Foto: Masrizal/Sumut Pos
Sebuah tongkang pengangkut batubara, patah dua bagian setelah dihantam ombak di kawasan perairan Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7).
Foto: Masrizal/Sumut Pos Sebuah tongkang pengangkut batubara, patah dua bagian setelah dihantam ombak di kawasan perairan Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7).
ACEH, SUMUTPOS.CO – Sebuah tongkang atau ponton pengangkut batubara, patah menjadi dua bagian setelah dihantam ombak di kawasan perairan Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7).
Akibatnya, 70 ribu ton batubara yang berada dalam tongkang bernama TB Marina tersebut tumpah ke laut.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, diketahui kapal tersebut berlayar dari Meulaboh dan hendak membawa batubara ke pabrik semen di Lhoknga, Aceh Besar.
“Kapal tongkang itu ditarik oleh sebuah Tugboat. Batubara itu direncanakan akan di bawa ke PT LCI Holcim Lhoknga,” kata kepala BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, saat dikonfirmasi, hari ini.
Tongkang itu, kata dia, ditarik oleh Tugboat Marini yang dikemudikan oleh Dian Hariani. Dari keterangannya, ungkap Ridwan, saat beberapa menit berhenti di pinggir pelabuhan kapal tersebut terhempas ombak.
“Direncanakan akan bersandar di pelabuhan PT LCI HOLCIM yang tak jauh dari lokasi kandas,” ujar Ridwan.
Namun, sambungnya, akibat gelombang laut yang cukup tinggi, tongkang ini terhempas dan kandas di dekat TPI Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, pada Minggu (29/7) sekitar pukul 09.00 WIB.
Pantauan wartawan, tongkang dengan panjang 30 meter dan lebar 15 meter tersebut terbelah menjadi dua bagian. Tongkang itu kandas sekitar 30 meter dari bibir pantai.
Akibat tumpahan batubara itu, kawasan pantai di sekitar lokasi kejadian menjadi hitam. Selain itu, biota laut seperti ikan dan kepiting ditemukan mati di pinggir pantai karena air laut sudah mulai tercemar.
Hingga kini pihak perusahaan pemilik kapal belum mengevakuasi bangkai tongkang tersebut. (zal)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gempa bumi tektonik berkekuatan5,3 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Nias Selatan, Senin (30/2018) pukul 20.34.25 WIB malam.
Hasil analisis BMKG menunjukkan, informasi awal gempabumi ini memiliki kekuatan 5,3 SR, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 4,8 SR. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,58 LU dan 98,31 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 km arah tenggara Gunung Sitoli pada kedalaman 16 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust. Zona ini merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam rilisnnya yang diterima Sumut Pos, malam ini.
Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik dengan kombinasi mendatar (oblique thrust fault).
Dampak gempabumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan laporan masyarakat menunjukkan, guncangan dirasakan di daerah Sibolga dan Air Bangis II SIG-BMKG (II-III MMI), Teluk dalam dan Aek Godang I SIG-BMKG (II MMI) . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 21.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (rel/mea)
SUMUTPOS.CO – Sebanyak 30 orang model berperawakan tinggi semampai asal Kanada berjalan lenggak-lenggok di panggung catwalk sepanjang 20 meter, memamerkan beragam busana nusantara, di Horticulture Building, Lansdowne Park, Ottawa, Kanada. Mereka menjadi sorotan utama dalam pagelaran Festival Indonesia 2018, ajang promosi dagang, pariwisata, dan investasi tahunan, yang diselenggarakan oleh KBRI Ottawa.
Festival yang mengusung tema “Indonesian Fashion in Ottawa” ini dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Teuku Faizasyah, dan Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson, pada tanggal 27 Juli 2018. Turut hadir dalam acara pembukaan sejumlah pejabat pemerintahan Kanada serta korps diplomatik negara sahabat yang terakreditasi di Kanada. Festival berlangsung selama tiga hari penuh hingga tanggal 29 Juli 2018.
Dalam sambutan pembukanya, Duta Besar Teuku Faizasyah menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan Festival ini mampu membuka peluang masuknya busana tradisional maupun rancangan modern nusantara ke pasar Kanada. Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat terus mempromosikan Indonesia agar semakin dikenal luas oleh warga Kanada.
