Home Blog Page 6159

Bupati Labuhanbatu Ditangkap di Bandara

Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap.

SUMUTPOS.CO – Satu lagi kepala daerah di Sumatera Utara ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini giliran Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap yang diamankan KPK di Bandara Soekarno-Hatta bersama ajudannya, Selasa (17/7). Selain itu, ada tiga orang lainnya yang disebut sebagai pihak swasta yang ditangkap di Labuhanbatu.

Dalam penangkapan tersebut, KPK mengamankan barang bukti transaksi transfer duit ratusan juta rupiah. “Tim KPK sudah mengamankan barang bukti Rp500 juta,” kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan tadi malam.

Dikatakannya, penangkapan ini terkait suap proyek di Dinas PUPR. “Kami duga uang tersebut terkait dengan proyek dinas PUPR setempat,” ungkap Febri.

Saat ini Bupati Labuhanbatu Pangonal dan ajudannya sudah berada di KPK untuk menjalani pemeriksaan awal. ”Sudah dibawa ke gedung KPK untuk pemeriksaan. Sedangkan pihak swasta ditangkap di Labuhanbatu dibawa ke Medan.  “Sekarang (pihak swasta) masih di Polres Labuhanbatu, tentu harus dibawa dulu ke Medan baru bisa dibawa ke Jakarta, kemungkinan besok (hari ini,Red),” ujar Febri.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara sebelum menentukan status hukum kelima orang itu. ”Jadi, (petugas) masih di lapangan. Saat ini (kemarin malam) masih melakukan rangkaian dari kegiatan ini (OTT),” terang mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut.

Informasi sementara yang sudah diperoleh KPK, proyek itu masuk dalam program milik Dinas PUPR Labuhanbatu. KPK juga masih menggali lebih jauh data dan informai berkaitan dengan proyek tersebut. ”Tentu nanti kami identifikasi lebih jauh. Kami sedang dalami itu,” imbuh Febri.

Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap yang merupakan Politikus PDIP itu diketahui memiliki total harta kekayaan Rp5 miliar. Ditilik dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Selasa (17/7), harta kekayaan yang dilaporkan Pangonal didominasi bidang tanah dan bangunan. Total ada 41 bidang tanah dan bangunan yang tercantum dalam LHKPN yang terakhir dilaporkannya pada 7 Oktober 2016.

Aset miliknya itu tersebar di Labuhanbatu, Deliserdang, hingga Medan. Selain itu, dia juga melaporkan aset berupa mobil serta simpanan emas. Total hartanya tercatat Rp5.022.527.174. Angka itu meningkat jauh dibandingkan terakhir dia melaporkan LHKPN pada 24 Juni 2015 yaitu total Rp2.325.795.071 artinya harta Pangonal bertambah lebih dari 100 persen dalam setahun.

Berkas Golkar Nyaris Ditolak KPU

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS PERTEMUAN: Suasana pertemuan yang digelar KPU Sumut dengan mengundang seluruh parpol tentang ketentuan caleg 2019, di Kantor KPU Sumut, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan, Rabu (4/7).
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
PERTEMUAN: Suasana pertemuan yang digelar KPU Sumut dengan mengundang seluruh parpol tentang ketentuan caleg 2019, di Kantor KPU Sumut, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, partai politik berbondong-bondong mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut untuk mendaftarkan kadernya sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019, di hari terakhir masa pendaftaran, Selasa (17/7).

Amatan Sumut Pos, setidaknya hingga pukul 21.00 WIB, parpol yang mendaftar di hari terakhir yaitu PKS, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PPP, PKPI, PAN, PKB, Golkar dan Hanura, menyusul Partai NasDem yang mendaftar sehari sebelumnya.

Suasana di kantor KPU Sumut pun tampak dipadati pengurus dan massa parpol, terlebih di lantai II ruang aula kantor KPU Sumut. Seperti Partai Demokrat dan PKB misalnya, sengaja membawa massa untuk meramaikan suasana saat mendaftar dari sekretariat parpol masing-masing dengan iringan musik sampai ke kantor KPU.

Dari sejumlah parpol yang telah mendaftar itu, Partai Golkar terlihat sedikit kesulitan melengkapi persyaratan bacalegnya. Bahkan pemberkasan partai berlambang Pohon Beringin itu nyaris ditolak KPU Sumut, lantaran belum melegalisir surat keputusan Plt Ketua Golkar. Masalah lainnya pada lampiran data caleg tidak diprint out di mana foto-foto calon cuma ditempel begitu saja.

