Home Blog Page 6026

Korban Tewas Bus Sentosa Masuk Jurang Bertambah

Bus sentosa masuk jurang di Sipege-pege-Tobasa.
Bus sentosa masuk jurang di Sipege-pege-Tobasa.

TOBASA, SUMUTPOS.CO – Pencarian para korban kecelakaan Bus Sentosa yang masuk jurang di Jembatan Sipege, Desa Lumban Rau Tengah, Tobasa, masih terus dilakukan hingga Senin (20/8/2018).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa, Herbet Pasaribu mengatakan saat ini sudah 22 orang ditemukan. Dari ke-22 orang tersebut, 8 di antaranya meninggal dunia.

“Senin (20/8/2018) kembali ditemukan dua orang korban meninggal dunia atas nama Ira Sitorus, 9, dan Agustina Panjaitan (dewasa),” ungkapnya, Rabu (22/8/2018).

Sejauh ini kata Herbet, upaya pencarian masih terus dilakukan. Namun tim yang bertugas di lapangan belum membuahkan hasil.

Sebelumnya, Herbet menyebutkan, berdasarkan keterangan keluarga korban, terdapat 9 orang lagi yang belum ditemukan. Namun, dengan ditemukannya Ira Sitorus dan Agustina Panjaitan, diduga masih terdapat 7 korban lagi yang masih hilang. (fir)

 

Berikut daftar korban meninggal dalam kecelakaan bus Sentosa di Tobasa:

  1. Rita Sitorus (50) perempuan
  2. Petrus Maruli Tua Sinurat (50) laki-laki
  3. Lamria Sitompul (54) perempuan
  4. Damaris Hutapea (55) perempuan
  5. Menti Br Sitohang () perempuan
  6. Rosmida Simorangkir (59) perempuan
  7. Ira Sitorus (9) perempuan
  8. Agustina Panjaitan () perempuan.

 

Berikut daftar korban selamat kecelakaan bus Sentosa di Tobasa:

  1. Deliaman Sipahutar (50) mperempuan
  2. Joni Ujung (45) laki-laki
  3. Andrianus Sitorus (7) laki-laki
  4. Tioman Sipahutar (49) perempuan
  5. Adi Syaputra (15) laki-laki
  6. Merlita Sari Sitorus (7) perempuan
  7. Jordan Ujung (11) laki-laki
  8. Welly Sitorus (10) laki-laki
  9. Ayu Sitorus (16) perempuan
  10. Jeli Susanti (27) perempuan
  11. Widia Sitorus (10) perempuan
  12. Tiambun Pasaribu (47) perempuan
  13. Rianto Sitorus (45) laki-laki
  14. Tiominar Sitompul (46) perempuan.

Poldasu Telusuri Keterlibatan Atasan BPPRD Pemko Medan

INTEROGASI: Personel Poldasu saat menginterogasi dua oknum pegawai BPPRD Kota medan yang terjaring OTT, Sabtu (18/8) lalu.(foto;Istimewa/sumutpos)
INTEROGASI:
Personel Poldasu saat
menginterogasi dua
oknum pegawai
BPPRD Kota medan
yang terjaring OTT,
Sabtu (18/8) lalu.(foto;Istimewa/sumutpos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut menelusuri keterlibatan pelaku lain dalam kasus dugaan suap yang melibatkan dua pegawai UPT Wilayah Medan V Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Pemko Medan, Sabtu (18/8).

“Tidak menutup kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya. Tekad kita untuk memberantas sampai ke atasannya. Karena memang kasus-kasus seperti ini sudah menjamur,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan melalui Kasubdit III/Tipikor, AKBP Doni Satria Sembiring SH SIK Msi kepada Sumut Pos, Senin (20/8).

Menurut Doni, dua oknum pegawai UPT Wilayah Medan V BPPRD Pemko Medan serta seorang manager Ayam Penyet Ria telah menyandang status tersangka. “Ketiganya kini berstatus tersangka, dan sudah kita tahan,” tegas lulusan Akpol tahun 2000 ini lagi.

Doni mengklaim, OTT kali ini merupakan suatu keberhasilan. Setidaknya kata Doni, pihaknya tidak hanya mengamankan penerima suap, akan tetapi pemberi suap juga turut diamankan. “Sejarah ini. Biasanyakan hanya satu, sipenerima saja. Tapi kali ini si pemberinya juga kita tangkap,” katanya.

Disinggung aliran dana tersebut mengalir ke mana saja, Doni enggan membeberkan. Hanya saja kata Doni, di bawah kepemimpinannya, dia berkomitmen memberantas praktek suap, pungli dan pemerasan yang dianggap meresahkan masyarakat. “Inikan perintah Pak Direktur, jadi kita berkomitmen untuk melakukan pemberantasan,” ucapnya.

