Home Blog Page 6021

Kosongkan Keramba 2 Bulan

EDWIN SIMBOLON/SUMUT POS KUBUR: Warga mengumpuli ikan-ikan yang mati mendadak untuk dikuburkan agar tidak mencemari lingkungan, Kamis (23/8).
EDWIN SIMBOLON/SUMUT POS
KUBUR: Warga mengumpuli ikan-ikan yang mati mendadak untuk dikuburkan agar tidak mencemari lingkungan, Kamis (23/8).

SAMOSIR- Jutaan ekor ikan di keramba jaring apung (KJA) milik warga Pintu Sona, Kecamatan Pangururan , mati mendadak sejak Senin (21/8) lalu. Matinya jutaan ikan ini, mengulang peristiwa kelam awal Mei 2016. Saat itu, jutaan ikan di keramba di Haranggaol, Simalungun, kawasan Danau Toba, mati tiba-tiba.

Agar peristiwa ini tak terulang kembali, Pemkab Samosir menyarankan kepada 18 kepala keluarga pemilik KJA untuk mengosongkan keramba dari aktivitas budi daya ikan selama dua bulan. Sebelum dipakai kembali, jaring dan seluruh peralatan KJA dibersihkan dan disterilkan.

Kepala Dinas  Lingkungan Hidup Pemkab Samosir Sudion Tamba mengaku sudah membawa ikan yang mati untuk diperiksa di laboratorium, terkait penyebab kematian mendadak ikan tersebut. Dan pemeriksaan kadar oksigen dalam air (Dissolved Oxygen) berkisar 2,28 Mg/L. Kondisi tersebut sangat jauh di bawah standard mutu air yang ditetapkan pemerintah berdasarkan PP 82 tahun 2001 minimal 6,0 Mg/L.

“Untuk sementara diperkirakan penyebab matinya ikan ini karena kekurangan oksigen, DO 2,82 Mg/L itu sangat rendah,” ujarnya Sudion.

Dari segi lingkungan hidup, kata Sudion, bangkai ikan yang sudah mulai membusuk mengakibatkan pencemaran udara dan air. Pihaknya dibantu pemilik dan komunitas warga telah berupaya melakukan evakuasi sejauh 30 meter dari bibir pantai. Menggunakan satu unit alat berat, bangkai ikan dievakuasi ke dalam galian tanah seluas seluas 10 x 10 meter dengan kedalaman 2 meter.

“Kita tidak bisa menggali terlalu dalam, sebab di bawah  kedalaman dua meter sudah keluar air. Jadi kita buat seadanya guna mempercepat evakuasi,” terang Sudion, sembari menuturkan kalau bangkai ikan nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos.

Turut membantu evakuasi Perkumpulan Warga Onan Baru (Perona). Sebanyak 25 orang anggota Perona turun ke lokasi sebagai bentuk kepedulian bersama. ”Intinya, kami turut prihatin atas kejadian yang menimpa petani keramba ini. Kita akan bantu hingga proses evakuasi selesai,” ujar Polten Simbolon, koordinator Perona.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Kabupaten Samosir Sumatera Utara, Jhunellis Sinaga, menduga terjadi kematian ikan karena perubahan suhu. “Ini akibat Up Welling, dugaan sementara terjadi perubahan suhu. Suhu dari dasar danau naik ke permukaan,” tuturnya.

Letak KJA Tak Sesuai

Sementara, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara masih terus mendalami penyebab kematian sekitar 180 ton ikan dalam keramba jaring apung (KJA) yang mendadak mati di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumut, Mulyadi Simatupang menjelaskan, hasil sementara pihaknya bersama Dinas Perikanan Kabupaten Samosir dan karantina pusat dari Kementrian Perikanan dan Kelautan, bahwa kematian ikan dalam KJA disebabkan kualitas air yang buruk.

“Melalui pengamatan visual di lapangan (Pangururan), terlihat warna air yang kecoklatan dan keruh. Salah satu faktor penyebabnya dikarenakan saat ini sedang memasuki puncak musim kemarau disertai angin yang kencang,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/8).

Kondisi ini, terang Mulyadi, membuat bahan organik didasar perairan khususnya sekitar keramba jaring apung naik ke atas perairan (up-welling) sehingga kandungan oksigen diperairan tersebut sangat rendah. Hal ini juga diperparah, sambung dia, dari letak KJA yang belum mengikuti cara budidaya ikan yang baik (CBIB) seperti kedalaman perairan, padat tebar dan jarak antar unit KJA. “Inilah sementara hasil pengamatan kami di lapangan dan saat ini petugas kita sedang melakukan pengambilan sampel dan pengukuran kualitas air di lokasi KJA,” ujarnya.