Pengurus Golkar pun tampak kewalahan melengkapi persyaratan yang masih kurang tersebut. Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia didampingi Sekretaris Irham Buana, Muchrid Nasution, Yasir Ridho dan pengurus lainnya, terlihat tegang akan kondisi itu. Mengingat, mereka harus mengprint satu per satu lagi berkas pencalonan bacalegnya, lengkap disertai dengan foto. Namun pada akhirnya untuk persoalan legalisir SK, pengurus Golkar dengan cepat melengkapi kekurangan tersebut. Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, pengurus Golkar masih melengkapi print out daftar pencalonan bacalegnya.

Server KPU Lelet, Sulit Input Data

Sementara itu, ada kendala yang cukup merepotkan parpol dan KPU saat memasukkan keabsahan data bacaleg melalui Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Dimana umumnya terjadi trouble pada server KPU RI di saat penginputan data calon dilakukan. Apalagi penginputan melalui Silon itu dilakukan se-Indonesia dan di hari terakhir pendaftaran pula. Sehingga server menjadi ‘lelet’ saat penginputan data bacaleg. Adapun parpol yang sedikit mengalami kendala pada Silon, seperti PKPI dan PDI Perjuangan. Akibatnya parpol lain yang sudah menyerahkan berkas dalam bentuk hardcopy ke KPU, lama menunggu untuk penginputan ke sistem.

Penyerahan berkas bacaleg yang diantar langsung para ketua parpol ini diterima langsung Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea didampingi para Komisioner Benget Manahan Silitonga, Yulhasni dan Iskandar Zulkarnain, serta Kasubbag Humas dan Teknis Harry Dharma Putra.

Plt Ketua Demokrat Sumut Herri Zulkarnain mengatakan, pihaknya telah memenuhi semua persyaratan dan ketentuan bacaleg ke KPU. “Puji Tuhan semuanya terisi. Untuk kuota 30 persen perwakilan perempuan juga melebihi kuota. Target kami di 2019 Demokrat bisa mendapat 20 persen atau 20 kursi dari 100 kursi yang ada di DPRD Sumut,” katanya.

Persebaya vs PSMS: Berharap Tuah GBT

Foto: Doni Hermawan Legimin Rahardjo
Foto: Doni Hermawan
Legimin Rahardjo dkk diharapkan mampu mencuri poin kala dijamu Persebaya di Gelora Bung Tomo, malam ini (18/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS kembali harus menghadapi ujian berat di sisa laga putaran pertama Liga 1. Lawatan ke markas Persebaya Surabaya, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Rabu (18/7) menjadi laga away terakhir Ayam Kinantan di putaran pertama. Inilah satu-satunya kesempatan memperbaiki rekor tandang PSMS.

Sejauh ini Ayam Kinantan masih belum meraih satu poin pun di kandang lawan.  Dan tentu saja, kandang Persebaya bukan tempat yang mudah untuk mewujudkan ambisi itu. PSMS saat ini sedang dalam masa transisi pasca pemecatan Djadjang Nurdjaman dari kursi pelatih kepala PSMS. Peter Butler yang ditunjuk sebagai pelatih baru masih menunggu pengesahan PSSI untuk memimpin PSMS dari bench. Untuk itu kepercayaan diberikan kepada Asisten Pelatih Suharto AD.

“PSMS dan Persebaya saling mengalahkan setahun ini, begitu juga di tahun-tahun sebelumnya.  Kebetulan saya juga selalu bertanding melawan tim Persebaya. Saya rasa ini pertandingan prestise antara Persebaya dan PSMS Medan,” kata Suharto saat konferensi pers jelang laga, Selasa (17/7).

Bagi Suharto, GBT adalah tempat yang memberikan kenangan manis untuk dirinya dan PSMS. Di tempat ini, PSMS merayakan kesuksesan meraih gelar juara Piala Kemerdekaan 2015 lalu dengan menumbangkan Persinga Ngawi di final.

Selain itu beberapa pemain PSMS saat ini turut berada di skuad yang sama di momen tersebut seperti Suhandi, Erwin Ramdani, Legimin Raharjo, Wanda Syahputra dan lainnya.