Doni menjelaskan, pihaknya memberikan peringatan keras bagi pelaku usaha lainnya, yang mencoba melakukan suap untuk menghindari wajib pajak. “Tipikor Polda (Sumut) akan bekerja keras mengusut rumah makan yang lain yang melakukan pengemplangan pajak dan melakukan suap,” tegasnya.

Doni menggaris bawahi, dirinya tidak hanya menyasar pada kasus-kasus korupsi, akan tetapi juga menyasar pada praktik-praktik pungli di pasar dan perparkiran yang meresahkan masyarakat. “Kita tidak pandang bulu. Kemarin saja kita OTT Kadis Pertanian Palas dengan BB uang Rp1,8 miliar. Kedepannya kami akan menyasar Dishub Medan, yang selama ini mengelola perparkiran di Medan,” pungkas Doni.

Wali Kota: Pasti Diberi Sanksi Tegas

Sementara, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin memastikan dua oknum pegawai BPPRD Kota Medan akan diberikan sanksi tegas. Hal ini menyusul OTT yang dilakukan Tim Saber Pungli Direktorat Reskrimus Polda Sumut terhadap keduanya. “Pasti ada sanksi administrasi terhadap keduanya,” kata Eldin yang diwawancarai usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Medan, Senin (20/8).

Namun sayangnya, Eldin tak menjelaskan secara pasti sanksi administrasi apa yang bakal diterima keduanya. “Sudah ada di dalam aturan, sanksi (administrasi) seperti apa yang diterima mereka nantinya,” ungkapnya.

Wali kota menyebutkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan tindak pidana yang terjadi terhadap keduanya kepada kepolisian. “Mereka merupakan PHL (pegawai harian lepas), dan kasusnya kita serahkan kepada polisi,” tukasnya.

Sementara, Anggota DPRD Medan H Jumadi sangat menyesalkan dan kecewa atas terjaringnya dua oknum itu dalam OTT Polda Sumut. Diutarakan dia, peristiwa ini telah mencoreng wajah Kota Medan yang tengah berjibaku dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini sangat memalukan, karena disaat Pemko Medan berjuang mengejar target PAD masih ada saja oknum-oknum yang mengambil keuntungan pribadi. Oleh karena itu, kami minta pertanggungjawaban kepada BPPRD Kota Medan,” kata Jumadi.

Anggota dewan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini mengusulkan, agar dianggil Kepala BPPRD Kota Medan Zulkarnain untuk menjelaskannya. “Kami mendukung sepenuhnya Polda Sumut untuk mengusut tuntas persoalan ini dan keterlibatan lainnya. Peristiwa yang terjadi ini harusnya menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali di masa yang akan datang,” cetusnya. (man/ris)

Tol Seirampah-Tebingtinggi Tinggal 12 Persil

TERPASANG: Proyek pengerjaan jalan tol Tebingtinggi-Sei Rampah, Sumut, yang dilaksanakan PT Adhi Karya sudah hampir rampung. Lampu penerangan jalan, median jalan, dan pintu keluar sudah selesai. (Foto: Sopian/Sumut Pos)
TERPASANG: Proyek pengerjaan jalan tol Tebingtinggi-Sei Rampah, Sumut, yang dilaksanakan PT Adhi Karya sudah hampir rampung. Lampu penerangan jalan, median jalan, dan pintu keluar sudah selesai. (Foto: Sopian/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengerjaan Seksi Tujuh Jalan Tol Seirampah-Tebingtinggi masih menyisakan pembebasan lahan 12 persil lagi. Persisnya di daerah Bakaran Batu mengarah ke Kota Tebingtinggi.
Direktur Teknik PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Choliq mengatakan, hingga kini pihaknya terus mengejar pembebasan lahan, supaya pembangunan jalan tol pada ruas tersebut bisa rampung dikerjakan.
“Memang dari yang 12 persil itu dengan izin pemilik tanah sudah bisa kita kerjakan. Tapi tetap saja sisa lahan yang belum bebas itu mengganggu, karena ngeblok di tengah. Lokasinya di daerah Bakaran Batu,” katanya kepada Sumut Pos, Senin (20/8).

Saat ini, kata Agus, progres pembangunan atau konstruksi jalan tol seksi tujuh tersebut sudah mencapai 72 persen. Persentase itu dimulai dari soal tanah sampai jalan tol yang dibangun secara utuh. Pihaknya menargetkan pada awal Desember 2018 pembangunan pada ruas tersebut rampung dilakukan. “Harapan kita pada saat Natal dan Tahun Baru bisa difungsikan,” katanya.

Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut dan stakeholder terkait, pihaknya terus berupaya agar persoalan lahan yang belum bebas itu bisa segera selesai melalui konsinyasi. “Sebagian sudah kita konsinyasikan, sisanya masih terus berproses. Sebenarnya kita butuh waktu tiga bulan (pekerjaan) usai tanah itu bebas. Setidaknya di Agustus ini tuntas (soal pembebasan lahan), sehingga awal Desember bisa berfungsi,” ungkap Agus.
Umumnya, sambung dia, lahan yang belum bebas ini dikarenakan masalah tanah ahli waris. Menyebabkan pembayaran kepada pihak ahli waris menjadi lambat dilakukan. Adapun lahan 12 persil yang masih bermasalah milik 4 orang ahli waris.
“Antara kakak dengan adek. Di internal mereka belum beres. Bukan masalah mereka tidak mau diganti rugi, tapi siapa yang lebih berhak menerima. Kalau kami kerjanya bareng-bareng dengan Bina Marga dan BPN dalam hal pembebasan lahan masyarakat ini,” terangnya.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah II Sumut, Paul Ames Halomoan juga mengakui hal senada. Menurutnya, pembangunan seksi 7 masih terus berjalan untuk jalur sepanjang 9,3 km. “Namun ada beberapa bidang tanah yang belum dibebaskan secara penuh. Karenanya proses pengerjaa harus berhenti di lokasi tersebut,” katanya kepada wartawan, Senin (20/8).

Akibat pembebasan lahan yang belum tuntas, panjang tol di lokasi dimaksud terputus, padahal lahan itu merupakan jalur utama (main road) yang akan digunakan untuk ruas tol Medan-Tebing Tinggi.

Staf Ahli Gubsu Bidang Ekbang, Elisa Marbun mengatakan bahwa pengerjaan jalan tol pada ruas Seirampah-Tebingtinggi terus dikerjakan. Hanya saja persoalan kendala yang masih dialami tim di lapangan, dirinya belum mendapat informasi lebih lanjut dan detil. “Saya coba kontak dulu dengan tim ya. Karena info terbaru saya memang belum mengetahui. Setahu saya pekerjaan konstruksi masih terus dilakukan,” katanya.

Sebelumnya, jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT), Seksi 1 Simpang Susun (SS) Tanjung Morawa-Parbarakan telah berfungsi untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Setelah libur Lebaran 2018 usai, pembangunannya pun kembali di teruskan.

Simpang Susun Tanjung Morawa-Parbarakan sendiri memiliki panjang 10,75 kilometer ternyata telah siap dioperasikan. Simpang itu menghubungkan Jalan Tol Eksisting Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) dengan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 2-6 (Kualanamu-Sei Rampah), yang sebelumnya telah beroperasi sejak 13 Oktober 2017.

Secara keseluruhan, Jalan Tol MKTT terdiri atas tujuh seksi. Khusus untuk seksi 7 Seirampah-Tebingtinggi sepanjang 9,3 kilometer, dibagi menjadi 2 seksi yakni 7A dan 7B.
Jalan Tol MKTT pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Kualanamu Tol yang terdiri atas 7 seksi sepanjang 61,7 km dengan nilai investasi mencapai Rp 4,9 triliun. Sebagian konstruksi Tol MKTT dibangun menggunakan APBN sebagai dukungan pemerintah meningkatkan kelayakan finansialnya. Dukungan berupa konstruksi pada Seksi 2 (Kualanamu-Parbarakan) sepanjang 7,05 km dan Seksi 1 (Tanjung Baru-Parbarakan) sepanjang 7,5 km, dengan progres konstruksi keduanya sudah selesai 100 persen.

Hampir Rampung
Petugas keamanan pembangunan tol Kualanamu-Tebingtinggi yang bertugas, Adi, saat ditemui di lapangan mengatakan, PT Adhi Karya terus melakukan pengerjaan tol dengan cepat.
“Pengerjaan proyek tol Kualanamu-Tebingtinggi, tepatnya untuk pengerjaan sambungan seksi pintu tol Tebingtinggi 7B di Desa Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdang Bedagai, sudah 4,622 kilometer yang hampir selesai. Pengecoran jalan sudah hampir memasuki babak akhir. Tinggal beberapa kilometer yang masih tahap pengerasan, penimbunan kerikil, dan pengecoran dasar. Sedangkan jembatan yang melintasi Sungai Putih sudah rampung dibangun,” katanya.

Pembangunan pintu seksi 7 B sebanyak 5 unit, pembangunan kantor, median jalan dan lampu penerangan jalan menuju pintu tol seksi 7 B, juga sudah terpasang.

“Katanya proyek jalan tol ini harus sudah selesai sebelum akhir tahun ini. Masalah ganti rugi tanah sudah rampung dan tidak ada menemui kendala yang berarti,” katanya. Diakuinya, pengerjaan terus dilakukan walaupun hari Minggu.

