Home Blog Page 6022

Ibrahim Terlibat Narkoba karena Terlilit Utang

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PAPARAN: Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong dihadirkan dalam paparan yang digelar BNN di Belawan, Kamis (23/8)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAPARAN: Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong dihadirkan dalam
paparan yang digelar BNN di Belawan, Kamis (23/8)

MENDALAMI pemeriksaan terhadap anggota DPRD Langkat yang menjadi gembong narkoba, Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, Badan Narkotika Nasional (BNN) memboyongnya ke Jakarta dari Bandara Kualanamu. Dikawal ketat petugas BNN, Ibrahim Hongkong bersama delapan tersangka lain tiba di Jakarta, Kamis (23/8) malam.

Selain para tersangka, petugas juga membawa barang bukti narkoba ratusan kilogram sabu dan puluhan ribu ekstasi yang diselundupkan dari Malaysia. Kepada wartawan, Ibrahim Hongkong mengaku baru dua kali berbisnis narkoba. Dan dia terjerumus dalam sindikat jaringan narkoba internasional lantaran terlilit utang. Dia juga menampik ada aliran dana dari bisnis haramnya ke Partai Nasdem.

Seluruh tersangka selanjutnya menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor Pusat BNN, Cawang, Jakarta Timur (Jaktim).

Sementara, BNN juga telah menyita sejumlah aset milik mantan politisi Partai NasDem tersebut. Penyitaan itu terkait proses penyidikan kasus peredaran narkoba yang diduga melibatkan Ibrahim. Menurut Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, di antara aset Ibrahim yang telah disita adalah rumah, tanah, serta persawahan dan perkebunan kelapa sawit. “Diamankan buku tabungan,  kartu ATM dari beberapa bank, rumah dan tanah, mobil, tanah persawahan dan kebun kelapa sawit,” ujar Arman dalam keterangan resminya, Jumat (24/8).

Aset yang sudah disita itu diprediksi mencapai miliaran rupiah. Meski demikian, BNN tak berhenti memburu aset Ibrahim lainnya yang diduga terkait peredaran narkoba. BNN hingga saat ini terus menelusuri aset-aset yang diduga milk bandar narkoba tersebut .

Dalam proses penelusuran tersebut, BNN berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Salah satunya dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). “Dengan PPATK dan pihak bank terkait untuk menelusuri aliran dana atau keuangan yang bersangkutan,” tandas Arman.

Dalam penangkapan yang dilakukan terhadap jaringan Ibrahim Hongkong, petugas gabungan diketahui menyita total barang bukti 105 kilogram sabu-sabu dan 30 ribu butir pil ekstasi berwarna biru.

Pengungkapan peredaran narkoba ini adalah rangkaian penindakan di tiga lokasi yang berbeda pada Minggu (19/8) dan Senin (20/8). Ketiga lokasi itu yakni di kapal di perairan Aceh Timur, kemudian penangkapan di Pangkalan Susu dan Pangkalan Brandan. Dalam oprasi itu, petugas mengamankan sekitar 11 orang tersangka. Termasuk salah satunya Ibrahim.

Sementara, kalangan DPRD Sumut merasa heran dengan kinerja BNN yang terkesan mengabaikan keberadaan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu). Keheranan itu diakui Ketua Komisi A DPRD Sumut yang membidangi hukum dan pemerintahan Nezar Djoeli, karena pengungkapan sindikat penyelundupan narkoba internasional ini oleh BNN seperti membobol kerja kepolisian yang sudah seharusnya menjaga dan mengawasi penuh kawasan yang rawan dilalui jalur barang terlarang itu. Sehingga menurutnya, ada kecenderungan bahwa Kepolisian memang ‘ditinggalkan’ dalam operasi ini.

“Ya bisa saja memang ini disengaja agar operasi BNN tidak bocor. Mengingat jumlahnya dan jaringan yang ada itu sudah cukup banyak dan luas. Makanya mungkin hanya pihak BNN saja yang beroperasi,” ujar Nezar kepada Sumut Pos.

Sementara anggota DPRD Sumut lainnya, Sutrisno Pangaribuan menilai, dalam operasi BNN itu, bisa saja ada kesengajaan tidak membuka informasi apapun ke Kepolisian karena khawatir bisa saja bocor dan menggagalkan rencana. “Ya memang kan tidak semua bisa menjaga informasi rahasia itu dengan baik. Bisa saja pertimbangannya kalau sampai keluar (dari BNN) informasinya akan bocor. Jadi operasinya ditutup, khusus BNN saja,” sebutnya.

