GUNUNGSITOLI,SUMUTPOS.CO–Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan peraturan perundang-undangan tentang pembangun an, serta memahami teknik penyelesaian masalah, Desa Dahana Sogawu-gawu, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli menggelar pelatihan paralegal di Aula Desa.
Kegiatan ini dihadiri masyarakat Desa Dahana Sogawu-gawu, unsur pemerintah desa serta sebagai narasumber Advokat dan Konsultan Hukum, Trimen Harefa, SH MH.
Kepala Desa Sogawu-gawu, Lestari Harefa dalam sambutannya, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kegiatan Desa Tahun Anggaran 2018, untuk meningkatkan pemahaman mekanisme dan aturan terkait pembangunan Desa.
“Di sini kita menghadirkan narasumber dari praktisi hukum, tujuannya supaya masyarakat dan perangkat desa dapat lebih memahami tentang peraturan dan perundang-undangan pembangunan desa. Seluruh masyarakat Desa maupun BPD dan Perangkat Desa secara bersama-sama bersinergi membangun Desa, sehingga program yang sudah kita rencanakan dapat berjalan lancer”,ujar Lestari Harefa, Senin (6/8).
Sementara itu, Trimen pada pemaparannya menyampaikan, pentingnya komunikasi yang baik antara Kepala Desa dan jajarannya dengan Badan Permusyawaran Desa (BPD), masing-masing melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya pada pengelolaan pembangunan desa.
“Kalaupun ada indikasi penyimpangan, maka hal tersebut biarkan ditindak oleh lembaga yang berwenang, yakni Inspektorat dan Kepolisian. BPD jangan bertindak seolah-olah sebagai Inspektorat, sebaliknya Kepala Desa wajib menyampaikan setiap tahapan kegiatan beserta sumber anggarannya kepada BPD,”paparnya. Menurut Trimen, Kepala Desa harus mampu memahami kepentingan yang diwakilkan oleh BPD di desa, sehingga komunikasi ini tetap baik dan saling bersinergi. “Masalah-masalah sosial baiknya diselesaikan di desa, jangan terus dibawa ke polisi atau pengadilan. Misalkan, masalah utang piutang, masalah arisan, masalah tanah adat, sangat baik manfaatnya jika diselesaikan menurut tata cara di Desa,” imbau Trimen. (mag-5/han)
SURYA/SUMUT POS
MINUM SUSU: Bupati Ir H Soekirman didampingi Kadis Ketapang Aliudin SP MP, meminum susu hasil produksi Kelompok Ternak Mulya Jaya, Desa Melati, Selasa (7/8).
SURYA/SUMUT POS MINUM SUSU: Bupati Ir H Soekirman didampingi Kadis Ketapang Aliudin SP MP, meminum susu hasil produksi Kelompok Ternak Mulya Jaya, Desa Melati, Selasa (7/8).
SERGAI,SUMUTPOS.CO-Untuk meningkatkan hasil produksi perternakan, Kelompok Ternak Mulya Jaya mendapat bimbingan dan pra pembinaan dari Dinas Ketahanan pangan (Ketapang).
“Kelompok Ternak Muya Jaya merupakan salah satu kelompok ternak unggulan, yang tidak hanya membudidayakan hewan ternak, tetapi juga menghasilkan produk dari hewan ternak itu sendiri,”ungkap Kadis Ketapang Sergai, Aliudin SP MP ketika membuka acara di Dusun Durian, Desa Melati Kecamatan Perbaungan, Selasa (7/8).
Sementara itu, salah satu Kelompok Ternak Tani Mulya Jaya, Yudhi, mengungkapkan bahwa kelompoknya sedang mengembangbiakkan 10 ekor sapi jenis Brahman, 40 ekor kambing etawa dengan pakan khusus yang terbuat dari ampas soya (kedelai) 10 diantaranya sudah memproduksi susu, 500 ekor bebek petelur yang menghasilkan sekurangnya 400 butir telur per hari.
Sedangkan susu kambing yang dihasilkan tidak hanya utuk diminum, tetapi juga sebagai bahan pembuatan sabun.
Bupati Sergai Ir H Soekirman sangat mengapresiasi digelarnya pembinaan terhadap para kelompok ternak, yang penting sejalan dengan visi Kabupaten Sergai yaitu unggul, inovatif dan berkelanjutan.
Menurutnya, bicara tentang unggul harus ada produk yang dihasilkan dengan waktu yang lebih singkat, biaya yang lebih sedikit/terjangkau tetapi dengan hasil yang lebih banyak, dan ada produk pembanding barulah bisa dikatakan produk tersebut unggul.
