DIAMANKAN: Martahi dan Riko diamankan di Mapolda Sumut.
ISTIMEWA
DIAMANKAN: Martahi dan Riko diamankan di Mapolda Sumut. ISTIMEWA
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, mengamankan dua orang tersangka judi togel. Keduanya di Jalan Maraton Huta Ginjang, Kelurahan Siringoringo, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu.
Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, satu diantara kedua tersangka merupakan seorang bandar.
“Penangkapan ini dilakukan setelah mendapatkan informasi dari warga,” ungkapnya didampingi Kanit VC Kompol Daniel Marunduri kepada wartawan, Senin (30/7).
Kedua tersangka masing-masing, Martahi Saut Sinaga (41) dan Riko Simanjuntak (33). Keduanya warga Jalan Meraton Huta Ginjang Kelurahan Siringoringo.
Diketahui, Martahi merupakan bandar. Sedangkan Riko hanya sebagai karyawan.
“Penangkapan dilakukan Rabu (25/7) pukul 16.00 WIB. Saat ditangkap, tersangka Martahi sedang menerima omzet togel dari para juru tulis (jurtul) bersama karyawannya Riko,” jelasnya.
Dari tersangka, petugas menyita barang bukti 3 ipad merk Advan, 2 handphone android merk Vivo, kalkulator, pulpen, 42 blok notes dan uang tunai Rp1 juta.
“Perharinya bisa dapat Rp30 juta dengan jumlah jurtul sebanyak 20 orang dan judi togel ini sudah berlangsung 1 bulan. Selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti dibawa ke Ditreskrimum Polda Sumut guna penyidikan lebih lanjut,” tandasnya. (man/ala)
Foto: Diva/Sumut Pos
Evan digendong Kapolsek Kompol Trila Murni sebelum diserahkan ke keluarganya.
Foto: Diva/Sumut Pos Evan digendong Kapolsek Kompol Trila Murni sebelum diserahkan ke keluarganya.
SUMUTPOS.CO – Suasana haru seketika terasa begitu Evan, bocah asal Porsea yang ditemukan di depan Apotek Andalan Baru Jalan Kemiri, Medan, Senin (30/1) pagi, akhirnya dijemput oleh keluarganya. Sebelumnya, Evan hilang selama beberapa jam dari kediaman kakak dari opungnya.
Di Mapolsek Helvetia, Evan yang saat itu digendong Kapolsek Kompol Trila Murni, akhirnya dijemput Opung atau neneknya, Sita Butarbutar yang diketahui berasal dari Desa Habinsaran, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).
Dikisahkan Sita, hilangnya Evan dari rumah adiknya yang tidak jauh dari Jalan Kemiri itu. Saat itu Evan keluar rumah karena pintu pagar tidak dikunci. “Nyesal kali aku tadi gak perhatian. Untung lah gak diambil orang dia,” sembari mengucap terimakasih kepada pihak kepolisian.
Kata Sita, orangtua Evan sendiri sudah berpisah. Ibunya, yang merupakan anak Sitta bahkan sudah menikah lagi dengan laki-laki lain.”Jadi ibu bapaknya sudah lama bercerai. Anak saya ya ibunya si Evan. Kami tinggal di Porsea makanya dia tidak tahu jalan pulang waktu keluar tadi pagi,” jelas Sita.
Kata Sita, mereka datang ke Medan untuk bertemu dengan kakaknya, opung atau kakek Evan. Makanya, mereka sempat singgah di kediaman adiknya di Jalan Kemiri tersebut hingga akhirnya Evan menghilang. “Kami berhasil melacak keberadaan Evan setelah kabar hilangnya itu menyebar dan viral di media sosial. Saya dapat kabar dari tetangga kami tadi. Memang itu cucu saya, kami dari kampung, Porsea sana. Puji Tuhan akhirnya dia ditemukan. Kami tadi sudah bingung kemana harus mencari, sudah panik,” ungkap Sitta penuh haru.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Pengendara melintasi genangan air di kawasan Tanah Enam Ratus Medan Marelan. Ratusan rumah terendam banjir di kawasam Marelan.
Foto: Fachril/Sumut Pos Pengendara melintasi genangan air di kawasan Tanah Enam Ratus Medan Marelan. Ratusan rumah terendam banjir di kawasam Marelan.
SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sekitarnya, mengakibatkan ratusan rumah di berbagai kawasan di Kecamatan Medan Marelan, terendam banjir, Senin. (30/7).
Pantauan di lapangan, sejumlah kawasan di Kelurahan Rengas Pulau, Terjun, Tanah Enam Ratus dan Labuhandeli di Kecamatan Medan Marelan tergenang banjir.
Banjir yang menggenangi jalan dan masuk ke rumah warga, terjadi akibat hujan deras yang melanda. Dampak dari genangan air mencapai hingga 50 cm mengakibatkan aktivitas di berbagai kawasan di Medan Marelan terganggu.
Pasalnya, beberapa ruas jalan terjadi kemacetan, selain itu beberapa sekolah juga turut terendam banjir, sehingga aktivitas di masyarakat tidak normal. “Saya mau kerja, karena banjir begini, susah jalan dan terlambat sampai kantor. Mana jalan macet dan susah dilalui, mau tidak mau harus dilalui, kalau tidak bisa tidak kerja,” keluh Hendra, pekerja pabrik.
Begitu juga dirasakan Yusni, wanita yang masih duduk di kelas 2 SMA Harapan Mekar mengaku harus menerima kenyataan banjir dengan membuka sepatu, karena air merendam ke sebagian sekolahnya. “Kalau sudah hujan deras, pasti sekolah kami banjir, kadang kami disuruh cepat pulang, karena terganggu kami mau belajar,” oceh Yusni.
Dari beberapa ruas banjir yang melanda, diduga dari luapan sungai dari air kiriman gunung, sehingga tidak mampu menampung pembuangan air yang akan mengalir dari drainase dan anak sungai di Medan Marelan.
Kondisi banjir yang melanda Medan Marelan, ?mendapat respon dari Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution. Orang nomor dua di Pemko Medan itu turun ke lapangan untuk mengecek kondisi penyebab banjir yang kerap terjadi di Medan Marelan.
Bersama dengan rombongan kecamatan, Akhyar memerintahkan petugas yang disiapkan untuk membersihkan sampah yang menumpuk di anak sungai yang berbatasan antara Kelurahan Tanah Enam Ratus dengan Kecamatan Hamparanperak.
Camat Medan Marelan, T Chairunizza mengatakan, pihaknya sudah melakukan rutinitas mensosialisasikan kepada masyarakat mengantisipasi sampah agar tidak dibuang ke saluran drainase.
Karena, dampak banjir yang kerap terjadi akibat penyumbatan di beberapa saluran air dari sampah. Oleh karena itu, bapak wakil walikota menekankan ini agar segera diperhatikan, supaya pembuangan air lancar.
“Masalah banjir yang terjadi karena sampah, karena kurang sadar masyarakat, makanya tadi kita bersama bapak wakil walikota langsung ke lapangan untuk membersihkan sampah yang menyumpat. Banjir yang terjadi, selain dari masalah sampah, karena tingkat volume air sungai yang meningkat, sehingga air tidak bisa mengalir normal ke sungai,” kata T Chairunizza. (fac/ila)
Foto: M IDRIS/Sumut Pos
Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Medan dengan Pemko Medan serta pengembang membahas rencana revitalisasi Pasar Timah, Senin (30/7).
Foto: M IDRIS/Sumut Pos Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Medan dengan Pemko Medan serta pengembang membahas rencana revitalisasi Pasar Timah, Senin (30/7).
SUMUTPOS.CO – Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait rencana revitalisasi Pasar Timah kembali digelar Komisi III DPRD Kota Medan, Senin (30/7). Dalam RDP tersebut, akhirnya sepakat diputuskan untuk segera melaksanakan program peremajaan bangunan pasar itu dengan merelokasi para pedagang.
Ketua Komisi III DPRD Kota Medan Hendra DS mendesak agar Satpol PP Kota Medan segera merelokasi atau memindahkan sementara para pedagang di Pasar Timah. Dengan begitu, proyek revitalisasi ini dapat segera dilakukan.
“Harus secepatnya segera direlokasi pedagang di sana, jangan ulur-ulur waktu lagi dengan alasan masih dalam gugatan ke Mahkamah Agung (MA),” kata Hendra DS pada RDP yang dihadiri perwakilan Pemko Medan, Satpol PP dan pengembang Pasar Timah di ruang Komisi III DPRD Medan, Senin (30/7).
