Home Blog Page 6146

Pemko Dinilai Ulur Waktu Terkait Revitalisasi Pasar Timah

Foto: M IDRIS/SUMUT POS Komisi III DPRD Medan menggelar RDP membahas persoalan Pasar Timah yang hingga kini belum dilakukan revitalisasi, Selasa (23/7).
Foto: M IDRIS/SUMUT POS
Komisi III DPRD Medan menggelar RDP membahas persoalan Pasar Timah yang hingga kini belum dilakukan revitalisasi, Selasa (23/7).

Proyek revitalisasi Pasar Timah hingga kini belum juga direalisasi oleh Pemko Medan. Pengembang Pasar Timah kecewa dengan ketidaktegasan Pemko Medan yang hingga kini belum mampu mengosongkan pedagang di pasar tersebut sehingga Pemko dinilai mengulur waktu.

“Saya bingung kenapa sampai sekarang belum juga dikosongkan. Padahal, sejak tahun 2013 izin prinsipnya sudah keluar tetapi kenapa hingga kini belum juga bisa dilakukan revitalisasi,” ujar Pengembang Pasar Timah, Sumandi Widjaya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Medan, Selasa (24/7).

Menurut Sumandi, Pemko Medan terkesan mengulur waktu dengan dalih masih adanya sengketa dan proses hukum sehingga belum melakukan pengosongan lahan. Padahal, proses gugatan baik itu di PTUN maupun Kasasi hingga Mahkamah Agung (MA) tetap menolak gugatan dari para pedagang yang tak mau pasar tersebut direvitalisasi.

“Sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi Pemko Medan untuk tidak mengosongkan pedagang di sana (Pasar Timah). Sebab, sudah lima kali dilakukan gugatan tetap saja ditolak dan itu sudah inkracht (keputusan berketetapan hukum). Jadi mau nunggu berapa lama lagi,” ketusnya.

Diutarakan Sumandi, terkait pengosongan pedagang di kawasan Pasar Timah, pihaknya sudah berulangkali menyurati Pemko Medan  dalam hal ini Satpol PP untuk segera melakukannya. Selain itu, juga telah menyurati pihak kepolisian.”Sekali lagi saya tekankan sampai kapan lagi kami menunggu pengosongan pedagang di sana? Harusnya Pemko Medan tegas,” ketusnya.

Dipaparkannya, pembangunan pasar tersebut didesain tiga lantai. Lantai dasar diperuntukkan pedagang lama yang disediakan 200 kios. Untuk lantai dua akan dikelola pengembang dan lantai tiga bakal diperuntukkan bagi usaha kecil menengah (UKM) secara gratis.

Ashari-Yusuf Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Foto: Batara/Sumut Pos Pasangan Ashari Tambunan-Drs H MA Yusuf Siregar MAP terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Deliserdang.
Foto: Batara/Sumut Pos
Pasangan Ashari Tambunan-Drs H MA Yusuf Siregar MAP terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Deliserdang.

SUMUTPOS.CO – Kemarin KPU Deliserdang juga menggelar rapat pleno terbuka penetapan pemenang Pilkada Deliserdang di  Aula Wings Hotel  Kualanamu  Batang Kuis, Selasa (24/7). Dalam rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Deliserdang Timo Dahlia Daulay didampingi Komisioner KPU dan Sekretaris KPU itu, pasangan Ashari Tambunan dan Drs HM Ali Yusuf Siregar MAP diputuskan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Dalam Pilkada Deliserdang yang digelar pada 27 Juni 2018 lalu, pasangan Ashari Tambunan-Drs H MA Yusuf Siregar MAP yang menjadi calon tunggal meraih 538.238 suara atau 82,25 persen. Sedangkan yang memilih kotak kosong sebanyak 116.193 atau 17,75 persen dari total suara sah. Sedangkan  tingkat partisipasi masyarakat  cukup tinggi, mencapai  61,77 persen.

