Home Blog Page 6154

PSMS v PSM: Akhiri Paceklik

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pelatih PSMS Peter Butler memberi arahan kepada para pemainnya dalam sesi latihan. Menghadapi PSM di Stadion Teladan malam ini, PSMS diharapkan mengakhiri paceklik kemenangan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pelatih PSMS Peter Butler memberi arahan kepada para pemainnya dalam sesi latihan. Menghadapi PSM di Stadion Teladan malam ini, PSMS diharapkan mengakhiri paceklik kemenangan.

SUMUTPOS.CO – Putaran pertama akan segera tuntas pekan ini. PSMS masih dalam posisi mengkhawatirkan di dasar klasemen sementara Liga 1. Satu laga sisa justru harus menghadapi tim yang sedang menanjak, PSM Makassar di Stadion Teladan, Senin (23/7) malam.

Kondisi dua musuh di era Perserikatan  di klasemen Liga 1 berbeda 180 derajat. PSMS di dasar klasemen dengan 15 poin, sementara  PSM unggul 13 poin di atasnya dan menghuni puncak klasemen (sebelum pekan ke-17). Namun perbedaan itu tak membuat PSMS gentar untuk menargetkan tiga poin. “Saya harus konstruksi tim baru. Tapi kami tidak ada bannyak waktu. Kami pasti harus kerja keras, tapi waktu harusnya bantu mereka juga agar menjadi solid dan kompak. Mulai besok malam kami harus fight dan menyambut kebangkitan menghadapi PSM Makassar,” kata Peter Butler saat temu pers di Kebun Bunga, Minggu (22/7).

Butler mengakui tak punya banyak pilihan untuk menentukan materi pemain. PSMS  tanpa Frets Butuan yang absen ketiga kali beruntun karena memperkuat tim Kostrad di Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad). Sementara Dilshod sudah dicoret dari tim karena untuk laga kontra PSM dia juga sudah tidak bisa main karena sanksi lima laga.

Menghadapi PSM, bagi Butler bukan pertama kali di Liga 1 musim ini. Ketika membesut Persipura, PSM mampu menahan imbang timnya di Jayapura. “PSM beruntung bisa cetak gol di menit ke-93. Malam itu saya banyak memakai pemain muda. Tapi mereka tim yang kuat dan pasti mereka datang ke sini dengan yakin karena menghadapi tim yang di bawahnya. Saya selalu coba masuk tim dengan masalah besar. Tim pasti bisa menang walau lawan tim di atas. Pemain harus fight dan tanggung jawab ketika masuk ke lapangan,” bebernya.

“Ada banyak pemain mereka (PSM) yang bagus. Mereka punya kualitas. Tapi harus siap seperti roller coaster, kadang di atas dan di bawah. Saya harap penonton datang untuk datang ke sini agar menjadi panas dan ramai serta bantu tim ini,” ucapnya.

Butler kemungkinan melakukan beberapa perubahan dalam skuadnya. Terutama skema permainan. Ada kemungkinan menurunkan trio stoper Roni Fatahillah, Reinaldo Lobo dan Muhammad Roby secara bersamaan.

Ada Bunker di Rumah Tersangka Dugaan Suap Pangonal

Petugas KPK kembangkan kasus Pangonal Harahap.
Petugas KPK kembangkan kasus Pangonal Harahap.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan atas kasus dugaan fee proyek Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap. Sejak Jumat (20/7), komisi antirasuah sudah menggeledah delapan lokasi di Labuhanbatu, terkait kasus dugaan suap dalam proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, delapan lokasi itu terdiri dari kantor, rumah dinas, dan rumah pribadi Pangonal Harahap. Kemudian, kantor dan rumah pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi Effendy Sahputra, Dinas PU Labuhanbatu, BPKAD, rumah tersangka sekaligus orang kepercayaan Pangonal, Umar Ritonga.

“Dari lokasi penggeledahan disita dokumen terkait proyek, anggaran dan pencairan proyek (kamera) CCTV dan peralatan komunikasi,” ujar Febri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/7).

“Di salah satu rumah tersangka ditemukan bunker bawah tanah, namun telah dalam keadaan kosong,” sambung dia.