Menurutnya, gugatan para pedagang yang mempermasalahkan Surat IMB tempat penampungan atau relokasi yang berada tak jauh dari pasar itu ke MA, seharusnya tidak mengganggu. Artinya, proses revitalisasi bangunan pasar tersebut tetap berjalan.
“Satpol PP telah diperintahkan Pemko Medan berulang kali untuk merelokasi pedagang. Namun proses relokasi pedagang ke tempat penampungan terhambat karena adanya penolakan dari pedagang,” tutur Hendra DS.
Untuk itu, lanjutnya, disarankan kepada Pemko Medan, Satpol PP dan pengembang untuk mengedukasi serta mensosialisasi kembali terkait proses relokasi tersebut. Dengan kata lain, kepada pedagang bahwa relokasi ini adalah pemindahan sementara bukan penggusuran. “Relokasi ini sementara bukan selamanya. Pedagang dipindahkan ke tempat penampungan demi kepentingan mereka juga karena bangunan pasar akan diremajakan,” katanya.
Anggota Komisi III DPRD Medan, Dame Duma Sari Hutagalung menuturkan, Pemko Medan sudah seharusnya bersikap tegas kepada pedagang. Jangan hanya karena penolakan dari pedagang maupun pihak-pihak tertentu, program yang sudah bertahun-tahun ini menjadi tidak jalan.
“Terakhir kali Pemko Medan telah menyurati Satpol PP untuk segera merelokasi pedagang pada 27 Juli lalu. Namun tidak dilakukan hanya karena pedagang menolak dengan alasan klasik (sedang dalam gugatan),” ujar Dame.
Diutarakan Dame, gugatan pedagang yang dilakukan hanya sebatas administrasi dan tidak ada hubungannya dengan proses hukum yang berkaitan langsung dengan pembangunan. Sebab, yang digugat pedagang mengenai masalah IMB tempat relokasi bukan gedung pasarnya.
SUMUTPOS.CO – Pertarungan bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1 (Medan A) dan Sumut 2 (Medan B), didominasi nama-nama anggota DPRD Kota Medan yang ‘naik kelas’. Mereka ingin hijrah ke level lebih tinggi, karena sudah dua hingga tiga periode bercokol di DPRD Kota Medan.
Informasi dihimpun Sumut Pos, sejumlah legislator yang ‘naik kelas’ dari DPRD Medan antara lain Henry Jhon Hutagalung (PDI Perjuangan), Kuat Surbakti dan Ahmad Arief (PAN), Salman Alfarisi dan Jumadi (PKS), Parlaungan Simangunsong (Demokrat) dan Landen Marbun yang memilih pindah partai dari Hanura ke Nasdem. Ada juga mantan anggota DPRD Medan yang kembali mencoba peruntungannya maju ke DPRD Sumut, seperti Surainda Lubis dari PKS dan Deni Ilham Panggabean yang juga pindah partai dari Partai Demokrat ke Partai Nasdem.
Selain itu, bacaleg petahana juga dipastikan ikut bertarung, seperti Nezar Djoeli (NasDem), Meiliziar Latief (Demokrat), Muhammad Hafez (PKS), Yulizar Parlagutan Lubis (PPP), Baskami Ginting (PDI Perjuangan), Hanafiah Harahap (Golkar), dan Salomo TR Pardede (Gerindra). Ada juga Januari Siregar yang berpindah partai dari PKPI ke Perindo, juga berpeluang besar tampil kembali di Pileg 2019.
Tak sampai di situ, pertarungan alot di Dapil Medan A yang terdiri dari 11 kecamatan di Kota Medan yang meliputi; Medan Kota, Denai, Deli, Belawan, Amplas, Area, Marelan, Labuhan, Tembung, Perjuangan dan Timur, juga bakal diramaikan dengan kehadiran sosok TM Ryan Novandi, anak mantan Gubsu yang juga Ketua NasDem Sumut, Erry Nuradi. Ada juga Harianto, eks Ketua PKPI Sumut yang kali ini maju dari Partai Nasdem, serta Sekretaris Golkar Sumut yang juga mantan Ketua KPU Sumut, Irham Buana Nasution.
