Home Blog Page 5895

Rela Hujan-hujanan Datangi Kantor Wali Kota, Puluhan Honorer RSUD dr Pirngadi Tuntut Gaji

M IDRIS/sumut pos PEGAWAI HONORER: Pegawai honorer RSUD dr Pirngadi Medan rela hujan-hujanan di kantor wali kota untuk menuntut gajinya yang belum dibayarkan, Kamis (4/10) .
M IDRIS/sumut pos
PEGAWAI HONORER: Pegawai honorer RSUD dr Pirngadi Medan rela hujan-hujanan di kantor wali kota untuk menuntut gajinya yang belum dibayarkan, Kamis (4/10) .

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Demi menuntut gaji yang tak kunjung dibayar, puluhan pegawai honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan rela hujan-hujanan berunjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan, Kamis (4/10) siang sekira 12.15 WIB.

Dengan membawa spanduk dan karton bertuliskan keluhannya, para pegawai harian lepas tersebut ingin menyampaikan aspirasinya langsung kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Namun, keinginan para pegawai rumah sakit tersebut untuk bertemu wali kota sedang berada di luar kantor.

“Kami hanya ingin menyampaikan keluhan kami kepada wali kota, karena gaji kami belum dibayarkan selama 4 bulan. Kami punya tanggung jawab anak dan istri yang harus diberi makan. Belum lagi membayar sewa rumah dan kredit lainnya yang harus dibayar,” ujar salah seorang pegawai yang tak ingin disebutkan namanya.

Diutarakan dia, selain menyampaikan keluhan gaji yang belum dibayarkann
para pegawai juga ingin meminta penjelasan kepada wali kota kenapa terus terjadi seperti ini dan bagaimana solusinya.

“Kami sudah meminta penjelasan kepada pihak rumah sakit, alasannya selalu karena klaim BPJS Kesehatan belum dicairkan sehingga gaji belum dibayar. Manajemen rumah sakit hanya mampu membayar satu bulan gaji, sedangkan kekurangannya kapan dibayar tidak mampu dijawab,” ungkapnya.

Kata dia, para pegawai yang belum menerima gaji berjumlah sekitar 700-an orang. Jumlah pegawai itu meliputi perawat, administrasi, rekam dan non medis serta petugas kebersihan. “Menurut pengakuan manajemen, perhitungan gaji yang harus dibayarkan kepada semua pegawai honor setiap bulan sekitar Rp1 miliar.

Kalau begini terus, kami pasti enggak tahan dan kinerja menurun karena haknya belum dipenuhi,” ucap pegawai yang sudah 12 tahun bekerja.

Tak jauh beda disampaikan pegawai lainnnya yang juga tak mau menyebutkan namanya karena takut diputus kontrak. Menurut dia, telatnya pembayaran gaji sudah terjadi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Sebelum direktur yang baru ini sudah telat pembayaran gaji kami. Walau begitu, kami tetap sabar dan bekerja secara profesional. Akan tetapi, karena sudah terdesak lantaran utang menumpuk dan cicilan harus dibayar, makanya kami berdemo untuk meminta pertolongan kepada wali kota,” ucapnya.

Setelah satu jam berunjuk rasa dengan kondisi diguyur hujan, tak seorang pun diizinkan masuk oleh petugas Satpol PP ke dalam kantor untuk sekedar berteduh. Mereka pun terpaksa basah kuyup untuk memperjuangkan haknya.

Tak lama sekira setengah kemudian, aksi pegawai diterima oleh Asisten Pemerintahan Setdako Medan Musadad Nasution. Pun begitu, hanya beberapa perwakilan saja yang diperkenankan menyampaikan tuntutannya.

Usai berdialog, Asisten Pemerintahan Setdako Medan Musadad Nasution yang diwawancarai mengaku akan menyampaikan keluhan pegawai honorer kepada manajemen rumah sakit. “Kita sampaikan apa yang menjadi keluhan pegawai kepada pihak rumah sakit. Nantinya, akan kita panggil direksi untuk memberi penjelasan dengan segera,” ujarnya. (ris/ila)

Bupati: Membangun Daerah Harus Mengikuti Perkembangan Teknologi

SURYA/SUMUT POS SAMBUTAN: Bupati Ir H Soekirman memberikan sambutan pada kegiatan konsultasi publik ranwal perubahan RPJMD 201 - 2021, Kamis (4/10).
SURYA/SUMUT POS
SAMBUTAN: Bupati Ir H Soekirman memberikan sambutan pada kegiatan konsultasi publik ranwal perubahan RPJMD 201 – 2021, Kamis (4/10).