Selanjutnya dari hasil diskusi dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Samosir, sebut Mulyadi, diperkirakan ikan yang mati sekitar 180-200 ton dengan asumsi kerugian lebih kurang sekitar Rp5 miliar sampai Rp 6 miliar, dan pembudidaya ikan di KJA yang terkena dampak berjumlah 18 orang.  “Demikian sementara informasi yang bisa kami sampaikan dan ini masih berada di lokasi ikan yang mati di Kecamatan Pangururan, Samosir bersama staf dari Diskala Sumut, Dinas Perikanan Samosir, dan pihak karantina pusat Kementerian Perikanan dan Kelautan,” katanya. “Senin besok kami akan jelaskan detil kejadian dan upaya strategis kita ke depan atas kejadian ini,” pungkasnya.

Sementara, anggota DPRD Sumut Juliski Simorangkir mengaku prihatin terkait kejadian matinya jutaan ekor ikan KJA di Danau Toba, beberapa waktu lalu. Dirinyapun meminta pemerintah menghadirkan tim ahli untuk memastikan penyebabnya dan langkah pencegahan agar tidak terulang.

“Matinya ikan-ikan di Danah Toba dengan jumlah ratusan dan jutaan ekor, sudah terjadi berulang kali. Perlu tim ahli memastikan apa penyebab matinya ikan tersebut,” kata Juliski Simorangkir kepada wartawan, Jumat (24/8) di gedung dewan.

Dikatakannya, hingga kini belum ada kepastian penyebab matinya ikan di Danau Toba. Namun dirinya mendapat isu bahwa penyebabnya karena faktor perubahan suaca dan adapula karena serangan virus.

“Paling tidak, kalau sudah diketahui penyebabnya, bisa diambil langkah pencegahan agar tidak terulang lagi,” katanya.

Dampaknya, lanjut Anggota DPRD Sumut dapil Tapanuli ini, petani ikan selalu dirugikan bahkan sampai saat ini hampir tidak ada solusi. Sehingga katanya, harus ada langkah antisipatif dan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran,” sebutnya.

Untuk langkahnya, Juliski meminta Dinas Lingkungan Hidup dan lembaga terkait lainnya harus segera turun tangan dengan mencari tahu penyebabnya secara komprehensif, mengingat masih banyaknya KJA di kawasan Danau Toba. Begitu juga dugaan soal sisa pakan yang mencemari air, supaya bisa ditindak tegas.

“Kalau perlu pemerintah kabupaten , Propinsi dan pusat mencabut izin usaha yang terbukti mencemari Danau Toba atau secara bertahap mengurangi jumlahnya. Kita ingin Danau Toba tidak jadi kolam raksasa, tapi kita ingin Danau Toba jadi lokasi wisata  kelas dunia harus bersih dari pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Pihaknya juga kata Juliski, sudah pernah mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup agar meneliti matinya ikan di Desa Silalahi agar tidak meluas, karena sebelumnya juga sudah terjadi di Desa Bandar Purba Kecamatan Haranggaol Kabupaten Simalungun. Tetapi dirinya menilai tidak ada upaya mengantisipasi, sehingga kejadian tersebut terulang lagi.

Diberitakan, berkurangnya oksigen secara tiba-tiba diduga menjadi penyebab matinya sekitar 180 ton ikan mas dan nila di KJA Desa Pintu Sona, Pangururan, Kabupaten Samosir, Rabu (22/8). Dari hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Samosir, kadar oksigen dalam air (Diasolved Oxygen atau DO) Danau Toba berkisar 2,28 Mg/L. Kondisi ini sangat jauh dibawah standar mutu air yang ditetapkan pemerintah berdasarkan PP 82/2001 yakni minimal 6,0 Mg/L.

Ratusan ton bangkai ikan mas dan nila yang mati mendadak tersebut menebarkan bau busuk yang sangat menyengat, Kamis (23/8). Kondisi ini sangat menggangu. Apalagi, lokasi keramba berada persis disamping RSUD Dr Hadrianus Sinaga, Kelurahan Pintusona. Agar bau busuk tersebut tidak semakin menyebar kemana-mana dan menimbulkan masalah baru bagi kesehatan masyarakat sekitar, puluhan pemilik KJA bersama Pemkab Samosir bergotong-royong membersihkan perairan danau yang penuh bangkai ikan itu. (esa/smg/bal/prn)

Lewati Rekor 1978

INASGOC EMAS: Tim dayung Indonesia menyumbang emas dari nomor delapan ringan putra.
INASGOC
EMAS: Tim dayung Indonesia menyumbang emas dari nomor delapan ringan putra.