Namun dirinya menganggap, keberadaan BNN tidak terlepas dari Kepolisian. Karena meskipun lembaga itu terpisah, tetapi anggotanya bahka Kepala BNN sendiri adalah diambil dari perwira Polisi. “Kalau untuk kelas kecil sampai beberapa kilogram, mungkin sampai ke tingkat Polsek dan Polres saja. Tetapi karena ini jaringan Internasional, maka operasinya pun harus rapi dan tertutup, khawatir bocor,” katanya. (bal/bbs/adz)

Master Plan Danau Toba Untungkan Karo

KARO,SUMUTPOS.CO-Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH memastikan rencana Implementasi Master Plan Pengembangan Agropolitan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba akan sangat menguntungkan Tanah Karo.

Jika terwujud, hal itu tentu akan memberikan nilai tambahan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat Bumi Turang termasuk tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba. “Dampak positifnya akan menjalar ke sektor lain, seperti peningkatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi, UMKM, industri rumah tangga, agribisnis dan pengembangan pasar tradisional, terminal agribisnis dan pasar induk. Otomatis sejumlah proyek besar dari pusat akan mengalir ke Kabupaten Karo,”ujar Terkelin usai audiensi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Selasa (21/8).

Karena itu, Terkelin sangat mendukung hal tersebut. “Kerja sama kolaboratif, saling bersinergi antar daerah se kawasan akan mempercepat gerak laju perekonomian masyarakat di daerah masing-masing termasuk Kabupaten Karo,”sambungnya.

Dukungan yang sama juga dikatakan Bambang, bahwa konsep Rencana Implementasi Master Plan Pengembangan Agropolitan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang melibatkan delapan Kabupaten yang berada sekitar Danau Toba, yakni Kabupaten Karo, Simalungun, Toba Samosir (Tobasa), Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan (Humbahas), Dairi, Pakpak Bharat dan Kabupaten Samosir.

Strategi pengembangan kawasan agropolitan melalui OPOP (One Place One Product). Konsep pengembangan harus mampu membangun dan mengembangkan mulai dari industri perbenihan sampai industri pengolahan, dan diharapkan daerah seputaran Danau Toba bisa membuat tiga komoditi skala perioritas, dan bagaimana pengembangan jaringan kerja sama antar daerah pengelolaan kawasan agropolitan.

Masterplan pengembangan agropolitan Danau Toba tidak hanya mengandalkan Danau Toba sebagai objek wisata, tetapi bagaimana mengembangkan lahan pertanian secara modern supaya petani tidak dianaktirikan.

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba terbentang di delapan kabupaten di Sumatera Utara, merupakan salah satu kawasan pembangunannya diprioritaskan. “Peningkatan infrastruktur dan pengembangan kawasan wilayah mendukung daya saing perekonomian, pengembangan kawasan perdesaan dan perkotaan, dengan pendekatan kewilayahan agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan,” papar Bambang.

“Dengan fokus peningkatan daya saing produk pertanian, sehingga masterplan pengembangan agropolitan Danau Toba tidak hanya mengandalkan danau sebagai objek wisata tetapi bagaimana mengembangkan lahan pertanian secara modern supaya petani tidak dianaktirikan,” ujarnya.

Sebelumnya, RE Foundation memaparkan kegiatan pengembangan agropolitan pada delapan kabupaten untuk Tahun Anggaran 2018 hingga 2022. “Pengembangan kawasan wilayah otomatis mendukung peningkatan daya saing produk pertanian dengan pendekatan kewilayahan agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan,” ujar RE Nainggolan yang juga Pembina RE Foundation.

Didampingi Rektor DEL Prof Togar Simatupang dan RE Nainggolan, audiensi dilanjutkan ke Menkomaritim yang diterima Deputi Bidang Koordinasi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin yang menyatakan bahwa pihaknya telah menjadikan infrastruktur sebagai program prioritas pembangunan di Indonesia.

“Infrastruktur ini diarahkan untuk percepatan dan pemerataan pembangunan antar wilayah di Indonesia, sekaligus untuk memperkuat fondasi pembangunan yang berkualitas,” ujarnya.

