ist
TANDA TANGAN: Kepala BNN Deliserdang (kiri) dan Manager Prime Plaza Hotel Kualanamu saat penandatanganan kesepakatan pemberantasan narkoba di sekitar hotel.
ist TANDA TANGAN: Kepala BNN Deliserdang (kiri) dan Manager Prime Plaza Hotel Kualanamu saat penandatanganan kesepakatan pemberantasan narkoba di sekitar hotel.
DELISERDANG,SUMUTPOS.CO – Manajemen Prime Plaza Hotel Kualanamu dan Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deliserdang menjalin kerja sama untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Manager Hotel Prime Kualanamu serta Kepala BNN Deliserdang, Safwan Khayat ini mencapai kesepakatan dimana pihak Prime Hotel Kualanamu akan terus memberikan edukasi kepada karyawannya akan bahayanya narkoba. Dan ini merupakan dukungan pihak hotel untuk memberantas narkoba yang terus mengancam generasi muda.
“Jadi, BNN Deliserdang dan Prima Plaza Hotel Kualanamu menandatangai kesepakatan untuk memberantas narkoba bersama. Karena, pencegahan itu bisa dilakukan melalui edukasi kepada para karyawan, sehingga mereka bisa memerangi narkoba disekitar mereka,” ujar Safwan.
Dengan pengetahuan dan informasi yang memadai tentang bahaya narkoba akan membuat jiwa yang kokoh bagi karyawan dalam memerangi narkoba di lingkungan sekitar mereka. Akhir dari kegiatan ini kita tutup dengan makan siang bersama serta poto bersama. (rel/ram)
parlindungan/sumut pos
SOSIALISASI: Sejumlah siswa SD foto bersama usai menerima sosialisasi dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan di SD Negeri 064017 Jalan Madong Lubis Medan, Rabu (19/9).
parlindungan/sumut pos SOSIALISASI: Sejumlah siswa SD foto bersama usai menerima sosialisasi dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan di SD Negeri 064017 Jalan Madong Lubis Medan, Rabu (19/9).
SUMUTPOS.CO – Dinas Ketahanan Pangan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mensosialisasikan jajanan sehat di Sekolah Dasar (SD) Negeri 064017 Jalan Madong Lubis Medan Perjuangan, Rabu (19/9). Petugas pemko memberitahukan kepada sekitar 125 orang murid tentang mengonsumsi jajanan yang sehat dan tidak sehat hingga jenis dan bahayanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap didampingi Kabid Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan, Yurina Rahmah Siregar mengatakan sosialisasi itu sebagai upaya Pemerintah Kota Medan, membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sejak dini.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus Bangsa. Jadi, harus kita jaga sejak dini. Kalau mereka terpapar dan terus terpapar makanan tidak sehat, akan sulit untuk membentuk kualitas SDM kita, “ ungkap Muslim.
Dikatakan Muslim sosialisasi itu akan terus dilaksankan pihaknya. Saat ini yang menjadi prioritas adalah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Semua itu, katanya, semata-mata demi melindungi masyarakat, khususnya anak-anak yang akan menjadi penerus. Oleh karena itu, Muslim meminta pihak Sekolah untuk bekerja sama terus mengingatkan anak-anak untuk mengkonsumai jajanan sehat dan juga mengingat pejulan jajanan di sekolah ataupun di sekitar sekolah, menjual jajanan yang sehat dan bermutu.
Selain sosialisasi, Muslim mengatakan pihaknya juga terus melakukan pengawasan. Disebutnya setiap jajanan yang dijual di sekolah dan sekitar sekolah akan terus diperiksa.
Begitu juga dengan penjual jajanan di sekolah dan sekitar sekolah akan didata. Hal itu, diakui Muslim guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.
“Kalau dulu tidak banyak zat yang dicampurkan dalam makanan. Sekarang bisa kita lihat sendiri, warna jajanan begitu mencolok. Untuk yang di kantin, sekolah saya yakin masih bisa diawasi oleh pihak sekolah. Namun di sekitar sekolah yang datang sebentar lalu pergi, ini harus kita awasi bersama, “ tambah Muslim.