Tim dayung Indonesia di nomor men’s lightweight eight menyumbang medali emas ke-9 kontingen Merah Putih di Asian Games 2018. Dengan keberhasilan tersebut, Indonesia telah mengumpulkan 9 medali emas.

Dalam nomor final di JSC, Palembang, Jumat (24/8) siang, di kelas ringan delapan putra, Indonesia yang diperkuat Tanzil Hadid, Muhad Yakin, Rio Rizki Darmawan, Jefri Ardianto, Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, dan Ujang Hasbulloh, berhasil mencatat waktu 6:08, kemudian disusul oleh tim Uzbekistan dengan catatan waktu 6:12, dan dibelakangnya yakni Hongkong dengan catatan waktu 6:14.

Dayung bisa dibilang pada Jumat (24/8) memberikan yang terbaik. Selain medali emas, juga menambah koleksi perak dan perunggu. Medali perak didapat tim dayung nomor empat putra, sedangkan perunggu nomor empat putri.

Indonesia finis lebih dahulu ketimbang tim Uzbekistan (perak) dan Hong Kong (perunggu). Sumbangan emas dari dayung ini membuat Indonesia mengoleksi sembilan emas, tujuh perak dan sebelas perunggu.

Koleksi itu sudah cukup membuat Indonesia melewati prestasi di Asian Games 1978 di Bangkok, saat Merah Putih mendulang delapan emas, tujuh perak dan 18 perunggu.

Tanzil Hadid, satu dari anggota tim dayung Indonesia yang mempersembahkan medali terharu teringat keluarganya.

Setelah melewati garis finis dalam lomba di JSC Palembang, Tanzil dan tujuh rekannya berdiri di atas perahu mereka. Delapan pahlawan Indonesia itu lalu serentak mengepalkan tinju ke udara dan meneriakkan ‘Indonesia!’ berkali-kali.

Tanzil pun menceritakan pengorbanannya demi emas Asian Games 2018. “Ini perjalanan panjang. Tim ini luar biasa,” kata pria yang hobi memancing itu.

Atlet berusia 26 tahun ini mengatakan, medali emas ini adalah hadiah terbaik untuk keluarga yang sering dia tinggalkan untuk latihan. “Saya mempersembahkan medali ini untuk keluarga saya, terutama bayi saya yang baru lahir, yang belum pernah saya temui,” katanya. (dkk/adk/jpnn)

Bikin Heboh Istora

INASCOG LOLOS: Anthony Sinisuka Ginting lolos ke 16 besar.
INASCOG
LOLOS: Anthony Sinisuka Ginting lolos ke 16 besar.

JAKARTA – Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting memastikan satu tiket 16 Besar Asian Games 2018. Dalam pertandingan di 32 Besar melawan wakil Iran ranking 403 dunia Mehran Shahbazi, di Istora Senayan, Jumat (24/8) sore, Ginting (peringkat 12 dunia) menang mudah 21-9, 21-8.

Laga melawan Mehran tadi merupakan pertandingan pertama Ginting usai mengalami kram hebat di partai pertama Indonesia vs Tiongkok di final nomor beregu, Rabu (22/8) lalu.

Nah, perjuangan hebat Ginting saat itulah yang menjadi alasan sebagian penonton datang ke Istora. “Pengin menonton Ginting. Kemarin (final beregu putra) enggak dapat tiket. Sekarang kesampaian,” kata Linda Ningsih, wanita 42 tahun asal Bogor di Istora.

Laga 32 Besar antara Ginting vs Mehran pun beraroma final. Penonton tak henti memberikan semangat buat Ginting, dan mencoba mengganggu pemain Iran setiap akan mengembalikan kok.

Di 16 Besar, Ginting kemungkinan besar akan meladeni unggulan kedua asal Jepang, Kento Momota, dengan syarat pemain kidal Negeri Matahari Terbit itu menang atas pemain Nepal Bikash Shrestha.

Selain Ginting, Jojo juga buat heboh. Ribuan suporter Indonesia di Istora Senayan Jakarta bergemuruh menyambut kemenangan Jonatan Christie alias Jojo di 32 Besar nomor tunggal putra Asian Games 2018, Jumat (24/8) malam. Jojo mengalahkan ranking dua dunia yang menjadi unggulan pertama di AG 2018, Shi Yuqi (Tiongkok).

Yuqi adalah pemain yang secara dramatis mengalahkan Anthony Sinisuka Ginting (retired) di partai pertama final nomor beregu putra, Indonesia vs Tiongkok, Rabu (22/8) kemarin.

Permainan bola di depan net yang menjadi andalan Jojo kerap memberikan poin bagi Indonesia. Shi Yuqi pun tampak kewalahan dengan tertahannya bola di depan net. Poin 21 – 19 pun menjadi milik Jojo di game pertama.