PSMS sendiri sudah dua kali bersua Persebaya dalam setahun terakhir. Di final Liga 2, PSMS tumbang dengan skor 2-3 pada November 2017. Namun PSMS berhasil revans di perempat final Piala Presiden 2018. Ketika itu PSMS menang adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 3-3 di waktu normal pada laga yang digelar di Stadion Manahan Solo itu.

Pelatih berkepala plontos itu berharap timnya bisa memulihkan mental pasca transisi terhadap pergantian pelatih dan empat kekalahan beruntun. “Untuk pertandingan besok saya rasa ini pertandingan yang menarik, kebetulan ini transisi dari coach Djanur. Dan pelatih baru, Peter Butler sudah berpesan kepada pemain agar menghadapi Persebaya, pemain menunjukkan kualitas bermain,” ujar Suharto.

Diakui Suharto, tidak banyak perubahan taktik yang akan dilakukan pada laga kali ini, namun untuk susunan pemain, diakuinya akan ada perubahan. “Untuk taktikalnya mungkin tidak terlalu jauh banyak berbeda. Mungkin hanya saya sedikit memberikan motivasi dan bagaimana menaikkan moril  mereka untuk pertandingan menghadapi Persebaya,” ucap Mantan pelatih PS TNI itu

Ngogesa Larang DPD II Lakukan Penolakan

Foto: istimewa Ketua Partai Golkar Sumut H.Ngogesa Sitepu, SH (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Pusat Ir Airlangga Hartato, seusai Munaslub di JCC Senayan Jakarta, Rabu (20/12).
Foto: istimewa
Ketua Partai Golkar Sumut H.Ngogesa Sitepu, SH (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar Pusat Ir Airlangga Hartato.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pelengseran Ngogesa Sitepu dari kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumut sempat menuai penolakan dari sejumlah DPD kabupaten kota. Bahkan, mereka berencana melayangkan surat penolakan itu ke DPP Partai Golkar, namun Ngogesa melarangnya.

Ketua DPD Partai Golkar Binjai, Zainuddin Purba kepada Sumut Pos mengaku, pencopotan Ngogesa Sitepu dari Ketua DPD Partai Golkar Sumut secara mendadak itu, menyisakan luka mendalam bagi kader di daerah, khususnya di Kota Binjai. Mereka merasa prihatin dengan kebijakan DPP kepada Ngogesa Sitepu.

“Saya sebagai Ketua DPD Golkar Kota Binjai merasa prihatin atas turunnya SK penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Sumut,” kata Zainuddin Purba di Kantor KPU Binjai, Selasa (17/7).

Politisi yang akrab disapa Pak Uda ini mengaku, kader Golkar di Kota Rambutan sempat berencana membuat gerakan penolakan atas pencopotan sepihak terhadap Ngogesa itu. Namun, kata dia, rencana tersebut mendapat larangan dari Bupati Langkat dua periode tersebut. “Beliau mengatakan, kepentingan dan kemenangan Partai Golkar Sumut adalah di atas segala-galanya,” ungkap Ketua DPRD Kota Binjai ini.

Bahkan, sambung Pak Uda, Ngogesa meminta pencopotan itu tidak perlu untuk dipersoalkan lagi. Bahkan, Ngogesa berpesan kepadanya agar menerima keputusan DPP itu dengan ikhlas. “Putusan ini adalah yang terbaik,” ujar Pak Uda menirukan ucapan Ngogesa.

Lantas, apakah hanya DPD Golkar Binjai saja yang menolak? Pak Uda mengaku ada beberapa DPD Golkar kabupaten kota. Namun, ia enggan menyebutkan DPD mana saja yang menolak keputusan DPP tersebut. “Yang jelas, rencana penolakan itu dari sejumlah DPD Partai Golkar tingkat II itu mendapat larangan dari Ngogesa. Karena Pak Haji Ngogesa Sitepu lebih mengutamakan pemenangan untuk Pemilu 2019 daripada menyoal permasalahan yang tidak ada artinya,” jelasnya.

Bagi Pak Uda, Ngogesa Sitepu telah membangun partai berlambang Pohon Beringin ini dengan sungguh-sungguh. Bahkan, kata dia, Ngogesa juga banyak mengeluarkan kocek pribadinya untuk kebutuhan Partai Golkar.  “Semua tahu apa yang dikerjakan Haji Ngogesa Sitepu. Beliau sudah menerima risiko dari keputusan DPP,” kata dia.

