Home Blog Page 6001

Rp39 Juta dari Saiful Bahri

RIDWAN/JAWAPOS.COM KETERANGAN: Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, memberikan keterangan kepada wartawan, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8).
RIDWAN/JAWAPOS.COM
KETERANGAN: Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, memberikan keterangan kepada wartawan, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8).

JAKARTA-Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf mengatakan, uang sebesar Rp39 juta yang telah dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, merupakan uang yang diterima dari mantan Direktur Utama PT Tamitana Teuku Saiful Bahri.

“Itu dari Teuku Saiful Bahri pada 9 Juni,” ungkap Irwandi, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (31/8).

Irwandi menyebutkan, uang yang diberikan Saiful ke rekeningnya, sebagai bantuan untuk kebutuhannya sehari-hari. “Itu bantuan seorang teman, uang jajan yang dikirim ke rekening saya. Saya tahu saat ketemu dengan Saiful,” jelasnya.

Mulanya Irwandi tidak menyerahkan uang tersebut ke lembaga antirasuah. Namun, setelah penyidik mengkonfirmasi uang sebesar Rp39 juta yang diberikan dalam 2 tahap itu, diserahkan ke KPK. “Penyidik melihatkan bukti ada pengiriman Rp15 juta dan Rp24 juta, kemudian saya serahkan ke KPK,” bebernya.

Diketahui, Irwandi bersama dengan Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi, terjerat kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya, terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otsus Aceh Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh sebesar Rp8 triliun.

Selain itu, KPK juga menetapkan tersangka terhadap 2 pihak swasta, yakni Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. Keduanya bersama dengan Irwandi disebut sebagai penerima. Sementara Ahmadi disebut sebagai pemberi.

KPK menduga upaya pemberian uang Rp500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi, terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh 2018. (rdw/jpc/saz)

Beri Semangat untuk Tertib Administrasi

TEDDY AKBARI/SUMUT POS KUNJUNGAN:Ketua tim Penggerak PKK, Hj Lisa Andriani M Idaham dan Fipia Chairin Simanjuntak dari tim monitoring kelurahan terbaik mengunjungi kampung Literasi Anggrek kelurahan Sumber Karya.
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
KUNJUNGAN:Ketua tim Penggerak PKK, Hj Lisa Andriani M Idaham dan Fipia Chairin Simanjuntak dari tim monitoring kelurahan terbaik mengunjungi kampung Literasi Anggrek kelurahan Sumber Karya.

BINJAI-Wali Kota Binjai diwakili Asisten Bidang Pemerintahan, Otto Harianto dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Binjai Hj Lisa Andriani M Idaham menerima kunjungan tim monitoring Provinsi Sumatera Utara, di Kantor Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Jumat(31/8).

Kunjungan tim terdiri dari Fipia Chairin Simanjuntak yang merupakan TP PKK Provinsi Sumatera Utara, dan Joni Siagian dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara.

Kedatangan mereka dalam rangka melakukan monitoring Kelurahan Sumberkarya sebagai peserta lomba kelurahan terbaik pelaksana tertib administrasi PKK Tingkat Sumut tahun 2018.

Otto berharap, monitoring ini dapat  memberikan semangat kepada para kader PKK agar dapat melaksanakan tertib administrasi lebih baik. Dengan administrasi yang baik akan menunjang keberhasilan kegiatan PKK, dan lebih mudah memantau perkembangan program serta kendala yang dihadapi.

“Momentum monitoring ini harus dapat dijadikan sebagai ajang instrospeksi diri, sehingga kekurangan maupun kesalahan administrasi dapat diperbaiki, “ kata Otto Harianto.

Ketua TP PKK Kota Binjai Lisa Andriani M Idaham menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan tertib administrasi. Mulai dari kelompok dasawisma, kelompok PKK lingkungan hingga PKK kelurahan , kecamatan dan kota.

