Home Blog Page 6018

Diteror Bom, Ibadah GBKP Lancar

Foto: Gideon/Metro Siantar GBKP Bukit Sofa Siantar diteror bom.
Foto: Gideon/Metro Siantar
GBKP Bukit Sofa Siantar diteror bom.

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari diteror bom. Teror diketahui dari salah seorang wanita yang melaksanakan ibadah.

Peristiwa itu terjadi Minggu (26/8), saat jemaat sedang melangsungkan ibadah. Kabar menegangkan tersebut seketika menyebar di kalangan jemaat dan masyarakat. Meskipun begitu, ibadah jemaat tetap berjalan lancar.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Doddy Hermawan membenarkan ancaman bom tersebut. Doddy memastikan jemaat GBKP Bukit Sofa menjalankan ibadah dengan lancar.

“Betul (ada ancaman bom). Pelaku sementara masih dalam proses lidik,” kata AKBP Doddy Hermawan saat dihubungi.

Dijelaskan Doddy, informasi ancaman bom itu didapat dari masyarakat. Dari keterangan masyarakat, pelaku penyebar informasi itu berada di luar gerbang gereja dan tidak memasuki area dalam.

“Untuk sementara, barang bukti dan sebagainya belum ada. Karena baru sekedar informasi dari masyarakat,” terangnya.

“Pelaku tidak memasuki areal gereja, jadi hanya mengancam saja. Setelah itu pergi,” lanjutnya.

Masyarakat pun diimbau untuk tenang dan tetap waspada. Sebab, Kata Doddy, setiap kegiatan ibadah, Kepolisian dan TNI telah disiagakan.

“Masyarakat tidak perlu takut dan khawatir. Polri dan TNI selalu disiagakan disetiap kegiatan ibadah,” tutup Doddy.

Di lokasi perkara, salah seorang petugas GBKP Bukit Sofa mengaku tidak mengetahui pasti kabar tersebut. Sambil berlalu, wanita itu mengatakan jika mereka masih akan mengadakan kegiatan ibadah.

Saat ini, suasana di GBKP terlihat sepi karena ibadah telah usai. Yang terlihat hanya beberapa pemuda pemudi sedang berada di parkiran gereja.

“Iya, tadi dapat kabar juga bang. Tapi tadi itu aku ibadah di dalam gereja, yang diluar lah yang tau itu. Kami dapat kabar pas selesai ibadah,” singkat salah seorang pemuda yang ditemui di komplek GBKP.

Sementara, pihak Kepolisian dan TNI telah meninggalkan lokasi gereja.

“Kalau polisi sama tentara sudah pulang lah bang, tadi mereka kesini menindaklanjuti,” sambungnya sembari masuk ke dalam mobil.(gid/esa/ms/smg/ala)

14 Titik Panas di Sumut Capai 40 Derajat

Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Petugas dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan geofisika (BMKG) wilayah I Medan menunjukan titik api (Hot Spot) di jalan Ngumban Surbakti Medan.
Foto: TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Petugas dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan geofisika (BMKG) wilayah I Medan menunjukan titik api (Hot Spot) di jalan Ngumban Surbakti Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data yang dimiliki Subbid Pengelolaan Citra Satelit Cuaca BMKG, hingga tanggal 20 Agustus 2018, terdapat 218 jumlah hotspot atau titik panas di wilayah Sumut, yang rentan tercatat mengalami kebakaran, dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen.

Bahkan pada Minggu (26/8) kemarin, terdapat 14 titik panas di Sumut dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen, dengan suhu di atas 40 derajat celcius. Titik panas itu berada di Kabupaten Samosir 7 hotspot, Labuhanbatu Utara 3 hotspot, Labuhanbatu 2 hotspot, dan Labuhanbatu Selatan serta Tobasa masing-masing 1 hotspot.

“Sementara untuk Aceh, tercatat ada sebanyak 124 jumlah titik panas,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan, Minggu (26/8).

