Home Blog Page 6191

(3) 2 Rusia v Kroasia 2 (4): Penantian Dua Dekade

Para pemain Kroasia berlari dari tengah lapangan setelah penalti Rakitic masuk.
Para pemain Kroasia berlari dari tengah lapangan setelah penalti Rakitic masuk.

SUMUTPOS.CO – Kroasia berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia 2018 setelah mengubur ambisi tuan rumah Rusia di babak perempat final, Minggu (8/7) dini hari WIB. Bagi Kroasia, ini merupakan untuk kali kedua berhasil mencapai semifinal Piala Dunia sepanjang sejarah. Pertama kali mereka melakukannya pada Piala Dunia 1998 yang menjadi debut mereka.

Kroasia yang akan melawan Inggris di semifinal, tentunya berharap bisa melaju ke final. Maklum saja, di semifinal Piala Dunia 1998, mereka dikalahkan tuan rumah Prancis. Kala itu, Kroasia akhirnya mampu menempati peringkat ketiga.

Tim asuhan Zlatko Dalic itu ke semifinal lewat perjuangan keras. Mereka harus melewati drama adu penalti untuk mengubur ambisi Rusia. Adu penalti dilakukan setelah dalam waktu normal dan perpanjangan waktu, skor sama kuat 2-2. Dalam adu penalti, Kroasia menang 4-3. Dua penendang Rusia, Fedor Smolov dan Mario Fernandes, gagal menunaikan tugasnya. Sementara, hanya satu penendang Kroasia yang gagal yakni Mateo Kovacic.

“Selamat tidak hanya untuk para pemain saya, melainkan juga bagi Rusia yang tampil baik. Itu bukanlah laga yang indah, tetapi itu adalah sebuah pertarungan untuk merebut satu tempat di semifinal,” kata Dalic.

“Saya akui kami beruntung. Saya terkonsentrasi di sepanjang pertandingan. Namun, saya merasa benar-benar lega setelah penalti Rakitic. Kami membuat diri kami senang. Namun, kami juga membuat semua orang Kroasia kembali ke rumah dengan bahagia,” tutur Dalic.

“Emosi itu meledak dari saya. Saya tidak sering menangis, tetapi sekarang saya memiliki alasan yang baik. Kroasia berada di semifinal, ini adalah kesuksesan besar dan hasil yang luar biasa,” ujar Dalic.

Sebelumnya selama 120 menit laga berakhir imbang. Rusia sendiri memimpin 1-0 pada menit 31 lewat tendangan jarak jauh dari Denis Cheryshev. Kroasia membalas lewat sundulan Andrej Kramaric pada menit 40. Setelah dua gol itu sisa laga tak ada tambahan gol selama 90 menit.

Bola Mati Senjata Inggris

Gareth Southgate menjadi pelatih ketiga yang berhasil bawa Inggris ke semifinal.
Gareth Southgate menjadi pelatih ketiga yang berhasil bawa Inggris ke semifinal.

SUMUTPOS.CO – Keberhasilan Inggris ke semifinal Piala Dunia usai menyingkirkan Swedia di Samara Arena, Sabtu (7/7) malam menjadi malam bersejarah. Itu merupakan semifinal pertama Inggris dalam kurun waktu 28 tahun setelah 1990.

Hasil ini membuat pelatih Inggris, Garetg Southgate masuk buku sejarah sepak bola negeri Britania. Menurut Opta, dia merupakan manajer ketiga yang dapat mengantarkan The Three Lions menembus empat besar.

Sebelumnya, Alf Ramsey pernah menorehkan rekor serupa ketika mengantarkan Inggris ke semifinal pada 1966. Kemudian, Bobby Robson menyusul ketika Piala Dunia 1990 bergulir.

Kinerja apik membuat Inggris dijagokan melaju ke final Piala Dunia 2018. Namun, mereka harus lebih dulu melewati hadangan dalam laga semifinal melawan Kroasia. “Laga semifinal di Moskow akan menjadi pertandingan luar biasa,” kata Southgate.

“Saya berharap semua orang di rumah menikmati malam ini karena tidak sering ini terjadi. Ini adalah perasaan yang luar biasa,” tambahnya.