Menyikapi pertarungan di dapil Medan A dan Medan B ini, Bacaleg PAN dari Dapil Medan B, Kuat Surbakti optimistis mampu merebut kursi DPRD Sumut. Melalui pengalaman dua periode duduk sebagai anggota dewan Medan, ia mengaku tak ada strategi pemenangan khusus untuk merebut hati rakyat sesuai dapilnya. “Kuncinya apa yang sudah kita janjikan kepada masyarakat, harus kita penuhi dan tepati. Itu yang paling penting dan selalu saya implementasikan sampai hari ini,” katanya.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Tiga calon hajii asal Pematangsiantar yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasih Medan menunggu antrean untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (30/7). Karena mengalamai masalah kesehatan, sedikitnya 27 calhaj se-Sumut tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Tiga calon hajii asal Pematangsiantar yang tergabung dalam Kloter 9 Embarkasih Medan menunggu antrean untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, Senin (30/7). Karena mengalamai masalah kesehatan, sedikitnya 27 calhaj se-Sumut tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga pemberangkatan kelompok terbang (kloter) 8 Embarkasi Medan, sebanyak 27 calon haji (calhaj) tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Ke-27 calhaj tersebut tertunda berangkat lantaran kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Medan, Sutrisno mengatakan, nantinya para calon jamaah haji tersebut, diberangkatkan pada kloter selanjutnya. “Mereka (calhaj) yang gagal berangkat, akan diberangkatkan pada kloter yang kosong,” ujarnya kepada Sumut Pos, Senin (30/7).
Menurut Sutrisno, sewaktu calhaj masuk asrama, kondisi kesehatannya langsung diperiksa petugas kesehatan. “Nah petugas itulah yang kemudian merekomendasikan calhaj tersebut ditunda keberangaktannya pada kloter selanjutnya,” terangnya.
Ke-27 calhaj tersebut diantaranya, dari kloter 1 Langkat sebanyak 5 orang, kloter 3 Mandailing Natal (Madina) 2 orang, kloter 5 Labuhanbatu 4 orang, kloter 6 sebanyak 2 orang, kloter 7 Medan 4 orang dan kloter 8 sebanyak 4 orang. “Seluruhnya ada 27 calhaj yang gagal berangkat karena alasan kesehatan,” ujar Sutrisno.
Total kata Sutrisno lagi, hingga kloter 8 sebanyak 3.116 jamaah yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci. “Jamaah pria sebanyak 1.232 orang dan wanita 1.884 orang,” sebutnya.
Sutrisno mengakui, hingga kini pihaknya belum menemukan kendala berarti selama jemaah memasuki Asrama Haji. “Sampai sekarang Alhamdulillah tidak ada masalah,” katanya.
Sementara, kloter 9 asal Siantar, Medan, Simalungun, Asahan dan Tobasa, baru tiba di Asrama Haji, pada Senin (30/7) sekira pukul 10.00 WIB. Menurut rencana, kloter 9 berangkat dari Bandara Kualanamu, Selasa (31/7) sekira pukul 05.00 WIB.
Musisi Austria Herman Delago saat tampil pada Samosir Music International edisi 2016 lalu di Samosir.
Musisi Austria Herman Delago saat tampil pada Samosir Music International edisi 2016 lalu di Samosir.
SUMUTPOS.CO – Even Samosir Music Internasional 2018 akan kembali digelar di Kabupaten Samosir pada akhir Agustus mendatang. Pada even kali ini, sejumlah musisi Indonesia akan membawakan berbagai musik dan lagu Batak berkolaborasi dengan sejumlah musisi dari luar negeri, salah satunya yakni musisi Austria Herman Delago.
Tahun ini merupakan edisi ke-4 Samosir Music Internasional. Di mana edisi perdananya dimulai pada tahun 2014 dengan menghadirkan 90-an musisi orkestra dari Austria ke Samosir. “Sejak tahun 2014, event ini menjadi bagian dari agenda even tahunan Horas Samosir Fiesta,” kata penggagas Samosir Music International, Herman Delago di Medan, Senin (30/7).
Herman mengatakan, inisiatif untuk menggelar kegiatan ini digagas bersama Henry Manik, sosok yang saat ini berdomisili di Belanda. Tujuannya yakni untuk mempromosikan Danau Toba melalui musik Batak kepada dunia sebagai daya tarik wisatawan Internasional ini. Sebagai langkah awal, Herman akan menggelar mini konser di Medan pada Sabtu, 18 Agustus 2018.