Selama 31 tahun Ngogesa menjadi kader Partai Golkar, Pak Uda mengaku secara persis mengenal betul sosok Bupati Langkat itu. Lantas, apakah setelah pencopotan ini Ngogesa akan lompat ke partai politik lain? Pak Uda menilai, hal tersebut tak akan terjadi. “Begitupun, keputusan DPP Partai Golkar itu tetap menuai pro dan kontra. Setiap organisasi apapun, STM, BKM pun tetap ada pro kontra. Apalagi partai besar seperti ini. Itu hal yang sangat biasa,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, tokoh dan aktivis budaya Sumut Tengku Zainuddin menilai, Ngogesa akan tetap berbuat untuk masyarakat Sumut meski telah lengser dari jabatan Ketua DPD Golkar Sumut. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak perlu gaduh dan risau. “Kepada seluruh rekan-rekan yang ada di pemerintahan dan masyakat tak perlu gaduh. Yakinlah, Ngogesa Sitepu tetap berpihak kepada seluruh rakyat Sumut khususnya Kabupaten Langkat,” kata Tengku Zainuddin di Stabat, Selasa (17/7).

Menurut Zainuddin yang juga seorang advokad ini, hingga kini Ngogesa masih berbuat untuk masyarakat, diantaranya dengan mendukung sepenuhnya  disign sosial yang sedang dikerjakan lingkar nalar dari gerakan Boemi Poetra. “Menyangkut ketahanan budaya, hal ini menunjukkan beliau adalah seorang tokoh yang tidak hanya memikirkan kepentingan kepartaian semata, namun lebih jauh memikirkan kelangsungan budaya dalam konteks kebangsaan,” jelasnya.

Sama-sama kita ketahui, sambung Zainuddin, kalau perolehan suara dari partai politik itu tidak dapat dilepaskan dari ketokohan orang-orang yang ada di dalam partai tersebut. Sosok Ngogesa adalah tokoh yang amat dihormati dan disayangi oleh hampir seluruh kalangan di Sumut terlebih lebih lagi di Kabupaten Langkat.

“Mengingat konon kabarnya suara Golkar adalah suara rakyat, maka perihal akan pencopotannya dari Ketua DPD Golkar Sumut adalah suatu keniscayaan bagi tubuh Golkar sendiri,” pungkas Tengku.

Stok Avtur Aman Selama Musim Haji

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ratusan jemaah haji kloter pertama tiba di asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution Medan, Senin (8/8) tahun lalu. Selanjutnya calon jemaah haji akan menginap di asrama haji embarkasih Medan sebelum diberangkatkan ke tanah suci Makkah.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ratusan jemaah haji kloter pertama tiba di asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution Medan, tahun lalu. Selanjutnya calon jemaah haji akan menginap di asrama haji embarkasih Medan sebelum diberangkatkan ke tanah suci Makkah.

SUMUTPOS.CO – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menjamin pasokan BBM jenis Avtur di 3 bandara di Pulau Sumatera selama musim Haji 2018. Namun, ada peningkatan konsumsi avtur untuk maskapai pengangkut calon haji dari Tanah Air ke Tanah Suci. Ketiga bandara disalur pasokan Avtur selama musim Haji 2018, adalah Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau International Airport (MIA), DPPU Kualanamu dan DPPU Hang Nadim. Seluruh Bandara tersebut, masuk dalam wilayah kerja Pertamina MOR I.

Dengan itu, Pertamina mendukung segala aktivitas hamba Allah yang akan menjalankan ibadah haji tahun 2018. Kemudian, Pertamina menjamin pasokan dan stok avtur aman sehingga tidak akan menggangu aktivitas perjalan haji tersebut. “Untuk area Sumatera bagian Utara, Pertamina meningkatkan rata-rata penyaluran Avtur harian pada bulan Juli sebesar 18.9 persen dari 28.858 KL/hari menjadi 34.456 KL/hari,” kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto kepada wartawan di Medan, Selasa (17/7) siang.

Rudi mengungkapkan, ada peningkatan konsumsi avtur signifikan DPPU MIA, Padang yang meningkat menjadi 8.711 KL/hari dari kondisi normal 4.495 KL/hari atau naik 93,8%. Dibandingkan dengan realisasi tahun 2017. “Rencana pasokan ke bandara MIA diperkirakan menurun dikarenakan pada tahun 2017 MIA digunakan untuk transit 10 Kloter dari Lombok, sementara untuk tahun 2018 Kloter dari Lombok tidak lagi transit di MIA dengan estimasi penurunan volume sebesar 1.053 KL,” jelas Rudi.