Sejauh ini pendekatan taktik Southgate memang tidak terlalu istimewa. Secara materi dia juga hanya mengandalkan banyak pemain muda. Namun Southgate mampu memaksimalkan senjata yang selama ini menjadi kekuatan Inggris. Yakni kemampuan bola-bola mati dan sundulan.

Seperti laga perempat final lalu, Inggris memang tidak tampil dalam kondisi terbaik di laga versus Swedia. Namun, dua buah gol sundulan ke gawang Swedia menunjukkan bahwa Inggris memang siap untuk meraih kemenangan dalam laga tersebut.

Semuanya memang berawal dari latihan serius yang mereka jalani sebelum terbang ke Rusia. Di sela pertandingan di Piala Dunia, rutinitas pola latihan jadi menu Harry Kane dan kawan-kawan. Alhasil mereka mampu menjadi tim paling banyak mencetak gol melalui set pieces.

Harry Maguire yang mencetak gol pembuka Inggris ke gawang Swedia mengaku bahwa semua gol merupakan buah dari kerja keras mereka di sesi latihan. Inggris diakui Maguire kerap melakukan latihan set play.

Gol kedua yang dicetak Dele Alli pun disebut Maguire merupakan buah dari latihan keras skuad Inggris. Bek Leicester City ini pun memberi kredit khusus kepada tim pelatih yang telah merancang program latihan dengan sangat baik.

“Kami tahu apa yang telah kami kerjakan selama ini. Set play adalah sebuah hal besar dalam permainan kami. Umpan silang Jesse Lingard kepada Dele Alli, sudah kami latih sebelumnya. Jadi kredit bagi staf dan para pemain yang mampu melaksanakannya dengan baik di lapangan,” ungkap Maguire.

Sejauh ini, Inggris telah mencetak 8 gol melalui situasi set pieces. Catatan ini menjadi yang paling banyak dilakukan oleh tim-tim peserta Piala Dunia 2018. (bbs/jpc/don)

Indonesia U-19 v Thailand U-19: Tetap Ngotot

Rafli Mursalim merayakan gol saat berhasil menjebol gawang lawan.
Rafli Mursalim merayakan gol saat berhasil menjebol gawang lawan.

SUMUTPOS.CO – Tak ada istilah main mata. Meskipun sudah memastikan lolos ke semifinal Piala AFF U-19 2018, Timnas U-19 Indonesia tetap bakal bermain serius lawan Thailand, Senin (9/7) malam WIB di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Pertandingan terakhir di Grup A tersebut memang sangat menentukan nasib Thailand dan Vietnam. Walaupun jauh lebih kecil, Vietnam masih memiliki peluang untuk lolos ke semifinal. Oleh karena itu panitia pelaksana (Panpel) pertandingan menyelaraskan jam kick-off Indonesia lawan Thailand, dan Vietnam kontra Singapura. Kedua laga ini akan digeber serentak Senin malam pukul 19:00 WIB.

“Kami akan serius untuk pertandingan terakhir lawan Thailand,” tegas pelatih Indra Sjafri tentang pertandingan pamungkas lawan Thailand.

“Untuk tim usia muda, kami akan berusaha semaksimal mungkin di semua pertandingan. Kami tidak ada cerita mengalah. Tidak ada istilah lapis kedua. Tetapi kalau rotasi pasti ada,” tegas Indra.

Bagi Indonesia, pertandingan ini akan menentukan status mereka di Grup A. Jika menang atau seri, Indonesia menjadi juara grup. Tetapi apabila mereka tumbang, maka Thailand yang menjadi juara grup dan Indonesia sebagai runner-up.

Thailand hanya membutuhkan seri untuk lolos sebagai runner-up. Sementara Vietnam memiliki peluang berat untuk lolos. Mereka harus mengalahkan Singapura dengan lebih dari tujuh gol, serta berharap Indonesia mengalahkan Thailand. (saf/jpc/don)

PSDS Ambisi Poin Penuh

Foto: BAtara/Sumut Pos Pihak PSDS dan Tanjungbalai United memberikan keterangan jelang laga.
Foto: BAtara/Sumut Pos
Pihak PSDS dan Tanjungbalai United memberikan keterangan jelang laga.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -PSDS Deliserdang manfaatkan posisi tuan rumah untuk memetik nilai penuh ketika menghadapi Tanjung Balai United pada babak penyisihan grup wilayah 1, Pool B pada Liga 3 yang digelar di Stadion Baharoeddin Siregar, Senin (9/7) sekitar pukul 14.00 Wib.