Namun tersiar kabar, proyek pembangunan jalan tol sambungan yang tersisa akan dikerjakan pihak PT Pembangunan Perumahan (PP), karena ada penggantian ganti rugi lahan yang belum selesai. (prn/ian/bal)

Ayah Luka, Kaki Anak Hancur Ditabrak KA

Foto: FACHRIL/SUMUT POS MOTOR KORBAN: Sepeda motor korban masih tergeletak di lokasi kejadian saat petugas Lantas Polsek Medan Labuhan melakukan olah TKP, Senin (20/8).

Foto: FACHRIL/SUMUT POS
MOTOR KORBAN: Sepeda motor korban masih tergeletak di lokasi kejadian saat petugas Lantas Polsek Medan Labuhan melakukan olah TKP, Senin (20/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ayah dan anaknya yang diboncengnya ditabrak Kereta Api (KA). Dodi Hasbullah (41) menderita luka ringan. Sedangkan Salmatu Zahara (13), sekarat karena kaki kirinya hancur.

PERISTIWA terjadi di perlintasan KA Lingkungan I, Kampung Bahari, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (20/8) pukul 14.30 WIB.

Informasi menyebut, sore itu Dodi melintas di lokasi kejadian mengendarai Yamaha Force One BK 3713 GS. Ia membonceng buah hatinya, Salmatu.

Rencananya, Dodi akan pulang ke rumahnya di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Saat melintas di lokasi, Dodi diduga tidak mendengar kereta api melintas dari Medan menuju Belawan.

Akibatnya, Dodi dan anaknya ditabrak kereta api dengan nomor lokomotif BB 3037806 bermuatan CPO. Keduanya jatuh. Kaki Salmatu langsung tergilas kereta api.

Kontan saja, peristiwa itu menghebohkan warga sekitar. Kedua korban langsung dibawa ke RSU Delima.

Petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan yang menerima informasi turun ke lokasi melakukan olah TKP.

“Tadi kereta api datang dari Medan, mungkin bapak itu tidak dengar kereta api lewat. Jadi, kereta api lewat langsung menyambar korban,” kata warga sekitar.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Korban sudah dirawat di rumah sakit.

“Bapaknya luka ringan, yang parah anaknya, kakinya hancur. Kita sudah tangani kecelakaan itu,” kata AW Nasution. (fac/ala)

Sayur Asam Seimbangkan Pola Makan

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Anggota DPRD Medan, Jumadi sahur bersama keluarga di kediamannya di Jalan Bilal Ujung, Gang Bakti, Kamis (16/6)
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Anggota DPRD Medan, Jumadi sahur bersama keluarga di kediamannya di Jalan Bilal Ujung, Gang Bakti, Kamis (16/6)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di antara banyak pilihan makanan juga sayuran, Jumadi SPdI ternyata suka makan sayuran bening seperti sayur asam. Bagi anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) ini, dengan mengkonsumsi sayur asam dapat menyeimbangkan pola makan yang berujung pada kesehatan tubuh.

“Di rumah itu menu makanan sehari-hari pasti ada yang namanya sayuran dan buah-buahan. Saban hari berganti menu lain, pilihan menu sayur dan buah-buahan tetap ada kami konsumsi,” sebut Jumadi kepada Sumut Pos, kemarin.

Memang, acapkali pencernaan seseorang terganggu semisal saat BAB (buang air besar), bersumber dari makanan yang dikonsumsi. Menurut politisi yang juga seorang pengusaha dan pendakwah ini, pola makan harus diatur sedemikian rupa melalui konsumsi kaya serat.

“Manfaatnya sangat jelas, badan menjadi bugar dan saya merasa fit dalam menjalankan tugas sehari-hari,” ungkap ayah enam anak ini.

Dengan varian makanan yang dikonsumsi tersebut, tentu membuat kesehatan tetap terjaga. Terbukti, diakui Jumadi, sampai hari ini belum ada pantangan memakan apapun yang dikeluhkan.

“Makan apa saja saya bisa, baik itu yang berkolestrol tinggi seperti daging maupun lainnya. Namun kuncinya tetap dibarengi makan buah dan sayuran,” tutur dia.

Pola makan yang sejak lama ia terapkan ini, rupanya menjadi tradisi di keluarga mereka. Tak hanya sang istri, Hj Muliani yang mengerti kesukaan dirinya, keenam anaknya juga terbiasa mengonsumsi makanan kaya serat.

“Dari dulu memang hobi makanan bening, dan istri sudah tahu kesenangan saya itu. Artinya tetap ada lalapan-lalapan gitu setiap hari,” ujar Jumadi yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan.

