SUMUTPOS.CO – Penyanyi Denada Tambunan tak bisa menahan kesedihan melihat kondisi putri semata wayangnya, Shakira Aurum. Bocah 5,5 tahun ini, divonis mengidap Leukimia, dan harus mendapat perawatan intensif di Singapura.
Denada mengaku, tidak tega melihat penderitaan putrinya itu, yang selama 1,5 bulan mendapat banyak suntikan. Shakira juga telah menjalani operasi untuk pemasangan selang ke pembuluh darah utama.
“Saya enggak tega lihat penderitaan Shakira, tapi saya harus tegar,” ungkap Denada, dengan berlinangan air mata.
Putri aktris senior Emilia Contessa ini, tidak menyangka penyakit dan perawatan tersebut harus terjadi pada putrinya. Walaupun takut dengan jarum suntik, Shakira ikhlas menjalani serangkaian perawatan. Yang membuat Denada terharu, Shakira selalu menguatkannya. “Shakira bilang, ‘Jangan menangis bunda, kita akan menjalaninya bersama’,” ucap Denada sambil terisak. (esy/jpnn/saz)
SUMUTPOS.CO – Pedangdut Siti Badriah alias Sibad, tengah menikmati hari-hari indah bersama kekasih barunya. Pria beruntung itu bernama Krisjiana Baharudin, yang berprofesi sebagai model dan bintang FTV.
Walaupun lebih tua 3 tahun dari Kris, Sibad merasa pacarnya itu sangat dewasa, dan ngemong. Kris juga tipe cowok yang sifat humorisnya tinggi, sehingga membuat Sibad selalu happy.
“Aku suka Kris, karena anaknya dewasa meski mudaan dia. Lucu, selalu bikin ketawa, dan seru. Asyik-asyik saja sih,” ungkap Sibad sumringah.
Sayangnya, kehadiran Kris ini belum mendapatkan restu dari orangtua Sibad. Siti Amanah, ibunda Sibad, mengungkapkan tidak mengenal Kris. Biasanya, setiap pacar Sibad selalu dikenalkan kepada orangtuanya. “Emak enggak kenal dia (Kris). Anak emak kalau punya pacar pasti dikenalin ke emak,” bebernya.
Muhammad Husni, ayah Sibad, juga menyatakan hal sama. Ia hanya meminta Sibad mencari pasangan yang tepat. “Saya bilang cari suami itu syaratnya, saleh, cakep, dan tanggung jawab. Kalau itu terpenuhi, kami akan setuju siapapun dia,” jelas Husni. (esy/jpnn/saz)
SUMUTPOS.CO – Diva pop dunia, Mariah Carey, tidak lama lagi akan menggelar konser di Indonesia.
Menariknya, Mariah akan menggelar konsernya di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada 6 November 2018 mendatang.
“Penonton bisa menyaksikan 2 mahakarya, yakni Borobudur serta diva Mariah Carey. Diharapkan event ini bisa mempromosikan Borobudur, agar semua orang dari belahan dunia tahu dan datang ke Borobudur di masa mendatang,” tutur Palwoto, dari PT Taman Wisata Candi (TWC), selaku penyelenggara, saat jumpa pers di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/7).
Dalam kedatangan kali ini, Mariah menjadi bintang tamu utama, dalam konser bertajuk Borobudur Symphony. Acara tersebut dipromotori oleh TWC, Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, bersama Rajawali Communication Indonesia, selaku event consultant.
Promotor menyebutkan, segala persiapan jelang konser Mariah berjalan dengan baik. Diva berusia 48 tahun itu, rencananya membawa puluhan musisi untuk mengiringi penampilannya. “Ada sekitar 25 orang yang dibawa Mariah,” ungkapnya.
Pada Borobudur Symphony 2018, Mariah dijadwalkan tampil mulai pukul 20.00 WIB. Bakal ada puluhan lagu yang dibawakannya dalam durasi 2 jam. “Mariah tampil khusus untuk Borobudur Symphony 2018. Tidak ada opening act, jadi hanya aksi panggung Mariah,” beber Bakkar Wibowo selaku project manager.