“Hal ini dilakukan melalui berbagai pembinaan dan pelatihan , adanya rapor tertib administasi PKK kelurahan dan kecamatan per semester, pendistribusian buku catatan, plang dan stiker dasawisma, aplikasi online E- dasawisma, dan saat ini sedang dilaksanakan program Bulan Bakti Dasa Wisma” kata Lisa.

Sementara itu, Fipia Chairin Simanjuntak mewakili tim monitoring menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Sumber Karya yang dinilai memiliki potensi yang baik dan pantas untuk menang di tingkat Provinsi serta ke tingkat nasional.

“Anak dara duduk berdandan, sambil berdandan makan rambutan, mari kita doakan , Sumber karya jadi yang terdepan, “ kata Fipia menutup sambutannya dengan pantun.

Sebelumnya, tim monitoring telah mengunjungi kebun dasawisma dan kampung literasi anggrek binaan TP PKK kelurahan Sumber Karya. (ted/han)

PDAM Tirta Wampu Jalankan Fungsi Sosial dan Laba

LANGKAT-Visi dan Misi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu, selain mencari laba untuk menghidupkan perusahaan, juga mengedepankan fungsi sosial.

Demikian dikatakan Direktur PDAM Tirta Wampu Dra Puncana, didampingi Ketua Badan Pengawas Drs Abd Karim pada kegiatan temu pers di Aula kantor Direksi PDAM Tirta Wampu, Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (31/8).

Acara temu dengan para wartawan Langkat, Puncana juga memaparkan tentang dasar hukum pendirian PDAM Tirta Wampu, kegiatan perusahaan, pelayanan dan sumber air baku PDAM Tirta Wampu, Kapasitas Produksi, laporan keuangan 3 tahun terakhir, dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Dan pencapaiannya harus berakhir 2 tahun lagi.

“Harapan saya, silaturahim dan kemitraan tetap terjalin dengan baik, sehingga para wartawan berkenan untuk mewartakan hal-hal yang baik dan positif dari PDAM Tirta Wampu. Kemudian, jika ada hal- hal yang negatif, hendaknya dikonfirmasikan terlebih dahulu, jangan asal main tulis saja sehingga merugikan PDAM Tirta Wampu,” ujarnya.

Ketua Badan Pengawas PDAM Tirta Wampu Drs Abd Karim menyambut baik kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menjalin kerjasama dan kemitraan yang baik antara PDAM Tirta Wampu dengan para wartawan.

“Ya, mudah-mudahan, PDAM Tirta Wampu ke depan bisa semakin berkembang dan maju, dimana selain sukses meraih laba juga bisa menjalankan fungsi sosialnya dengan baik sebagaimana yang diharapkan,” ujarnya. (bam/han)

Petani Binjai Diajak Tanam Padi Organik

TEDDY AKBARI/SUMUT POS TANAM PADI: Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Hilman Tisnawan, Dr Nugroho Widiasmadi selaku narasumber, Kadis Pertanian Binjai, Dewi Angraini, Ketua Kelompok Harapan Tani, Darmawan, menanam padi organik, di Jalan Gunung Singgalang, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, Jumat (31/8).
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
TANAM PADI: Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Hilman Tisnawan, Dr Nugroho Widiasmadi selaku narasumber, Kadis Pertanian Binjai, Dewi Angraini, Ketua Kelompok Harapan Tani, Darmawan, menanam padi organik, di Jalan Gunung Singgalang, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, Jumat (31/8).

BINJAI-Pemerintah Kota (Pemko) Binjai dan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara melakukan kick off klaster padi organik dan pelatihan budidaya padi, serta pengolahan pupuk organik berbasis MA-11 kepada kelompok harapan tani, serta penandatanganan MoU antara Pemko Binjai dengan BI, di Jalan Gunung Singgalang, Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan, Jumat (31/8).