Bupati Deliserdang terpilih Ashari Tambunan didampinggi Wakil Bupati terpilh Drs H M Ali Yusuf Siregar  MAP berharap agar kebersamaan serta perjuangan yang terjalin selama ini dapat berkesinambungan. “Tak berhenti sampai pada pilkada ini saja, sehingga visi misi pembangunan Deliserdang lima tahun ke depan, Deliserdang bias lebih maju dan sejahtera, religius, rukun  dalam kebhinekaan,” tandasnya.(prn/btr)

 

 

Sah, Edy-Ijeck Pemenang Pilgubsu

Sutan Siregar/Sumut Pos_ Rapat Pleno Penetapan Pemilihan Pilgubsu di Hotel Grand Mercure jalan Perintis Kemerdekaan Medan, selasa (24/7)
Sutan Siregar/Sumut Pos_
Rapat Pleno Penetapan Pemilihan Pilgubsu di Hotel Grand Mercure jalan Perintis Kemerdekaan Medan, selasa (24/7)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut akhirnya menetapkan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) sebagai pasangan calon pemenang Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) periode 2018-2023. Keputusan tersebut diambil KPU Sumut dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (24/7) malam.

Keputusan penetapan calon  Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut ini dibacakan Komisioner KPU Sumut Banget Silitonga, yang menyebut pasangan nomor urut satu Eramas memperoleh suara 3.191.137 suara atau 57,58 persen dari total suara sah yang diusung Partai Golkar, PKS, Partai Hanura, Partai Gerindra, PAN, dan Partai NasDem.

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesi Pilgubsu 2018. “Dalam Pilgubsu 2018, masyarakat Sumut semakin cerdas sehingga minat pemilih hampir 60 persen. Selanjutnya keputusan rapat pleno ini akan kami serahkan ke Ketua DPRD Sumut untuk diproses lebih lanjut guna dilakukan pelantikan,” katanya.

Namun mengenai waktu pelantikan, Mulia menyebut, itu otoritas Mendagri. Sebagai penyelenggara, pihaknya hanya bertugas melaksanakan pemilihan semaksimal mungkin. “Rapat pleno terbuka ini kami gelar setelah berkoordinasi dengan MK atas tidak adanya sengketa pemilihan,” katanya.

Penetapan paslon pemenang Pilgubsu hanya dihadiri Wakil Gubernur Sumut terpilih, Musa Rajekshah (Ijeck). Tidak diketahui apa alasan Edy Rahmayadi tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain itu tampak hadir unsur pimpinan parpol koalisi Eramas, seperti Plt Ketua Partai Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia Tanjung, Ketua Partai Hanura Sumut Kodrat Shah, Sekretaris Partai Gerindra Robert Lumbantobing,  Sekretaris PKS Sumut Abdul Rahim Siregar, dan Plt Ketua Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain. Tampak juga hadir Ketua Tim Pemenangan Paslon Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), Djumiran Abdi, unsur tim relawan dan pendukung Eramas.

Ijeck dalam kesempatan itu mengatakan, sejumlah hal yang merupakan kebutuhan masyarakat Sumut akan menjadi prioritas pertama mereka setelah nantinya dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur. “Apa-apa yang terbaik bagi masyarakat Sumatera Utara akan kami lakukan. Untuk saat ini pendidikan, infrastruktur, lapangan kerja akan jadi prioritas kami,” katanya.

Ijeck juga tak luput mengucapkan syukur kepada Allah SWT. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para partai pendukung serta masyarakat Sumut yang telah menggunakan hak pilihnya serta mempercayakan pilihan kepada Eramas. “Semoga dengan kepemimpinan lima tahun ke depan kami bisa menjawab semua harapan masyarakat Sumut,” katanya seraya menambahkan dalam waktu dekat akan fokus menyusun rencana kerja sesuai visi misi semasa kampanye. Informasi yang diperoleh Sumut Pos, adapun pelantikan Gubsu dan Wagubsu terpilih akan dilaksanakan pada 27 September 2018.(prn/btr)

 

 

Mujianto Gagal ke Singapura

Buronan Polda Sumut Mujianto (tengah) saat tiba di Mapolda Sumut, Selasa (24/7).
Buronan Polda Sumut Mujianto (tengah) saat tiba di Mapolda Sumut, Selasa (24/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga bulan menjadi buronan Polda Sumut dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Mujianto alias Anam akhirnya diamankan pihak Imigrasi dan Polres Cengkareng, Senin (23/7) malam sekira pukul 19.00 WIB. Mujianto ditangkap saat hendak berangkat ke Singapura melalui Bandara Soekarno Hatta.

