Home Blog Page 6176

Danau Toba jadi Model Pengawasan Pelayaran

Triadi Wibowo/Sumut Pos Calon penumpang bersiap menaiki Kapal feri penyebrang di ermaga Tiga Ras, Kamis (21/6)
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Calon penumpang bersiap menaiki Kapal feri penyebrang di ermaga Tiga Ras, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba menjadi pelajaran berharga bagi Kemenhub, dalam mengurusi masalah pelayaran. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, akan membentuk struktur baru untuk pengawasan penyeberangan sungai dan danau setingkat eselon dua, dalam tempo sebulan. Penanganan pelayaran di Danau Toba akan menjadi satu model dalam pengawasan yang lebih ketat untuk pelayaran perairan darat.

Menteri Budi menuturkan, sebelumnya pelayaran perairan darat itu hanya ditangani oleh pejabat eselon tiga. Tapi, setelah melihat urgensi penyeberangan di sungai dan danau itu maka diputuskan akan diangkat seorang direktur Penyeberangan Sungai dan Danau di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

”Di mana eselon dua di bawah Perhubungan Darat itu mengawasi seluruh kegiatan sungai dan danau di seluruh Indonesia. Dengan itu nanti akan ada fungsi-fungsi tertentu yang overlapping di mana Kementerian Perhubungan ditugaskan sebagai tim pegawas bagi berlangsungnya kegiatan-kegiatan pelayaran sungai dan danau di sana,” ujar Budi usai pembukaan Indonesia Development Forum (IDF) di Hotel Ritz Carlton Kuningan Jakarta, kemarin.

Proses pembentukan direktorat baru itu sudah disampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Budi menyebutkan surat sudah dikirim dan dalam waktu dekat direktorat tersebut akan terwujud. ”Ya Insyallah satu bulan. Tapi mendahului itu kita sudah membuat ad hoc di Danau Toba,” kata dia.

1.500 Personel Gabungan Tabur Lobster di Danau Toba

Foto: Istimewa TABUR LOBSTER: Sebanyak 1.500 personel gabungan membersihkan dan menabur bibit lobster air tawar di Danau Toba.
Foto: Istimewa
TABUR LOBSTER: Sebanyak 1.500 personel gabungan membersihkan dan menabur bibit lobster air tawar di Danau Toba.

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.500 orang personel gabungan melakukan kegiatan bakti sosial untuk membersihkan pinggiran Danau di Pelabuhan Tigaras, Kamis (12/7). Tak hanya itu, juga melepaskan udang lobster dan ikan mas ke Danau Toba.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, para personel gabungan tersebut terdiri atas tim gabungan dari Brimob Polda Sumut, Basarnas, PTPN 3 dan 4, Pramuka, Dit Polair Polda Sumut, Polres Simalungun, Kodim 0207/SML serta relawan.

“Kegiatan ini untuk menindaklanjuti perintah Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpaw sebagai jawaban kearifan lokal bahwa Danau Toba kotor dan tercemar,” ungkapnya kepada wartawan.

Nainggolan menjelaskan, Tim gabungan menyisir bibir pantai, areal Pelabuhan Tigaras, Jalan dari Pelabuhan menuju Pantai Paris, lokasi Masjid Al Hikmah Tigaras hingga menuju Tambun Raya. “Kami berharap agar kegiatan dapat membuat Danau Toba menjadi lebih bersih dan tidak tercemar. Sebagai orang luar, kita ingin menunjukkan bahwa kita juga peduli terhadap kebersihan di Tigaras. Harapannya agar hal ini dapat ditiru oleh warga masyarakat setempat,” harapnya. (bal/mag-1/jun/lyn/fir/jpnn)

 

Inalum Beli Saham Freeport Rp53 T

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Holding Industri Pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) akan mengeluarkan dana sebesar USD3,85 miliar atau sebesar Rp53,9 triliun (kurs Rp 14 ribu) untuk membeli saham di PT Freeport Indonesia.

