Home Blog Page 6069

PLTA Batangtoru akan Tumbuhkan Investasi di Sumatera

RANCANG: Foto rancangan pembangunan PLTA Batangtoru di Tapanuli Selatan.
RANCANG: Foto rancangan pembangunan PLTA Batangtoru di Tapanuli Selatan.

– Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan yang tengah dikerjakan, dinilai tidak sekadar menjawab masalah krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut). Tambahan produksi listrik 510 MW yang akan dihasilkan PLTA ini juga bisa menumbuhkan dunia usaha di Sumatera.

Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan menyatakan, pihaknya mengapresiasi proyek yang ditargetkan rampung tahun 2022 ini. Pada dasarnya kata dia, Sumut memang sangat butuh pengembangan listrik. Pemadaman listrik yang sekarang kembali terjadi di Medan membuktikan kalau kapasitas listrik yang disuplai untuk Sumut sudah tidak memadai.

“Dari segi kebutuhan listrik, kita memang butuh pengembangan. Saya yakin bila PLTA Batang Toru  ini sudah selesai, akan banyak dampak baiknya untuk masyarakat,” kata Sutrisno di Medan, Selasa (7/8).

Sutrisno meyakini, penggunaan energi baru dan terbarukan dalam operasional pembangkit ini, akan memberi manfaat lebih.

Dari sisi bisnis, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai PLTA Batang Toru akan menumbuhkan gairah investasi di Sumatera. “Tidak hanya di Sumut dan Aceh, bila proyek ini sudah selesai, saya optimistisinvestasi di Pulau Sumatera akan tumbuh,” kata Ketua Kadin Aceh, Firmandez.

PLTA Batang Toru merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa. Proyek ini menggunakan energi baru terbarukan yang menjadi perhatian utama berkaitan mengantisipasi perubahan iklim.

Pembangkit berteknologi canggih ini didesain irit lahan dengan hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 Hektare (Ha) dan lahan tambahan di lereng yang sangat curam seluas 66 Ha sebagai kolam harian untuk menampung air. Air kolam harian tersebut akan dicurahkan melalui terowongan bawah tanah menggerakkan turbin yang menghasilkan tenaga listrik sebesar 510 MW.

PLTA Batang Toru sangat efisien dalam penggunaan lahan, terutama jika dibandingkan dengan Waduk Jatiluhur di Jawa Barat yang membutuhkan lahan penampung air seluas 8.300 Ha untuk membangkitkan tenaga listrik berkapasitas 158 MW.

Melihat besarnya kapasitas listrik yang akan diproduksi, Firmandez yakin PLTA Simarboru memberikan dampak positif bagi dunia usaha di Sumatera. “Investasi itu berbading lurus dengan kesiapan kemandirian energi. Dengan sistem terkoneksi antarprovinsi seperti sekarang ini, saya yakin PLTA ini sangat membantu invetasi di Sumatera,” kata Firmandez yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. (ila/ram)

Medan Bangga Sutiyono Bawa Obor Asian Games

ist BERSAMA: Ketua Umum KONI Kota Medan Drs Eddy H Sibarani dan Ketua ISSI Medan Ferry Dika Wardhana Erwan SE SH bersama Sutiyono (3 kanan) di Medan, Selasa (7/8).
ist
BERSAMA: Ketua Umum KONI Kota Medan Drs Eddy H Sibarani dan Ketua ISSI Medan Ferry Dika Wardhana Erwan SE SH bersama Sutiyono (3 kanan) di Medan, Selasa (7/8).

MEDAN- Jajaran pengurus KONI Kota Medan bersama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Medan bangga dan haru. Hal itu terjadi karena mantan atlet sepeda kota Medan Sutiyono dipercaya sebagai pembawa obor Asian Games (AG) 2018 dalam torch relay (pawai obor) di Lampung, Rabu (8/8) hari ini.