Kata Muslim, sebelumnya pihaknya juga sudah menggelar sosialisasi pengawasan mutu dan keamanan pangan kepada 50 Kepala SMP yang ada di Kota Medan, Selasa (14/8) lalu.
Dijelaskan Muslim, dalam sosialisasi itu pihaknya menghadirkan narasumber Kepala Seksi Sertifikasi BBPOM di Medan, Yenti Agustini, Dosen Tata Boga UNIMED, Ana Rahmi, Direktur LPPOM MUI Sumut, Prof Dr Basyaruddin M Kes dan Surya Darma dari Fakultas Kesehatan Masyarakat USU.
“Ada pangan yang secara fisik bagus, seolah-olah aman dan bermutu namun setelah diperiksa, ternyata tidak layak lagi dikonsumsi. Ini yang harus diawasi. Pada Tahun 2017 kami telah membuat MoU dengan BBPOM di Medan untuk dapat mengawasi mutu dan keamanan pangan, terutama pangan segar dan olahan,” pungkas Muslim. (ain/azw)
Triadi Wibowo/Sumut Pos
BERSAMA: Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Sapma IPK Sumut, foto bersama tim redaksi Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena, Jalan Sisisngamangaraja Medan, Kamis (18/9).
Triadi Wibowo/Sumut Pos BERSAMA: Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Sapma IPK Sumut, foto bersama tim redaksi Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena, Jalan Sisisngamangaraja Medan, Kamis (18/9).
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Satuan Pelajar Mahasiswa (Sapma) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Sumatera Utara periode 2018-2023, segera dilantik pada 29 September 2019, di Tiara Convention Centre, Jalan Cut Mutia, Medan Polonia.
Hal itu disampaikan OneseptemberSitumorang SH selaku Ketua terpilih Sapma IPK Sumut yang akan dilantik, saat mengunjungi redaksi Harian Sumut Pos di Gedung Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja KM 8,5, Medan Amplas, Rabu (19/9) sore.
“Ke depannya, kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan media. Kami berharap, kegiatan dan program kerja kami sebagai mahasiswa dalam menyuarakan hak-hak masyarakat dapat didukung media,” ujar Oneseptember.
Pemuda yang kini sedang melanjutkan pendidikan S2 di Fakultas Hukum USU ini mengatakan, untuk bergabung ke Sapma IPK Sumut, harus berasal dari mahasswa.
Hal itu karena Sapma IPK Sumut ke depan ingin menjadi wadah pembentukan karakter kepemimpinan maupun menjadi pemimpin Sapma IPK selanjutnya demi menghapus paradigma ‘preman’.
Apalagi, Sapma IPK merupakan kumpulan dari para mahasiswa yang memiliki pemikiran intelektual yang tinggi. “Untuk menjadi Ketua Sapma IPK harus berpendidikan S2. Dan para kader semua berasal dari mahasiswa, du luar dari mahasiswa tidak bisa bergabung,” ujarnya.
Ia berharap, kehadiran Sapma IPK bisa bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. “Kita hadir di tengah masyarakat. Misalnya, mengkampanyekan anti narkoba. Kita juga membuat pelatihan skil usaha menengah atau UKM, kita juga mengkader para Satma IPK untuk berprestasi dalam bidang pendidikan maupun olahraga,” kata Oneseptember.
Wakil Pemimpin Redaksi Harian Sumut Pos, Laila Azizah menyambut baik kehadiran Satpa IPK. “Sumut Pos sangat mendukung semua program bermanfaat untuk masyarakat. Kehadiran Sapma IPK Sumut dengan berbagai rencana kerjanya, tentunya harus diketahui seluruh masyarakat Sumatera Utara. Untuk itulah peran Sumut Pos di sini hadir mendukung segala kegiatan tersebut melalui pemberitaan,” kata Laila. (ain/ila)
istimewa/sumut pos
BERIKAN NASI:
Komunitas Pemuda Nasi Bungkus (Kopanasbung) saat memberikan nasi bungkus kepada personel polisi Satuan Lalu Lintas di Kota Medan.
istimewa/sumut pos BERIKAN NASI: Komunitas Pemuda Nasi Bungkus (Kopanasbung) saat memberikan nasi bungkus kepada personel polisi Satuan Lalu Lintas di Kota Medan.