Menghadapi kemungkinan lonjakan kebutuhan avtur, Pertamina MOR 1 telah mempersiapkan beberapa skenario untuk melakukan pemasokan avtur selama musim haji tahun ini.  “Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan avtur di DPPU Minangkabau, kami telah menyiapkan rencana supply tanker ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Teluk Kabung sebanyak 4 unit tanker,” kata Rudi.

Ia mengungkapkan untuk meningkatkan lifting dari TBBM Teluk Kabung, akan dimobilisasikan tambahan 3 unit mobil bridger kapasitas 24 KL sehingga kapasitas maksimal bridger di bandara MIA meningkat menjadi 594 KL per harinya.

Hal yang sama dilakukan Pertamina untuk DPPU Bandara Kualanamu Internasional Airport, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara dan DPPU Hang Nadim, Kota Batam, Kepulau Riau. Diperkirakan mengalami sedikit peningkatan penyaluran avtur pada bulan Juli 2018 dengan presentase kenaikan sekitar 3,5 Persen dan 9,2 Persen. “Peningkatan penyaluran Avtur ini dilakukan untuk mendukung kelancaran penerbangan demi mendukung pelaksanaan ibadah para jamaah Haji 2018,” sebut Rudi.

Rudi menjelaskan untuk khusus DPPU Kualanamu ada peningkatan konsumsi avtur selama musim haji dengan hariannya sekitar 500 kiloliter perhari. Kemudian, untuk konsumsi bulannya mencapai 13.800 kiloliter. “Untuk konsumsi avtur dihari biasanya sekitar 430 kiloliter dan bulanannya menjadi 13.300,” tandas Rudi. (ain/gus)

 

Calhaj Batal Berangkat Jika Tak Istitha’ah

Triadi Wibowo/Sumut pos_ Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan Ah. Nasution Medan, Kamis (27/7). Sekitar 393 jemaah calon haji asal Medan tergabung dalam kloter pertama telah masuk asrama untuk menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (28/7)
Triadi Wibowo/Sumut pos_
Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan AH. Nasution Medan,tahun lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan mengingatkan jamaah Calon Haji (Calhaj) tidak dapat diberangkatkan apabila tidak istitha’ah (mampu). Hal tersebut disampaikan dr Ziad Batubara saat Manasik Haji Akbar di Asrama Haji Medan, kemarin. Dijelaskan dr Ziad, istitha’ah adalah peraturan tentang kemampuan fisik, mental dan kesehatan Calhaj.

“Apa boleh buat, kalau nanti pada pemeriksaan dinyatakan tidak istitha’ah, mohon maaf, saya tidak berangkatkan. Ada kriterianya, diantaranya, menderita gagal jantung stadium 4, gagal ginjal yang cuci darah 2 kali seminggu, gila, pikun berat, TBC yang tidak mempan lagi dengan obat, kanker dan cacar air,” ujar Ziad.

Selain itu, Ziad mengatakan, tidak bisa kita pungkiri bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik. Dicontohkannya, kalau di Medan, silahkan pilih ibadahnya mau di rumah boleh, di musala boleh dan di masjid juga boleh. Tapi kalau berhaji, ada kewajiban khusus seperti tawaf di Masjidil Haram, wukuf di Arafah serta Mabit dan juga melontar jumroh di Mina. Tidak boleh tempat lain. Karena berpindah-pindah tempat itu, diingatkannya Calhaj harus sehat.

“Banyak jamaah haji kita yang risiko tinggi (risti), yakni Calhaj yang berpeluang mendapatkan penyakit ataupun kambuh penyakitnya. Ada dua Risti, pertama Risti sehat yaitu usia lanjut dan obesitas, ” tambahnya.

Dijelaskan Ziad, data Kementerian Kesehatan, kematian pada jamaah haji Indonesia didominasi laki-laki usia 55 tahun sampai 65 tahun dengan over aktifitas, kelelahan ada penyakit jantung bawaan. Untuk itu, diingatkan Ziad untuk pinter-pinter membagi waktu ibadah dan istirahat. Disebutnya, normal waktu istirahat 8 jam namun 6 jam bisa. “Sehat juga penting. Bagaimana mau beribadah kalau tidak sehat, ” lanjutnya.