Hal itu dinyatakan Ketua Umum KONI Kota Medan Drs Eddy H Sibarani, ketika menerima Sutiyono di sekretariat KONI Medan, Komplek Stadion Teladan, Selasa (7/8). Eddy Sibarani mengaku bangga dikunjungi atlet legendaris dari cabor balap sepeda, yang terpilih menjadi salah satu duta untuk mensukseskan pesta olahraga empat tahunan se Asia. “Ini tentu bentuk apresiasi dan penghargaan dari prestasi yang sudah diraihnya, dan bukti bahwa prestasi setiap atlet selalu mendapat apresiasi,” ucapnya.

“Warga Medan pantas bangga dengan apa yang dicapai Sutiyono. Karena ini adalah kesempatan yang mungkin tidak datang dua kali. Kita tentunya senang, ada atlet asal Medan diberi kesempatan untuk berpartisipasi dan ikut mensukseskan Asian Games 2018. Selain memotivasi para atlet kita di Asian Games nanti, dan juga akan memotivasi atlet-atlet muda untuk berprestasi tingkat nasional internasional,” sebut Eddy Sibarani.

Sutiyono datang ke kantor KONI Medan bersama Ketua ISSI Medan Ferry Dika Wardhana Erwan SE SH dan Humas M. Sugalih. Sementara Ketua KONI Medan didampingi Wakil Ketua Dr Budi Indra Syahdewa MSi dan Drs Suirwan.

Menurut Sutiyono, acara Lampung merupakan kali kedua dia diundang mensukseskan torch relay Asian Games 2018, setelah di Palembang, Sabtu (4/8). Di Bandar Lampung, peraih medali emas kejuaraan Asia 1977 di Filipina ini akan bertindak sebagai pembawa obor.

Ketua ISSI Medan Ferry Dika mengharapkan, apa yang dilakukan oleh peraih 10 medali emas PON itu dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet lain, khususnya balap sepeda.(dek)

Kajari Sergai Gelar Turnamen Voli

ist PUKUL BOLA : Bupati Ir H Soekirman didampingi Kajari Sergai Jabbal Nur dan Ketua PBVSI Hj Yanti Handayani memukul bola voli tanda dimulainya pertandingan, Selasa (7/8).
ist
PUKUL BOLA : Bupati Ir H Soekirman didampingi Kajari Sergai Jabbal Nur dan Ketua PBVSI Hj Yanti Handayani memukul bola voli tanda dimulainya pertandingan, Selasa (7/8).

SERGAI – Menyambut HUT ke-73 RI, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sergai, Jabbal Nur SH MH menggelar turnamen Voli Cup II di Lapangan voli Sekolah Majelis Pendidikan Al Jamiyatul Washliyah dusun I Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah mulai Selasa (7/8). Turnamen akan diikuti 12 peserta.

Para kontestan antara lain Lormes VC Pergulaan, PT. Lonsum RS VC, Mekar VC Sidodadi, Kelapa Gading VC, Puma VC Mangga Dua, Bintang Bayu, SMA Teluk Mengkudu, Sinah Kasih VC, Rempis Sei Rampah, Bamban VC, Remaja VC Perbaungan dan PT Socfindo Matapao.

Bupati Ir H Soekirman menyampaikan menyambut positif digelarnya turnamen ini. Menurutnya turut mendukung visi dan misi Kabupaten Sergai yang unggul dalam bidang olahraga. Dengan digelarnya turnamen ini kita harapkan muncul bibit – bibit yang baru seperti halnya juga seperti Nela Agustin asal Kabupaten Sergai yang menjuarai atletik.

“Biarpun kita anak kampung tapi olahraganya bukan kampungan, sambutlah dengan gembira kepada remaja yang semangat olahraga. Raih prestasi jauhi narkoba. Terima kasih kepada panitia turnamen bola voli. Mari sukseskan persahabatan persaudaraan prestasi menjadi kunci utama,” tutur Soekirman.

