Home Blog Page 6099

PSMS v Bali United: Saatnya Revans

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pelatih PSMS Peter Butler memberikan instruksi saat latihan di Kebun Bunga. Malam ini PSMS menjamu Bali United di Stadion Teladan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pelatih PSMS Peter Butler memberikan instruksi saat latihan di Kebun Bunga. Malam ini PSMS menjamu Bali United di Stadion Teladan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS menatap laga kontra Bali United di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (28/7) malam dengan penuh percaya diri. Kemenangan atas PSM Makassar sebelumnya membuat pasukan Peter Butler berharap bisa melakukan hal yang sama di awal laga putaran kedua ini.

Tidak ada liburan jeda untuk putaran kedua tahun ini. Berselang sepekan, PSMS memang sudah harus diuji lawan yang tak kalah berat. Serdadu Tridatu, julukan Bali United, kembali datang untuk menodai kandang PSMS seperti yang dilakukan tiga tim sebelum mereka, Bhayangkara FC, Persib dan Persipura.

PSMS butuh kemenangan untuk keluar dari posisi juru kunci. Saat ini PSMS mengoleksi poin yang sama dengan PS Tira dengan 18 poin. Namun Legimin Raharjo dkk kalah head to head. Sementara Bali United berada di posisi 11 klasemen dengan koleksi 23 poin.

Pelatih PSMS, Peter Butler mengatakan, timnya harus main dengan disiplin dan kolektivitas tinggi untuk bisa membungkam Bali United. Dia menyadari Serdadu Tridatu adalah lawan yang akan sulit ditaklukkan. “Kita tidak bisa datang dan pikir untuk menang saja. Kita harus bisa pastikan main maksimum dan disiplin kalau mau dapat tiga poin. Karena lawan yang dihadapi punya banyak pemain asing dan naturalisasi,” ujarnya Butler jelang laga.

PSMS tentu ingin membalas kekalahan di markas Bali United. Ketika itu PSMS tumbang 0-1 pada pekan perdana Liga 1 lewat gol tunggal Stefano Lilipaly. Kali ini Lilipaly yakin dengan semangat yang ditunjukkan anak asuhnya dalam sepekan terakhir. “Pada latihan, ada hal bagus ditunjukkan pemain, yakni kerja sama yang tinggi. Untuk itu pada pertandingan, tim harus konstruktif atas performa di lapangan,” tambah pelatih asal Inggris itu.

Saka Energi Memulai Pengeboran Dua Sumur Eksplorasi

Gas bumi lepas pantai.
Gas bumi lepas pantai.

SUMUTPOS.CO – PT Saka Energi Indonesia, (“SAKA”), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) menepati janjinya untuk melakukan pengeboran 2 sumur eksplorasi yang berada di Wilayah Kerja Produksi Pangkah dan Wilayah Kerja Eksplorasi South Sesulu. Pada kedua blok tersebut, Saka memiliki hak partisipasi 100%.

Direktur Utama SAKA, Tumbur Parlindungan menuturkan, rencana kerja pengeboran kedua sumur tersebut sesuai dengan Work Program and Budget (WP&B) yang dilaporkan SAKA kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) awal tahun ini.

Menurut Tumbur, pengeboran kedua sumur tersebut menjadi bagian dari upaya SAKA menjaga ketahanan energi nasional, seperti yang diinginkan oleh Pemerintah Indonesia.

“Kami berharap proses pengeboran berjalan sesuai rencana dan membuahkan hasil, sehingga bisa menambah lifting SAKA ke depan. Seperti kita ketahui, kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) dan gas bumi nasional terus meningkat, semoga tambahan lifting kami bisa membantu Indonesia mengurangi impor BBM dari luar negeri,” kata Tumbur dalam keterangan resmi, Rabu (25/7).

Ia menjelaskan, program eksplorasi sumur baru di Wilayah Kerja Produksi Pangkah dilakukan SAKA dengan memulai pengeboran sumur TKBY-2 pada akhir Juni 2018.