Di sepanjang tahun 2015, tercatat sebanyak 590 titik panas Provinsi Sumut. Tahun 2016 ada 817 titik panas. Dan 2017 ada 245 titik panas. Sementara di Provinsi Aceh, tahun 2015 ada 218 titik panas, 2016 ada 431 titik panas, dan 270 titik panas.

“Umumnya ada dua penyebab kebakaran hutan dan lahan ini, yakni karena ulah manusia dan kejadian alam,” ujar Edison.

Untuk kejadian alam, kebakaran hutan dan lahan biasanya terjadi karena kombinasi udara yang sangat kering dan gesekan antar pohon, letusan gunung berapi, maupun sambaran petir. “Kebakaran di bawah tanah pada daerah gambut juga dapat menyulut kebakaran pada hutan yang ada di atas tanah pada musim kemarau,” jelasnya.

Namun kebakaran hutan dan lahan paling sering terjadi adalah akibat ulah manusia. Umumnya hal ini dikarenakan pembakaran yang dilakukan untuk membuka lahan baru.

Ia mengatakan, dari analisa kondisi suhu panas di Medan, diketahui suhu panas sudah berlangsung sejak Sabtu (25/8). Berdasarkan data pengamatan temperatur di beberapa Stasiun BMKG di Medan, tercatat suhu udara maksimum pada tanggal tersebut di antaranya di Sampali sebesar 36.4°C, Belawan 33.8°C , Medan Simpang Pos Ngumban Surbakti 37.0°C, Tuntungan 35.8°C dan Kualanamu 35.4°C

Hasil analisis pola angin pada tanggal 25 Agustus 2018 pukul 07.00 Wib menunjukkan, kondisi cuaca tersebut disebabkan massa udara cenderung bergerak ke Laut Filipina dan Teluk Benggala, karena terdapat pusat tekanan Rendah (Low) di wilayah tersebut.

Air Bawah Danau Toba Naik Picu Kekurangan Oksigen

Foto: Edy Saragih/Metro Siantar/SMG Petugas dan petani keramba ikan di Pangururan Danau Toba, mengevakuasi bangkai jutaan ekor ikan yang mati.
Foto: Edy Saragih/Metro Siantar/SMG
Petugas dan petani keramba ikan di Pangururan Danau Toba, mengevakuasi bangkai jutaan ekor ikan yang mati.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kematian jutaan ikan mas dan ikan nila yang diternakkan masyarakat di keramba jaring apung (KJA) di perairan Danau Toba kawasan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumut, diduga kuat lantaran ikan kekurangan oksigen. Kekurangan oksigen itu terjadi setelah massa air dari dasar perairan naik ke atas, akibat adukan angin. Sementara, lokasi KJA berada pada perairan yang sangat dangkal.

“Kesimpulan sementara itu diambil usai dilakukan uji sampel dan pengukuran bersama pemangku kepentingan lainnya di Pangururan, Samosir. Kenaikan massa air bawah danau juga ditandai dengan warna air danau yang keruh kecoklatan,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumut, Mulyadi Simatupang kepada Sumut Pos, Minggu (25/8).

Dijelaskannya, ada beberapa tim yang turun untuk mengambil sampel dan pengukuran langsung di lokasi kematian ikan. Selain Diskanla, juga turun tim dari Karantina Pusat Kementrian Kelautan Perikanan, serta Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir.

Dari pengukuran langsung di lapangan, diperoleh sejumlah indikator. Pertama, kedalaman KJA yang berkisar 9-12 meter masuk kategori sangat dangkal. Padahal sesuai Perpres 81/2014 tentang RTRW Danau Toba, kriteria zonasi untuk budidaya perikanan kedalamannya minimal 30 meter dan 100 meter.

“Kedua, kandungan oksigen terlarut berkisar 2,6-2,8 ppm, tidak normal (untuk KJA minimal kandungan oksigen terlarut  minimal 5 ppm). Lalu derajat keasaman atau PH = 6 (PH yang baik untuk KJA minimal 7),” katanya.