Wali Kota Binjai HM Idaham didampingi Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Hilman Tisnawan, Dr Nugroho Widiasmadi selaku narasumber, Kadis Pertanian Binjai Dewi Angraini, Ketua Kelompok Harapan Tani Darmawan, beserta pimpinan OPD, turut melakukan penanaman padi organik di lahan yang telah disediakan.

Pada kesempatan itu, Idaham atas nama Pemko Binjai mengapresiasi BI yang telah memberikan pembinaan kepada Kelompok Harapan Tani. “Satu hal yang harus dipertahankan, bagaimana kita harus mengubah pola pikir petani untuk bertanam organik. Kerja sama ini merupakan pilot projek BI dengan Pemko Binjai untuk memberikan pembekalan kepada petani, agar mereka mampu menjadi petani mandiri. Jikalau ini berhasil, maka akan menjadi pilot projek bagi kita semua,” tegas Wali Kota.

Wali Kota yakin jika pengelolaan baik, maka padi organik mampu meningkatkan taraf hidup petani. Apalagi, saat ini pola hidup sehat sudah menjadi tren dikalangan banyak orang.

“Pasca panen harus hati-hati. Pemko Binjai siap membantu apa yang dibutuhkan para petani, sehingga kedepannya tidak lagi menjual gabah, namun sudah mampu menjual beras. Kita akan memberi subsidi untuk biaya penggilingan,”ujar Idaham.

Dijelaskan Idaham, Pemko Binjai telah memiliki beras yang dinamakan “Beras Binjai cap Rambutan” dengan pola tanam IPAD-BO berbasis organik, dan sudah dipasarkan ke beberapa supermarket di Kota Medan.

Selain itu, masih kata Idaham, Binjai juga memiliki jambu madu yang telah bersertifikasi, namun yang tidak dapat dihilangkan Binjai terkenal sebagai kota rambutan. Walaupun hasil panennya sudah tidak sebanyak dulu, namun kami harus terus menjaga kelestarian pohon rambutan, agar kelangsungan kota ini sebagai Kota Rambutan tetap terjaga.

“Marilah kita perbaiki ekonomi real dari bawah, saya bercita-cita jika ini berhasil paling lama 2020, Kelompok Harapan Tani akan kami bangunkan satu tempat penggilingan padi, agar pertanian organik berjalan dengan baik demi membantu program pemerintah menjaga ketersediaan pangan, mari kita satukan mimpi kita,”ajak Idaham.

Sementara, Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Hilman Tisnawan, mengaku senang melihat petani bahagia karena mendapat dukungan penuh dari Wali Kota.

Dijelaskan Hilman, dalam pola pengembangan klaster yang dilakukan, di awal petani sangat semangat, namun di pertengahannya tidak berjalan, inilah pentingnya kehadiran Wali Kota untuk memberikan dukungan kepada para petani.

Masih kata Hilman, BI sebagai lembaga negara memiliki tugas menjaga kestabilan harga, di antaranya kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat, dan menjaga nilai rupiah terhadap asing. Dengan klaster padi organik ini, diharapkan dapat menambah penghasilan petani menjadi lebih tinggi.

“Jika Binjai mampu menyuplai padi ke daerah lain, tentunya akan membantu menjaga stabilitas harga. Klaster ini diharapkan berkembang, dan menjadi contoh karena pertamakali. Bila ini berhasil, maka masyarakat sekitar dapat melakukan hal yang sama,” kata Hilman.

Dikatakan Hilman, target dari klaster ini berhasil adalah sertifikasi. Dikatakan berhasil apabila sudah tersertifikasi. Dan cara ini menjadi salah satu alternatif sebagai pemasok beras organik. (ted/han)

Lima Terdakwa Dituntut 42 Tahun Bui

TEDDY AKBARI/SUMUT POS DITUNTUT: Kelima terdakwa kasus korupsi pengadaan alkes RSU Djoelham Binjai mendengarkan tuntutan saat bersidang di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (30/8).
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
DITUNTUT: Kelima terdakwa kasus korupsi pengadaan alkes RSU Djoelham Binjai mendengarkan tuntutan saat bersidang di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (30/8).