“Kami menajak sumur tersebut pada 30 Juni 2018 untuk melihat keberadaan hidrokarbon pada prospek tersebut. Lokasi sumur TKBY-2 berjarak sekitar 10 km dari fasilitas produksi Well Head Platform-B (WHP-B),” jelasnya.

Titik pengeboran yang tidak jauh dari fasilitas produksi Blok Pangkah menurutnya akan meningkatkan skala keekonomian sumur, sehingga sejalan dengan program perusahaan dalam melakukan optimasi fasilitas produksi yang sudah ada (existing).

“Kami memperkirakan bisa menemukan cadangan migas di lapisan Tuban, Kujung dan Ngimbang. Sebelum memulai pengeboran, kami sudah memberi sosialisasi dan melakukan doa bersama masyarakat nelayan daerah sekitar,” imbuhnya.

Sumur eksplorasi kedua yang akan dibor SAKA adalah West SIS-A#1 yang berada di wilayah Blok South Sesulu. Tumbur menargetkan sumur tersebut bisa mulai ditajak pada pertengahan Agustus 2018.

Untuk melakukan pengeboran kedua sumur tersebut, SAKA menggunakan 2 jack-up rig dalam waktu yang hampir bersamaan. Menurut Tumbur, lesunya kegiatan investasi di sektor hilir migas nasional akibat harga minyak yang masih rendah tidak mengurangi komitmen SAKA untuk terus meningkatkan produksi.

“Harga minyak sudah mulai membaik di kuartal II 2018. Semoga ke depannya akan lebih baik lagi. Sebagai operator 3 blok migas di Indonesia, SAKA menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan eksplorasi migas. Karena hanya dengan terus melakukan eksplorasi, Indonesia bisa menemukan cadangan pengganti (reserve replacement),” pungkas Tumbur.

Sebagai informasi, SAKA telah memiliki 11 hak partisipasi di blok migas dalam negeri dan satu di luar negeri. 8 blok yang sudah berproduksi yaitu Blok Muara Bakau, Bangkanai, Ketapang, Ujung Pangkah, Muriah, Sanga-Sanga, South East Sumatera, dan Blok Fasken yang berada di Amerika Serikat.

Sementara 3 blok lainnya belum menghasilkan minyak atau gas karena masih dalam tahap eksplorasi yakni Blok West Bangkanai, Wokam II, dan South Sesulu. SAKA juga baru saja memenangkan Wilayah Kerja Pekawai dan Wilayah Kerja West Yamdena dari lelang terbuka yang dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (ram)

Wajah Lama Dapat Nomor Jadi

Atas dari kiri: Trimedya Panjaitan (PDIP), Iskan Qolba Lubis (PKS), Rambe Kamaruzaman (Golkar). Bawah dari kiri: Gus Irawan Pasaribu (Gerindra), Harry Lotung Siregar (Hanura), Saleh Daulay (PAN).
Atas dari kiri: Trimedya Panjaitan (PDIP), Iskan Qolba Lubis (PKS), Rambe Kamaruzaman (Golkar).
Bawah dari kiri: Gus Irawan Pasaribu (Gerindra), Harry Lotung Siregar (Hanura), Saleh Daulay (PAN).

SUMUTPOS.CO – Persaingan menuju Senayan melalui Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara II yang terdiri dari 19 kabupaten/kota, juga tak kalah sengit. Wajah-wajah lama alias petahana masih menghiasi daftar bakal calon legislatif (bacaleg) untuk Pileg 2019. Mereka juga mendapatkan nomor jadi alias nomor urut 1. Pun demikian, nama-nama baru juga berseliweran meramaikan kompetisi.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos hingga Kamis (26/7), seperti komposisi bacaleg Partai Golkar yang masih mengandalkan sejumlah ‘pemain lama’. Sebut saja Rambe Kamaruzaman yang mendapat nomor urut satu. Ada pula Lamhot Sinaga, Regina Hutapea, Doli Sinomba Siregar, Ahmad Husein Siregar, Zulfida Rangkuti, Mombang Sihite, Rumbung Pasaribu, Benny Advisor Dairi, dan Aswin Parinduri.