Assiten pelatih PSDS Siswanto didampingi kapten tim M Irsan menerangkan bahwa peluang timnya untuk memetik nilai penuh sangat besar. Hal itu pertama dijelaskanya, timnya memiliki waktu cukup untuk latihan serta didukung materi pemain yang cukup rata-rata untuk bermain di Liga 3.

“Pasti kami didukung suporter karena kami tuan rumah. Kondisi itu sangat menentukan dan berpengaruh buat anak-anak,”terang Siswanto.

Masih tanpa pelatih kepala, Ansyari Lubis yang ikut lisensi A AFC, PSDS tetap pede. “Semua didiskusikan dengan pelatih kepala Ansyari, dan bahkan para pemain ikut disertakan dalam komunikasi tersebut. Intiknya semua berjalan secara kompak,”terangnya.

Disebutkan Siswanto target menang diawal babak penyisihan grup wilayah 1, Pool B menjadi prioritas tim dan manajemen. Karena itu, PSDS sendiri akan menurunkan full tim. Meski masih ada permasalahan dibagian barisan tengah. Dimana Purnomo mengalami cedera.”Ada pelapisnya yaitu Yasir. Yasir adalah mantan pemain PSMS,”terangnya.

Sementara itu, Pelatih Tanjung Balai United, Taufik Silaen, menjelaskan bahwa timnya sempat mendapat kendala karena libur panjang di bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. “Libur panjang membuat performa tim sedikit menurun, karena ada sebagian pemain yang pulang kampung berkumpul dengan keluarga. Namun demikian semua tim mulai solid. Kita akui PSDS persiapanya matang, untuk itu kita punya strategi dan taktik untuk menghadapi itu,”terangnya. (btr/don)

Eka Prasetya Menang, Persaingan Semakin Sengit

Pemain Eka Prasetya coba melakukan lay up pada lanjutan Liga Mahasiswa (LIMA) di GOR Unpri.
Pemain Eka Prasetya coba melakukan lay up pada lanjutan Liga Mahasiswa (LIMA) di GOR Unpri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persaingan pada Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball 2018 Sumatera Conference semakin seru. Hal itu terjadi setelah STIE Eka Prasetya sukses meraih kemenangan pada keduanya di GOR Unpri Jalan Danau Singkarak, Minggu (8/7).

Pada pertandingan keduanya, Eka Prasetya sukses melumat Universitas Cendana dengan skor 71-17. Eka Prasetya yang menurunkan Putra Sandy, Irwin Dennis, Antony, Erick Wijaya dan Sidik Darmawan sebagai starter, langsung bermain cepat. Mereka unggul di kuarter pertama dengan skor 19-7.

Eka Prasetya yang unggul segalanya dari lawan, tidak mengurangi irama pertandingan di kuarter kedua. Kondisi ini membuat Univesitas Cendana kewalahan. Eka Prasetya menutup kuarter kedua dengan skor 35-11.

Unggul jauh membuat Eka Prasetya mencoba melakukan rotasi pemain di kuarter ketiga. Meski begitu, anak asuh Danny Simatupang itu tidak mampu dibendung dan unggul 57-15.

Di kuarter keempat, pemain Cendana sudah mulai kehilangan konsentrasi. Sedangkan Eka Prasetya masih terus menekan dan menambah 14 angka. Irwin Dennis dkk pun memenangkan laga dengan skor 71-17.

Hasil ini membuat persaingan semakin sengit. Eka Prasetya menjadi salah satu tim yang belum terkalahkan bersama Universitas Prima Indonesia (Unpri) dan STMIK TIME. Posisi puncak klasemen untuk sementara ditempati STMIK TIME setelah meraih kemenangan ketiga usai mengalahkan UMSU dengan skor 59-47 pada Minggu (8/7) malam.