SERGAI,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Pemkab Sergai) menggelar konsultasi publik Ranwal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 -2021, di Aula Sultan Serdang Kantor Bupati Sergai, Sei rampah, Kamis (4/10)

Bupati Sergai Ir H Soekirman menyampaikan, bahwa penyusunan bertujuan untuk melakukan perbaikan substansi RPJMD Pemkab Sergai, akan digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan perubahan rencana strategis perangkat daerah, agar selaras dengan Visi misi Pemkab sergai.

Dijelaskan Soekirman, berdasarkan hasil evaluasi Kementarian PAN dan RB terhadap implementasi Sistem Akuntabilitasi Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada Pemkab Sergai sesuai peraturan Presiden No 24 tahun 2014 tentang SAKIP dan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014, perlu dilakukan peningkatan penyelenggaran pemerintah yang berorientasi pada hasil dan sinkronisasi kebijakaan daerah dengan kebijakan perangkat daerah.

Menurutnya, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional didefinisikan sebagai kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, menengah dan tahunan yang dilaksanakan oleh penyelenggara negara baik ditingkat pusat maupun daerah.

Ditambahkannya, sesuai dengan pasal 5 ayat 2 UU Nomor 25 tahun 2004, disebutkan bahwa RPJMD merupakan penjabaran dari visi-misi dan program kepala daerah. Namun seiring berjalannya waktu, dengan adanya perubahan beberapa kebijakan nasional, pada tahun 2018 dilakukan pengendalian dan evaluasi terhadap RPJMD Kabupaten Sergai tahun 2016-2021.

Diakhir sambutannya, Soekirman menyampaikan dalam membangun kemajuan daerah pada zaman milenial harus turut mengikuti perkembangan teknologi.

Selain itu, harus dapat mengimplementasikan teknologi tersebut seperti dalam hal pertanian. “Para Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian tidak boleh ketinggalan teknologi, karena dengan teknologi pula kita dapat menemukan ragam hal-hal baru yang mungkin akan membantu proses pekerjaan,”imbaunya.

Tak hanya bagi PPL saja, bagi masyarakat umum khususnya para pelaku UMKM dan penjual jasa hendaknya mampu memanfaatkan teknologi, agar dapat menjalankan usahanya dengan mudah sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomiannya. (sur/han)

Pemko Gunungsitoli Dukung Program Yayasan ITCC, 18 Orang Sudah Mendaftar Kuliah Gratis ke Tiongkok dan Taiwan

ADITIA LAOLI/SUMUT POS PEMAPARAN:Koordinator ITCC Surabaya, Andre So saat memaparkan program beasiswa kuliah ke Taiwan dan Tiongkok di hadapan para orangtua siswa di SMAN-3 Kota Gunungsitoli.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS
PEMAPARAN:Koordinator ITCC Surabaya, Andre So saat memaparkan program beasiswa kuliah ke Taiwan dan Tiongkok di hadapan para orangtua siswa di SMAN-3 Kota Gunungsitoli.

NIAS,SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya Program Yayasan Indonesia Tiongkok Culture Centre (ITCC) yang memberikan beasiswa bagi calon mahasiswa untuk kuliah di Taiwan dan Tiongkok.

“Program ini sangat menarik, untuk para siswa yang ingin melanjutkan studinya karena cukup membantu. Nanti bersama pak Walikota, kami akan melakukan penelitian. Walikota jiwanya membangun, termasuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Pastinya bapak Walikota merespon positif,”ujar Sekda Kota Gunungsitoli Ir Agustinus Zega pada pertemuan dengan Koordinator Tim ITCC Surabaya, Andre So pada Kamis (4/10).

Menurut Agustinus, pihaknya sedikit kesulitan untuk mengintervensi pihak sekolah SMA/SMK semenjak kewenangannya beralih ke Provinsi. Namun Agustinus berjanji, akan mencari solusi untuk dapat memberikan subsidi beasiswa kepada calon mahasiswa yang kuliah melalui program Yayasam ITCC.

“Sejak 2017 lalu, kewenangan Pemerintah Daerah untuk SMA sederajat sudah tak ada lagi, terkadang saya prihatin melihat kondisi yang dialami oleh siswa maupun para guru. Namun untuk program ini, kita akan cari solusi yang nantinya bisa diberikan subsidi/beasiswa berimbang atau semacamnya. Pokonya kita komit meningkatkan kualitas SDM Kota Gunungsitoli”,ujar Sekdako Gunungsitoli.

Sebelumnya, Koordinator Yayasan ITCC Surabaya Andre So memaparkan, bahwa program ini khusus bagi pelajar SMA/SMK kelas XII. Para calon mahasiswa sebelum diberangkatkan kuliah ke Tiongkok dan Taiwan, terlebih dahulu melakukan pembekalan bahasa Mandarin selama sepuluh bulan di Surabaya.

“Biaya kuliah pemondokan di Tiongkok atau Taiwan gratis, kecuali biaya hidup sehari-hari itu ditanggung oleh mahasiswa. Begitu juga biaya selama 10 bulan di Surabaya yang menanggung calon mahasiswanya berkisar Rp11 juta,”terang Andre So.