Bahkan, ungkap Febri, istri dari salah satu tersangka berupaya membuang barang bukti ke sungai. Sayangnya, Febri tak menjelaskan secara spesifik istri dari tersangka siapa yang telah berupaya melakukan hal itu. “Ada upaya pihak keluarga tersangka, istri, untuk membuang barang bukti ke sungai terdekat dari atas sebuah jembatan di Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu,” kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK menduga pemberian uang dari pemilik PT Binivan Konstruksi Abadi, Effendy Sahputra kepada Pangonal, terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu TA 2018. “Bukti transaksi sebesar Rp576 juta dalam kegiatan ini diduga merupakan bagian dari pemenuhan permintaan bupati (Pangonal) sekitar Rp3 miliar,” ujarnya.

Dari cek yang dicairkan, diduga uang Rp500 juta yang diberikan Effendy ke Pangonal melalui Umar Ritonga dan Afrizal Tanjung, bersumber dari pencairan dana pembayaran proyek pembangunan RSUD Rantauprapat. Meski begitu, dari penggeledahan di rumah pribadi Pangonal di Jalan Pelajar Timur Lingkungan VI Kelurahan Binjai, Medan Denai, Kota Medan, Sabtu (21/7), KPK belum lagi membeberkan ke publik apa hasilnya. Sedangkan sebelumnya, penyidik KPK menemukan mobil yang diduga dibawa tersangka Umar, yang melarikan diri membawa uang di Labuhanbatu saat tangkap tangan dilakukan. Mobil ditemukan di dekat kebun sawit dan hutan di Labuhanbatu. “Ketika mobil ditemukan, ban sudah dalam keadaan kempes dan tidak laik jalan. Kami duga mobil tersebut awalnya mobil plat merah yang diganti menjadi plat hitam ketika digunakan UMR mengambil uang di bank BPD Sumut (Bank Sumut),” imbuh Febri.

DPP Golkar Dituding Zalimi Ngogesa

Ngogesa Sitepu
Ngogesa Sitepu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemberhentian Ngogesa Sitepu selaku Ketua Golkar Sumut menjadi isu politik yang masih hangat belakangan ini. Pemberhentian yang tidak sesuai Peraturan Organisasi (PO) itu dinilai sebagai bentuk pendzaliman terhadap Bupati Langkat tersebut.

Pendapat itu disampaikan Ketua Korbid Kajian Strategi Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang kepada wartawan di Medan, Minggu (22/7). Ia menilai, langkah DPP Partai Golkar memberhentikan Ngogesa merupakan keputusan yang keliru. “Sesuai kajian dan analisis saya, ini keliru dan alasan pemberhentian tersebut mengada-ada. Saya mengutarakan ini demi citra Partai Golkar karena selama ini Golkar partai yang taat azas,” imbuh mantan Ketua DPRD Sibolga tersebut.

Sebagai seorang sahabat, Sahlul menyampaikan keprihatinannya terhadap Ngogesa. “Ngogesa itu salah satu kader Golkar terbaik di Sumut saat ini. Saya menilai pemberhentian itu sebuah pendzaliman terhadap Ngogesa secara pribadi dan Golkar Sumut,” kata Sahlul.

Dijelaskan dia, pemberhentian Ngogesa melanggar Peraturan Organisasi Nomor 15 DPP/Golkar/VII/2017. Yakni jika Ngogesa melakukan pelanggaran, seharusnya ada peringatan tertulis pertama dan kedua. “Tapi saya tegaskan sekali lagi, Ngogesa tidak pernah melakukan pelanggaran apapun apalagi pelanggaran berat. Ngogesa ini Ketua Golkar Sumut hasil Musda Golkar Sumut dan terpilih secara aklamasi. Tidak bisa seenaknya memberhentikan dengan alasan yang mengada-ada,” tegasnya.

Jikapun ada dugaan pelanggaran, Sahlul mengatakan, dalam pasal 3 disebutkan harusnya DPP Golkar terlebih dulu membentuk tim investigasi dan rapat tim khusus terdiri dari bidang-bidang di bawah Korbid Kepartaian, Korbid Polhukam dan Pemenangan Pemilu wilayah terkait. “Dalam ikrar Panca Bakti Partai Golkar butir ketiga disebutkan, warga Golkar membina persatuan dan kesatuan yang berwatak setia kawan. Kalau untuk kepentingan saya pribadi, sebenarnya saya bersyukur ditempatkan DPP dan tim penjaringan DPD I Golkar sebagai Bacaleg DPRD Sumut nomor urut 1 dari Dapil Sumut 9. Tapi saya gak bisa diam jika ada kawan saya yang didzalimi,” kata Sahlul.