Deputi Ridwan menjelaskan tentang peluang investasi bagi investor semakin terbuka lebar dengan adanya pengembangan agropolitan di KSPN Danau Toba. “Pemerintah saat ini mempunyai semangat pembangunan yang bernafas Indonesia sentris, ujarnya sembari mengapresiasi Rencana Implementasi Master Plan Pengembangan Agropolitan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang melibatkan delapan Kabupaten sekitar Danau Toba. (deo/han)

Kompetisi Selancar Nisel Diikuti 80 Peselancar dari 9 Negara

NISEL, SUMUTPOS.CO – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly didampingi Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA, membuka event wisata, kompetisi selancar internasional, World Surf League Qualifieng Series Nias Pro 2018 di Pantai Sorake, Nias Selatan (Nisel), Jumat (24/8).

Gelaran yang diikuti 80 peselancar dari 9 negara itu, diharapkan akan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat khususnya sektor pariwisata.

Dalam sambutannya, Yasonna menyampaikan bahwa ini kali kedua dirinya menyaksikan penyelenggaraan kompetisi selancar di Nisel. Pantai Sorake menurutnya adalah lokasi terbaik untuk berselancar (surfing). Untuk itu dirinya meminta seluruh pihak bergandengan tangan mendukung kemajuan pariwisata di kabupaten ini, dan Kepulauan Nias, Sumut serta Indonesia umumnya.

“Ini kehadiran saya yang kedua dalam event pariwisata yang menarik banyak wisatawan ke Kepulauan Nias,” ujar Yasonna.

Kesiapan dan keramahtamahan masyarakat katanya, merupakan hal yang penting dalam mengembangkan pariwisata. Hal ini menjadi tugas khusus bagi pemerintah setempat mendidik masyarakat menjadi ramah kepada pelaku wisata, himbaunya.

Pj Gubsu Eko Subowo menyebutkan bahwa event Nias Pro 2018, yang berlangsung hingga 28 Agustus, yang dilaksanakan World Surf League (WSL) menunjukkan bahwa potensi alam yang ada merupakan pemberian Tuhan kepada manusia, yang tidak terhingga, khususnya kepada Nias Selatan. “Tadi Manager WSL Asian Region Steve Robertson mengatakan bahwa mungkin sport surfing di Sorake adalah nomor dua (dunia) setelah Hawai. Dan itu harus kita syukuri,” ujarnya.

Penyelenggaraan ini, kata  Pj Gubsu, merupakan upaya mengembangkan pariwisata di Sumut. Karena itu dirinya berterimakasih kepada Pemkab Nisel, yang berupaya mempromosikan pariwisata melalui kompetisi surfing internasional, di Sumut dan secara khusus di Nias. “Dengan begitu, maka jumlah wisatawan apalagi sport tourism yang menggemari ini akan berlipat ganda bisa hadir di sini. Ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat, dari sektor pariwisata,” sebutnya.

Bupati Nisel Hilarius Duha juga menjelaskan tujuan Surfing Nias Pro untuk memperkenalkan lebih dalam Pantai Sorake sebagai salah satu sport surfing terbaik dan sebagai destinasi wisata bahari. Peserta yang ikut kompetisi merupakan peselancar internasional dari 9 negara, di antaranya Amerika, Australia, Jepang, Ekuador, Indoensia, Chile, Brazil dan Kanada. “Diharapkan dengan gelaran event ini, Pantai Sorake dapat dikenal untuk menjadi lokasi sport surfing dunia,” harapnya.

Menpar RI melalui Wakil Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Asep Djembar Muhammad, mengatakan Pantai Sorake salah satu tempat surfing terbaik di Indonesia, bahkan di Dunia.

Sedangkan Anggota DPD RI Parlindungan Purba yang hadir, mengapresiasi upaya Pemkab Nisel mempromosikan daerah pariwisata melalui kompetisi surfing Internasional. Dengan event Nias Pro, dirinya berdoa pariwisata di Sumut semakin berkembang. (rel)

Puji Rumah Adat Bawomataluo & Hombo Batu

Foto: Istimewa Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA berkunjung ke Ombo Batu Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan, Jum'at (24/8/2018).
Foto: Istimewa
Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA berkunjung ke Ombo Batu Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan, Jum’at (24/8/2018).