Memulai game kedua, Jojo yang menang angin tampak kesulitan mengontrol bolanya sehingga kerap membuang bola ke luar lapangan. Tekanan yang diberikan Shi Yuqi pun tak terbendung. Sehingga Jojo harus merelakan skor 19 -21 di game kedua.

Di rubber game, Jojo membuktikan mentalitasnya dan memaksa Yuqi kewalahan. Akhirnya game penentuan berakhir dengan skor 21 – 17 untuk Jojo.

Sementara Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir alias Owi / Butet juga sukses membuat decak kagum publik Istora.

Tampil di 16 Besar nomor ganda campuran Asian Games 2018, Owi / Butet menang atas ganda Korea Seo Seung Jae/Chae Yujung Owi / Butet yang kini duduk di peringkat tiga dunia itu butuh waktu 45 menit (statistik BWF) untuk menang 22-20, 21-17 atas ganda Negeri Ginseng ranking 82 dunia. (adk/jpnn/don)

PETANI KOPI HUMBAHAS IKUTI PELATIHAN BUDIDAYA KOPI

PELATIHAN: Para petani kopi Humbahas mendapat pelatihan yang digelar PT Toba Pulp Lestari, Tbk baru-baru ini.
PELATIHAN: Para petani kopi Humbahas mendapat pelatihan yang digelar PT Toba Pulp Lestari, Tbk baru-baru ini.

HUMBAHAS-Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) merupakan salah satu sentra penghasil kopi provinsi di Sumatera Utara. Kabupaten pemekaran dari Tapanuli Utara sejak 15 tahun yang lalu, telah dikenal sebagai daerah penghasil kopi jenis Arabika Sumatera Lintong, di pasar global maupun domestik.

Peningkatan dan pengetahuan budidaya pertanian kopi, kini menjadi fokus dalam pengembangan ekonomi bagi petani dan pemerintah kabupaten.

Dukungan dan partisipasi pihak swasta seperti PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) perusahaan bubur kertas di Tapanuli, yang belum lama ini memberikan perhatian dan dukungan serius terhadap para petani kopi di Humbahas.

Secara bertahap dalam sejumlah kegiatan, TPL mendatangkan para pembicara serta narasumber, berbagi ilmu bersama petani dalam pelatihan dan praktek lapangan bagaimana menjaga serta melakukan budidaya kopi dengan hasil maksimal.

“Saya sangat kagum dengan sumber daya alam daerah Humbahas, khususnya pertanian Kopi. Dengan letak geografis daerah yang sangat mendukung, pertanian kopi di sini pasti bisa lebih baik lagi. Untuk budidaya pertanian kopi dengan hasil yang baik, memang butuh waktu dan dukungan dari pemerintah dan pihak swasta. Karena harus ada sentuhan yang dapat secara cepat meningkatkan produksi  melalui sumber daya manusianya,” sebut Nurkholis seorang Agronomis, ketika sebagai narasumber kegiatan pelatihan kopi di Humbahas yang digelar TPL baru-baru ini.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di 4 desa kawasan Humbahas tersebut,  lebih  melibatkan peran serta dan dukungan pihak lainnya, salah satunya TPL.

Karena menurut Nurkholis, masih banyak petani yang harus diberi pengetahuan tentang sistem pertanian kopi. Misalnya untuk meningkatkan hasil pertanian, dibutuhkan penaung (pohon pelindung). Untuk penaung biasanya petani kopi menggunakan Lamtoro VG 79, Lamtoro Belauka (lokal) yang berbiji, kemudian paket dadap (HOX). Fungsinya  sangat bermanfaat, di antaranya dapat memperbaiki cita rasa kopi, umur produksi pohon kopi

Manager Corporate Social Responsibility (CSR) TPL Ramida Siringo-ringo menyebutkan, pelatihan budidaya dan peningkatan hasil pertanian kopi yang digelar, bekerjasama dengan pemerintah setempat. Selama pelatihan, para petani diberi bimbingan dan praktek langsung di lokasi empat desa yakni,  Hutapaung Utara, Hutajulu, Pansur Batu, dan desa Aek Nauli Dua, seluruhnya dikecamatan Pollung Humbahas.

“Harapan kita dari perusahaan melalui kegiatan dan pelatihan ini, mampu memberikan pengetahuan bagi para petani kopi dalam peningkatan hasil kopinya. Sehingga memberikan peluang besar dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” harap Ramida Siringo-ringo. (sih/rel)

Abdul Malik ke Perempat Final

INASGOC MELAJU: Abdul Malik melaju ke babak semifinal nomor pria 50 kg-55 kg.
INASGOC
MELAJU: Abdul Malik melaju ke babak semifinal nomor pria 50 kg-55 kg.

