Home Blog Page 6075

PSKTS Junior Tumbang dari PSMS U-16

TEBINGTINGGI- Persatuan Sepakbola Kota Tebingtinggi Sekitar (PSKTS) junior menjadi lawan yang dijajal PSMS U-16 dalam persiapan Piala Soeratin 2018. Pada laga uji coba di Lapangan Detasen B Brimobdasu Tebingtinggi, Jalan Ahmad Yani, Kota Tebingtinggi, Minggu petang (5/8), PSMS U-16 menang 1-0.

Laga uji coba itu menyedot perhatian masyarakat Tebingtinggi. Lebih dari 2.000 orang baik tua maupun muda menyaksikan pertandingan di lapangan terbuka tersebut, hingga memadati jalan. Lebih menariknya ada dua kubu suporter warga kota Tebingtinggi. Satu mendukung PSKTS dan satu lagi mendukung PSMS. Masing-masing membawa atribut, gendang serta pengeras suara, dengan pemandu sorak masing-masing.

Hasilnya anak asuh Jamal Makmur (Atan) dan Ismail serta manajer Hamdani Jambak, mampu membeir perlawanan untuk PSMS U-16. Mereka menampilkan gaya menyerang yang cepat dan terarah. Babak pertama berjalan ketat tanpa gol.

Di babak kedua, PSMS U-16 mengubah strategi dan bermain lebih agresif. Namun mereka sulit menembus pertahanan PSKTS yang dikomandoi kapten tim, Hafiz berduet dengan M Brahmana Alihandro. Namun petaka terjadi saat Hafiz harus ditarik keluar karena cedera. PSMS U-16 akhirnya mampu mencetak gol di masa injury time lewat Owen Valentino. Skor 1-0 bertahan hingga akhir laga.

Usai laga, Ismail mantan pemain PSKTS junior tahun 1987 mengajak kepada seluruh warga Kota Tebingtinggi khususnya pecinta bola, untuk sama-sama memajukan kembali sepak bola dan mengembalikan kejayaan PSKTS, yang banyak melahirkan pemain-pemain yang ternama diantaranya Anshari Lubis maupun yang lainnya.

“PSKTS junior ini dipersiapkan untuk mengikuti seleksi Piala Suratin tahun 2018, dan baru tiga bulan terbentuk dari hasil seleksi club maupun SSB se Kota Tebingtinggi dan sekitarnya,” jelasnya.

Walaupun dengan keterbatasan dana, PSKTS Junior sudah tiga kali berujicoba. Sebelumnya PSMS U-16 menghadapi Asahan dengan kemenangan 2-1, imbang 2-2 melawan Kebun Sei Paret Sergai (ian/don)

Arnita Bakal Dikuliahkan Disdik Simalungun hingga Tamat

Ist DIABADIKAN: Rektor IPB Dr Arif Satria, Tim Ombudsman RI, Wakil Ketua Lely Pelitasari dan Alamsyah Saragih, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar dan Asisten Ombudsman RI James Panggabean, diabadikan bersama Wakil Sekretaris Disdik Simalungun Parsaulian Sinaga di sela-sela pertemuan di IPB Bogor, Jawa Barat, Senin (6/8).
Ist
DIABADIKAN: Rektor IPB Dr Arif Satria, Tim Ombudsman RI, Wakil Ketua Lely Pelitasari dan Alamsyah Saragih, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar dan Asisten Ombudsman RI James Panggabean, diabadikan bersama Wakil Sekretaris Disdik Simalungun Parsaulian Sinaga di sela-sela pertemuan di IPB Bogor, Jawa Barat, Senin (6/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Arif Satria memastikan bahwa Arnita Rodelina Turnip sudah kembali aktif menjadi mahasiswi IPB, setelah Dinas Pendidikan Simalungun membayar uang kuliah tunggal (UKT) Arnita yang tertunggak selama 6 semester sebesar Rp 55 juta.