Sebab, Pemerintah Indonesia telah menyepakati nilai divestasi saham yang disepakati PT Freeport McMoran Inc (FCX) untuk meningkatkan kepemilikan saham di PT Freeport Indonesia dari sebelumnya 9,36 persen menjadi 51 persen.

Kesepakatan itu ditegaskan melalui penandatanganan perjanjian Head of Agreement (HoA) yang dilakukan antara pemerintah Indonesia dan Freeport McMoran di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (12/7).

Anggaran itu akan digunakan untuk membeli hak partisipasi Rio Tinto di PTFI sebesar 40 persen dan 100 persen saham FCX di PT Indocoopper Investama yang dikonversi menjadi 9,36 persen.

Dari nilai total itu, USD3,5 miliar merupakan milik Rio Tinto, sedangkan Indocoopper sebesar USD 350 juta. Dengan demikian, Indonesia secara keseluruhan akan memiliki 51,35 persen saham Freeport Indonesia.

“Jadi memang melalui penguasaan mayoritas di Inalum ini, dan holding pertambangan, pemerintah berharap PTFI bisa mengelola sebaik-baiknya, juga bisa bermanfaat dan bisa menjadi kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani bersyukur telah terjadi kesepakatan harga. Diharapkan, kesepakatan ini dapat menjaga iklim investasi yang kondusif. “HoA yang di tanda tangan merupakan langkah maju dan strategis di dalam rangka mewujudkan kesepakatan pemerintah dan Frepoort Indonesia dan McMoran yang pada 27 Agustus 2017 yang waktu itu diumumkan,” kata Sri Mulyani.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengucapkan terima kasih kepada menteri terkait yang terus membantu kesepakatan ini.

“Saya ucapkan terima kasih kepada ibu Rini dan jajarannya, Menkeu, Menteri ESDM, Menteri KLHK, karena dukungan luar biasa dalam menjalankan amanat untuk membawa kembali Freeport ke pangkuan ibu pertiwi,” tambah Budi.

Sekedar informasi, berdasarkan laporan keuangan 2017 yang telah diaudit, PTFI membukukan pendapatan sebesar USD4,44 miliar, naik dari USD3,29 miliar di tahun 2016. Perusahaan juga membukukan laba bersih sebesar USD1,28 miliar, naik dari USD579 juta.

PTFI memiliki cadangan terbukti (proven) dan cadangan terkira (probable) untuk tembaga sebesar 38,8 miliar pound, emas sebesar 33,9 juta toz (troy ounce) dan perak sebesar 153,1 juta toz.

Sementara itu, pada 2017, Inalum membukukan pendapatan sebesar USD 3,5 miliar dengan laba bersih konsolidasi mencapai USD 508 juta.

Holding Industri Pertambangan Inalum juga tercatat memiliki sumber daya dan cadangan nikel sebesar 739 juta ton, bauksit 613 juta ton, timah 1,1 juta ton, batubara 11,5 miliar ton, emas 1,6 juta ton dan Perak sebesar 16,2 juta ton.(hap/JPC)

 

Calhaj Harus Sering Jalan Santai Pagi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MANASIK HAJI_Calon jamaah haji mengikuti bimbingan pada kegiatan manasik (thawaf) di Asrama Haji Medan, Kamis (12/7). Bimbingan diberikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman bagi jemaah calon haji.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MANASIK HAJI_Calon jamaah haji mengikuti bimbingan pada kegiatan manasik (thawaf) di Asrama Haji Medan, Kamis (12/7). Bimbingan diberikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman bagi jemaah calon haji.