Pesilat putra Indonesia Abdul Malik mampu memastikan tempatnya di babak semifinal nomor pria B 50 kg-55 kg. Keberhasilan ini di dapatnya setelah dia mampu menaklukkan pesilat asal Thailand Sobri Chen di babak perempat final, Jumat (24/8).

Malik mengungkapkan bahwa keberhasilan ini didapat karena dia sudah mengetahui pola serangan lawan. Terbukti pada pertandingan ini Malik mampu membungkam Sobri dengan skor telak 5-0.

“Aku sudah optimis aja dari kemarin. Soalnya sudah sering ketemu ketika try out, sehingga sudah tahu lah cara main dia gimana,” ungkapnya di Padepokan Pencak Silat Taman
Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Meskipun demikian, pada pertandingan itu Malik kerap melakukan kesalahan yang berbuah pelanggaran. Akibatnya poin yang didapatnya sering kali mendapat pengurangan.

“Itu bukan karena terpancing lawan. Ini karena aku lebih bernafsu untuk mencari poin. Padahal posisi aku tadi sudah unggul,” imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, Malik mengaku masih agak kesulitan untuk dapat bermain dengan tenang pada pertandingan tadi. Hal ini disebabkan dirinya masih sering merasa gugup.

“Ya sulit sih karena masih kurang tenang. Tapi alhamdulillah lebih baik dibandingkan kemarin. Kalau kemarin emang tegang banget. Jadi gak enjoy gitu. Setiap orang pasti nervous,” tutupnya. (mat/jpc/don)

Milla Kecam Wasit

JAKARTA- Timnas U-23 Indonesia harus rela tersingkir dari babak 16 besar usai takluk dari Uni Emirate Arab (UEA) di Stadion Wibawa Mukti, Jumat (24/8). Dalam laga dramatis tersebut, skuad Garuda Muda kalah melalui gol dari titik putih lewat skor 3-4 (2-2).

Sejak awal laga, Garuda Muda sebenarnya mencoba melancarkan serangan. Namun harus diakui, skuad UEA sangat disiplin di lini pertahanan. Hansamu Yama dan kolega malah tertinggal lebih dahulu menit 20. Berawal dari pergerakan pemain UEA yang menerobos kota penalti dan dilanggar oleh Andi Setyo. Wasit Shaun Evans pun langsung memberi hadiah penalti buat UEA.

Zayed Alameri yang jadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Dia mengecoh Andritany dan membawa UEA unggul 1-0. Tertinggal satu gol, pasukan Luis Milla langsung terpacu. Stefano Lilipaly mendapatkan peluang matang menit 34. Mendapat bola sodoran dari Alberto Goncalves, dia sukses melepaskan tendangan keras. Sayang, tendangannya masih di atas mistar gawang UEA.

Zulfiandi juga mendapatkan kesempatan menit 40. Namun tendangan maskh bisa diblok oleh para bek UEA. Turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan UEA tak berubah.

Usai jeda, Garuda Muda langsung tancap gas mencari gol penyeimbang. Hasilnya didapat pada tujuh menit babak kedua berjalan. Mendapatkan umpan matang dari Septian David Maulana, Beto sukses menuntaskannya dengan baik. Membuat Indonesia menyamakan skor.

Evan Dimas nyaris membuat Indonesia berbalik unggul menit 61. Mendapatkan umpan manis dari Septian David, dia melepaskan tendangan keras, sayang masih menyamping di sisi kiri gawang UEA. Menit 63, wasit Shaun Evans kembali memberikan keputusan kontroversial. Dia kembali memberikan penalti untuk UEA setelah kapten tim Hansamu Yama dianggap menjatuhkan penyerang UEA. Zayed kembali sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Masuknya Saddil Ramdani menggantikan Irfan Jaya menghasilkan serangan yang lebih gencar. Winger Persela Lamongan ini nyaris membuat Indonesia kembali imbangi UEA. Namun tendangan kerasnya bisa diblok bek UEA.

Menjelang akhir laga, Timnas Indonesia akhirnya sukses sukses menyamakan kedudukan. Stefano Lilipaly kembali jadi aktor laga ini melalui sebuah sontekan memanfaatkan umpan Saddil pada masa injury time.

Laga pun harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu, setelah skor 2-2 bertahan hingga 90 menit. Pada babak pertama tambahan Garuda Muda dominan. Menit 100, Septian mendapatkan kesempatan emas. Sayang tendangan kerasnya bisa diblok kiper UEA.  Tak ada gol tambahan lagi hingga akhir perpanjangan waktu.