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Memberantas kelaparan di Medan menjadi slogan Komunitas Pemuda Nasi Bungkus (Kopanasbung). Semangat ini yang terus mereka bawa kepada para anggota komunitas yang terdiri dari para generasi muda Islam Medan.
“Aksi pembagian manfaat kami lakukan setiap hari Jumat kepada jamaah Salat Jumat, tukang becak, tambal ban, pedagang kaki lima, kau dhuafa dan yatim piatu. Rata rata 15 sampai 50 nasi bungkus kami berikan. Kami juga memberikan buku, alat belajar dan uang Rp 50 ribu khusus untuk dhuafa dan yatim piatu,” ujar Pembina Kopanasbung, Robin Ginting.
Robin melanjutkan, Kopanasbung juga memiliki desa binaan di Jalan Air Bersih dengan kegiatan pengajian, pelatihan, keterampilan dan gema masjid. Juga ada kegiatan sesuai kondisi seperti penggalangan dana Palestina, Lombok dan sebagainya.
“Donasi yang kami dapat berasal dari donasi masyarakat ada juga yang langsung memberi dalam bentuk nasi setiap minggunya seperti MP Cofee, Ayam Penyet Bang Fa, Kopi Tulang dan Kede 101,” jelas Robin.
Kopanasbung dibangun bersama sahabat mereka yang hebat, bekerja panas maupun hujan tanpa bayaran. Komunitas non profit sepeserpun tidak ada bayaran. Donasi para donatur insyaa Allah kami salurkan sesuai target yang telah ditetapkan.
Untuk informasi mengenai kegiatan KOPANASBUNG dapat menghubungi: 0852 7559 2225. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi dapat meyalurkan ke nomor rekening berikut: Bank Muamalat: 230 0015 133 atas nama Pertiwi. (rel/ila)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Thomas 1 Medan memiliki siswa-siswi yang mampu menorehkan berbagai prestasi yang mengharumkan nama sekolah. Satu di antara, Sherina Naomi Sitanggang. Wanita itu berhasil meraih sejumlah prestasi di bidang akademik.
Tahun 2018 ini, siswi yang duduk di Kelas XII IPA menyabet tiga medali pada tiga ajang olimpiade bidang kebumian. “Pada Olimpiade Sains tingkat Kota (OSK) tahun 2018, Saya dapat Medali perak. Kemudian dapat medali perunggu pada ajang UNIMED sains olimpiade (USO) bidang kebumian tahun 2018. Dan terakhir dapat Medali perunggu pada ajang olimpiade sains dalam rangka hardiknas (OSH),” ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/9).
Selama proses mengikuti tiga olimpiade tersebut, Sherina mengaku lebih banyak fokus mempersiapkan dirinya dengan belajar seputar bidang kebumian yang diikutinya itu.
Bahkan pada saat menjelang OSK dirinya juga sempat mengikuti pelatihan intensif yang diselenggarakan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ( LPMP) Sumut. Di sana mereka dikarantina selama seminggu untuk mendapatkan pembelajaran intensif.
“Untuk OSK persiapannya selain belajar di sekolah juga dilanjutkan belajar di LPMP Sumut selama satu Minggu,” ungkapnya.
Atas sejumlah prestasi akademik yang berhasil ditorehkannya itu, Anak ke enam dari enam bersaudara ini pun mengaku bangga.
Dia juga berharap prestasi yang ditorehkannya itu bisa menjadi contoh bagi adik-adik kelasnya di SMA Santo Thomas 1 Medan. Karena itu dia mendorong agar adik-adik kelasnya belajar lebih serius.
“Bisa dapat tiga medali perasaan saya senang dan juga bangga, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga terhadap sekolah dan orangtua saya. Harapannya prestasi saya juga bisa menjadi contoh adik-adik kelas supaya bisa lebih maju lagi prestasinya dibanding dirinya dan teman-teman seangkatannya,” ungkapnya.
Ke depan, kata Sherina dirinya pun sudah harus mulai memfokuskan diri untuk mempersiapkan diri agar bisa lulus jalur undangan di perguruan tinggi negeri (PTN) yang jadi incarannya.