Lima terdakwa korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai, dituntut 42 tahun penjara oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) yang bersidang di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (30/8).

Kelima terdakwa tersebut adalah mantan Direktur Utama RSUD Djoelham dr Mahim Siregar dituntut 5 tahun penjara dan membayar denda Rp100 juta, dengan subsider 3 bulan penjara; Suryana Res sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dituntut 6 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp200 juta, dengan subsider 3 bulan kurungan;

Cipta Depari sebagai Unit Layanan Pengadaan RSUD Djoelham, dituntut 6 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp200 juta, apabila tidak dibayar diganti hukuman 3 bulan kurungan, kemudian Suhadi Winata, sebagai Ketua Pokja Pengadaan Barang dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp50 juta, subsider 3 bulan penjara. Sedangkan Teddy Low dituntut 8 tahun, 6 bulan penjara, denda Rp250 juta dengan subsider 6 bulan kurungan dan uang pengganti Rp4.774.334.262 dengan subsider 3 tahun 9 bulan penjara.

Ketua JPU Victor Antonius Saragih Sidabutar mengatakan, berdasarkan fakta persidangan, Teddy Low merupakan pelaku utama sekaligus mengotaki jalannya pengadaan alkes di RSU Djoelham Binjai. “Dia sebagai pelaku utama dengan inisiatif dia (Teddy), kepada Kimia Farma dan juga kepada ULP, Pokja, PPK,” sambung Kajari Binjai ini.

Sayangnya, Kajari bilang, belum dapat mengetahui pasti aliran uang itu kemana saja. Menurut Kajari, yang mengetahui aliran uang kemana saja hanya Teddy Low. Bahkan, Teddy Low juga yang mengatur penggelembungan harga tersebut.

“Karena tidak ditemukan dalam fakta persidangan juga. Namun yang pasti, masuknya melalui Teddy Low,” tukasnya.

Sementara itu, kelima terdakwa masing-masing melalui hukumnya mengajukan pledoi dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sontan Sinaga. Pembacaan pledoi akan dibacakan dua pekan mendatang.

JPU menilai, Teddy Low melanggar Pasal 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan keempat terdakwa melanggar Pasal 3. Sedangkan, dua tersangka lainnya belum disidang. Yakni, Feronica selaku Direktur PT Petan Daya Medica dan Budi Asmoro selaku Kacab Kimia Farma tahun 2012.

Ketujuh tersangka merugikan negara hingga Rp3,5 miliar dari pagu Rp14 miliar yang bersumber dari APBN 2012. (ted/han)

3,5 Hektare Ladang Ganja Dimusnahkan

ISTIMEWA PEMUSNAHAN: Tim gabungan saat melakukan pemusnahan ganja yang ditanam areal pegunungan Tor Sihite, Madina, Kamis (30/8).
ISTIMEWA
PEMUSNAHAN: Tim gabungan saat melakukan pemusnahan ganja yang ditanam areal pegunungan Tor Sihite, Madina, Kamis (30/8).

Tim gabungan TNI-Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut menemukan ladang ganja seluas 3,5 hektare di kawasan pegunungan Tor Sihite, Dusun Banjar Julu, Desa Banjar Lancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina), Kamis (30/8) sore.

Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNN Sumatera Utara (Sumut) AKBP Agus Halimudin mengatakan, temuan ladang ganja tersebut berkat informasi yang diteruskan masyarakat hingga dilakukan penyelidikan ke lokasi.

“Ternyata ditemukan pohon ganja yang tingginya hingga mencapai satu meter,” ungkap Halimudin kepada wartawan, Jumat (31/8).

Dijelaskan Halimudin, untuk sampai ke lokasi tim gabungan harus melalui jarak tempuh sekitar 3 jam dengan berjalan kaki.