Dari tahun ke tahun, pengunjung event ini sangat banyak, bahkan menjadi salah satu even terbesar di sekitar Danau Toba, yang pengunjungnya terbanyak. Tentu ini adalah salah satu pencapaian yang sangat baik dan sebuah terobosan baru untuk sebuah event yang bertaraf internasional di Samosir. “Imbas positifnya bisa dirasakan langsung oleh Samosir Danau Toba sebagai daerah pariwisata yang sedang digalakkan,” ungkap Herman.
Dia juga mengatakan, Samosir Music International memiliki visi misi untuk membawa nama Samosir ke dunia yang lebih luas dengan menjadikan even ini, menjadi salah satu even bergengsi yang harus di ikuti oleh artis, baik tanah air maupun luar negeri . “Even seperti ini sangat dibutuhkan, sebagai penarik pengunjung ke daerah ini. Oleh karena itulah, Pemda Samosir melihat ini suatu event yang strategis, yang mampu mendatangkan banyak orang sehingga diagendakan menjadi event tahunan dan tetap menjalin kerjasama yang baik dengan Henry Manik putra Samosir,” tutur Herman.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS--Petugas dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan geofisika (BMKG)wilayah I Medan menunjukan titik api (Hot Spot) di jalan Ngumban Surbakti Medan, Kamis (27/3). Kabut asap yang berasal dari kota Riau akibat kebakaran hutan masih terasa di kota Medan dan sekitarnya.
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS–Petugas dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan geofisika (BMKG)wilayah I Medan menunjukan titik api (Hot Spot) di jalan Ngumban Surbakti Medan, beberapa waktu lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO –Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ada empat hotspot atau titik panas di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Keempat titik panas itu diketahui berada di Kabupaten Labuhanbatu dan Padanglawas Utara (Paluta).
Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi (Datin) BMKG Wilayah I Medan, Syahnan menyebutkan, titik panas itu terpantau berdasarkan amatan satelit terkait adanya udara panas di wilayah Sumut. Namun, kata Syahnan, titik panas yang terpantau itu belum tentu terjadi kebakaran hutan di kawasan tersebut. “Itukan pantauan satelit, jadi ada persentase tingkat kepercayaannya. Nah, untuk itu ada tingkat presentasenya antara 51 sampai 100 persen,” ujar Sahnan kepada Sumut Pos, Senin (30/7).
Untuk itu, dia mengimbau kepada instansi terkait untuk memantau juga, apa sebenarnya yang terjadi di sana, apakah udara panas saja atau memang ada terjadi kebakaran hutan. “Jadi dua titik di Labuhanbatu, sementara dua titiknya lagi di Paluta. Sejauh ini kita belum mendengar apakah kawasan itu ada terjadi kebakaran atau hanya udara panas. Seperti yang saya katakana tadi, ada persentase tingkat kepercayaan terkait titik panas tadi dan itu yang harus diperhatikan,” sebutnya.
Dia juga mengatakan, saat ini mulai terjadi peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Meski di Sumut terus turun hujan, tapi tetap ada daerah lain yang mengalami kemarau hebat. “Makanya satelit memantau ada empat titik panas. Informasi ini akan terus kita koordinasikan dengan instansi terkait seperti BPBD Sumut atau daerah lain,” terangnya.
Kepada masyarakat, dia mengimbau agar tetap hati-hati, khususnya di Kota Medan. Soalnya, cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus terjadi beberapa hari ke depan. Menurutnya, pada Juli ke Agustus tengah terjadi peralihan musim. “Jadi kita sekarang ini menghadapi peralihan musim, makanya hampir tiap hari meski masih musim kemarau terjadi hujan dengan intensitas sedang ke tinggi. Nanti puncak musim penghujan terjadi di bulan Oktober,” katanya.
Tiga legislator petahana di Pemilu 2019, dari kiri Parlindungan Purba, Danayanti Lubis dan Dedi Iskandar Batubara.
Tiga legislator petahana di Pemilu 2019, dari kiri Parlindungan Purba, Danayanti Lubis dan Dedi Iskandar Batubara.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain DPR RI, persaingan untuk merebut kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Dapil Sumut juga diprediksi bakal berjalan sengit. Apalagi, hanya empat orang yang berhak melenggang ke Senayan dari Sumatera Utara.