Kajari Sergai Jabbal Nur mengatakan turnamen ini digelar berkelanjutan untuk menjaring bibit-bibit pevoli dari daerah Sergai dan sekitarnya. “ Saya juga dulunya pemain voli, itu hampir semua olahraga saya coba karena untuk kebaikan dalam kesehatan. Turnamen kali ini hingga selanjutnya harus tetap dilanjutkan, karena di Kabupaten Sergai terdapat bibit-bibit atlet yang bisa menembus ke tingkat nasional,” ujar Jabbal Nur. (sur/don)

Dihantui Jejak Senior

Timnas-U-16
Timnas-U-16

Timnas U-16 Indonesia akan bersua Malaysia di semifinal Piala AFF U-16 2018. Kemenangan atas Laos dengan skor 1-0, Selasa (7/8) sore membawa Malaysia lolos ke empat besar Piala AFF U-16 2018. Mereka melaju ke semifinal dengan status runner up Grup B. Karena itulah Malaysia akan menantang Indonesia, sang juara Grup A.

Jelang pertandingan, mereka harus belajar banyak dari para seniornya agar tak tersisih di fase empat besar. Malaysia seakan menjadi momok menakutkan buat Indonesia. Dalam dua tahun terakhir ini, sudah dua kali Timnas Indonesia bertemu Negeri Jiran pada babak semifinal dan harus berakhir mengecewakan.

Pada 2017, Timnas U-23 Indonesia bersua Malaysia pada pergelaran SEA Games. Saat itu mereka harus takluk 0-1 dari Malaysia di babak semifinal.

Nasib serupa juga dialami Timnas U-19 Indonesia pada Piala AFF U-19 2018 lalu. Bertanding di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pasukan Indra Sjafri harus kalah lewat drama adu penalti.

Tentu, hal ini harus menjadi pelajaran berharga buat Timnas U-16 Indonesia. Masyarakat sepak bola Indonesia berharap mereka tak lagi disandung oleh musuh bebuyutannya tersebut.

Pelatih Tim Nasional (Timnas) U-16 Indonesia Fachri Husaini mengaku sudah mengantongi kekuatan dan gaya permainan Malaysia. Fachri datang langsung ke Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik untuk memantau pertandingan Laos lawan Malaysia, Selasa (7/8) sore tadi.

Fachri mengajak sejumlah asistennya untuk memelototi permainan kedua tim.

Ia tampak sangat serius mengamati permainan kedua tim sepanjang pertandingan. Ketika ditemui awak media saat turun minum, mantan pemain Petrokimia Putra Gresik ini mengaku sudah memiliki gambaran permainan Malaysia.

“Kami sudah melihat cara bermain Malaysia. Polanya juga sudah terlihat. Kemudian cara mereka menyerang dan bertahan pun sudah terlihat. Artinya kami sudah mempunyai gambaran kekuatan Malaysia,” ungkap Fachri.

Tim besutan Fakhri Husaini juga harus belajar dari pengalaman. Pada laga uji coba 6 Juli lalu, Timnas U-16 juga harus takluk dari Malaysia U-16 di MBPJ Stadium, Petaling Jaya, dengan skor tipis 3-4.

“Kami berharap bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat. Setelah Timnas U-19 hanya menempati urutan ketiga, kami sebagai adiknya ingin menutupi kekecewaan masyarakat kita,” kata Fakhri.

Jelas, diharapkan Bagas Kahfi Cs bisa membuat bangga masyarakat Indonesia. Terlebih melawan Malaysia tentu ada hawa berbeda ketimbang laga dengan negara lain. Pertandingan nanti sendiri akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Kamis, 9 Agustus 2018.

Di kubu lawan, Malaysia tampaknya antusias menyambut duel ini. Pelatih Malaysia U-16 Raja Azlan Shah Raja So’ib mengatakan, timnya sudah siap untuk bertanding di semifinal. Malaysia akan berusaha mendapatkan hasil maksimal, tak peduli berhadapan dengan tim mana pun
“Kami datang ke sini untuk bersaing. Kami siap melawan siapa saja, mau Indonesia atau Thailand. Sebab kami datang ke turnamen ini untuk bersaing mendapatkan gelar juara,” tegas Raja Azlan selepas laga melawan Laos.