Pada babak adu penalti inilah Indonesia harus takluk 3-4. Dua penendang Indonesia, Septian David dan Saddil Ramdani, gagal menjalankan tugasnya. Sedang UEA cuma Abdalla Ganni yang gagal setelah bola tendangannya membentur mistar gawang.

Meski kalah, secara permainan tim Garuda Muda tampil lebih baik. Buktinya, Indonesia mampu mencetak dua gol dari open play. Sementara UEA hanya bisa mencetak gol dari titik penalti. Baik di waktu normal maupun saat memasuki babak adu penalti.

Nasib Luis Milla sontak menjadi pembicaraan hangat. Seperti diketahui, Milla memang ditargetkan untuk lolos sampai semifinal. Sayangnya, Timnas Indonesia harus takluk dari UEA lewat drama adu penalti.

Kondisi itu jelas membuat nasib pelatih asal Spanyol itu menjadi perbincangan. Banyak yang berharap Milla bisa bertahan bersama Timnas Indonesia. “Soal masa depan, saya tak mau banyak berkomentar. Saya ingin analisis dahulu laga ini. Sampai saat ini, belum ada orang PSSI yang datang ke saya,” ungkap Milla usai laga.

Saat ini, Milla akan berpamitan dengan para pemain Timnas U-23 Indonesia. Namun, itu bukan berarti dia akan cabut dari Garuda Muda. “Saya akan berpisah dengan anak-anak dan terbang kembali ke Spanyol. Cuma intinya saya marah dengan laga tadi. Anak-anak tak berhak diperlakukan seperti ini karena kesalahan orang yang takpantas memimpin pertandingan,” tandas dia.

Milla kecewa dengan wasit yang menghukum Indonesia dengan dua penalti. “Kita tuan rumah, tapi mengapa begini? Kemarin saat melawan Palestina juga dihukum penalti. Total ada tiga penalti. Tapi kali ini, wasit sangat tak punya level,” ungkap Milla usai laga.

Menurutnya, penalti pertama memang wajar terjadi. Tapi saat hukuman kedua, seperti ada yang janggal. “Dia tak punya hati, tak melihat perjuangan pemain. Dia tak lihat jiwa pemain-pemain muda yang dirusak tekadnya oleh dia. Wasit itu sudah tak layak buat Asian Games 2018,” ucapnya.(bbs/don)

Akhyar: Cetak Siswa Berkualitas, Berprestasi, dan Kompetitif

BERSAMA: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution diabadikan bersama Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Pusat Soni Rumuy, dan Ketua Kalam Kudus Indonesia Kota Medan Feri Yuwandi, pada perayaan HUT ke- 50 Yayasan Sekolah Kristen Kalam Kudus Kota Medan di Selecta Convention Hall, Kamis (23/8). Foto kiri, H Akhyar Nasution dan Parlindungan Purba mengulosi Soni Rumuy.
BERSAMA:
Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution diabadikan bersama Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Pusat Soni
 umuy, dan Ketua Kalam Kudus Indonesia Kota Medan Feri Yuwandi, pada
perayaan HUT ke- 50 Yayasan Sekolah Kristen Kalam Kudus Kota Medan di
Selecta Convention Hall, Kamis (23/8). 

Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, menghadiri perayaan HUT ke-50 Yayasan Sekolah Kristen Kalam Kudus Kota Medan di Selecta Convention Hall Jalan Listrik Medan, Kamis (23/8) lalu.

Dalam sambutannya, Akhyar mengatakan, Pemko Medan mengucapkan selamat kepada Yayasan Sekolah Kristen Kalam Kudus Kota Medan, yang saat ini memasuki usia 50 tahun. Ia berharap, yayasan tersebut dapat menghasilkan para siswa cerdas, bertakwa, dan kreatif, dan ke depannya terus dapat meningkatkan mutu pendidikan serta mengembangkan pembangunan di Kota Medan.

“Jangan biarkan anak didik sampai terjerumus kepada hal-hal negatif. Mari bina dan tanamkan karakter, terutama tentang bahaya penggunaan narkoba. Pembinaan dan bimbingan kepada para siswa harus terus ditingkatkan, sehingga nantinya dapat mencetak putra putri bangsa yang berkualitas, berprestasi, dan kompetitif,” harap Akhyar.

Akhyar juga berterima kasih kepada yayasan, atas kerja keras dan peranannya dalam membangun generasi muda yang religius dan cerdas. Hal tersebut menurutnya, merupakan sumbangsih yayasan kepada Pemko Medan dalam membangun bidang pendidikan. “Ke depannya, diharapkan yayasan ini harus terpacu dan menjadi lebih baik. Dan semua itu akan dapat diraih hanya dengan kerja keras, serta sinergitas yang harmonis di setiap elemen masyarakat, termasuk di dalam yayasan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Acara Feri Yuwandi, sangat mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota Medan, yang mewakili Pemko Medan, dengan kehadirannya dapat memberikan spirit belajar bagi para siswa di yayasan tersebut.