Kursi DPD RI sendiri cukup diminati. Terbukti, ada 30 sosok yang sempat mendaftarkan diri ke KPU Sumut. Namun seiring perjalan waktu, ada beberapa orang yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan berbagai alasan, salah satunya dukungan KTP Elektronik.
Menurut Kepala Bagian Hukum dan Teknis KPU Sumut, Maruli Pasaribu, sampai waktu yang telah ditetapkan, sudah ada 11 balon DPD RI asal Sumut yang menyerahkan syarat dukungan kepada pihaknya. Sementara dua orang lainnya belum menyerahkan berkas dan sebelumnya 6 balon sudah dinyatakan Memenuhi Syarat (MS).
Keenam balon DPD itu sebut dia, Abdul Hakim Siagian, Parlindungan Purba, Tolopan Silitonga, WTP Simarmata, Dedi Iskandar Batubara, dan Abdillah. “Namun karena Abdillah sudah berstatus Tidak Memenuhi Syarat (TMS), maka hanya 5 orang yang dinyatakan MS. Total keseluruhan balon DPD RI jika dilihat dari hasil pleno kemarin, maka jumlahnya sebanyak 18 orang,” katanya.
Dari 18 orang tersebut terdapat tiga sosok petahana yang kembali bersaing. Mereka adalah Darmayanti Lubis, Parlindungan Purba dan Dedi Iskandar Batubara. Sedangkan satu petahana lainnya, Rijal Sirat sempat mendaftar, namun dinyatakan gagal setelah terkena kasus hukum di KPK.
Menurut prediksi Pengamat Politik Sumut, Agus Suryadi, ketiga sosok petahana tersebut masih terlalu kuat bagi pendatang baru. Pasalnya, ketiga petahana itu diniai sudah mapan dalam membina konstituen. “Tentu petahana memiliki peluang lebih besar dibanding pendatang baru yang masih meraba,” ujarnya kepada Sumut Pos, Senin (30/7).
Kondisi ini, sebut Agus, membuat pendatang baru harus bekerja keras. Apalagi, perebutan suara terjadi di 33 kabupaten/kota, berbeda dengan DPR. “Artinya, pendatang baru bukan tidak mempunyai peluang. Peluang tetap ada, tapi cukup berat. Apalagi dari sejumlah nama yang mendaftar ke KPU, sebagian besar masih kurang populer. Belum lagi soal biaya, dibutuhkan dana cukup besar,” jelasnya.
ACEH, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Darwati A Gani, istri gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf, dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.
Pemeriksaan terhadap Darwati A Gani dijadwalkan akan dilakukan pada Selasa (31/7) besok, di gedung KPK.
“Selasa 31 Juli 2018, untuk tersangka TSB (T Saiful Bahri) diagendakan pemeriksaan satu orang saksi yaitu Darwati A Gani, ibu rumah tangga,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan Senin (30/7).
Selain Darwati, kata Febri, KPK juga akan memeriksa sejumlah saksi lainnya untuk tersangka Irwandi Yusuf pada tanggal yang sama.
Mereka adalah Apriansyah yang tercatat sebagai staf Fanny Steffy Burase, Ade Kurniawan selaku member Alliaze, Al Hudri selaku Kepala Dinas Sosial Aceh, dan Asisten II Setda Prov Aceh Taqwallah.
Sebelumnya, pada Senin (30/7) KPK juga telah memeriksa empat saksi untuk tersangka Irwandi Yusuf, dan satu saksi untuk tersangka Ahmadi (Bupati Bener Meriah).
“Saksi untuk tersangka IY adalah Musri Idris (mantan Kadispora Aceh), Fajri (Kadis PUPR Aceh), Sayid Fadhil (Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang), dan Darmansyah (Kadispora Aceh). Saksi untuk tersangka Ahmadi adalah Hendri Yuzal (Staf Khusus Gubernur Aceh),” kata Febri.
Dia mengatakan semua saksi yang dipanggil hadir memenuhi panggilan penyidik. “KPK mengonfirmasi pengetahuan para saksi terkait dengan Aceh Marathon dan pelaksanaan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh,” ungkap Febri lagi. (zal)