Terakhir, Ziad mengingatkan tantangan sekarang adalah penyakit menular. Paling pasti tantangannya dikatakan Ziad sekarang adalah penyakit miningitis, radang selaput otak di Arab Saudi. “Penularannya adalah percikan dahak dan bersin. Saya anjurkan kalau tidak berihram pakai maskernya, ” tandas Ziad. (ain/gus)

 

 

PDIP Coret Caleg Bermasalah Hukum dari Dapil Sumut

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tidak ingin mencalonkan orang yang sedang menghadapi persoalan hukum untuk maju sebagai bakal calon anggota DPR, yang akan berlaga di Pemilu 2019.

“Di Sumut (Sumatera Utara) ada beberapa yang sedang menjalani proses pemeriksaan atas kasus hukum. Maka kemudian DPP mengambil keputusan tidak mencalonkan nama-nama dimaksud,” ujar Hasto di kantor KPU, Jakarta, Selasa (17/7).

Sayangnya, Hasto tidak menyebut siapa nama kader yang dimaksud. Dia hanya menyatakan, langkah pencoretan diambil sebagai tanggung jawab moral PDIP terhadap masyarakat.

“Jadi, yang kami calonkan adalah tokoh-tokoh yang memang jelas rekam jejaknya. Meraka yang betul-betul dipersiapkan,” katanya.

Lebih lanjut Hasto mengatakan, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu juga mencalonkan beberapa nama berlatar belakang jurnalis. Antara lain, mantan wartawan Koran Sindo Rahmat Said dan Putra Nababan. “Dia membuat karya dari buku Bung Karno. Kami juga mencalonkan Pak Putra Nababan,” pungkas Hasto.(gir/jpnn)

 

KPK OTT Bupati Labuhanbatu

Bupati Labuhanbatu,, Pangonal Harahap.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT).  Kali ini Bupati Labuhanbatu, Sumut, Pangonal Harahap ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (17/7) malam.

Pada Pilkada Labuhanbatu Desember 2015, Pangonal yang merupakan politikus PDIP berpasangan dengan Andi Suhaimi Dalimunthe, diusung PDIP, PKS, PKB, dan PBB. Pasangan ini dilantik menjadi bupati-wakil bupati Labuhanbatu pada 17 Februari 2016.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah menyebutkan bahwa OTT dilakukan di dua daerah. ”Iya benar ada kegiatan (OTT) di Labuhanbatu dan Jakarta,” ungkap dia kemarin malam.

Informasi sementara yang diperoleh, ada lima orang yang diamankan. Termasuk di antaranya Pangonal dan ajudannya. Febri menyebutkan, Pangonal diamankan oleh petugas di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Sedangkan tiga orang lainnya diamankan petugas di Labuhanbatu. Guna kebutuhan pemeriksaan lanjutan, KPK membawa ketiga orang tersebut ke Polres Labuhanbatu. ”Ada pihak swasta yang diamankan,” ungkap Febri.

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa Pangonal juga sudah dibawa ke kantor KPK di Gedung Merah Putih. Dia dibawa ke markas lembaga super bodi itu untuk diperiksa.

Dalam OTT tersebut, sambung Febri, KPK turut mendapati barang bukti berupa catatan transaksi dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Barang bukti tersebut masih didalami.

”Jadi, (petugas) masih di lapangan. Saat ini (kemarin malam) masih melakukan rangkaian dari kegiatan ini (OTT),” terang mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut. Dugaan sementaran, korupsi dilakukan Pangonal dalam proyek di Labuhanbatu.

Informasi sementara yang sudah diperoleh KPK, proyek itu masuk dalam program milik Dinas PUPR Labuhanbatu. KPK juga masih menggali lebih jauh data dan informai berkaitan dengan proyek tersebut. ”Tentu nanti kami identifikasi lebih jauh. Kami sedang dalami itu,” imbuh Febri.

Sesuai ketentuan yang berlaku, KPK punya waktu 1 x 24 jam sebelum menentukan status hukum lima orang yang diamankan dalam OTT kemarin malam. (syn/)

Cewek ABG Dianiaya Ortu, Kaki Dirantai & Digembok

Ilustrasi

PERBAUNGAN, SUMUTPOS.CO – Tega! Kata ini mungkin layak disematkan kepada pasangan Asmara Dena (46) dan Budiarso (50). Tanpa belas kasihan, mereka menganiaya dan merantai kaki putri kandung sendiri.