Pelatih STIE Eka Prasetya, Danny Andrian Simatupang mengakui persaingan untuk merebut gelar juara memang sangat sengit. Dia memperdiksi Unpri dan STMIK TIME sebagai pesaing terberat.

“Unpri memiliki pemain yang merata di semua lini. Mereka juga menerapkan permainan cepat. STMIK TIME juga punya keunggulan tersendiri. Yang pasti persaingan akan sengit,” ujarnya.

Meski begitu, Eka Prasetya tidak takut. Danny mengaku sudah mempersiapkan strategi untuk mengalahkan kedua pesaingnya itu. “Kita sudah siapkan antisipasi. Target kita adalah juara pada even ini,” pungkasnya.

Pada pertandingan lainnya, UIN Suska Pekanbaru meraih kemenangan pertama usai mengalahakan Universitas Pelita Harapan dengan skor 54-39. Lanjutan LIMA Basketball 2018 Sumatera Conference akan kembali digelar Selasa (10/7) besok. (dek)

1 Madura United v PSMS 0: Gagal Lagi

Frets berduel dengan Bayu Gatra di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Jawa Timur.
Frets berduel dengan Bayu Gatra di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Jawa Timur.

SUMUTPOS.CO – PSMS kembali pulang dengan tangan hampa dari laga tandangnya. Kali ini giliran Madura United yang menumbangkan PSMS dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/7). Satu-satunya gol PSMS diciptakan Alberto Antonio de Paula pada menit kelima.

Pada laga itu PSMS kembali mengandalkan Abdul Rohim di bawah mistar. Ini merupakan laga comeback Rohim setelah tiga bulan absen karena cedera. Namun lima menit laga berjalan, Rohim harus memungut bola dari jaringnya setelah Beto mampu memanfaatkan umpan terobos Zah Rahan dan gagalnya jebakan offside PSMS.

Beto mencoba mengancam kembali lewat sepakan dari luar kotak penalti. Namun kali ini bola mampu ditangkap dengan baik oleh kiper PSMS, Abdul Rohim. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Madura United.

Memasuki babak kedua, Madura United kembali mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Bayu Gatra mendapatkan peluang emas di depan gawang PSMS, namun masih belum bisa berbuah gol.

PSMS mendapatkan peluang lewat tendangan bebas Dilshod Sharofetdinov. Namun bola hasil tendangannya masih melambung di atas gawang Madura United. Masuknya Gusti Sandria dan Frets Butuan juga tak mampu mengubah keadaan. Skor 1-0 bertahan hingga akhir laga. Kekalahan ini juga merupakan kekalahan ketiga beruntun PSMS di Liga 1.

Pelatih PSMS, Djajang Nurdjaman mengakui, gol kemenangan tuan rumah adalah merupakan faktor kedodoran atau kurang fokus anak asuhannya yang terjadi di awal-awal pertandingan.

“Saya sudah sampaikan ke pemain agar lebih hati-hati di menit-menit awal karena itu waktu yang krusial. Danger time,” katanya kepada wartawan dalam temu pers usai pertandingan.

Meski sempat lengah di menit-menit awal, Djajang mengaku timnya berhasil mengimbangi permainan lawan dan menciptakan sejumlah peluang. “Namun (segala upaya) tidak juga kunjung gol dan hingga akhirnya kami tetap kalah 1-0,” tambahnya.

Kendati kalah, pelatih yang akrab disapa Djanur itu tetap mengapresiasi permaian anak asuhannya yang cukup baik di laga tersebut. “Mudah-mudahan perlawanan seperti ini bisa menjadi modal untuk lebih baik lagi saat bermain di Medan (lawan Persipura di laga selanjutnya),” imbuhnya.

Sementara pelatih Madura United, Gomes de Oliviera mengaku sangat bersyukur di laga perdana comeback-nya sebagai pelatih Madura berhasil memberikan kemenangan.

“Akhirnya Madura berhasil memutus rekor buruk (lima laga tak pernah menang) dan kembali lagi ke jalur kemenangan. Seluruh pemain bekerja keras untuk kemenangan ini,” ujarnya.