“Alhamdulillah, Arnita sudah aktif. Terimakasih kepada Ombudsman. Terima kasih juga ke Pemkab Simalungun,” ujar Rektor IPB Dr Arif Satria pada pertemuan bersama Ombudsman RI perwakilan Sumut dan pusat serta pihak Dinas Pendidikan Pemkab Simalungun di IPB, Jawa Barat, Senin (6/8).

Arnita sebelumnya mengadu ke Ombudsman Sumut, mengaku beasiswanya diputus Disdik Simalungun, diduga karena dirinya pindah agama menjadi mualaf. Belakangan terungkap, pemutusan beasiswa dirinya sama sekali tidak terkait agama. Melainkan karena ada surat dari IPD ke Disdik Simalungun tentang nilai IPK yang diraih Arnita dan empat rekannya sesama penerima beasiswa utusan daerah dari Pemkab Simalungun. Nilai IPK kelima mahasiswa ini dinilai Disdik tidak memenuhi syarat sebagai penerima mahasiswa. Beasiswa kelimanya pun diputus.

Kasus ini menjadi heboh. Arnita langsung mendapat simpati publik, karena dianggap sebagai korban isu SARA. Belakangan, isu SARA itu menguap seiring dengan adanya klarifikasi dari Disdik Simalungun.

Dalam pertemuan di IPB, tim Ombudsman RI dipimpin Wakil Ketua Lely Pelitasari dan Alamsyah Saragih. Hadir juga Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar dan Asisten Ombudsman RI, James Panggabean.

Ucapan yang sama juga disampaikan Pemkab Simalungun melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Simalungun, Parsaulian Sinaga kepada Ombudsman RI. “Kami sangat berterima kasih kepada Ombudsman RI yang memediasi masalah ini. Kami berkomitmen kuat menyelesaikan masalah sampai tuntas, hingga studi Arnita selesai,”tegas Parsaulian.

Mobil Dinas Wajib Pasang Bendera

ASAHAN,SUMUTPOS-Wakil Bupati Asahan H Surya BSc mewajibkan seluruh kantor instansi dan mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dipasangi bendera merah putih.

Hal itu disampaikan Wabup Asahan pada saat memimpin apel gabungan di Halaman Kantor Bupati Asahan, Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Kisaran Barat, Senin, (6/8).

Wakil Bupati Asahan, H Surya, B Sc mengimbau kepada seluruh mobil dinas dan kantor instansi pemerintah dari tanggal 1 Agustus harus sudah memasang bendera merah putih. Ini dilakukan guna memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI.

“Di sini Bupati Asahan, Drs H Taufan Gama Simatupang, MAP akan memberitahukan kepada seluruh kantor-kantor yang terbaik dan terburuk pada saat upacara penaikan dan penurunan bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus 2018,”bilang Surya.

Begitu juga diharapkan kepada seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa, serta Kepala Lingkungan agar memberitahukan kepada masyarakat untuk memasang bendera merah putih.

“Saya yakin para masyarakat Kabupaten Asahan dapat juga memasang bendera merah putih di depan rumahnya,”kata Surya.

Wabup juga mengharapkan para Apartur Sipil Negara (ASN ) yang beragama muslim untuk ikut melakukan qurban pada hari raya Idul Adha atau hari raya qurban yang sebentar lagi akan datang.(omi/han)

Poling Straw Poll DPD Berpihak ke Pendatang Baru

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belakangan ini, pemanfaatan Straw Poll begitu masif terjadi di tengah-tengah masyarakat. Terlebih menjelang pemilihan legislatif (Pileg) 2019. Layanan pembuatan poll online yang mudah, ringkas, cepat disertai statistik yang informatif ini, juga menyasar untuk bakal calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Utara.

Uniknya lagi, tren dari poling tersebut menunjukkan wajah-wajah baru balon DPD RI asal Sumut pada urutan teratas. Sebut saja seperti Raidir Sigalingging (mantan Humas PT PLN), Tolopan Silitonga (Anggota DPRD Deliserdang), Solahuddin Nasution (Ketua Karang Taruna Sumut), dan M Nuh (bekas anggota DPRD Sumut dari PKS). Mereka mengalahkan poling atau vote calon petahana seperti Darmayanti Lubis, Dedi Iskandar Batubara dan Parlindungan Purba.

