Home Blog Page 6219

314 Daerah Minta Pemekaran

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, selama empat tahun belakangan usulan pemekaran wilayah yang masuk ke mejanya mencapai 314 permintaan. Namun hingga saat ini pemerintah maupun Kemendagri masih menolak usulan itu.

“Sampai saat ini, total ada sebanyak 314 usulan (pemekaran) dari beberapa daerah. Namun sampai sekarang belum bisa disetujui,” kata Tjahjo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (2/7).

Tjahjo menuturkan, daerah yang mengajukan pemekaran seperti Bauk, Sumbawa, Cirebon, Sukabumi, Barito, Buton,Tapanuli hingga Nias. Meskipun telah dibahas selama empat tahun, belum satupun yang disetujui.

Penolakan itu lantaran dalam melakukan pemekaran wilayah membutuhkan kesiapan kesiapan infrastruk dan fasilitas. Faktor anggaran juga menjadi yang diperhitungkan sehingga pemerintah belum mengabulkan permintaan pemekaran wilayah.

“Sekarang di beberapa daerah masih ada komandan Kodim, Kapolres, Jaksa yang merangkap daerah lainnya. Sehingga itu kami tunda dulu, kita tunggu bagaimana proses yang berhasil dari program infrastruktur, ekonomi, dan sosial,” lanjut Tjahjo.

Lebih jauh Tjahjo membeberkan jika melakukan pemekaran wilayah setidaknya membutuhkan anggaran minimal Rp 200 miliar. Di sisi lain pemerintah tengah jor-joran melakukan berbagai macam pembangunan, sehingga anggaran nasional akan difokuskan kepada pemerataan ekonomi di seluruh tanah air.

“Pemerintah sedang fokus untuk mempercepat pembanguban infrastruktur, jadi masih belum fokus untuk pemekaran,” pungkasnya. (sat/JPC)

 

Dewan Bentuk Pansus Terkait Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Triadi Wiboowo/sumut pos Keluarga korban melihat daftar nama korban di dermaga Tiga Ras.
Triadi Wiboowo/sumut pos
Keluarga korban melihat daftar nama korban di dermaga Tiga Ras.

SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) gabungan Komisi A, C dan E, menindaklanjuti persoalan pelayaran, khususnya kejadian tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, dua pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, digagas agar ada panitia khusus (pansus) menyiapkan Perda tentang keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi wisata.

Memimpin RDP tersebut, Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli menyampaikan perhatiannya terhadap kondisi pelayaran di Sumut yang masih belum menerapkan sistem keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung dengan maksimal. Menurutnya, harus ada standarisasi tentang hal itu, agar kejadian seperti tenggelamnya KM Sinar Bangun tidak terulang kembali. Karena itu, pengawasan ketat menjadi hal penting untuk memastikan bahwa operasional pelayaran khusunya di Danau Toba, telah memenuhi standar keselamatan.

“Menurut kami, untuk upaya penyelesaian masalah perhubungan, tetapi leading sektornya ada di Dinas Kebudayaan dan Parisata (Disbudpar). Harusnya, semua pelabuhan sudah disiapkan ada Tim SAR, karena itu kan kawasan wisata,” ujar Nezar, Senin (2/7).

vNamun terkait penghentian pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, Nezar menyampaikan harapannya kepada tim Basarnas agar terus berupaya mencari dan mengangkat jenazah yang masih berada di dasar danau. Sebab, seluruh masyarakat yang keluarganya menjadi korban, mengharapkan bisa mendapatkan mayatnya untuk dikebumikan.”Kami minta pencarian jangan sampai berhenti. Kepada Basarnas, mohon untuk mengangkat korban yang telah diketahui ada di dasar danau,” pintanya.

Terkait itu, Sekdaprov Sumut Dr Hj Sabrina menyebutkan, pelayaran menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Sebab jalur perairan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Tetapi kemudian, keselamatan dan keamanan pelayanan menjadi sangat penting. Karena itu, selain pengawasan operasional, memastikan alat penyelamatan seperti pelampung juga perlu dipertegas.

“Kita apresiasi DPRD membuat pansus yang outputnya adalah Perda (Peraturan Daerah). Tetapi ini bukan untuk Danau Toba saja, untuk Nias juga. Karena di sana kan juga banyak pulau-pulau. Mudah-mudahan kita akan dukung ini melalui APBD Perubahan, atau kalau tidak memungkinkan di APBD 2019,” kata Sabrina.

