Home Blog Page 6193

Eramas Unggul 866.177 Suara

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS REKAPITULASI_Petugas KPU membawa kotak suara untuk direkapitulasi suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut di Hotel Jalan Sudirman Medan, Minggu (8/7) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menggelar rapat pleno terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023, Satu per satu dari 33 KPU kabupaten dan kota memaparkan hasil penghitungan suara disaksikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
REKAPITULASI_Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menggelar rapat pleno terbuka di Hotel Jalan Sudirman Medan, Minggu (8/7). Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018-2023, Satu per satu dari 33 KPU kabupaten dan kota memaparkan hasil penghitungan suara disaksikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut.

SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara merampungkan rekapitulasi penghitungan suara Pilgubsu 2018 di Hotel Le Polonia, Medan, Minggu (8/7). Hasil rekapitulasi suara dari 33 KPUD se-Sumut, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Eramas) unggul atas pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), sebanyak 866.177 suara.

Pasangan Eramas berhasil unggul di 17 kabupaten/kota, sedangkan pasang Djoss unggul di 16 kabupaten/kota. Namun, sejumlah kabupaten/kota dengan daftar pemlilih tetap (DPT) yang cukup besar seperti Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Langkat, Serdang Bedagai, dan Labuhan Batu berhasil direbut pasangan Eramas.

Pasangan Eramas total berhasil meraih 3.291.137 suara atau 57,57 persen, sementara pasangan Djoss meraih 2.424.960 suara atau 42,42 persen. Artinya, Eramas unggul sebanyak 866.177 suara. Adapun suara sah 5.716.097. Untuk suara tidak sah 770 dan total keseluruhan suara sah maupun tidak sah 5.806.867.

Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga mengatakan, dalam rapat pleno rekapitulasi suara itu KPU Sumut mengundang kedua pasangan calon (paslon) yang bertarung dalam Pilgub Sumut 2018 dalam rapat pleno.  Hasil rekapitulasi tingkat provinsi ini merupakan tahapan akhir dari perhitungan berjenjang yang dilakukan oleh KPU Sumut. Mulai dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS), Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa dan kelurahan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), hingga kabupaten dan kota.

Diwarnai Koreksi

Sebelumnya diumumkan hasil rekapitulasi terasebut, sempat diwarnai korejksi terhadap perbedaan data daftar pemilih tambahan (DPTb) yang menggunakan KTP atau Surat Keterangan (Suket) pada saat mencoblos. Koreksinya dilakukan terhadap 8 kabupaten/kota.

Adapun 8 kabupaten/Kota tersebut yakni Langkat, Padangsidimpuan, Paluta, Palas, Dairi, Batubara, Deliserdang, dan Taput. Terdapat perbedaan atau selisih antara DPTb untuk Pilgub dengan Pilkada kabupaten/kota. Di mana, angka tersebut menjadi bahan catatan yang disampaikan oleh Bawaslu dan juga tim pasangan calon nomor urut satu dan dua.

Atas persoalan ini, Tim Pemenangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), Dame Ana Lumbantobing menyampaikan beberapa catatan terkait Pilgub Sumut 2018 yang menurutnya mencederai proses demokrasi.

Mereka menyampaikan bahwa ada perbedaan distribusi maupun jumlah surat suara yang dicetak oleh KPU yang didistribusikan ke 33 kabupaten/kota.”Ada 32 kabupaten/kota yang beda. Semestinya kalau sudah ditetapkan sekian ditambah 2,5 persen itulah yang didistribusikan ke daerah tersebut,” kata Dame, saat proses rekapitulasi berlangsung di Hotel Polonia Medan.

Hari Ini, Muslim dan Helmiati Diperiksa KPK

Muslim Simbolon
Muslim Simbolon

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan terhadap anggota dewan maupun mantan anggota dewan Sumut, atas kasus suap mantan Gubsu, Gatot Pujo Nugroho terhadap 38 Anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019.

Setelah sepekan lalu KPK menahan Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Roslynda Marpaung dan Sonny Firdaus, kali ini giliran  Muslim Simbolon dan Helmiati diperiksa hari ini, Senin (9/7).