Dirinya bahkan sudah merencanakan mengambil jurusan akuntansi setelah tamat SMA. Niatnya mengambil jurusan akuntansi, sambung Sherina termotivasi dari kakaknya yang juga mengambil studi jurusan akuntansi di universitas Indonesia. “Setelah ini Mau Fokus untuk PTN yang sudah saya tentukan. Rencananya mau ambil jurusan Akuntansi di Universitas Indonesia,” terangnya.
Rencananya, penghargaan sertifikat yang diperolehnya dari tiga olimpiade akan digunakan sebagai prestasi yang menjadi nilai tambah agar peluang dirinya untuk lulus PTN lewat jalur undangan menjadi semakin besar. (bbs/azw)
triadi wibowo/sumut pos
CENDERAMATA: Ketua Prodi Megister Ilmu Komunikasi UMSU Hj Rahmanita Ginting MSc PhD (tiga kiri) memberikan cenderamata kepada perwakilan Sumut Pos Asih Astuti, Rabu (19/9).
triadi wibowo/sumut pos CENDERAMATA: Ketua Prodi Megister Ilmu Komunikasi UMSU Hj Rahmanita Ginting MSc PhD (tiga kiri) memberikan cenderamata kepada perwakilan Sumut Pos Asih Astuti, Rabu (19/9).
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memberikan kemudahan dan keringanan biaya bagi jurnalis atau wartawan yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan Strata 2 (S-2), Program Studi Magister Ilmu Komunikasi.
Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Hj Rahmanita Ginting MSc PhD saat beraudiensi ke Redaksi Sumut Pos, Rabu (19/9). Rahmanita menjelaskan, bahwa tujuan ini terselenggara setelah UMSU melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), untuk memberikan kesempatan bagi Jurnalis yang ingin melanjutkan S-2.
“Jadi kami menjawab MoU tersebut, adanya penerapan khusus yang kami berikan khususnya Magister Ilmu Komunikasi kepada para jurnalis. Jadi kepada para jurnalis ini, ada diberikan kemudahan dalam hal SPP,” ungkapnya, yang didampingi Sekretaris Prodi M Thoriq Ssos MIkom dan Kabag Humas/Protokol UMSU, Ribut Priadi Ssos MIkom.
Kemudahan yang ditawarkan, lanjut Rahmanita, jurnalis hanya dibebankan membayar SPP sebesar 50 persen saja. Dengan begitu, harapnya, dapat meransang dan membantu para jurnalis.
“Itu khusus untuk jurnalis saja. Jadi di luar jurnalis kami tidak memberikan kemudahan itu,” katanya.
Menurut Rahmanita, pada era Globalisasi ini, para jurnalis tidak hanya dituntut harus berpendidikan S-1 saja. Namun, untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), maka diperlukan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. “Maka dari itu, karena kami datang kemari (Sumut Pos) itu untuk sama-sama membangun SDM jurnalis. Memang antara akedemisi, jurnalis dan pemerintah itukan saling terkait dan lebih bersinergi,” urainya.
Sementara itu, Ribut Priadi menambahkan, saat ini UMSU sedang menyusun re-akreditasi untuk program akreditasi perguruan tinggi menjadi A. “Ini kesempatan bagi kita untuk bisa bergabung dengan UMSU. Harapan kami adalah, UMSU dengan Sumut Pos bisa terus berkerjasama saling mendukung dan saling membesarkan,” ujarnya.
Menurut Priadi, program ini merupakan improvisasi yang dilakukan, mengingat media telah memberikan kontribusi yang berkembangnya UMSU. “Media itu sudah banyak memberikan kontribusi kepada UMSU, dalam rangka membangun citra UMSU kedepan. Karena media jugalah, dalam setiap penerimaan mahasiswa baru, setiap tahunnya terjadi peningkatan,” katanya.
Untuk pendaftaran Magister Ilmu Komunikasi ini sendiri, sudah mulai dibuka hingga terakhir pendaftaran pada Sabtu (22/9) depan.