Kelompok Pro dan Kontra Jokowi Aksi Bersamaan

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Relawan Jokowi Sumut mengelar aksi di Isatana Maimun Medan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Relawan Jokowi Sumut mengelar aksi di Isatana Maimun Medan,Minggu (22/7).

SUMUTPOS.CO – Aksi massa pro dan kontra atas pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2019 yang digelar secara bersamaan di lokasi yang berdekatan, di seputaran Istana Maimun, Taman Sri Deli dan Masjid Raya Medan, berjalan kondusif, Minggu (22/7). Kekhawatiran bakal chaos tak terjadi. Kedua kubu melakukan aksi dengan damai.

Aksi yang digelar sejak pukul 08.00 WIB ini, kedua kelompok berbeda datang secara berbondong, lengkap dengan atribut kaos, spanduk yang bertuliskan dukungan terhadap Presiden Jokowi dan sebaliknya, massa Ganti Presiden juga memakai atribut mengecam kinerja pemerintahan Jokowi.

Sementara itu, guna mengamankan aliran massa agar tidak bersinggungan, personel Polrestabes Medan bersama Polda Sumut mengawal kedatangan massa. Sehingga selama jalannya aksi, dapat terjamin tetap kondusif.

Menurut pantauan Sumut Pos, aksi Ralawan Jokowi di depan Istana Maimum dipimpin Ketua Sekretariat Bersama JokowiPaten Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi. Dalam orasinya, Erry Nuradi menyindir kelompok penantang jago yang akan didukungnya di Pilpres 2019 itu.

Mantan Gubernur Sumut ini menilai, kelompok penantang Jokowi hanya bisa teriak-teriak, meski belum berbuat untuk rakyat. “Berbeda dengan Jokowi. Belum penuh lima tahun memimpin sebagai Presiden, tetapi sudah cukup banyak yang dibuatnya untuk mendorong kemajuan serta kesejahteraan rakyat,” ungkap Erry.

Erry mengingatkan, peran Jokowi di Sumatera Utara juga cukup besar. Buktinya, pada 2017 Sumatera Utara untuk pertama kali menghasilkan produk terbesar beras di Indonesia. “Itu terjadi di masa Presiden Jokowi,” kata Erry yang disambut tepuk tangan dan teriakan riuh massa.

Air Mata Zohri Tumpah

SUMUTPOS.CO – Cerita tentang Lalu Muhammad Zohri yang menyita perhatian dengan medali emas Kejuaraan Dunia Atletik U-20 masih terus bergulir. Zohri sudah tiba di Indonesia, Selasa (17/7) malam dan disambut sebagai seorang pahlawan.

Apalagi Menpora, Imam Nahrawi menghadirkan kejutan. Sambil berjalan di selasar kedatangan terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (17/7) malam, mata Zohri terlihat memerah dan air matanya nyaris menetes, saat melihat dua sosok pria dan wanita menyambutnya.

Ya, mereka adalah kakak kandung Zohri, Lalu Ma’rip dan Baiq Fazilah, yang sengaja didatangkan oleh Kemenpora jauh-jauh dari NTB ke Jakarta. “Ini kejutan buat Zohri, kakaknya ini yang mendukung penuh adiknya, sampai seperti ini,” kata Menpora Imam Nahrawi.

Lalu Zohri menegaskan dirinya tak menyangka bakal disambut dan diberikan kejutan seperti ini. “Terima kasih atas dukungan pemerintah, Kemenpora, seluruh masyarakat Indonesia, karena doa kalian semua saya bisa seperti ini,” ungkapnya dengan nada terputus karena menahan tangis haru.

“Ini Zohri dapat hadiah, penghargaan atas prestasinya. Ada tabungan emas seberat 1 kilogram untuk sang juara dunia Indonesia,” terang Seskemenpora Gatot S Dewa Broto yang memimpin prosesi penyambutan dan penyerahan penghargaan.