Sebelumnya, Muslim Simbolon dan Helmiati mangkir dari panggilan KPK, Kamis (5/7) lalu.”Kami ingatkan agar para tersangka kooperatif dan memenuhi kewajiban hukum untuk hadir dipanggilan KPK,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, kemarin.

Helmiati merupakan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dari Partai Golkar. Sedangkan Muslim Simbolon berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut. Khusus Muslim, PAN berniat mengajak kadernya untuk berbicara sekaligus meminta petunjuk ke pusat.

Ketua DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan proses hukum yang akan dan telah berjalan selama ini. Apalagi, meskipun sudah tersangka, yang bersangkutan (Muslim Simbolon) katanya masih harus menjalani proses lanjut hingga ada putusan hukum tetap dari pengadilan. Sehingga, mereka belum dapat mengambil langkah lanjut.”Kita lihat dulu perkembangan dia sebagai tersangka ini,” ujar Yahdi Khoir, Minggu (8/7).

Ditanya soal sikap partainya terkait kemungkinan besar kadernya akan ditahan seperti anggota dewan yang lain, Yahdi mengaku bahwa hal itu memang bergantung kepada kebijakan partai. Meskipun dari proses hukum tetap menunggu putusan inkrah, namun memang kondisi ini akan mempengaruhi kehadiran perwakilan PAN di legislatif Sumut dalam waktu lama.

“Kalau dari proses hukum, harus menunggu putusan inkrah. Karena dengan begitu, baru ada kekuatan hukum untuk memproses apakah pemberhentian, PAA dan sebagainya,” katanya.

Namun dengan proses yang diprediksi akan berlangsung lama panjang, pihaknya, lanjut Yahdi, akan melakukan pendekatan kepada Muslim Simbolon untuk mencari jalan terbaik untuk kebaikan partai serta keterwakilan mereka di legislatif. Sebab, pengalaman sebelum-sebelumnya, proses PAW terlalu lama dilakukan.

“Kami akan ajak beliau (Muslim Simbolon) bicara. Kami akan lakukan pendekatan kepada beliau bagaimana melakukan yang terbaik. Kemudian proses internal partai diatur juga kan diatur dalam AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah  Tangga) partai,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Yahdi, upaya pendekatan dan mengajak bicara ini juga sebagai rasa hormat kepada kader yang dinilai telah banyak berjasa kepada organisasi selama ini. Begitu juga dengan kewenangan yang tidak mutlak, mereka pun akan meminta petunjuk dari DPP PAN di Jakarta.

Sebelumnya, KPK sudah menahan lima orang tersangka kasus suap Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Mereka adalah Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Rooslynda Marpaung, Rinawati Sianturi dan Sonny Firdaus. Kelimanya ditahan 20 hari ke depan.

KPK Geledah Rumah Dinas, si Cantik Steffy Burase Dicekal

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tampak mesra difoto bersama Fenny Steffy Burase. Saat ini Fenny ikut dicekal KPK.
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tampak mesra difoto bersama Fenny Steffy Burase. Saat ini Fenny ikut dicekal KPK.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO  – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melakukan penggeledahan rumah para tersangka kasus korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. KPK juga menggeledah pendopo rumah dinas Gubernur Aceh.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan berlangsung pada Sabtu (7/7/2018) sejak pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini, sebagian proses penggeledahan masih berjalan. “KPK lakukan penggeledahan di rumah para tersangka, yaitu IY, HY, dan TSB, termasuk pendopo rumah dinas gubernur,” kata Febri dalam keterangan resminya.

Sehari sebelumnya, KPK mengamankan sejumlah dokumen dan bukti elektronik terkait DOKA 2018. Febri menuturkan, hasil penggeledahan pada hari ini akan diumumkan dalam waktu dekat. Dalam kasus ini, sejumlah bukti yang didapatkan semakin memperkuat dugaan korupsi yang terjadi terkait DOKA 2018 tersebut.

Selain itu, dilakukan pencegahan ke luar negeri terhadap 4 orang selama 6 bulan terhitung Jumat, 6 juli 2018, yaitu Nizarli, Rizal Aswandi, Fenny Steffy Burase, dan Teuku Fadhilatul Amri. Menurut Febri, mereka perlu dicegah ke luar negeri agar saat dibutuhkan keterangannya dapat dilakukan pemeriksaan.

