SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
JALAN TOL MEDAN-TEBING TINGGI_Pengendara melintas di jalur pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi, di Deli Serdang, Selasa (13/6).Gubernur Sumut tengku erry melakukan Peninjauan untuk melihat perkembagan proyek jalan tol yang akan digunakan untuk arus mudik Lebaran 2017.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS JALAN TOL MEDAN-TEBING TINGGI_Pengendara melintas di jalur pembangunan jalan tol Medan-Tebing Tinggi, di Deli Serdang, Selasa (13/6).Gubernur Sumut tengku erry melakukan Peninjauan untuk melihat perkembagan proyek jalan tol yang akan digunakan untuk arus mudik Lebaran 2017.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Jasa Marga Kualanamu Tol bakal menerapkan sistem pembayaran transaksi non-tunai mulai 1 Agustus 2018 di seluruh gerbang ruas tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi.
Direktur PT Jasa Marga Kualanamu Tol, Agus Choliq mengatakan penerapan kebijakan ini semestinya diterapkan pada Oktober 2017 lalu.
Untuk itu, ke depannya hal-hal yang biasa terjadi di gerbang tol sudah tidak boleh lagi karena tidak ada petugas yang melayani dengan pembayaran uang tunai.
“Kita sudah kena tegur sebenarnya sama PUPR, karena sudah kelamaan menerapkannya. Sebab, seharusnya transaksi non tunai sudah dari Oktober 2017. Oleh karenanya, kebiasaan masyarakat ini harus diubah,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (26/7/2018).
Dia menyebut meski penerapannya sudah jauh hari namun butuh waktu sosialiasi yang cukup untuk masyarakat mengetahui hal itu.
“Karena memang sudah terlalu lama, sehingga 1 Agustus akan mulai diberlakukan,” ucapnya.
Agus menambahkan, untuk memudahkan penerapan transaksi non tunai ini maka akan menyediakan mesin top up di dalam tol. Selain itu, lengguna kartu e-toll bisa mengisi di luar juga.
“Makanya, sebelum masuk toll pastikan saldo e-toll cukup untuk transaksi,” imbuhnya. (fir)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Warna dasar pelat nomor kendaraan rencananya akan diganti dari semula hitam menjadi putih. Sebaliknya, warna angka pada pelat nomor yang semula putih, akan diganti hitam.
“Korlantas akan mengubah spek, spek itu spesifikasi teknis daripada pleat nomor itu. Semangatnya adalah kita akan mengoptimalkan upaya-upaya dalam pelayanan dan faktor-faktor keselamatan, ketertiban lalu lintas,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammas Iqbal di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/7/20178).
Iqbal menerangkan pelat nomor akan dimodifikasi sekian rupa sehingga polisi dapat mengetahui kendaraan mana saja yang melanggar aturan lalu lintas. Data pelanggar akan terkoneksi pada Traffic Management Center (TMC) Korlantas Polri.
“Nanti dalam spektek itu, dalam pelat nomor yang nanti akan dirubah. Itu akan terkoneksi kepada Traffic Management Center kita yang berbasis IT. Nanti itu pelat nomornya seperti aplikasi face recognation,” ujar Iqbal.
“Nanti ketika misalnya kena CCTV dan lain-lain, itu akan langsung terdetect kendaraan milik siapa, nomor mesin sampai nomor rangka dan lain-lain. Kita akan mengurangi angka kecelakaan disitu, kemacetan terus juga unsur-unsur tindak pidana,” sambung dia.
Iqbal menuturkan peneguran terhadap pelanggar tata tertib lalu lintas nantinya tak lagi seperti saat ini, kendaraan diberhentikan langsung oleh polisi. Tetapi yang diterapkan adalah e-tilang.
“Misalnya kenapa itu melebihi kecepatan. Kami langsung saja menghubungi si driver dan menyampaikan bahwa anda melebihi kecepatan. Rencananya untuk semua jenis kendaraan. Intinya peningkatan pelayanan dan faktor keselamatan dan tertib lalu lintas,” jelas Iqbal.