Selain menjaga pola makan yang kaya akan serat, pria yang sempat berprofesi sebagai guru ini senantiasa menyempatkan waktu untuk berolahraga. Dimulai dari olahraga kecil seperti jalan kaki, senam, juga bersepeda di sekitar lingkungan. Rangkaian pola hidup tersebut, menurut dia, semata-mata demi menjaga keseimbangan badan juga kesehatan tubuh.

“Kadang kalau sudah syor, kita suka lahap makan apa saja tanpa memerdulikan efek sampingnya. Padahal semua yang kita konsumsi harus tetap memikirkan kesehatan. Walaupun kita makan berat tetap harus diimbangi dengan yang berserat. Hal itu akan kita rasakan saat BAB, di mana terjadi gangguan pencernaan,” pungkas lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Sumatera ini menyarankan. (prn/ram)

UHN Medan Kembali Dipercaya Kelola Bidikmisi

RAPAT: Wakil Rektor III UHN Medan Dr Ir Sindak Hutauruk MSEE didampingi Tim Pengelola Bidikmisi UHN 2018 sedang melakukan rapat penjaringan dan koordinasi, kemarin (foto: istimewa)
RAPAT: Wakil Rektor III UHN Medan Dr Ir Sindak Hutauruk MSEE didampingi Tim Pengelola Bidikmisi UHN 2018 sedang
melakukan rapat penjaringan dan koordinasi, kemarin (foto: istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan kembali dipercaya mengelola Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Hal ini menyusul perguruan tinggi swasta yang infrastrukturnya lengkap dan tata kelola pendidikan tinggi yang memenuhi standar ideal ini, semua program studinya (prodi) S1-nya sudah terakreditasi B.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UHN Medan Dr Ir Sindak Hutauruk MSEE mengungkapkan, kuota yang diberikan kepada UHN tahun 2018 ini berjumlah 26 orang. Jumlah ini memang ada penurunan, tetapi secara global.

“Ini merupakan kepercayaan pemerintah kepada UHN dan Bidikmisi ini sangat penting. Sebab, dana itu berasal dari pemerintah untuk masyarakat miskin yang punya kemampuan akademik tetapi tidak punya kemampuan finansial untuk kuliah,” ungkap Sindak Hutauruk didampingi  Tim Pengelola Bidikmisi UHN Ir Susana T Sumihar MSi, Libianko Sianturi ST MT, Asina P Pasaribu SPsi MSc dalam rapat penjaringan dan koordinasi mengenai penerimaan beasiswa tersebut tahun ini, kemarin.

Diutarakan Sindak Hutauruk, UHN sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan kasih sangat serius dan konsen dengan hal-hal seperti ini. Oleh karenanya, masyarakat harus memanfaatkan Bidikmisi tersebut.

“Bidikmisi ini merupakan program yang sangat penting karena program ini akan mendukung visi dan misi pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Program Bidikmisi bagi UHN juga sangat penting karena program ini murni untuk masyarakat miskin,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, UHN didirikan untuk semua masyarakat Sumut tanpa membedakan latar belakang suku dan agama. Namun demikian, harus berguna untuk semua masyarakat Sumut serta bangsa Indonesia.

“Tiga tahun terakhir ini UHN terus dipercayakan oleh Kemenristekdikti untuk mengelola jumlah mahasiswa Bidikmisi dan hingga saat ini ada 200-an orang. Program pengelolaan Bidikmisi selama ini di lingkungan UHN Medan berjalan dengan bagus dan manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh masyarakat miskin yang berprestasi,” paparnya.

Rektor UHN Medan Dr Ir Sabam Malau mengatakan, tata kelola Bidikmisi sangat transparan dilakukan dan tepat sasaran. Sebab, terus dilakukan monitoring dan pantauan secara langsung sehingga yang mendapat beasiswa murni orang yang kurang mampu.

“Saya sangat berharap program beasiswa ini terus dilakukan untuk membuka akses pendidikan tinggi yang bermutu terhadap masyarakat miskin. Karena, pendidikan adalah bahasa universal untuk membebaskan manusia dari semua keterbelakangan. Dalam rangka membebaskan masyarakat dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan maka UHN ada di Sumatera Utara,” tukasnya. (ris/azw)

 

 

Ayam Geprek Kak Mey Buka Cabang ke-5

TEKS Foto: GUNTING PITA: Jajaran owner Ayam Geprek Kak Mey menggunting pita pada pembukaan outlet ke-5 di SPBU Singapore Station Jalan Brigjend Katamso Medan.(foto : ist/sumutpos)

GUNTING PITA: Jajaran owner Ayam Geprek Kak Mey menggunting pita pada pembukaan outlet ke-5 di SPBU Singapore Station Jalan Brigjend Katamso Medan.(foto : ist/sumutpos)

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Salah satu menu masakan yang paling disukai setiap kalangan adalah ayam goreng, maka jangan heran jika hampir disetiap rumah makan dapat kita temui. Terlebih lagi menu makanan seperti ayam penyet atau ayam geprek kian menjamur dimana-mana, dengan merek yang berbeda-beda dan memiliki keunikan rasa masing-masing menjadi sajian favorit masyarakat kini. Salah satunya adalah Ayam Geprek Kak Mey, jika masih terdengar asing namun hingga saat ini sudah resmi memiliki 5 cabang.