Tiket konser Mariah dibagi dalam 5 kategori. Yakni Super VVIP (seat) on call, diamond (seat) Rp7 juta, platinum (seat) Rp3,5 juta, gold Rp2 juta, dan festival (standing) Rp1 juta. Untuk kategori festival sudah ludes terjual. (mg3/jpnn/saz)
SUMUTPOS.CO – Keputusan Nikita Mirzani menggugat cerai Dipo Latief membuat Uya Kuya kaget. Ia tahu benar, betapa besar cinta Nikita pada suaminya itu. Saking cintanya, Nikita berjanji akan menjadikan Dipo pelabuhannya yang terakhir.
Uya juga melihat sendiri, bagaimana kemesraan Niki-Dipo saat liburan bersama ke Jepang, April 2018 lalu.
“Niki (sapaan Nikita), kamu menikah Februari 2018. April kita sama-sama berlibur ke Jepang. Aku lihat kalian bahagia sekali, tapi sepulang berlibur malah kamu jadi pendiam. Ada apa sebenarnya, hingga membuat kamu menceraikan suami yang sangat kamu cintai?” tanya Uya kepada Nikita, pada satu siaran televisi nasional, Selasa (17/7).
Ditanya seperti itu, Nikita hanya menjawab dengan tangisan. Namun beberapa menit kemudian, ia secara tersirat mengungkapkan, akan meninggalkan orang yang dicintai bila sudah melukai hatinya. “Aku akan tinggalkan kalau orang itu selingkuh, penjudi, dan narkoba. Masalah kan harus dihadapi, bukan curhat ke orang yang salah. Apalagi cabe-cabean,” katanya.
Ia menambahkan, menginginkan sosok imam yang bisa membawanya ke arah lebih baik. Bukan sosok yang membawa ke arah keburukan. “Pernikahan itu bukan untuk menipu. Biarkan aku hidup sendiri dan dia (Dipo) memperbaiki dirinya menjadi lebih baik,” tegas Nikita.
Keputusan Nikita pun mendapat dukungan dari sejumlah sahabat, satu di anatranya Ruben Onsu. Menurut Ruben, keputusan Nikita berpisah dengan suami sudah tepat. “Aku sih mendukung Niki. Ia memang sempat curhat tentang kemelut rumah tangganya. Semakin lama, Niki dan Dipo makin berbeda visi, makanya Niki jadi galau,” ungkap Ruben.
Kegalauan Nikita ini dicurahkan dalam Instagram-nya. Ini yang tidak disukai Ruben. Sebagai sahabat dekat, Ruben ingin Nikita tidak membuka aib rumah tangganya di medsos. “Aku bilang ke Niki, daripada curhat di Instagram dan dikonsumsi publik, lebih baik pisah saja. Terkadang perceraian itu akan lebih baik ketimbang bersama,” jelasnya.
Ruben mengaku, tidak tega melihat Nikita menangisi kegagalan rumah tangganya. Namun, presenter papan atas ini optimistis, Nikita akan bisa melewatinya. “Niki sudah punya anak, rumah, mobil, dan uang banyak. Yang ia butuhkan adalah kebahagiaan. Bila berpisah itu membuat Niki bahagia, kenapa tidak? Mungkin ini jalan Niki untuk mendapatkan sosok laki-laki yang jauh lebih baik lagi,” pungkas Ruben. (esy/jpnn/saz)
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan caoba melewati hadangan pemain Bhayangkara FC, TM Ikhsan di Stadion Teladan Medan, Sabtu (31/3).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan caoba melewati hadangan pemain Bhayangkara FC, TM Ikhsan di Stadion Teladan Medan, beberpa waktu lalu. Frets masih memperkuat tim Kostrad menghadapi Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).
SUMUTPOS.CO – PSMS masih tanpa Frets Butuan saat laga kontra Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (18/7) mendatang. Ini kedua kali beruntun Frets tak memperkuat PSMS. Itu dikarenakan Frets masih memperkuat tim Kostrad menghadapi Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).
Sebelumnya Frets sempat minta izin untuk tampil di laga kontra Madura United. Namun setelah itu Frets belum lagi terlihat bergabung dengan PSMS.
