MEDAN,SUMUTPOS -Pada semester pertama 2018, pajak pendapatan hasil (PPh) final UMKM dengan realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 581,54 triliun atau 40,84 persen dari target yang ditetapkan.
Hal itu diungkapkan Direktur Jendral Pajak, Robert Pakpahan pada acara Dialog Interaktif Perpajakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2018, yang dilaksanakan di Medan, Kamis (2/8) siang.
“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, penerimaan pajak bertumbuh besar 13,99 persen. Namun, jika kita pengecualian penerimaan uang tebusan amnesti pajak yang kita terima pada semester I 2017, pertumbuhan kita mencapai 16,73 persen dari seluruh jenis pajak,” ucap Robert.
Robert mengungkapkan sebe-lumnya pemerintah memutuskan untuk memberikan kemudahan dari segi tarif bagi pelaku UMKM. Kemudian, ia menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi perhatian pemerintah terkait UMKM.
“UMKM tulang punggung perekonomian, ekonomi kita didominasi UMKM. Baik unit usaha, tenaga kerja dan produk domestik,” jelas Robet.
Ia mengungkapkan kewajiban pembukuan juga untuk mendorong pelaku UMKM untuk mengadministrasikan bisnis/usahanya.”Dengan baik dan transparan sehingga dapat naik kelas menjadi usahawan yang kredible dan bankable,” pungkasnya.(gus/ram)
ist
LATIHAN: Tim Unpri saat berlatih persiapan menghadapi LIMA Basketball National 2018.
ist LATIHAN: Tim Unpri saat berlatih persiapan menghadapi LIMA Basketball National 2018.
MEDAN- Tim Universitas Prima Indonesia (Unpri) siap menghadapi LIMA Basketball National 2018 yang berlangsung di GOR Universitas Airlangga Kampus C, Surabaya, Kamis (9/8) mendatang. Untuk itu, latihan intensif pun dilakukan guna meningkatkan kondisi fisik dan mental seluruh pemain.
Menurut pelatih Unpri, Jenny, walau berhasil menjadi juara pada fase conference lalu, tim Unpri merasa memiliki dua catatan penting yang harus mereka perbaiki. Perbaikan sektor pertahanan dan komunikasi antarpemain menjadi dua hal wajib untuk mendapatkan hasil maksimal.
“Kekurangan tim kami ada di sektor pertahanan dan komunikasi dalam pertandingan. Tim perlu diajari kembali dasar-dasar permainan baik secara individual maupun menyeluruh,” ujar Jenny.
Jenny memprediksi persaingan di LIMA Basketball National 2018 akan lebih ketat. Pasalnya seri ini akan mempertemukan para juara dari setiap conference, mulai dari Greater Jakarta, West Java, Sumatra, Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference hingga East Java.
Namun Jenny yakin timnya akan meraih hasil terbaik.“Soal besar peluang, kami pasti tetap optimistis, tetapi target kami tidak muluk-muluk. Target kami ialah semifinal. Namun, kami tidak menutup kemungkinan lebih baik kalau berbuat yang terbaik,” kata Jenny.
Rencananya, jajaran pelatih akan bertolak lebih dulu ke Surabaya pada Selasa (7/9) untuk menyiapkan kebutuhan tim dan masalah administrasi. Seluruh pemain tim basket Unpri menyusul satu hari setelahnya, Rabu (8/9), dan bersiap untuk acara pembukaan LIMA Basketball Nationals 2018 keesokan harinya.
Unpri lolos ke LIMA Basketball National 2018 setelah berhasil menjuarai LIMA Basketball: Go-Jek Sumatra Conference, yang digelar pada Juli lalu. Saat itu, di partai final melawan STIE Eka Prasetya, Unpri berhasil menang melalui pertandingan yang ketat dan berakhir dengan skor 47-36.
Ini merupakan kali kedua bagi Unpri lolos ke LIMA Basketball Nationals, setelah terakhir mereka lolos pada tahun 2016. (dek/don)
teks/foto: Diva suwanda/sutan siregar
BERSAMA: Seluruh relawan Cakra AHY Sumut berfoto bersama usai mendeklarasikan Relawan Cakra AHY Sumut di Roda 3, Jalan Sei Serayu, Senin (6/8).
teks/foto: Diva suwanda/sutan siregar BERSAMA: Seluruh relawan Cakra AHY Sumut berfoto bersama usai mendeklarasikan Relawan Cakra AHY Sumut di Roda 3, Jalan Sei Serayu, Senin (6/8).