Sampel ikan yang diambil, dibawa untuk diuji di Laboratorium Pengendalian Mutu Hasil Perikanan di KIM di Belawan. Adapun yang dianalisa yakni unsur kimia meliputi; NH3 (Nitrat), Fosfor, Sulfur, CO2 dan lainnya. “Mudah-mudahan Senin (hari ini, Red) hasilnya sudah bisa kita dapat. Ini dulu perkembangan sementara,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, jutaan ekor ikan di KJA milik warga Pintu Sona, Kecamatan Pangururan, Samosir mati mendadak sejak Senin (21/8) lalu. Kematian ikan hingga 180 ton itu mengulang peristiwa kelam awal Mei 2016. Saat itu jutaan ikan di keramba di Haranggaol, Simalungun, kawasan Danau Toba, mati tiba-tiba.

Agar peristiwa ini tak terulang kembali, Pemkab Samosir menyarankan kepada 18 kepala keluarga pemilik KJA, untuk mengosongkan keramba dari aktivitas budi daya ikan selama dua bulan. Sebelum dipakai kembali, jaring dan seluruh peralatan KJA dibersihkan dan disterilkan.

Kadis Lingkungan Hidup Pemkab Samosir, Sudion Tamba mengatakan, tim sudah membawa ikan yang mati untuk diperiksa di laboratorium. Dan pemeriksaan kadar oksigen dalam air (Dissolved Oxygen) berkisar 2,28 Mg/L. Kondisi tersebut sangat jauh di bawah standard mutu air yang ditetapkan pemerintah berdasarkan PP 82 tahun 2001 minimal 6,0 Mg/L.

“Untuk sementara diperkirakan penyebab matinya ikan ini karena kekurangan oksigen, DO 2,82 Mg/L itu sangat rendah,” ujarnya.

10 Jamaah Sumut Meninggal di Makkah

Jamaah haji meninggal-Ilustrasi
Jamaah haji meninggal-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lagi, tiga jamaah haji asal Sumut meninggal saat menunaikan ibadah haji di tanah suci. Total selama musim haji, sebanyak 10 orang jamaah asal Sumut yang meninggal.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumut, T Darmansah mengatakan, ketiga jamaah meninggal masing-masing Rahmawati Muhammad Ibrahim binti Muhammad Ibrahim (47) warga Jalan Gatot Subroto Gang Kelapa No7, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah dari Kloter 07/MES. Rahmawati meninggal pada Kamis (23/8).

Kedua, Nurimah Makjin Koling binti Makjin (53) warga Teluk Pulai Dalam, Kualuh Hulu Jualah Selatan Kabupaten Labura dari Kloter 16/MES, meninggal pada Sabtu (25/8).

Dan ketiga Moncot Humanis Hasibuan (78) warga Sekitar Lancat, Ulu Barumun, Lubuk B, Kabupaten Padanglawas dari kloter 21/MES, meninggal pada Jumat (24/8).

Kata Darmansah, ketiga jamaah meninggal karena menderita penyakit Respiratory Diseases (pernapasan) dan Cardiovascular Diseases (jantung). “Dua meninggal di RS Arab Saudi dan satu meninggal di pemondokan,” ujarnya.

Berdasarkan rekapitulasi, jemaah haji yang wafat selam musim haji tahun ini berasal dari Asahan 1 orang, Tebing Tinggi 1 orang, Mandailing Natal 1 orang, Medan 3 orang, Langkat 1 orang, Pematangsiantar 1 orang, Padanglawas 1 orang, dan Labuhanbatu Utara 1 orang.