Berdasar poling Straw Poll, Raidir Sigalingging memeroleh 16.59% (744 votes), Tolopan Silitonga 16.3% (731 votes), Solahuddin Nasution 10.55% (473 votes), dan M Nuh 8.27% (371 votes). Kemudian menyusul Dedi lskandar Batubara 7.56% (339 votes), Abdul Hakim Siagian 7.34% (329 votes), Faisal Amri 7.13% (320 votes), Parlindungan Purba 6.64% (298 votes), Ali Yakub Matondang 4.21% (189 votes), dan Pdt. EWP Simarmata 3.97% (178 votes). Poling yang menempatkan nama-nama pendatang baru itu, sudah berlangsung beberapa Minggu dimana menempatkan para petahana dibawah mereka.

Menyikapi kemunculan poling Straw Poll yang sudah membumi sejak Pileg dan Pilpres 2014, Pengamat Sosial Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Ansor Siregar mengatakan, betapa pun sederhana dan nyaris tanpa modal, Straw Poll tetap memiliki manfaat terutama untuk popularitas. “Elektibilitas juga bisa diangkat dari cara ini. Salah satu kelemahannya ialah aspek ketidakmerataan populasi hingga representasi (keterwakilan) masyarakat sangat lemah. Media mainstream terbesar sekali pun tidak dapat menjamin hasil Straw Poll mereka dapat diandalkan,” katanya kepada Sumut Pos, Senin (6/8).

Karena itu sebut dia Straw Poll harus dilihat dari beberapa aspek. Pertama, siapa penyelenggaranya dan apakah ia melakukan mobilisasi untuk satu pilihan tertentu. Kedua, seberapa luas (representatif) pengikut Sraw Poll. Ketiga, pastikan seseorang tidak bisa memberi pilihan lebih dari sekali. “Ini begitu sulit dihindari ketika seseorang memiliki lebih dari satu nomor akun dan melakukan pilihan. Tingkat kepercayaan publik atas hasil Sraw Poll atau bahkan survei lembaga ternama di Indonesia tidak menentu. Publik yang kurang tinggi kadar literasinya pasti mudah dipermainkan oleh orang di balik polling,” paparnya.

Ia mencontohkan, setahun lebih seluruh lembaga survei di Indonesia melakukan pengendalian publik opini lewat survei mereka yang mengutamakan isu siapa cawapres untuk Joko Widodo.

“Hasilnya sudah kita ketahui, Joko Widodo kelimpungan. Perlawanan sosial muncul bagai bola salju. Kepanikan Jokowi Sabtu lalu hingga mengeluarkan kata “kelahi” yang disambut meriah oleh para relawan dalam sebuah pertemuan di Bogor menunjukkan bahwa manipulasi opini bisa berbahaya. Akhirnya terkesan Joko Widodo panik dan lepas kontrol hingga terkesan bukan seorang negarawan sangkin pentingnya menang Pilpres,” pungkasnya.

Pandangan sedikit berbeda disampaikan Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara (USU), Bimby Hidayat. Menurutnya hasil poling masih bisa diperdebatkan keakuratannya, meski di satu sisi sebagai sarana efektif mempopulerkan seorang calon kepada khalayak. “Saya tidak akan lebih jauh mengulas hasil poling, karena masih sebatas poling yag masih bisa diperdebatkan keakuratannya. Namun yang bisa saya tanggapi bahwa popularitas itu tidak menjamin untuk dipilih. Sebab kedaulatan sepenuhnya tetap ditangan rakyat,” katanya.

Kepada seluruh balon DPD ia menyarankan, untuk menyiapkan strategi dengan matang sebagai kunci kemenangan. “Karena apa Pemilihan DPD sangat berbeda dengan pemilihan caleg DPR yang seluruh calon adalah kader partai tertentu. Artinya mereka caleg DPR bisa memanfaatkan dan menjalankan mesin partai untuk melakukan konsolidasi hingga ke basis-basis massa sepenuhnya ditambah modal finansial yang dapat mendukung saat kampanye,” terangnya.