Sejumlah anak muda dari berbagai latar belakang profesi mendeklarasikan diri menjadi Relawan Cakra AHY Sumut. Kehadiran anak-anak muda ini menginginkan hadirnya pemimpin muda, berkharisma, berprestasi dan memiliki kemampuan di dunia International.
Ketua Cakra AHY Sumut Herry Siswan Sinaga SAg MA mengatakan, setelah dideklarasikannya Cakra AHY di Jakarta pada pekan lalu, mereka juga mendeklarasikan Cakra AHY Sumut. Hal ini perlu dilakukan karena semangat muda harus ditularkan ke banyak anak-anak muda di Sumut.
Dia menyebutkan, masa depan Indonesia akan sangat ditentukan oleh perilaku pemilih muda. Hal itu disebabkan oleh bonus demografi dimana saat ini masyarakat Indonesia didominasi kaum muda.
Pada 2019, jumlah pemilih muda (rentang umur 17-35 tahun) diperkirakan mencapai 100 juta orang atau 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Bahkan, pada rentang 2025-2030, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di mana jumlah kaum muda diperkirakan mencapai angka 70 persen.
Di sisi lain, Indonesia kini menghadapi pelambatan ekonomi, melemahnya daya beli dan krisis lapangan kerja. Saat inilah Indonesia membutuhkan pemimpin muda untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan membawa bangsa Indonesia menuju kejayaannya. Dia berharap, kalangan muda Indonesia, merasa terpanggil untuk terlibat dalam melakukan perubahan.
“Hari ini kami melihat sosok pemimpin muda ada dalam diri Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam diri AHY ada energy positif anak muda Indonesia bangkit, semangat ini yang rencananya terus kami tularkan ke banyak anak muda di Sumut, sehingga kita semua anak Muda Indonesia bersatu untuk membangun kekuatan,” katanya dalam konfrensi pers dalam acara deklarasi Relawan Cakra AHY Sumut, Senin (6/8).
Heri memaparkan, Relawan Cakra AHY Sumut ini ditujukan untuk mengkonsolidasikan anak-anak muda yang sepaham dan ingin bergerak bersama dari seluruh Indonesia dalam payung organisasi relawan, menguatkan jejaring relawan AHY di tingkat nasional hingga tingkat desa/kelurahan di seluruh Indonesia sebagai elemen penting dalam pemenangan AHY sert mengagungkan untuk pencawapresan AHY pada tahun 2019 sebagai representasi pemimpin muda, sehingga gaungnya menjadi lebih nyata dan dapat dipertimbangkan sungguh-sungguh oleh para elite politik pengambil keputusan.
Demi perjuangan mulia ini, Relawan Cakra AHY berikrar, pertama, setia mendukung dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia atas dasar Pancasila dan UUD 1945. Kedua, berjanji mewujudkan visi Indonesia Emas: Indonesia yang aman, damai, adil, sejahtera, maju dan mendunia. Ketiga, selalu berada di garis terdepan menanamkan semangat patriotisme abad 21 dan nilai-nilai ksatria. Keempat, sebagai penggerak generasi muda yang kreatif dan terbuka terhadap perubahan serta siap bersatu padu untuk bekerja keras dan pantang menyerah demi mencapai cita-cita bersama.
“Alhamdulillah Cakra AHY Sumut juga diisi kalangan ulama muda yang turut serta bergabung demi membawa semangat muda AHY ke banyak orang. Sejumlah ulama muda ini mengaku tertarik dengan energi positif dan rasa salut terhadap raihan prestasi pendidikan serta pengalaman di dunia International yang dimiliki oleh sosok Agus Harimurti Yudhoyono. Kami sangat bangga sekali ternyata ulama muda satu tujuan sama kami untuk menularkan semangat muda menjadi kekuatan anak bangsa hingga ke pelosok desa,” kata Heri.