Walikota Ottawa, Mr. Jim Watson, mengutarakan rasa bangganya atas peran aktif KBRI Ottawa dalam mempromosikan khasanah seni budaya tradisional Indonesia bagi masyarakat Ottawa dan Kanada. Kegiatan promosi seni, budaya dan pariwisata ini juga dinilai mampu menjembatani saling pemahaman atas kekayaan dan keberagaman budaya di antara kedua negara.
Berbeda dengan penyelenggaraan Festival Indonesia sebelumnya, pada pagelaran Festival Indonesia ke-12 ini, KBRI Ottawa secara khusus menyoroti industri fashion Indonesia bagi masyarakat Kanada yang pada gilirannya diharapkan mampu membantu industri fashion Indonesia merambah pasar Kanada.
Sebanyak 15 perancang busana Indonesia yang berbasis di Jakarta, Bali, Montreal, New York dan Chicago turut mengambil peran aktif dalam promosi busana nusantara. Sederet nama brand fashion Indonesia, seperti Entin Gartini, Handi Hartono, Joko SSP, Batik Kartini, Gee Batik, Amdiskastara, My Nuclo, Avy Loftus, Be Management, Monchie Batik, By Vero, Ning Zulkarnain, Sekar Kedaton, Alleira & Bellena, dan LuTro, menampilkan deretan kreasi maha karya adibusana nusantara.
Seluruh pakaian khas nusantara diperagakan oleh 30 orang model di atas catwalk, setelah melalui proses seleksi ketat oleh KBRI Ottawa.
Indonesian Fashion in Ottawa.
Selain mengusung promosi busana nusantara, Festival Indonesia 2018 juga turut mempromosikan produk agrikultur dan kuliner nusantara, dalam hal ini dengan melibatkan pihak Indofood, PTPN VIII, serta komunitas masyarakat Indonesia di Ottawa.
Para pengunjung Festival Indonesia juga dapat menikmati kuliner khas nusantara, seperti rendang, satay, ketoprak, nasi uduk, siomay, bahkan teh botol sosro, sembari menikmati penampilan peragaan busana dan seni budaya Indonesia di panggung utama Festival.
Komunitas Indonesia yang tinggal menetap di Ottawa dan Montreal serta mahasiswa Papua yang tengah menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi di Toronto juga menampilkan kemahirannya dalam bermain musik dan tarian tradisional Indonesia. Kedelapan mahasiswa Papua tampil membawakan beberapa lagu, salah satunya yakni Aku Papua, sedangkan pelajar Indonesia yang menetap di Ottawa menampilkan Tari Saman.
Pengunjung Festival Indonesia dalam inter-sesi peragaan busana juga disajikan sejumlah video promosi pendek yang mengetengahkan beberapa tema, diantaranya mengenai teknologi pengembangan minyak sawit yang ramah lingkungan, promosi beberapa pusat tujuan pariwisata nusantara, serta kemajuan pembangunan infrastruktur dan transportasi tiga matra di Indonesia.
Hingga hari terakhir penyelenggaraan, panitia mencatat terdapat kurang lebih 4000 pengunjung yang hadir dan menikmati beragam kegiatan Festival Indonesia 2018, mulai dari peragaan busana nusantara, penampilan seni tari dan musik tradisional serta kuliner dan jajan pasar khas indonesia. (rel)
Foto: Facebook
Para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.
Foto: Facebook Para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.
LOMBOK, SUMUTPOS.CO – Tim SAR dan BPBD bersama BNPB terus berusaha menyelamatkan korban akibat gempa 6,4 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terutama pada pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.
Kapustadin BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut, ratusan pendaki masih menunggu dievakuasi dari atas Gunung Rinjani.
Berdasarkan data, pendaki yang terdaftar naik ke Gunung Rinjani per 27-28 Juli 2018 mencapai 829 orang. Semua itu terdiri atas 637 WNA dan 192 WNI.
Akan tetapi Sutopo belum bisa memastikan jumlah valid dari pendaki tersebut. Sebab banyak jalur tidak resmi yang digunakan pendaki. Mereka itu tentu tidak terdaftar. “Dari data itu, 680 jiwa sudah turun pada Minggu (29/7) hingga pukul 23.30, artinya masih ada 149 jiwa yang berada di atas,” kata Sutopo.
Foto: Facebook Para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.
Selain itu, ada beberapa pendaki yang masih terjebak 500 pendaki di Sembalun dan 40 orang lainnya di Batu Ceper. “Jadi total pendaki yang masih terjebak dan menunggu evakuasi adalah 689 jiwa,” tambah Sutopo.