Selain itu, ada juga penghargaan dari Kemenpora berupa Pemuda Hebat. Selain dari pemerintah dan BUMN, pihak PB PASI juga sudah menyiapkan bonus untuk Zohri. Hanya, berapa jumlahnya tak disebutkan.

Zohri tak bisa berkata apa-apa saat mendapatkan hadiah tersebut. Saat akan memberikan pernyataan Zohri sempat menyebut ingat akan orang tua, almarhum bapak dan ibunya.

“Saya berterima kasih kepada kakak. Saya juga ingin berikan semua ini kepada bapak ibu saya. Kalau bapak ibu saya masih hidup mereka pasti senang. Saya…,” ujar Zohri lantas menangis yang membuat sesi tanya jawab usai.

Selain itu Lalu Zohri juga bangga karena diundang Jokowi ke istana Presiden. Suatu hal yang tak terbayang olehnya sebelumnya. Zohri diajak berkeliling komplek Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (18/7).Selain disopiri Presiden Ketujuh RI mengelilingi Istana menggunakan kendaraan boogie, peraih medali emas dalam kejuaraan dunia Atletik IAAF U-20 di Tampere, Finlandia, itu juga berbincang-bincang dengan Kepala Negara di halaman belakang Istana.

“Saya paling berkesan diajak keliling di Istana, luar biasa, diajak ngobrol-ngobrol. Lihat kambing, ikan,” ungkap Zohri saat ditanya jurnalis mengenai kesannya usai bertemu presiden.

Dalam perbincangan tersebut, lanjut Zohri, presiden memberikan motivasi agar dia bisa menampilkan prestasi yang terbaik lagi di kemudian hari. “Semangat latihan, jangan sombong, terus rendah hati, karena perjalanan saya masih panjang. Saya berterima kasih banyak atas undangannya sehinggaa saya bisa melihat Istana,” sambung Zohri.

Zohri juga tak lupa menceritakan kisah soal bendera Merah Putih yang viral karena dianggap mengambil bendera Polandia. Zohri juga mengaku takut diwawancarai wartawan di Polandia. “Sebenarnya, saya habis tanding lari itu, saya lihat nama di atas ada nama saya. Saya langsung sujud syukur dan habis itu langsung lari ke atas,” ungkap Zohri dalam video yang diunggah Menpora Imam Nahrawi.

2 PSDS v Mandailing Raya 0: Finishing Disorot

Foto: Batara/Sumut Pos Pemain PSDS merayakan gol.
Foto: Batara/Sumut Pos
Pemain PSDS merayakan gol.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -PSDS Deliserdang buktikan keperkasaanya setelah berhasil mengalahkan Mandailing Raya FC dengan skor 2-0 pada pertadingan Liga 3, Sumatera Utara, yang dilaksanakan di Stadion Baharoeddin Siregar, Rabu (18/7).

Kemenangan tersebut memposisikan PSDS menempel Gumarang FC di puncak klasemen di Grup L.

Kedua tim sama-sama memiliki tiga poin. Pertandingan pertama Gumarang FC berhasil mengalahkan RBS Padangsidimpuan dengan skor 6-0. Pelatih Kepala PSDS, Ansyari Lubis mengaku merasa puas dengan kemenangan. Namun, itu, menurut mantan Kapten Tim Nasional Indonesia itu hanya dari segi permainan masih ada kekurangan.

“Masih banyak kekurangan. Perlu dilakukan pembenahan serta evaluasi. Kita apresiasi pemain mampu memenangkan pertandingan, namun, minim gol,”ungkapnya.

Dengan kemenangan ini, menurutnya dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk masuk babak 8 besar Liga 3 Sumatera Utara. Disebutkanya lagi, kelemahan timnya terletak pada sentuhan akhir yang diharapkan dapat membuahkan lebih banyak gol. Kondisi ini terlihat sepanjang laga. “Kondisi ini akan dilakukan pembenahan untuk menghadap BP Padangsidimpun, pada Kamis (19/7),”ungkapnya.

Terpisah, Pelatih Kepala Mandailing Raya FC, Suyono menuding kekalahan timnya karena kurang profesionalnya para wasit memimpin pertandinggan.”Saya minta dalam teknical meeting agar wasit netral, atau tidak memihak kami dan PSDS. Tapi hari ini membuktikan hal itu berbeda,”ungkapnya.