Setelah mencapai lokasi dan menemukan ladang ganja tersebut, tim gabungan berjumlah sekitar 90-an orang langsung melakukan pemusnahan.

“Usai mencabuti pohonnya, kemudian ganja-ganja tersebut dibakar. Adapun 1 pohon ganja itu memiliki perincian 1 meter persegi dengan 6 batang,” jelasnya.

Halimudin menambahkan, luas lahan ladang ganja mencapai 3,5 hektare, dan bila dikonver ganja tersebut sebanyak 122,5 ton ganja basah. “Sejauh ini kita masih melakukan pengembangan untuk mencari pemiliknya,” pungkasnya. (man/han)

Dorong Pemasukan dari Pajak Air Inalum

MEDAN-Terkait realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Utara (Sumut) yang hingga kini diperkirakan mencapai 60 persen lebih, diharapkan dapat men dekati 100 persen pada akhir tahun mendatang. Begitu juga untuk potensi masukan lain, dorongan agar pajak air permukaan (APU) PT Inalum terus digulirkan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Sumut, Zeir Salim Ritonga menanggapi laporan realisasi pendapatan daerah Provinsi Sumatera Utara per Agustus 2018 yang rata-rata diperkirakan mencapai 60 persen lebih.

Sebagaimana diketahui, target PAD sebesar 3,426 Tiliun yang berasal dari pajak daera, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

“Saya rasa angka dengan persentase sebesar itu masih kategori normal.

Namun perlu diperhatikan juga, kemungkinan lain yang menyebabkan terlambatnya arus penerimaan ke kas daerah,” ujar Zeira kepada wartawan, Jumat (31/8).

Untuk itu katanya, harus ada langkah ekstraordinary, agar capaian PAD khususnya dari sektor pajak bisa capai target atau bahkan ditingkatkan.

Kemudian, potensi penerimaan seperti dari pajak APU dari penggunaan air di Pembangkit Listri Tenaga Air (PLTA) Sigura-gura cukup besar mencapai Rp500 Miliar lebih.

“Apalagi berkurangnya pendapatan dari pajak APU dari Inalum dan perusahaan lain yang seyogyanya ditargetkan Rp500 miliar lebih pada saat ini hanya teraslisasi mencapai Rp3 Miliar lebih. Mengakibatkan dipangkasnya belanja sebesar Rp400 Miliar,” katanya.

Dari kondisi itu, lanjut Zeira, Pemprov Sumut dalam hal ini harus melakukan langkah ofensif, jika kemungkinan kewajiban pajak APU tersebut tidak dijalankan. Agar katanya, Pemprov tidak dianggap kurang upaya mendapatkan masukan dari hasil kekayaan alam di Sumatera Utara.

“Ini bisa saja membawa preseden buruk teradap wibawa Pemerintah Provinsi,” sebutnya.

Dirinya pun berharap, Pemprov mendiskusikan hal ini ke pusat secara intensif agar potensi peneriman bisa direalisasikan segera. Dengan begitu, sebutnya, APBD Sumut yang kini berkisar di Rp13 Triliun bisa meningkat di tahun mendatang. Sebab, dampak positifnya akan dapat dirasakan masyarakat seperti pembangunan yang sudah banyak berjalan di Sumut oleh Pemerintah Pusat. (bal/han)

Dugem di New Zone, IRT Tewas Over Dosis

BERBUIH: Jenazah Dinar boru Silalahi mengeluarkan buih dari mulutnya. Sedangkan wajahnya tampak membiru.( foto : Ist/Sumut Pos)
BERBUIH: Jenazah Dinar boru Silalahi mengeluarkan buih dari mulutnya. Sedangkan
wajahnya tampak membiru.( foto : Ist/Sumut Pos)

SUMUTPOS.CO – Diskotik New Zone kembali makan korban. Seorang ibu rumah tangga (IRT) mendadak tewas di Rumah Sakit (RS) Advent. Dinar Dela boru Silalahi (30) meregang nyawa setelah dugem di lokasi hiburan malam itu, Kamis (30/8) sekira pukul 03.00 WIB.