“Yang terpenting sebenarnya langkah kami di ajang selanjutnya, yakni Piala AFC. Tetapi turnamen ini juga bagus untuk pemain. Terima kasih untuk AFF. Turnamen ini ajang yang bagus untuk persiapan pemain kami,” lanjut mantan bek Perak FA itu.

Malaysia punya kenangan bagus ketika bertemu Indonesia di Sidoarjo. Dua pekan yang lalu, tim Malaysia U-19 berhasil mengalahkan Timnas U-19 pada babak semifinal. Malaysia akhirnya menjadi juara di Piala AFF U-19 2018. (saf/jpc/don)

PKPU HI, Pelajar, dan Mahasiswa Galang Dana

MEDAN-Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Human Initiative (HI) mengirim bantuan ke lokasi bencana gempa bumi Lombok. Tim rescue yang dikirimkan ke sana, telah membantu evakuasi korban dan penyisiran wilayah terdampak.

Hal ini disampaikan Kepala PKPU HI Cabang Sumut Mardi Sahendra, Senin (6/8) lalu.

“Kami sudah kirimkan armada dan peralatan keselamatan. Begitu juga tambahan personel via Jakarta dan Jogjakarta, sudah diberangkatkan ke sana,” ungkap Mardi.

Selain itu, lanjut Mardi, pihaknya juga sudah mendirikan dapur air di lokasi, dan membagikan makanan yang diperoleh dari para donatur. Saat ini, pihaknya sedang berkoordinasi dengan relawan lokal dan dengan pemerintah setempat.

Sejauh ini, sambung Mardi, kebutuhan yang diperlukan adalah tenaga medis beserta peralatan kesehatan, obat-obatan, logistik, terpal atau tenda, selimut, serta air minum dan makanan.

“Kami juga berencana membuat rumah senyum, serambi nyaman, dan shelter kit. Kami menilai, itu sangat dibutuhkan juga,” jelasnya.

Mardi mengungkapkan, Minggu (5/8) lalu, telah terjadi gempa bumi berskala 7,0 SR di kedalaman 15 kilometer, dengan pusat gempa di darat 18 kilometer barat laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), atau 22 kilometer timur laut Lombok Utara, NTB, sekira pukul 18.46 WIB. Peringatan dini tsunami telah berakhir. Tsunami memang terjadi di pantai, tapi kecil, hanya setinggi 9-13 centimeter.

“Saat ini, kami sedang menggalang dana. Kami masih terus bersinergi dengan mitra dan relawan, serta lembaga, untuk menggalang dana. Bagi donatur yang berkenan berdonasi, dapat mengirimkannya ke rekening Bank Sumut Syariah 614.01.04.000020-0, BCA 4000.430.666, Bank Muammalat 211.0030.574, dan Bank Mandiri 126.000.5906.465. Atau dapat diantar langsung ke Kantor PKPU HI Cabang Sumut di Jalan Setiabudi Medan,” katanya.

Sementara itu, Selasa (7/8), para pelajar hingga mahasiswa di Kota Medan juga menggelar aksi galang dana untuk disalurkan kepada korban bencana gempa bumi Lombok.

Hal itu dilakukan di SD hingga SMA Yayasan Perguruan Ksatria di Jalan Gedung Arca Medan, dan mahasiswa yang tergabung Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah I Sumut-Aceh.

“Kami mengumpulkan sumbangan untuk korban gempa bumi di Lombok, karena kejadian itu bukan hanya menghasilkan korban jiwa, tapi juga harta benda. Ini sebagai bentuk kepedulian kami,” ungkap Novita Permata Sari, pelajar kelas XI.

Setelah dana terkumpul, mereka akan menyalurkannya melalui organisasi kemanusian yang ada di Kota Medan. “Kami berharap ini dapat membantu mereka,” tambah Dharmadiah, siswa lainnya.