Darmansah menjelaskan, ahli waris jamaah haji yang wafat akan mendapatkan santunan dari PT Asuransi Takaful Keluarga — penyelenggara asuransi haji pada musim haji 2018–. Dengan kontribusi (premi) sebesar Rp49.000 setiap jemaah haji, maka manfaat yang diperoleh yakni santunan sebesar Rp18,5 juta bila jemaah haji meninggal karena sakit. Dan Rp37 juta, bila jamaah haji meninggal karena kecelakaan.

“Adapun risiko cacat tetap karena kecelakaan, mendapatkan santunan sebesar persentase tertentu sesuai dengan kriteria cacatnya,” tandasnya. (man)

My Heart Will Go On untuk Korban KM Sinar Bangun

Foto: Bagus Syahputra/Sumut Pos HERMAN DELAGO: Penampilan Herman Delago di Samosir Music Internasional di Tuktuk, Kabupaten Samosir, Sumut, Sabtu (25/8) malam.

Bersama musisi lokal dan nasional, musisi mancanegara seperti Austria dan Jepang, ikut memeriahkan Samosir Music Internasional (SMI) 2018 ke-4, di Tuktuk, Kabupaten Samosir, Sumut, Sabtu (25/8) malam. Malam itu, lagu My Heart Will Go On dilantunkan untuk mengenang korban KM Sinar Bangun.

Foto: Bagus Syahputra/Sumut Pos
HERMAN DELAGO: Penampilan Herman Delago di Samosir Music Internasional di Tuktuk, Kabupaten Samosir, Sumut, Sabtu (25/8) malam.

Bagus Syahputra, Samosir

 

“Saya sudah pernah tampil di sini, sekarang tampil lagi. Tapi rasanya selalu menyenangkan. Karena kalian luar biasa. Saya orang Batak, mari kita lestarikan Batak. Enjoy happy,” ucap musisi Austria, Herman Delago, membuka penampilannya pada ajang SMI, Sabtu malam kemarin.

Herman Delago featuring Nadine Beiler dan kawan-kawan, kemudian mempersembahkan sebuah lagu berjudul My Heart Will Go On, original soundtrack dari film kolosal Titanic. Lagu tersebut dilantunkan untuk mengenang para korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, yang tenggelam di Perairan Danau Toba, Senin 18 Juni 2018 lalu.

Sebelum lagu dinyanyikan, Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengajak ribuan penonton untuk mendoakan seluruh korban yang tewas pada tragedi KM Sinar Bangun, juga para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Semoga Tuhan memberikan tempat terbaik mereka. Berdoa dimulai,” pimpin Rapidin di atas panggung.

Seluruh penonton serempak berdoa, kemudian ikut menyanyikan lagu yang dipopulerkan Celine Dion tersebut. Lagu itu untuk mengingatkan dan mengkampanyekan keselamatan pelayaran di Danau Toba, sehingga insiden serupa jangan terulang.

“Ini persembahan kita bagi korban KM Sinar Bangun yang menjadi duka bersama, baik kita, nasional dan dunia,” kata Project Manager Samosir Music International, Henry Manik.

Musisi Kanto dari Jepang, meniup terompet mirip terompet khas kapal. Diiringi desiran arus Danau Toba lewat musik yang dikomandani Herman Delago.

Lantas, mereka menyanyi lagu-lagu Batak seperti Mardua Holong, Sik sik Batumanikam, Boasama, dan lain-lainnya. Kefasihan Herman Delago dan Nadine Beiler menyanyikan lagu Batak, disambut dengan riuh tempuk tangan.

Penampilan Viky Sianipar juga disambut meriah. Musisi nasional asal Samosir itu menghentakkan panggung lewat lagu-lagu Batak dengan karya arasemen, seperti Si Kacang Polong,Tor-tor Ni Halak Batak, Jamila dan Sik-sik Batu Manikkam. “Kita jaga bersama Danau Toba, mari kita maju pariwisata Danau Toba. Samosir luar biasa. Mudah-mudahan Samosir akan lebih maju lagi ke depannya. Ingat, jangan sembarangan menebang pohon,” kata Viky.