“KORBAN diduga memang meninggal secara tidak wajar,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Suhardiman usai menginterogasi saksi, Jumat (31/8).

Suhardiman menjelaskan, korban datang ke New Zone sekira pukul 00.15 WIB. Wanita asal Desa Bahal Batu, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) itu ditemani iparnya, Richie Frans Boy Nababan (27).

Di dalam diskotik, Dinar dan Richie memesan bir dan fanta. Mereka pun menikmati alunan musik break beat yang dimainkan disc jokey (DJ).

Namun, saat sedang menikmati musik, sekira pukul 03.00 WIB, tiba-tiba Dinar mengeluh kesakitan dan tubuhnya merasa kedinginan.

Melihat kondisi Dinar, Richie pun panik. Pria yang tinggal di Jalan Sanif No 86, Kecamatan Siborong-borong, Taput itu langsung melarikan Dinar ke rumah sakit.

Tiba di RS Advent, Jalan Gatot Subroto Medan, Dinar langsung dimasukkan ke Unit Gawat Darurat (UGD).

“Tapi dari hasil pemeriksaan dokter jaga, korban sudah meninggal dunia sebelum tiba,” tegas Suhardiman.

Usai dinyatakan meninggal dunia, Dinar selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dioutopsi.

Suhardiman menegaskan, pihaknya tidak begitu saja percaya dengan pengakuan Richie yang hanya memesan bir dan fanta.

“Kita masih terus kembangkan penyebab kematian korban. Tidak begitu saja kita percaya (pengakuan saksi),” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan merazia lokasi hiburan malam tersebut.

Apalagi, Revi menerima informasi, di New Zone kerap terjadi keributan. “Karena hal itu juga maka razia akan dilakukan,” terangnya.

Soal penyebab pasti tewasnya Dinar, Revi mengaku masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara. Hasil otopsi itu nanti yang menyatakan, apakah yang bersangkutan tewas karena overdosis atau bukan.

“Jadi belum bisa kita pastikan kalau yang meninggal kemarin itu karena over dosis. Makanya kita tunggu dulu hasil dari otopsi, baru bisa kita simpulkan,” tandasnya.

Pantauan Sumut Pos, jenazah Dinar mengeluarkan buih dari mulutnya.(man/ala)

 

 

 

 

Edy Azhar: Bentuk Kecintaan kepada Golkar

sopian/sumut pos MUNDUR: Keterwakilan bacaleg perempuan dari Partai Golkar di tiga Dapil membuat surat pernyataan mundur dari caleg Partai Golkar
sopian/sumut pos
MUNDUR: Keterwakilan bacaleg perempuan dari Partai Golkar di tiga Dapil membuat surat pernyataan mundur dari caleg Partai Golkar

TEBINGTINGGI-Pernyataan akan mundur dari Bacaleg Keterwakilan Perempuan, bila Plt Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi, Pahala Sitorus tidak didefinitifkan pada Musda Golkar yang digelar September mendatang, disikapi Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Tebingtinggi, Edy Azhar Nasution, merupakan bentuk wujud dan sayangnya bacaleg perempuan terhadap Partai Golkar.

Menurutnya, hal itu dinyatakan karena mereka tahu yang benar- benar mewakafkan hati dan pikirannya kepada Golkar adalah Pahala Sitorus, sehingga ketika ada upaya untuk merebut Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi dari Pahala Sitorus, maka bacaleg perempuan merasa bertanggungjawab untuk kelangsungnan kebesaran Partai Golkar di Kota Tebingtinggi.

“Dalam hal ini bukan hanya bacaleg perempuan yang mundur, bahwa sebagian besar bacaleg sudah siap untuk mengajukan pengunduran diri, kalau DPD Sumut tidak mendukung secara penuh Pahala Sitorus menjadi Ketua,”terang Edy Azhar saat ditemui, di Jalan Ahmad Yani, Kota Tebingtinggi, Jumat(31/8) sore.