Sementara penggalangan dana yang dilakukan GMKI Wilayah I Sumut-Aceh dilakukan seluruh anggota. Nantinya, seluruh dana yang terkumpul akan diserahkan kepada para korban.

“Kami dari GMKI tentu ikut berduka atas musibah yang menelan korban jiwa di sana. Atas dasar kemanusiaan, para korban harus dibantu untuk meringankan penderitaan mereka,” kata Koordinator GMKI Wilayah I Swangro Lumbanbatu.

“Lewat jejaring kami, bantuan ini nanti kami pastikan sampai kepada para korban bencana. Di Lombok, GMKI termasuk Wilayah V, dan di sana mereka sudah membangun posko,” pungkas Swangro. (ain/gus/saz)

Persib Ancam WO dari Piala Indonesia

Persib Bandung tetap menolak main melawan PSKC Cimahi andai digelar 15 Agustus 2018 mendatang. Mereka bahkan siap dihukum karena mempertimbangkan banyak hal.

Seperti diketahui, Persib harus menjalani laga tunda di babak 128 besar Piala Indonesia kontra PSKC yang harusnya dihelat 4 Juli lalu. PSSI sempat menginginkan agar laga itu digelar pada 15 Agustus.

Akan tetapi, Persib mengaku keberatan dan sudah protes kepada PSSI. Meski begitu, PSSI tampaknya ingin tetap laga digelar pada tanggal tersebut.

“Mereka mau kita main 15 Agusts, tapi saya bilang tidak. Sebab, kami akan meliburkan pemain setelah tanggal 10. Para pemain sudah beli tiket untuk pulang. Kami ingin bermain tanggal 7 September,” ujar Pelatih Roberto Carlos Mario Gomez dikutip Simamaung.

Pelatih asal Argentina itu ingin PSSI bijak dalam hal tersebut. Menurut Gomez, PSSI seharusnya berdiskusi dulu sebelum menentukan jadwal pertandingan tunda ini. Apalagi, saat itu Persib sudah tiba di Tasikmalaya untuk melakukan konferensi pers, dan latihan uji coba lapangan.

“Tim lain bisa mengundurkan waktu pertandingan mereka, misalnya Persija, mereka beberapa kali jadwal ditunda dan mereka dapat penundaan pertandingan, kenapa kami tidak bisa?,” kata dia.

Andai PSSI kukuh menggelar laga pada 15 Agustus, Persib bisa saja merelakan Piala Indonesia lepas dari kejaran. Gomez tak masalah kalau Persib dianggap Walk-out (WO).

“Kalau pun dianggap walk out dan dinyatakan kalah kami tidak peduli, kalau pertandingan tetap digelar pada 15 Agustus,” tandas dia. (ies/jpc/don)

Djanur Tolak Tawaran 3 Klub

Usai tak lagi menangani PSMS, Djadjang Nurdjaman belum menemukan pelabuhan barunya. Pelatih asal Bandung itu bukannya sepi peminat. Namun memilih istirahat sejenak dari aktivitas kepelatihan.

Pelatih yang saat ini usianya menginjak 53 tahun tersebut mengungkapkan jika dirinya telah mendapatkan tawaran dari beberapa klub Indonesia. Ia menambahkan jika ada tiga klub yang menginginkan jasanya.

Tawaran tersebut tidak hanya datang dari klub Liga 1 2018. Namun, juru taktik berkumis tebal tersebut juga menerima tawaran dari klub kasta kedua Liga Indonesia.

Namun Djanur memilih untuk tidak menerima tawaran tiga klub itu. Juru taktik kelahiran Majalengka tersebut mengaku masih belum memiliki hasrat untuk bekerja dalam waktu dekat ini, karena dirinya masih ingin beristirahat di rumah.

“Sekarang lagi di rumah istirahat, belum ada tawaran. Ada tapi saya tolak, (karena) ingin istirahat dulu. Dari Liga 2 ada dua, Liga 1 ada satu tapi saya ingin istirahat dulu,” ujarnya.