“KPK menyampaikan terima kasih juga pada masyarakat setempat yang turut membantu kelancaran penyidikan ini. Perlu kita pahami bersama, apa yang dilakukan KPK saat ini adalah semata-mata proses penegakan hukum. Penyidikan dan penahanan dilakukan dengan dasar kekuatan bukti,” jelas Febri.

Menurut dia, salah satu tujuan pemberantasan korupsi dilakukan adalah agar hak masyarakat untuk menikmati anggaran keuangan negara atau daerah tidak dirugikan karena diambil oleh oknum pejabat tertentu.

Prancis v Belgia: Hadang Generasi Emas

Griezman akan menjadi andalan Prancis untuk kalahkan Belgia.
Griezman akan menjadi andalan Prancis untuk kalahkan Belgia.

SUMUTPOS.CO – Prancis selangkah lagi akan melaju ke final Piala Dunia yang dirindukan kembali dalam dua dekade terakhir. Satu ujian yang harus dihadapi adalah bersua Belgia pada semifinal di Stadion Krestovsky, Rabu (11/7) dini hari nanti.

Terakhir kali Prancis berada di final adalah pada tahun 1998 saat menjadi tuan rumah. Pada saat itu mereka tak menyia-nyiakannya dengan gelar juara dunia pertama. Generasi itu dipimpin Didier Deschamp sebagi kapten tim dengan Zinedine Zidane sebagai bintangnya.

Kini 20 tahun berselang, Prancis datang lagi dengan Deschamp sebagai pemimpin. Namun tentu tak lagi berada di lapangan. Deschamp memimpin Les Blues dengan memegang kendali taktik. Prancis juga datang dengan bocah yang lahir pada tahun peristiwa bersejarah itu, Kylian Mbappe.

Uniknya di kubu Belgia, juga ada pelaku sejarah di Piala Dunia 1998. Dialah Thierry Henry yang kali ini berada di kubu berseberangan, Belgia. Henry menjadi asisten pelatih Roberto Martinez. Tentu ini merupakan dilema bagi Henry menghadapi negaranya.  “Setiap orang Prancis tahu betul bahwa Henry adalah pemain hebat. Dia adalah pesepakbola ikonik,” kata Lucas Hernandez, bek Prancis.

Perjalanan Prancis ke semifinal sejauh ini cukup mulus. Hanya Denmark yang mengagalkan laju kemenangan Prancis di penyisihan grup. Selebihnya mereka melumat Australia, Peru, Argentina dan terakhir Uruguay. Dikritik karena performa yang belum meyakinkan di penyisihan. Prancis justru menjawabnya dengan memukul dua tim juara dunia, Argentina dan Uruguay di fase knock out.

Namun pelatih Prancis, Didier Deschamp mengatakan belum puas dengan performa skuandya. Masih ada yang harus ditingkatkan. “Kami menghadapi putaran pertama yang pelik, tanpa harus flamboyan tetapi realistis dan efektif. Kami tidak akan kendur,” katanya. “Tetapi dari pertandingan melawan Argentina, kami sudah berkembang menjadi lebih kuat.”

“Kami tim yang tampil lebih baik saat melawan Uruguay,” katanya lagi. “Tetapi masih ada beberapa ketidaksempurnaan. Kami masih punya banyak potensi untuk ditunjukkan,” tambahnya.

Prancis harus mewaspadai Belgia baik secara kolektivitas maupun individu tim. Dua nama yang harus diwaspadai di lini serang adalah Eden Hazard dan Romelu Lukaku. Selain itu juga ada Kevin de Bruyne. “Hazard adalah pemain dengan talenta hebat, dengan kecepatan tinggi dan kualitas besar. Tidak ada solusi ajaib untuk melawannya. Anda harus memberikan sedikit ruang saja,” kata bek Prancis Raphael Varane.

111 Daerah Tetapkan Hasil Pilkada

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyampaikan, hingga Minggu (8/7), 111 daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota telah menyelesaikan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pada Pilkada Serentak 2018.

Adapun rinciannya, dari 154 kabupaten dan kota, baru 105 daerah yang telah melakukan rekapitulasi suara dan penetapan hasil pemilihan. Sementara itu, dari 17 provinsi, baru ada 6 provinsi yang telah melakukan rekapitulasi suara dan penetapan hasil.

