Home Blog Page 6192

Tahanan Kasus Sabu Bunuh Diri di Rutan

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang tahanan kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 2 ons, Yanto alias Anto, mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai 3 Blok D Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Helvetia, Jumat (6/7) sekira pukul 18.00 WIB. Anto diduga bunuh diri karena depresi menghadapi kasus yang menjeratnya.

Kepala Rutan Klas IA Tanjung Gusta Medan, MA Siburian menyebutkan, Anto adalah tahanan Kejari Medan, karena masih dalam proses persidangan. Rutan telah menyerahkan jenazah ke pihak keluarga dan petugas kepolisian, atas persetujuan Kejari Medan. “Anto sempat diotopsi,” cetusnya.

Siburian menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah tahanan yang melihat langsung Anto lompat dari lantai 3. “Para saksi membuat pernyataan di atas meterai 6 ribu, bahwa Anto memang melompat dari lantai 3,” jelasnya.

Pengakuan beberapa saksi, Anto sempat mengeluhkan perkaranya yang masih diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Medan, Parada Situmorang menyebutkan Anto dijerat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marina Surbakti dan Masbur Bangun dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Informasi komplit mohon menghubungi pihak Rutan (Klas IA Tanjung Gusta Medan) bro. Tapi kejadian itu benarm karena Kejari Medan telah mendapat info dari pihak Rutan,” sebutnya.

Dalam website Pengadilan Negeri Medan, Yanto alias Anto berumur 38 tahun dan tinggal di Jalan Keramat Komplek TKBM Blok A Nomor 23 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan.

Di website tersebut, JPU Marina Surbakti menjelaskan, pada Rabu tanggal 8 November 2017, saksi yang merupakan petugas kepolisian mendapat informasi bahwa akan ada transaksi jual-beli narkotika jenis sabu di Jalan Keramat Komplek TKBM Medan Labuhan.

Esok harinya tepatnya pukul 13.00 WIB, saksi langsung menuju ke lokasi dan melihat ada satu orang laki-laki. Saat itu, saksi-saksi menyamar sebagai pembeli dan memesan sabu kepada Anto.

Tak lama kemudian, Anto mengajak saksi ke rumahnya dan menawarkan minuman seraya menunggu. Di situ, saksi melihat Anto menghubungi Tommy Alexander Pasaribu.

Tommy kemudian datang ke lokasi dan menyerahkan sabu kepada Anto. Saksi memesan dua ons sabu kepada Anto dengan rincian harga satu ons Rp65 juta. Setelah menerima sabu itu, saksi menangkap keduanya. (ain)

RSUP Adam Malik Tuding Dinsos Cuek

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Pasien tanpa identitas yang dirawat di RS Adam Malik.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Pasien tanpa identitas yang dirawat di RS Adam Malik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik saat ini kembali merawat seorang pasien tanpa identitas. Kondisi pasien ini sudah membaik dan sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun sampai saat ini keluarga masih belum ada yang menjemputnya.

Kepala Sub Bagian Humas RSUP H Adam Malik Masahadat Ginting SE mengatakan pasien Mrs X (istilah wanita tanpa identitas) ini sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang. Namun, belum ada pihak keluarga yang mencari dan menjemputnya. Sehingga pasien masih dalam perawatan petugas.

Pihak RS Adam Malik sendiri tidak dapat menelusuri alamat karena kondisi pasien sendiri merupakan korban tabrak lari dan memiliki gangguan jiwa sehingga sama sekali tidak ada pihak keluarga yang bisa dihubungi.

“Pasien ini sempat dirawat di ruang Rindu B3, awalnya masuk melalui IGD RS Adam Malik pada hari Minggu tanggal 6 Mei 2018 diantarkan oleh warga dari lokasi pasien ini mengalami tabrak lari di sekitar daerah Tanjungrejo. Kondisinya saat itu mengalami luka robek di lutut,” kata Masahadat Ginting di ruang kerjanya, Jumat (6/7).

Sementara itu, menurut keterangan dari Instalasi Rawat Inap Terpadu, pasien sepertinya memiliki gangguan kejiwaan karena beberapa kali ingin menyerang petugas. Selain itu, petugas sama sekali tidak menemukan tanda pengenal dan kartu identitas lain dari yang bersangkutan selama perawatan.