Sedang aktor dibalik kemenangan Madura United, Beto mengaku sangat dirinya bisa persembahkan gol untuk kemenangan timnya. “Saya sangat senang setelah sekian lama akhirnya bisa cetak gol dan gol ini membuat saya bisa dipercaya terus untuk terus bermain,” tutup Beto. (don)

Kwarta Siap Hadapi PSSA Asahan

PS Kwarta dan PS Tornado saat ujicoba di Lapangan Pondokrowo, Percutseituan.
PS Kwarta dan PS Tornado saat ujicoba di Lapangan Pondokrowo, Percutseituan.

SUMUTPOS.CO – PS Kwarta akan menjalani laga pertamanya di Liga 3 zona Sumut saat berhadapan dengan PSSA Asahan di Lapangan Marindal, Senin (9/7). Kwarta mengincar start mulus di kompetisi kasta ketiga ini.

Segala persiapan telah digelar PS Kwarta. Termasuk ujicoba terakhir kontra tim Liga 3 asal Riau, Tornado FC. Pada laga itu Kwarta ditekuk empat gol tanpa balas. Gol Tornado diciptakan oleh Khendri (dua gol), Akbar dan Agus.

Meski kalah di markasnya sendiri, Pelatih PS Kwarta, Amrico tak terlalu fokus pada hasilnya. Baginya kekalahan tersebut menjadi pelajaran buat pemainnya untuk berperang pada pertandingan sesungguhnya sore ini. “Ya tidak masalah dengan hasil kekalahan ini. Artinya ini jadi bahan evaluasi kita untuk membenahi kekurangan yang ada. Yang terpenting saat main di Liga 3 nanti kita jangan menelan kekalahan seperti ini lagi,” katanya.

Sementara Manajer Tornado FC, Edwin Nofyansyah mengatakan timnya sengaja hadir ke Medan untuk menjajal beberapa tim di sini. Mereka gencar melakukan tour ke Medan untuk mendapatkan lawan yang lebih dari mereka.

“Kita sengaja hadir ke Medan cari lawan yang bagus untuk menambah jam terbang dan pengalaman mereka. Karena saat ini kita juga tengah persiapan untuk Liga 3 di Zona Riau. Sembari melihat hasil ini, kita juga sengata untuk mempererat kekompakan pemain,” katanya.

Kwarta sendiri tergabung dalam Grup A pada Liga 3. Mereka akan bersaing dengan tim lain seperti Medan Sakti, Astagana FC dan PSSA Asahan. (don)

KPK Diminta Periksa Penyidik Poldasu

Mujianto alias Anam.
Mujianto alias Anam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kaburnya dua buronan Polda Sumut, yakni Mujianto dan Tonny Wijaya ke Singapura, menuai reaksi dari praktisi hukum Julheri Sinaga. Dia menduga, kaburnya dua buronan itu akibat lemahnya penegakan hukum dan adanya unsur kesengajaan.

“Kalau ada alasan tidak ada hubungan ekstradisi dengan Singapur, patut diduga itu memang ada unsur kesengajaan,” ungkap Julheri kepada Sumut Pos, Minggu (8/7).

Kaburnya Mujianto dan Tonny Wijaya dikatakan Julheri, bukan dikarenakan faktor ketidakmampuan. Akan tetapi, faktor ketidakmauan yang menyebabkan polisi enggan untuk melakukan pengejaran. “Masa mereka tidak belajar dari masa lalu, ini bukan yang pertama lo,” katanya seraya menyebut kasus-kasus lainnya.

Dia menjelaskan, seharusnya penangguhan penahanan yang diberikan kepada Mujianto dan Tonny Wijaya sebelum kabur ke luar negeri, sudah diantisipasi. “Polisi yang menangguhkan, polisi yang menjaga dan melakukan pencekalan kan atas permohonan mereka ke Imigrasi. Ini membuktikan bahwa hukum di negara inikan bobrok. Dan yang paling tertampar wajahnya sebenarnya kepolisian. Kenapa? Karena mereka terdepan untuk menjaga keamanan dan untuk menegakkan hukum,” terangnya.

Atas kasus seperti itu, Julheri menyarankan agar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa penyidik kepolisian yang menangani kasus ini. Sebab dia menuding, adanya unsur kesengajaan untuk menghalangi perkara tersebut.