Begitu juga dengan PDIP dikabarkan masih mengusung Trimedya Panjaitan di Dapil II. Namun partai banteng itu turut memasukkan mantan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus.

PKS juga demikian. Nama Iskan Qolba Lubis sebagai petahana masih dipercaya maju kembali dari dapil tersebut. Selain itu, ada nama Nurajizah Tambunan, Khoiruddin Rambe, Harni Atika Sari Siregar, Safaruddin Haji, Emrinawati Hasibuan, Nazra Elida Pohan, Semina Sagita Br Haloho, Rohim Ritonga.  Partai Gerindra juga masih mengandalkan sosok petahana Gus Irawan Pasaribu berada di nomor urut satu.

Sementara Partai Hanura, setelah mengusung Kodrat Shah di Dapil I, mereka turut mendaftarkan Sekjen DPP Hanura Harry Lotung Siregar dan Edison Manurung di Dapil II. Pun dengan PAN yang masih mengandalkan petahana untuk kembali mendulang suara dan kursi menuju Senayan. Seperti Saleh Daulay, dan Nasril Bahar dari Dapil Sumut III selaku petahana.

Sementara PPP dan PKB belum mau memberi gambaran siapa bacaleg yang akan bertarung menuju Senayan. Mereka masih akan menunggu tembusan dari DPP masing-masing, setelah waktu dan tahapan daftar calon sementara (DCS) diumumkan KPU RI.

Berdasar nama-nama yang beredar itu, maka tak salah jika di Dapil Sumut II menjadi ‘ajang’ caleg petahana yang akan bertarung lagi, meski tak sedikit nama baru yang masuk dan yang naik kelas seperti Doli Sinomba Siregar (DPRD Sumut).

Menhub Evaluasi Penentuan Tarif Pesawat

Ilustrasi : sebuah studi menunjukan turbulensi pada penerbangan dapat meningkat akibat perubahan iklim.
Ilustrasi

JAKARTA SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan tengah melakukan evaluasi terkait penentuan tarif batas bawah dan batas atas pesawat. Hal ini merupakan buntut dari munculnya wacana perubahan tarif tiket pesawat.

Selain itu, Kemenhub juga tengah mempertimbangkan untuk memberikan subsidi untuk tiket pesawat. Sejumlah stakeholder, asosiasi, dan pemerintah daerah, nantinya akan ikut dilibatkan dalam pembahasan rencana tersebut.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban kenaikan tarif tiket jika benar terealisasi.

“Pemerintah bisa saja memberikan subsidi, oleh karenanya kita harus kerja sama antara pemerintah, penerbangan, dan masyarakat atau pemda. Bahkan, kita arahkan untuk waktu waktu tertentu, kita melakukan subsidi kepada masyarakat,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (26/7).

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini mengungkapkan, pemberian subsidi itu terjadi lantaran komponen dalam kalkulasi tarif tiket mengalami perubahan. Sehingga, maskapai perlu melakukan penyesuaian agar tidak terjadi kerugian.

“Satu hal yang lazim karena komponen daripada biaya penerbangan naik, khususnya avtur dan Dolar AS, sehingga kami sedang mengevaluasi. Namun demikian, kita harus berhati-hati untuk menetapkan tarif batas bawah,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan akan melakukan langkah terbaik dalam penentuan tarif ini. Jika tidak, baik masyarakat maupun industri penerbangan akan sama-sama merasa dirugikan.

“Sehingga jangan menjadi bumerang bagi industri itu sendiri. Katakan dia menaikkan satu harga tertentu yang masyarakat tidak mampu, itu malah jadi bumerang. Jadi kita memang mesti hati-hati menetapkan,” katanya.

Dalam proses evaluasi ini, lanjut Budi, Kemenhub telah berdiskusi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan maskapai. Sebab yang menjadi masalah saat ini yaitu ada permintaan untuk membuka rute ke daerah tertentu namun okupansinya masih minim.