Acara yang berlangsung hingga Minggu dini hari  26 Agutus 2018 itu berlangsung sukses, bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Danau Toba, Sumatera Utara.

Pendeta IRC Dituduh Ajarkan Aliran Sesat

Foto: Agusman/Sumut Pos ALIRAN SESAT: Gedung Gereja Indonesia Revival Church (IRC) di Jalan Setiabudi, Gang Rahmad No7, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.
Foto: Agusman/Sumut Pos
ALIRAN SESAT: Gedung Gereja Indonesia Revival Church (IRC) di Jalan Setiabudi, Gang Rahmad No7, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mantan jemaat Indonesia Revival Church (IRC), melaporkan Pendeta (Pdt) Asaf Tunggul Marpaung ke Polisi. Dalam laporannya pada 19 April 2018 itu, jemaat menuding pendeta telah mengajarkan ajaran sesat kepada para pengikutnya.

“Dia (Pdt Asaf) telah melakukan penistaan terhadap Agama Kristen,” ungkap salah satu mantan jemaat IRC, Guntur Togap H Marbun, kepada wartawan, Minggu (26/8).

Guntur menceritakan, banyak hal yang diajarkan Pdt Asaf kepada jemaatnya, yang dianggap menyimpang. Salah satunya, pendeta mengajarkan doktrin: ‘Musuh-musuhku adalah musuh-musuhmu’, sebagaimana tertera dalam surat ikat janji. “Sementara agama Kristen justru mengajarkan kasihilah musuhmu,” jelasnya.

Selain itu, Pdt Asaf konon juga menyebut dirinya sebagai bapak bagi Indonesia atau orang pilihan Tuhan untuk Indonesia. Ia mengajarkan doktrin, bahwa Tuhan tidak berbicara kepada seluruh manusia, melainkan hanya bicara kepada satu orang yaitu Bapak Rohani.

“Ada 34 point yang kami anggap menyimpang dari ajarannya. Yang anehnya lagi, dia (Pdt Asaf) memerintahkan jemaat untuk memisahkan diri, menganggap musuh jika suami/istri atau anak, orang tua menentang ajaran yang bertentangan dengan pola pengajarannya,” terangnya.

Mantan jemaat IRC lainnya Melva Siregar mengatakan, setelah Pdt Asaf mengakui dirinya sebagai Bapak Rohani, Asaf memberlakukan ketentuan bahwa semua harta jemaat adalah milik kepunyaannya sebagai bapak.

“Jemaat atau anak rohani hanya pengelola. Sehingga kita wajib memberi laporan keuangan, baik dari gaji pegawai sebagai karyawan, maupun usaha. Ia juga selalu mencampuri harta benda jemaat,” terangnya.

Terpisah, Sekretaris Sinode IRC, Yosua Manalu yang dikonfirmasi terkait laporan polisi jemaat IRC itu, hanya menanggapi ringan. “Setiap orang bisa melapor. Itu hak hukum dia. Kalau tudingan mereka betul, silahkan polisi bertindak. Itu hak konstitusi setiap orang,” katanya saat ditemui di Gedung IRC di Jalan Setiabudi, Gang Rahmad No7, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang.

Yosua mengaku, laporan yang ada itu belum tentu benar adanya. Menurut dia, jika dituding sesat, gereja IRC masih memakai Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). “Ini Alkitab kita sama kok,” ujarnya.

Disinggung mengenai masalah tafsiran yang diajarkan oleh IRC yang dinilai melenceng dari ajaran agama Kristen pada umumnya, Yosua menegaskan, masing-masing gereja memiliki hak menyiarkan tafsiran kepada para jemaatnya.

“Dasar sesat itu apa? Tidak bisa kita katakan suatu penganut aliran itu sesat. Karena ini masalah keyakinan. Kalau orang benci sama kita, itu tidak bisa kita halangi. Kita orang yang memiliki keyakinan. Kita memaafkan orang yang sudah menyakiti kita,” tegasnya.