Sedangkan DPD menurut dia bermain di arenanya sendiri, berkontestasi merebut suara dengan gaya, modal dan strategi sendiri sehingga butuh energi yang banyak untuk memenangkan kontestasi.

“Kembali ke awal, popular saja tidak cukup. Relasi adalah modal sosial yang sangat riil ketimbang popularitas, persaudaraan dan pertemanan adalah kekuatan. Harus diingat bahwa tidak ada kata pasti dalam politik, yang pasti itu adalah ketidakpastian itu sendiri. Dengan kata lain semua calon punya peluang yang sama,” pungkasnya.

Raidir Sigalingging yang dimintai tanggapan atas poling Straw Poll yang menempatkan namanya diurutan teratas, mengungkapkan rasa senang dan berharap kenyataan akan seindah hasil poling tersebut. “Kalau saya ditanya, doa saya agar hasil poling bisa sama dengan kenyataannya nanti,” katanya seraya tertawa.

Namun begitu dirinya tidak mengetahui soal poling tersebut. Bahkan diakuinya tidak ada kepikiran membuat jajak suara melalui Straw Poll atau ada melibatkan tim dalam hal ini. “Sudah beberapa minggu ini saya lihat nama saya di peringkat teratas. Saya saja tidak tahu bisa ada poling tersebut. Begitupun pastinya saya senang melihat ada poling kayak begini. Semoga kemunculan calon baru juga membawa semangat baru masyarakat untuk memilih wakil rakyatnya nanti,” pungkasnya. (prn/azw)

Tebingtinggi-Sergai Sepakat Kembangkan Pertanian Organik

SOPIAN/SUMUT POS KERJA SAMA: Direktur Bahan Kebutuhan Pokok dan Barang Kementrian Perdagangan RI Ninuk Rahayuningrum sebagai Direktur Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) Mojokerto Suroso, Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu M Azhar Harahap mewaki Pj Gubsu, pada acara penandatangann kerja sama Pemkab Sergai dan Pemko Tebingtinggi dalam sektor Pemasaran Pertanian Organik, yang ditandagani Bupati Sergai Ir Soekirman dan Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan.
SOPIAN/SUMUT POS
KERJA SAMA: Direktur Bahan Kebutuhan Pokok dan Barang Kementrian Perdagangan RI Ninuk Rahayuningrum sebagai Direktur Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) Mojokerto Suroso, Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu M Azhar Harahap mewaki Pj Gubsu, pada acara penandatangann kerja sama Pemkab Sergai dan Pemko Tebingtinggi dalam sektor Pemasaran Pertanian Organik, yang ditandagani Bupati Sergai Ir Soekirman dan Wali Kota Tebingtinggi, Ir Umar Zunaidi Hasibuan.

TEBINGTINGGI-Pemerintah Kota Tebingtinggi dan Pemkab Sergai jalin kerja sama dalam bidang Pengembangan Sektor Pertanian Kluster Padi Organik, Horti Organik, Perikanan, Peternakan dan Olahan Turunannya.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada acara Pembukaan Tebingtinggi Agri Market dan Pameran Flora Fauna TAM-PFF ke 5 Tahun 2018 di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi, Sabtu (4/8) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Sergai Ir Soekirman mengatakan, rencana pengembangan produk hasil daerah, bukan tanpa alasan jika suatu daerah berniat menjual produknya dapat diartikan kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi dan bukti bahwa Sergai dan Tebingtinggi berstatus surplus beras.

Perkembangan di dunia saat ini diwujudkan dalam Forum Sustainable Development, bahwa negara-negara berkembang sepakat menekankan target no poverty and no hunger, atau kita ingin bebas dari kemiskinan dan kelaparan. Kalau pertanian ingin maju, maka harus meningkatkan mutu dan kualitasnya.

Untuk itu, pihaknya sedang membangun dan emperbaiki sistem mulai tanaman, tata air, kelembagaan, kemasan hingga pemasaran dalam wujud healty food beras organik. “Saya berkeyakinan dengan kerja sama ini akan disusul daerah lain. Bersatunya kita dalam satu produk beras sehat organik, akan membawa kecerahan bagi petani di daerah kita,”ujar Soekirman.