Oleh karena itu, Masahadat berharap ada pihak keluarga yang membaca atau mengetahui pemberitahuan ini, sehingga pasien bisa dikembalikan kepada keluarga.

“Kami berharap apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenal pasien tersebut, bisa menghubungi Sub Bagian Humas RS Adam Malik di nomor 061 836 4581 ext 164 atau datang langsung ke Sub Bagian Humas Gedung Administrasi Lantai 3 RSUP H Adam Malik Jalan Bunga Lau Nomor 17 Medan Tuntungan,” harap Masahadat.

Kasat Minta Rekomendasi Tutup Storm KTV

Tim gabungan saat menggelar razia tempat hiburan malam di Medan, beberapa waktu lalu.
Tim gabungan saat menggelar razia tempat hiburan malam di Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Tempat hiburan malam Storm KTV di Gedung Selecta Jalan Listrik Medan yang diduga menjadi tempat menyedia narkoba terus diperbincangkan. Mengingat, beberapa kali bahkan dalam beberapa waktu belakangan belum lama, Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polrestabes Medan mengamankan belasan orang dari kamar karaoke yang berada di dalam Storm KTV. Mereka semua terindikasi menggunakan narkoba jenis ekstasi.

Berhembus kabar, ekstasi di sana dijual bebas. Diduga diakomodir oleh manajemen tempat hiburan malam itu sendiri. Sebutir ekstasi dihargai Rp250 ribu.

Berdasarkan telisik Sumut Pos di lokasi, pengunjung bisa memesannya melalui pengawas lokasi karaoke itu yang berjuluk kapten.

Meski dikabarkan merupakan tempat peredaran narkoba, namun belum ada tindakan tegas yang diberikan oleh aparatur pemerintah pemberi izin keberadaan lokasi hiburan malam kelas wahid ini. Kadisbudpar Medan yang ditanyai soal sikapnya untuk menutup Storm KTV berdalih mereka memerlukan rekomendasi dari aparat kepolisian baik Polrestabes Medan maupun BNNP Sumut agar bisa menutup tempat itu.

Menyikapi hal ini, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Shandy Cahya Priambodo menuturkan belum ada koordinas dari dinas terkait di Pemko Medan untuk meminta mereka mengeluarkan rekomendasi soal penutupan tempat hiburan malam seperti Storm.

“Sejauh ini saya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi kepada dinas terkait di Pemko Medan untuk penutupan tempat hiburan malam yang terindikasi narkoba. Namun, untuk menindak oknumnya, orangnya yang melakukan aktivitas menggunakan narkoba selalu kita lakukan,” katanya belum lama ini.

Dia mengatakan, kalau katanya Pemko Medan meminta surat rekomendasi dari pihaknya untuk menutup tempat hiburan malam yang terindikasi menjadi sarang narkoba ataupun mengedarkan narkoba, dia mempersilakan untuk duduk bersama.

“Kalau katanya perlu rekomendasi dari kita, karena kita belum pernah mengeluarkan surat rekomendasi, ya harus duduk bersama dulu itu itu. Karena setahu saya biasanya ada ketentuan-ketentua dari pihak yang memberikan izin terhadap tempat hiburan beroperasi,” terangnya.

Perwira polisi berpangka dua melati ini mengatakan terus melakukan upaya pemberantasan narkoba di tempat-tempat hiburan malam yang didalamnya ada aktivitas penyalahgunaan narkoba. Razia atau pengungkapan langsung berulang kali mereka lakukan.

“Kita terus melakukan razia, atau operasi penangkapan di tempat-tempat hiburan malam yang diduga ada aktivitas penyalahgunaan di dalamnya. Jadi poin yang mau saya sampaikan, untuk menindak oknumnya terus dilakukan,” pungkasnya. (dvs/azw)

Dewan: Banyak Kepentingan di RSU Pirngadi

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Sejumlah keluarga pasien melintas di halaman gedung Rs. Sakit Pirngadi Medan, Jumat (29/8)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Sejumlah keluarga pasien melintas di halaman gedung Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres/PP) No 18 Tahun 2016 Rumah Sakit Umum (RSU) Pirngadi Medan menjadi Unit Pelayanan Teknis (UPT) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan. Namun, sejak dua tahun perjalanan PP No 18 itu, status UPT belum disandang rumah sakit milik Pemko Medan itu.

Humas RSU Pirngadi Medan, Edison Peranginangin yang ditanyai komentarnya soal rencana peralihan status rumah sakit itu menjadi UPT Dinkes Medan enggan berkomentar.