Gerai ke 5 ini berlokasi di kawasan SPBU Singapore Station Jl. Brigjen Katamso Medan, Sebelumnya gerai Ayam Geprek Kak Mey pertama kalinya berada di Jl. Bhakti Luhur kemudian wilayah Marelan juga di luar Kota yakni Kisaran dan Tanjung Morawa. Hebatnya kelima cabang tersebut terwujud hanya dalam kurun waktusatu tahun sejak kemunculannya. Berati bisa disimpulkan bahwa Ayam Geprek Kak Mey sukses secara bisnis dan banyak disukai oleh lidah konsumen.

Charlie Phendawa Dirut CV.Sukses Indo Kuliner selaku pemegang master franchise Ayam Geprek Kak Mey menuturkan hingga sampai saat ini Mereka juga sedang menyiapkan untuk dua gerai Ayam Geprek Kak Mey selanjutya., “Kita juga akan buka dua cabang baru lagi dalam waktu dekat ini satu di Jl. Timor depan Hotel Carribia Medan dan satunya di Rantau Perapat”. Kemudian Charlie menambakan jika Ayam Geprek Kak Mey memberikan mutu serta karakteristik rasa berbeda, tentunya dengan harga yang bisa dijangkau oleh berbagai kalangan.

Walau secara tampilan dan pilihan menu tak jauh berbeda dengan para pesaingnya, tapi soal rasa sama sekali tak bisa disamakan. Ayam yang di goreng dengan balutan tepung racikan terasa sangat renyah dan gurih di mulut, ditambah lagi sensai pedas dari sambal istimewanya begitu menggugah selara makan. Untuk pecinta makanan pedas tak perlu ragu, Ayam Geprek Kak Mey mempunyai 6 tingkat kepedasan untuk kalian. Tersedia juga disini menu bakso mercon sebagai makanan alternatif lainnya. Selain itu bukan melulu soal rasa tapi juga kualitas dari setiap bahan kenyamanan menyantap makanan sangat di perhatikan disini.

Salah satu menu yang menjadi andalan dari Ayam Geprek Kak Mey adalah ayam geprek mozarela, seperi namanya, ini adalah sajian ayam goreng dengan sambal ala Ayam Geprek Kak Mey ditambah baluran keju mozarela diatasnya. Untuk urusan harga pastinya sudah disesuaikan dengan kantong sehingga sangat terjangkau, yakni antara 15 ribu hingga 30 ribu. Menu-menu yang disediakan pun sudah di paketkan bersama nasi dan minuman. Buka setiap hari mulai dari pukul 10.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB. Selain itu, mulai tanggal 21 Agustus 2018 Ayam Geprek Kak Mey sudah bisa dipesan secara online. (adz/ram)

ASURANSI SINAR MAS, PEMKAB HUMBANG HASUNDUTAN & SCOPI SELENGGARAKAN PELATIHAN BUDIDAYA KOPI ARABIKA

BERSAMA: Karyawan PT Asuransi Sinar Mas berfoto bersama petani dan jajaran pemerintahan Humbang Hasundutan.(foto:ist/sumutpos)
BERSAMA: Karyawan PT Asuransi Sinar Mas berfoto bersama petani dan jajaran pemerintahan Humbang
Hasundutan.(foto:ist/sumutpos)

DOLOKSANGGUL, SUMUTPOS.CO- PT Asuransi Sinar Mas bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Budidaya Kopi Arabika bagi petani kopi di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Selasa (14/8).

Pelatihan ini diadakan sebagai implementasi dari Kesepahaman Bersama yang telah dilakukan antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dengan PT Asuransi Sinar Mas Tentang Pengembangan dan Pengelolaan Produk Unggulan di Bidang Tanaman Kopi.

Melalui pelatihan ini, petani diharapkan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai budidaya tanaman kopi Arabika yang sesuai dengan Good Agriculture Practices (GAP)/Praktik Pertanian Yang Baik sehingga nantinya dapat dipraktekkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi Arabika yang dimiliki.

Untuk tahap awal pelatihan, pelatihan diberikan kepada petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Mutiara Kasih di Desa Sirisi risi, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. Gapoktan Mutiara Kasih merupakan produsen kopi Humbang Arabika Coffee yang sejak tahun 2016 telah menjadi mitra binaan Rumah Kreatif Sinar Mas.