Perlu dipahami, lanjut Edy Azhar, ketika Partai Golkar Kota Tebingtinggi hancur pada masa kepemimpinan Plt terdahulu dan pada tanggal 24 Juni 2018, Pahala Sitorus diangkat menjadi Plt dan seluruh kehancuran itu dapat diperbaiki.

“Kami berharap jangan yang sudah diperbaiki diberikan kepada orang lain. Kenapa dikatakan diberikan kepada orang, karena beberapa pemegang hak suara Musda memang sengaja ditunjuk oleh Plt terdahulu untuk memenangkan saudara Basyaruddin,”jelasnya.

Menurut Edy Azhar lagi, pada tanggal 21 Agustus yang lalu ada seseorang datang ke kantor Golkar yang dengan tegas mengatakan, bahwa saudara Basyaruddin mengambil ketua DPRD Partai Golkar Tebingtinggi hanya untuk kepentingan salah satu Ketua DPC parpol lain untuk perahu pada Pilkada tahun 2022 di Kota Tebingtinggi.

Sementara itu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi Divisi Teknis, Wal Ashri SP mengatakan, “Kalau mundur semua sebelum DCT dan tidak diganti, semua tidak bisa mencaleg, dan Partai Golkar Tebingtinggi tidak bisa ikut dalam pemilu tahun 2019,”tukasnya.

Sedangkan calon Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi, Basyaruddin Nasution tidak bisa ditemui, dan juga tidak mau menjawab ketika dikonfirmasi ketika dihubungi via seluler. (ian/han)

Wabup Asahan Lantik Pejabat Eselon 3

Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos LANTIK: Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc melantik para pejabat eselon tiga di aula Kantor Bupati, Jumat (31/8).
Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
LANTIK: Wakil Bupati Asahan, H Surya BSc melantik para pejabat eselon tiga di aula Kantor Bupati, Jumat (31/8).

ASAHAN-Wakil Bupati Asahan, H Surya BSC melantik pejabat eselon tiga di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Jumat (31/8).

Terhadap para pejabat eselon 3 yang dilantik yakni Kepala Dinas Pertanian, Oktoni Eryanto; Kepala Dinas Perikanan, Hazairin dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Supriyanto dan sejumlah sekretaris dinas, Kepala bagian dan Camat, Bupati menyampaikan pesannya agar terus belajar dan bekerja keras untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas.

“Sehingga amanat yang diberikan dapat memberikan perubahan yang lebih positif bagi Asahan, sehingga terwujud Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri,”bilang Surya
Kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, diharapkan dapat menyelesaikan persoalan pertanian di Kabupaten Asahan. Dimana, kedepannya Asahan bukan saja swasembada beras, tetapi harus bisa surplus dan bisa meningkatkan debit air untuk saluran irigasi di Asahan.

Kemudian bagi Kepala Dinas Perikanan, Hazahirin, Wabup mengharapkan bisa meningkatkan sektor di bidang perikanan dan melakukan pengawasan terhadap penyediaan dan penyaluran bibit kepada kelompok kelompok budidaya. Hal ini dilakukan agar bantuan tepat sasaran.

Sedangkan kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Supriyanto, yang memiliki sejumlah pengalaman di OPD diminta untuk dapat membenahi sektor pelayanan kependudukan dan catatan sipil.

“Berikan pelayanan dan rasa nyaman serta kepuasan kepada masyarakat dalam urusan KTP, Akta dan dokumen kependudukan lainya,”tegas Surya.

Bagi para Camat diminta untuk senantiasa menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Asahan, menghimpunn semua persoalan yang menjadi keluhan masyarakat. Begitu juga dengan Sekretaris Dinas untuk mendukung penuh kinerja dan program pimpinan. (omi/han)