NISEL, SUMUTPOS.CO – Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA memuji keindahan dan kekayaan Nias di Kabupaten Nias Selatan (Nisel) saat berkunjung ke Desa wisata Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Jumat (24/8). Selain cagar budaya, juga disebutkan bahwa lompat batu bisa jadi cikal bakal target emas di event olahraga PON.

“Ternyata rumah adat di Nias Selatan ini merupakan cagar budaya dan nanti akan kita sampaikan ke Pemerintah pusat, Kementerian Pariwisata. Karena seperti kita saksikan, ini budaya luar biasa yang tidak ada duanya, sangat unik. Dan ini warisan budaya yang sudah sangat tua,” ujar Pj Gubsu saat meninjau desa dan rumah adat di Bawomataluo.

Hadir di antaranya, anggota DPD RI Parlindungan Purba, Bupati Nisel Hilarius Duha, pimpinan OPD dan Forkopimda Nisel. Sementara turut mendampingi Pj Gubsu, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprovsu Abdul Haris Lubis, Kabag Humas Setdaprovsu Indah DK dan sejumlah pejabat.

“Termasuk atraksi lompat batu atau ombo batu juga luar biasa. Dikombinasikan antara potensi alam yang budaya yang kuat, ini menjadi potensi wisata dan bisa kita kembangkan ke depan. Mudah-mudahan Nias Selatan sebagai destinasi wisata akan semakin berkembang dan maju, membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat khususnya, Sumut dan Indonesia pada umumnya,” jelas Eko.

Sementara untuk potensi wisata tersebut, Pj Gubsu mengatakan bahwa faktor pendukungnya seperti infrastruktur konektivitas sangat diperlukan dan perlu ditingkatkan serta dikembangkan. Sebab betapapun indahnya potensi alam, jika sulit dijangkau maka akan sulit berkembang.

“Kemudian potensi budaya dan keindahan alam yang tentunya sudah ada. Keramahtamahan masyarakat, kuliner yang harus enak, tidur nyenyak, nyaman dan sebagainya. Plus souveir kecil, home industri yang sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dan bisa jadi kenang-kenangan wisatawan,” sebut Eko Subowo.

Bahkan selain potensi wisata, Eko juga melihat bahwa lompat batu atau Ombo Batu dalam bahasa Nias, merupakan cikal bakal bagi pembinaan atlet untuk cabang Lompat Tinggi dan Lompat Galah. Sebab menurutnya, kemampuan melompat masyarakat khususnya di Bawomataluo adalah potensi lahirnya olahragawan dari Sumut.

“Dengan Ombo Batu ini, lompat tinggi dan lompat galah bisa kita targetkan untuk PON 2024 bisa meraih emas dari Sumut. Jadi enam tahun ini harus kita siapkan atlet dari sini,” sebutnya.

Usai menyaksikan lompat batu, Pj Gubsu Eko Subowo mengajak lima pelompat untuk ikut menonton Asian Games di Jakarta dalam waktu dekat.

Sementara, Anggota DPD RI Parlindungan Purba yang hadir, menyebutkan dari potensi yang ada, perlu pengelolaan kawasan wisata kepulauan ini dengan sangat baik. “Untuk pengelolaannya, kita sudah sampaikan ke pemerintah pusat. Yang penting adalah mindset masyarakat untuk menerima masyarakat luas hingga mancanegara yang datang berkunjung,” pungkasnya.

Dari kunjungan Pj Gubsu yang juga dalam rangka menghadiri event perlombaan surfing Internasional Nias Pro 2018 di Pantai Sorake, berbagai souveir pun dihadiahkan kepada rombongan yang dilanjutkan foto bersama dengan masyarakat dan para wisatawan. (rel)

Anggota Salah Antre, Kodam Minta Maaf

Foto: dok. Facebook Video rekaman CCTV yang berisi aksi anggota TNI menendang seorang perempuan petugas SPBU di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, beredar di media sosial.
Foto: dok. Facebook
Video rekaman CCTV yang berisi aksi anggota TNI menendang seorang perempuan petugas SPBU di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, beredar di media sosial.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi kekerasan oknum anggota TNI terekam kamera CCTV di SPBU Tanjung Morawa, Deli Sedang, Sumatera Utara. Video tersebut menjadi viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/8/2018) harus membuat Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I/BB Letkol Inf Roy Sinaga, meminta maaf kepada masyarakat terkait perilaku anggotanya tersebut.