SUMUTPOS.CO – Jamaah calon haji (calhaj) diminta menjaga dan meningkatkan kondisi fisik tubuh, stamina serta kebugaran jasmani sebelum pemberangkatan ke Tanah Suci. Disarankan, calhaj untuk sering berolahraga jalan santai pada pagi hari.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Sumut dr. NG. Hikmet mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah yang banyak melakukan aktivitas fisik, sehingga memerlukan daya tahan tubuh yang kuat. Selain banyak melakukan aktivitas fisik, di Tanah Suci juga berkumpul dan berdesakan dengan jamaah negara lain. Sehingga, penularan penyakit bisa terjadi jika daya tahan tubuh lemah. “Jadi fisik dan daya tubuh calon jamaah haji harus kuat,” kata Hikmet didampingi Kasi Surveilan dan Imunisasi Suhadi, SKM, MKes Kamis (12/7).

Selain berolahraga, lanjutnya, calon jamaah haji juga diminta untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang. Segala makanan yang berupa sumber mengandung karbohidrat, protein dan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan kalori serta usia. “Perbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan serta minum air yang cukup, walaupun tidak haus saat di sana,” imbaunya.

Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Komisariat Medan dr Rudi Rahmadsyah Sambas yang juga pernah menjadi Tim Kesehatan Haji pada 2015 lalu, mengingatkan jamaah untuk istrihat yang cukup.

“Kalau ada waktu istirahat pergunakan sebaik mungkin. Karena umur jamaah yang berangkat kebanyakan di atas 40 – 50 ke atas. Ini rentan dengan berbagai penyakit yang mengganggu imun tubuh, maka terjadilah drop atau menurunnya kesehatan diakibatkan kurang seimbangnya istirahat dengan kegiatannya,” kata dr Rudi.

Selain itu, lanjutnya, semangat yang prima juga jadi obat yang paling baik. Namun tetap ingat untuk pola hidup sehat serta makan tepat waktu, perbanyak minum air putih serta minum vitamin. Tak lupa agar makan buah-buahan di Tanah Suci agar menjaga kesehatan pencernaan dan stamina tubuh, terutama mengurangi lemas dan batuk yang sering melanda jamaah.

“Bagi jamaah yang memiliki resiko tinggi (Risti) untuk tidak memaksakan diri mengikuti Arbain. Sebab, ibadah Arbain termasuk kegiatan fisik. Bagi jamaah lansia dengan risiko jantung koroner, aktivitas fisik yang tinggi memicu serangan jantung,” pungkasnya.

 

2.407 Calhaj Medan Kenakan Ihram

Sementara itu, suasana di Asrama Haji Embarkasi Medan terlihat seperti di Tanah Suci, Kamis (12/7) pagi. Sekitar 2.407 orang yang memang merupakan Calhaj asal Kota Medan, mengenakan pakaian ihram dan serba putih. Terlebih, saat Calhaj itu memperagakan rukun dan wajib Ibadah Haji, suasana semakin terasa seperti di Tanah Suci.

Beralaskan koran, kain dan sebagainya, Calhaj duduk di tanah, seperti sedang wukuf. Selanjutnya, bergantian setiap Kloter,  Calhaj berjalan kaki ke sekitar gerbang 3 Asrama Haji Medan yang diibaratkan sebagai Muzdalifah, untuk mengambil batu yang memang sudah disiapkan. Lalu, berjalan ke depan gedung Klinik H Anif yang diibaratkan sebagai Mina, untuk melontar Jumroh.

1 PSMS VS Persipura 3: Kalah di Kandang Sendiri

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos KALAH: Pemain belakang PSMS Amarzukih mencoba mengontrol bola saat melawan Persipura di Stadion Teladan, Kamis (12/7) malam. PSMS kalah dengan skor 1-3.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
KALAH: Pemain  PSMS mencoba mengontrol bola saat melawan Persipura di Stadion Teladan, Kamis (12/7) malam. PSMS kalah dengan skor 1-3.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS dalam kondisi gawat darurat. Ayam Kinantan kembali tumbang pada laga kandangnya di Stadion Teladan, Kamis (12/7). Adalah Persipura yang menorehkan kekalahan keempat beruntun PSMS di Liga 1.