“Dengan adanya kerja sama ini, nantinya Sergai dan Tebingtinggi dapat mewujudkan target ekspor beras organik hingga keluar negeri,”sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan dengan adanya kesepakatan tersebut, merupakan bentuk nyata usaha peningkatan kualitas pertanian dengan mencoba membuka peluang pengembangan kluster pertanian organik.

“Kita harus belajar banyak kepada Kabupaten Sergai yang baru 14 tahun, namun sudah bisa melabelisasi hasil pertaniannya dengan sertifikasi organik dari lembaga yang terpercaya secara nasional,”terangnya.

Umar Zunaidi juga berharap agar Kementrian Perdagangan serta Apindo dapat membantu pemasaran hasil produk organik, agar dapat mewujudkan kemandirian pangan bagi masyarakat Indonesia.

“Bersama Pemkab Sergai, kami siap menjadi kota organik dan menjaga kelestarian pertanian organik meski memiliki lahan yang kecil dan menjaga lahan agar tidak hilang dengan adanya perkembangan zaman,”tegas Umar Zunaidi.

Direktur Bahan Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementrian Perdagangan RI, Ninuk Rahayuningrum mengapresiasi terselenggaranya kerja sama dan melihat otonomi daerah telah berjalan dengan sangat baik.

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Perdagangan mengaku siap untuk memfasilitasi pemasaran dari produk-produk pertanian Kota Tebingtinggi dan Sergai pasca jalin kesepakatan.

Terpisah, Pj Gubsu Eko Subowo yang diwakili Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu M Azhar Harahap mengatakan kegiatan yang dilakukan sangat strategis dan bermanfaat dalam upaya mendukung kemandirian pangan di Sumut. Hal ini sangat mendukung kondisi kita untuk membuat agro bisnis dari hulu ke hilir.

“Jika tidak, maka produk kita tidak akan bisa dijual ke daerahan lain, sehingga kita akan menjadi penonton di negeri sendiri. Kami dari Pemprovsu akan mendukung segala kegiatan yang seperti ini, dan siap membantu dalam hal distribusi serta pengawasan terkait pertanian organik tersebut,”terangnya.

Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 1.000 kelompok pertanian organik, namun baru ada 33 yang lulus sertifikasi organik, dan Tebingtinggi menyusul Sergai mendapatkannya pada malam ini yang ditandai dengan penyerahan sertifikasi organik dari LeSOS. Seiring dengan pola konsumsi masyarakat dunia yang back to nature (kembali kepada yang alami).

“Mari kita manfaatkan peluang tersebut dengan menggalakkan pertanian organik dengan tentunya mengutamakan peningkatan kualitas dan mutu produk pertanian kita tersebut,”jelasnya.

Kegiatan Tebingtinggi Agri Market dan Pameran Flora Fauna TAM-PFF ke-5 Tahun 2018 dilaksanakan mulai tanggal 4-10 Agustus 2018, dan diikuti 36 stand yang berasal dari instansi dan stakeholder terkait dari dalam dan luar Kota Tebingtinggi. (ian/han)

Syafrida R Rasahan Gemar Membaca Sejak SD

SERIUS: Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasakan tampak serius membaca buku.
SERIUS: Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasakan tampak serius membaca buku.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Buku adalah jendela dunia. Pribahasa ini tampak dipegang teguh sampai kini oleh Syafrida Rachmawati Rasahan, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara.

Sejak kecil atau tepatnya saat duduk di bangku sekolah dasar (SD), Syafrida sudah gemar membaca buku.

Bacaan fiksi tentang dunia kriminal dan seputar detektif misalnya, sudah ia lahap sejak usia kanak-kanak. Bahkan koleksi buku fiksi kepunyaannya itu, jika dihitung sudah lebih dari 20-an jumlahnya. “Sampai kini juga masih senang baca buku. Apalagi saat berada di perjalanan, selalu ada buku bacaan yang saya bawa,” katanya kepada Sumut Pos, Senin (6/8).