“Pendaftaran sampai Sabtu ini, sekaligus ujian masuk yang akan dilaksanakan. Syarat pendaftaran, membawa materai 6000 dua lembar, pas photo 3×4 sebanyak 2 lembar ditambah uang pendaftaran sebesar Rp1 juta,” pungkas Rahmanita. (man/azw)
MEDAN,SUMUTPOS.CO – Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan bakal membangun sentra pasar ikan modern. Pusat perdagangan ikan tersebut direncanakan mulai dibangun pada tahun depan tanpa menggunakan APBD Kota Medan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Medan Ikhsar Rasyid Marbun mengungkapkan, wacana pembang-unan ini bukan sekadar rencana tanpa realisasi. Tahapan perencanaannya masih dalam kajian secara matang dan telah mendapat ‘lampu hijau’ atau persetujuan.
”Insya Allah tahun depan mulai dikerjakan pembangunannya dan dibangun di daerah Mabar (kawasan Rumah Potong Hewan) seluas 1 hektare,” ungkapnya, kemarin.
Disebutkan Ikhsar, pembiayaan pusat pasar ikan modern ini berasal dari dana APBN sebesar Rp20 miliar. Hal itu berarti tidak ada menggunakan APBD Kota Medan. “Bangunannya dua lantai, di dalamnya ada laboratorium dan fasilitas pendukung. Konsepnya seperti swalayan sehingga merubah citra pasar ikan yang kerap becek dan jorok,” sebutnya.
Ia menuturkan, pasar ikan modern ini nantinya menjadi pusat penjualan ikan terbesar di Kota Medan. “Jadi, nanti ikan yang berasal dari Belawan, Tanjung Balai, Serdang Bedagai, Sibolga dan daerah lainnya akan ditampung di sana. Kemudian diseleksi dan disebar ke seluruh pasar-pasar yang ada. Artinya, pedagang tidak lagi mengambil ke Belawan atau nelayan,” jelas Ikhsar.
PSSI memang telah memastikan Luis Milla bersedia kembali menangani Timnas Indonesia. Tapi, hal itu bisa dikatakan baru sebatas ucapan. Bukan hitam di atas putih yang bisa jadi jaminan kuat janji sang pelatih.
Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, menjelaskan bahwa kesepakatan yang terjalin antara Luis Milla dan PSSI belum seratus persen deal. Sebab, Milla belum menandatangani kontrak dan menyebutkan nominal gaji yang dia inginkan. Tisha menyebut, Milla hanya ingin kembali melatih Timnas.
”Hanya dari ucapan, belum ada hitam di atas putih,” jelas Tisha. “Pas 9 Oktober nanti, ketika dia datang, baru kami membahas nilai kontraknya. Sekarang masih bicara fasilitas saja.”
Tisha tidak menampik kalau kedatangan Milla pada 9 Oktober mendatang sangat mepet dengan persiapan Timnas menuju Piala AFF 2018. Ajang antarnegara di kawasan Asia Tenggara itu mulai bergulir 8 November mendatang. Selain itu, pada 10 Oktober, Timnas juga akan melakoni laga uji coba melawan Myanmar.
’’Setelah lawan Myanmar beberapa hari kemudian kami harus mendaftarkan nama dan pelatih untuk Piala AFF 2018,’’ lanjut dia.
Meski demikian, untuk kembali mengontrak Luis Milla, PSSI bukan tanpa kendala. PSSI ternyata belum punya anggaran untuk mengontrak pelatih yang membawa Spanyol U-21 juara Eropa pada 2011 itu.
Padahal, gaji yang diminta Milla dikabarkan mencapai Rp 2,5 miliar per bulan. Jumlah itu harus dibayar PSSI di luar pajak penghasilan pekerja asing sebesar 20 persen setiap bulannya.
Itu juga belum ditambah tunggakan gaji Milla selama tiga bulan yang belum dibayar oleh PSSI. Sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) juga mengatakan, jika Milla dikontrak hingga SEA Games 2019. Tapi, kontrak itu bisa diputus andai pada Piala AFF 2018 nanti Timnas gagal menjadi juara.
Milla sendiri langsung dibebani target juara di Piala AFF nanti. Selain itu, Sea Games 2019 di Manila, Filipina, juga menjadi salah satu proyek yang harus ditangani mantan pemain Real Madrid dan Barcelona tersebut.
’’Ya obrolan dari kami adalah juara Piala AFF. Kami juga ingin juara di SEA Games 2019 nanti. Mengenai target itu, belum kami sampaikan, karena Milla tidak ada di sini (Indonesia),’’ pungkas Jokdri. (rid/bas/jpc/don)
Ezra Walian tampaknya sudah tak sabar kembali memperkuat Timnas Indonesia. Bahkan, kiprahnya di Timnas Indonesia didukung oleh klub yang dibelanya di Liga Belanda.