Yosua juga mengatakan, Gereja IRC sudah mengantongi izin. “Kami terdaftar di Kemenag. Jadi di mana letak sesatnya?” pungkasnya.

Amatan wartawan, Gereja IRC mirip gedung perkantoran dan tidak memiliki simbol salib. (man)

Eks Pj Bupati Sergai Ditangkap

Foto: Bagus Syahputra/Sumut Pos DIAMANKAN: Chairullah diamankan di kantor Kejati Sumut di Medan, Sabtu (25/8).
Foto: Bagus Syahputra/Sumut Pos
DIAMANKAN: Chairullah diamankan di kantor Kejati Sumut di Medan, Sabtu (25/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengamankan eks Pj Bupati Serdangbedagai (Sergai), Chairullah, Sabtu (25/8) dini hari. Ia ditangkap dari rumahnya di Jalan Kalisuren, Perumahan Griya Kalisuren, Blok A2 No.14, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan, Chairullah sudah buron selama 6 tahun.

“Setelah diketahui keberadaan terpidana, kita melakukan pengintaian dan penangkapan,” kata Sumanggar, Minggu (26/8).

Sumanggar mengatakan, Chairullah merupakan terpidana kasus bantuan dana pembinaan keamanan ketertiban Pemilu Tahun 2003 dan bantuan pembinaan kemasyarakatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2004. Aksi pria bertubuh tambun itu menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2.145.000.000.

“Terpidana merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan Kejaksaan Negeri Lubukpakam, sesuai surat permohonan Kajari Lubuk Pakam Nomor: B-1557/N.2.22/Dsp.1/04/2012 Tanggal 23 April 2012,” urai Sumanggar.

Penangkapan Chairullah dipimpin langsung Asisten Kejati Sumut, Leo Simanjuntak. Saat diamankan oleh petugas Intel Kejati Sumut, Chairullah yang pernah menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deliserdang tidak melakukan perlawanan.

“Pelaksanaan operasi intelijen pengamanan DPO berjalan dengan aman dan sangat kooperatif, baik oleh DPO maupun anak-anak atau keluarganya. Saat pengamanan, tim melakukan upaya persuasif dengan menyadarkan DPO dan keluarganya agar dengan kooperatif dapat melaksanakan putusan Mahkamah Agung,” tutur Sumanggar.

Sumanggar mengungkapkan, Chairullah dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun, denda sebesar Rp50.000.000, subsidair 6 bulan kurungan.

“Kemudian, membayar uang pengganti sebesar Rp2.094.000.000, subsidair 1 tahun penjara,” tutur Sumanggar.

Kemudian, Chairullah diboyong ke kantor Kejati Sumut di Medan. Ia diterbangkan melalui Bandara Soekarna-Hatta dengan menumpang Lion Air JT.308 menuju Bandara Kualanamu Internasional Airport, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

“Selanjutnya Tim Intelijen Kejati Sumut menjemput DPO Chairulah dari Bandara Kualanamu. Kemudian langsung dibawa ke Kejati Sumut untuk diproses administrasi dan menyerahkan ke Kejari Deliserdang untuk dieksekusi ke Lapas,” pungkas Sumanggar.(gus/btr/ala)

Koleksi 12 Emas, Indonesia Lewati Prestasi 1962

Karateka Indonesia, Rifki Arsinayah Arrosyid, merayakan keberhasilannya meraih medali emas Asian Games.
Karateka Indonesia, Rifki Arsinayah Arrosyid, merayakan keberhasilannya meraih medali emas Asian Games.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tiada hari tanpa emas.  Indonesia terus mendulang emas. Dan hingga hari ke delapan, Minggu (26/8), koleksi emas Indonesia sudah mencapai 12 medali. Dua tambahan emas hadir dari cabang olahraga karate dan jet ski.