Calhaj Mulai Diberangkatkan ke Makkah

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REPARASI_Pekerja memperbaiki tas calon jemaah haji di Asrama Haji Medan, Kamis (26/7). Perbaikan tersebut dipatok harga Rp 30.000 /tas tergantung kerusakan dan berapa banyak yang diperbaiki.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REPARASI_Pekerja memperbaiki tas calon jemaah haji di Asrama Haji Medan, Kamis (26/7). Perbaikan tersebut dipatok harga Rp 30.000 /tas tergantung kerusakan dan berapa banyak yang diperbaiki.

MADINAH, SUMUTPOS.CO – Rombongan calon jamaah haji (CJH) akhirnya diberangkatkan secara bertahap ke Makkah, Kamis pagi (26/7). Hari pertama pemberangkatan diwarnai oleh jamaah yang terlambat.

Sesuai jadwal, ada 18 kloter yang kemarin bergerak ke Makkah. Mereka diangkut menggunakan 168 bus. Bus-bus tersebut seharusnya berangkat mulai pukul 06.00. Kenyataannya, bus pertama baru berangkat pada pukul 06.30.

Salah satu penyebabnya adalah beberapa jamaah yang terlambat masuk bus. “Pagi ini kita berangkatkan dulu tiga kloter, yakni PDG 01, SOC 01, dan SUB 02,” terang Kabid Transportasi PPIH Arab Saudi Subhan Cholid di Madinah, kemarin.

Subhan mengakui, masalah yang muncul saat pemberangkatan gelombang pertama adalah keterlambatan CJH. Beberapa CJH terlambat kembali ke hotel setelah salat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi. Padahal, persiapan dari sisi transportasi sudah matang.

Bus-bus telah siap tiga jam sebelum keberangkatan. Untuk tahap awal, sebanyak 28 bus disiapkan untuk mengangkut rombongan CJH ke Mekkah. Gelombang pemberangkatan kemarin berlangsung hingga pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sementara itu, Ketua Rombongan Kloter SUB 02 Dewi Hastuti mengatakan, sebenarnya jamaahnya telah mempersiapkan keberangkatan sejak pukul 02.00. “Sudah sejak dini hari disiapkan,” kata Dewi.

Namun, tidak semua bisa kembali tepat waktu ke hotel setelah salat subuh. Ada juga beberapa jamaah yang terlambat karena antre di lift hotel. Terutama para CJH berusia lanjut. “Harusnya ada petugas yang berjaga di lift agar jamaah tidak kacau antreannya,” kata seorang CJH.

Rombongan CJH akan menempuh perjalanan sekitar lima jam dari Madinah ke Mekkah. Namun, mereka akan mampir dulu ke ke Masjid Bir Ali sebagai lokasi miqat untuk niat umrah.

Menurut Kepala Sektor Bir Ali, Syahbuddin, timnya sudah siap menyambut kedatangan rombongan CJH. Jajarannya sudah dibagi menjadi beberapa tim kecil. “Ada pembagian tugas. Ada bagian penerimaan, ada yang menunjukkan lokasi wudhu dan salat, serta bagian pencatatan keberangkatan menuju Makkah bertugas di bagian belakang,” kata Syahbuddin di Bir Ali, Madinah (26/7).

Dia menjelaskan, pengaturan bus-bus CJH diatur oleh naqabah (asosiasi transportasi haji di Arab Saudi) yang ada di Bir Ali. “Kita ikuti aturan mereka,” ujar dia.

Sesuai pengalamannya menjadi petugas haji, penempatan bus di area Bir Ali memakan waktu tak sampai 25 menit. “Setiap rombongan biasanya diberi waktu 20 hingga 25 menit,” terangnya. Ketua Regu Kloter JKG 01, Harianta, mengatakan, waktu itu bisa molor karena banyaknya jemaah haji lansia. “Ya harus sabar, mau gimana lagi,” ujar Harianta.

10 Tahun Menabung dari Hasil Babat Rumput

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Warsinah, calhaj kloter 5 Labuhan Batu, berangkat haji berkat menabung.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Warsinah, calhaj kloter 5 Labuhan Batu, berangkat haji berkat menabung.