Menurut Andre, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan 20 universitas ternama di Tiongkok dan Taiwan. Selain gratis biaya kuliah dan pemondokan, calon mahasiswa bisa lebih leluasa memilih dari 120 program studi yang tersedia di 20 universitas.

“Yang lulus dari universitas ini tidak akan menganggur, mereka sudah ada MOU keberbagai perusahan besar, sehingga mahasiswa yang tamat dari sini langsung bisa bekerja”,kata Andre.

Program Yayasan Indonesia Tiongkok Culture Centre (ITCC) yang didirikan Dahlan Iskan mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Gunungsitoli.

Terbukti pada hari ketiga presentasi yang dilakukan, sudah 18 orang mendaftar menjadi calon penerima beasiswa kuliah ke Tiongkok dan Taiwan.

Begitu juga pada sesi tanya jawab di SMA Negeri 3 dan di SMA/SMK BNKP Kota Gunungsitoli, beberapa orang siswa selalu proaktif menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti untuk memastikan bahwa beasiswa tersebut benar-benar ada.

Bahkan sebahagian dari mereka meminta nomor kontak Andre So, untuk komunikasi pendaftaran kedepannya. Begitu juga dengan para guru, yang menginginkan anaknya bisa kuliah ke Tiongkok dan Taiwan melalui program ITCC.

“Saya tertarik dengan program ini, kebetulan saya ingin sekolah dokter pak. Dengan adanya beasiswa kuliah ke China, sepertinya mimpi saya akan terwujud”,kata Tuti, siswi SMA Negeri Gunungsitoli.

“Program ini sangat positif, dan kedepannya kita tetap koordinasi dengan pihak Yayasan ITCC untuk kemajuan siswa/siswi. Saya mau kalau izin Tuhan, semua siswa di sini diberikan semangat dan modal dalam bidang akademik untuk melanjutkan studinya kejenjang yang lebih tinggi”,sambung Kasek SMA Negeri 3 Gunungsitoli, Mintaria Gea, S Pd. (mag-5/han)

Diharap jadi Pionir Kesehatan, Kecamatan Rambutan Raih Pakarti Utama I Tingkat Nasional

IST TERIMA ANUGERAH: Ketua TP PKK Kecamatan Tebingtinggi, Hj Darwina Hasbie AmKeb, Nila Erwita Oki Doni Siregar dan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara saat menerima penghargaan Pakarti I dari Ketua PKK Pusat, dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.
IST
TERIMA ANUGERAH: Ketua TP PKK Kecamatan Tebingtinggi, Hj Darwina Hasbie AmKeb, Nila Erwita Oki Doni Siregar dan Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara saat menerima penghargaan Pakarti I dari Ketua PKK Pusat, dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo.

TEBINGTINGGI,SUMUTPOS.CO – Kecamatan Rambutan berhasil meraih anugerah Pakarti Utama I Tingkat Nasional kategori pelaksana terbaik Insfeksi Visual Asam Asetat (IVA) TEST yang langsung diberikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Pusat, dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (3/10).

Sebelumnya, penilaian IVA test dilakukan oleh tim pusat di Kecamatan Rambutan dan Puskesmas Rantau Laban. Oleh tim penilai, TP PKK Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi terpilih dan menerima penghargaan Pakarti Utama I Tingkat Nasional sebagai pelaksana terbaik Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) test kategori kota. Dimana kegiatan ini dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-46 Tahun 2018.

Ketua TP PKK pusat, Erni Guntarti Tjahjo menyampaikan, agar para peraih penghargaan dapat lebih meningkatkan pelayanan dalam pemberantasan kanker mulut rahim yang saat ini semakin banyak terjadi di Indonesia. Dan diharapkan pelaksaan kegiatan dapat lebih meningkatkan sinergitas antara PKK dan bidang kesehatan dalam mendukung program program pemerintah.

Erni Guntarti juga mengharapkan TP PKK Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Provinsi Sumatera Utara dapat menjadi pionir dalam masalah kesehatan, sekaligus menjadi contoh bagi provinsi lainnya di Indonesia.

Sementara itu, Kabag Humas PP Kota Tebingtinggi, Abdul Halim Purba mengatakan bahwa keberhasilan tersebut tentunya bukan diraih tanpa adanya persiapan serta dukungan dari semua pihak, semua itu juga tidak terlepas dari dukungan penuh Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan dan kerja keras Camat Rambutan, HM Hasbie Ashshiddiqe, Kadis Kesehatan dan Puskesmas Rantau Laban yang begitu konsen terhadap masalah kesehatan khususnya kanker leher rahim dan stunting.

“Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Tebingtinggi sering menggaungkan program ini. Jadi sudah pantas kalau Kota Tebingtinggi mendapat anugerah ini,”bilangnya, Kamis (4/10). (ian/han)

TPL Bantu Pemkab Tobasa Truk Sampah

IST BANTUAN: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tobasa Mintar Manurung, menandatangani serah terima bantuan truk sampah dari PT TPL, Tbk.
IST
BANTUAN: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tobasa Mintar Manurung, menandatangani serah terima bantuan truk sampah dari PT TPL, Tbk.

PARMAKSIAN,SUMUTPOS.CO – Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Toba Samosir (Tobasa) menerima bantuan dua unit truk pengangkut sampah dari PT Toba Pulp Lestari (TPL), Tbk.

Mewakili Bupati Tobasa, bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mintar Manurung, akhir pekan lalu. Pemkab Tobasa mengapresiasi niat baik dan kepedulian PT TPL. “Mobil ini akan beroperasi di dua kecamatan, yakni kecamatan Porsea dan Kecamatan Parmaksian. Terima kasih atas perhatian perusahaan,” kata Mintar.

Dengan adanya kendaraan tersebut, Mintar didampingi Camat Porsea Robert Manurung dan Camat Parmaksian, Paiman Butar-butar berharap armada tersebut dapat digunakan untuk mendukung operasional angkutan sampah secara maksimal, sehingga penanganan sampah di Kecamatan Porsea dan Parmaksian akan semakin baik untuk medukung program pemerintah Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.

Sementara Tagor Manik, Senior Manajer PT TPL, Tbk berharap agar bantuan dapat dimanfaatkan dengan baik demi kepentingan masyarakat. “Ini adalah tangggung jawab perusahaan terhadap lingkungan, mari kita manfaatkan bersama untuk mewujudkan seluruh wilayah Tobasa, termasuk kecamatan  Porsea dan Parmaksian yang bersih dan sehat,” tutur Manik.

Dijelaskan Tagor, bantuan truk sampah tersebut merupakan kegiatan peduli sampah kesekian kalinya dari PT TPL, setelah sebelumnya juga memberikan bantuan tong sampah sebanyak 125 unit di kecamatan Porsea dan 15 unit di desa Siantar Utara, Kecamatan Parmakasian.

Penyerahan truk sampah senilai Rp600 juta tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Parmaksian, diserahkan oleh Tagor Manik didampingi beberapa staf dan diterima Kadis Lingkungan Hidup Tobasa, Mintar Manurung, didampingi Camat Parmaksian, Paiman Butar-butar, dan Camat Porsea, Robert Manurung.

Akhir tahun lalu, PT TPL juga menyerahkan satu unit truk pengangkut sampah kepada Pemkab Simalungun untuk digunakan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, khususnya di daerah wisata Parapat. (rel/sih/han)

Pemkab Langkat Dukung Pencegahan TKI Non Prosedural

Pemkab Langkat Mendukung Sosialisasi Pencegahan TKI non prosedural
Pemkab Langkat Mendukung Sosialisasi Pencegahan TKI non prosedural

LANGKAT,SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH diwakili Asisten I Tata Pemerintahan, Drs H Abdul Karim MAP, membuka sosialisasi Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Non Prosedural, di ruang Pola Kantor Bupati, Stabat, Rabu (3/9). Sosialisasi tersebut diselenggarakan Imigrasi Kelas I Khusus Medan dalam naungan Kementerian Hukum dan HAM RI.

Dalam sambutannya, Abdul Karim mengatakan, Pemkab Langkat mendukung pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Sebab, sosialisasi bagian dari informasi untuk menjaga keselamatan warga Langkat, khususnya bagi jajaran aparatur Pemkab Langkat.

“Sehingga ketika akan memberikan rekomendasi bagi keberangkatan TKI Langkat, nantinya Pemkab Langkat tidak menyalahi ketentuan tata aturan yang berlaku,” ujarnya.

Untuk itu, kata Abdul Karim, Pemkab Langkat mengucapkan terimakasih dan semoga kegiatan menjadi bagian komitmen bersama dalam mensukseskan tugas-tugas pemerintah, untuk melindungi TKI.

Selanjutnya, Abdul Karim mengajak kepada peserta yang berhadir agar mendengarkan paparan dari narasumber. Dan diharapkan dapat berinteraksi agar mendapat pengetahuan yang berguna untuk disebarluaskan kepada masyarakat Langkat. Hadir sebagai narasumber, Syarum SE perwakilan dari kantor BP3 TKI wilayah hukum dan HAM Sumut dan Sofyan Martono Wibowo dari Imigrasi Kelas I Khusus Medan.

Usai sosialisasi, Asisten I Tata Pemerintahan Abdul Karim MAP menerima cenderamata dari pihak Imigrasi Kelas I Khusus Medan.