Ini juga menjadi kekalahan ketiga PSMS di kandang sendiri. Total PSMS sudah 10 kali tumbang. Hasil ini membuat PSMS terpuruk di posisi juru kunci klasemen dengan 15 poin.

“Ya kami kembali gagal. Sehingga membuat posisi di klasemen sulit. Tapi ini belum kiamat. Kami harus berbenah di putaran kedua dan menperbaiki materi pemain,” kata Djanur.

Diakui Djanur, bersaing dengan materi yang ada saat ini. Lini depan juga tampil buruk. “Kami membuat kesalahan. Sebelum gol itu terjadi laga masih ketat. Tapi hak itu membuat strategi selanjutnya tidak berjalan. Lini depan juga masih menyia-nyiakan peluang,” tambahnya.

Pada laga ini, Djanur membuat perubahan yang tidak biasa dalam komposisi starting eleven nya. Tanpa Reinaldo Lobo yang absen karena akumulasi, Djanur menggantikannya dengan Dilshod Sharofetdinov yang biasa bermain di posisi gelandang.

Sementara itu posisi Frets Butuan diisi Erwin Ramdani. Di awal laga beberapa kali Persipura mengancam. Salah satunya aksi Boaz Solossa menit ke-20 yang masih bisa dihalau Abdul Rohim.

Sementara serangan PSMS cukup mudah dipatahkan barisan pertahanan Persipura. Mutiara Hitam, julukan Persipura, memegang penguasaan bola dan melancarkan serangan dengan sabar untuk membongkar celah pertahanan PSMS

Peluang terbaik didapatkan PSMS menit ke-33. Berawal dari penetrasi Antoni dari sisi kiri pertahanan lawan. Toni melepaskan umpan tarik yang disia-siakan Yessoh karena tendangannya melenceng.

Namun berselang tiga menit malah Persipura yang memecah kebuntuan. Lewat serangan yang sebetulnya tidak terlalu berbahaya, bola crossing Persipura terlepas dari tangkapan Abdul Rohim. Dengan mudah Imanuel Wanggai menyontek bola.

Tertinggal satu gol, PSMS coba meningkatkan daya dobraknyam menit ke-43, Dede Sulaiman kiper Persipura membuat kesalahan menyambut back pass rekannya. Syukurnya bola masih bisa diamankan bek Persipura. Peluang terakhir lewat Erwin Ramdani juga masih melenceng. Skor 0-1 bertahan hingga jeda.

Zohri Hidup Tanpa Orangtua, Berprestasi di Tengah Keterbatasan

Zohri (tengah) saat berhasil meraih juara dunia lari 100 meter.
Zohri (tengah) saat berhasil meraih juara dunia lari 100 meter.

SUMUTPOS.CO – Atlet atletik Lalu Muhammad Zohri, telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Atlet asal Lombok Utara ini meraih medali emas.

===========================================================

ROHADI-LOMBOK UTARA

===========================================================

NAMA Lalu Muhammad Johri mendadak banyak diperbincangkan. Atlet asal Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang ini baru saja mengikuti Asian Junior Athletic yang diselenggarakan di Gifu Jepang belum lama ini. Johri panggilan akrabnya, sukses meraih medali emas setelah berhasil menaklukkan pelari asal berbagai negara.

Meski begitu, kehidupan keluarga Johri masih memprihatinkan. Dibutuhkan perhatian pemerintah guna membantu keluarga Johri. “Johri kalau pulang tidur di rumah bedek peninggalan orang tua kami. Kami sudah usulkan bantuan program rumah kumuh dari pemerintah Lombok Utara, namun belum ada kabar sampai saat ini,” kata Ma’rif, kakak Lalu Muhammad Johri kepada wartawan, kemarin.