Tidak hanya mendukung kegiatan ini, Bupati Soekirman juga terkesan pada pemikiran-pemikiran para kaum muda yang mendasari terlaksananya gagasan seperti ini.
Diakhir sambutannya, Bupati Soekirman menjelaskan, bahwa untuk menciptakan produk unggulan harus punya P5 yaitu:
Product Knowledge, pengetahuan/wawasan tentang produk yang kita buat dan juga tahapan prosesnya.
Promosi, melakukan promosi/perkenalan produk baik melalui media tv, radio, sosial media atau bahkan dari mulut ke mulut.
Price, menerapkan harga yang bersaing dengan produk-produk sejenis yang ada dipasaran dengan tetap mengutamakan mutu/kualitas produk.
Public Relation, menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat.
Power, peran serta Pemerintah/instansi terkait
Pada kesempatan itu, Bupati Ir Soekirman yang sedang meninjau Kelompok Ternak Mulya Jaya, dan kegiatan memeras susu kambing, dan mengutip telur bebek, serta mencicipi telur asin hasil produksi kelompok ternak Mulya Jaya. (sur/han)
foto-foto pemko medan for sumut pos
KERUK: Alat berat excavator mini dan excavator long arm saat mengeruk Sungai Selayang, dalam rangka normalisasi, Selasa (7/8). Normalisasi ini dilakukan jajaran Dinas PU Kota Medan yang dipimpin langsung Kepala Dinas PU, Khairul Syahnan.
foto-foto pemko medan for sumut pos KERUK: Alat berat excavator mini dan excavator long arm saat mengeruk Sungai Selayang, dalam rangka normalisasi, Selasa (7/8). Normalisasi ini dilakukan jajaran Dinas PU Kota Medan yang dipimpin langsung Kepala Dinas PU, Khairul Syahnan.
Pengerukan Sungai Selayang terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan. Sebab, Sungai Selayang yang merupakan aliran dari Sungai Sikambing mengalami pendangkalan dan penyempitan.
Kondisi itulah yang membuat Sungai Sikambing mengalami back water saat hujan deras turun, sehingga meluap dan menggenangi jalan, maupun rumah warga. Dalam 2 bulan belakangan, sudah 2 kali Sungai Sikambing meluap, menyusul cuaca ekstrem menerpa Kota Medan.
Sebelumnya, 2 Agustus lalu, Dinas PU telah melakukan pengerukan Sungai Selayang, dipimpin langsung Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin. Kala itu, pengerukan dipusatkan di Jalan Sei Belutu Medan. Ada 2 wilayah yang dilintasi Sungai Selayang, yakni Kelurahan PB Selayang 1, Kecamatan Medan Selayang, dan Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal. Pasca diakukan pengerukan, titik-titik yang mengalami pendangkalan dan penyempitan mulai teratasi.
Guna memaksimalkan pengerukan dan memberikan dampak positif dalam meminimalisir banjir, Dinas PU terus melakukan pengerukan di Jalan Sei Belutu. Senin (6/8), ada 3 lokasi pengerukan yang dilakukan. Selain itu pengerukan juga dilakukan di Jalan Sei Asahan dan Jalan Pertambangan, sebab alur sungai yang melintasi kedua kawasan itu, juga mengalami penyempitan dan pendangkalan, sehingga berimbas dengan banjir yang terjadi di kawasan Ringroad, Jalan Gatot Subroto/Kapten Muslim, serta Jalan dr Mansyur.
Di samping mengerahkan 200 pekerja yang berasal dari 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT), Kepala Dinas PU Khairul Syahnan, juga menurunkan sejumlah alat berat, seperti excavator mini, skidloader, excavator long arm, serta 15 truk yang dingunakan untuk mengangkut seluruh lumpur, yang menyebabkan pendangkalan.
“Saya ingin hasil pengerukan yang dilakukan maksimal,” tutur Syahnan.
Pengerukan dilakukan mulai sejak pagi, aliran Sungai Selayang yang melintasi sebelah Masjid Al Ishlah Jalan Sei Belutu, menjadi fokus pengerukan, karena penyempitan dan pendangkalan yang terjadi cukup parah. Selain menurunkan excavator mini dalam sungai, pengerukan juga menggunakan excavator long arm. Kedua alat berat itu sangat efektif dalam mengatasi pendangkalan dan penyempitan.