Sekretaris Umum Cakra AHY Sumut Pangeran SE MSP mengatakan, AHY tidak terlepas dari Sumatera Utara, karena isterinya berdarah batak. AHY juga potret yang mewakili anak muda Indonesia. Untuk itu, Relawan Cakra AHY Sumut akan membentuk relawan di seluruh kabupaten/kota di Sumut.
Dia menambahkan Cakra AHY tidak mengikat pada organisasi tertentu, parpol tertentu dan professional tertentu. Melainkan sisi positif semangat muda AHY yang akan ditularkan dan dibawa hingga pelosok-pelosok negeri. “Semangat muda AHY penting ditularkan ke banyak orang sebagai bagian untuk menaikkan mental anak bangsa dalam mengejar mimpi-mimpi indah di masa depan,” ucapnya.
Pangeran menyebutkan, prestasi pendidikan dan militer yang dimiliki AHY harus dibagi ke banyak orang, sehingga semua anak bangsa berani berkompetisi, berani mengemukakan pendapatnya dan berani bertindak atas dasar pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki.
Diketahui setidaknya Relawan Cakra AHY sudah terbentuk di enam kabupaten/kota. Pada kesempatan itu keenam pimpinan kabupaten/kota itu menegaskan kesiapannya untuk menularkan semagat muda ke daerah-daerah.
Ketua Relawan Cakra AHY Kota Medan, Damri Tambunan, dalam deklarasi itu mengatakan peran pemuda yang aktif diperlukan untuk membangun negara. Dia menyebut, Medan dengan 21 kecamatan dan 151 kelurahannya terdiri dari masyarakat yang heterogen, tergabung dari sejumlah suku.
Menurutnya, AHY sebagai pemuda berusia 40 tahun cukup berani mengambil resiko untuj maju sebagai Cawapres. “10 Agustus ini pendaftaran Capres dan Cawapres akan ditutup dan mudah-mudahan AHY menjadi Cawapres,” katanya.
Sementara Ketua Cakra AHY Simalungun mengaku bangga bergabung dengan komunitas Cakra AHY. Menurutnya, komunitas itu adalah wadah untuk membentuk karakter pemuda. “AHY sebagai sosok muda memiliki energi, intelektual dan memiliki disiplin dimana dulunya dia seorang militer,” katanya.
Sementara itu, Relawan Cakra AHY Labuhanbatu Utara, Rifin, mengatakan AHY adalah representase anak muda yang menyongsong Indonesia emas 2045. Dengan bonus demografi 80 persen penduduk Indonesia adalah usia produktif, sebagai sosok pemuda, AHY layak menjadi pemimpin di Indonesia sebagai poros baru dan semangat baru perubahan di Indonesia. “Untuk itu, saya siap untuk mengajak pemuda-pemuda di Labura agar mendukung AHY bilamana dia resmi menjadi Cawapres di Pilpres 2019,” katanya.
Selanjutnya, Ketua Chakra AHY Kota Binjai, Putra Nasution siap membuktikan orang muda dapat memajukan Indonesia. Dia menegaskan siap mengajak muda-mudi di Binjai untuk mendukung AHY. “Mudah-mudahan dan patut kita dukung, AHY bisa membawa perubahan. Saya siap membangun semangat pemuda di Kota Binjai untuk mengawal AHY,” katanya.
Semangat serupa juga muncul dari Ketua Cakra AHY Mandailing Natal, Harun Nasution, siap menyamakan visi dan misi Relawan Cakra AHY di 23 kecamatan Kabupaten Madina
“Visi dan misi saya tegas untuk mengajak warga masyarakat di sana bersatu untuk maju mendukung AHY menuju indonesia emas sebagai calon wakil presiden,” sebutnya.
Terakhir Ketua Chakra AHY Kabupaten Deliserdang, Fredi Tambunan, menyebut siap menyamakan menyampaikan dan menelurkan persepsi kepada pemuda di kabupaten itu untuk memilih AHY.