Suyono sendiri mengakui bahwa timnya kalah kelas dengan PSDS.”PSDS diatas permainan kami. Keputusan wasit yang kontroversi membuat mental pemain jatuh,”terangnya.

Namun, Suyono sendiri tidak akan melaporkan kurang kurang profesionalnya para wasit ke pengawasan pertadingan atau ke PSSI.”Besok melawan Gumarang FC kami yakin menang dan optimis masih bisa masuk babak delapan besar,”terangnya. (btr/don)

Butler Siapkan Perombakan

Peter Butler saat berkonsulatasi dengan tim pelatih.
Peter Butler saat berkonsultasi dengan tim pelatih.

SUMUTPOS.CO – Laga PSMS kontra Persebaya yang berakhir dengan kekalahan 0-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (17/7) malam menjadi debut perdana Peter Butler. Namun pelatih asal Inggris itu tentu tak bisa berbuat banyak karena baru tiba dua hari di PSMS dan langsung memimpin tim.

Meski kalah, hasil laga itu menjadi ladang evaluasi bagi Butler untuk membentuk tim yang lebih baik. Bisa dibilang dari laga ini, Butler akan menentukan pemain yang akan dipertahankan atau tidak.

“Saya evaluasi pemain dari sekarang. Kalau pemain baru masuk, kita harus adil evaluasi kepada pemain. Bikin keputusan penting untuk PSMS, PSMS Medan besar,” ujar Peter.

Butler sadar posisi PSMS di dasar klasemen adalah tantangan berat baginya. Namun mantan pelatih timnas Botswana itu juga menyebut, di Liga 1, tidak ada tim yang punya kualitas lebih dibanding tim lainnya. Yang ada hanya pemain yang lebih menonjol.

“Tidak ada tim yang kualitas, semua lumayan. Paling ada pemain yang punya kemampuan individu. Yang jelas untuk perbaiki tim ini, kita perlu ganti ini, ganti itu, masukkan ini. Jangan khawatir, saya lihat (hadapi) situasi ini berulang kali,” ucapnya.

Kemungkinan pasca laga kontra Persebaya atau pasca putaran pertama, Butler akan melakukan pencoretan kepada pemain yang minim kontribusi. Sebelumnya manajemen sempat membocorkan beberapa nama, tapi tetap harus sesuai kebutuhan Butler.

Selain itu PSMS juga belum menggunakan tiga amunisi barunya. Marco Kabiay, Ramadhan Saputra dan Rachmat Hidayat kemungkinan baru akan debut di laga kontra PSM Makassar.

Butler tentu butuh masukan dari Suharto AD yang meski baru sebentar menangani tim tapi cukup tahu karakter permainan PSMS karena bolak-balik menangani tim ini. Suharto AD, mengamini ada kesamaan gaya antara dia dan Butler. gaya Suharto dengan Butler. “Sama yang kami buat,” ucapnya.

Sementara amunisi baru PSMS, Marco Kabiay juga tertantang untuk mengangkat PSMS dari dasar klasemen. “Meski berada di dasar klasamen itu sebuah tantangan. Saya sudah biasa di beberapa tim yang pernah saya bela. Seperti Arema pada waktu iti begitu juga, tapi bisa bantu mereka juga. Ini juga yang membuat saya memilih PSMS,” tuturnya.

Terakhir ia membeberkan menginginkan jam bermain yang lebih baik ketimbang di Persija yang hanya diberi waktu bermain satu kali penampilan di Liga 1 dan satu kali di AFC Cup.

“Itu juga salah satu faktor saya pindah, tentang menit bermian juga. PSMS tim yang besar, disini saya berharap dapat kesempatan bermain dan bisa bantu, bawa PSMS keluar dari zona degradasi,” tutupnya. (don)

4 PS Kwarta v Madina Jaya 0: Progres Positif

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Bayu Tri Sanjaya mencetak hatrick.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Bayu Tri Sanjaya mencetak hatrick.