Hanya saja untuk di bawah jembatan, pengerukan terpaksa dilakukan secara manual. Penyebabnya, kedua alat berat milik Dinas PU itu tidak mampu menjangkau lumpur bercampur sampah di bawah jembatan. Untuk mengeruknya, para pekerja pun melakukannya dengan manual menggunakan cangkul dan penggaruk.
Proses pengerukan Sungai Selayang mendapat apresiasi penuh warga sekitar. Pasalnya, merekalah selama ini yang menjadi korban setiap kali air sungai meluap. Karena itu, mereka sangat mendukung dan mengucapkan terima kasih atas pengerukan yang dilakukan. “Semoga pengerukan yang dilakukan ini mampu mengatasi banjir yang selalu terjadi setiap hujan deras turun,” ungkap seorang pria parobaya, mewakili warga sekitar.
Selain 3 titik di Jalan Sei Belutu, Syahnan didampingi Plt Kabid Drainase Edi Zalman, pun mengungkapkan, pengerukan juga dilakukan di alur Sungai Selayang yang melintasi Jalan Sei Asahan dan Jalan Pertambangan. Meski kondisi medan cukup sulit, namun tidak menjadi halangan bagi petugas Dinas PU melakukan normalisasi.
Para pekerja bahu membahu mengatasi penyempitan dan pendangkalan yang terjadi di sejumlah titik. “Alhamdulillah normalisasi yang dilakukan di Sungai Selayang berjalan lancar. Kendala yang dihadapi hanya di bawah jembatan Jalan Sei Belutu, sebab alat berat tidak bisa menjangkau lumpur dan sampah yang mengendap di bawah jembatan. Itu sebabnya pengerukan dilakukan manual. Walaupun manual namun hasilnya cukup baik, sampah dan lumpur berhasil dibersihkan,” jelas Syahnan.
Seluruh lumpur maupun sampah hasil pengerukan selanjutnya diangkut menggunakan truk. Syahnan mengungkapkan, cukup banyak sekali lumpur dan sampah yang diangkut dalam normalisasi tersebut. “Sudah banyak lumpur dan sampah yang diangkut dari Sungai Selayang. Kami hitung, ada 60 truk yang membawa lumpur bercampur sampah. Normalisasi akan terus dilakukan, terutama titik-titik yang telah mengalami penyempitan dan pendangkalan,” jelasnya.
Di samping melakukan normalisasi, Syahnan pun mengharapkan peran serta masyarakat dalam upaya mengatasi banjir sangat dibutuhkan. Ia menegaskan, normalisasi yang dilakukan akan sia-sia jika warga tidak mendukung penuh. “Dukungan dapat dilakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam sungai maupun drainase. Jadi mulai saat ini, mari kita bersama menjaga kebersihan sungai,” ajaknya. (ris/saz)
BERSAMA: Sekda Kota Medan H Syaiful Bahri Lubis, diabadikan bersama para guru, saat pembukaan Sosialisasi dan Pembinaan Guru TK Alquran se-Kota Medan di Hotel Novotel Soechi, Selasa (7/8).
BERSAMA: Sekda Kota Medan H Syaiful Bahri Lubis, diabadikan bersama para guru, saat pembukaan Sosialisasi dan Pembinaan Guru TK Alquran se-Kota Medan di Hotel Novotel Soechi, Selasa (7/8).
Tantangan pendidik ke depan adalah mengedukasi masyarakat dalam memilih informasi yang rasional dan penting.
Hal ini disampaikan Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kota Medan H Syaiful Bahri Lubis, saat membuka Sosialisasi dan Pembinaan Guru Taman Kanak-kanak Alquran se-Kota Medan di Hotel Novotel Soechi, Selasa (7/8).
Di hadapan para guru itu, Syaiful menyampaikan, saat ini akses informasi bukan masalah, malah yang terjadi sekarang adalah kebanjiran informasi. Karena itu, lanjutnya, perlu ada edukasi kepada masyarakat agar tidak mentah-mentah menerima informasi, bisa membedakan mana yang bermanfaat, mana yang sampah.
Berkaitan dengan itu, lanjut Syaiful, para guru ini diharapkan makin banyak melakukan inovasi dakwah sambil terus mengikuti perkembangan zaman.
“Manfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia secara maksimal, sehingga seluruh potensi yang ada dapat tersalurkan seluruhnya ke arah yang tepat,” jelas Syaiful.