Adapun salah satu buku fiksi yang pernah dibaca Syafrida sejak SD, yakni buku karangan Enid Blyton yang berjudul Lima Sekawan. Kemudian berlanjut di zaman seragam putih biru sampai putih abu-abu, buku karangan dari Agatha Christie. “Nah di saat kuliah saya mulai membaca buku tulisan Sidney Sheldon,” ungkap wanita yang kembali terpilih sebagai Ketua Bawaslu Sumut periode 2018-2023 itu. “Jadi memang sejak SD kakak sudah gemar membaca buku-buku fiksi tersebut,” imbuh dia.

Jelang Pileg dan Pilpres

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Abdullah Syah memberikan harapannya terkait keadaan umat Islam menjelang pemilihan legeslatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).(foto/sumutpos)
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Abdullah Syah memberikan harapannya terkait keadaan umat Islam menjelang pemilihan legeslatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).(foto/sumutpos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Abdullah Syah memberikan harapannya terkait keadaan umat Islam menjelang pemilihan legeslatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).

Menurut Abdullah, sebaiknya tidak ada dikotomi (pembagian kelompok) antara umat muslim yang berbeda pilihan, baik pilihan partai, maupun presiden.

“Sebagai umat Islam kita harus mengakui saudara sesama muslim yang lain, walaupun berbeda pilihan. Biar beda pilihan, namun setelah itu kita bersatu kembali,” katanya, Senin (6/8).

Abdullah juga mengimbau kepada masyarakat untuk memilih sesuai hati nurani. Baginya yang terpenting masyarakat dapat menunaikan hal politiknya dan tidak golput.

“Ini agenda lima tahunan jadi harus memilih. Pilih pemimpin sesuai hati, yang taat, cerdas dan punya kesabaran dalam memimpin,” katanya.

Bagi Abdullah yang tidak boleh di dalam pemilihan umum (pemilu) sebagai proses demokrasi yakni kecurangan, penggelembungan suara, ujaran kebencian serta fitnah.

Terkait netralitas MUI, menurut Abdullah tidak usah diragukan lagi.

“MUI dalam hal ini MUI Sumut tidak berpolitik,kami netral dan berada di tengah,” katanya.

Menurutnya, MUI tidak pada posisi mengarahkan kepada seorang calon maupun partai.

“Ya bila akhir-akhir ini ada Ganti Presiden dan Presiden 2 periode, itu sah-sah saja. Semuanya kita kembalikan kepada rakyat sesuai pilihan rakyat,” katanya.

Menurutnya sesuai sistem demokrasi, suara mayoritaslah yang akan menentukan siapa yang akan memimpin.

“Begitupun permasalahan dasar dan konstitusi negara kita. Bila banyak yang mempertahankan ideologi kita, maka tidak akan ada yang bisa mengubahnya. Tetapi bila lebih banyak yang menginginkan perubahan, maka akan berubah,” katanya.

Abdullah berpesan agar umat tidak terpecah belah pasca momen politik. Ia berharap Sumatera Utara tidak mengalami perseteruan, dan tetap dalam keadaan damai.

“Seperti pengalaman yang lalu, saya optimistis di Sumatera Utara ini Insya Allah kita bisa menjaga kedamaian antarsesama,” pungkasnya. (bbs/azw)

Indonesia Miliki 15 Ribu Pengelas Profesional

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos PEMBUKAAN: Pemukulan Taganing sebagai tanda pembukaan NCW 2018 di Aula Polmed, Senin (6/8).
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
PEMBUKAAN: Pemukulan Taganing sebagai tanda pembukaan NCW 2018 di Aula Polmed, Senin (6/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Politeknik Negeri Medan (Polmed) kembali menjadi tuan rumah National Welding Competition (NWC) 2018. Kompetisi yang berlangsung di Kampus Polmed mulai Senin (6/8) hingga Kamis (9/8) ini, diikuti 26 Politenik Negeri se-Indonesia.