Informasi menyebutkan, setelah ditangkap, Mujianto langsung diterbangkan ke Medan untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sumut. Hal ini dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian yang dikonfirmasi, Selasa (24/7) siang. “Iya benar. Tapi detailnya besok (hari ini, Red) ya,” ujarnya kepada wartawan.

Saat dikonfirmasi itu, menurut Andi, Mujianto tengah dalam perjalanan penjemputan dari Cengkareng menuju Medan. “Yang bersangkutan masih dalam perjalanan penjemputan oleh Tim Subdit 2 Ditreskrimum,” jelasnya.

Sekira pukul 15.30 WIB, Mujianto akhirnya tiba di gedung Ditreskrimum Polda Sumut. Mujianto turun dari mobil Avanza warna cokelat, dikawal seorang petugas berpakaian putih  dengan celana hitam. Sementara, Mujianto yang mengenakan jas hitam dengan dalaman merah dan celana hitam, tampak menenteng sebuah tas berwarna hijau menuju lantai 2, ruang Subdit II/Harda-Tahbang.

Usai dari ruang penyidik, Mujianto keluar dengan dikawal dua orang penyidik menuju ruang Kamneg. Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut Mujianto. Dia hanya berjalan melewati hadangan wartawan yang telah menunggunya.

Diketahui, Mujianto resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sebagai buronan Polda Sumut sejak April 2018 lalu. Hal ini karena Mujianto dinilai tidak kooperatif dan dikabarkan tengah berada di luar negeri.

Pertimbangan Polisi menetapkan Mujianto sebagai DPO antara lain, pengusaha properti itu sudah dua kali dipanggil penyidik untuk melengkapi berkas perkaranya dan selalu mangkir dari panggilan. Bahkan Polisi juga sudah mengeluarkan surat membawa paksa terhadap tersangka. Namun Mujianto melarikan diri.

Pangonal Mohon Maaf

Pangonal Harahap, Bupati Labuhanbatu.
Pangonal Harahap

SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap memohon maaf kepada masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pangonal mengaku khilaf atas perbuatannya, yang membuat dirinya jadi tersangka dugaan suap proyek.

Untuk pertama kalinya, Pangonal diperiksa penyidik KPK sebagai tersangka, usai ditangkap karena menerima suap dari pengusaha untuk proyek di Labuhanbatu. Dia mengaku khilaf telah menerima suap tersebut. “Saya memohon maaf kepada keluarga dan masyarakat Labuhanbatu dan kepada ibu ketua umum PDI Perjuangan dan Pak Trimedya Panjaitan. Ini merupakan suatu kekhilafan saya. Mudah-mudahan ini menjadi perubahan ke depan bagi kita,” kata Pangonal usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

Pangonal berharap, para kepala daerah lain berhati-hati. Menurutnya, jika berbuat salah maka pasti mendapat hukuman. “Saya berharap kepada rekan-rekan seluruh kepala daerah, artinya untuk betul-betul hati-hati dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya. Karena kalau kita salah pasti mendapat hukuman,” ujarnya.

Pangonal sendiri tak menjawab secara lugas apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasusnya. Dia juga masih enggan menjelaskan, apakah berniat menjadi justice collabolator atau tidak. “Nanti kita bahas lah setelah pemeriksaan selanjutnya,” ucapnya.

Menyikapi Umar Ritonga yang merupakan orang kepercayaannya hingga kini masih buron, Pangonal memintanya segera menyerahkan diri ke KPK. Menurutnya, melarikan diri bukan langkah yang tepat.

“Umar Ritonga, sebagai tersangka di dalam kasus saya ini, kiranya untuk menyerahkan diri ke KPK, karena melarikan diri bukan langkah yang tepat. KPK bukanlah institusi yang harus ditakuti, tapi harus dihargai karena menjalankan hukum,” kata Pangonal.

Pangonal mengatakan kasus ini merupakan kesalahannya. Dia mengatakan keterlibatan Umar juga atas perintahnya. “Ini semua adalah merupakan kesalahan saya. Bukan kesalahan Saudara Umar karena saya menyuruh dia berbuat tidak baik dan melanggar aturan,” ucapnya.

