
sutan siregar/sumutpos
PULIH: Rachmad Hidayat mulai pulih dan punya kemungkinan turun hadapi Borneo FC.

Kehadiran Rachmad Hidayat di lini serang PSMS sudah sangat dirindukan fans PSMS. Pasalnya tanpa Rachmad, lini depan terlihat kurang begitu greget.

Rachmad memang sudah absen di dua laga terakhir PSMS. Dia menderita cedera di pertengahan laga kontra Sriwijaya. Setelah itu Rachmad menepi dari laga kontra Mitra Kukar dan Arema FC. Hasilnya PSMS tumbang.

Namun ada kabar baik pekan ini. Rachmad kabarnya mulai membaik dan ada kemungkinan bisa turun di laga kontra Borneo FC, Sabtu (3/3).

Hal itu diakui sendiri oleh Rachmad. Pemain yang baru dikarunia anak pertama ini siap turun. “Saya sudah pulih, mulai membaik pelan-pelan. Saya juga siap main lawan Borneo nanti,” kata Rachmad, Kamis (1/11).

Rachmad juga mengaku sudah gregetan untuk turun. Pasalnya dia ingin membantu PSMS keluar dari keterpurukan. Apalagi PSMS sempat mendapat tren positif.

“Lawan Borneo kita harus menang. Jangan kalah lagi di kandang sendiri. Kita harus benar-benar manfaatkan laga nanti biar jumlah poin juga tidak terlalu jauh,” katanya.

Rachmad memang menjadi pembeda di lini serang PSMS. Pasalnya Rachmad pede melakukan penetrasi hingga ke kotak penalti. Hal itu membuat PSMS bisa membuka ruang saat mengalami kebuntuan.

Tujuh laga lagi masih ada harapan untuk PSMS Medan bangkit dari zona degradasi. Meski menelan kekalahan telak dari Arema FC, Minggu (28/10) kemarin, asa tim Ayam Kinantan belum tamat. Syaratnya, PSMS harus berhasil meraih poin penuh di kandang saat bersua Borneo FC, Sabtu (3/11) nanti.

Pusamania Borneo FC tengah dilanda krisis. Menjelang laga menghadapi PSMS Medan di Stadion Teladan, Sabtu (3/11) lusa, pasukan Pesut Etam kehilangan setidaknya 5 pemain utama. Baik yang terkena sanksi maupun masih dalam perawatan karena cedera.

Asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin menjelaskan, tiga gelandang intinya mesti absen dalam lawatan ke Medan. Sultan Samma dibekap cedera setelah membela Pesut Etam melawan Bhayangkara FC pekan lalu. Sedangkan Wahyudi Hamisi dan Tijani Belaid masih menjalani sanksi larangan bertanding.

“Kami juga tidak bisa membawa kapten Diego Michiels karena akumulasi kartu. Tur ke Medan ini cukup berat,” ujar Amir, sapaan Ahmad Amiruddin, Rabu (31/10).

Borneo FC pun berangkat ke Medan dengan kekuatan 17 pemain saja. Namun Amir menegaskan, timnya tetap yakin dengan skuad yang ada. Pasalnya, sejauh ini performa Pesut Etam sudah dalam jalur positif. (don)

Human Error dan Pesawat, Menhub soal Penyebab Lion JT 610 jatuh

BLACK BOX: Kotak Black Box dari pesawat Lion JT 610, berhasil ditemukan, Kamis (1/11).
BLACK BOX: Kotak Black Box dari pesawat Lion JT 610, berhasil ditemukan, Kamis (1/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.Co – Meski Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum mengeluarkan hasil investigasi, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah memastikan, ada dua hal yang membuat Lion Air JT610 mengalami kecelakaan transportasi, Senin lalu (29/10) lalu.

Budi menyimpulkan, insiden itu bukan karena faktor cuaca. “ADA dua hal, yaitu human error dan pesawatnya,” kata Budi di Gedung Kemenhub, Jakarta Pusat, Kamis (1/11).

Budi menyadari, insiden kecelakaan Lion Air ini menjadi sorotan semua pihak termasuk luar negeri. Bahkan, pihak Australia mengeluarkan kebijakan kepada rakyatnya untuk tidak menggunakan maskapai yang dimiliki oleh Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Rusdi Kirana, itu.

Meski begitu, Budi meminta semua pihak untuk menunggu hasil investigasi sebelum pemerintah mengambil keputusan. Budi tidak ingin pemerintah mengambil keputusan tanpa dasar hukum. “Kami juga tidak ingin, tindakan-tindakan ini kami lakukan secara gegabah,” jelas dia.

Selain Menhub, sejumlah pihak juga menyoroti tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pada Senin (29/10) lalu. Para ahli mencoba melakukan analisis terhadap pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP itu.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie telah melihat grafis pola kecepatan dari pesawat jenis Boeing 737 Max 8. Menurutnya, ada ketidakwajaran dalam pergerakan pada Senin lalu. “Pergerakan kecepatan dan ketinggian sangat fluktuatif,” tuturnya.

Pada tanggal tersebut, pesawat tidak pernah mencapai ketinggian 6.000 kaki sesuai dengan ketinggian seharusnya.

Guru Besar Aerodinamika ITS Hermawan Sasongko juga urun rembug. Menurutnya pada saat take “Flight by wayer, total dilakukan oleh pengendali otomatis,” ujarnya. Take off maupun landing merupakan fase paling kritis. Sehingga tidak dilakukan secara manual oleh pilot.

Hermawan juga melihat data berdasarkan grafis penerbangan PK-LQP. “Sehari sebelumnya grafis menunjukkan pada tahap ketinggian tertentu, tiba-tiba pesawat turun,” ujarnya.

Menurutnya pesawat take off yang tiba-tiba turun dikarenakan turunnya daya angkat dan daya dorong. Namun untuk mengetahui hal tersebut secara pasti, harus dilakukan penelitian. Itu dikarenakan penyebabnya sama.

“Apakah karena kompresi dari kompresor yang bermasalah, atau gagal di pembakarannya. Semua harus diteliti,” ucap Rektor Universitas Internasional Semen Indonesia tersebut.

Penemuan black box akan membongkar misteri besar kecelakaan pesawat itu. Dengan jumlah jam terbang yang masih sedikit, harusnya tidak ada masalah dari permesinan atau rangka. Dia mencurigai adanya permasalahan pada unit kendali otomatis.

Hal itu dikarenakan kelembaban udara di Indonesia yang tinggi sebagai negara tropis. “Kata ahli, ini sering merepotkan karena perawatan mesin harus lebih ketat. Dingin dan kekeringan udara harus diperhatikan,” ungkapnya.