Sebelumnya, Kepala Bagian Sosial dan Pendidikan Setda Kota Medan, H Ahmad Raja Nasution, melaporkan, kegiatan ini diikuti 315 guru TK Alquran yang berasal dari 21 kecamatan di Kota Medan, dan berlangsung mulai 7 sampai 9 Agustus.
Tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan kapasitas calon guru TK Alquran, sehingga memiliki kesamaan visi dalam mendidik anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyosialisasikan Peraturan Wali Kota Medan No: 37 Tahun 2018, tentang Pemberian Dana Jasa Pelayanan kepada Warga Pelayanan Masyarakat, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai penerima bantuan.
Ahmad juga menyebutkan, narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Himpunan Psikologi Indonesia Sumut Rahmadani Hidayatin, Kantor Kementerian Agama Kota Medan H Imran, serta Kabag Sosial dan ia sendiri. (ris/saz)
BUKA: H Akhyar Nasution saat membuka pertemuan Revisi Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi Pemerintah Kota Medan 2016- 2020 di Ruang Rapat III, Kantor Wali Kota Medan, Selasa (7/8).
BUKA: H Akhyar Nasution saat membuka pertemuan Revisi Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi Pemerintah Kota Medan 2016- 2020 di Ruang Rapat III, Kantor Wali Kota Medan, Selasa (7/8).
MEDAN,SUMTUPOS.CO-Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, diwakili Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, membuka pertemuan Revisi Penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi Pemerintah Kota Medan 2016- 2020 di Ruang Rapat III, Kantor Wali Kota Medan, Selasa (7/8).
Diharapkan melalui pertemuan ini, Apartur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemko Medan dapat melaksanakan reformasi birokrasi guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Dalam pertemuan yang diikuti seluruh pimpinan OPD lingkup Pemko Medan dan camat se-Kota Medan, serta Sekretariat DPRD Medan ini, menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Budi Utomo.
Pada kesempatan itu, Akhyar mengatakan, reformasi birokrasi pada hakekatnya adalah upaya untuk melakukan suatu pembaharuan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah, terutama menyangkut aspek kelembagaan, ketatalaksanaan, dan sumber daya aparatur.
“Adapun yang terpenting dalam reformasi birokrasi adalah bagaimana kita membangun sumber daya aparatur sipil negara, agar lebih berdaya dan berhasil guna, dalam mengemban setiap tugas-tugas pemerintah dan pembangunan nasional, yang disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat,” tutur Akhyar.
Menurut Akhyar, Pemko Medan telah melaksanakan Road Map Reformasi Birokrasi Periode 2013-2015, dan saat ini Pemko Medan akan melakukan revisi kembali, terhadap penyusunan Road Map Reformasi Birokrasi Periode 2016-2020, yang disebabkan karena adanya perubahan nomenklatur di lingkungan Pemko Medan.
“Diharapkan melalui revisi ini, nantinya Pemko Medan dapat mengacu pada 3 sasaran, yakni birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif, efesien, serta memiliki pelayanan publik yang berkualitas, sehingga ke depannya Pemko Medan dapat mewujudkan Good Governance,” jelasnya.
Selanjutnya, Akhyar menginginkan, seluruh instansi di lingkup Pemko Medan berproses melaksanakan reformasi birokrasi, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, dengan faktor utama dan aktor utama yang turut berperan dalam mewujudkan tersebut, tentunya Aparatur Penyelenggara Pemerintahan. “Mari kita dukung kegiatan reformasi birokrasi ini, guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” pungkasnya. (ris/saz)
Sejumlah warga Jalan Sei Belutu, Medan Selayang mendatangi Fraksi Demokrat DPRD Medan, kemarin. Mereka melaporkan pene-mbokan jalan di Sei Belutu Gang Bintang I, Kelurahan Merdeka yang sudah berlangsung seminggu.
Akibat penembokan tersebut, mengakibatkan warga kesulitan melintas karena jalan tersisa hanya satu meter. Pengaduan warga diterima Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Herry Zulkarnain dan Sekretaris Parlaungan Simangunsong.
Mewakili warga, Burhanudin Lubis menceritakan, penembokan dilakukan oleh A Syarif yang juga warga di sana. Syarif mengklaim jalan tersebut berada di lahannya sehingga melakukan penembokan.
“Jalan tersebut berbatasan dengan Kecamatan Medan Baru dan Kecamatan Medan Selayang. Pihak kecamatan dan kelurahan sudah berulangkali mendatangi A Syarif mencoba mediasi namun gagal,” kata Burhanuddin.