Pelayaran itu sendiri, lanjut Sabrina, merupakan satu andalan Danau Toba yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Sebab dari transportasi penyeberangan tersebut, wisatawan bisa menikmati pemandangan dan kesejukan di kawasan danau supervolcano tersebut. Karana itu, pengawasan terhadap pelaksanaannya harus diperketat.

“Dengan demikian, keselamatan, keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian utama. Kemudian kita akan meningkatkan pengawasan, agar hal serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (jun/lyn/bal/gus/ila)

 

Kejatisu Terima SPDP Kasus Sinar Bangun

Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian.
Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian.

SUMUTPOS.CO – Terkait proses hukum bagi para tersangka tragedi Sinar Bangun, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) mengaku sudah menerima berkas Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba.

SPDP itu, memilik keempat tersangka, yakni nakhoda Kapal Sinar Bangun Poltak Soritua Sagala, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir Golpa F Putra, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang.

“Ya, sudah kita terima SPDP tersangka kasus Sinar Bangun. Namun, belum ditunjuk Jaksa Penuntut Umum, karena masih di bagian Sekretariat Kejati Sumut. Belum ada disposisi untuk JPU-nya dari Pak Kajati,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin siang.

Sumanggar mengatakan, sudah ada kordinasi bersama dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun itu, antara Kepolisian Daerah Sumatera Utara dengan Kejati Sumut. Namun, ia menjelaskan berkas diterima pihak Kejaksaan baru sebatas SPDD, belum berkas perkara milik tersangka.

“Ini kasus nasional, pastinya dilakukan kordinasi bersama. Kasus ini menjadi penanganan khusus dan menjadi atensi kita pihak Kejaksaan,” tutur Sumanggar.

Selain empat tersangka itu, Pihak Polda Sumut juga menetapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir Nurdin Siahaan sebagai tersangka.

Namun, Sumanggar mengakui belum menerima SPDP miliki Nurdin Siahaan dari pihak penyidik Kepolisian.”Belum, nanti bila ada perkembangan saya kabari lagi kepada rekan-rekan media lah,” sebut Sumanggar.

Dalam kasus ini, seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar. (jun/lyn/bal/gus/ila)

 

 

 

Danau Toba Dikeloa Ulang

Triadi Wibowo/Sumut Pos_ Dermaga Tiga Ras Kabupaten Simalungun. Dernaga ini akan dibenahi oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, dermaga Muara, Ambarita, Simanindo dan Ajibata juga ikut dibenahi.
Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Dermaga Tiga Ras Kabupaten Simalungun. Dernaga ini akan dibenahi oleh Kementerian Perhubungan. Selain itu, dermaga Muara, Ambarita, Simanindo dan Ajibata juga ikut dibenahi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba membuat sejumlah pihak berbenah. Kementerian Perhubungan bakal menata ulang dermaga dan Pusat Hidro Oseanografi TNI-AL (Pushidrosal) siap memetakan perairan Danau Toba. Danau Toba segera dikelola ulang.

Rencananya, Kementerian Perhubungan akan membenahi lima dermaga di sekitar Danau Toba. Yakni, Pelabuhan Tigaras, Muara, Ambarita, Simanindo dan Ajibata. Dermaga ini rencananya akan direvitalisasi.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, dermaga yang akan dibangun nanti sudah mempunyai zona tiket dan lainnya. Sehingga masyarakat tidak bebas keluar masuk dermaga. ”Progresnya saat ini sudah sampai pada pengiriman material. Dermaga sekarang ini harus clear dan untuk hal ini perlu edukasi ke masyarakat. Rerevitalisasi dermaga ini sebenarnya sudah sejak tahun 2017,” ucap Budi.

Budi Setiyadi juga memaparkan, nantinya kapal kayu 17 GT hanya boleh mengangkut 45 penumpang. Terkait sepeda motor seharusnya tidak diperbolehkan hanya saja ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat setempat, hal tersebut yang akan diubah sedikit demi sedikit oleh Kementerian Perhubungan. ”Untuk sepeda motor secara aturan memang tidak boleh tapi di sini kan dari dulu sudah begitu, tapi kami akan ubah sedikit demi sedikit,” katanya.

Sedangkan Pusat Hidro Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) juga ingin melakukan pemetaan kawasan perairan Danau Toba. Kepala Pushidrosal Laksda TNI Harjo Susmoro menjelaskan, pihaknya akan melanjutkan dengan survei pemetaan. ”Akan dikoordinasikan dengan Pemda. Semoga Pemda mau mendukung untuk kepentingannya,” katanya.