Produk Humbang Arabica Coffee telah dipromosikan melalui berbagai event baik di dalam maupun luar negeri.

“Mengingat produk Humbang Arabika Coffe ini telah banyak dipasarkan hingga keluar negeri, maka kami menginginkan produk ini memiliki kualitas yang baik melalui proses penanaman dan perawatan tanaman kopi sesuai dengan standar internasional,” jelas Dumasi M M Samosir, Direktur PT Asuransi Sinar Mas.

Selanjutnya pelatihan yang sama akan diadakan kepada kelompok petani lain di Humbang Hasundutan secara bertahap. Melalui pelatihan ini juga diharapkan agar pada akhirnya semua petani di Humbang Hasundutan pada saatnya telah melakukan Praktik Pertanian Yang Baik.

“Melalui penerapan Praktik Pertanian Yang Baik  diharapkan terjadi peningkatan produksi dan juga kualitas kopi yang dihasilkan dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani”, lanjut Dumasi.

Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor menyampaikan bahwa Kabupaten Humbang bersyukur karena memiliki kopi terbaik. Oleh karenanya tanaman kopi harus dirawat untuk mendapatkan hasil terbaik. Perawatan dilakukan mulai sejak proses penanaman hingga proses pengolahan.

Ia juga mengajak peserta pelatihan untuk dapat menyampaikan apa yang didapat saat pelatihan kepada petani lainnya.

“Prioritas pertanian di kabupaten Humbang Hasundutan ada di perkebunan, tanaman pangan dan holtikultura. Fokus di perkebunan adalah pada tanaman kopi.  Ayo kita bekerja keras, serius dan kerja cerdas di lapangan untuk mengembangkan pertanian,” ujar Dosmar Banjarnahor.

Veronica Herlina, Direktur Eksekutif SCOPI menyampaikan “Melalui pelatihan ini, petani diharapkan dapat menanam kopi dengan baik, merawat pohon kopi supaya sehat sehingga nantinya dihasilkan cerry kopi yang berkualitas. Untuk meningkatkan pendapatan petani, petani juga dapat menanam tanaman lain di sela pohon kopi”.

Pelatihan dilaksanakan bekerjasama dengan SCOPI. 2 orang master trainer SCOPI yaitu Armaya dan Gabariel Purba turun untuk memberikan materi pelatihan sesuai dengan Modul Pelatihan Budi Daya Berkelanjutan (Good Agriculture Practices) dan Pascapanen Kopi Arabika.  SCOPI merupakan sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kemitraan publik dengan komoditas kopi untuk mencapai peluang ekonomi bagi petani, ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan sebelumnya juga telah menjalin kerjasama dengan SCOPI dan Asuransi Sinar Mas sendiri telah menjadi anggota SCOPI.

Pelatihan akan diadakan selama 3 hari mulai tanggal 7 sampai dengan 9 Agustus 2018 dengan metode teori dan praktek lapangan.

Sejak tahun 2016, Asuransi Sinar Mas melalui Rumah Kreatif Sinar Mas melakulan kegiatan Corporate Social Responsibility di Kabupaten Humbang Hasundutan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan petani kopi melalui re desain kemasan kopi, pembuatan PIRT, pelatihan kemasan serta promosi produk kopi.

Program Rumah Kreatif Sinar Mas  lainnya adalah kegiatan yang dilaksanakan melalui Sentra buku, Sentra komputer, Sentra bermain, Sentra audio visual, dan Sentra kriya. Selanjutnya Sentra Kriya Rumah Kreatif Sinar Mas akan mengadakan Pelatihan Membatik mulai tanggal 9 hingga 10 Agustus 2018. (rel/ram)

Anggota DPRD Langkat Diciduk BNN

Ibrahim Hongkong, anggota DPRD Langkat, ditangkap BNN.
Ibrahim Hongkong, anggota DPRD Langkat, ditangkap BNN.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong (IH), diringkus dalam operasi gabungan yang melibatkan BNN, Bea Cukai, dan TNI AL Langsa. Dia diduga terlibat jaringan peredaran narkotika antar provinsi, Aceh dan Pangkalan Susu, Sumatera Utara, dengan barang bukti yang diamankan 150 Kg sabu-sabu.

DARI informasi yang beredar, penangkapan terhadap IH dilakukan di Dermaga TPI Pangkalan Susu, Jalan Pelabuhan, Lingkungan X, Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Minggu (19/8) petang. Selain IH, ada enam orang lainnya yang ditangkap antara lain Uun Sasmita (US), Kepala Dusun II Desa Paya Tampak Pangkalan Susu.