Ia melanjutkan, permasalahan itu sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Namun, lantaran warga enggan berurusan dengan hukum makanya lebih memilih diam.”Pihak kecamatan dan kelurahan sudah datang, tapi tak berhasil. Kami bukan tak mau melawan penembokan itu, tapi kami tak mau bermasalah dengan hukum. Kami harapkan bapak-bapak dewan bisa membantu masalah ini,” harap Burhanuddin.
Warga lainnya, Puput menambahkan, dirinya sudah 35 tahun tinggal di daerah itu. Dia meng-aku dulunya jalan itu lebar dan mobil bisa melintas. “Jangankan mobil, sepeda motor aja susah lewat karena sempitnya jalan,” tuturnya.
Sementara, menyahuti permasalahan warga, Herry Zulkarnain menyebutkan akan meninjau ke lokasi dan mencari tahu apakah penembokan tersebut sudah memiliki izin sesuai peraturan dari Pemerintah Kota Medan.”Harus ada izin penembokan atau pagar, baik itu dari instansi terkait maupun tetangga di sekitar. Makanya, kami segera akan tinjau ke lapangan,” ujar Plt Ketua Parta Demokrat Sumut ini.
Herry mengucapkan terima kasih kepada warga yang datang ke fraksinya menyampaikan keluhan. Hal ini berarti masyarakat percaya dengan Demokrat.
Parlaungan Simangunsong menuturkan, selaku Ketua Komisi IV DPRD Medan akan segera menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dan mengagendakan pemanggilan terhadap pemilik tembok, Camat Medan Baru, Camat Medan Selayang, Satpol PP dan Dinas Perizinan Satu Pintu.”Masalah ini akan kita RDP-kan agar kita tahu apakah si pemilik sudah memiliki izin melakukan penembokan jalan,” kata Parlaungan. (ris/ila)
SUMPAH BIDAN: Ketua STIKes Mitra Husada Medan Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes, Ketua IBI Sumut, undangan dan dosen bersama dengan bidan lulusan STIKes Mitra Husada yang mengucap sumpah dan janji sebelum pelaksanaan kuliah umum.
SUMPAH BIDAN: Ketua STIKes Mitra Husada Medan Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes, Ketua IBI Sumut, undangan dan dosen bersama dengan bidan lulusan STIKes Mitra Husada yang mengucap sumpah dan janji sebelum pelaksanaan kuliah umum.
Ketua Umum (Ketum) Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr Emi Nurjasmi MKes mengungkapkan grand desain pengembangan bidan di tanah air di hadapan dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan, Sabtu (4/8). Bidan memiliki peran yang sangat strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama pada ibu dan anak
EMI Nurjasmi menyebut, bidan sudah dipercaya oleh pemerintah. Di sejumlah desa, keberadaan bidan juga memberikan pelayanan kesehatan yang tak sebatas pada pelayanan terhadap ibu dan anak.
Sehingga menjadi ujung tombak yang sekarang lebih dikenal sebagai garda terdepan mengawal kesehatan maternal neonatal melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan pelayanan berkualitas.
‘’Bidan merupakan tumpuan harapan pemerintah dan masyarakat. Karenanya bidan yang terjun ke masyarakat adalah bidan-bidan yang sudah siap pakai, berkompeten dan berkualitas. Ada proses uji kompetensi dan akreditasi sebagai upaya mengawal proses pendidikan dijalankan,” ujar Emi.
“Bidan memiliki peran sangat vital dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, mempersiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan berkualitas. Ibu hamil yang terkena penyakit bidan juga yang berperan agar dapat melahirkan dengan baik,’’ katanya.
Dipaparkannya, saat ini jumlah bidan di Indonesia terdapat hampir 500 ribu orang. Termasuk yang baru diangkat 40 ribu bidan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Namun hingga kini, menurut Emi Nurjasmi, angka kematian ibu dan anak masih tinggi. Untuk itu, lanjutnya, bidan butuh dukungan sarana dan prasarana termasuk obat-obatan, proses rujukan yang cepat dan penanganan segera. Sehingga dapat bekerja secara optimal.
‘’Pemeriksaan ibu hamil 87 persen oleh bidan baik di Polkesdes, Polindes, Puskesmas, rumah sakit maupun klinik atau tempat praktik mandiri bidan mandiri. Sebanyak 66 persen persalinan normal dilakukan bidan. 76,6 persen layanan Keluarga Berencana (KB) juga dilakukan bidan,” papar Emi.