Untuk pemetaan, Harjo mengatakan, pihaknya akan mengandalkan tim mobile yang dimilikinya. Tim tersebut akan melakukan pemetaan dengan menggunakan alat semacam multibeam echo sounder (MBES).

Selama ini Pushidrosal melakukan pemetaan laut menggunakan KRI Rigel. Namun Harjo mengatakan untuk pemetaan Danau Toba tidak perlu mendatangkan KRI Rigel.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menuturkan, tragedi di Danau Toba semestinya bisa menjadi pelajaran yang berharga untuk memperbaiki angkutan penyeberangan di wilayah lain.

Ratna Sarumpaet dan Luhut Cekcok

Menko Maritim Luhut Binsar saat di Pelabuhan Tigaras untuk nertemu dengan keluarga korban KM Sinar Bangun.
Menko Maritim Luhut Binsar saat di Pelabuhan Tigaras untuk bertemu dengan keluarga korban KM Sinar Bangun.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO –  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dibuat berang oleh aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet, saat melakukan pertemuan dengan keluarga korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Posko Terpadu di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumut, Senin (2/7) siang. Ratna memprotes penghentian pencarian korban dan evakuasi KM Sinar Bangun. Keduanya pun nyaris adu mulut.

Di tengah-tengah dialog antara Luhut Binsar Panjaitan, Tim SAR gabungan dan keluarga korban, tiba-tiba Ratna Sarumpaet masuk dan memotong pembicaraan Luhut. Cekcok mulut antara keduanya pun tak dapat dihindari.

Ratna Sarumpaet yang datang ke dalam posko SAR gabungan meminta kepada tim SAR gabungan untuk tidak menghentikan pencarian dan evakuasi korban kapal KM Sinar Bangun.

“Ini bukan persoalan kalian, ini persoalan Nasional. Jangan ada yang berani menghentikan. Semua mayat diangkat baru boleh berhenti,” kata Ratna yang mengaku sebagai perwakilan keluarga korban.

Sebelum Luhut Binsar menjawab perkataan Ratna, salah seorang wanita yang mengenakan pakaian adat Batak membentak Ratna. Dengan nada tinggi, wanita itu mengatakan bahwa Ratna tidak mengerti persoalan di Danau Toba.

“Saya lebih paham soal Danau Toba. Jangan salahkan pemerintah. Masyarakat juga salah. Masyarakat juga ada salahnya, tidak membersihkan (Danau Toba),” teriak wanita yang merupakan warga sekitar Danau Toba itu.

Mendapat perlawanan dari masyarakat, Ratna bercetus agar wanita itu jangan mau dibayar. “Eh, kamu jangan mau dibayar,” kata Ratna menunjuk ke arah wanita tersebut.

“Tidak. Saya tidak ada dibayar, saya juga keluarga korban,” timpal wanita itu.

Selanjutnya, Ratna menyampaikan ingin berbicara dengan Menko Maritim Luhut Binsar. Namun permintaan itu ditolak mentah-mentah Luhut.

“Saya ingin berbicara dengan Luhut,” kata Ratna dengan nada rendah.

“Saya ngomong sama kamu nanti. Kamu bukan prioritas utama saya. Sayang ingin langsung berbicara dengan keluarga korban, tanpa perwakilan,” jawab Luhut.

“Kamu boleh ngomong macam-macam sama orang lain, jangan sama saya. Ngerti kau,” bentak Luhut dengan nada tinggi.

Melihat situasi mulai memanas, Ratna Sarumpaet kemudian digiring keluar dari Posko. Kemudian, Ratna diarahkan sejumlah petugas kepolisian untuk meninggalkan Posko Terpadu, agar cekcok mulut tidak berlanjut kembali. Namun, di luar Posko Ratna sang aktivis itu tetap berteriak-teriak.

Kolombia v Inggris: Persiapkan Penalti

Harry Kane
Harry Kane menjadi andalan Inggris kala bersua Kolombia.

SUMUTPOS.CO – Jalan Inggris ke final Piala Dunia 2018 terbuka lebar. Itu setelah mereka menempatkan diri di bagan yang tak dihuni para raksasa. Pulangnya Spanyol semakin memperbesar kans Tiga Singa untuk mengulangi pencapaiannya ke partai puncak yang sudah sangat lama tak dirasakan. Untuk itu Kolombia harus lebih dulu dilewati saat bentrok di Spartak Stadium, Rabu (4/7) pukul 01.00 WIB.