Kompetisi ini, mengusung tema ‘Mempersiapkan Tenaga Pengelasan yang kompeten dan profesional dalam dunia industri’. Opening ceremony National Welding Competition (NWC) 2018 langsung dihadiri Direktur Politenik Negeri Medan, M Syahruddin ST, MT, bersama Wakil Direktur (Wadir) I Nursiah, Wadir II, Abdul Rahman, Wadir III, Nisfan Bahri dan Wadir IV, Berta Ginting serta seluruh peserta kompetisi.

Syahruddin mengatakan, pada NWC 2018 diikuti 81 peserta dan 26 official dari 26 Politeknik se-Indonesia. Dijelaskannya, NWC adalah sebuah kompetisi pengelasan berskala nasionl untuk mempertemukan mahasiswa yang dibekali keterampilan yang nantinya akan menjadi calon welder profesional. “Dimana dalam kompetisi ini peserta dinilai kemampuannya dalam hal teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi atau tanpa tekanan dan tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang continue,” jelas Syahruddin.

Dalam kompetisi dengan katagori Las Pipa SMAW 2G (PC), Katagori Las Pipa SMAW 5G (PH), Katagori Las Plat SMAW 3G (PF), Katagori Las Pipa GMAW 2G (PC), Katagori Las Plat GMAW 3G (PF), Katagori Las Pipa GTAW IG (PA) dan Katagori Las Plat GTAW IG (PA). “Seleksi dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu ujian tulisan dan tes rigi-rigi. Pasa tes rigi-rigi ini, peserya mempraktikan pembuatan alur las 3 jalur, stop and run 2 kali tiap jalur,” ucap Syahruddin.

Ia mengungkapkan, NWC sendiri telah berlangsung secara rutin setiap tahun dilaksanakan di Politeknik Negeri di Seluruh Indonesia. Syahruddin ?menjelaskan tujuan kompetisi ini, untuk mengukur pencapaian kompetensi pengelasan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia. “Yang mengacu pada standar baku yang berlaku secara nasional maupun internasional, sebagai bahan program pengembangan dan pembinaan kompetensi pengelasan terhadap kebutuhan industri,” tuturnya.

Dengan kompetisi ini, menurutnya bisa mendorong minaat keahlian pengelasan dalam pemenuhan terhadap permintaan tenaga kerja bidang pengelesan bagi industri dalam negeri maupun luar negeri dan menjaring SDM berbakat dalam di bidang pengelesan secara pribadi peserta.

“Percepatan pembangunan terkait dengan SDM, tenaga kerja las Indonesia dengan gaji besar dan15 ribu tenaga pengelas profesional Indonesia,” tutur Syahruddin.

Ia mengatakan, mainset pengelasan menjadi tenaga kerja keras. Namun, hal itu harus diubah. Karena, di Tanah Air ini, tenaga kerja pengelasan profesional dan sertifikasi. Dengan itu, tenaga kerja pengelasan memiliki upah yang besar.

“Pengelasan hanya sebagai menyambung dan menutup yang bocor. Mainset buruh kasar, tapi itu tidak. Tenaga kerja las sudah bekerja di luar negeri dengan memiliki sertifikasi,” katanya.

Syahruddin mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh peserta dengan berkompetensi secara sehat dan profesional? ”Untuk seluruh peserta jangan lupa jalan-jalan di Medan dan menikmati kulinernya,” pungkasnya. (gus/azw)

LLDikti dan PTS di Sumut Bahas Perkembangan Pendidikan Tinggi

MEDAN,sumutpos.co– Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Sumut menunjuk Universitas Simalungun (USI) untuk menjadi tuan rumah pertemuan antara Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah Sumut dengan para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Kabupaten Simalungun, dalam waktu dekat ini.

Dalam silaturahim ini akan membahas sejumlah permasalah yang dihadapi oleh PTS untuk dapat diselesaikan dalam pertemuan tersebut. Kemudian, membahas yang lainnya dalam bidang pendidikan di Perguruan Tinggi di Sumut maupun nasional.

“Kami siap diberi mandat menindaklanjuti pertemuan silaturahmi dan diskusi untuk membahas berbagai masalah sekaligus memberikan kontribusi pemikiran demi peningkatan pendidikan di Sumut,” ucap Rektor USI, Prof Dr Marihot Manullang kepada wartawan di Medan, Senin (6/8) sore.