“Saya akan berusaha dan berupaya untuk menyatukan persepsi pemuda di Deliserdang agar sepaham mendukung pemimpin muda yang energik,” pungkasnya. (*)
doni hermawan/sumut pos
PELUANG: Doni Dio Hasibuan (tengah), pemain muda PSMS yang berpeluang turun saat menghadapi Kuala Nanggroe di Piala Indonesia, Rabu (8/8).
doni hermawan/sumut pos PELUANG: Doni Dio Hasibuan (tengah), pemain muda PSMS yang berpeluang turun saat menghadapi Kuala Nanggroe di Piala Indonesia, Rabu (8/8).
PSMS menghadapi dua agenda penting pekan ini. Piala Indonesia menghadapi Kuala Nanggroe pada, Rabu (8/8) dan Persija pada Minggu (12/8). Untuk itu PSMS akan menyiapkan dua tim.
Hal itu disampaikan Asisten Pelatih Suharto AD saat memimpin latihan tim, Senin (6/8). Menurutnya dia akan coba berbagi fokus untuk ke-dua agenda penting ini.
“Untuk dua agenda ini, kita akan mempersiapkan dua tim. Satu untuk Piala Indonesia dan berlanjut untuk Liga 1. Tapi memang mereka bakal berbaur untuk kompetisi Liga 1,” kata Suharto AD.
Pelatih berkelapa plontos itu mengakui jika memang tidak semua pemain yang turun dari laga kontra Bhayangkara lalu akan tampil. Namun dia men-yiapkan dua tim dan beberapa lainnya akan tinggal di Medan untuk laga kontra Persija.
“Kedua-duanya kita siapkan. Memang lebih fokusnya untuk laga Liga 1 lawan Persija. Bisa (berbeda), tapi kemungkinan besar tidak jauh,” ujarnya.
PSMS rencananya juga akan membawa serta legiun asing-nya. Seperti diketahui Felipe Martins dos Santos, Shohei Matsunaga dan Alexandros Tanidis baru membuat debut untuk PSMS kontra Bhayangkara, Jumat (3/8).
Suharto juga mengatakan dirinya tak khawatir hal itu akan riskan membuat pemain cedera. Menurutnya itu risiko yang harus diambil. “Kalau takut ngapain bermain. Kita tetap instruksikan mereka main serius. Tidak perlu takut, enjoy saja,” tambah pelatih yang membawa PSMS juara Piala Kemerdekaan 2015 ini.
Suharto juga mengatakan akan memberi kesempatan kepada beberapa pemain muda untuk tampil. PSMS sendiri punya beberapa pemain muda yang belum mencatat debutnya. Seperti Doni Dio Hasibuan, Dongan Rambe dan Bima Alfareza.
Namun peluang besar ada pada Doni Dio Hasibuan. Pemain berusia 20 tahun itu sudah masuk line up dalam tiga laga terakhir, termasuk tur away kontra Bhayangkara. Meskipun eks pemain Pro Duta U-19 ini belum diturunkan.
“Betul kita siapkan kesempatan untuk pemain muda. Ini untuk menambah pengalaman mereka. Ada peluang mereka untuk berkompetisi,” tambahnya.
Pada latihan kemarin, tidak terlihat pelatih kepala, Peter Butler mendampingi tim. Menurut Suharto, pelatih sedang tidak fit.
Rencananya PSMS akan membawa 18 pemain ke Banda Aceh dan tim rencananya akan bertolak Selasa (7/8) pagi ini dengan menggunakan transportasi udara. (don)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 dipastikan menggunakan metode Sainte Lague dalam penghitungan perolehan jumlah kursi. Penggunaan metode ini sempat menuai pro dan kontra, karena dianggap hanya menguntungkan partai besar. Meski begitu, beberapa pihak menganggap, kerja keras adalah faktor utama.
KETUA Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sumut, Juliski Simorangkir mengatakan, di atas kertas sistem perhitungan suara menggunakan metode Sainte Lague menunjukkan, partai mapan (besar) kemungkinan akan meraih lebih banyak kursi di Pileg 2019. Meski begitu, penggunaan pembagian jumlah perolehan suara 1,3,5,7 dan seterusnya, poin utamanya tetap saja bagaimana partai politik maupun para calegnya bekerja keras mencari dukungan sebanyaknya, demi mendapatkan tempat di gedung dewan.
“Sebenarnya sistem perhitungan suara sainte lague murni menguntungkan bagi caleg atau partai politik yang bekerja keras. Partai besar pun kalau tidak bekerja dan tidak gencar sosialisasi, tetap tidak dapat suara,”katanya.