Iqbal menjelaskan perubahan warna pelat nomor akan dilakukan secara bertahap. Polri sebagai aparat yang menjaga ketertiban berkendara, juga memerlukan Peraturan Kapolri (Perkap) terkait hal ini.
“Tapi perubahan ini bertahap. Peraturan Kapolrinya harus direvisi, terus juga kita harus melihat nanti jangan sampai menghambat aktivitas masyarakat,” imbuh dia.
Korps Lalu Lintas Polri telah menentukan perubahan warna dasar pada pelat nomor kendaraan pribadi. Pelat nomor yang semula berwarna hitam akan diganti putih.
“Sementara ini yang sudah fix akan ada perubahan adalah kendaraan pribadi yang warna dasar hitam tulisan putih menjadi warna dasar putih tulisan hitam,” kata Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Bayu Pratama kepada detikcom, Kamis hari ini.
Warna putih dipilih sebagai pengganti karena lebih memudahkan polisi dalam mengawasi pelat nomor kendaraan. Selain itu, pemilihan warna putih sudah melalui kajian sejumlah pakar, salah satunya pakar IT. (aud/rvk/dtc)
Foto: Istimewa
Rumah warga mengalami kerusakan usai diterjang gelombang laut.
Foto: Istimewa Rumah warga mengalami kerusakan usai diterjang gelombang laut.
ACEH, SUMUTPOS.CO – Gelombang tinggi terjadi di perairan Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh. Tinggi gelombangnya antara 2,5-4 meter. Fenomena ini mengakibatkan kerusakan. Bahkan ada tembok rumah warga yang hingga jebol diterjang gelombang laut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulang Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek mengatakan, gelombang pasang mulai terjadi mulai pukul 04.00 WIB. Terjangan gelombang tinggi yang mencapai daratan merupakan kali pertama pad bulan ini.
Sedikitnya dua desa di dua kecamatan terdampak gelombang tinggi. “Terjadi gelombang pasang di Desa Lhok Paoh, Kecamatan Sawang, dan Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan,” sebut Teuku seperti dikutip dari JawaPos.com di Banda Aceh, Kamis (26/7).
Gelombang laut tinggi mengakibatkan sejumlah rumah warga alami kerusakan. Jumlah pastinya belum diketahui. Hingga kini, petugas Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan masih melakukan pendataan di lapangan.
“Beberapa rumah di dua kecamatan tersebut mengalami kerusakan karena terhempas gelombang pasang. Korban terdampak masih dalam pendataan dan korban meninggal nihil,” jelasnya.
Foto: Istimewa Gelombang tinggi di perairan kawasan Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh.
BPBD Aceh Selatan terus memantau cuaca dan mengumpulkan informasi terkait dampak bencana. Sejumlah petugas masih disiagakan di beberapa lokasi untuk memonitoring kondisi terkini.
Selain Aceh Selatan, gelombang tinggi juga menerpa dua desa di wilayah Abdya. Yakni, Desa Palak Kerambil dan Desa Ladang, Kecamatan Susoh. Gelombang tinggi mulai terjadi sekira pukul 06.00 WIB.
“Angin bertiup dengan kecepatan tinggi di sekitar perairan pantai Barat Selatan Aceh. Memicu terjadinya gelombang tinggi berkisar antara 2,5- 4 meter,” ujar Teuku.
Kondisi ini berdampak buruk pada pesisir atau bibir pantai di kawasan Desa Palak Kerambil dan Desa Ladang, Kecamatan Susoh. Sejumlah rumah warga yang dijadikan pondok atau kantin di lokasi tersebut rusak dihantam ombak. “Kantin wisata di sekitar pesisir pantai tersapu ombak dan digenangi air laut. Jumlah dalam pendataan,” tambahnya.
BPBD Abdya bersama Muspida dan Muspika sudah melakukan koordinasi dan komunikasi terkait kondisi terkini di lapangan. Petugas juga melakukan tindakan penyelamatan dan evakuasi di lokasi kejadian terdampak.