SUMUTPOS.CO – PS Kwarta melanjutkan tren positifnya di Liga 3 Sumatera Utara. Mengawali laga 16 besar, Burung Sumatera, julukan Kwarta, menumbangkan Madina Jaya dengan sko 4-0 di Stadion TD Pardede, Jalan Medan-Binjai, Rabu (18/7).

Kwarta mengandalkan skema menyerangnya dengan trio striker Bayu Tri Sanjaya, Deni Syahputra dan Miswandi. Mereka langsung mengancam pertahanan lawan di menit-menit awal lewat percobaan dari luar kotak penalti.

Gelombang serangan Kwarta akhirnya berbuah manis menit ke-43. Deny Syahputra Tanjung berhasil memasuki kotak penalti lewat proses serangan balik. Dengan tenang, Deny menaklukkan Khairil Panjaitan, kiper Madina Jaya.

Berselang dua menit, Kwarta memperbesar keunggulan. Wasit memberikan penalti akibat pelanggaran terhadap Miswandi di kotak terlarang. Dengan tenang Bayu Tri Sanjaya mengeksekusi penalti dan membuat Kwarta unggul 2-0 hingga turun minum.

Di babak kedua Kwarta tak menurunkan tempo. Sementara Madina Jaya masih kesulitan menembus pertahanan Kwarta yang dikawal kuartet Dhanu, Tri Randa, Mahruzal dan Siddiq.

Malah Kwarta yang memperbesar keunggulan. Bayu Tri Sanjaya mencetak gol keduanya sore itu setelah mengecoh kiper lawan memanfaatkan assist Deny menit ke-55. Selanjutnya lewat proses yang mirip Bayu melengkapi hattricknya menit ke-63. Skor 4-0 menjadi hasil akhir laga.

Pelatih Kwarta, Amrico mengaku puas dengan performa skuadnya. Terutama di babak pertama. “Anak-anak mampu menjalankan instruksi dengan baik. Mereka juga tampil percaya diri. Ini jadi modal bagus untuk laga menghadapi laga berikutnya,” kata Amrico usai laga.

Kwarta memang tak punya banyak waktu untuk larut dalam euforia kemenangan. Pasalnya PS Thamrin Graha Metropolitan (TGM) sudah menunggu pada laga kedua, di Stadion TD Pardede, Kamis (19/7) sore.

“Yang pasti dari pertandingan tadi kami harus memperbaiki finishing karena banyak peluang yang terbuang,” pungkas pelatih berlisensi C AFC itu.

TGM sendiri meraih hasil imbang 1-1 pada laga kontra Medan Utama FC. Kemenangan Medan Utama buyar di menit akhir setelah sempat unggul lewat Faisal Ramadoni menit ke-34. Namun gol menit akhir Ilham Syahbana lewat tendangan bebas memastikan kedua tim harus puas berbagi angka.

“Iya sayang sekali. Padahal tadi sudah tinggal satu menit lagi. Tapi kami tak boleh larut dalam kekecewaan. Kami harus sapu bersih dua laga sisa kalau mau lolos. Kami juga gak mau anggap remeh Madina Jaya,” kata Manajer Medan Utama, Azmi Farid Lubis. (don)

Bokong Membesar, Tak Bisa BAB

LEMAH: Adalia Waruwu alias Ina Berkat terbaring lemah di RSUD Gunungsitoli ditemani ibunya, beberapa waktu lalu.
LEMAH: Adalia Waruwu alias Ina Berkat terbaring lemah di RSUD Gunungsitoli ditemani ibunya, beberapa waktu lalu.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Alih-alih sembuh dari demam dan pusing, Adalia Waruwu (25) malah masuk ruang operasi. Pasalnya, bokong wanita yang kerap disapa Ina Berkat ini membesar seperti buah semangka. Itu setelah disuntik bidan desa berinisial SA di Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias.

Kepada Sumut Pos, Ina Berkat mengaku pada Minggu (1/7) dirinya mengalami demam dan pusing. Hingga keesokan harinya, penyakit itu tidak kunjung sembuh.

Senin (2/7), Ina Berkat kemudian memutuskan menyambangi praktik bidan SA yang juga Toko Obat Ya’ahowu Manalu. Kebetulan, praktik tersebut tidak jauh dari tempat tinggal ibu Ina Berkat yang juga tempat korban menetap.