Sejatinya Djanur juga masih punya aktivitas lain. Yakni, kursus kepelatihan AFC Pro. Kursus yang sudah dijalaninya dalam dua modul dan baru berakhir Desember ini.

Selain itu dalam sebuah postingan instagram, Djanur dan eks asistennya Yusuf Prasetyo yang juga sama-sama didepak bakal terlibat dalam proses pengembangan
Sebelumnya eks pelatih Persib itu diputus kontraknya oleh PSMS menjelang putaran kedua. Langkah itu diambil karena tim yang mendapat julukan Ayam Kinantan tersebut memiliki rentetan hasil buruk selama putaran pertama Liga 1 2018.

Dari 15 pertandingan, pelatih yang akrab disapa Djanur itu hanya menorehkan lima kemenangan dan 10 kekalahan.

Namun Djanur berjasa membawa PSMS lolos ke Liga 1 setelah mencatatkan posisi runner up Liga 2. Di final PSMS kalah dari Persebaya. (don)

Golkar Optimis Tambah 4, Demokrat Tambah 6

ist DAFTAR: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain saat mendaftarkan Bacaleg ke KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, beberapa waktu lalu.
ist
DAFTAR: Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain saat mendaftarkan Bacaleg ke KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, beberapa waktu lalu.

Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Demokrat (PD) menjadi tiga besar parpol yang mendapat perolehan suara terbanyak pada Pemilihan Legislatif 2014 untuk kursi DPRD Sumut. Adapun Golkar di urutan pertama dengan kursi sebanyak 17, disusul PDI Perjuangan sebanyak 16 kursi dan PD sebanyak 14 kursi.

Pada kontestasi Pemilihan Legaslatif (Pileg) 2019 tingkat Sumut, Partai Golkar dan PD optimis menaikkan perolehan kursi. Dari 17 kursi saat ini, Golkar ingin mendapat tambahan keterwakilan kader mereka dua orang menjadi 21 kursi. Sedangkan PD menaikkan target menjadi 20 kursi keterwakilan kadernya.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan, pihaknya masih punya banyak stok kader potensial yang bisa diusung untuk pileg mendatang.

Pada masa penjaringan bacaleg, pihaknya cukup dipusingkan untuk menempatkan kader-kader sesuai alokasi kursi yang tersedia. Begitupun untuk target kursi DPRD Sumut, Doli menyebut pihaknya hanya menambah target dua kursi saja dari 19 menjadi 21.

“Itu turun setelah kami evaluasi saat rapat pleno. Analisisnya juga karena banyak faktor. Satu di antaranya kita melihat faktor sosok yang dicalonkan dan hal ini juga masih berkaitan dengan kondisi Golkar Sumut yang menurut kami berada pada level terburuk yang pernah terjadi,” ungkapnya kepada Sumut Pos, Selasa (7/8).

Penurunan target ini, kata Doli, juga setelah pihaknya melakuka berbagai kajian strategis secara internal. Di mana hasilnya dari target sebelumnya 21 kursi, angka yang dinilai paling realistis dinilai hanya 19 kursi saja. Pun demikian, Golkar sebagai partai berpengalaman di republik ini, diyakini pihaknya masih punya tren pemilih yang cukup konsisten.

“Terutama di Sumut yang selalu menjadi penyumbang besar suara Golkar setiap pileg. Dan semua caleg harus bekerja keras mendapatkan suara serta kursi sebanyak-banyaknya. Kita tidak mau target hanya diumbang sebatas bahasa politik, tapi harus rigid dalam menentukannya. Ada analisis dan hitung-hitunganya kami yakin pada tingkat presisi yang tinggi,” ujar pria yang maju dari Dapil Sumut III untuk DPR RI ini.

Pihaknya berpandangan, kehadiran parpol baru tetap berdampak bagi perolehan suara dan kursi parpol lama seperti Golkar. Terlebih dengan sistem penghitungan suara yang memakai metode sanite lague, tak bisa dianggap sepele dimana banyak penilaian bahwa akan menguntungkan parpol-parpol besar.