SUMUTPOS.CO – Sepanjang ada niat, kerja keras, dan doa, keinginan untuk menunaikan ibadah haji bukan sesuatu yang sulit digapai. Seperti Warsinah (80), calon haji dari Labuhanbatu, akhirnya bisa berangkat haji, berkat kegigihannya menabung selama 10 tahun.

Di usianya yang menginjak senja dan tangannya tak kuat lagi untuk melakukan aktivitas pekerjaan, niat Warsinah untuk bisa menunaikan rukun Islam yang kelima tak surut. Kini ia berangkat ke Tanah Suci tergabung dalam Kloter 5 bersama jamaah calhaj dari Labuhanbatu.

Kepada Sumut Pos, ibu dari tujuh orang anak ini menuturkan, di usia tuanya dia masih mampu untuk menafkahi dirinya sendiri dengan bekerja sebagai tukang babat rumput di kebun milik orang di Ajamu, Rantauprapat. Dari hasil upah yang dia terima, sedikit demi sedikit uangnya ditabung untuk berangkat haji.

“Nenek cuma tukang babat rumput. Upah yang nenek terima cuma Rp500 ribu sebulan, jadi nenek sisihkan Rp200 ribu tiap bulan,” ungkap Warsinah, yang ditemui di Asrama Haji Embarkasi Medan, Kamis (26/7).

Niat yang kuat itulah yang kemudian mendorongnya mendaftarkan diri pada tahun 2011. Kata Warsinah, rupiah demi rupiah yang dia kumpulkan selama 10 tahun itu, sudah cukup untuk memberangkatkannya berhaji. Walau kadangkala katanya, anaknya turut juga membantu. “Namanya sudah niat. Kadang anak nenek mau juga bantu-bantu. Termasuk mendaftarkan haji semuanya anak nenek yang ngurus,” katanya.

Warsinah mengaku, dalam berangkat haji ini dirinya hanya seorang diri tanpa ditemani keluarganya. Namun katanya, dirinya sedikit terhibur lantaran tetangganya juga turut berangkat haji. “Ini jiran nenek juga ikut haji. Apalagi kan ada petugasnya juga, jadi kalau kenapa-kenapa tinggal bilang,” katanya.

Kesempatan inipun tidak akan disia-siakannya. Bahkan, di usia senjanya ini, Warsinah telah siap menanggung segala resikonya. “Saya sudah siap apapun yang terjadi di sana,” ucapnya mantap, tanpa rasa takut dari wajahnya.

Dia hanya berharap sebagai umat Muslim, hanya menjalankan kewajibannya untuk menunaikan haji. Dengan begitu katanya, telah sempurnalah ibadahnya. “Semoga menjadi haji yang mabrur nanti,” harapnya.

Warsinah sendiri mengaku tidak terlalu mempersoalkan kondisi kesehatannya. Katanya, petugas kesehatan telah memberikan obat untuk dikonsumsinya selama di Tanah Suci. “Cuma batuk saja, tapi nggak apa-apa kok, sudah diberi obat sama petugas kesehatan tadi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kloter 5 Labuhanbatu, akan berangkat pada Jumat (27/7) pukul 00.00 WIB, melalui Bandara Kualanamu. (man)

 

50 Hektar Hutan Terbakar di Balige

Sekitar 50 hektar kawasan hutan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.
Sekitar 50 hektar kawasan hutan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

BALIGE, SUMUTPOS.CO – Sekitar 50 hektar kawasan hutan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Demikian konfirmasi dari pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Wilayah Balige.

“Untuk penyebab sedang diselidiki pihak kepolisian. Kita masih menunggu,” kata Kepala (KPH) IV Wilayah Balige Leonardo Sitorus, Kamis (26/7).

Leonardo menjelaskan, kebakaran mereka ketahui Rabu (26/7) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memadamkan api. Hingga saat ini menurutnya upaya pemadaman masih terus dilakukan. “Kita dibantu juga dengan masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman,” katanya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kementrian untuk menurunkan waterboom. Alat dari kementrian itu baru diberangkatkan kemarin ke Balige. “Tapi kemungkinan besar, prediksi waterboomnya besok (hari ini, Red). Karena masih berada di Riau,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan menyatakan, tiga titik panas terpantau di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Titik api yang tersebar di beberapa daerah di Sumut itu, terdeteksi dari satelit BMKG. “Tiga titik panas itu ada di Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Tapanuli Selatan,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Nora Valencia Sinaga, Kamis (26/7).