“Melakukan monitoring langsung di lokasi terdampak. Melakukan peringatan kewaspadaan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi,” tandasnya. (mal/JPC)
ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Foto kolase saat fase terjadinya fenomena gerhana bulan di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (31/1/2018) malam. Fenomena gerhana bulan langka itu terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon dengan puncak gerhana di Sulawesi terjadi pukul 21.29 WITA.
ANTARA FOTO/AKBAR TADO Foto kolase saat fase terjadinya fenomena gerhana bulan di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (31/1/2018) malam. Fenomena gerhana bulan langka itu terjadi bertepatan saat bulan berada dalam konfigurasi supermoon dan blue moon dengan puncak gerhana di Sulawesi terjadi pukul 21.29 WITA.
SUMUTPOS.CO – Dua hari lagi (28/7/2018), kita akan melihat fenomena gerhana bulan total (GBT) atau bulan darah. Seperti kita tahu, Mars akan mendampingi bulan selama puncak blood moon terjadi.
“Di malam itu, Mars sedang mencapai puncaknya purnama atau oposisi Mars dengan cahayanya yang merah terang (berada) di dekat Bulan yang sedang gerhana,” ujar Mutoha Arkanuddin, astronom amatir sekaligus pendiri Jogja Astro Club, seperti dikutip dari Kompas, Kamis (26/7/2018).
Selain Mars yang sangat dekat dengan bulan, tepatnya di selatan bulan, sebenarnya langit malam besok juga dihiasi hujan meteor Piscis Austrinids. Menariknya, ini adalah puncak dari hujan meteor Piscis Austrinids.
Astronom amatir Marufin Sudibyo menjelaskan, hujan meteor Piscis Austrinids tergolong sebagai hujan meteor periodik. “Peristiwa ini terjadi setiap tahun dengan jadwal kemunculan relatif sama dari tahun ke tahun, yakni pada rentang wantu antara 15 Juli sampai 10 Agustus, dan puncaknya pada 28 Juli,” jelasnya.
Hujan meteor Piscis Austrinids merupakan meteor yang berasal dari rasi Piscis Austrinus atau Piscis Australis yang ada di langit selatan. Sehingga, saat hujan meteor Piscis Australis muncul akan lebih mudah disaksikan di belahan Bumi selatan. “Salah satu anggota rasi Piscis Austrinus yang terkenal adalah bintang Formalhaut,” imbuhnya.
Sayang, hanya kecil kemungkinannya kita dapat menikmati fenomena ini. Menurut Marufin, hujan meteor Piscis Austrinids tergolong lemah. “Pada puncaknya, ia hanya menghasilkan maksimum lima meteor per jam. Itu sedikit sekali,” ujar Marufin.
“Ketimbang hujan meteor Piscis Austrinids, ada hujan meteor lain yang kuantitasnya sedikit lebih banyak dan berlangsung di saat bersamaan. Namanya hujan meteor Southern Delta Aquarids (SDA),” papar Marudin.
Hujan meteor SDA berasal dari rasi Aquarius dengan meteoroid-meteoroidnya bersumber dari remah-remah komet periodik 96 P/Machholz.
Hujan meteor SDA adalah hujan meteor periodik yang muncul setiap tanggal 12 Juli sampai 23 Agustus, dan puncaknya di tanggal 30 Juli. Bila hujan meteor Piscis Austrinids di selatan, hujan meteor SDA akan muncul di langit sebelah timur.
“Saat puncak hujan meteor SDA, akan ada 25 meteor yang jatuh setiap jamnya. Meteornya juga lebih terang ketimbang meteor Piscis Austrinids. Jadi saya lebih favoritkan yang SDA,” ujarnya.
Dengan kuantitas hujan meteor Piscis Austrinids yang sangat sedikit, Marufin mengatakan kecil kemungkinan kita dapat melihat fenomena benda langit ini. Hal yang sama pun terjadi saat fenomena hujan meteor SDA. Mungkin, kita dapat melihat hujan meteor itu bila kita berada di pinggiran kota dan cuaca langit benar-benar gelap, tidak ada polusi cahaya yang mengganggu. (kpsc)
Foto: IST for Sumut Pos
Tersangka saat diamankan di Mapolres Nagan Raya.