Sehingga dengan sistem ini, lanjut Juliski, PKPI di Sumut akan bekerja keras mendapatkan suara rakyat meskipun banyak yang menganggap peluang partai kecil tidak sebaik partai besar. Sebab katanya, modal utama partai ini adalah dengan mengusung isu bebas korupsi, bersih, dan tidak tersangkut masalah narkoba. Selain itu, pemilih muda yang disebut generasi millennial mulai banyak bermunculan. Termasuk caleg dari partainya yang berusia muda, sehingga semangat juangnya tinggi serta jauh dari politik uang.
“Kita bekali caleg-caleg agar bersikap baik dan dapat membantu masyarakat. Punya komitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Sehingga sistem sainte lague ini secara mendasar sebenarnya manguntungkan bagi seluruh partai dan caleg yang bekerja keras,” katanya yang mendukung metode perhitungan yang memacu partai dan caleg bekerja keras.
Senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumut Ance Selian. Menurutnya, sitem sainte lague murni ini justru bisa menguntungkan bagi partainya. Selain dari kekuatan partai yang akan didorong lebih solid, para bacaleg yang akan bertarung menurutnya punya kapasitas yang cukup baik dalam menaikkan jumlah pemilih di Pileg 2019 mendatang. Sehinga perolehan kursi khususnya di DPRD Sumut yang saat ini hanya tiga, diyakini bisa bertambah.
“Sistem itu menutur kita sangat menguntungkan PKB secara Nasional. Karena itu dengan potensi dan target perolehan kursi kita yang meningkat dari Pileg sebelumnya, maka kita sangat mendukung sistem tersebut,” katanya.
Plt Ketua Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain juga mengakui, jika metode Sainte Lague menguntungkan semua parpol yang ada. Sebab menurutnya, sosok Bacaleg tak bisa dipungkiri juga berpengaruh atas perolehan suara maupun kursi. “Kita kan tidak tahu, parpol besar maupun parpol kecil, saat ini posisi berdirinya sama. Kita belum tahu siapa nanti yang bisa memenangkan pertarungan. Apalagi kalau bacalegnya itu tidak petarung, tidak pejuang dan tak bisa mengambil hati rakyat,” katanya.
Malah kata Herri, jika parpol baru yang notabene banyak diisi bacaleg berpengalaman dari parpol lama, bisa membuat kejutan pada pileg mendatang. Selain itu, kata dia, metode ini punya nilai positif dimana berpengaruh 4 persen untuk ke DPR RI. “Jika tidak sampai 4 persen, maka otomatis partai tersebut tidak bisa masuk ke DPR RI, walaupun sebenarnya suara bacalegnya tinggi. Jadi kita sangat setuju sekali sistem ini, supaya dalam kepemimpinan presiden nantinya tidak banyak parpol-parpol lain, melainkan yang mampu memenangkan 4 persen itu,” terangnya.
Atas hal ini, ujar anggota DPRD Medan itu, nantinya tidak bisa ditebak parpol mana yang bakal memenangkan syarat lebih dari 4 persen itu. Di mana parpol besar bisa saja akan ‘hilang’ jika tak mampu menembus angka sesuai metoda Sainte Lague. “Kuncinya di situ. Parpol besar pun kalau dia tak berkualitas mengambil simpati rakyat, bisa tidak dipilih. Jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan walaupun dia parpol baru. Tapi yang perlu disampaikan, agar bacalegnya menjadi petarung unggul baik sumbangsih tenaga, pikiran dan dukungan finansial,” katanya. “Intinya kita tidak boleh sepele dan terlena. Semua parpol punya peluang yang sama,” tandas Herri.
Ratusan orang dari Komite Tani Menggugat (KTM) Sumut menggelar unjukrasa di depan PN Medan, menuntut hakim menghukum Tamin Sukardi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung menuntut Tamin Sukardi dihukum 10 tahun penjara. Tuntutan tersebut dibacakan JPU di hadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Wahyu Prasetyo Wibowo di Pengadilan Tipikior pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (6/8).
Menurut JPU, perbuatan Tamin melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana, sesuai dakwaan primair.