Turut hadir dalam acara tersebut, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia Pusat Soni Rumuy, Ketua Kalam Kudus Indonesia Kota Medan Feri Yuwandi, para kepala sekolah, dan guru, serta wali siswa. (ris/saz)

Aparatur Pemerintah Berperan Bangun Karakter Bangsa

MEDAN-SUMUTPOS.CO-Aparatur pemerintahan daerah memiliki peran dan posisi penting dalam membangunan karakter bangsa. Hal ini merupakan internalisasi berbagai kebijakan dan digunakan sebagai landasan untuk bertindak.

Hal tersebut dikatakan Penjabat Gubernur Sumut, Eko Subowo diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Nouval Makhyar pada Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI bagi Aparatur Pemerintahan Kabupaten/Kota se-Sumut 2018 di Medan, baru-baru ini.

Menurutnya, sesuai pasal 11 UU No. 5/2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, bahwa ASN bertugas melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas. Serta mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dikatakannya, upaya pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dan UUD RI 1945, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika secara konsisten kepada seluruh ASN membutuhkan pemahaman secara utuh dan menyeluruh.

Nouval mengharapkan, acara tersebut dapat memberikan pemahaman kepada ASN dan bisa bahu membahu membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga menjadikan Indonesia menjadi kokoh dan disegani negara asing, serta menghormati keberagaman dan taat akan hukum.

Ditambahkannya, bahwa sifat pluralisme dan kemajemukan masyarakat jangan sampai melemahkan rasa persatuan. Juga jangan mudah terjebak dan terprovokasi atau menghembuskan isu-isu individualis yang ingin memecah belah kesatuan dan persatuan.

Ketua Panitia, Koni Ismail mengatakan, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman yang utuh dan menyeluruh kepada peserta, khususnya terkait Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika. Serta memberikan pedoman bagi aparatur pemerintah dalam mengaktualisasikan nilai-nilai luhur bangsa, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab  penyelenggaraan pemerintahan.

Peserta sosialisasi berjumlah 100 orang terdiri dari unsur badan pemberdayaan masyarakat dan camat. Serta dari pemerintah kabupaten/kota se-Sumut. Sedangkan narasumber Idris Eal Al Amin, dari Badan Pengembangan SDM Sumut, Wawan Hermawan dari Badan Pengembangan SDM Kemendagri, dan lainnya.

Acara pembukaan dihadiri para pejabat Pemprovsu, antara lain Kepala Biro Pemerintahan Setdaprovsu Afifi Lubis, dan Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Sumut, serta Kepala Badan Kesbangpol Kota Medan Ceko Wakhda Ritonga. (prn/han)

Pengedar Sabu Gagal Kabur

ISTIMEWA/SUMUT POS Erik Estrada Perangin-angin alias Gantang
ISTIMEWA/SUMUT POS
Erik Estrada Perangin-angin alias Gantang

BINJAI,SUMUTPOS.CO-Petugas Unit III Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai menangkap Erik Estrada Perangin-angin alias Gantang. Warga Jalan Pasar 2 Namo Terasi, Desa Purwobinangun, Sei Bingai, Langkat itu ditangkap Kamis (23/8) petang.

Dari tangan remaja berusia 22 tahun ini, polisi menyita satu paket sabu seberat 2,76 gram, 300 buah plastik klip kosong ukuran kecil hingga besar, 1 unit timbangan elektrik dan satu buah toples warna ungu sebagai tempat penyimpanan.

“Yang bersangkutan ditangkap di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan,” jelas Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto, Jumat (24/8).

Menurut Aris, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat. Oleh polisi, informasi tersebut dikembangkan.

Dalam proses penangkapan, petugas sedikit mendapat kendala. Pasalnya, Erik berusaha kabur saat akan ditangkap.

“Tersangka mau kabur karena mengetahui ada polisi saat mau transaksi,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Binjai ini.

Sayang, usaha kabur tersangka kandas. Kepada polisi, Erik mengaku barang bukti tersebut merupakan miliknya untuk dijual.

Kini, tersangka dan barang bukti sudah diboyong ke Mapolres Binjai guna penyidikan lebih lanjut.(ted/ala)

Ibrahim Terlibat Narkoba karena Terlilit Utang

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PAPARAN: Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong dihadirkan dalam paparan yang digelar BNN di Belawan, Kamis (23/8)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAPARAN: Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong dihadirkan dalam
paparan yang digelar BNN di Belawan, Kamis (23/8)

MENDALAMI pemeriksaan terhadap anggota DPRD Langkat yang menjadi gembong narkoba, Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, Badan Narkotika Nasional (BNN) memboyongnya ke Jakarta dari Bandara Kualanamu. Dikawal ketat petugas BNN, Ibrahim Hongkong bersama delapan tersangka lain tiba di Jakarta, Kamis (23/8) malam.