Foto: IST for Sumut Pos Tersangka saat diamankan di Mapolres Nagan Raya.
ACEH, SUMUTPOS.CO – Seorang ibu rumah tangga berinisial CA (46), warga Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, ditangkap Polisi karena ketahuan berbelanja menggunakan uang palsu.
CA ditangkap Sat Reskrim Polres Nagan Raya pada Selasa (24/7/2018) siang kemarin, usai bertransaksi di salah satu toko pakaian di kawasan Nagan Raya.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Rahmadhan Sebayang, mengatakan pelaku diamankan usai mendapat laporan dari seorang pedagang bernama Masyitah (30), warga Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya.
“Kejadian di toko milik korban yang ada di Jalan Nasional Nagan Raya-Tapaktuan tepatnya di Simpang Meulaboh 2, Gampong Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya. Pelaku kita tangkap di rumahnya,” ujar Kasat Kamis (26/7/2018).
Kasat menjelaskan, penangkapan ini berawal saat pelaku datang ke toko milik korban. Saat itu, CA membeli dua lembar sprei dan selembar daster dengan total belanja senilai Rp 400. CA membayar kepada Masyitah menggunakan pecahan uang Rp 50 ribu.
“Pelaku kemudian langsung pergi meninggalkan toko korban. Setelah melihat uang yang diberikan pelaku, korban baru sadar bahwa itu uang palsu dan melapor ke kita,” kata Bobby.
Menerima laporan Masyitah, polisi kemudian meminta keterangan korban. Diketahui, pelaku berbelanja di toko korban dengan mengendarai satu unit mobil Toyota Avanza bernomor polisi BL 1113 WL yang diduga pergi menuju ke arah Meulaboh.
“Setelah berkoordinasi dengan Polres Aceh Barat, mobil ditemukan di rumah pelaku. Kita bergerak ke lokasi dan awalnya mengamankan dua perempuan di rumah itu. Setelah diamankan ke Mapolres dan dipertemukan dengan korban, diketahui pelaku yakni CA yang tadi berbelanja di toko korban,” jelasnya.
Dari penangkapan ini, polisi mengamankan delapan lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dari pelaku, termasuk uang yang diberikan kepada korban saat berbelanja. Hingga kini, CA masih diamankan di Mapolres Nagan Raya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Yang bersangkutan masih kita tahan. Dari hasil pemeriksaan, diakui tersangka bahwa uang palsu ini diterima dari rekannya yang ada di Lhoksumawe sekitar bulan September tahun lalu,” kata Bobby.
Saat ini, pihaknya masih melakukan upaya pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap sindikat peredaran uang palsu tersebut. “Termasuk kita mencari keberadaan rekan korban itu untuk dilakukan pengembangan,” tambahnya. (zal)
Foto: Istimewa
Kebakaran hebat di Toba Samosir terlihat jelas dari kejauhan.
Foto: Istimewa Kebakaran hebat di Toba Samosir terlihat jelas dari kejauhan.
BALIGE, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hebat melanda kawasan hutan di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Kebakaran sudah terjadi selama dua hari terakhir.
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV Wilayah Balige Leonardo Sitorus mengatakan, kebakaran diketahui sejak Rabu (25/7) pukul 23.30 WIB. Hingga kini (27/7), api belum juga bisa dipadamkan.
“Untuk penyebab sedang diselidiki pihak kepolisian. Kita masih menunggu,” kata Leonardo kepada JawaPos.com, Kamis (26/7).
Dari hitungan mereka, luas lahan yang terbakar mencapai 40-50 hektare. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk mengatasi kebakaran.
Untuk pemadamannya, petugas menurunkan tiga mobil pemadam kebakaran, tiga mobil pemadam dari Dinas Kehutanan, mobil tangki air dari PT Toba Pulp Lestari (TPL), dan pompa racun api. Ada 100 petugas yang diturunkan untuk pemadaman.