Johri kelahiran 1 Juli 2000, merupakan anak ketiga dari pasangan Saeriah dan Lalu Ahmad. Kedua orang tuanya sudah meninggal dunia. Semasa hidup, orang tua Johri, Lalu Ahmad bekerja sebagai nelayan dan melakukan pekerjaan sampingan sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Sedangkan ibunda Johri, Saeriah meninggal saat Johri duduk di bangku SD. Ayahnya menyusul menghadap Sang Pencipta hampir setahun lalu. Kala itu Johri sedang di luar daerah melakukan persiapan menghadapi salah satu kejuaraan bergengsi. Namun terpaksa pulang untuk melihat orang tuanya terakhir kali.

Wajah Pelaku Tak Jelas di CCTV

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 148 juta.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 148 juta.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski polisi berhasil mengidentifikasi plat mobil bernopol yakni nopol BB yang digunakan pelaku perampokan bank BTPN di Jalan Pasar IX,  Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, polisi masih kesulitan mengungkap identitas ketiga pelaku. Wajah pelaku tak terlihat jelas di Closed Circuit Television (CCTV) milik warga.

Dalam rekaman CCTV milik warga yang disita polisi untuk mendukung penyelidikan, kejadian terekam dari seberang bank BTPN, dan gambarnya tidak begitu jelas. “Kamera kan jauh, jadi tidak begitu jelas wajahnya. Cuma dalam CCTV itu pelaku berjumlah 3 orang memakai topi dan penutup mulut. Satu pelaku menggunakan senpi keluar dari bank dengan membawa kotak yang uang sebesar Rp164 juta,” aku Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, kepada wartawan, Kamis (12/7).

Sedangkan berdasarkan keterangan 4 orang saksi yang diperiksa, lanjut Tatan, pelaku berjumlah 3 orang. Salah satunya menggunakan senpi, sedangkan 2 orang menunggu di mobil. “Ditkrimum sampai hari masih bekerja menyelidiki ketiga pelaku perampokan itu,” kata Tatan.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri yang ditanya ada dugaan keterlibatan orang dalam, tak mau berspekulasi. “Dari hasil penyelidikan yang kita lakukan, sejauh ini belum ada keterlibatan orang dalam. Untuk mencari tahu keberadaan para pelaku, saat ini pihak kita sedang melakukan lidik dari unit Reskrim Polsek Percut bergabung denga Sat Res Polrestabes Medan dan Poldasu,” ujar Faidil, Kamis (12/7).

Setidaknya, sudah tiga orang diperiksa. Ketiganya merupakan karyawan bank tersebut dan seorang sekuriti yang ditodong senjata diduga pistol oleh pelaku. “Apa yang kita tanyakan ke mereka itu teknis. Intinya kita belum bisa menyimpulkan begitu,” katanya.

Zohri Juara Dunia Atletik U-20

Ekspresi Muhammad Zohri usai menjadi juara nomor 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20.
Ekspresi Muhammad Zohri usai menjadi juara nomor 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

SUMUTPOS.CO – Cabang olahraga atletik Indonesia mendadak bersinar di kancah dunia setelah Lalu Muhammad Zohri secara mengejutkan meraih gelar juara di Kejuaraan Dunia Atletik U-20. Lalu naik ke podium tertinggi setelah menjadi yang tercepat di nomor lari 100 meter putra di kejuaraan yang berlangsung di Tampere, Finlandia pada Rabu (11/7) malam waktu setempat.

Start dari line 8, Lalu yang nantinya juga bakal beraksi di Asian Games 2018 langsung melesat cepat setelah wasit memberikan aba-aba. Bocah ajaib asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Catatan waktu tersebut mengalahkan dua pesaing terdekatnya, yakni Anthony Schwartz dan Eric Harrison asal Amerika Serikat yang sama-sama membukukan catatan waktu 10,22 detik. Pencapaian ini membuat Zohri sukses mencetak sejarah sebagai orang Indonesia yang menorehkan prestasi gemilang di nomor lari 100 meter dunia. “Sangat bangga sekali. Ini sangat luar biasa bagi saya. Saya betul-betul tidak menyangka bisa mencetak sejarah di sini,” ujar Zohri.