Menurutnya, selagi rumah sakit tempatnya bekerja itu masih berdiri sejajar dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan, pihaknya tak mau banyak bicara.

“Setahu saya, ya, rumah sakit ini belum UPT Dinkes Medan. Entah kalau ada kabar sudah di-UPT kan. Ya kalau mau ditanya apa komentar saya bila nantinya jadi UPT, kita lihat dulu lah apa isi Perda nya. Bagaimana juknis nya,” ungkap Edison via sambungan seluler, Minggu (8/7).

Dia menyebut, pada dasarnya kerja rumah sakit itu dalam melayani masyarakat saat ini tengah baik-baik saja, tidak ada kendala.

“Saat ini kita masih baik-baik saja, tidak ada kendala dalam pelayanan. Dan kita terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat,” katanya.

Sementara itu, tersiar kabar lain soal perjalanan menjadikan RSU Pirngadi Medan menjadi UPT Dinkes Medan. Berdasarkan informasi, sejumlah pegawai yang bekerja di rumahsakit plat merah itu mengaku lebih nyaman dengan kondisi saat ini.

Hal itu diungkap Anggota Komisi B DPRD Medan, Irsal Fikri. Dia menuturkan, ungkapan itu didengarnya  saat beberapa waktu lalu mengurus surat kesehatan dirinya untuk melaju kembali dalam pemilihan calon legeslatif (caleg) 2019. Menurutnya kondisi saat ini di RS Pirngadi tidak ada masalah.

“Kemarin yang saya dengar malah banyak dari mereka yang tidak senang, kalau rumah sakit ini menjadi UPT Dinkes Medan. Alasannya, karena banyak kepentingan di sini. Muncul ketakutan mereka kalau RSU Pirngadi jadi UPT, pelayanannya jadi tidak maksimal,” katanya.

Saat ditanya bagaimana perjalanan Perda untuk menjadi RSU Pirngadi menjadi UPT, dia mengaku saat ini belum ada pembahasan soal hal tersebut di DPRD Medan. Dia mengaku tidak mengetahui kenapa. Menurutnya, mungkin Kadinkes Kota Medan belum sempat saja mengajukannya.

Pastikan Basarnas Tetap di Danau Toba

SIDAK: Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba saat melakukan Sidak di Seputaran Danau Toba melalui Dermaga Tiga Ras.
SIDAK: Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba saat melakukan Sidak di Seputaran Danau Toba melalui Dermaga Tiga Ras.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MH memastikan Basarnas akan tetap beraktivitas di Danau Toba. Hal itu dikatakannya saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Danau Toba melalui dermaga Tiga Ras Kabupaten Simalungun, Minggu (8/7).

Pada saat melakukan sidak, Parlindungan Purba melihat langsung aktivitas petugas Basarnas. Terlihat Kapal Negara (KN) SAR 412 masih bersandar di dermaga Tiga Ras. Kapal itu menyisir depan Danau Toba keliling pulau Samosir setiap hari, dan juga sebagai kapal yang bisa digunakan keluarga korban KM Sinar Bangun untuk berziarah menabur bunga ke titik kordinat kapal tenggelam.

“Walaupun kegiatan Basarnas sudah distop di bagian bawah air, tetapi kegiatan mencari korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun di bagian permukaan masih berlangsung, tidak menutup kemungkinan ada perubahan,” kata Parlindungan.

Parlindungan pun mengapresiasi langkah Pemerintah dan Basarnas yang terus melakukan kegiatan  di Danau Toba. Apalagi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan terus berupaya melakukan pemetaan terhadap rute kapal berlayar di Danau Toba.

“Saya berharap Pemkab di seputaran Danau Toba dapat memetik hikmah dari peristiwa yang terjadi ini,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Parlindungan Purba sempat meminta Kapten KN 412 untuk mengejar satu kapal kayu yang berlayar tanpa baju pelampung. Dia meminta supaya mengumumkan melalui pengeras suara agar menggunakan baju pelampung.

Melihat melihat KN SAR 412 mutar arah, para penumpang kapal kayu dengan cepat memasang baju yang berwarna orange itu dan melambaikan tangan. Karena sifatnya mendadak, Parlindungan Purba meminta Kapten Kapal KN 412, Jonathan Purba melanjutkan pelayaran ke pelabuhan Simanindo.