” Jangan-jangan ada unsur kesengajaan untuk menghalangi-halangi pemeriksaan tersebut. Secara tidak langsung, seharusnya dia (polisi) bisa mengantisipasi. Jadi patut diduga ada kongkalikong,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Sumut terus berupaya melakukan pengejaran terhadap buronan kasus penipuan dan penggelapan Mujianto dan Tonny Wijaya yang kabur ke luar negeri. Teranyar, Polda mendeteksi keberadaan keduanya berada di Singapura.

Namun, karena Indonesia dan Singapura tidak memiliki perjanjian ekstradisi, menjadi kesulitan Polda Sumut untuk menangkap dan memulangkan keduanya.

“Kita mendeteksi Mujianto dan Tonny Wijaya di Singapura. Tapi kitakan tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Singapura untuk memulangkan keduanya,” ungkap Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Rabu (5/7).

Upaya lain yang dilakukan sebut Nainggolan, Polda Sumut telah berkoordinasi dengan Interpol untuk melakukan penangkapan. Namun masalahnya kata dia lagi, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk bisa memakai jasa interpol.

“Kendalanya dibiaya. Karna dibutuhkan biaya besar untuk menggunakan interpol, sedangkan kita (Polda Sumut) tidak ada biaya,” katanya.

Sebelumnya, Mujianto dilaporkan oleh Armen Lubis (60) pada 28 April 2017 dengan bukti laporan No; STTLP/509/IV/2017 SPKT “II”. Dalam kasus yang sama, Armen juga melaporkan stafnya Rosihan Anwar karena telah dirugikan sekitar Rp3 miliar.

Sedangkan Tonny Wijaya dipersalahkan melanggar Pasal 385 KUHPidana dan atau pasal 69 dan 70 UURI No 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Tonny Wijaya dilaporkan oleh Kaswandi No: LP/011/I/2016/SPKT III tanggal 7 Januari 2016. Dia dilaporkan karena mencaplok lahan untuk kepentingan umum menjadi tempat usaha yang dapat memperkaya diri sendiri di kawasan Sukaramai Medan. (mag-1)

Gigolo Bunuh Waria di Hotel

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos DIAMANKAN : Tersangka Desrifal ditembak di kaki karena melawan saat pencarian baang bukti.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
DIAMANKAN : Tersangka Desrifal ditembak di kaki karena melawan saat pencarian baang bukti.

SUMUTPOS.CO – Seorang waria ditemukan tewas dengan posisi tengkurap dan kaki diikat dengan lakban, di kamar Hotel 61 Jalan Iskandar Muda, Medan, Sabtu (7/7) malam. Budianto alias Ardila Putri, nama si waria, sebelumnya menginap bersama pasangan sejenisnya, Desrifal, warga Jalan Tanjungraya, Kabupaten Deliserdang.

Kepala satuan (Kasat) Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan oleh pihak hotel sekira pukul 08.00 WIB, sudah tidak bernyawa di kamar nomor 316.

“Sewaktu pihak hotel menggedor kamar 316, tempat Budianto alias Ardila Putri menginap bersama tersangka, mereka curiga karena tidak ada respon dan kamar dalam kondisi terkunci. Akhirnya diputuskan untuk mendobrak. Didapati Budianto dalam keadaan kaki kaku dan meninggal dunia dengan posisi tengkurap dan kaki diikat dengan lakban,” katanya, Minggu (8/7).

Peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Selanjutnya, Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polrestabes  Medan membantu Polsek Medan Baru, menganalisa hasil rekaman Closed Circuit Televison (CCTV ) hotel. Diketahui, saat check in korban datang menginap bersama pasangannya Desrifal, warga Jalan Tanjungraya, Kabupaten Deliserdang, yang diduga sebagai tersangka.

Lewat CCTV juga diketahui, tersangka Desrifal pergi menggunakan sepedamotor Honda Scoopy berwarna abu-abu, mengenakan sepatu warna hitam putih dan jaket berwarna biru tua.