“Jadi data yang kami sampaikan, data per pukul 17.00 sore. Sebanyak 105 pilkada kabupaten, kota dan 6 provinsi yang sudah masuk ke kita. Jadi total 111 daerah kabupaten, kota, provinsi,” ujar Arief dalam konferensi pers di KPU, Jakarta, Minggu (8/7/2018) sore. “Jadi kita akan terus melakukan rekapitulasi, nanti akan kita infokan. Kalau sudah masuk semua,” kata Arief.

Menurut Arief, ada tiga wilayah yang mengalami penundaan. Kabupaten Jayawijaya dan Mimika menunda rekapitulasi suara dan penetapan hasil pemilihan. Sementara itu, Kabupaten Panai menunda proses pemilihan.

Dari data KPU, 6 provinsi yang telah melakukan rekapitulasi suara dan penetapan hasil pilkada yakni Bali, Jawa Tengah, Lampung, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur.

Di Bali, pasangan Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati menang dengan persentase 56,52 persen atau 1.213.075 suara dari pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ida Ketut Sudikerta dengan persentase 41,47 persen atau 889.930 suara.

Di Jawa Tengah, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin menang dengan persentase 56,29 persen atau 10.362.694 suara dari pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah dengan persentase 39,48 persen atau 7.767.993 suara.

Di Lampung, pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia menang dengan persentase 37,05 persen. Disusul dengan pasangan Herman Hasanusi-Sutono sebesar 25,23 persen atau 1.054.646 suara, pasangan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri sebesar 24,97 persen atau 1.043.666 suara dan pasangan Mustafa-Ahmad Jajuli sebesar 10,83 persen atau 452.454 suara.

Di Jawa Timur, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang dengan persentase 53,55 persen atau 10.465.218 suara. Sementara itu, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno memperoleh persentase 46,45 persen atau 9.076.014 suara.

Di Sulawesi Tenggara, pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas menang dengan persentase sebesar 42,84 persen atau 495.880 suara. Disusul pasangan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar dengan persentase 30,98 persen atau 358.537 suara dan pasangan Asrun-Hugua dengan persentase 24,26 persen atau 280.762 suara.

Di Maluku Utara, pasangan Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar menang dengan persentase 31,45 persen atau 176.993 suara. Disusul pasangan Abdul Gani Kasuba-Al Yasin Ali sebesar 30,06 persen atau 169.123 suara, pasangan Burhan Abdurahman-Ishak Jamaluddin sebesar 25,49 persen atau 143.416 suara dan pasangan Muhammad Kasuba-Madjid Husen sebesar 11,59 persen atau 65.202 suara. (kps)

Trend Baru: Bayar Bagasi Apa Lagi

Bandara Hongkong.
Bandara Hongkong.

Oleh: Dahlan Iskan

Pelopornya: bandara Hongkong. Korbannya: bukan Anda. Sementara ini yang jadi korban adalah perusahaan penerbangan. Entahlah kalau airlines akan meneruskan beban baru ini kepada penumpang. Kelak.

Meneruskan atau tidak mestinya saya tidak perlu peduli. Manajemen bandara Hongkong bikin beban baru: untuk bagasi. Satu bagasi sekali pun. Tiap bagasi harus dipungut biaya. Ongkos membawanya dari perut pesawat. Ke tempat pengambilan bagasi. Atau dari tempat check-in ke perut pesawat.

Mulai berlaku: tanggal 6 Juli 2018.

Biaya: tiap bagasi HKD 1,32. Atau sekitar Rp 3.000.

Itu memang uang receh. Dan bandara Hongkong rupanya ingin juga mengincar uang receh.

‘Otak uang’ memang beda dengan otak-otak. Kelihatannya Rp 3 ribu rupiah. Tapi lihat perkaliannya: tiap hari ada 80.000 bagasi yang turun di Hongkong. Setahun harus dikalikan 75 juta penumpang. Asumsinya: tiap penumpang membawa satu bagasi.

Hasil perkalian itu: setiap tahun bandara Hongkong bisa dapat tambahan pemasukan sekitar Rp 200 miliar. Tujuh tahun: Rp 1,4 triliun.