Sekitar 50 hektar kawasan hutan hangus dalam kebakaran yang terjadi di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Nora menjelaskan, di Humbang Hasundutan, titik panas terpantau berada di Kecamatan Sijamapolang sebesar 74 persen. Sedangkan di Tapanuli Selatan dan di kawasan Batang Toru, titik panas terpantau sebesar 79 persen.

Di Toba Samosir sendiri, titik panas berada di Kecamatan Siantar Narumonda sebesar 30 persen. “Untuk di Toba Samosir sudah menyusut. Kemarin masih di atas 50 persen,” ujarnya. .

Sementara itu BBMKG juga memperkirakan akan terjadi hujan di kawasan Toba Samosir. “Semoga itu bisa mengurangi titik api disana,” harapnya. (rgu/rmol/pra/jpc)

Dijamini Rp3 Miliar, Kejatisu ’Lepas’ Mujianto

Tersangka penipuan dan penggelapan senilai Rp3 miliar saat menjalani pemeriksaan di Kejatisu, Kamis (26/7).
Tersangka penipuan dan penggelapan senilai Rp3 miliar saat menjalani pemeriksaan di Kejatisu, Kamis (26/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tersangka penipuan dan penggelapan senilai Rp3 miliar, Mujianto alias Anam kembali menghirup udara bebas. Pasalnya, permohonan penangguhan penahanan pengusaha property yang sempat menjadi buronan Polda Sumut itu, dikabulkan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dengan jaminan uang senilai Rp3 miliar.

Pantauan Sumut Pos di kantor Kejatisu, Mujianto diantar penyidik Polda Sumut sekira pukul 11.27 WIB. Namun, setelah diterima dan diperiksa intensif, Kejatisu menangguhkan penahanan Mujianto dengan jaminan uang Rp3 miliar. Sekira pukul 16.35 WIB, Miujianto keluar dari gedung Kejatisu lalu pergi menumpangi mobil Toyota Alphard yang telah menunggunya.

“Kami berkesimpulan dan sesuai dengan pendapat  pimpinan, kita tidak melakukan penahanan terhadap kedua tersangka (Mujianto dan stafnya Rosihan Anwar, Red) dengan alasannya, tersangka Mujianto memberikan jaminan uang sebesar Rp3 miliar,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Sumanggar Siagian.

Selain jaminan uang, Kejatisu juga menahan paspor Mujianto. Begitu juga dengan catatan rekam medis di Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura, tersangka Mujianto mengalami sakit infeksi empedu. Untuk tersangka Rosihan Anwar, kata Sumanggar, ditangguhkan dengan penjamin keluarga dan wajib lapor sekali seminggu. “Berkas kedua tersangka masih menunggu proses dari tim penyidik agar berkas kedua tersangka secepatnya bisa dilimpahkan ke pengadilan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kejatisu menerbitkan dan mengrimkan P21 kasus dugaan penipuan senilai Rp3 miliar dengan tersangka Mujianto dan Rosian Anwar ke Penyidik Polda Sumut, Senin (7/5). Berdasarkan penelitian, berkas perkara itu dinyatakan memenuhi unsur formil dan materil sehingga layak disidangkan. Dalam kasus itu, pasal yang dijeratkan pada tersangka, adalah Pasal 378 subsidair Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Beri Jaminan Rp 3 Miliar, Mujianto Dilepas Kejatisu

Buronan Polda Sumut Mujianto (tengah) saat tiba di Mapolda Sumut, Selasa (24/7).
Buronan Polda Sumut Mujianto (tengah) saat tiba di Mapolda Sumut, Selasa (24/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tersangka kasus penipuan dan penggelapan Mujianto akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Penyerahan Mujianto ke Kejati Sumut dilakukan Polda Sumut pada Kamis (26/7).