“Menghukum terdakwa Tamin Sukardi dengan pidana penjara selama 10 tahun dipotong masa tahanan. Terdakwa ditahan dalam rumah tahanan negara, ” ungkap JPU.
Selain itu, JPU menuntut Tamin Sukardi membayar uang pengganti kerugian negara Rp132,4 miliar. Apabila uang pengganti itu tidak dibayar dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta benda Tamin Sukardi akan disita, kemudian dilelang. “Seandainya hasil lelang tidak mencukupi untuk membayar kerugian negara, terdakwa harus menjalani pidana penjara selama 5 tahun,” lanjut JPU.
Untuk lahan di Pasar IV Desa Helvetia, Labuhan Deli, Deliserdang yang diduga telah dijual Tamin Sukardi kepada Mujianto, juga dituntut JPU untuk dirampas oleh Negara. Selanjutnya, lahan tersebut diserahkan kepada Gubernur Sumatera Utara, pengaturan, penguasaan dan penggunaannya.
Usai mendengarkan pembacaan tuntutan oleh JPU, Tim penasihat hukum terdakwa menyatakan akan menyampaikan nota pembelaan (pledoi). Hal itu akan disampaikan pada persidangan pekan depan. Usai sidang, JPU yang ditanyai wartawan enggan berkomentar.
SAMBUTAN: Ketua Pengajian Akbar TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Deliserdang Ny Hj Yunita Ashari Tambunan saat memberi sambutan.
SAMBUTAN: Ketua Pengajian Akbar TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan se-Kabupaten Deliserdang Ny Hj Yunita Ashari Tambunan saat memberi sambutan.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS-Tiga ribuan kaum ibu tergabung pengajian akbar TP PKK dan Dharmawanita Kabupaten Deliserdang menggelar pengajian akbar yang diawali zikir bersama dalam rangka syukuran menyambut HUT RI ke – 73 di Kompleks Rumah Dinas Bupati Delisderdang, Satu (4/8).
Ketua Pengajian Akbar TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan se Kabupaten Deliserdang Ny Hj Yunita Ashari Tambunan, menjelaskan pengajian akbar seyogianya digelar 2 bulan sekali.
Sebagai penambah ilmu pengetahuan keagamaan serta ketaqwaan kepada Allah SWT, mempererat tali silaturahim yang tentu manfaatnya dapat mendatangkan rezeki, saling tukar menukar pengalaman serta mendapatkan umur yang panjang,”sebutnya.
Yunita berharap momen pengajian dan zikir akbar yang penuh kebersamaan hendaknya dijadikan sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Terutama menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73, Hari Jadi Kabupaten Deliserdang ke-72 tanggal 1 Juli, dan telah suksesnya pilkada serentak tahun 2018 dengan aman dan damai bagi mewujudkan Deliserdang yang semakin maju.
Sementara Al Ustadz H Irfan Yusuf dalam tausiyahnya, mengajak seluruh kaum ibu untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Serta menjaga keseimbangan antara jasmani dan rohani, terlebih setelah menjalani bulan Ramadan, dimana berbagai amal ibadah yang diperintahkan Allah SWT telah dilaksanakan dan telah meninggalkan semua laranganNya tentu harus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga menjadi kekuatan untuk membangun diri dan keluarga menuju kehidupan yang lebih baik, sehingga ke depan Kabupaten Deliserdang akan semakin maju. (btr/han)
indonesia memastikan menjadi juara grup A Piala AFF U-16 2018. Kemenangan 4-0 atas Kamboja di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Senin (6/8) membuat anak asuh Fachri Husaini tak terbendung menjadi juara grup dengan poin sempurna 15 poin.
Hattrick Bagus Kahfi dan satu gol dari Rendy Juliansyah cukup untuk membuat Indonesia berpesta di Sidoarjo dengan lima kemenangan selama babak penyisihan.
Sementara Vietnam yang berstatus juara bertahan malah tersingkir. Tim berjuluk Naga Emas itu hanya menempati peringkat ketiga klasemen Grup A selepas ditahan Myanmar dengan skor 2-2.