Turut hadir Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, mewakili unsur Forkopimda Langkat, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Sejumlah OPD Pemkab Langkat, Perwakilan Camat dan undangan lainnya. (bam/han)

Hari Ini Jalan di Sekitar Istana Maimun Ditutup, Gelar MTQN, Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Dalam pelaksanaan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXVII yang digelar di Medan dan Deliserdang, 4 – 13 Oktober 2018, Panitia melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas selama even tersebut berlangsung. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan khususnya pada saat kegiatan malam ta’aruf, pawai ta’aruf serta pembukaan dan penutupan MTQN XXVII.

Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut, Darwin Purba mengatakan berdasarkan hasil rapat panitia yang menangani transportasi, lalu lintas dan parkir, Rabu (3/10) di Astaka MTQN XXVII, Jalan Williem Iskandar Medan yang menyepakati Pam Lalin dan parkir di lokasi acara pembukaan dan penutupan di Astaka Jalan Pancing. Selain itu diatur juga rekayasa lalu lintas pada saat malam ta’aruf di Istana Maimun serta pengaturan arus lalu lintas saat pawai ta’aruf.

Turut hadir dalam rapat tersebut Dirlantas Polda Sumut beserta jajaran, Kasatlantas Kota Medan, Dinas Perhubungan Sumut, Dinas Perhubungan Kota Medan serta Dinas Perhubungan Deli Serdang. “Rekayasa arus lalu lintas ini kita lakukan hanya pada kegiatan-kegiatan seperti malam ta’aruf, pawai ta’aruf, serta pada saat pembukaan dan penutupan MTQN XXVII.

Selebihnya arus lalu lintas tetap normal seperti biasa,” ujar Darwin, Kamis (4/10).

Dijelaskan Darwin, pada saat malam ta’aruf yang berlangsung di Istana Maimun, Jumat (5/10), manajemen rekayasa arus lalu lintas yang digelar hampir sama seperti rekayasa arus lalu lintas pada saat digelarnya even Ramadan Fair.

Dikatakannya, sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Maimun akan ditutup pada Jumat (5/10) mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Pada penyelenggaraan malam ta’aruf ini, satu jalur di jalan Masjid Raya akan ditutup dan akan dijadikan tempat parkir bus, sementara satu jalur jalan Masjid Raya menuju Jalan Amaliun masih dibuka. Satu jalur Jalan Mahkamah akan ditutup dan akan digunakan untuk lokasi parkir roda empat (dibelakang Masjid Raya).

Sementara satu jalur Jalan Mahkamah yang menuju Jalan Juanda dibuka. Begitu juga satu jalur Jalan Mahkamah menuju Jalan Soeprapto akan ditutup dan dijadikan lokasi parkir roda empat, sementara satu jalur Jalan Mahkamah menuju Jalan Masjid Raya dibuka.

Kemudian, satu jalur Jalan Katamso tepatnya berada di depan Istana Maimun akan ditutup dan sebagian jalur jalan yang ditutup akan digunakan untuk lokasi parkir VIP. Namun jalur Jalan Brigjen Katamso menuju Jalan Sisingamangaraja Medan tetap dibuka. Sementara untuk lokasi parkir roda dua akan ditempatkan di kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso.

Selanjutnya, untuk rekayasa arus lalu lintas pawai ta’aruf yang akan digelar Sabtu (6/10), sejumlah ruas jalan juga akan ditutup. Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Lokasi kendaraan hias akan dikumpulkan dari eks Bandara Polonia Medan kemudian menuju ke lokasi start Pawai Ta’aruf yang berada di Jalan Diponegoro Medan.

Adapun rute pawai ta’aruf ini dimulai dari Jalan Diponegoro-Jalan Pengadilan-Jalan Kapten Maulana Lubis- Jalan Raden Saleh-Jalan Balai Kota- Jalan Bukit Barisan- Jalan Stasiun Kereta Api- Jalan Pulau Pinang- Jalan Ahmad Yani VII- Jalan Hindu- Jalan Perdana- Jalan Imam Bonjol- dan kembali balik ke arah Jalan pulang.

“Selama pawai ta’aruf berlangsung, seluruh jalan rute pawai akan kita tutup mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Sebab nanti akan ada sebanyak 100 kendaraan hias dan 10 marching band yang akan mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, kami imbau kepada masyarakat yang tidak berkepentingan diharapkan dapat menghindari jalan-jalan tersebut, namun bagi masyarakat yang ingin melihat pawai ta’aruf kami persilahkan untuk datang menyaksikannya,” papar Darwin.

Sedangkan untuk rekayasa lalu lintas pada saat Pembukaan dan Penutupan kegiatan MTQN XXVII, lanjut Darwin, akan dilakukan dengan rekayasa lalu lintas yang sama. Rekayasa lalu lintas ini dilakukan pada Minggu (7/10) dan Sabtu (13/10). Penutupan ruas Jalan di daerah Gedung Serba Guna Pancing akan dilakukan mulai pukul 15.00 WIB.