Bahkan ada kemungkinan Frets tak lagi bersama tim. Pasalnya ada beberapa pemain TNI dari Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang akan dikembalikan ke kesatuannya. Kemungkinan ke PS Tira.
“Kemarin Pak Edy minta semua pemain angkatan darat dibalikkan lagi ke kesatuan. Tapi nanti kami bicarakan lagi,” ujar CEO PSMS, Doddy Taher.
Saat ini, ada Frets Listanto Butuan, Fredyan Wahyu, Muhammad Alwi Slamet, juga Dani Pratama yang Kostrad. Dari nama-nama ini, manajemen berharap Frets masih bisa memperkuat tim. “Frets sayang (kalau dibalikkan). Nanti kami akan bicarakan lagi,” timpalnya.
Sejatinya, sinyal bakal ditariknya kembali pra pemain ini sudah terlihat dalam beberapa partai terakhir PSMS. Frets dan Alwi serta Dani kerap absen membela tim demi bermain di Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad).
Mereka juga tak diturunkan saat PSMS kalah telak 1-3 dari Persipura di Stadion Teladan. Nama mereka juga tak ada dalam daftar pemain yang dibawa ke Persebaya Surabaya. Hanya Fredyan satu-satunya yang dibawa.
Sejatinya, tak hanya keduanya yang berstatus abdi negara. Ada dua lainnya, seperti Abdul Rohim, Erwin Ramdani, dan Suhandi. Namun, dari pembicaraan terakhir, lanjut Doddy hanya yang Kostrad diminta kembali.
Sementara itu, dengan masuknya tiga pemain lokal yang sudah teken kontrak kemarin, Rahmad Hidayat, Ramadhan Saputra dan Marko Kabiay, maka menjadi sinyal buat pemain lokal lainnya untuk masuk dalam daftar evaluasi pendepakan.
Pasalnya, kata Doddy, pihaknya akan memasukkan 7-8 pemain. “Syarat enggak boleh lewat 25 pemain, jadi ada yang masuk ini, maka ada yang akan keluar. Kita pakaipun kalau tidak bisa didaftarkan untuk apa? Namun siapa yang akan dibuang, penentuannya pelatih,” ungkapnya. (don)
Raphael Maitimo (kanan) berlatih di klub barunya Persebaya.
Raphael Maitimo (kanan) berlatih di klub barunya Persebaya.
SUMUTPOS.CO – Manajemen Persebaya Surabaya masih berharap-harap cemas dan menunggu pengesahan Raphael Maitimo. Dia adalah satu dari dua pemain baru yang didatangkan Persebaya dari Madura United.
Maitimo sudah diumumkan sebagai pemain Persebaya pada akhir pekan lalu. Eks pemain Persib Bandung itu telah berlatih dengan Green Force sejak Senin (16/7) sore di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Sayang, Maitimo terancam tidak bisa dimainkan lawan PSMS Medan di Stadion GBT, Rabu (18/7) besok malam WIB. Pasalnya, hingga saat ini dia belum disahkan sebagai pemain Green Force oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi.
“OK John sudah sah dan bisa dimainkan. Kami tinggal menunggu Maitimo,” ungkap sekretaris tim Persebaya Ram Surahman kepada JawaPos.com, Selasa (17/7) siang WIB.
Pengesahan Maitimo terganjal jumlah pemain Persebaya melebihi kuota yang diberlakukan oleh PT LIB yakni 30 pemain. Sementara, Persebaya memiliki 31 pemain. Green Force harus mencoret satu nama untuk memasukkan Maitimo.
Langkah tersebut sudah dilakukan oleh manajemen Persebaya. Mereka telah mendepak kiper Reky Rahayu dari skuad. Mantan penjaga gawang Persija Jakarta tersebut harus tersingkir tanpa pernah bermain untuk Persebaya.
Menurut Ram, manajemen akan berusaha keras agar Maitimo segera disahkan sebagai pemain Persebaya. “Masih ada waktu sehari. Kami akan berusaha keras hingga injury time,” tegas pria asal Benjeng, Gresik itu.