Pangonal mengaku terakhir bertemu dengan Umar sebelum pergi ke Jakarta, yang berujung dengan penangkapan oleh KPK. Pangonal pun mengaku tak tahu di mana Umar berada saat ini. “Terakhir sebelum kemari. Nggak ada, sampai sekarang saya nggak ada komunikasi sekarang,” ujar Pangonal.

2019, Pelat Nomor Kendaraan Ganti Warna

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mulai 2019, pihak kepolisian akan mengganti warna pelat nomor kendaraan bermotor. Tujuan utamanya, agar mudah terbaca oleh kamera pengintai alias CCTV yang tersebar di masing-masing jalan.

“Warna yang ada sekarang ini (dasar hitam) sulit terbaca, karena ke depan sistem tilang dan lain sebagainya akan menggunakan CCTV atau sesuai dengan penegakan electronic law enforcement,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Royke Lumowa, kemarin.

Royke pernah mengatakan bahwa kemungkinan warna dasar diganti putih seperti di negara-negara lain. Tetapi belum diputuskan mengingat masih butuh banyak persiapan secara teknis maupun non teknis.

Lantas, bagaimana perkembangannya sejauh ini? Menurut Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, Brigjen Halim Pagarra, sudah sampai tahap revisi aturan serta diskusi bersama dengan pemangku kepentingan terkait. Contoh pelat nomor yang akan diidentifikasi untuk menentukan tarif jalan tol dalam sistem multilane free flow.

“Kita juga meminta masukan dari para pemangku kepentingan melalui forum diskusi dan sosialisasi,” ujar Halim, Selasa (24/7) malam.

Sekarang ini warna pelat mobil yang ada di Indonesia terdiri dari beberapa, yaitu hitam untuk mobil pribadi, kuning angkutan umum, dan merah kendaraan dinas milik pemerintah. Ada pun warna dasar putih sudah digunakan kendaraan diplomat. (kps)

Ngogesa Diganti Demi Selamatkan Golkar

Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung.
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung akhirnya angkat bicara terkait pergantian Ngogesa Sitepu sebagai ketua Golkar Sumut. Ia menegaskan, pengambilalihan kepemimpinan Golkar Sumut dari tangan Ngogesa Sitepu merupakan kebijakan yang diambil demi menyelamatkan partai.

“Tujuan (pergantian) ini semata-mata untuk menyelamatkan Golkar,” katanya, kepada wartawan di Medan, Selasa (24/7).

Ia membantah keras bahwa penyegaran pucuk pimpinan partai berlambang beringin di Sumut itu melanggar peraturan organisasi dan terkesan mengada-ada. Semuanya ini terjadi menurut Doli sudah sesuai prosedur dan mekanisme dengan segala pertimbangan matang. “DPP selalu memonitor segala perangkatnya se-Indonesia. Jadi tidak ada yang mengada-ada. Semua sudah dengan pertimbangan matang,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Korbid Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Sumatera ini menjelaskan,  pengambilalihan jabatan dan kewenangan Ngogesa dilakukan karena empat persoalan. Pertama, soal kinerja, konsolidasi internal partai, indikasi kasus amoral hingga adanya potensi masalah hukum dalam kepengurusan. Masa kritis yang paling urgen terakhir ini, menurutnya yakni, terkait kesiapan Golkar Sumut dalam mempersiapkan kader untuk didaftarkan jadi bacaleg.

“Hingga 2 hari jelang batas akhir pendaftaran belum ada persiapan apa-apa. Kalau saja tidak diambil-alih, Golkar akan gagal mendaftarkan caleg ke KPU Sumut. Padahal ini momen lima tahunan,” katanya.

Pihaknya memastikan langkah yang diambil DPP merupakan yang terbaik untuk kepentingan partai khususnya di Sumut. Sehingga ia berharap, seluruh kader tidak menganggapnya sebagai sebuah hal yang tidak sesuai dengan aturan. “Jangan saling menuding. Mari rapatkan barisan untuk memenangkan Pileg 2019,” tandasnya.