“Jadi pelayanan kesehatan produksi dan anak itu sebanyak 75 persen dilakukan bidan. Perguruan tinggi harus dapat hasilkan bidan yang telah penuhi kompetensi termasuk terus memantau performa bidan yang dihasilkan,’’ lanjutnya.
Dalam kuliah umum ini, Ketum IBI memaparkan sejumlah aturan pemerintah terbaru yang mengatur bidan. Termasuk kewenangan mandiri yang melekat pada bidan, penugasan pemerintah untuk melaksanakan pertolongan pertama dan mandatori atau instruksi dari dokter. Bidan bisa bertugas di semua fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit.
Ketum IBI mengucapkan selamat atas perubahan Akbid Mitra Husada Medan menjadi STIKes Mitra Husada Medan yang memiliki tanggung jawab semakin berat. Karena mengelola tiga program studi, yakni diploma tiga, sarjana terapan dan profesi.
Dari institusi pendidikan akan menghasilkan bidan berkualitas yang sangat dibutuhkan masyarakat.
‘’Kita punya tanggung jawab yang besar untuk hasilkan bidan siap dan berkompeten,’’ harapnya.
Secara khusus, Ketum IBI yang telah dua kali berkunjung ke STIKes Mitra Husada Medan juga memuji tingkat kelulusan uji kompetensi bidan-bidan yang dihasilkan STIKes Mitra Husada. Sebab, selalu diatas 90 persen melebihi rata-rata nasional yang masih dibawah 50 persen. Bahkan ada sekolah yang tingkat kelulusannya 0 persen.
‘’Tanpa uji kompetensi tidak bisa dapat STR dan tidak bisa bekerja sebagai bidan,’’ imbuhnya.
Kedepan ia berharap, para dosen yang mengajari calon bidan juga dapat belajar dengan terjun langsung ke rumah sakit atau lahan praktik kesehatan. Sehingga dapat mentransfer pengalaman dan menjelaskan secara real penanganan kasus kepada mahasiswi.
Terhadap STIKes Mitra Husada Medan, Ketum IBI berharap dapat membuka klinik pratama hingga rumah sakit. Sehingga bidan lulusannya dapat bekerja di rumah sakit tersebut.
Dengan penguasaan Bahasa Inggris yang baik, Ketum IBI juga mendorong bidan lulusan STIKes Mitra Husada Medan untuk go internasional dengan bekerja di luar negeri seperti di Arab Saudi dan Amerika Serikat. Bidan lulusan STIkes Mitra Husada Medan juga didorong mengabdikan diri menjadi bidan nusantara sehat.
Ketua STIKes Mitra Husada Medan Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes berharap, kuliah umum ini dapat lebih meningkatkan sumber daya manusia bidang kesehatan.
Kemudian, para mahasiswi dan alumni juga dapat membuka lapangan pekerjaan di era industri 4.0. Sehingga mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).(*)
IST/SUMUT POS
SEMASA HIDUP: Pelda Purnwirawan Rusdianto B semasa hidup (kanan).
IST/SUMUT POS SEMASA HIDUP: Pelda Purnwirawan Rusdianto B semasa hidup (kanan).
Identitas mayat yang ditemukan dengan kepala terpisah di Dusun III, Namorubejahe, Desa Namorubejulu, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang Minggu (5/8) lalu akhirnya terungkap.
Jasad tersebut teridentifikasi sebagai Pelda Purnawirawan Rusdianto B (55), pensiunan prajurit Ruops Lanud Soewondo, 2016 silam.
KORBAN beralamat di Komplek TNI AU, Jalan Karang Sari I, No 16, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.
“Dari ciri-ciri fisiknya itu suami saya. Sejak tanggal 22 Juli 2018, suami saya sudah tidak pulang ke rumah,” jelas Rosalina Pitaloka Tambunan (53), istri korban, Selasa (7/8).
Akhirnya, Rosalina membuat pe-ngaduan orang hilang di Mapolsek Medan Baru, Rabu (1/8) sekira pukul 18.00 WIB. Pengaduan diterima oleh Ka SPKT 2 Aiptu Sulaiman Siregar.
Ciri-ciri lain yang membuat Rosalina yakin bahwa korban adalah suaminya antara lain, celana dalam, celana dan baju. Ketiganya sama persis yang dikenakan suaminya saat meninggalkan rumah.
Identitas korban menguat setelah polisi mencocokkan sidik jari korban dengan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan. Nama korban muncul sesuai dengan alamat.