Pelajaran baiknya: jangan abaikan uang receh.

Lihatlah: berapa kali Anda terima foto atau video atau ucapan good morning di HP Anda. Biaya kirimnya mungkin hanya Rp 1 rupiah. Tapi coba kalikan. Ratusan miliar rupiah setahun.

Memang bandara Hongkong tidak berurusan dengan penumpang. Bandara memungut itu ke perusahaan penerbangan. Tentu, yang terakhir itu pada protes. Tapi tetap saja tidak akan berani tidak terbang ke Hongkong.

Unpri  dan TIME Raih Kemenangan Kedua

Foto: IST/Sumut Pos Pemain STMIK TIME (biru) mencoba mencetak poin saat melawan UIN Suska Riau.
Foto: IST/Sumut Pos
Pemain STMIK TIME (biru) mencoba mencetak poin saat melawan UIN Suska Riau.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Prima Indonesia (Unpri) dan STMIK TIME meraih kemenangan kedua pada ajang Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball 2018 Sumatera Conference. Hal itu terjadi setelah mereka kembali meraih kemenangan pada hari kedua di GOR Unpri, Jalan Danau Singkarak, Sabtu (7/7) sore.

STMIK TIME yang menjadi salah satu unggulan pada even ini mengalahkan UIN Suska Riau dengan skor 49-39. STMIK TIME sempat mendapat perlawanan ketat dari UIN Suska Riau sehingga ketinggalan 12-14 di kuarter pertama.

Namun pada kuarter kedua, TIME bangkit dan membalilkan skor menjadi 24-23. Keunggulan ini membuat para pemain TIME semakin termotivasi. Mereka menjauh di kuarter ketiga dengan skor 39-29. Keunggulan itu kemudian dipertahankan dan menutu pertandingan dengan skor 49-39.

Sedangkan Unpri yang berstatus sebagai tuan rumah berhasil mengalahkan Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan skor 52-8. Dalam laga ini, Unpri langsung menekan UMSU sehingga unggul dengan skor 11-1 di kuarter pertama. Permainan cepat Unpri terus bertahan pada kuarter kedua. Hal itu membuat UMSU kesulitan mengembangkan permainan. Unpri menutup kuarter kedua dengan skor 26-1.

Unpri tidak mengurangi tekanan di kuarter ketiga dan keempat. Sedangkan UMSU masih kesulitan menembus pertahanan lawan. Meski begitu, mereka sempat mencetak tujuh angka. Tapi usaha itu tidak cukup. Unpri memenangkan pertandingan dengan skor 52-8.

Pelatih Unpri Jenny Kirawan mengaku puas dengan kemenangan ini. Namun dia enggan jumawa, sebab masih ada tim-tim yang bagus. “Kami tidak boleh jumawa, karena masih ada lawan yang cukup kuat. Menurut saya, STMIK TIME dan STIE Eka Prasetya pantas diwaspadai,” ujarnya.

Meski begitu, Jenny optimis terhadap pemainnya. Dia yakin Unpri akan menjadi juara. “Tentu kami sudah mempersiapkan strategi untuk bisa mengalahkan mereka,” pungkasnya. (dek)

Semen Padang vs Persiraja, Incar Kemenangan

Triadi Wibowo/Sumut Pos- Pemain PSMS Medan, Fredyan Wahyu (tengah) mencoba melewati pemain Persiraja Banda Aceh saat pertandingan lanjutan kompetisi Liga Indonesia 2 di stadion Teladan medan, sabtu (6/7). PSMS Medan menang dengan skor 3-0.
Triadi Wibowo/Sumut Pos-
Pemain PSMS Medan, Fredyan Wahyu (tengah) mencoba melewati pemain Persiraja Banda Aceh saat pertandingan lanjutan kompetisi Liga Indonesia 2 di stadion Teladan Medan, Sabtu (6/7) lalu. Persiraja akan menantang tuan rumah Semen Padang di Stadion H Agus Salim, Padang, Minggu (8/7).

ACEH, SUMUTPOS.CO – Memasuki pekan ke-6, persaingan papan atas Liga 2 wilayah barat kian menarik. Persiraja kali ini akan menantang tuan rumah Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu (8/7).