Cewek ABG bernasib kurang beruntung tersebut yakni Denanda Anastia Budi. Penganiayaan yang dialami cewek berusia 15 tahun ini berlangsung di rumah mereka, Jalan Amir Hamzah, Desa Kota Galuh, Kec. Perbaungan.

Atas perbuatan kejam itu, Unit PPA Satreskrim Polres Sergai bereaksi. Asmara Dena dijemput petugas dari dari kediamannya pada Minggu (15/7/2018) siang sekira pukul 12.00 wib.

Pasutri tersebut melakukan kekerasan terhadap anak kandung sebagaimana dimaksud pasal 76C Jo pasal 80 ayat 4 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi, Sabtu (14/7/2018) sekitar pukul 20.30 wib di kediaman mereka. Saat ditemukan warga, korban dalam keadaan kaki kiri terlilit rantai besi dan digembok dan bibir mengalami luka robek.

Selanjutnya korban dan ibu korban diboyong ke Mapolres Sergai guna proses hukum. Dari lokasi petugas mengamankan barang bukti, 1 buah rantai besi dan 1 buah gembok.

“Tersangka sedang dibantarkan di RSUD Sultan Sulaiman. Kasusnya masih dalam proses,” tandas Kanit PPA Satreskrim Polres Sergai, Iptu Ferida Panjaitan kepada POSMETRO MEDAN, Senin (16/7/2018).(war/ras)

Cari Pelampiasan Ketika Istri Malas Bercinta Saat Hamil

SUMUTPOS.CO –  Kehamilan sering membuat mood perempuan mudah berubah. Itu pula yang dialami Sephia (32) yang mulai ogah-ogahan melayani suaminya di atas ranjang, saat usia kehamilannya sudah mencapai usia lima bulan.

Rupanya Donwori (35) sebagai suami Sephia mencari pelampiasan lain. Donwori memilih mencari daun muda terutama dari kalangan anak baru gede (ABG) alias cabe-cabean yang selalu available.

Tapi, Sephia bukannya tak tahu kelakuan suaminya. Meski sedang hamil besar, Sephia memutuskan menggugat cerai suaminya yang berbuat serong.

“Aku sudah curiga lama sebenarnya. Belakangan di kontaknya banyak nomor baru masuk, namanya tapi cowok semua,” kata Sephia di ruang tunggu pengadilan agama belum lama ini.

Sephia menduga suaminya mulai main cewek lain. Sejak kehamilan kedua, Sephia memang malas melakukan apa pun, termasuk urusan ranjang. Dia kerap menolak ketika suaminya sedang pengin begituan. Tapi, kata Sephia, suaminya nyaris tak pernah marah ketika keinginannya ditolak.

Hanya saja, Sephia tak pernah menyangka suaminya bisa begitu nekat dengan mencari pelampiasan di luar. “Apa mungkin karena hamil juga rasanya punyaku kurang enak, akhirnya cari yang lain,” katanya ceplas-ceplos.

Rupanya, ada tetangga Sephia yang tahu kelakuan Donwori saat berjalan-jalan bareng seorang cewek ABG. Tetangga Sephia itu pun mengadu.

Kabar dari tetangga itu menguatkan kecurigaan Sephia tentang ulah suaminya yang mulai sering pulang larut malam. Akhirnya, Sephia mengoprek seluruh pesan yang masuk di ponsel suaminya.

Anehnya, ada nama laki-laki dalam daftar nomor handphone (HP) atau ponsel Donwori yang sering mengirim pesan. Hanya saja, Sephia tak mengenal nomor dan nama itu.

Rupanya, nama laki-laki itu hanya cara Donwori menyamarkan nomor ponsel selingkuhannya. “Dia tak amuk, masih muda, mau-maunya diapa-apain suami orang,” ujar Sephia dengan nada marah.

Donwori langsung berkali-kali meminta maaf setelah ulahnya ketahuan. Tapi, Sephia tak punya alasan untuk memaafkan Donwori. Dia telanjur sakit hati dan tak ingin memaafkan suaminya. Pintu maaf sudah tertutup dan Sephia memilih bercerai.

“Katanya cuma iseng aja, buat selingan. Aku gak butuh suami kalau modelnya kayak begitu,” pungkasnya.(jpr)