Dari hasil itu, Polda Sumut kemudian menginformasikan kepada pihak POM AU dan istri korban. POM AU dan istri korban diminta untuk melihat jenazah di RS Bhayangkara Medan.
Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu membenarkan identitas mayat Mr X yang diduga dibunuh sudah ditemukan.
“Identitas mayat Mr X sudah ditemukan,” kata Martualesi, Selasa (7/8).
Untuk lebih detail, Martualesi menyarankan Sumut Pos bertanya kepada Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak.
“Tadi jenazah sudah saya serahkan kepada pihak keluarga, saya yang serahkan langsung,” ujar Martualesi.
Siapa yang membunuh korban? Martualesi belum berani memberikan keterangan lebih lanjut.
“Belum. Saat ini kita masih lakukan penyelidikan,” ucapnya.
Terpisah, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak membenarkan bahwa identitas korban merupakan seorang pensiunan TNI AU.
“Korban benar merupakan pensiun TNI AU,” kata Maringan.
Maringan juga membenarkan pe-ngungkapan berdasarkan sidik jari korban yang identik. Ditegaskannya, temuan mayat pensiunan TNI AU ini, merupakan kasus pembunuhan.
“Yang pasti ada alat yang digunakan untuk memisahkan an-tara kepala dan badan. Tapi saat ini kita masih lidik,” jelas Maringan.
Diberitakan sebelumnya, mayat pria tanpa identitas ditemukan warga di perkebunan kelapa sawit warga. Tepatnya di Dusun III, Namorubejahe, Desa Namorubejulu, Kecamatan Kuta-limbaru, Deliserdang.
Jasad yang mengenakan sabuk PDH TNI Angkatan Laut (AL) itu ditemukan dengan kondisi kepala terpisah dari badan. Saat itu, kepala korban sudah berubah menjadi tengkorak. Kuat dugaan telah dibakar sebelumnya.(dvs/ala)
MEDAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) melantik dua komisioner pergantian antar waktu (PAW) untuk daerah Kabupaten Batubara dan Padanglawas (Palas) di aula lantai I Kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (7/8). Pelantikan dua PAW dilakukan, setelah komisioner yang diganti memilih bergabung ke partai politik (parpol) didaerahnya masing-masing untuk maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019.
“Sebagai penyelenggara mereka yang baru dilantik harus bekerja menjalankan tugas pada tahapan Pemilu serentak tahun 2019 nanti,” kata Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea kepada wartawan, usai melantik Bahrul Ilmi untuk PAW Taufik dari Kabupaten Batubara, dan Atas Siregar untuk PAW atas nama Syafruddin Daulay dari Kabupaten Palas.
Menurutnya, merujuk prinsip sebagai penyelenggara sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 bahwa sebagai penyelenggara harus agar bekerja profesional, jaga integritas dan independen serta terbuka dalam pelaksanaan tahapan pemilu.
“Kalau mereka bekerja dengan baik dan jujur, kita yakin penyelenggaraan Pemilu Serantak 2019 berjalan secara demokratis, jujur, dan adil,” tegasnya.
Atas Siregar selaku Komisioner KPU Palas mengaku akan berkomitmen menjalankan amanat UU pemilu serentak, pascadilantik KPU Sumut.
“Kami berusaha menyesuaikan dengan pekerjaan yang sudah dilakukan komisioner selama ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Bahrul Ilmi, yang berharap mendapat dukungan komisioner sebelumnya. “Saya orang baru dan baru dilantik, saya ikut dulu seluruh tahapan yang sudah jalan untuk Pemilu Serentak ini,” pungkasnya. Pelantikan turut dihadiri Komisioner KPU Sumut, Iskandar Zulkarnain dan Sekretaris KPU Sumut, Abdul Rajab Pasaribu.
Diketahui sebelumnya, Atas Siregar dan Bahrul Ilmi sudah mengikuti fit and propertest di KPU Sumut yang dipimpin Komisioner KPU Sumut, Yulhasni pada Rabu (1/8).
Kesempatan itu keduanya mendapat pertanyaan kesiapan menjadi anggota KPU di masing-masing kabupaten tersebut. Jika mereka bekerja di instansi atau di media massa diminta kesediannya untuk mengundurkan diri dan jika aktif menjadi pengurus organisasi pemuda atau kemasyarakatan lainnya juga harus mengundurkan diri. (prn/azw)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
RAPIKAN: Pedagang merapikan cabai merah yang didagangkan di Pusat Pasar Medan. Diperkirakan harga komoditas ini akan turun saat akhir bulan Agustus.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS RAPIKAN: Pedagang merapikan cabai merah yang didagangkan di Pusat Pasar Medan. Diperkirakan harga komoditas ini akan turun saat akhir bulan Agustus.