Berikut sejumlah fakta terkait tindakan oknum TNI berinisial DSE di salah satu SPBU di Sumatera Utara.

  1. Kopda DSE tiba di SPBU dengan sepeda motor dan berboncengan dengan seorang perempuan, yang diduga adalah isterinya. Dalam rekaman CCTV, DSE tampak mengantre di bagian khusus mobil. Lalu DSE terlihat berbicara dengan salah satu petugas SPBU berjenis kelamin perempuan, dan diketahui berinisial A. Petugas A meminta DSE untuk mengisi bensin khusus sepeda motor. Namun hal itu justru membuat DSE dan perempuan yang bersamanya marah. Perempuan yang bersama DSE sempat terlibat adu mulut dan mencoba memukul petugas A.
  2. DSE menendang petugas SPBU hingga terjungkal ilustrasi kekerasan terhadap perempuan Adu mulut petugas SPBU dengan perempuan yang diboncengnya ternyata membuat oknum anggota TNI Kodim 0201/Tapanuli Selatan, DSE, terpancing amarah. DSE pun segera mengejar petugas A dan langsung memberikan tendangan maut hingga petugas SPBU terjungkal. Petugas A sempat melawan dan memberikan pukulan balasan. Namun apa daya, perempuan petugas SPBU itu justri dikeroyok DSE dan perempuan yang diboncengnya. Aksi brutal oknum TNI itu pun menarik perhatian petugas SPBU dan pengendara yang sedang mengantre bensin. Sejumlah petugas SPBU mencoba membela A dan sebagian mencoba melerai.

    Tangkapan layar oknum TNI yang mengamuk di SPBU di Deliserdang, Medan, Sumatera Utara.
  3. Setelah menghajar petugas SPBU, oknum TNI berinisial DSE akhirnya diamankan warga. Video perkelahian antara DSE dan petugas perempuan SPBU itu terekam kamera CCTV dan menjadi viral di media sosial. Sementara itu, perempuan petugas SPBU sudan melaporkan kejadian tersebut di POM. “Ya kalau kejadian sebenarnya saya tidak ada di situ. Cuma semuanya seperti yang ada di video itulah. Kasusnya sudah dilaporkan ke POM,” kata Jonson Sitorus, petugas pengawas SPBU Jumat (24/8/2018).
  4. Kodam I/Bukit Barisan membenarkan kejadian penganiayaan yang dilakukan seorang anggota TNI kepada seorang perempuan petugas SPBU di Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) I/BB Letkol Inf Roy Sinaga memohon maaf atas tindakan dan ulah oknum anggota TNI tersebut. Kodam, lanjut dia, sedang mendalami masalah tersebut. “Saya meminta maaf atas nama Kodam I/BB dan saya juga berharap hendaknya masyarakat juga dapat berkata-kata yang sopan dalam menegur seseorang terlebih para pengusaha penjual jasa,” ucapnya, Kamis (23/8/2018). (kps)

KPK Tahan Tiga Anggota DPRD Sumut

Foto: reza/kps Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/8/2018)
Foto: reza/kps
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (2/8/2018)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melakukan penahanan terhadap tiga anggota DPRD Sumatera Utara, Jumat (24/8/2018). Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka. “Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap 3 tersangka kasus dugaan suap terhadap anggota DPRD Sumatera Utara,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta.

Ketiganya yakni, Richard Eddy Marsaut, Syafrida Fitrie, dan Restu Kurniawan Sarumaha. Richard ditahan di Runah Tahanan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur. Sementara, Syafrida dan Restu ditahan di Rumah Tahanan Gedung KPK.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 38 orang tersangka. Selama proses penyidikan, ada lebih dari 200 saksi yang telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Suap untuk ke-38 anggota DPRD Sumut itu terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, Persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut. Kemudian, terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2014-2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015.

Para anggota dewan itu diduga menerima suap berupa hadiah atau janji dari mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Dugaan fee dari Gatot untuk masing-masing anggota DPRD Sumut itu berkisar Rp 300 juta sampai Rp 350 juta. (kps)

Kalahkan Pemain Iran, Ginting Bikin Istora Heboh Banget

Anthony Sinisuka Ginting
Anthony Sinisuka Ginting

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting memastikan satu tiket 16 Besar Asian Games 2018.