Prestasi ini membuat Indonesia melewati prestasi saat Asian Games 1962 (juga menjadi tuan rumah) yakni sebelas emas. Ketika Asian Games Jakarta 1962 itu, eranya Presiden Soekarno, emas didapat dari bulu tangkis (lima), sepeda (tiga), atletik (dua) dan loncat indah.

Kini, di Asian Games Jakarta Palembang 2018 Indonesia sudah mendapat emas dari paragliding (dua), cycling mountain bike (dua), dayung, wushu, sport climbing , angkat besi, tenis, taekwondo, karate dan jet ski.

Emas tersebut berhasil didapat oleh karateka Indonesia, Rifki Arsinayah Arrosyid yang turun di nomor 60 kg putra. Rifki mampu menundukkan wakil Iran, Amir Mahdi Zaher dengan skor 9-7.

Kemenangan ini sekaligus menjadi pembuktian tersendiri bagi cabang olahraga karate. Seba, ini merupakan emas pertama yang diraih cabor karate selama berlangsungnya Asian Games 2018.

Sebelumnya, karate baru menyumbang dua perunggu pada Asian Games kali ini. Perunggu pertama dipersembahkan Ahmad Zigi Zaresta Yuda di nomor kata putra. Sementara perunggu kedua diraih Cokorda Istri Agung yang turun di nomor 55 kg putri.

Untuk diketahui, Rifki melaju ke final setelah menang melawan wakil Malaysia, Selvam Prem Kumar. Pada babak semifinal tersebut, skor yang diraih Rifki dan Kumar imbang, yakni 4-4. Namun akhirnya wasit memutuskan Rifki yang berhak lolos ke babak final.

Aqsa Sultan Aswar, juga meraih medali emas cabang Jetsky Asian Games.

Sementara itu emas dari jetski dipersembahkan Aqsa Sultan Aswar yang bertanding pada nomor endurance runabout open di Jetski Indonesia Academy Ancol, Jakarta Utara, Minggu (26/8).

Dalam etape Moto1 hingga Moto3, Aqsa berhasil meraih angka total 1.148. Angka ini merupakan tercepat dari para peserta lainya. Ini menjadikan emas ke 12 untuk Indonesia di ajang Asian Games 2018. “Emas ini untuk masyarakat Indonesia yang sudah mendukung saya sejak awal,” katanya usai pertandingan.

Menurutnya, peraihan emas ini telah diperkirakan ditengah pertandingan. Saat Moto2, Aqsa telah mendapatkan posisi angka teratas.  Seperti diketahui, total sudah dua medali yang disumbangkan Aqsa untuk Indonesia. Untuk yang pertama, Aqsa menyumbangkan satu medali perunggu setelah gagal dengan perosalan jetski yang rusak.

Sayangnya Lalu Muhammad Zohri dari cabang olahraga atletik gagal mempersembahkan emas pada final lari 100 m putra, Minggu (26/8) malam. Zohri finish ketujuh setelah mengawali start dari posisi ketujuh. Namun Indonesia mendapat perak pada nomor 100 meter gawang lewat Nova Emilia. (mat/jpc/don)

Pileg 2019 Jadi Kuburan Partai Guram & Medioker

Suasana Sidang Paripurna MPR RI Pengucapan Sumpah Anggota DPR RI dan DPD RI di Ruang Sidang Paripurna MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10). Foto: Ricardo/JPNN.com
Suasana Sidang Paripurna MPR RI Pengucapan Sumpah Anggota DPR RI dan DPD RI di Ruang Sidang Paripurna MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10). 

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Peneliti politik Hasanuddin Ali memperkirakan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 bakal menjadi kuburan bagi partai-partai guram dan medioker. Merujuk survei Alvara Research Center (ARC), hanya akan ada lima partai politik yang mampu mencapai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4 persen.

Hasanuddin yang juga founder ARC mengatakan, berdasar survei terhadap 1.500 responden di seluruh provinsi pada 12-18 Agustus 2018, PDI Perjuangan bakal menjadi jawara dengan elektabilitas 26,1 persen. Di bawah PDIP ada Gerindra dengan elektabilitas 18,7 persen.