Kehilangan Reky dipastikan tidak akan berdampak apapun ke posisi penjaga gawang di Persebaya. Sebab Green Force masih memiliki tiga kiper yakni Miswar Saputra, Alfonsius Kelvan, dan Dimas Galih Pratama.
“Terima kasih atas kontribusinya, Reky. Terima kasih pernah menjadi bagian dari keluarga Persebaya. Semoga sukses terus dan tetap menjadi penjaga gawang yang gemilang,” harap Alfredo Vera. (saf/jpc/don)
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Mustika Akbar saat memberi kesaksian.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos Mustika Akbar saat memberi kesaksian.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca terdakwa Tamin Sukardi dialihkan status tahanannya dari tahanan rumah menjadi tahanan Rutan, persidangan lanjutannya pun dipantau langsung oleh tim monitoring Komisi Yudisial (KY) RI. Penghubung KY wilayah Sumut Muhrizal SH bersama tiga rekannya tampak berada diruang sidang cakra Utama Pengadilan Tipikor pada gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (16/7).
Para penghubung KY tersebut menggunakan video camera merekam dari awal sidang hingga saat ini sedang berlangsung.
“Kegiatan monitoring ini kami lakukan atas permintaan masyarakat ke KY. Permintaan dari masyarakat ini, langsung direspon pimpinan KY di pusat. Pada sidang sebelumnya, kami sudah melakukan monitoring, namun belum membawa alat rekaman,” jelas Muhrizal kepada wartawan di ruang sidang.
“Sekarang sudah mulai kami rekam semua aktivitas yang ada di dalam persidangan hingga agenda sidang putusan akhir,” sambungnya.
Selain adanya permohonan dari masyarakat, lanjutnya, sidang atas terdakwa pemilik wisata alam Simalem Resort ini pun menjadi perhatian publik.
Sebab, angka kerugian negara seperti yang didakwakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung cukup fantastis yakni Rp132 miliar lebih.
“Sidang ini juga kan salah satu menjadi perhatian publik,” ucapnya.
Sementara, dalam sidang lanjutan tersebut, tim JPU Kejagung menghadirkan saksi bernama Mustika Akbar. Diketahui, Mustika Akbar adalah Dirut PT Erni Putra Terari.
Dalam dakwaan, PT Erni telah melakukan pembelian lahan seluas 74 hektare dari Tasman Aminoto selaku kuasa 65 masyarakat yang mengaku ahli waris. Namun keterangan Mustika berbanding terbalik dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Mustika saat diperiksa di Kejagung.
Mustika dalam BAP mengaku, tidak mengetahui bagaimana proses negosiasi hingga pembayaran kepada masyarakat.
Dalam BAP yang dibacakan JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo itu, terdakwa Tamin Sukardi yang melakukan semua kegiatan yang berkaitan dengan pelepasan hak-hak atas tanah milik masyarakat tersebut. Mulai proses penentuan objek tanah hingga penentuan negosiasi harga.
“Disini (BAP) anda menjelaskan, anda selaku Direktur Utama PT Erni Putra Terari tidak mengetahui bagaimana proses negosiasi hingga pembayaran kepada masyarakat yang hanya sebagai pihak yang ditunjuk oleh PT Erni untuk melakukan pengikatan diri dan untuk melakukan pelepasan hak,” ucap JPU Salman.
Lalu di dalam BAP tersebut, juga dijelaskan harga yang dibayarkan oleh PT Erni Putra Terari kepada masyarakat sesuai dengan yang tertuang dalam surat pengikatan diri untuk melakukan pelepasan hak atas tanah nomor 39 Tahun 2007 tanggal 26 Februari 2007 sebesar Rp7 miliar. Cara membayarnya yang melakukan adalah Tamin Sukardi kepada Tasman Amimoto.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pelarian kedua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi di wilayah hukum Polres Binjai kandas. Kedua pelaku diringkus setelah polisi berhasil menangkap Muhammad Perdi alias Dedi alias Ompong (31) warga Jalan Gumba, Lingkungan X, Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara, Jumat (22/6) malam.