Dikatakan Darwin, satu jalur Jalan Williem Iskandar menuju Jalan Aksara akan ditutup. Sementara jalur Jalan Aksara menuju Jalan Williem Iskandar tetap dibuka. Sementara Jalan Pasar V akan ditutup hingga simpang Jalan Perjuangan. Di lokasi ini juga akan digunakan untuk area drop off para kontingen dan tamu.

“Para kontingen dan tamu yang datang nantinya hanya bisa di drop off, kemudian kendaraan akan parkir di lokasi yang telah ditempatkan di Jalan Selamet Ketaren,” terang Darwin.

Selanjutnya, satu jalur Jalan Selamet Ketaren menuju Jalan Rumah Sakit Haji akan ditutup dan digunakan untuk lokasi parkir bus dan parkir roda empat. Sementara satu jalur dari Jalan Rumah Sakit Haji menuju Jalan Selamet Ketaren tetap dibuka. Sedangkan untuk lokasi parkir roda dua akan di tempatkan di Komplek MMTC Pancing.

Untuk mengatasi kemacetan dan mengatur arus lalu lintas dikarenakan adanya rekayasa arus lalu lintas ini, Darwin menyebutkan kalau pihaknya bersama aparat kepolisian akan menurunkan petugas. Dari Dishub Sumut sendiri akan mengerahkan sekitar 400-an petugas yang akan berjaga di sekitar lokasi dan di sekitar persimpangan Jalan menuju lokasi kegiatan. (prn/ila)

Bahas Banjir Tak Bawa Konsep, Dewan Marahi Perwakilan Dinas PU Medan

Sutan siregar/sumutpos BANJIR: Seorang bocah lelaki menikmati mandi di merendaman banjir di Kampung Aur Medan, beberapa waktu lalu. Banjir yang terjadi di Kota Medan akibat luapan air sungai, dampak dari didirikannya bangunan di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Sutan siregar/sumutpos
BANJIR: Seorang bocah lelaki menikmati mandi di merendaman banjir di Kampung Aur Medan, beberapa waktu lalu. Banjir yang terjadi di Kota Medan akibat luapan air sungai, dampak dari didirikannya bangunan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi D DPRD Sumut bersama Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, BWSS II dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Kamis (4/10) kemarin menjadi sasaran kekecewaan anggota dewan yang hadir. Sebab dalam pembahasan upaya penanggulangan banjir ibukota, justru Pemko Medan datang dengan ‘tangan kosong.

“Harusnya bapak tidak usah datang, kalau tidak membawa konsep yang akan dibahas. Padahal kami jelas agar dipersiapkan bahan untuk anggota dewan, tapi konsepnya kosong,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan memarahi perwakilan Dinas PU Kota Medan yang datang tanpa membawa materi dan data rencana penanggulangan banjir dan kawasan pinggiran sungai.

Menurut Sutrisno, Pemko Medan seperti menganggap sepele rapat pembahasan soal banjir tersebut. Padahal sebagai pemerintah daerah, harusnya merasa memiliki dan peduli terhadap wilayahnya. Namun justru dalam pertemuan itu, bukan hanya tidak membawa konsep, tetapi juga hanya diwakili seorang Kepala Bidang Drainase Dinas PU Medan.

“Pantas saja banyak bangunan di bantaran sungai di Kota Medan tidak bisa diapa-apakan (ditertibkan). Karena konsep upaya penanggulangan tidak jelas. Kalau terjadi banjir teriak-teriak dan menyalahi orang lain (BWSS),” kata Sutrisno yang juga meminta pimpinan rapat Ari Wibowo, tidak perlu memberikan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk menyampaikan informasi atau paparan tersebut.

Bahkan Ari Wibowo yang juga Ketua Komisi D DPRD Sumut ini, sempat menyentil kehadiran perwakilan Dinas PU Medan. Dirinya mengatakan bahwa kemungkinan besar data yang akan disampaikan sudah ada di ingatan kabid dimaksud. Sehingga tidak perlu membawa materi dalam bentuk persentase. Namun jawaban Kabid Drainase Dinas PU Medan Edi Zalman, bahwa semua drainase dialirkan ke sungai.

Anggota Komisi D lainnya Darwin Lubis menyebutkan, banjir sudah sering terjadi dan berulang. Tetapi belum ada tindakan yang dilakukan. Untuk jangka pendek, normalisasi sungai yang bisa dilakukan untuk mengatasi banjir Kota Medan, akibat terjadinya pendangkalan atau sedimentasi.