Menjelang akhir Bulan Agustus 2018, diperkirakan sejumlah komoditi akan turun harga. Hal ini dikarenakan ketersediaan pangan yang berlimpah sehingga membuat stok aman.
Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin menyatakan dalam pemantau harga sejumlah komoditi pangan di Pasar Tradisional di Medan, harga masih relatif mahal.
“Harga sejumlah kebutuhan pokok di awal bulan Agustus di Sumut masih belum mengalami perubahan. Sejumlah harga masih bertahan mahal. Diantaranya adalah harga cabai merah, cabai kecil, telur ayam dan daging ayam,” ucap Gunawan kepada Sumut Pos, Selasa (7/8) pagi.
Menurutnya, keempat harga kebutuhan pokok tersebut masih terbilang mahal hingga hari ini. Dengan harga Cabai Merah berkisara Rp36 ribu perkilogram dan cabai kecil berkisaran Rp40 ribu perkilogramnya.
“Saya memperkirakan harga cabai baru akan mulai turun menjelang akhir bulan ini. Dikarenakan supply atau persediaan akan kembali melimpah, karena banyak tanaman cabai petani yang akan mulai memasuki masa panen menjelang penutupan akhhir bulan ini. Perkisaraan saya, harga bisa ditekan hingga di kisaran Rp 33 ribu di akhir bulan ini untuk cabai merah,” ucap Gunawan.
Namun, untuk harga cabai kecil. Gunawan mengatakan masih tetap harganya sampai akhir bulan ini. Hal itu, disebabkan ditingkat petani tidak menjadi skala prioritas tanaman cabai. Tidak ditanam dalam jumlah besar.
“Karena biaya produksinya sangat mahal. Berbeda dengan tanaman cabai merah yang lebih murah dari biaya produksi dibandingkan dengan cabai kecil. Tidak mudah mendapatkan indikator mengenai ke-tersediaan harga cabai kecil tersebut,” tutur Gunawan.
Kemudian, untuk daging ayam dan telur ayam, akan bisa turun harga dengan butuh waktu sekitar 3 sampai 5 pekan mendatang. Karena, stok kedua pangan itu, baru bisa normal. Tapi, menurut Gunawan Pemerintah harus mengambil andil untuk penekan harga tersebut.
“Ayam afkir yang menjadi masalah kenaikan harga telur setidaknya membutuhkan 8 pekan agar bisa tergantikan dengan indukan petelur yang baru. Meski demikian penurunan harga telur nantinya akan bertahap,” kata Gunawan.
Untuk daging ayam, Gunawan menyebutkan masih tergolong mahal dengan harga saat ini, Rp38 ribu per kilogramnya. Tapi, ia memperkirakan pasti ada penurunan harga ayam di akhir bulan ini.
“Pelemahan mata uang rupiah menjadi salah satu penyebab kenaikan harga pakan ternak, vaksin dan obat-obatan. Yang juga menjadi pemicu kenaikan harga daging ayam itu sendiri. Namun, saya memperkirakan dalam waktu dekat harga daging ayam seharusnya bisa turun di kisaran Rp 33 ribu per Kg. Mungkin juga akan terjadi menjelang pertenghan hingga akhir bulan Agustus ini,” ucap Gunawan.
Walaupun masih sulit untuk ditekan di bawah Rp 30 ribuan harga daging ayam perkilogranya, dalam waktu dekat. Karena sentimen eksternal masih begitu mempengaruhi kinerja harga daging ayam tersebut.
“Jika sejumlah kebutuhan pokok tersebut mengalami penurunan di Agustus ini, maka laju tekanan inflasi di Sumut akan mampu ditekan dan merealisasikan kinerja di bawah rata-rata nasional,” jelas Gunawan.
Sementara itu, untuk harga telur ayam masih berkisaran Rp 1.300 hingga Rp1.500 perbutirnya. Hal yang sama dialami ayam telur seperti daging ayam tersebut dengan penjelasa Gunawan diatas.
“Jika dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya deflasi. Kita lihat terlebih dahulu seberapa besar penurunan harga itu nantinya. Selama tidak ada gangguan ekstrem seperti cuaca buruk, saya pikir harga 4 jenis kebutuhan pokok tersebut bisa dikendalikan di bulan ini,” pungkasnya.(gus/ram)