“Kita dibantu juga dengan masyarakat sekitar untuk melakukan pemadaman,” katanya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kementerian untuk menurunkan waterboom. Alat dari kementerian itu akan diberangkatkan hari ini.
“Tapi kemungkinan besar, prediksi waterboom-nya besok. Karena masih berada di Riau,” tandasnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Medan mencatat, puncak kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara (Sumut) akan terjadi pada Juli 2018. Di Sumut sendiri, terdeteksi ada 57 titik panas (hotspot). Patut diwaspadai, titik panas itu tidak hanya ada di Sumut, tetapi juga terdapat di provinsi lain. (ce1/pra/JPC)
Polisi berjaga di depan pintu masuk rumah ditemukannya jasad polwan tewas gantung diri. (Istimewa)
Polisi berjaga di depan pintu masuk rumah ditemukannya jasad polwan tewas gantung diri. (Istimewa)
BATAM, SUMUTPOS.CO – Seorang polisi wanita (polwan) ditemukan tewas di rumahnya, Perumahan Cipta Asri, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (25/7) malam. Korban atas nama Brigadir Maria Magdalena Marpaung. Dia mengakhiri hidup dengan gantung diri di tangga rumah.
Informasi dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan suaminya sekitar pukul 22.00 WIB. Temuan tersebut lantas menggegerkan warga sekitar.
Warga setempat, Zahrin Rahmat, 32, mengaku mendengar adanya kejadian itu. Namun ia tidak mengetahui secara kronologi peristiwanya. Karena pada saat itu warga tidak diperbolehkan mendekati lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
“Sudah banyak polisi dari malam. Kami tak bisa dekat. Sampai pagi ini masih ada polisi,” kata Zahrin, Kamis (26/7).
Penyebab Kematian Masih Teka-teki
Jajaran kepolisian setempat masih melakukan pemeriksaan terhadap jasad Brigadir Maria Magdalena Marpaung, polwan yang ditemukan dalam posisi tergantung di rumahnya di Perumahan Cipta Asri Tahap I Blok F Nomor 70, Sagulung, Batam, Kepulaun Riau (Kepri) pada Rabu (25/7) malam.
Saat ini jasad Maria masih dilakukan proses otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau (Kepri) di Kecamatan Nongsa. Hasil otopsi ini akan menjadi petunjuk untuk membantu pihak kepolisian mengungkap sebab kematian korban.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki mengatakan, pihaknya saat ini telah melakukan langkah-langkah terkait guna mencari sebab kematian Maria. Saat disinggung perihal penyebab kematian, pihaknya tidak dapat berspekulasi lantaran masih dalam proses penyelidikan. “Kita masih tunggu hasil otopsi,” kata Hengki, Kamis (26/7).
Sementara itu, pengamanan di lokasi dimana Polwan Maria ditemukan, saat ini diperketat dengan penjagaan oleh pihak kepolisian. Sejak awal ditemukan, hingga saat ini petugas terus bersiaga di pintu masuk kawasan rumah tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Polwan yang diketahui bernama Brigadir Maria Magdalena Marpaung tersebut pertama kali ditemukan suaminya Rabu (25/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Temuan tersebut cukup mengagetkan warga yang berada di sekitar lokasi. (ce1/bbi/JPC)
Foto: Agusman/Sumut Pos
Mujianto dipaparkan Poldasu usai ditangkap di Cengkareng Jakarta.
Foto: Agusman/Sumut Pos Mujianto dipaparkan Poldasu usai ditangkap di Cengkareng Jakarta.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjadi buronan Polda Sumut sejak 7 April 2018, ternyata tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Mujianto alias Anam sempat kabur ke Malaysia, Thailand, dan Singapura. Namun naas, karena visanya habis, ia terpaksa kembali ke Jakarta, hingga akhirnya dia diamankan Imigrasi Bandara Soekarno Hatta saat akan terbang menuju Singapura, Senin (23/7) lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian memaparkan, pada 7 April 2018, Mujianto kabur dari Jakarta ke Medan. Lalu ia ke Banda Aceh untuk berangkat ke Kuala Lumpur, sebelum akhirnya ke Singapura. Selanjutnya pada 19 April 2018 ia diketahui mengunjungi Bangkok dan Chiang Mai di Thailand.