Di sana, Parlindungan Purba mendatangi kapal kayu yang masih bersandar menunggu penumpang, seraya melakukan pengecekan terhadap manifest kapal yang didampingi Syahbandar (Kepala Pos) pelabuhan Simanindo Drs Jagogo Sagala. (mag-1/han)

 

 

 

 

 

Visa 47.653 Jamaah Haji Reguler Rampung

Triadi Wibowo/Sumut pos_ Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan Ah. Nasution Medan, Kamis (27/7). Sekitar 393 jemaah calon haji asal Medan tergabung dalam kloter pertama telah masuk asrama untuk menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (28/7)
Triadi Wibowo/Sumut pos_
Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan Ah. Nasution Medan, beberapa waktu lalu.  Hingga 7 Juli 2018, visa jamaah haji untuk 118 kloter sudah diselesaikan Kemenag RI.

SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama terus mengebut penerbitan visa jamaah haji reguler. Hingga 7 Juli 2018, visa jamaah haji untuk 118 kloter sudah diselesaikan.

“Meski Sabtu, kami tidak libur. Proses pengurusan visa tetap berjalan. Sampai 7 Juli sudah 47.653 visa yang siap, atau setara 118 kloter,” ungkap Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag Nasrullah Jassam, Minggu (8/7).

Nasrullah mengapresiasi komitmen Kedutaan Besar Arab Saudi untuk membantu mempercepat proses penerbitan visa ini. Tim Kedubes Saudi selalu siap memproses visanya, berapapun paspor yang dikirim.

Menurut Nasrullah, proses penerbitan visa berlangsung dari Senin hingga Sabtu dalam setiap pekannya. Rata-rata per hari, visa yang diselesaikan antara 8 sampai 10 ribu. “Hingga hari pertama keberangkatan jamaah haji, kami targetkan sudah 50 persen visa yang sudah siap. Kami prioritaskan visa jamaah yang akan berangkat pada gelombang pertama untuk segera diselesaikan,” lanjutnya.

Kloter pertama jamaah haji reguler akan mulai diterbangkan ke Arab Saudi pada 17 Juli mendatang, dari seluruh embarkasi di Tanah Air. Nasrullah optimistis, tahun ini tidak terjadi masalah keterlmbatan visa. Sebab, paspor yang sudah terverifikasi untuk diproses visanya juga sudah mencapai 90 persen. “Semoga tahun ini tidak terjadi masalah keterlambatan visa. Kami bersama Kedubes Saudi terus bersinergi dan berkoordonasi untuk proses ini,” pungkasnya. (esy/jpnn/saz)

Moeldoko: Presiden Tak Masalah tuh

Foto: RIDWAN/JAWAPOS.COM KEJUTAN: Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko, saat mendapat kejutan dari masyarakat di hari ulang tahunnya, baru-baru ini.
Foto: RIDWAN/JAWAPOS.COM
KEJUTAN: Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko, saat mendapat kejutan dari masyarakat di hari ulang tahunnya, baru-baru ini.

SUMUTPOS.CO – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko, angkat bicara soal isu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang disebut-sebut bakal ikut bertarung dalam Pilpres 2019. Menurutnya, siapapun punya kesempatan untuk ikut berkontestasi pada Pemilu 2019.

“Siapapun punya kesempatan, biar demokrasi kita semakin kuat,” tutur Moeldoko di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/7).

Menurut Moeldoko, Presiden Joko Widodo tak mempermasalahkan soal kabar Anies yang disebut-sebut akan ikut menjadi kontestan dalam Pilpres 2019. Katanya, semakin banyak yang ikut bertarung dalam Pilpres, bukan masalah. “Presiden Jokowi tidak ada masalah. Semakin banyak semakin bagus,” jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah tim relawan menyatakan mendukung Anies untuk maju pada Pilpres 2019. Namun, Anies mengaku tak tahu soal dukungannya itu. “Saya enggak ikut-ikut,” ujar Anies di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, mengaku, ingin fokus mengurus Jakarta daripada memikirkan ikut Pilpres 2019. Apalagi, saat kampanye di Pilkada DKI 2017 lalu, ia berjanji tak meninggalkan Jakarta hingga usai masa bakti selama 5 tahun. “Wah saya urus Jakarta dulu,” tukas Anies.