“Konsep dari pemerintah harus jelas. Karena ketika Gubernur melakukan sidak terhadap kondisi sungai pasca banjir, ada keresahan pada masyarakat terutama yang berada di dekat bantaran sungai. Kita sepakat warga yang berada di sekitar itu diatasi dengan cara bijak dan memanusiakan dalam merelokasi, jangan dengan cara-cara otoriter,” katanya.

Disampaikan mereka bahwa areal daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 15 meter dari pinggir sungai tidak diperbolehkan ada bangunan. Namun nyatanya hampir sepanjang alur, berdiri rumah-rumah warga hingga komplek perumahan mewah dan lainnya.

Sementara Sekretaris Dinas SDA-CK-TR Sumut, Indra Sakti Harahap mengatakan bahwa penganggulangan banjir tersebut sesuai perintah Gubernur, akan dilakukan penelusuran mulai hulu hingga ke hilir. Hasilnya nanti akan dipaparkan setelah pelaksanaan event MTQ Nasional.”Kegiatan selanjutnya, posisi kami menunggu perencanaan dan kebijakan dari Pemko Medan,” ujarnya.

Kepala BWSS II Roy Pardede memaparkan, program BWSS II yaitu penyusunan master plan pengendalian banjir pada wilayah sungai Belawan, Ular, Padang dengan rencana pendanaan LOAN ADB.

Terkait bangunan di bantaran sungai, Roy Pardede menyebutkan hal itu merupakan kewenangan pemerintah daerah, karena izin mendirikan bangunan diterbitkan pemerintah daerah. Dalam hal ini Pemko Medan yang memberikab peringatan, sanksi dan tindakan lain atas bangunan tersebut.

Berdasarkan Permen 28 tahun 2016 tentang sempadan sungai dan danau; sempadan sungai hanya dapat dimanfaatkan secara terbatas untuk bangunan prasarana sumber daya air, fasilitas jembatan dan dermaga, jalur lipa gas dan air minum, rentangan kabel listrik dan telekomunikasi. Kegiatan sepanjang tidak mengganggu fungsi sungai, antara lain menanam sayuran dan bangunan ketenagaliatrikan. (bal/ila)

TelkomGroup Sediakan Wifi Gratis untuk 157 lokasi dan Serahkan 1000 Simcard Simpati untuk Polda Sulawesi Tengah

Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kedua dari kanan) secara simbolis memberikan bantuan TelkomGroup 1000 simcard simPati kepada Kabid TI Polda Sulteng AKBP M. Haritsuddin (kedua dari kiri) yang disaksikan oleh Menteri BUMN RI Rini M Soemarno (paling kanan) dan Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan (paling kiri) di Integrated Operation Center (IOC) Wilayah Telkom Sulawesi Tengah, Palu (3/10). Bantuan simcard simPati dari TelkomGroup ditujukan untuk membantu Polda dan relawan dalam berkomunikasi di wilayah terdampak gempa di Sulawesi Tengah.
Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kedua dari kanan) secara simbolis memberikan bantuan TelkomGroup 1000 simcard simPati kepada Kabid TI Polda Sulteng AKBP M. Haritsuddin (kedua dari kiri) yang disaksikan oleh Menteri BUMN RI Rini M Soemarno (paling kanan) dan Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan (paling kiri) di Integrated Operation Center (IOC) Wilayah Telkom Sulawesi Tengah, Palu (3/10). Bantuan simcard simPati dari TelkomGroup ditujukan untuk membantu Polda dan relawan dalam berkomunikasi di wilayah terdampak gempa di Sulawesi Tengah.

JAKARTA,SUMUTPOS.CO – 3 Oktober 2018 – Sebagai upaya memenuhi kebutuhan komunikasi warga yang terkena dampak bencana gempa di Sulawesi Tengah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sediakan akses wifi gratis di 157 lokasi yang tersebar di Palu, Donggala, Ampana, Banggai, Luwuk, Marisa, Parigi, Poso, dan Toli dengan SSID TelkomPeduli. Selain itu, Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga juga menyerahkan 1.000 unit kartu Simpati kepada Polda Sulawesi Tengah untuk membantu aparat kepolisian dan relawan melakukan koordinasi pasca bencana. Selain itu, untuk membantu awak media yang bertugas, TelkomGroup menyediakan Media Center di Kantor Telkom Jalan Moh. Hatta, Kota Palu.

Kabid IT Polda Sulteng AKBP M. Haritsuddin mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan TelkomGroup selama proses pemulihan jaringan telekomunikasi di Sulteng. “Kami sangat berterima kasih kepada TelkomGroup karena dalam waktu yang relatif singkat secara bertahap dapat me-recovery jaringan telepon maupun internet di Sulteng. “Saat ini posko-posko yang ada di Palu sudah dilayani dengan akses wifi dan telepon via kabel. Ini sanagt memudahkan komunikasi antara posko dan petugas yang ada di lapangan,” jelas Haritsuddin.