Sutopo mengingatkan kepada para pendaki, kendati telah menggunakan jasa guide dan porter yang mengerti jalur, tapi tetap menunggu tim evakuasi. Sebab tim itu lebih mengerti kondisi yang terjadi di bawah.
“Mereka ini kan terjebak, itu artinya jalur yang mereka lalui itu tertimbun. Ditambah ada titik longsor yang berbahaya. Sebaiknya menunggu tim penjemput saja,” kata Sutopo.
Diketahui, untuk mengevakuasi para pendaki yang terjebak, BNPB dan tim gabungan lainnya mengerahkan 184 orang Tim Evakuasi Gabungan. Tim itu terdiri atas aparat kepolisian, Kopassus, TNI, Basarnas, tenaga medis, relawan, dan tentunya Tim Gunung Rinjani.
Tim itu telah berangkat sejak pukul 7.00 WIB. Mereka melewati jalur Sembalun dan membawa logistik untuk para pendaki. Logistik itu diyakini cukup untuk para pendaki yang terjebak. (ce1/iml/JPC)
Mesir menghukum mati 75 warganya pada Sabtu, (28/7).
Mesir menghukum mati 75 warganya pada Sabtu, (28/7).
SUMUTPOS.CO – Mesir menghukum mati 75 warganya pada Sabtu, (28/7). Mereka yang dihukum mati sebelumnya ditangkap karena melakukan aksi damai pada Agustus 2013.
Protes dari berbagai lembaga HAM internasional pun mencuat lantaran putusan kontroversial tersebut. Seperti dilansir Ahram Online, beberapa orang di antara 75 terdakwa tersebut merupakan tokoh senior Ikhwanul Muslimin. Organisasi yang kini dilabeli teroris oleh Pemerintah Mesir.
Antara lain Essam El Erian, Mohamed Beltagy, dan Wagdy Ghoneim. Mereka dinilai menjadi otak dalam aksi duduk bersama selama sebulan tersebut.
Dalam putusan itu, 44 terdakwa menghadiri persidangan karena sudah ditangkap oleh aparat. Sedangkan 31 lainnya tak hadir. Meski demikian Pengadilan Kairo tetap menjatuhkan hukuman mati tersebut.
”Keputusan ini sangat tidak adil. Warga dijatuhi hukuman mati. Tapi, tidak satupun aparat yang diproses secara hukum. Saya khawatir pertimbangan mufti besar hanya formalitas,” ujar perwakilan Amnesty International, LSM HAM yang bermarkas di Inggris, kepada Al Jazeera seperti dilansir JPNN (Jawa Pos Grup).
Pakar Politik Maged Mandour mengatakan, kemungkinan perubahan keputusan itu sangat kecil. Sebab tidak ada terdakwa dalam kasus tersebut yang mendapatkan proses hukum yang adil.
”Pengadilan ini jelas sangat kental dengan politik. Tuduhan yang dikeluarkan sangat menggelikan dan sulit dibuktikan,” ujar Mandour.
Pemerintah Mesir tetap pada pendirian bahwa tindakan aparat sudah benar. Mereka mengatakan, aparat sudah mempersilakan pendemo agar pulang dengan teratur. Namun mereka mengklaim oknum dari Ikhwanul Muslimin malah menyerang aparat sehingga harus dihukum.
Beberapa jam setelah putusan tersebut, Twitter pun mulai ramai dengan tagar #LeaveSisi. Tagar itu menyinggung Presiden Abdel Fattah Al Sisi yang baru terpilih kembali Maret tahun ini agar turun dari jabatannya. Ia sangat benci dengan gerakan Ikhwanul Muslimin. (met/JPC)
Foto: kps/reza
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah saat ditemui Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/7/2018).
Foto: kps/reza Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah saat ditemui Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/7/2018).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah menuturkan, tim KPK mengajukan bukti tertulis dalam sidang praperadilan empat tersangka anggota DPRD Sumatera Utara, Senin (30/7/2018).
Bukti tertulis itu diajukan KPK untuk kepentingan pembuktian kompetensi relatif dengan agenda pembacaan replik. Akan tetapi, bukti yang diajukan tim KPK ditolak oleh hakim. Menurut Febri, penolakan itu tanpa memberikan argumentasi hukum yang jelas.