Ya, tersingkirnya Spanyol dari turnamen membuat negara-negara tersisa di ‘Jalur B’ bisa merasa lebih optimis. Selain Kolombia dan Inggris, negara lain macam Kroasia, Rusia, Swedia, dan Swiss salah satunya dipastikan akan mampu menembus final dan jelas ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk bisa meraih prestasi.

Terutama bagi Inggris yang kini menjadi favorit disana. Tak bisa dibantah memang jika Inggris kini sangat layak difavoritkan untuk ke final namun tersingkirnya Spanyol, Argentina, Jerman, dan Portugal di sisi lain harusnya bisa dijadikan pelajaran bagi Inggris. Terutama setelah dua laga babak 16 besar kemarin harus diselesaikan dengan adu penalti dengan salah satunya memakan korban yakni Spanyol.

Apalagi Inggris juga selalu sial jika berurusan dengan adu tendangan 12 pas ini. Tersingkir dari Argentina di Piala Dunia 1998 menjadi buktinya.

“Kami pastinya telah banyak latihan menendang penalti dan mengasah banyak strategi terkait itu sejak Maret lalu. Kami paham benar bahwa satu kesalahan kecil bisa sangat menentukan dalam babak gugur seperti ini. Dan pastinya kami sudah mempersiapkan diri dengan baik secara fisik dan mental andai laga berlanjut ke extra time dan adu penalti,” ujar Gareth Southgate.

Inggris sendiri kabarnya hanya kehilangan Fabian Delph yang izin pulang ke Inggris karena istrinya tengah melahirkan putra mereka.

Namun di sisi Kolombia juga terancam timpang. Wakil Amerika Selatan itu sudah pasti kehilangan Abel Aguilar. Di sisi lain kondisi James Rodriguez masih diragukan setelah ia ditarik keluar di babak pertama dalam laga kontra Senegal di fase grup lalu.

Terdampak Abu Erupsi Gunung Agung, Bandara Banyuwangi Ditutup

Semburan abu vulkanis dari kawah Gunung Agung, Jumat (29/6)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – – Bandar Udara Banyuwangi ditutup sementara waktu karena terdampak abu erupsi Gunung Agung. Penutupan Bandara Banyuwangi sesuai Notam C7024/18.

“Penutupan Bandara Banyuwangi hingga Pukul 15.00 WIB sesuai Notam C7024/18 sebagai dampak erupsi Gunung Agung,” ujar Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait dalam siaran persnya, Selasa (3/7).

Perpanjangan penutupan bandara ini kata Yohanes setelah melihat perkembangan sebaran abu vulkanik dan arah angin.

Sementara Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali sampai saat ini masih beroperasi normal.

“Observasi akan dilakukan secara terus menerus dengan stakeholder penerbangan lainnya,” tandas dia.(chi/jpnn)

Sihombing Tewas Duduk Tergantung

Jasad Antoni Hamonangan Sihombing.

RANTAU, SUMUTPOS.CO – Seorang guru SMA Negeri 2 Rantau Selatan, Antoni Hamonangan Sihombing (30) ditemukan tewas tergantung di pintu kamarnya, Sabtu (30/6/2018) sekira pukul 07.30 wib.

Kematian warga Perumahan DL Sitorus, Jalan AMD Simpang Mangga, Kec. Rantau Selatan, Labuhanbatu, ini pertama kali diketahui Fadli, rekannya sesama guru.

Fadli mengatakan, sekira pukul 06.30 wib korban sempat meminta bantuan teman mereka bernama Gunadi agar menjemput berkas-berkas keperluan sekolah ke rumahnya.

“Toni ngirim SMS ke Gunadi agar mengambil berkas. Jadi Gunadi minta saya menjemputnya,” ungkap Fadli. Ketika itu Fadli datang dan berulang kali menggedor pintu rumah korban. Namun, tak ada jawaban dari dalam.

Karena tidak ada balasan ketika disapa dan pintu rumah terkunci, Fadli meminta bantuan Darwanto, tetangga korban. Kemudian mereka mengintip dan melihat posisi korban dalam kondisi terduduk.

Mereka kemudian mendobrak pintu belakang dan menemukan korban dalam kondisi duduk dan tergantung dengan seutas kain seprai dalam kondisi tak bernyawa.

Warga selanjutnya menghubungi pihak Kepolisian dan membawa jasad korban ke RSUD Rantauprapat untuk dilakukan visum.

Antoni dikenal sebagai guru yang baik dan ramah di lingkungan sekolah. Korban memiliki istri dan dua orang anak yang duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar dan kelas 1 SD.