Meski demikian, Anies telah melakukan pertemuan dengan beberapa tokoh terkait Pilpres 2019. Satu di antaranya, bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Ya, Mas Anies sudah menemui Pak Prabowo. Untuk mencari kemungkinan terbaik dalam menghadapi Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019,” kata mantan juru bicara Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Anggawira, dalam ketarangannya, Minggu (8/7).

Selain itu, PKS juga mendorong Anies agar mau maju menjadi capres. Versi PKS, pasangan ideal untuk Anies adalah mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (rdw/jpc/saz)

 

 

TGB Blak-blakan Alasan Dukung Jokowi

Foto: JAWAPOS.COM DUKUNG: Gubernur NTB Zainul Majdi, atau biasa dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) dan kader Partai Demokrat, sudah menyatakan dukungannya kepada Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.
Foto: JAWAPOS.COM
DUKUNG: Gubernur NTB Zainul Majdi, atau biasa dikenal sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) dan kader Partai Demokrat, sudah menyatakan dukungannya kepada Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

SUMUTPOS.CO – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi, atau Tuan Guru Bajang (TGB), akhirnya mau menjelaskan dukungannya ke Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang. Ada beberapa alasan mengapa mantan tim sukses Prabowo pada Pilpres 2014 itu pindah ke lain hati.

Menurut TGB, setelah pilkada serentak usai, ia merenung dan memikirkan ke mana dirinya akan memberikan dukungan di Pilpres 2019 mendatang. Nah, dalam renungannya itu, ia memutuskan mendukung Jokowi.

“Saya sebagai anak bangsa berhak untuk menyampaikan dukungan saya,” ungkap TGB saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

Lebih lanjut, TGB menjelaskan, memang dalam kepemimpinan Jokowi ada kekurangannya. Tapi, Jokowi memiliki kerja-kerja nyata. Misalnya, pembangunan insfrastruktur. Artinya dengan berbagai keterbatasan, namun mampu menjawabnya. “Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, ya tetap harus apresiasi, dan ini (pembangunan infrastruktur) harus diselesaikan,” tutur politikus Partai Demokrat itu.

TGB mengatakan, di NTB saja yang tidak terlalu banyak permasalahannya, tetap dibutuhkan 2 periode untuk menyelesaikannya. Apalagi, untuk mengurus Indonesia. Karena itu, Jokowi memang perlu 2 periode dalam menjadi Presiden Indonesia. “Nah, sekarang perkerjaan sedang luar biasa, dan cukup pantas untuk memberikan kesempatan pada beliau dalam menuntaskan seluruh yang dikerjakan dari Sabang sampai Marauke. Tentunya dalam 2 periode,” jelasnya.

TGB juga sampai saat ini belum melakukan komunikasi dengan Partai Demokrat, terkait dukungannya ke Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. TGB menegaskan, dukungan ini bukanlah atas nama partai, melainkan dirinya sendiri. “Saya belum bicara ke partai, karena memang ini sifatnya pribadi saya,” pungkanya. (gwn/jpc/saz)

 

 

Gerakan Koin NU Berjalan Sukses

Foto: ISTIMEWA/JAWAPOS.COM Ketua PBNU Muhammad Sulton Fatoni saat secara simbolik menerima gerakan Koin NU di Pondok Pesantren Manbaul Falah Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, belum lama ini.
Foto: ISTIMEWA/JAWAPOS.COM
Ketua PBNU Muhammad Sulton Fatoni saat secara simbolik menerima gerakan Koin NU di Pondok Pesantren Manbaul Falah Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, belum lama ini.

SUMUTPOS.CO – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meneruskan program Kirab Nasional Koin NU. Setelah sebelumnya selama 4 bulan berjalan dengan baik dan sukses menggerakkan kemandirian masyarakat.

Kirab Nasional Koin NU etape selanjutnya, akan digelar dari Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah berakhirnya etape pertama yang berlangsung dari Banten hingga Banyuwangi.

“Etape pertama telah menempuh 1.200 kilometer melalui 49 kota. Dampak sosial ekonominya tampak bagus, dan insha Allah kami lanjutkan ke etape-etape berikutnya,” tutur Ketua PBNU Muhammad Sulton Fatoni di Pondok Pesantren Manbaul Falah Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, baru-baru ini.