“Hari ini, KPK berencana mengajukan bukti tertulis untuk kepentingan pembuktian kompetensi relatif, namun hakim menolak tanpa memberikan penjelasan tentang alasan penolakan pada Termohon,” ujar Febri melalui keterangan tertulis, Senin (30/7/3018).
Sidang praperadilan tersebut diajukan oleh empat tersangka kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terhadap sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut).
Adapun para pemohon praperadilan adalah Washington Pane, M Faisal, Syafrida Fitrie dan Arifin Nainggolan. “Alasan praperadilan, bantahan bahwa tersangka WP (Washington Pane) tidak menerima uang dari eks Gubernur Sumut (Gatot Pujo Nugroho) karena dirinya tidak pernah menandatangani kuitansi atau slip atau bukti transfer sebagai tanda terima uang,” ujar Febri.
“Alasan yang sama juga disampaikan oleh tersangka ANN (Arifin Nainggolan) dan MFL (M Faisal),” kata dia. Sedangkan, tersangka Syafrida Fitrie beralasan tak tahu-menahu soal dana ketuk palu dalam kasus ini. “Alasan yuridis penetapan tersangka harusnya dilakukan setelah proses penyidikan dilakukan terlebih dahulu,” ujar Febri.
Menurut Febri, sebagian alasan praperadilan yang diajukan pemohon sudah masuk kepada pokok perkara.
Alasan seperti tidak menerima suap karena tidak ada bukti penerimaan dinilainya tak akan memengaruhi penanganan kasus ini. Sebab, KPK telah memiliki bukti yang cukup kuat sejak awal. “Selain itu, pembahasan pokok perkara berada di ranah pembuktian di proses Pengadilan Tipikor,” ujar dia.
Ia juga menilai alasan soal penetapan tersangka harus dilakukan usai penyidikan merupakan alasan lama yang sering diuji dalam sidang praperadilan. “KPK dalam melaksanakan tugasnya mengacu pada ketentuan Pasal 44 Undang-Undang tentang KPK yang bersifat khusus (lex specialist). Dalam hal KPK menemukan bukti permulaan yang cukup maka dapat ditingkatkan ke penyidikan,” kata Febri.
Di sisi lain, kata Febri, KPK mengajak publik untuk mengawal proses persidangan yang terbuka untuk umum ini. Hal ini dilakukan supaya persidangan berlangsung secara lurus dan publik mengetahuinya.
“Karena tentu masyarakat memiliki hak untuk tahu dan mendapatkan informasi tentang perkembangan penanganan perkara dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumut tersebut,” kata Febri. “Kami berharap persidangan dapat dilakukan secara fair dengan menjujung tinggi independensi dan imparsialitas,” Febri menambahkan.
Lebih lanjut, Febri mengatakan, pada Selasa (31/7/2018) akan dilaksanakan sidang hari keempat dengan agenda pembacaan putusan sela terkait dengan kompetensi relatif. Keempat tersangka itu merupakan bagian dari 38 anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
Suap untuk ke-38 anggota DPRD Sumut itu terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, Persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut.
Kemudian, terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2014-2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015. Para anggota dewan itu diduga menerima suap berupa hadiah atau janji dari mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Dugaan fee dari Gatot untuk masing-masing anggota DPRD Sumut itu berkisar Rp 300 juta sampai Rp 350 juta. (kps)
Foto: Fatih/Lombok Post/JPG
Rusak Parah: Inilah salah satu rumah warga Dusun Lauk Rurung Baret yang ambruk akibat Gempa, di dusun Lauk Rurung Baret, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7/2018).
Foto: Fatih/Lombok Post/JPG Rusak Parah: Inilah salah satu rumah warga Dusun Lauk Rurung Baret yang ambruk akibat Gempa, di dusun Lauk Rurung Baret, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7/2018).
LOMBOK, SUMUTPOS.CO – Setidaknya 16 orang tewas akibat gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat hingga Senin, (30/7). Dari gempa tersebut, yang paling parah terkena dampak adalah wilayah Lombok Timur dan Utara.
Dari 16 korban tersebut, 11 orang di Lombok Timur, 4 di Lombok Utara, dan 1 orang di Gunung Rinjani. Selain korban tewas, ada 355 jiwa luka-luka, dan 5.141 orang yang mengungsi.