Namun, setelah menerima penyerahan dari Polda Sumut, pihak Kejati Sumut malah melepaskan Mujianto. Pihak Kejati Sumut melepas Mujianto karena yang bersangkutan menitipkan uang sebesar Rp 3 miliar sebagai jaminannya.

“Kami berkesimpulan setelah melakukan pemeriksaan, diteliti jaksa peneliti dan sesuai dengan pendapat pimpinan kita, bahwa kita jaksa penuntut umum (JPU) tidak melakukan penahanan terhadap tersangka,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Kamis petang.

Penitipan uang itu menjadi alasan Mujianto tidak ditahan. Selain itu, Mujianto juga dianggap dalam keadaan sakit. Sehingga jadi pertimbangan untuk menahan pengusaha tersebut.

“Kita menerima surat dari RS Mount Elizabeth Singapura yang menyatakan yang bersangkutan mengalami sakit infeksi empedu,” sebut Sumanggar.

Selain Mujianto, Rosihan, tersangka lain kasus itu juga tidak ditahan. Rosihan yang merupakan staf Mujianto juga hanya dikenakan wajib lapor. Pihak keluarga yang menjamin Rosihan supaya tidak melarikan diri.

Sumanggar juga menyatakan, mereka tidak khawatir Mujianto akan melarikan diri karena sudah memberikan uang jaminan. Pihak keluarga Mujianto juga sudah menjaminnya.

Kini, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga sedang melengkapi berkas kasus itu. Setelah lengkap langsung akan dilimpahkan ke pengadilan.

Pelimpahan tahap 2 (P22) ke kejaksaan dilakukan tiga hari setelah Mujianto diringkus saat dia akan melarikan diri ke Singapura lewat Bandara Soekarno Hatta.

Diberitakan sebelumnya, Mujianto resmi menyandang status tersangka setelah dilaporkan A Lubis dalam kasus dugaan penipuan, tertanggal 28 April 2017. Kerugian materil yang dialami A Lubis mencapai Rp 3 miliar.

Waktu itu Mujianto sempat ditahan pada Januari lalu. Selang beberapa hari penahanannya ditangguhkan, Mujianto melarikan diri. Mujianto akhirnya masuk DPO polisi.

Selama pelariannya, Mujianto sempat berpindah-pindah di tiga negara. Mulai dari Thailand, Malaysia dan Singapura.

Dia pun akhirnya ditttangkap di Indonesia. Alasan dia kembali ke Indonesia untuk mengurus visa nya yang sudah habis. (pra/JPC)

Tiga Titik Panas Terpantau di Humbahas, Tobasa, dan Tapsel

Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan menunjukkan beberapa titik panas yang ada di Sunatera Utara.
Foto: Prayugo Utomo/JawaPos.com
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan menunjukkan beberapa titik panas yang ada di Sunatera Utara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyatakan, tiga titik panas terpantau di wilayah Sumatera Utara (Sumut). Titik api yang tersebar di beberapa daerah di Sumut itu, terdeteksi dari satelit BMKG.

“Tiga titik panas itu ada di Kabupaten Humbang Hasundutan, Toba Samosir dan Tapanuli Selatan,” kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Nora Valencia Sinaga, Kamis (26/7).

Nora menjelaskan, di Humbang Hasundutan, titik panas terpantau berada di Kecamatan Sijamapolang sebesar 74 persen. Sedangkan di Tapanuli Selatan dan di kawasan Batang Toru, titik panas terpantau sebesar 79 persen.

Di Toba Samosir sendiri, titik panas berada di Kecamatan Siantar Narumonda sebesar 30 persen. “Untuk di Toba Samosir sudah menyusut. Kemarin mmasih diatas 50 persen,” ujarnya. .

Sementara itu BBMKG juga memperkirakan akan terjadi hujan di kawasan Toba Samosir. “Semoga itu bisa mengurangi titik api disana,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan terjadi di kawasan Kabupaten Tobasa. Luas hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 50 hektar.

Pihak terkait sudah melakukan pemadaman. Mereka juga masih menunggu pengerahan waterboom dari Riau. (pra/JPC)