Selanjutnya, pada 14 Juni 2018, Mujianto kembali masuk ke Singapura. Berselang 14 hari kemudian, tepatnya pada 28 Juni 2018, pengusaha property ini kembali ke Jakarta. Akhirnya pada 23 Juli 2018, ia dicekal oleh Imigrasi Bandara Soekarno Hatta saat akan terbang menuju ke Singapura. “Tersangka kembali ke Indonesia karena visa. Namun saat kembali, ia tidak ada ke Medan,” jelasnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mengingat kasus yang menjerat Mujianto sudah P21, Andi Rian menyebutkan, Mujianto dan barang bukti akan diserahkan ke Kejati Sumut pada hari ini, Kamis (26/7) pukul 09.00 WIB. Atas perbuatannya, sebut Andi Rian, Mujianto diancam dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara.
“Tersangka kabur karena merasa tidak bertanggungjawab dan tidak merasa bersalah. Selain itu, ia meninggalkan Indonesia karena inisiatifnya sendiri,” ungkapnya.
Sementara, saat wartawan menanyakan alasan Mujianto memilih kabur keluar negeri, sontak Mujianto nyeletuk dengan menyebutkan kalau dirinya diperlakukan tidak adil. “Karena tidak adil,” celetuk Mujianto dari belakang Andi Rian.
Mendengar ucapan Mujianto, Andi Rian lantas menghardiknya dan memintanya untuk diam. “Saya tidak suruh Anda menjawab. Diam saja, karna Anda tersangka di sini,” ucap Andi sambil menunjuk-nunjuk Mujianto, yang tepat dibelakang Andi Rian.
Mendapat herdikan itu, Mujianto langsung terdiam. Namun, ia tetap melempar pandangan ke wartawan di depannya sambil menebar senyuman. Kedua tangannya terlihat memegang air mineral kecil sambil memutar-mutar botol air mineral tersebut.
Dalam paparan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu, sejak awal sampai habis paparan yang Cuma berjalan sekitar 10 menit itu, Mujianto yang juga ketua Budha Tsu Chi ini terus tersenyum dan melirik satu persatu wartawan yang mengikuti temu pers.
Diketahui, dugaan penipuan yang dilakukan Mujianto berawal dari ajakan kerjasama melalui stafnya yang diketahui bernama Rosihan Anwar untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Ha atau setara 28.905 M3 di atas tanah lahan di Kampung Salam, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan sekitar Juli 2014 lalu.
Mujianto yang tersandung kasus dugaan penipuan berdasarkan laporan pengaduan Armen Lubis (60) sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material sebesar Rp3,5 milliar mengenakan baju tahanan warna merah. (man)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MANASIK HAJI_Calon jamaah haji mengikuti bimbingan pada kegiatan manasik (thawaf) di Asrama Haji Medan, Kamis (12/7). Bimbingan diberikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman bagi jemaah calon haji.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MANASIK HAJI_Calon jamaah haji mengikuti bimbingan pada kegiatan manasik (thawaf) di Asrama Haji Medan, Kamis (12/7). Bimbingan diberikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman bagi jemaah calon haji.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 388 jamaah Calhaj asal Kabupaten Deliserdang dilepas Sekdakab Darwin Zein menuju Asrama Haji di Medan, dari depan Balairung Pemkab Deliserdang di Lubukpakam, Selasa (24/7). Sekdakab Darwin Zein sendiri bertindak mewakili Bupati Deliserdang Ashari Tambunan.