Pada pertandingan ini Myanmar unggul cepat melalui gol La Min Hwe pada menit ke-11. Vietnam membalas melalui gol Dinh Thanh Trung pada menit 27. Skor imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Myanmar yang tampil cukup trengginas berhasil unggul lebih dulu. Gol kedua Myanmar disumbangkan Yan Kyay Soe pada menit ke-59.
Sayang kemenangan yang sudah di depan mata harus buyar oleh gol kedua Dinh Thanh Trung pada menit ke-70. Skor imbang 2-2 tak berubah hingga wasit Souei Vongkham (Laos) meniup peluit panjang.
Hasil imbang ini sudah cukup bagi Myanmar untuk mengamankan peringkat kedua Grup A. Walaupun sama-sama mengoleksi 10 poin dengan Vietnam, akan tetapi Myanmar unggul dalam selisih gol.
“Vietnam tim yang kuat. Kami bisa mengimbangi mereka karena kerja keras seluruh elemen dalam tim ini. Terkadang sepak bola memang membutuhkan keberuntungan,” kata pelatih Myanmar Nyi Nyi Latt dalam konferensi pers selepas pertandingan.
Myanmar akan menghadapi juara Grup B, Thailand, pada babak semifinal yang akan berlangsung Kamis (9/8) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. “Kami sudah sangat siap bermain di semifinal,” imbuh Nyi Nyi Latt. Saya kira Myanmar le-bih beruntung dari kami,” sebut Hong Viet. (saf/jpc/don)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berita duka datang dari Tanah Suci. Seorang jamaah haji asal Kota Tebingtinggi, Bainah Banua Siregar Binti Banua Siregar (72), yang tergabung dalam Kloter 08/MES wafat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Minggu (5/8). Warga Jalan Bukit Suling, Lingkungan IV, Rantau Laban, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi ini, meninggal disebabkan Respiratory Diseases.
“Bainah Banua Siregar dengan nomor manifes 033, dan dimakamkan di Syar’i,” kata Ketua PPIH Embarkasi Medan HT Darmansah, kepada wartawan, Senin (6/8).
Darmansah mengucapkan, turut berduka cita atas wafatnya almarhumah dan mendoakan semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan ketabahan hati. Disebutkannya, ahli waris jamaah calhaj yang wafat akan mendapatkan santunan dari PT Asuransi Takaful Keluarga yang menjadi penyelenggara asuransi haji pada musim haji 2018, setelah menjadi pemenang dalam lelang pengadaan jasa asuransi jiwa dan kecelakaan jemaah haji tahun 1439 H/2018 M tahun anggaran 2018.
Dia menjelaskan, dengan kontribusi (premi) sebesar Rp49.000 setiap jemaah haji, maka manfaat yang diperoleh yakni santunan sebesar Rp18,5 juta bila jamaah haji meninggal karena sakit dan Rp37 juta bila jamaah haji meninggal karena kecelakaan. “Adapun risiko cacat tetap karena kecelakaan mendapatkan santunan sebesar persentase tertentu sesuai dengan kriteria cacatnya,” ungkapnya.
Darmansah juga menambahkan, ahli waris jamaah haji yang wafat dapat mengajukan klaim asuransi setelah proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji berakhir. Hingga hari ini, lanjut Darmansah, jamaah haji Embarkasi Medan yang wafat berjumlah dua orang. Sebelumnya jamaah haji Kloter 02/MES asal Kabupaten Asahan, Katio Abdul Majid Simanjuntak Bin Abdul Majid Simanjuntak (59) manifes 234 wafat pada tanggal 25 Juli 2018 di KKHI Madinah.
Sementara, Koordinator Humas PPIH Imam Mukhair menambahkan, panitia pemberangkatan ibadah haji (PPIH) Embarkasi Medan, saat ini telah memberangkatkan calhaj sebanyak 5.070, dengan rincian laki-laki 2.023, perempuan 3.04, TKHI 39,TPIH 13 dan TPHI 13. “Sedangkan calhaj yang masih belum di berangkatkan dari Asrama Haji medan berkisar 3.382 CJH atau 39.95% dan Inn Shaa Allah pada gelombang kedua ini mudah- mudahan para CJH tetap sehat, sedangkan kloter 15 nanti masuk pada pukul 21.00 wib asal daerah kota binjai dan medan,” tandasnya. (man)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kader Golkar meminta agar Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tentang pengambilalihan jabatan Ketua Golkar Sumut dari Ngogesa Sitepu dicabut. Mereka juga meminta agar meninjau kembali SK pergantian tersebut demi penyelamatan Parta Golkar Sumut.