Sedangkan di peringkat ketiga ada Golkar dengan elektabilitas 7,8 persen. Adapun Partai Demokrat (PD) memiliki elektabilitas 5,5 persen.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi juru kunci di posisi lima besar dengan elektabilitas 5,4 persen. “Secara umum PDIP stabil di angka 24 sampai 27 persen, Gerindra ada tren kenaikan dan Golkar stagnan,” kata Hasan dalam paparannya di Jakarta, Minggu (26/8).

Merujuk surver ARC, elektabilitas sejumlah partai politik lainnya belum mencapai 4 persen. Yakni Partai NasDem (3,9 persen), Partai Persatuan Pembangunan (3,2 persen), Partai Keadilan Sejahtera (3,0 persen), Partai Amanat Nasional (2,7 persen) dan Partai Perindo (1,8 persen).

Adapun partai yang berdasar survei ARC memiliki elektabilitas di bawah 1 persen adalah Hanura (0,9 persen), Partai Bulan Bintang (0,4 persen), PKPI dan PSI masing-masing 0,3 persen, Partai Berkarya (0,2 persen) dan Partai Garuda (0,1 persen).

Hanya saja, masih ada 19,7 persen responden yang belum memutuskan pilihannya. Namun, Hasanuddin meyakini partai baru belum bisa melampaui dominasi partai lama.

“Jadi parpol-parpol lama masih mendominasi pileg kita,” pungkasnya.

Survei ARC dilakukan pada 12-18 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.500 responden berusia 17 tahun ke atas yang tersebar di seluruh provinsi. Survei menggunakan metode multistage random sampling itu memiliki margin of error 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(aim/JPC)

Besok, 6.026 Jemaah Haji Dipulangkan ke Tanah Air

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Calon haji embarkasih Medan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Calon haji embarkasih Medan.

JEDDAH, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 6.026 jemaah haji akan dipulangkan besok (27/8) ke tanah air. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Bandara menjadwalkan, kloter pertama gelombang I kepulangan jemaah haji dimulai pukul 08.15 waktu setempat.

“Jemaah Kloter 01 Debarkasi Palembang yang akan diberangkatkan pada jam tersebut menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines,” ungkap Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan Jemaah Daker Bandara, Muhammad Syarief dalam pernyataan resminya, Minggu (26/8).

Dia menjelaskan, sebanyak 450 jemaah Palembang akan tergabung dalam kloter pertama tersebut. Mereka akan dijemput bus di hotel pada sektor 10 yang berlokasi di wilayah Misfalah.

Sebanyak 10 bus akan digerakkan untuk mengangkut para jemaah asal Palembang tersebut pada pukul 00.15 waktu setempat.

“Pendorongan ke Bandara King Abdulaziz tersebut dilakukan selepas petugas kargo memeriksa dan menimbang bawaan bagasi para jamaah,” terangnya.

Di Bandara Jeddah, para jemaah diperiksa kelengkapan dokumen keimigrasiaannya, dan kembali diperiksa bawaan koper jinjing mereka. Setelah itu, jemaah diminta menunggu hingga waktu pemberangkatan pada pukul 08.15 menggunakan maskapai Saudia dengan nomor penerbangan SV5120.

Dia menambahkan, setelah penerbangan perdana gelombang pertama itu, akan menyusul penerbangan Kloter 1 Debarkasi Surabaya pada pukul 09.45 waktu setempat yang membawa 450 jamaah.

Selepas itu, menyusul penerbangan Kloter 1 Debarkasi Jakarta-Bekasi pada 10.05 dan Kloter 1 Debarkasi Padang pada pukul 11.20 WAS. Hari perdana kepulangan gelombang pertama kemudian ditutup Kloter 13 Debarkasi Solo yang terbang dari Bandara Jeddah pukul 22.05.