Darwin membacakan pidato tertulis Ashari yang berharap seluruh jamaah Calhaj Deliserdang yang tergabung di Kloter IV Embarkasi Bandara KNIA Deliserdang menjaga nama baik Kabupaten Deliserdang. Dan juga menjaga kesehatan, kekompakan serta saling bantu membantu dalam setiap kegiatan khususnya dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Doakan masyarakat dan pemerintahan Kabupaten Deliserdang semoga aman, tertib dan kondusif dalam lindungan Allah Swt,” sebut Darwin seraya mengucapkan selamat jalan semoga para jamaah calhaj asal Kabupaten Deliserdang tetap dalam lindungan Allah dan lancar dalam pelaksanaan ibadah rukun dan wajib haji hingga memperoleh predikat haji “Mabrur”.
Sementara Ketua Pelaksana Penglepasan Jamaah Calhaj Deliserdang Syawal Harahap menjelaskan jamaah Calhaj tergabung dalam Kloter IV Embarkasi KNIA Deliserdang berjumlah 388 orang terdiri dari 153 laki-laki dan 235 perempuan. Masuk asrama haji Medan, Selasa (24/7) dan berangkat menuju tanah suci (Madinah), Rabu (25/7) pukul 22.40 Wib.
Pemberangkatan jamaah Calhaj menuju Asrama Haji Medan diiringi dengan pembacaan Talbiyah serta azan disaksikan ratusan keluarga jamaah.
Turut hadir pada acara pemberangkatan itu, Ketua Dharmawanita Persatuan Ny Herawati Darwin Zein, Asisten III H Jentralin Purba,Ketua Pengadilan Agama Deli Serdang Drs. H. Amir Hamzah SH, Unsur Forkopinda, Pengurus MUI, Ormas Islam dan masyarakat. (btr)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar duka datang dari Madinah. Seorang calon haji (Calhaj) kelompok terbang (kloter) 2 jamaah dari Kabupaten Asahan, Katio Abdul Majid Simanjuntak bin Abdul Majid (59) meninggal dunia.
“Innalillahi wainna illaihi rojiun. Telah berpulang salah satu jamaah Indonesia asal Kloter 2 Asahan. Beliau bernama Katio Abdul Majid Simanjuntak. Meninggalnya sekitar pukul 10.15 waktu Arab Saudi,” ujar Staf Humas Kanwil Kemenag Sumut, Imam Mukhair, Rabu (25/7) malam.
Imam Mukhair menjelaskan, saat ini Alm Katio Abdul Majid Simanjuntak warga Dusun II Alang Bonbon, Kecamatan Aek Kuasan, Asahan telah disemayamkan di RS Al Anshor Madinah. “Jenazah beliau masih disemayamkan di RS Al Anshor Madinah. Penyakitnya belum tahu, soal dikebumikan nanti Kemenag pusat yang koordinasi seperti apa,” ujarnya.
Dia menerangkan, pihak keluarga Katio Abdul Majid Simanjuntak telah diberitahu Kemenag Kabupaten Asahan terkait meninggalnya calon jemaah haji. Kloter 2 yang merupakan rombongan asal Asahan sebelumnya telah tiba pada minggu (23/7) sore, di UPT Asrama Haji Embarkasi Medan. Imam menjelaskan, setiap kloter jamaah telah dibekali obat obatan dan pengawalan dari petugas haji
“Setiap kloter itu dikawal 5 petugas haji dari sini, kemudian disana nanti sudah ada petugas lainnya dan Rumah Sakit kita di beberapa kota juga ada ya,” katanya.
Hingga kini 3 Kloter yang berasal dari Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, Kabupaten Mandailing Natal telah tiba di Madinah sementara Kloter 4 asal Deli Serdang sedang dalam perjalanan menuju Madinah.
Sementara sesuai ketentuan, Kemenag akan membadalhajikan CJH yang wafat di Tanah Suci maupun di asrama haji. Kemenag juga siap membadalhajikan CJH yang sudah sampai Makkah tapi tak sanggup melakukan wukuf di Arafah karena faktor kesehatan. Pihak keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi karena proses badal haji ditanggung pemerintah.
Sebagai bukti, pemerintah akan menyerahkan sertifikat badal haji kepada keluarga CJH. “Kami (Kemenag, Red) yang akan mengurus badal hajinya,” terang Kepala Seksi Media Center Haji Daerah Kerja Madinah, Irfan Sembiring. (man)