Ezra memang sudah lama absen membela panji Garuda. Hal itu setelah dia disibukkan dengan berbagai agenda bersama klubnya di Belanda.
Pada Asian Games 2018 lalu, penyerang naturalisasi tersebut juga harus absen membela Indonesia. Hal itu setelah klubnya, RKC Walwijk tak mengizinkannya bergabung dengan Timnas.
Kini, penyerang muda itu tampaknya rindu mengenakan jersey dengan lambang Garuda di dada. Hal tersebut tergambar dari unggahannya di media sosial.
“Setiap hari saya selalu berpikir betapa bangganya saya membela negaraku (Indonesia),” tulis Ezra dalam akun Instagram pribadinya sambil mengunggah fotonya berseragam Timnas Indonesia.
Ezra masih memiliki peluang membela skuad Garuda lagi. Sebab dalam agenda mendatang, Indonesia akan menghadapi Piala AFF 2018 dan bisa menjadi kesempatan Ezra.
Namun begitu, dia harus terlebih dahulu unjuk gigi agar menarik hati pelatih Luis Milla. Sebab Milla memiliki banyak alternatif striker saat ini mulai dari Alberto “Beto” Goncalves, Ilija Spasojevic, hingga Boaz Solossa.
Posisi striker tampak menjadi letak keseriusan staf kepelatihan timnas Indonesia. Beberapa nama beken telah coba diminta untuk bergabung dengan timnas Indonesia. Namun, pelatih timnas Indonesia hanya memanggil striker dari Liga 1 2018 untuk tampil di beberapa uji coba. Salah satu striker yang sudah dipanggil adalah Ilham Udin Armayn yang kini sedang bermain untuk klub Malaysia, Selangor FA. (ies/jpc/don)
Isu seputar pindah tugas sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, semakin kencang berhembus. Terlebih dari ‘bawaan’ gubernur sebelumnya, alias ‘gerbong Serdangbedagai’, HT Erry Nuradi.
Sebut saja seperti Kabiro Umum dan Perlengkapan Setdaprovsu, Faisal Harsyimi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Setdaprovsu, Agus Tripriyono, Kepala Inspektorat OK Henry, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Azhar Harahap, Kadisperindag Alwin Sitorus, Kadis Perkebunan Herawati, Kadis ESDM Zubaidi, dan Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan, Dahler Lubis.
Meski demikian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu mengaku bahwa pihaknya secara resmi belum menerima surat pindah atas nama-nama yang dimaksud. “Belum, belum ada (yang mengajukan surat pindah) ke kami. Sampai sejauh ini belum ada masuk,” ujar Kepala Bidang Mutasi pada BKD Setdaprovsu, Abdul Khoir Harahap saat dikonfirmasi, kemarin.
Secara pribadi, Abdul Khoir mengaku sudah mendengar isu atau informasi seputar perpindahan pejabat Pemprovsu ke kabupaten/kota lain di Sumut, paskah Gubernur dan Wakil Gubernur, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dilantik pada 5 September kemarin.
Pada prinsipnya, sambung dia, BKD tentu akan memproses setiap surat masuk ataupun surat pindah yang diajukan pejabat eselon di lingkungan Pemprovsu.
“Kalau ada tentu langsung kami proses. Tidak mungkin kami tahan-tahan. Tapi memang sejauh ini belum ada yang kami terima (surat pindah, Red),” imbuhnya.
Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara, Bimby Hidayat menyatakan, setiap pergantian rezim memang lazim berganti ‘gerbong kabinet’. Sebab tidak mungkin seorang kepala daerah memakai tenaga seseorang atau pejabat yang tidak bisa sejalan dengan visi dan misinya.
“Wajar saja ketika nanti sudah waktunya, beliau (Edy-Ijeck) akan merombak perangkat yang ada. Terlebih bawaan dari gubernur sebelumnya. Jadi wajar saja bila pejabat-pejabat bawaan gubernur lama merasa tidak nyaman dengan kondisinya saat ini,” katanya.