Ngogesa Sitepu sebelumnya langsung bereaksi atas pencopotan dirinya dari jabatan Ketua Partai Golkar Sumut. Lewat akunnya di Instagram, Senin (16/7), Ngogesa menjelaskan pencopotan ini adalah berkah.

Ya, dia dipecat Minggu (15/7) dengan alasan lambatnya mengajukan nama-nama caleg ke DPP Partai Golkar. Ahmad Doli Kurnia Tandjung pun ditunjuk menjadi Plt Ketua DPD Golkar Sumut. “Menyikapi berita tentang pencopotan saya dari Ketua DPD Golkar Sumatera Utara, saya ingin menyampaikan kepada kader Golkar, bahwa bagi saya masalah ini merupakan berkah dari Allah dan banyak memberikan pelajaran dan sikap,” ungkap Ngogesa.

PSMS Datangkan Dua Striker Asal Brasil dan Yunani

langsung ikut latihan ringan bersama Legimin Raharjo dkk di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (24/7).
Filipe Marins Dos Santos dan Alexandros Tanidis langsung ikut latihan ringan bersama Legimin Raharjo dkk di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (24/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pemain asing atas rekomendasi pelatih PSMS, Peter Butler sudah tiba di Medan, Sumut. Keduanya juga langsung ikut latihan ringan bersama Legimin Raharjo dkk di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (24/7).

Keduanya adalah striker asal Brasil, Filipe Marins Dos Santos dan Alexandros Tanidis asal Yunani. Keduanya akan langsung tanda tangan kontrak dan tidak berstatus trial.

“Mereka tidak ikut latihan hari ini karena perjalanan jauh. Saya kasih mereka sedikit istirahat. Yang lebih penting kita harus buat recovery hari ini buat pemain yang main (lawan PSM Makassar),” ujar Butler kepada wartawan di Stadion Mini Kebun Bunga.

Butler pun berharap proses administrasi keduanya segera diselesaikan agar keduanya atau paling tidak satu diantaranya bisa bermain lawan Bali United pada laga ke-18 atau perdana di putaran II Liga 1, di Stadion Teladan, Sabtu (28/7/2018).

“Saya harap mereka bisa main lawan Bali United, mudah-mudahan bisa. Satu pemain mungkin sudah bisa dimainkan,” ungkanpnya.

Sedangkan satu pemain lainnya, asal Afganistan bernama Haroon Amiri akan segera datang begitu urusan Visa-nya selesai. “Dia belum dapat Visa, kita harus tunggu dia,” ucapnya.

Sementara itu, datangnya dua pemain ini dan satu lainnya yang dinanti membuat posisi Reinaldo Lobo dan Wilfried Yessoh dalam bahaya.

Pasalnya, kuota pemain asing ada empat 3 + 1 (Asia). Saat ini sudah ada dari Brasil, Yunani dan kuota Asia Afganistan yang sudah terisi. Artinya slot untuk PSMS hanya tersisa satu.

Butler mengaku belum memutuskan nasib apakah Yessoh atau Lobo yang dipertahankan. “Saya belum bikin keputusan buat mereka, belum. Sebelum Bali United, mudah-mudahan,” ujarnya.

Pun demikian, Butler secara jujur memuji penampilan kedua (lawan PSM). “Tapi saya senang mereka tampil semalam. Tapi Anda tahu kita ada masalah dengan cetak gol. Kita harus coba atasi situasi lagi. Saya senang bagaimana Lobo main, dia fight. Jadi harus lihat situasi dulu, karena kita harus tunjuk hormat pemain,” bebernya.

“Saya tidak ingin bicara tidak bagus kepada pemain. Apalagi kita baru selesai tanding. Dan, pemain bermain kerja keras, dan bagus. Jadi harus mengerti. Di situasi sekarang sangat penting kita harus menang lagi hari Sabtu dan buat persiapan untuk putaran kedua,” pungkasnya. (nin)

Gaston Castano tak Lolos Seleksi di PSMS Medan

Gaston Castano
Gaston Castano

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gaston Castano tak bisa mewujudkan impiannya untuk kembali berkostum PSMS Medan seperti yang dikenakananya pada musim 2010/2011 lalu. Ya, dia kalah bersaing dengan pemain asing pilihan pelatih PSMS Medan, Peter Butler.