Dalam pertandingan di 32 Besar melawan wakil Iran ranking 403 dunia Mehran Shahbazi, di Istora Senayan, Jumat (24/8) sore, Ginting (peringkat 12 dunia) menang mudah 21-9, 21-8.

Laga melawan Mehran tadi merupakan pertandingan pertama Ginting usai mengalami kram hebat di partai pertama Indonesia vs Tiongkok di final nomor beregu, Rabu (22/8) lalu.

Nah, perjuangan hebat Ginting saat itulah yang menjadi alasan sebagian penonton datang ke Istora.

“Pengin menonton Ginting. Kemarin (final beregu putra) enggak dapat tiket. Sekarang kesampaian,” kata Linda Ningsih, wanita 42 tahun asal Bogor di Istora.

Laga 32 Besar antara Ginting vs Mehran pun beraroma final. Penonton tak henti memberikan semangat buat Ginting, dan mencoba mengganggu pemain Iran setiap akan mengembalikan kok.

Di 16 Besar, Ginting kemungkinan besar akan meladeni unggulan kedua asal Jepang, Kento Momota, dengan syarat pemain kidal Negeri Matahari Terbit itu menang atas pemain Nepal Bikash Shrestha. (adk/jpnn)

Tim SAR Temukan Satu Lagi Korban Bus Sentosa di Tobasa

Bus sentosa masuk jurang di Sipege-pege-Tobasa.
Bus sentosa masuk jurang di Sipege-pege-Tobasa.

TOBASA, SUMUTPOS.CO – Tim SAR kembali temukan satu lagi korban tewas Bus Sentosa yang masuk jurang di Desa Lumban Rau Tengah di antara Kecamatan Habinsaran dan Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Korban atas nama Selia Tarihoran 10 tahun berjenis kelamin perempuan itu ditemukan, Kamis (23/8/2018) malam. Ini diinformasikan akun resmi @sar_medan, Jumat (24/8/2018).

“Korban ditemukan pada hari ke-6 pencarian, proses evakuasi korban dari sore hari hingga pukul 22.00 WIB,” ungkapnya.

Dijelaskan, laporan temuan korban tersebut dilaporkan oleh warga setempat ke posko SAR yang berada di Kantor Camat Nassau, kemudian semua tim yang sedang melakukan penyisiran langsung menuju ke lokasi yang telah ditentukan.

“Untuk mencapai ke lokasi tim SAR gabungan dibantu oleh warga harus berjalan menyusuri sungai selama 1 jam dan harus menyeberang sungai,” demikian penjelasan @sar_medan.

Dengan ini, total sudah sembilan korban ditemukan meninggal dunia dan sekira enam lagi yang masih hilang.(nin)

 

Berikut daftar korban meninggal dalam kecelakaan bus Sentosa di Tobasa:

  1. Rita Sitorus (50 tahun) perempuan
  2. Petrus Maruli Tua Sinurat (50) laki-laki
  3. Lamria Sitompul (54) perempuan
  4. Damaris Hutapea (55) perempuan
  5. Menti Br Sitohang () perempuan
  6. Rosmida Simorangkir (59) perempuan
  7. Ira Sitorus (9) perempuan
  8. Agustina Panjaitan () perempuan.
  9. Selia Tarihoran (10)

Germo Bandrol Wanita Rp650 Ribu

Pekerja Seks Komersil (PSK) di Jerman.
Pekerja Seks Komersil (PSK)-Ilustrasi.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai membongkar tindak pidana perdagangan manusia di Hotel Lestari, Jalan Soekarno-Hatta, Binjai Timur, Kamis (23/8) petang.

Seorang germo (mucikari), Junaidi alias Ijun alias Endik (40) warga Jalan Imam Bonjol, Gang Balai, Binjai Kota diciduk.

Selain Ijun, polisi juga memboyong Martina Kristin Chasanova (19) warga Simalingkar Medan yang kos di Km 18 Binjai ke Mapolres Binjai.

“Pengungkapan ini bermula dari adanya laporan masyarakat bahwa Hotel Lestari Binjai sering ada kegiatan perdagangan orang,” jelas Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno.

Mendapat laporan itu, Tim Opsnal Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Binjai melakukan penyelidikan. Sesampai di Hotel Lestari, polisi mengamankan Ijun yang diduga sebagai germo.