Semen Padang saat ini duduk di puncak klasemen dengan koleksi 15 poin, dengan lima kemenangan dari enam laga dan hanya satu kali menelan kekalahan.

Fakta tersebut tentu saja menjadi pekerjaan berat bagi Persiraja untuk membongkar pertahanan tuan rumah dan mencuri poin. Namun, apapun akan dilakukan skuat asuhan Akhyar demi memetik poin dan mengamankan papan atas klasemen sementara.

Apalagi, kabar baik dari kubu Persiraja, kapten tim Muklis Nakata yang tidak tampil di laga sebelumnya karena akumulasi kartu kuning, kini sudah dapat dimainkan kembali.

“Nakata sudah berada di Padang, dan sudah bergabung dengan tim. Ini tentu menjadi sinyal bagus karena Nakata kapten tim, dan akan ada motivasi lebih bagi pemain di lapangan,” ujar Akhyar.

Pada laga sebelumnya, tanpa sang jenderal lapangan tengah Persiraja, klub berjuluk Lantak Laju ini dihajar 4-2 saat bertamu ke markas Persita Tangerang di Karawang pekan lalu.

Kegagalan memetik poin tersebut tak ingin lagi diulangi oleh Luis Irsandi dan kawan-kawan. Karena kegagalan merebut poin bisa berakibat Persiraja terlempar dari papan atas klasemen sementara.

“Kesalahan di pertandingan sebelumnya sudah kita lakukan evaluasi, kini pemain sudah siap untuk menghadapi Semen Padang,” tegas Akhyar.

Selain Muklis Nakata yang sudah kembali bergabung dengan tim, wing back Agus Suhendra juga sudah fit dan bisa diturunkan kembali di laga nanti, kecuali Faumi Syahreza dan Fahrizal Dillah yang belum pulih 100 persen.

Sementara itu, Semen Padang percaya diri mengincar kemenangan kandang saat menghadapi Persiraja Banda Aceh. Keyakinan Kabau Sirah terdongkrak setelah mempermalukan Persik Kendal tiga gol tanpa balas, Selasa (3/7).

Kans bertahan di puncak klasemen wilayah Barat tetap terbuka jika Hengki Ardiles dkk mampu mengamankan 2 kemenangan di kandang sendiri.

“Target kami tentu menyapu bersih laga kandang. Kami harus memaksimalkan poin jika ingin bertahan sebagai pimpinan klasemen. Karena masih banyak pertandingan yang akan kami hadapi, saat ini pun putaran pertama belum habis,” ungkap pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli. (zal)

 

Perkiraan Pemain:

Semen Padang: Rendy Oscario (GK), Ngurah Wahyu, Ahmad Mahrus, Hengki Ardiles, Fridolin Kristof, Leo Guntara, Manda Cingi, Rudi, Eliazer Maran, Irsyad Maulana, Rahmat Afandi.

Pelatih: Syafrianto Rusli

 

Persiraja: Rahmanuddin (GK), Asep Budi, Luis Irsandi, Agus Suhendra, Saddam Hi Tenang, Fiktor Pae, Muklis Nakata, Fiwi Dwipan, Defri Riski, Vivi Arizal, Hapidin.

Pelatih: Akhyar Ilyas

Dalam Sepekan, BNN Musnahkan 10,5 Hektar Ladang Ganja di Aceh

Personil Kepolisian dan BNN saat melakukan pemusnahan ladang ganja di Kecamatan Sawang, Aceh Utara.(Foto: IST for Sumut Pos)

ACEH, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 10,5 hektar ladang ganja di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Aceh.