Pria yang disangkakan polisi sebagai perantara penjual sepedamotor pencurian itu ‘nyanyi’. Ia menyebut hasil curian tersebut diperoleh dari Bagus Pratama alias Bagus (19) dan Diki Pradana alias Diki alias Pemo (20) warga Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai, Binjai Utara.
“Orang Marelan yang nampung, saya perantara saja. Terhitung 13 kali jualkan (kereta) punya mereka. Main telfon saja menjualnya, saya cuma dikasih Rp200 ribu,” aku Dedi.
Alhasil, keduanya ditangkap polisi di Desa Suram, Tapunghulu, Kampar, Riau, Senin (16/7) dinihari.
“Saya bermain dengan Diki. Cara ngambilnya pakai kunci T,” jawab Bagus ketika ditanya Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak dalam paparan kasus di depan Gedung Satreskrim, Selasa (17/7).
Bagus mengaku, butuh waktu lima menit untuk membongkar kunci sepedamotor dengan kunci T. Bagus dengan Diki adalah sepupuan jauh.
“Kami satu nenek,” ujar Bagus.
Hasil kejahatan itu, Bagus bilang, untuk kebutuhan sehari-hari. Satu sepedamotor jenis bebek dijual Bagus seharga Rp2 juta. Sementara sepedamotor jenis sport dijual Bagus seharga Rp3 juta.
Bagus mengaku, melarikan sepedamotor curian itu dalam posisi berhenti atau terparkir. Bahkan, kata Bagus, sepedamotor yang parkir di mesjid pun pernah dilarikannya sebanyak dua kali.
“Tidak ada merampas di jalanan. Saya tidak pakai sabu. Waktu solat magrib saya bawa lari,” ujar Bagus.
Sementara, AKBP Donald Simanjuntak mengatakan, kali terakhir spesialis curanmor ini beraksi di wilayah hukum Polsek Binjai Selatan. Tepatnya di Mesjid Nurul Huda, Jalan Gunung Bendahara, Kelurahan Binjai Estate, Binjai Selatan, Jumat (22/6) malam lalu.
Korbannya Mas Eka Dharma. Perkara tersebut dilimpahkan Polsek Binjai Selatan ke Polres Binjai.
“Kedua pelaku merupakan spesialis. Keterangan yang didapat, mereka lebih dari sepuluh kali melakukan pencurian kendaraan bermotor,” kata Donald didampingi Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno.
Menurut polisi, Bagus berperan sebagai pemetik barang curian. Sementara Diki yang mengendarai sepedamotor menuju TKP.
“Barang bukti yang disita 4 unit roda dua dan 2 telepon selular,” pungkas mantan Kapolres Samosir ini.
Oleh polisi, Bagus dan Diki disangkakan Pasal 363 ayat (1) ke-4e dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara Dedi disangkakan Pasal 480 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.(ted/ala)
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi tindak penyelundupan narkoba asal Malaysia masuk ke Indonesia, Polda Sumut telah berupaya menekan peredaran dengan berkoordinasi melalui instansi terkait. Diantaranya, dengan pihak Keimigrasian, BNN dan TNI.
“Kita (Polda Sumut) tetap berkoordinasi dengan instansi terkait. Terutama dengan imigrasi, BNN dan TNI,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Selasa (18/7).
Instansi tersebut, kata Tatan merupakan yang berkompeten untuk melakukan penindakan penyelundupan narkoba asal Malaysia.
“Saling bertukar informasi rutin dilakukan. Bila ada hal yang mencurigakan apakah itu penyelundupan barang ilegal atau pun narkoba selalu kita lakukan,” terangnya.
Selama ini, umumnya para pelaku memanfaatkan jalur laut sebagai jalur alternatif masuknya narkoba asal Malaysia. Untuk itu, jelas Tatan, Polda Sumut telah mengantisipasi jalur-jalur tikus dengan melakukan razia-razia di laut.
“Kalau kita akan ada Ditpolair. Merekalah nantinya yang akan melakukan razia-razia di laut terhadap kapal atau jalur-jalur rawan penyelundupan narkoba,” urainya.
Kedepannya kata dia, Polda Sumut telah menerapkan metode preemtif, preventif dan represif.