Selain para tersangka, petugas juga membawa barang bukti narkoba ratusan kilogram sabu dan puluhan ribu ekstasi yang diselundupkan dari Malaysia. Kepada wartawan, Ibrahim Hongkong mengaku baru dua kali berbisnis narkoba. Dan dia terjerumus dalam sindikat jaringan narkoba internasional lantaran terlilit utang. Dia juga menampik ada aliran dana dari bisnis haramnya ke Partai Nasdem.

Seluruh tersangka selanjutnya menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor Pusat BNN, Cawang, Jakarta Timur (Jaktim).

Sementara, BNN juga telah menyita sejumlah aset milik mantan politisi Partai NasDem tersebut. Penyitaan itu terkait proses penyidikan kasus peredaran narkoba yang diduga melibatkan Ibrahim. Menurut Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, di antara aset Ibrahim yang telah disita adalah rumah, tanah, serta persawahan dan perkebunan kelapa sawit. “Diamankan buku tabungan,  kartu ATM dari beberapa bank, rumah dan tanah, mobil, tanah persawahan dan kebun kelapa sawit,” ujar Arman dalam keterangan resminya, Jumat (24/8).

Aset yang sudah disita itu diprediksi mencapai miliaran rupiah. Meski demikian, BNN tak berhenti memburu aset Ibrahim lainnya yang diduga terkait peredaran narkoba. BNN hingga saat ini terus menelusuri aset-aset yang diduga milk bandar narkoba tersebut .

Dalam proses penelusuran tersebut, BNN berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Salah satunya dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Dengan PPATK dan pihak bank terkait untuk menelusuri aliran dana atau keuangan yang bersangkutan,” tandas Arman.

Dalam penangkapan yang dilakukan terhadap jaringan Ibrahim Hongkong, petugas gabungan diketahui menyita total barang bukti 105 kilogram sabu-sabu dan 30 ribu butir pil ekstasi berwarna biru.

Pengungkapan peredaran narkoba ini adalah rangkaian penindakan di tiga lokasi yang berbeda pada Minggu (19/8) dan Senin (20/8). Ketiga lokasi itu yakni di kapal di perairan Aceh Timur, kemudian penangkapan di Pangkalan Susu dan Pangkalan Brandan. Dalam oprasi itu, petugas mengamankan sekitar 11 orang tersangka. Termasuk salah satunya Ibrahim.

Sementara, kalangan DPRD Sumut merasa heran dengan kinerja BNN yang terkesan mengabaikan keberadaan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). Keheranan itu diakui Ketua Komisi A DPRD Sumut yang membidangi hukum dan pemerintahan Nezar Djoeli, karena pengungkapan sindikat penyelundupan narkoba internasional ini oleh BNN seperti membobol kerja kepolisian yang sudah seharusnya menjaga dan mengawasi penuh kawasan yang rawan dilalui jalur barang terlarang itu. Sehingga menurutnya, ada kecenderungan bahwa Kepolisian memang ‘ditinggalkan’ dalam operasi ini.

“Ya bisa saja memang ini disengaja agar operasi BNN tidak bocor. Mengingat jumlahnya dan jaringan yang ada itu sudah cukup banyak dan luas. Makanya mungkin hanya pihak BNN saja yang beroperasi,” ujar Nezar kepada Sumut Pos.

Sementara anggota DPRD Sumut lainnya, Sutrisno Pangaribuan menilai, dalam operasi BNN itu, bisa saja ada kesengajaan tidak membuka informasi apapun ke Kepolisian karena khawatir bisa saja bocor dan menggagalkan rencana. “Ya memang kan tidak semua bisa menjaga informasi rahasia itu dengan baik. Bisa saja pertimbangannya kalau sampai keluar (dari BNN) informasinya akan bocor. Jadi operasinya ditutup, khusus BNN saja,” sebutnya.

Namun dirinya menganggap, keberadaan BNN tidak terlepas dari Kepolisian. Karena meskipun lembaga itu terpisah, tetapi anggotanya bahka Kepala BNN sendiri adalah diambil dari perwira Polisi. “Kalau untuk kelas kecil sampai beberapa kilogram, mungkin sampai ke tingkat Polsek dan Polres saja. Tetapi karena ini jaringan Internasional, maka operasinya pun harus rapi dan tertutup, khawatir bocor,” katanya. (bal/bbs/adz)