“Semua parpol saya kira punya kans dan peluang yang sama. Gak adil rasanya bila harus mengucilkan partai baru. Apalagi kan banyak faktor yang memengaruhi target dan capaian kita. Semua parpol ingin menang dan mendapat kursi yang banyak. Untuk itu kita pun harus bekerja keras,” pungkasnya.

Plt Ketua Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain mengungkapkan, pihaknya di Pileg 2019 memasang target 20 persen atau 20 kursi dari 100 kursi yang ada di DPRD Sumut. Target 20 persen yang dipatok ini menurut dia menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi mereka, sebagaimana harapan ketua umum PD yang ingin mengembalikan kejayaan seperti 2009 silam.

“Oleh karena itu seluruh bacaleg harus kerja keras. Tunjukkan integritas yang tinggi sebagai pejuang sekaligus petarung untuk mendapat simpati rakyat,” katanya.

Sedangkan untuk kabupaten/kota di Sumut, Herri bilang pihaknya targetkan 21,5 persen. Dari setiap dapil yang ada pihaknya juga menempatkan bacaleg berlatarbelakang tokoh masyarakat, tokoh agama maupun mantan kepala daerah. Sedangkan untuk komposisi bacaleg Demokrat tingkat DPRD provinsi sebanyak 75 persen atau 75 orang.

Dari jumlah itu menurut dia sudah disaring dengan maksimal termasuk tidak mengikutsertakan bacaleg yang tersandung masalah hukum. “Supaya Demokrat ke depan lebih bersih lagi dan ada tim penjaringan untuk menyeleksi bacaleg kami,” ujar pria yang akan maju DPR RI dari Dapil Sumut 1 ini.

Kesempatan itu PD mengklaim bahwa mayoritas memanfaatkan kader-kader sendiri ketimbang sosok di luar parpol. “Begitupun untuk kuota 30 persen perwakilan perempuan, puji Tuhan kami juga melebihi kuota,” katanya. (prn/azw)

Suporter Diimbau Hormati Malaysia

jawa pos DUKUNG: Suporter Indonesia yang mendukung Timnas U-16 di Piala AFF.
jawa pos
DUKUNG: Suporter Indonesia yang mendukung Timnas U-16 di Piala AFF.

Pertemuan antara Tim Nasional (Timnas) U-16 Indonesia dengan Malaysia pada semifinal Piala AFF U-16 2018, membuat panitia penyelenggara ekstrawaspada. Pihak panitia mengimbau seluruh pihak agar tidak memprovokasi dan saling respek.

Pertemuan kedua negara bisa dibilang sebagai ulangan semifinal Piala AFF U-19 2018, dua minggu yang lalu. Pada saat itu Malaysia berhasil mengalahkan Indonesia dalam drama adu penalti. Malaysia akhirnya keluar sebagai juara di ajang tersebut.

Hubungan kedua negara sempat ‘memanas’ sebelum Piala AFF U-16 2018 dimulai. Penyebabnya adalah ulah pemain Malaysia, Amirul Ashrafiq yang membalik bendera Indonesia dalam story di akun Instagram pribadinya.

Berkaca dari ketegangan kedua negara sebelum turnamen berlangsung, Wakil Ketua Panitia Piala AFF U-16, Amir Burhannudin SH berharap semua pihak bisa menjaga diri dan ketertiban. Baik di stadion maupun di media sosial.

“Pertandingan sepak bola ini merupakan sebuah games. Marilah kita menghargai, respek terhadap pemain, baik itu pemain Indonesia maupun Malaysia. Mungkin selama ini suasana panas terjadi di media sosial. Tapi marilah di lapangan semua itu kita hilangkan,” ajak Amir.

Dalam rilis yang diterima JawaPos.com, Selasa (7/8) petang, Amir menjelaskan bahwa Piala AFF U-16 adalah sebuah turnamen kelompok umur. Sehingga, jangan sampai diracuni dengan perasaan dan ujaran-ujaran kebencian.