Pemain Argentina kelahiran 1985 ini hanya bisa menunjukkan skillnya selama dua hari. Datang sejak Jumat (21/7/2018) ke Medan, ikut latihan mulai Sabtu (22/7/2018), dan Senin (24/7/2018) sore tadi menjadi hari terakhirnya.

Gaston sejatinya memiliki kenangan indah di PSMS. Musim 2010/2011 dia kerap menjadi andalan lini depan Ayam Kinantan. Dia berhasil mencetak 15 gol dari 25 partai (plus babak 8 besar divisi utama) masa itu.

“Saya sudah bicara pribadi dengan Gaston. Dia tidak bisa kontrak di sini, karena sudah ada pemain asing baru,” ungkap Butler kepada awak media usai memimpin latihan skuat PSMS di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (24/7) sore.

Tak hanya Gaston yang sebelumnya membela HK Rangers FC (Liga Primer Hongkong), tiga pemain asing lainnya Andrei Cosmin Ciolacu dari Rumania serta Milos Krkotic (eks Bali United) serta Daniel Disubi (Inggris) juga bernasib sama.

Gaston beserta tiga pemain asing tersebut memang datang ke PSMS menguji nasib dalam konsep trial. Mereka daftar sendiri dan bukan rekomendasi Peter Butler.

Untuk Milos Krlotic, Butler sendiri punya penilaian. “Saya tidak bisa kontrak dia di sini. Dia bukan pemain yang saya mau. Saya mau pemain yang fight yang bawa kualiatas defensif dan attackingnya sama baiknya,” jelasnya.

Saat ini, dua pemain baru rekomendasi Butler sudah tiba di Medan dan sempat ikut latihan ringan bersama Legimin Raharjo dkk. Mereka adalah striker asal Brasil, Filipe Marins Dos Santos dan Alexandros Tanidis asal Yunani.

Sedangkan satu pemain lainnya, asal Afganistan bernama Haroon Amiri akan segera datang begitu urusan Visa-nya selesai.(nin)

Edy Absen, Penetapan Gubsu Terpilih Hanya Dihadiri Ijek

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos_ Rapat Pleno Penetapan Pemilihan Pilgubsu di Hotel Grand Mercure jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (24/7/2018), hanya dihadiri Musa Rajeckshah alias Ijeck. Pasangannya, Edy Rachmayadi tidak hadir.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos_
Rapat Pleno Penetapan Pemilihan Pilgubsu di Hotel Grand Mercure jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (24/7/2018), hanya dihadiri Musa Rajeckshah alias Ijeck. Pasangannya, Edy Rachmayadi tidak hadir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengumuman penetapan gubernur dan wakil gubernur terpilih hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumut 2018, yang digelar terbuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut hanya dihadiri Musa Rajekshah alias Ijek. Pasangannya, Edy Rahmayadi tidak hadir. Alasannya tidak diketahui.

Pasangan yang saat kampanye melabeli diri dengan Eramas ini mengaku, kepemimpinan mereka berada di tengah tahun anggaran 2018. Maka yang bisa dilakukan hanya memaksimalkan anggaran yang ada. Hal prioritas yang dilakukan pasca-pelantikan adalah menyelesaikan semua kebutuhan masyarakat. “Apa-apa yang terbaik untuk masyarakat Sumut, kami akan lakukan. Saat ini prioritasnya pendidikan, infrastruktur dan lapangan kerja,” kata Ijek, Selasa (24/7/2018).

Dia lalu mengucapkan terima kasih kepada partai dan masyarakat pendukung yang telah menggunakan hak pilihnya dan memberikan kepercayaan kepada Edy Rahmayadi-Musha Rajeksah. “Semoga lima tahun ke depan kami bisa menjawab semua harapan masyarakat,” katanya lagi.

Eramas menang telak dalam pilkada Sumut 2018. Mereka mendulang 3.291.137 suara atau 57,58 persen. Selisih 15,16 persen dari pesaingnya yang membuat pasangan yang diusung PKS, Gerindra, PAN, Golkar, Hanura, dan Nasdem mengalahkan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) yang diusung PDI-P dan PPP. (kps)