AKBP M. Haritsuddin juga mengapresiasi TelkomGroup atas bantuan 1.000 kartu Simpati. Menurutnya kartu tersebut akan sangat membantu aparat keamanan yang sedang bertugas di lapangan, serta akan memudahkan koordinasi maupun pelaporan antar petugas di lapangan, maupun petugas dengan posko.

Sementara itu, Direktur Network and IT Solution (NITS) Telkom Zulhelfi Abidin mengatakan “Kami menyadari bahwa layanan komunikasi sangat penting saat kondisi bencana seperti ini, khususnya untuk mengabarkan keluarga, koordinasi SAR, BNPB, TNI-Polri, relawan maupun update kondisi terkini wilayah bencana bagi pihak-pihak berkepentingan, sehingga kami terus berupata untuk secepatnya memulihkan jaringan telekomunikasi,” ujar Zulhelfi di Integrated Operation Center (IOC) Kantor Wilayah Telkom Palu, Sulawesi Tengah, saat memantau langsung upaya recovery jaringan TelkomGroup, Rabu (3/10). TelkomGroup juga menyiapkan fasilitas telepon gratis di Posko TNI/Pemda, Posko Korem, Posko Bandara, Posko Kantor Walikota, Posko Kantor Gubernur, dan RS Undata Palu.

Untuk layanan seluler bagi warga Sulawesi Tengah, TelkomGroup melalui Telkomsel memberikan paket gratis nelpon dan SMS ke semua operator 24 jam yang berlaku selama seminggu, bagi seluruh pelanggan di Palu dan Donggala. Paket gratis nelpon dan SMS dapat diaktifkan dengan menu UMB *888*20# atau SMS, Ketik SULTENG Kirim ke 8999. Pelanggan akan mendapatkan 50 menit dan 200 SMS Gratis ke seluruh operator dan berlaku selama seminggu.

Paket dapat diaktivasi melalui dial number *888*20#. Setiap aktivasi berlaku selama 7 hari dan paket layanan gratis ini dapat digunakan untuk 14 hari ke depan. Telkomsel juga menyediakan fasilitas telepon gratis di GraPARI Palu yang beralamat di Jalan Professor Muhammad Yamin No. 9, Palu Selatan, Kota Palu.

Direktur Nerwork Telkomsel Bob Apriawan menjelaskan, TelkomGroup terus mengupayakan percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan telekomunikasi, khususnya untuk layanan seluler Telkomsel. “Hingga saat ini, recovery jaringan Telkomsel sudah mencapai 70%. Layanan komunikasi SMS dan voice sudah normal, demikian juga layanan internet 4G juga sudah berangsur pulih di kabupaten dan kota terdampak bencana, seperti di Palu, Donggala, dan Luwuk,” jelas Bob.

BMKG: Hindari Pesisir Pantai saat Terjadi Gempa

Kristianto Purnomo/kps Kapal Sabuk Nusantara 39 kandas akibat tsunami di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.
Kristianto Purnomo/kps
Kapal Sabuk Nusantara 39 kandas akibat tsunami di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika ( BMKG) Daryono meminta masyarakat, khususnya di pesisir pantai, untuk mengevakuasi diri jika terjadi gempa bumi. Evakuasi mandiri yang dimaksud adalah, menghindari pesisir pantai sesaat setelah gempa, untuk mengantisipasi terjadinya tsunami.

“Masyarakat di pesisir jika terjadi gempa merasakan guncangan kuat serta berdurasi cukup lama, tidak usah menunggu peringatan dari BMKG langsung menjauh dari pantai. Itu konsep evakuasi mandiri,” kata Daryono dalam sebuah diskusi di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Utan Kayu, Jakarta Timur, Kamis (4/10/2018).

Menurut Daryono, gempa itu sendiri bisa menjadi peringatan dini tsunami. Tak perlu menunggu peringatan dari BMKG, masyarakat yang berada di daerah terdampak gempa bisa segera menghindari pantai jika merasakan goncangan.

“Goncangan gempa itu adalah peringatan dini tsunaminya. Mau ada tsunami atau enggak, lari dulu yang penting jiwa selamat,” tegas dia.

Selain itu, Daryono juga menganjurkan masyarakat tidak menempati rumah yang retak atau miring akibat gempa. Sebab, hal itu berbahaya mengingat gempa susulan sangat mugkin terjadi. Masyarakat juga diminta untuk menghindari tebing yang curam, karena rawan longsor jika terjadi gempa.

Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami melanda Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Akibat bencana tersebut, tercatat 1.424 orang meninggal dunia.

Selain itu, terdapat 2.549 korban luka berat sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit, baik di Palu maupun di luar Palu. Adapun korban hilang mencapai 113 orang. Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian masih terus dilakukan. Bantuan juga terus disalurkan untuk 70.821 pengungsi yang tersebar di 141 titik. (kps)