Selain itu ia memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri. Lalu, yang sukses finis dengan torehan waktu 10,18 detik di Tampere, Finlandia pada Rabu (11/7) malam waktu setempat kemarin memecahkan rekor nasional junior yang pernah ia torehkan, yakni 10,25 detik.

Tak hanya itu, pencapaian tersebut juga membuat Zohri mendekati rekor nasional senior yang hingga kini masih dipegang Suryo Agung Wibowo. Suryo memiliki rekor nasional dengan catatan waktu 10,17 detik.

Bakal turun di Asian Games 2018 di nomor lari 100 meter dan estafet, Zohri menuturkan bahwa hasil ini membuatnya semakin percaya diri menghadapi Asian Games 2018 yang akan dihelat pada 18 Agustus – 2 September mendatang. “Yang jelas saya sangat senang. Sekarang, saya akan mempersiapkan diri untuk Asian Games bulan depan,” ujarnya.

Menengok sejenak ke belakang, Lalu juga sudah mengharumkan Merah Putih di kejuaraan level Asia. Sebulan lalu pada tanggal 9 Juni, Lalu juga meraih medali emas di Kejuaraan Asia Junior yang diselenggarakan di Gifu, Jepang. Saat itu, Lalu finis dengan catatan waktu 10,27 detik.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengapresiasi prestasi yang dicapai Zohri. “Ini sejarah baru bagi Indonesia sekaligus pertama kali atlet Indonesia meraih emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20,” ujar Menko PMK mengungkapkan kebahagiaanya.

Sebelumnya, Indonesia mencatatkan prestasi terbaik di nomor lari 100 meter pada kejuaraan yang sama di tahun 1986. Saat itu, atlet Indonesia berhasil mencapai finis kedelapan di babak penyisihan.

Atas pencapaian ini, Menko PMK berharap prestasi yang diraih Zohri makin memicu semangat para atlet cabang olahraga atletik untuk mencapai prestasi terbaik di Asian Games 2018.

“Pemerintah telah menyiapkan infrastruktur jelang Asian Games, di antaranya adalah Stadion Madya Gelora Bung Karno yang kini telah siap digunakan untuk cabang atletik. Harapannya, selain sukses infrastruktur, Indonesia bisa mencapai sukses prestasi,” tambah Menko PMK. (isa/jpc/don)

Oknum PNS di Aceh Besar Tikam Polisi

Foto: IST for Sumut Pos Anggota Polsek Indrapuri, Aceh Besar menjalani perawatan di RSUD Meuraxa, Banda Aceh, karena ditikam.
Foto: IST for Sumut Pos
Anggota Polsek Indrapuri, Aceh Besar menjalani perawatan di RSUD Meuraxa, Banda Aceh, karena ditikam.

CEH, SUMUTPOS.CO – Insiden penikaman terjadi di sebuah warung kopi di kawasan Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, provinsi Aceh, Kamis (12/7).

Seorang anggota Polisi yang bertugas di Mapolsek Indrapuri, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat terkena senjata tajam di bagian perut dan tangan.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan insiden yang menimpa anggotanya. Kata Heru, peristiwa penusukan terjadi di sebuah warung kopi bernama WIM yang berada di kawasan Gampong Reuleung Karing, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, sekira pukul 00.15 WIB.

“Korban anggota Polisi yang bertugas di Mapolsek Indrapuri bernama Zainal Bakri (50), warga setempat. Korban mengalami luka tusuk serius dan kini masih menjalani perawatan,” ujar Heru.

Pelaku, sambung Kapolres, berinisial SB (47), yang diketahui berprofesi sebagai PNS di lingkungan Bappeda Aceh Besar. “Pelaku warga Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh,” sebutnya.

Insiden tersebut bermula saat SB tiba-tiba mengamuk di sebuah warung kopi bernama Dua Saudara. Setelah sempat diingatkan oleh Kanit Intelkam Polsek Kuta Malaka, Bripka Sulaiman dan Babinsa Koramil 23/Kuta Malaka, Serda Faisal agar tak membuat keributan, pelaku pindah ke warung kopi yang tak jauh dari tempat tersebut.