Menurut Sulton, Kirab Koin NU ini telah berdampak positif menumbuhkan gairah masyarakat untuk rajin bersedekah dan berinfak secara kolektif. Itu merupkan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. “Masyarakat menemukan pola berbagi untuk sesama melalui program Koin NU yang praktiknya sederhana,” jelasnya.

Diketahui, kota-kota yang dilalui Kirab Koin NU telah mengimplementasikan gerakan Koin NU, yang hasilnya diwujudkan dengan mendirikan rumah sakit, membeli puluhan mobil ambulance, membantu fakir miskin, hingga beasiswa untuk anak yang hampir putus sekolah. “Termasuk pemberdayaan ekonomi, dan bantuan dana kesehatan,” kata Sulton.

Semangat masyarakat berbagi ini, lanjut Sulton, perlu dipelihara, sehingga mampu membantu pemerintah mempercepat proses pemajuan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. “Saya optimisi dan meyakini program Koin NU ini semakin besar, dan suatu saat nanti masyarakat semakin mandiri.” pungkasnya. (gwn/jpc/saz)

 

 

Pileg Boleh Cantumkan Nama Panggilan

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang terdapat perbedaan dengan periode sebelumnya. Sebab, dalam pileg yang akan digelar tahun depan tidak menampilkan foto calon anggota legislatif (caleg).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan Herdensi Adnin mengatakan, format kertas suara Pileg 2019 hanya menampilkan nomor urut dan nama caleg. “Tidak ada foto caleg yang ditampilkan pada kertas suara, hanya nomor urut dan nama saja,” kata Herdensi yang dihubungi, Minggu (8/7).

Diutarakan Herdensi, lantaran tidak memuat foto pada kertas suara, oleh karenanya ada beberapa bakal caleg yang ingin memasukkan nama panggilan atau inisial. Hal itu dilakukan bakal caleg agar mudah dikenali.

“Ada beberapa caleg yang konsultasi ke KPU Medan mengenai syarat apa saja yang harus mereka penuhi agar nama panggilan di masyarakat bisa tercantum dalam kertas suara. Syaratnya, caleg harus menyertakan pernyataan dari Pengadilan Negeri Medan,” sebutnya.

Sebagai contoh misalnya, jelas Herdensi, nama si caleg A. Namun, caleg tersebut ingin memasukkan nama panggilannya di kertas suara. “Hal itu bisa kami lakukan kalau ada surat penetapan dari Pengadilan Negeri Medan. Jadi, nanti di kertas suara nama yang muncul adalah nama caleg beserta inisial atau nama panggilannya,” jelas Herdensi.

Disinggung sejauh ini sudah berapa banyak caleg yang mendaftar, Herdensi mengaku hingga Sabtu (7/7) pekan lalu belum ada yang mendaftar di KPU Medan. Namun, pada hari berikutnya atau Minggu (8/7) ia mengaku tak mengetahuinya karena sedang sibuk dengan kegiatan rekapitulasi penghitungan suara Pilgubsu di Hotel Polonia Medan.

“Belum ada partai politik yang menyerahkan berkas calegnya. Tapi, kalau hari ini (Minggu, 8/7) saya kurang tahu karena sedang sibuk dengan rekapitulasi tingkat provinsi terkait Pilgubsu,” katanya.

Lebih jauh Herdensi Adnin mengaku, bahwa pihaknya tetap membuka pendaftaran caleg pada hari libur. Hal tersebut dilakukan, mengingat saat ini sudah memasuki tahapan penerimaan pendaftaran caleg untuk tingkat dua.

“Buka pada hari libur merupakan bagian dari pelayanan yang diberikan KPU kepada setiap partai politik peserta Pemilu 2019. Hal ini pun sudah risiko, walaupun tidak ada yang daftar nanti,” cetusnya.

Ia menambahkan, diyakini dalam waktu dekat partai politik akan mendaftarkan calegnya yang bakal diusung. “Biasanya beberapa hari menjelang pendaftaran ditutup, di saat itulah parpol akan berduyun-duyun mendaftarkan calegnya. Seperti saat pendaftaran parpol periode sebelumnya, menjelang penutupan baru semua sibuk datang. Namun, kami mengimbau agar mendaftar lebih awal agar ketika ada yang kurang berkasnya bisa diperbaiki atau dilengkapi,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pendaftaran caleg 2019 sudah dibuka sejak 4 Juli lalu. Sesuai jadwal, pendaftaran akan ditutup pada 17 Juli mendatang. (ris/azw)