Selanjutnya, oknum yang diduga Kepala Kantor Pos Pangkalan Susu Henri (H) warga Lorong Abdi Desa Sei Siur Pangkalan Susu; Hamzah (47) sopir, warga Desa Paya Tampak Pangkalan Susu; Yanik (YN) wiraswasta warga Desa Pintu Air Pangkalan Susul; Ibrahim Jampok (45) wiraswasta warga Desa Paya Tampak Pangkalan Susu, dan Ian (40) wiraswasta warga Desa Pintu Air Pangkalan Susu.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari mengatakan, ketujuh orang ini merupakan jaringan peredaran narkotika di Aceh dan Pangkalan Susu, Sumut. “Ada tujuh orang yang berhasil diamankan,” ungkap Arman kepada wartawan, Senin (20/8) sore.

Arman menjelaskan, penangkapan ini bermula pada Minggu (19/8) pukul 14.30 WIB. Saat itu, tim gabungan BNN, Bea Cukai dan TNI AL Langsa menangkap kapal kayu berwarna biru di Perairan Selat Malaka. “Penangkapan ini terkait mengenai informasi adanya peredaran gelap narkotika di wilayah Pangkalan Susu,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Arman, dari kapal kayu tersebut diamankan 4 orang dengan barang bukti 3 karung goni diduga narkotika. Dari informasi yang diberikan kempat orang yang diamankan itu, kemudian dilakukan pengembangan. Petugas kemudian menuju Dermaga TPI Pangkalan Susu, Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Langkat. Di sana, petugas berhasil mengamankan tiga orang lainnya, yakni Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong yang disebut-sebut sebagai pemilik narkotika, Rinaldi (pemilik kapal), dan Ibrahim Jompok selaku kurir sekaligus penyimpan narkotika.

Arman Depari mengaku, adapun barang bukti yang diamankan dari penangkapan tersebut, sebuah kapal kayu berwarna biru, 3 karung goni diduga berisikan narkotika, mobil Fortuner warna Hitam BK 5 IH, uang tunai Rp1.550.000, Handphone, ATM, paspor nomor 6019 0045 3176 8511, kartu anggota DPRD Langkat atas nama Ibrahim, sim card, dan STNK.

Saat ini, ke tujuh orang tersangka itu dibawa petugas BNN untuk pengembangan ke wilayah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Kepala BNN Langkat, AKBP Muhammad Zaini yang dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tujuh orang yang terlibat penyelundupan 150 Kg sabu-sabu itu. Dan Zaini juga membenarkan satu dari tujuh orang yang diamankan adalah anggota DPRD Langkat dari Fraksi NasDem. “Iya ada diamankan, masih dibawa BNN Pusat untuk pengembangan ke Aceh. Barang buktinya ada, tapi kita belum konfirmasi langsung,” jelasnya.

Gempa Guncang Padang, Warga Panik Berlarian

Ilustrasi-Gempa Bumi
Ilustrasi-Gempa Bumi

PADANG, SUMUTPOS.CO – Gempa bumi bermagnitudo 4,0 mengejutkan warga Padang, Sumatera Barat, pada Senin (20/8/2018) pukul 17.25 WIB, karena getarannya yang kuat.

“Gempa berlokasi di Pariaman tepatnya 0,89 lintang selatan, 100,22 bujur timur atau 32 kilometer tenggara Pariaman dengan kedalaman 10 kilometer,” kata Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Geofisika Klas I BMKG Padang Panjang Fajar Dwi Prasetyo saat dihubungi.

Dia mengatakan, dari laporan masyarakat, gempa dirasakan hingga di Kota Padang dan Pesisir Selatan. Hingga saat ini, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan, sedangkan pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di daerah pesisir diimbau tidak terpancing isu karena gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Dia menjelaskan, dilihat dari kedalaman pusat gempa, gempa bumi itu masuk kategori dangkal akibat aktivitas sesar bawah laut (sea floor faulting) antara Siberut dan pantai barat Sumatera Barat. Analisis mekanisme sumber, lanjut dia, menunjukkan bahwa gempa bumi dipicu penyesaran mendatar.

Mekanisme sumber itu, kata dia, sesuai dan relevan dengan kondisi sesar bawah laut yang memiliki pergerakan mendatar di kedalaman 10 km di daerah tersebut.

Salah seorang warga Padang, Sofia, mengaku saat itu sedang duduk di depan meja komputer. Dia menuturkan, gempa menyentak dan membuat dia langsung lari ke luar ruangan. “Gempanya cukup lama awalnya menyentak kemudian berayun,” ujarnya. Warga lainnya, Nugroho, mengaku getaran gempa dirasakan dalam ruangan.

Berdasarkan pantauan di kawasan Kampung Nias, Padang Selatan, usai gempa, beberapa warga terlihat berada di luar ruangan untuk menyelamatkan diri. (kps/net)