“Kami sudah mendapat sorotan yang buruk saat Piala AFF U-19. Kami berharap sekarang ini semua masyarakat Indonesia terutama suporter untuk mengubah sikap menjadi tuan rumah yang baik,” harap Amir.

“Sekali lagi, ini adalah turnamen kelompok umur. Mereka masih anak-anak. Anggap saja mereka adalah anak kita sendiri. Menang kita sanjung, kalah pun tetap kita dukung,” imbuhnya.

“Demikian juga dengan tim Malaysia, mereka juga masih anak-anak. Jangan beri mereka kenangan tidak bagus terhadap perbuatan kita. Mari kita buat mereka memiliki kenangan manis dengan sambutan yang manis dan dukungan. Mari kita tunjukkan kita adalah bangsa yang sopan, menghargai bangsa lain,” tutup Amir. (saf/jpc/don)

PDIP Target Tiga Kursi

MEDAN-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menargetkan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut agar bertambah di tahun depan. Target tersebut harus didapat, setelah pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu hanya mendapat satu kursi dari daerah pemilihan (dapil) Sumut 12 (Binjai-Langkat). Metode penghitungan saint lague pun dinilai memberikan peluang.

Wakil Ketua DPD PDIP Sumut Baskami Ginting mengatakan perolehan kursi di DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 12 hanya satu orang, yakni Herman Sembiring. Karena itu pada Pileg 2019, pihaknya menargetkan bisa menaikkan suara pemilih hingga tiga kali lipat dari sebelumnya. Sehingga diyakini dari dua kabupaten itu, akan ada tiga orang wakil mereka yang duduk di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan.

“Kita targetkan bisa dapat tiga kursi dari Dapil Sumut 12. Perkiraan itu karena ada incumbent (petahana) yang akan mendulang suara. Kemudian banyak bacaleg yang potensial bisa menambah perolehan suara untuk partai,” katanya.

Dengan metode perhitungan sistem saint lague lanjut Baskami, jumlah suara yang dihasilkan kemudian tidak dibagi rata-rata jumlah kursi menjadi bilangan pembagi pemilih (BPP). Suara partai kemudian dibagi 1,3,5,7. Melalui pembagian tersebut, jumlah terbesar suaranya adalah yang mendapat kursi mulai dari urutan pertama hingga terbawah berdasarkan kuota kursi di satu dapil.

“Karena penghitungannyakan juga sudah lain, tidak sama seperti yang lalu. Karena itu kita tempatkan tokoh-tokoh di sana, baik tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat. Mereka membantu kita untuk pemenangan,” ujar Baskami kepada wartawan, Selasa (7/8).

Target tiga kursi tersebut pun kata Baskami, adalah berdasarkan perolehan suara yang didapat saat Pemilihan Kepala Daeah (Pilkada), khususnya Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) lalu di dapil itu. Besarnya pilihan pemilih kepada calon yang mereka usung, dinilai akan dapat dicapai untuk Pileg 2019.

“Dari Pilgub yang lalu kan kita juga banyak mengenalkan orang-orang pendukung pasangan kita. Mereka itu yang membantu upaya pemenangan. Sehingga kerja keras selama ini bisa membawa PDIP mendapat tambahan kursi dari dapil Sumut 12,” jelasnya.

Adapun para bacaleg dimaksud Baskami, adalah kader PDIP dan para tokoh yang sebelumnya menjadi pendukung aktif di Pilgub Sumut 2018. Sehingga meskipun konteksnya berbeda antara pilkada dengan pileg kali ini, dirinya meyakini suara yang diperoleh, dapat dijadikan sebagai acuan untuk bisa mempertahankan jumlah suara.

“Selain kader, ada juga yang baru bergabung. Mereka itu relawan kita sebelumnya, tetapi bila dari partai pindahan. Kita dorong agar tujuan penting itu memenangkan suara partai,” pungkasnya. (bal/azw)