“Setelah diperiksa, katanya saya kurang darah dan harus disuntik. Dua suntikan di bagian bokong saya dan satu bagian lengan. Setelah dikasi obat pil kemudian kami pulang,” ungkap warga Desa Tetehosi Foa, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli di ruang rawat Inap RSUD Gunungsitoli, Senin (16/7).

Bukannya sembuh, demam Ina Berkat malah menjadi-jadi keesokan harinya.

“Saya sampai menggigil pak. Bekas suntikannya di bokong saya tampak mulai membengkak. Sempat saya kompres menggunakan botol berisi air panas, dipikiran saya saat itu agar obatnya bisa lancar,” tutur wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini.

Karena demamnya semakin menjadi serta bengkak di bekas suntikan bidan tambah besar, Ina Berkat tak mampu lagi beraktifitas.

Alhasil, Ina Berkat diantar suaminya kembali ke bidan SA, Jumat (6/7). Saat itu, Ina Berkat kembali menerima suntikan sebanyak dua kali.

“Setelah saya ceritakan semua yang saya alami, bidan SA menyuruh saya berbaring untuk diperiksa tekanan darah. Kemudian saya diurut oleh adiknya, karena katanya ada obat mengepul dibekas suntikannya,” beber Ina Berkat.

“Disini saya kembali disuntik sebanyak dua kali, satu dibokong kiri dan satunya lagi dikanan. Lalu dikasi obat,” sambungnya.

Tiba di rumah, demam Ina Berkat semakin menjadi. Bengkak di bekas suntikannya juga semakin membesar, sebesar buah semangka.

Akibatnya, Ina Berkat tak mampu buang air besar (BAB).

Karena kondisi Ina Berkat memburuk, pihak keluarga memutuskan untuk membawa korban ke RSUD Gunungsitoli, Minggu (8/7). Kemudian, Kamis (12/7) Ina Berkat dioperasi.

Kakak korban, Ina Ance mengatakan, penyakit Ina Berkat akibat bekas suntikan yang salah tempat.

“Sewaktu di kamar operasi saya ditunjuki dokternya, bengkak yang dibokong adik saya itu akibat salah suntik, obatnya mengepul menjadi nanah,” jelas Ina Ance.(mag-5/ala)

 

 

 

 

 

 

Mafia BBM Bermain di Gabion

Foto: Fachril/Sumut Pos Truk Pertamina yang diduga mengangkut 5000 liter BBM hasil olahan sedang parkir di Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (18/7).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Truk Pertamina yang diduga mengangkut 5000 liter BBM hasil olahan sedang parkir di Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (18/7).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan menangkap satu truk tangki bermuatan 5000 liter solar yang diduga ilegal. Penangkapan dilakukan di salah satu gudang di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Gabion, Rabu (18/7).

Mobil tangki BK 9804 CA warna biru beserta sopirnya langsung digelandang menuju Mapolres Pelabuhan Belawan.

Keterangan di Mapolres Pelabuhan Belawan menyebut, penangkapan berawal dari informasi ada mobil tangki membawa 5000 liter bahan bakar minyak (BBM) ilegal.

Bahan bakar tersebut awalnya ditengarai hasil olahan siong (minyak ‘kencing’ di gudang) yang dilakukan sejumlah mafia BBM.

Berbekal informasi itu, petugas Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan melakukan pengintaian. Petugas kemudian menangkap mobil tersebut saat akan membongkar muatannya pada salah satu gudang di kawasan PPSB, Gabion, Belawan.

Namun, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Candra membantah BBM tersebut ilegal. Sebab setelah diperiksa, sopir dapat memperlihatkan dokumen resmi dan surat jalannya.

“Jadi minyak itu tidak ilegal dan akan segera dipulangkan,” katanya.

Informasi terpercaya Sumut Pos menyebut, aksi penjualan minyak siong oleh sejumlah mafia di kawasan PPSB Gabion sudah lama berlangsung. Namun sulit ditindak, lantaran oknum penegak hukum banyak yang terlibat melindungi.

“Kalau penegak hukum mau, maka sebentar saja menindak penjualan minyak siong ini. Namun sudah menjadi rahasia umum kalau banyak oknum penegak hukum terlibat melindunginya,” ujar sumber.(fac/ala)