Akibat gempa di Lombok, seorang meninggal di Gunung Rinjani merupakan mahasiswa Makassar bernama Muhammad Ainul Taksim, 26 tahun. Hingga saat ini diketahui korban tewas akibat tertimpa batu longsoran.
Bangunan yang paling berdampak parah akibat gempa di Lombok adalah rumah-rumah roboh. Menurut Kepala Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho banyak rumah yang belum dibangun dengan standar tahan gempa.
“Ada 1.454 rumah yang rusak parah hingga roboh, namun fasilitas publik tidak terlalu berdampak. Hal ini karena, banyak rumah-rumah yang belum dibangun dengan konstruksi tahan gempa,” kata Sutopo pada Senin, (30/7).
Selain itu, hingga Senin (30/7) pagi masih terjadi gempa susulan dengan total dari kejadian adalah 276 gempa susulan. Oleh karena itu, menurut Sutopo, masih banyak yang mengungsi karena belum berani masuk rumah akibat gempa di Lombok.
Gempa di Lombok terjadi pada Minggu, (29/7), berkekuatan 6,4 SR. Pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman 10 km sehingga guncangan terasa keras dan terjadi sekitar 10 detik.
Namun gempa kemarin tidak memicu adanya aktivasi Tsunami. Sebab Tsunami akan diaktivasi ketika gempa diatas 7 SR dan kedalaman kurang dari 20 km dan berada di laut. (iml/JPC)
Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos
Edy Rahmayadi tak berpikir untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.
Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos Edy Rahmayadi tak berpikir untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.
SUMUTPOS.CO – Edy Rahmayadi pastikan diri tak akan mundur dari PSSI. Edy akan tetap menduduki jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI walaupun ia didesak mundur oleh pelbagai pihak. Menurut Edy, ia akan menuntaskan masa jabatannya hingga 2020 nanti.
Ketika ditemui selepas pertandingan Tim Nasional (Timnas) U-16 Indonesia lawan Filipina di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7) malam, Edy menegaskan bahwa ia tak akan mundur dari PSSI. Edy menilai jabatannya tersebut merupakan amanah yang harus diselesaikan.
“Iya lah, masa mau berhenti besok. Amanah rakyat, saya sampai 2020. Saya kerjakan (amanah itu),” tegas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) terpilih itu kepada awak media, Minggu (29/7).
Menurut Edy, di mana pun ia berada PSSI akan tetap berjalan normal. Sebab PSSI sudah memiliki konsep hingga 2024 nanti. “Rencana atau konsep itu akan berjalan sampai 2024. Saya ada di mana pun, konsep ini sudah berjalan,” jelasnya.
“Jangan tergantung dengan saya. PSSI bukan politik, ini pembinaan sepak bola,” imbuh mantan Pangkostrad tersebut.
Edy menjelaskan, konsep itu bersifat menyeluruh. Mulai dari kelompok usia muda hingga tim senior. “Kami berharap kepada anak-anak ini. Mereka yang bisa membuat Indonesia terbang ke angkasa. Garuda akan ikut berkiprah di Asia maupun dunia,” tutup Edy. (saf/JPC)
Foto: SIGIT HARIYADI/RADAR BANYUWANGI
TINJAU: Menhan Ryamizard Ryacudu (tiga kanan) meninjau produksi tank boat pesanan Kemenhan di pabrik PT Lundin Industry Invest, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (28/7).
Foto: SIGIT HARIYADI/RADAR BANYUWANGI TINJAU: Menhan Ryamizard Ryacudu (tiga kanan) meninjau produksi tank boat pesanan Kemenhan di pabrik PT Lundin Industry Invest, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (28/7).
BANYUWANGI, SUMUTPOS.CO -Kemampuan Indonesia dalam merancang alat pertahanan atau persenjataan, semakin tidak diragukan lagi. Terbaru, PT Pindad memproduksi Kapal Antasena. Kapal itu tidak cuma bisa dioperasikan di laut, tapi juga di sungai, muara, bahkan rawa.
Antasena ini memadukan teknologi tank dan boat. Kapal dengan spesifikasi seperti itu, belum pernah diproduksi sebelumnya oleh industri kapal dunia. Antasena juga multifungsi. Di antaranya untuk berpatroli dan mengangkut pasukan serta logistik. Ia juga bisa lincah mengejar perompak yang melarikan diri dari laut menuju sungai atau rawa-rawa.