Atas hal itu, Prof Marihot Manullang mengapresiasi Aptisi yang memprakasai silaturahmi sekaligus syukuran atas dilantiknya Prof Dian Armanto dan Dr Mahriyuni MHum sebagai Kepala dan Sekretaris LL Dikti Wilayah Sumut oleh Menristekdikti Prof Mohamad Nasir belum lama ini.

Untuk itu Prof Marihot Manullang mengaku siap menerima mandat yang dipercayakan Aptisi menggelar kegiatan lanjutan sekaligus sebagai ketuanya sebagai bentuk kepedulian USI terhadap peningkatan pendidikan di Sumut.

Didampingi Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi Dr HM Isa Indrawan MM, Rektor UISU Prof Dr M Asaad, Direktur LP3i Medan Akhwanul Akmal SP MSi, dan Rektor Universitas Efarina Dr H Abdiyanto SE MSi, Prof Marihot Manullang menyebutkan, sebagai ketua yang mendapat mandat, akan merangkum hasil kegiatan tersebut untuk memberikan masukan baik kepada Dikti maupun Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT)
Dengan itu, pada pertemuan lanjutan pasca dilakukannya silaturahmi pada Sabtu (4/8) lalu itu, juga bertujuan untuk menghimpun masalah-masalah yang ada di PTS Sumut dengan memberikan kontribusi pemikiran atau solusinya.

“Kita ingin pertemuan-pertemuan yang bertujuan untuk perbaikan dan peningkatan pendidikan tinggi khususnya ini bisa berkelanjutan. Sehingga selain terbina silaturahmi juga para pimpinan perguruan tinggi bisa mendapat masukan atau informasi tentang kebijakan maupun peraturan dari Kemenristekdikti yang disampiakn melaui Kepala LLDikti Wilayah Sumut,” ungkap Kepala LLDikti Sumut, Prof Dian Armanto.

Sementara, Rektor Unpab M Isa menambahkan, pada pertemuan di USI nantinya direncanakan antara lain membahas tentang program Aptisi bagi PTS Sumut juga pembinaan mahasiswa di bidang olahraga serta pembinaan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“USI sebagai tuan rumah pada pertemuan Aptisi dengan LLDikti ini diyakini merupakan bentuk kepeduliannya dalam peningkatan mutu pendidikan, sehingga keberadaan USI sebagai perguruan tinggi yang berbasis unggul bisa tercapai,” kata M Isa.(gus/azw)

Ezra Siap Rebut Posisi Inti

Ezra Walian mengaku pelatih RKC Waalwijk, Fred Grim, sudah tahu gaya bermainnya. Striker naturalisasi Indonesia itu siap untuk merebut hati Grim guna mendapatkan tempat utama.

Mulai musim 2018-2019, Ezra memang akan memperkuat RKC Waalwijk dengan status pinjaman. Kedatangannya ke Waalwijk membuat Ezra harus mengalah untuk tak membela Timnas Indonesia di Asian Games 2018.

Sebab, klub Eerste Divisie tersebut tak mengizinkan pemain milik Almere City itu untuk pergi dalam waktu lama. Ezra harus segera beradaptasi dengan klub barunya.

“RKC ingin melangkah, saya menginginkan hal itu juga. Ini adalah klub yang bagus dan penuh sejarah di Eredivisie. Beberapa pemain yang gagal di AZ (Alkmaar) atau Ajax (Amsterdam), bisa bagus di sini,” ungkap Ezra dikutip BD.

Tekad Ezra untuk merebut posisi tim inti sendiri tak mudah. Sebab, RKC juga baru saja mendatangkan Darren Maatsen untuk pesaing Ezra.

“Tapi, Grim tahu gaya main saya yang fleksibel. Mengenai adanya kompetitor berpengalaman di sayap kiri, itu akan menjadikan persaingan semakin bagus,” pungkas penggawa Timnas Indonesia di SEA Games 2017 tersebut. (ies/jpc/don)