Tim menganalisa keberadaan pelaku dan berhasil dimonitor di arah Jalan Karya Kecamatan Medan Barat.  Tepat pukul 01.00 WIB pihaknya mendapati pelaku berada di depan Alfamidi di kawasan Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat. Kebetulan pelaku merupakan seorang karyawan Alfamidi.

“Anggota lihat ada orang yang sedang memegang Hp dan ciri-cirinya sesuai dengan yang ada di CCTV Hotel 61. Ternyata benar pelaku, dan langsung diamankan,” ujarnya.

Penangkapan memakan waktu 14 jam sejak korban ditemukan, oleh gabungan Tim Pegasus Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan dan Pegasus Polsek Medan Baru

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui berhubungan intim dengan korban sebanyak tiga kali, di hotel yang berbeda-beda. Pelaku mau berhubungan sejenis, karena korban menjanjikan sejumlah uang yang tidak sedikit.

Tamin Sukardi Mengaku Sakit, Sidang Ditunda

Tamin Sukardi
Tamin Sukardi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, menunda persidangan terdakwa penyelewengan aset negara sebesar Rp132 Miliar, Tamin Sukardi, Kamis (5/7). Sidang ditunda dikarenakan terdakwa mengaku dirinya sedang sakit.

“Apakah saudara dalam kondisi sehat?”, ucap majelis hakim kepada terdakwa. Namun pria yang memang sudah berusia lanjut tersebut menyatakan dirinya sedang sakit. “Saya sedang sakit yang mulia”, ujarnya kepada majelis hakim dan di depan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejagung.

Mendengar hal itu, Hakim Wahyu Prasetyo Wibowo langsung menunda sidang pada hari itu. “Kalau memang dalam kondisi sakit, maka sidang kita tunda hingga hari senin, tanggal 9 Juli 2018 mendatang”, tutup ketua majelis sambil mengetukkan palunya.

Pantauan awak media, terdakwa hadir di ruang sidang cakra utama PN Medan menggunakan kursi roda dengan wajah yang cukup pucat.

Sebelumnya, sekitar bulan Mei 2018 yang lalu, terdakwa memang pernah mengajukan pembantaran dirinya untuk dirawat di Rumah Sakit untuk melakukan rawat inap terhadap dirinya, karena terdakwa menyebutkan bahwa dirinya mengalami sakit jantung.

Namun  saat itu, majelis hakim menolak pengajuan pembantaran. Karena pengajuan tidak dilengkapi dengan surat keterangan dari dokter. Setelah surat dilengkapi, barulah majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk keluar dari Rutan demi mendapatkan pengobatan dari dokter spesialis tanpa rawat Inap.

Terakhir, saat sidang berjalan pada Senin (2/7), terdakwa dikabarkan pingsan usai menjalani persidangan. Hingga pada Kamis (12/7), majelis hakim enggan melanjutkan persidangan karena melihat dan mendengar pernyataan terdakwa yang menyebut dirinya sedang sakit.

Pengamat hukum kota Medan, Muslim Muis menyebutkan, majelis hakim PN Medan harus bersikap bijaksana dalam mengambil keputusan penundaan sidang. “Kita tahu, bahwa terdakwa itu sudah tua. Tapi kalau memang sakit, ya harus dilengkapi surat keterangan sakit dari dokter yang bersangkutan, bukan hanya sekedar pernyataan dari terdakwa. Kalau sakitnya parah, ya dibantarkan. Setelah cukup sehat, persidangan harus dilanjutkan kembali hingga tuntas,” ucap Muslim.

Direktur Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (Pushpa) mengatakan, hal itu penting karena nantinya bisa berdampak buruk terhadap opini masyarakat. “Masyarakat saat ini kan sudah kritis,” terangnya.

Terkait persidangan yang beberapa kali dilakukan hingga malam hari, Muslim juga menyatakan hal itu merupakan hal yang keliru. “Jam kerja PN Medan itu ‘kan sudah ada, dan malam hari itu bukan lagi jam untuk sidang. Kalau memang sudah waktunya menjelang malam, ya ditunda lah hingga jadwal persidangan berikutnya. Toh sidangnya juga berjalan dua kali dalam seminggu. Jangan dibeda-bedakan dengan sidang yang lainnya,” tutup Muslim. (adz)