”Saat ini kami minta kembali dicabut SK DPP Partai Golkar atas dicabutnya kewewenangan sebagai Ketua Golkar Sumut,” ujar kader Partai Golkar Sumut Drs Zulkarnaen Lubis kepada wartawan Senin (6/8).
Mantan pengurus Soksi Sumut ini meyesalkan pernyataan Pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia di berbagai media cetak beberapa waktu lalu, terkait komentarnya yang menyatakan pengambilalihan kepemimpinan Ngogesa Sitepu sebagai Ketua Golkar Sumut, untuk menyelamatkan partai Golkar.
Dalam pernyataan Doli di berbagai media yang menyebutkan bahwa pengambilalihan jabatan dan kewenangan Ngogesa dilakukan karena 4 persoalan, yakni soal kinerja, persoalan konsilidasi internal partai, indikasi kasus amoral hingga persoalan andanya potensi masalah hukum dalam kepengurusan.
“Pernyataan Plt Ketua Gilkar Sumut yang juga selaku Ketua DPP Golkar wilayah Sumut Doli, tidak pantas diumbar ke publik karena ini masalah marwah partai. Kalau ini dilakukan oleh DPP maka akan bisa terjadi perpecahan Partai Golkar Sumut,” ujarnya.
Seharusnya, kata dia, Ahmad Doli Kurnia menjelaskan dan langsung tunjuk hidung siapa yang dikatakannya terkait pernyataan di media cetak yaitu indikasi kasus amoral hingga persoalan adanya potensi masalah hukum dalam kepengurusan.
Sebab, kata dia, masalah nama baik partai Golkar dan jangan sampai pamor partai Golkar anjlok akibat pernyataan itu yang membuat kader partai Golkar bingung dan publik bertanya tanya apakah Kader Golkar betul seperti yang dikatakan Ahmad Doli.
“Ahmad Doli Kurnia harus berani dan jelaskan kepada publik dan kader partai Golkar siapa kader partai yang dikatakan terkait dalam masalah amoral dan permasalahan hukum, jangan mengantung pernyataannya. Kalau memang terbukti, ungkap saja ke publik biar semua tahu dan jelas. Jangan takut mengatakan yang benar kalau memang benar adanya,”tegasnya lagi.
Menurutnya, pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Sumut H.Ngogesa Sitepu itu tidak wajar. Karena selama ini partai Golkar Sumut dalam mencalonkan gubernur di Pilkada Sumut selalu tidak menang. Kini, berkat kerja sama seluruh kader partai Golkar yang lama maupun yang baru termasuk organisasi pendukung partai Golkar berhasil memenangkannya saat diketua Ngogesa Sitepu.
Melihat perkembangan ini, lanjutnya, DPP Partai Golkar harus menyatakan supaya mendukung penuh seluruh kegiatan Partai Golkar Sumut di bawah pimpinan Ngogesa Sitepu.
Sebelumnya Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia, enggan memberi keterangan secara rinci terkait pengambilan kepengurusan Partai Golkar Sumut dari Ngogesa Sitepu. Apabila ada kader ingin mempertayakan Doli menantang kader untuk mempertayakan hal tersebut langsung kepada dirinya.
Karena itu ia tidak ingin melihat kebelakang dan lebih fokus meningkatkan kenerja partai. Hal itu dikatakan Ahmad Doli Kurnia, kepada Wartawan, Selasa (31/7) lalu di Kantor DPD Golkar Sumut, Jalan Abdul Wahid Hasyim.
Lebih lanjut Doli menyampaikan bahwa pencopotan Ngogesa sudah dipikirkan secara matang-matang. “Begini DPP dalam mengambil kebijakannya itu sudah mempertimbangkan matang-matang berbagai faktor. Yang perlu dipahami bahwa apa yang terjadi di Sumatera Utara khususnya di Partai Golkar selama setahun ini semua DPP tahu,” ujar Doli.(ila/azw)