“Preemtifnya kita melakukan kegiatan penyuluhan-penyuluhan, preventif kita melakukan razia-razia mulai di darat dan laut. Jika keduanya tidak mempan juga, maka kita lakukan tindakan represif,” tukasnya.
Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw pernah mengatakan, narkotika jenis sabu dan pil ekstasi yang diedarkan di Indonesia masuk melalui jalur laut Pekanbaru,Malaysia,Medan,Aceh dan jaringan Jambi.
“Narkotika tersebut awalnya masuk melalui Laut China, Malaysia hingga ke perbatasan wilayah Indonesia,” katanya beberapa waktu lalu.
Menurut dia, untuk memperkecil peluang masuknya narkotika tersebut ke Sumut, Polda telah memperketat sistem pengamanan di wilayah pesisir pantai.
“Karena ditengarai para pengedar narkoba tersebut memanfaatkan ‘jalur tikus’ untuk menyelundupkan atau meloloskan barang tersebut,” ujar Paulus.(mag-1/ala)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BUAYA_Mulut buaya diikat warga setelah ditangkap dari pinggiran Sungai Deli, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (17/7). Anak buaya sepanjang satu meter tersebut ditangkap warga di pinggir sungai dengan umpan bebek.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BUAYA_Mulut buaya diikat warga setelah ditangkap dari pinggiran Sungai Deli, di Medan, Sumatera Utara, Selasa (17/7). Anak buaya sepanjang satu meter tersebut ditangkap warga di pinggir sungai dengan umpan bebek.
SUMUTPOS.CO – Keresahan dan kecemasan warga atas kemunculan seekor buaya di pinggiran Sungai Deli, Kecamatan Medan Maimun, kini berkahir sudah. Buaya tersebut akhirnya berhasil ditangkap warga setelah diintai selama sebulan.
Buaya muara berukuran satu meter tersebut berhasil tertangkap oleh warga tepatnya di Gang Nasional, Kelurahan Sei Mati, Selasa (17/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Upaya penangkapan buaya muara tersebut telah dilakukan hampir selama satu bulan.
“Buayanya ini tadi ditangkap oleh warga yang melibatkan pihak kelurahan,” ujar Kasi Sarana Prasarana Wilayah Kecamatan Medan Maimun, Willy Habib Berutu kepada wartawan.
Willy menyebutkan, keberadaan buaya ini bahkan membuat warga yang biasa mandi dan mencuci pakaian di Sungai Deli menjadi ketakutan. Karenannya, segala upaya telah dilakukan untuk menangkap buaya tersebut.”Yang tertangkap baru satu. Pengamatan kita, masih ada lagi buaya lain di Sungai Deli,” tuturnya.
Ia menjelaskan, buaya muara ini pun berhasil ditangkap warga sekitar dengan menggunakan umpan seekor bebek dengan penjerat. Dalam menangkap buaya ini, sambung dia, harus dilakukan dengan pelan-pelan dan tenang, lantaran Sungai Deli yang panjang dan buaya suka berpindah-pindah.
“Jadi harus benar-benar tenang agar buayanya bisa ditangkap. Buaya ini selanjutnya akan kita serahkan ke BBKSDA. Kita harap nanti ditangkarkan di sana. Untuk buaya lainnya masih kita usahakan untuk ditangkap,” tandasnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Ishak mengungkapkan, penangkapan buaya tersebut dilakukan dengan cara memancingnya dengan seekor bebek. Buaya tersebut tertangkap, tidak lama setelah umpan tersebut dilempar ke sungai.
“Saat dipancing dengan bebek, langsung dimakannya. Selanjutnya buaya itu langsung ditarik ke pinggir sungai dan tertangkap,” ungkapnya.
Terpisah, Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Handoko Hidayat mengatakan, timnya sudah menuju lokasi untuk mengevakuasi buaya yang ditangkap warga tersebut. Namun, Handoko mengaku belum bisa memastikan akan dibawa ke mana nantinya buaya muara tersebut.”Tim sudah ke lokasi. Tapi nanti akan di kemanakan buaya ini, masih menunggu arahan pimpinan,” ujarnya. (mag-1/ila)