Pemusnahan melibatkan Direktorat Narkotika Deputi Pemberantasan BNN Pusat bersama BNNP Aceh dan BNNK Lhokseumawe beserta Polres dan Kodim Aceh Utara.
Kepala BNNK Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrazi mengatakan, pemusnahan ladang ganja hasil temuan tersebut dilakukan di dua lokasi di Kabupaten Aceh Utara.
Disebutkan, ladang pertama berada di kawasan Dusun Uteun Punti, Gampong Sawang. “Pemunasnahan ini dilakukan pada Kamis kemarin, dimulai sejak pukul 08.00 WIB, yang dipimpin langsung Kasatgas, Kombes Pol Anggoro Sukartono,” ujarnya.
Dalam operasi kali ini, ladang ganja ditemukan di ketinggian 119 meter dari permukaan laut (mdpl) pada titik koordinasi N05’05.780’54.483′. “Tim menemukan ladang seluas 7 hektar dengan tinggi tanaman bervariasi mulai dari bibit semak sekitar 25 sentimeter hingga 2 meter,” sebutnya.
“Ganja tersebut dimusnahkan langsung dengan dilakukan pencabutan hingga pembakaran oleh seluruh personel yang dibantu masyarakat sekitar,” tambahnya.
Sambungnya, pemusnahan juga dilakukan di lokasi ladang ganja temuan tepatnya di Gampong Teupin Rusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara. Kegiatan ini dilanjutkan pada Jumat (6/7) siang.
Pada titik kedua ini, tim menemukan ladang ganja seluas 3,5 hektar, dengan tinggi batang rata-rata mencapai dua meter. “Petugas pun langsung melakukan pencabutan dan pembakaran hingga habis dengan bantuan masyarakat sekitar” terangnya.
Dengan dilakukannya operasi pemusnahan ladang ganja ini, sambungnya, diharapkan masyarakat petani ganja tidak lagi melakukan penamanan ganja di lokasi tersebut.
“Kita juga berharap masyarakat dapat beralih ke tanaman produktif lainya yang lebih bermanfaat seperti kopi, jagung atau tanaman produktif lainnya seperti yang sudah dilakukan di Gayo Lues berkat bantuan BNN beserta pihak terkait,” tukasnya.(zal)

Takuti Korban dengan Pacat, Pemuda di Aceh Barat Cabuli Tiga Bocah

ACEH, SUMUT POS.CO – Aparat Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat, membongkar modus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan MS (31), warga Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Provinsi Aceh.
Cara pemuda yang bekerja serabutan ini agar akal bulusnya bisa berjalan mulus sesuai rencana, yakni menakut-nakuti korban dengan binatang penghisap darah. Al hasil, pelaku berhasil mencabuli tiga korban anak di bawah umur dalam sebulan terakhir.
“Ada tiga korban pelecehan anak di bawah umur yang dilakukan oleh MS,” ujar Kapolres Aceh Barat, AKBP Bobby Aria Prakasa melalui KBO Reskrim Ipda P Pangabean, Sabtu (7/7).
Disebutkan, MS diciduk oleh personel Polres Aceh Barat, usai salah satu keluarga korban membuat laporan ke Mapolres Aceh Barat.
Ipda P Pangabean menerangkan, MS pertama sekali melakukan perbuatan asusila pada tanggal 25 Juni 2018 di Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Saat itu, korban yang baru berumur 6 tahun sebut saja Bunga dilecehkan sampai mengalami pendarahan.
“Karena tidak tahan, korban akhirnya mengadukan kepada orang tuanya. Korban merasa kesakitan saat buang air kecil hingga trauma mental takut melihat orang lain,” sebutnya.
Kemudian, pada tanggal 29 Juni 2018  keluarga korban melaporkan M ke aparat kepolisian. Pada tanggal 30 Juni 2018, petugas menangkap pelaku di rumahnya. “Pelaku dibekuk pertugas tanpa perlawanan,” bebernya.
Dengan modus yang sama, sambungnya, pelaku diketahui juga melakukan aksinya terhadap dua korban lainnya sebut saja  Mawar (6) dan Melati (10) (bukan nama sebenarnya).
Disebutkan, modus pelaku untuk dapat melakukan aksi pelecehan seksual yakni menakut-nakuti korban dengan binatang penghisap darah.
“Dia bilang ke korban bahwa ada pacat (sejenis lintah) di kelamin korban, sehingga anak itu ketakutan. Kesempatan itu digunakan untuk memuluskan niat pelaku itu,” ujarnya.
“Pelaku juga mengancam korban untuk tidak memberitahukan kepada siapapun, kalau diberitahukan ke yang lain, korban akan dipukul oleh si tersangka,” ungkapnya.
Saat ini, tersangka sudah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Aceh Barat. Ia dikenakan pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman Uqubat Ta’Zir.
“Penjara 90 bulan, denda 900 gram emas atau cambuk sebanyak 90 kali,” pungkasnya.(zal)