“Di warkop WIM, pelaku melakukan hal yang sama dengan memegang sebilah pisau di tangannya. Korban yang saat itu tengah duduk akhirnya terkena sabetan pisau pelaku di bagian tangan dan perutnya,” ungkap AKBP Heru Suprihasto.

Zainal Bakri kemudian membela diri dengan menembak pelaku yang mengenai bagian paha sebelah kiri. Warga setempat kemudian langsung melarikan keduanya ke Rumah Sakit Umum Meuraxa untuk mendapatkan penanganan medis.

“Motifnya belum diketahui karena keduanya masih dalam perawatan dan penanganan medis, tetapi menurut keterangan keluarga pelaku sering menjalani perawatan di RS Banda Aceh yang terkadang stresnya kambuh, pisau yang digunakan pelaku sudah diamankan,” tutupnya. (zal)

Suami Tak Mampu Penuhi Hasrat Biologis, Istri Pilih Jajan

SUMUTPOS.CO –  Sephia menerima lapang dada atas keputusan yang diambil Donwori. Wanita berusia 40 tahun itu mengakui seluruh perbuatannya.

Mulai dari selingkuh sama berondong sampai membayar orang untuk mendapatkan kepuasan. Sephia mengakui bahwa dirinya yang kurang ajar hingga bahtera rumah tangga yang dia bina harus bubar.

Sephia dengan legowo menerima keputusan Donwori (45) untuk menceraikannya. Meski sedih, ia malu sekaligus merasa bersalah atas tindakan sembrononya.

“Dia kecewa terus langsung nalak,” ujar Sephia saat berada di ruang tunggu pengadilan agama. Kekecewaan Donwori bermula ketika mengetahui Sephia suka “jajan”.

Aib Sephia ini terbongkar dikala tak sengaja ia memegang ponsel si istri dan mendapati percakapan di media sosial tentang negosiasi harga beserta hotel yang akan ia gunakan.

Sontak, menangkap basah istri, tanpa banyak omong, Donwori langsung mentalak Sephia saat itu juga. “Dia orangnya alim memang. Akunya aja yang kurang ajar, makanya dia gak terima,” kata Sephia.

Sephia menjelaskan, perjalanannya menjajaki dunia “jajan” bermula karena ketidakpuasan dalam pelayanan ranjang yang diberikan Donwori. Baginya, “barang” Donwori terlalu kecil sehingga dalam urusan ranjang ia sering tak puas.

Apalagi, stamina Donwori sering loyo sementara Sephia belum juga sampai klimaks. “Kecil banget pokoknya. Nggak terasa, sampean nggak bisa bayangin,” beber Sephia.

Anehnya, semakin berumur, hasrat Sephia untuk memiliki hubungan ranjang yang hot semakin tinggi. Akhirnya, hasrat yang tak tersalurkan itu, dipuaskan dengan orang lain.

“Aku dikenalkan dengan temenku yang punya kenalan brondong-brondong yang bisa diajak one night stand, akhirnya tak coba,” kata Sephia.

Puas dengan pelayanan yang diberikan, Sephia pun ketagihan sehingga mencoba sampai berkali-kali kencan terlarang itu. Hingga tindakannya tepergok oleh Donwori yang berujung pada perpisahan.

“Ini sudah kali kelima dan ketahuan,” kata Sephia tanpa rasa bersalah. Donwori, kata Sephia, sempat menangisi perbuatan nekat Sephia ini. Namun, alasan ketidakpuasan di ranjang itu tak pernah diungkapkan ke Donwori. Dan jalan perpisahan pun sudah final bagi keduanya.

“Kasihan, dia sebenarnya merasa tidak berdaya juga. Ya sudahlah, kalau diteruskan dan aku tetap mencari kepuasan yang lain, dia kasihan yang nanggung dosaku,” kata Sephia.(jpr)