Seperti dilansir Radar Banyuwangi (Grup Sumut Pos), tank boat made in Banyuwangi ini, persisnya di PT Lundin Industry Invest, dan telah dipesan Kemenhan. PT Lundin berkolaborasi dengan PT Pindad, serta industri pertahanan asal Belgia CMI Defence.
Sabtu (28/7), Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (pur) Ryamizard Ryacudu, meninjau langsung produksi kapal, dan meresmikan prototype kapal tersebut di PT Lundin, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ryamizard didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas.
“Hasilnya sangat baik, sangat membanggakan. Bangsa kita mampu membuat kapal bagus, bahkan sudah banyak dipesan negara lain,” ungkap Ryamizard.
Satu negara pemesannya, lanjut Ryamizard, adalah Rusia. “Kami targetkan tahun depan kapal sudah bisa dioperasikan. Kapal ini nanti dioperasikan di wilayah yang daerahnya memiliki banyak sungai dan rawa, seperti Kalimantan dan Papua,” imbuhnya.
Ryamizard menambahkan, program pengembangan tank boat tersebut sudah dimulai setahun lalu. Industri kapal di Banyuwangi dipercaya untuk memproduksi kapal bersama PT Pindad, karena dinilai telah berpengalaman membuat kapal berteknologi canggih.
Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan industri perkapalan Banyuwangi berdasar rekomendasi Kemenhan. Industri Banyuwangi memproduksi kapalnya, sedangkan Pindad membangun persenjataannya. “Jadi, ini memang produk baru yang belum pernah ada di dunia. Kapal tank ini dilengkapi canon kaliber 105 milimeter, yang pas diajak berakselerasi dan menghancurkan kapal musuh,” jelasnya.
Sementara Direktur PT Lundin, Liza Lundin mengatakan, tank boat tersebut dibuat dengan hull ganda, atau disebut sebagai catamaran. Dimensi bagian bawah kapal dibuat hanya setinggi satu meter, sehingga bisa masuk ke perairan kecil seperti sungai dan rawa. “Ini tank, tapi bentuknya boat (kapal), sehingga menjadi kapal tempur yang fleksibel,” bebernya.
Ia memberi contoh, kalau dulu ketika mengejar perompak, kapal patroli mengalami kesulitan saat perompaknya dari laut masuk ke sungai. Sebab, kapal patroli terlalu besar. “Nah, tank boat ini bisa mengejar hingga ke sungai,” ungkap Liza.
Bupati Azwar Anas, menyampaikan terima kasih kepada Kemenhan yang telah memercayakan produksi alutsista negara di Banyuwangi. “Produksi tank boat ini membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi,” pungkasnya. (sgt/bay/c1/c7/ttg/jpc/saz)
Prabowo saat memberikan sambutan dalan acaa Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
Prabowo saat memberikan sambutan dalan acaa Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Forum Ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), telah memutuskan untuk merekomendasikan Prabowo Subianto. Prabowo dinilai sosok yang pas untuk dicalonkan sebagai calon presiden pada Pemilu 2019 mendatang.
Hasil keputusan Ijtima Ulama yang digelar sejak Jumat (27/9) itu, juga memilih Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ustad Abdul Somad, sebagai calon wakil presiden.
“Unsur yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan Pilpres 2019 adalah kombinasi nasionalis dan religius,” tutur Ketua Umum GNPF-Ulama Yusuf Martak, di Hotel Menra Peninsula, Jakarta, Minggu (29/7).
Menurut Yusuf, keputusan tersebut diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat yang pada awal pembukaan dihadiri oleh para petinggi partai politik. “Saya sampaikan, pembukaan ijtima Alhamdulillah dibuka Bapak Gubernur Anies, dan dihadiri Ketum Parpol sekjen dari 5 partai, yakni Gerindra Bapak Prabowo, PAN Bapak Zulkifli Hasan, Ketua Majelis Syuro Habib Salim Al Jufri, beserta Presiden PKS Sohibul Iman, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketum Berkarya Hutomo Mandala Putra,” bebernya.
Yusuf juga mengatakan, hasil musyawarah GNPF-Ulama, juga sudah dikonsultasikan dengan Habib Rizieq Shihab (HRS). “Kami komunikasi (dengan HRS) melalui sambungan telepon,” pungkasnya. (rdw/jpc/saz)