Polisi yang menyaru sebagai pria hidung belang, mengajak Ijun menunjukkan perempuan yang diagenkannya.

“Hasil interogasi dengan mucikari, bahwa di Kamar Nomor 116 sedang ada perempuan untuk dijual tersangka tersebut,” sambung mantan Kasat Reskrim Polres Madina ini.

Menurut Hendro, Ijun sudah menjadi mucikari selama 2 tahun belakangan ini.

Kepada setiap hidung belang, Ijun membandrol Rp650 ribu.

“Rp150 ribu untuk dia (Ijun). Ijun sudah menjadi tersangka, sementara perempuan itu hanya korban,” tandas Hendro.

Oleh polisi, Ijun disangkakan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.(ted/ala)

Pengcab Inginkan Daniel Sultan Pimpin KONI Tebingtinggi Tiga Priode

DISKUSI: Ketua Umum Koni Tebingtinggi Muhammad Daniel Sultan, Ketua Harian Chaidir Candra dan Koni Sumatera Utara Muhammad Syahrir berdiskusi usai Musorkot KONI Tebingtinggi tahun 2018.(foto : sopian/sumutpos)
DISKUSI: Ketua Umum Koni Tebingtinggi Muhammad Daniel Sultan, Ketua Harian
Chaidir Candra dan Koni Sumatera Utara Muhammad Syahrir berdiskusi usai
Musorkot KONI Tebingtinggi tahun 2018.(foto : sopian/sumutpos)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Musorkot Koni Tebingtinggi tahun 2018 yang dilaksanakan di Hotel Malibau, Jalan Sudirman, Kota Tebingtinggi, Senigin (20/8) gagal memilih ketua baru. Pasalnya sebanyak 23 pengcab menghendaki H Muhammad Daniel Sultan untuk memimpin Koni Tebingtinggi untuk periode ketiganya.

Mereka menyatakan itu lewat pernyataan tertulis di atas kertas soal dukungan sepenuhnya kepada Daniel Sultan. Namun menurut AD/ART KONI, tidak ada kepengurusan lewat dari dua periode di KONI.

Mewakili Ketua Koni Sumatera Utara, Muhammad Syahrir mengatakan sebenarnya hasil Musorkot ini tidak deadlock. Namun karena tidak sesuai dengan AD/ART akan dibawa laporannya ke KONI Sumut untuk ditindaklanjuti. “Kepengurusan Koni Tebingtinggi akan diperpanjang enam bulan,”jelas Syahrir.

“Kami Koni Sumatera Utara mempunyai solusi melihat aspirasi seluruh Pengcab dan Pengkot olahraga di Kota Tebingtinggi yang menyatakan bahwa mereka ingin Daniel Sultan melanjutkan kepemimpinan Koni kedepan dengan alasan kepengurusan Koni Tebingtinggi diperpanjang oleh Koni Sumut,” jelas Syahrir, Senin (20/8) sore.

Sementara itu, Muhammad Daniel Sultan yang sebelumnya tidak tahu terkait permintaan dan permohonan semua Pengcab sangat terkejut. “Untuk masalah ini kita serahkan ke Koni Sumut, kita akan tetap melaksanakan program kerja Koni kedepan,”terangnya.

Salah seorang pengurus Pengcab Forki Kota Tebingtinggi, Birewensyah Sinaga mewakili seluruh pengurus Pengcab dan Pengkot Koni Tebingtinggi bahwa selama ini dalam kepemimpinan Daniel Sultan sudah banyak prestasi yang telah dicapai dalam kepemimpinannya. Sebelumnya Tebingtinggi berada di peringkat ke-17 se-Sumatera Utara, namun kini berada di posisi keempat.

“Surat pernyataan kami mewakili pengcab dan Pengkot Cabang olahraga sebanyak 23 cabor adalah meminta Daniel Sultan bisa memimpin Koni Tebingtinggi selama tiga periode,”pinta Birewensyah. (ian/don)

Keterangan Foto:
DISKUSI: Ketua Umum Koni Tebingtinggi Muhammad Daniel Sultan, Ketua Harian Chaidir Candra dan Koni Sumatera Utara Muhammad Syahrir dan Monang berdiskusi usai Musorkot Koni Tebingtinggi tahun 2018.