Menurut informasi, rumah tangga korban sedang bermasalah. Dikabarkan, sudah hampir dua bulan terakhir istrinya sedang berada di rumah mertuanya di Binjai.

Menurut keterangan pihak RSUD Rantauprapat, dr Nauli Simbolon, kemungkinan penyebab kematian korban adalah gantung diri. Dengan posisi lidah terjulur, kaku dan di bagian lehernya mengalami luka lecet.

Sementara Kasubag Humas Polres Labuhanbatu, AKP Viktor Sibarani mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian korban. Sedangkan jenazah korban sudah dijemput pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kota Binjai. (jpg/ras)

Pembebasan Truk CPO Ricuh, 1 Warga Tewas

Kericuhan yang terjadi saat pembebasan truk pengangkut CPO milik PT Vareem Sawit Cemerlang di Kecamatan Aek Kuasan, Sabtu (30/6/2018).
Kericuhan yang terjadi saat pembebasan truk pengangkut CPO milik PT Vareem Sawit Cemerlang di Kecamatan Aek Kuasan, Sabtu (30/6/2018).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Upaya pembebasan truk pengangkut CPO milik PT Vareem Sawit Cemerlang berujung ricuh di Kecamatan Aek Kuasan, Sabtu (30/6/2018). Akibatnya seorang warga tewas.

Kericuhan dipicu saat warga menyetop truk tangki pembawa Crude Palm Oil milik PT VSC, Jumat (29/6) malam hingga Sabtu (30/6) siang. Mendapat laporan itu, Polsek Pulau Raja dibantu 1 pleton tim gabungan Polres Asahan melakukan mediasi agar truk dibiarkan melintas.

Kabag Ops Polres Asahan, Kompol Marluddin didampingi Kapolsek Pulau Raja, AKP D.Pardosi memberikan pengertian kepada warga, namun warga bersikeras menahan truk tersebut, sehingga Polres Asahan memaksa warga mundur agar truk bisa melanjutkan perjalanan.

“Kami sudah melakukan mediasi, namun warga seperti tidak terima di lakukan mediasi, malah ada seorang warga yang “menggeber” sepedamotornya saat Kabag Ops berupaya meredam amukan massa dan personil langsung mengamankan pengemudi sepedamotor dan menyuruh sopir truk melanjutkan perjalanan. Sempat terjadi keributan antara warga dengan polisi yang mencoba melakukan pengamanan sesuai SOP,” ujar Kapolsek Pulau Raja.

Terkait tudingan warga yang meninggal akibat keributan tersebut, Kapolsek membenarkannya. Namun Pardosi membantah bahwa korban yang meninggal karena mendapat kekerasan dari personil.

“Benar ada warga yang meninggal atas nama Mismar (83) dan korban meninggal bukan karena di dorong atau dianiaya, namun karena jatuh sendiri dan personel Polwan saat itu melakukan pertolongan namun dihalau warga. Dan kita juga telah menawarkan membawa korban ke Puskesmas dengan mobil pribadi saya, namun warga juga menolak dan akhirnya kami menghubungi mobil ambulans dan membawa korban ke Puskesmas, namun sayang kami mendapatkan informasi korban meninggal dunia saat akan mendapatkan perawatan medis,” ujar Pardosi sembari menyatakan mereka memiliki video bahwa korban jatuh sendiri.

“Kita ada videonya. Kebetulan saat peristiwa tersebut seorang rekan wartawan ada yang mengabadikan video nya dan kita sudah pegang buktinya,” jelas Pardosi. (jpg/syaf/ras)

Setahun Nikahi Janda Cerai Karena Kalah Kuat

SUMUTPOS.CO –  Donwori terpaksa mengalah. Dia tak sanggup meladeni keinginan Karin di ranjang. Saat saling memuaskan, Donwori tidak bisa meladeni permainan istrinya.

Tak ada titik temu keduanya. Karin yang memiliki hasrat lebih, tak mampu diimbangi oleh Donwori. Perbedaan gaya bercinta ini membuat pasangan yang berstatus janda dan duda ini terpaksa mulai merenggang karena tidak terbangunnya komunikasi yang baik.

Donwori (50) ini bagaimana, baru satu bulan menikah dirinya sudah mundur dari hubungan pernikahannya. Padahal dulu, ia yang ngebet mengejar-ngejar Karin, istrinya. Rupanya, perpisahannya ini lantaran urusan ranjang yang tak sejalan.

“Udah tidak bisa melayani saya,” katanya kepada seorang pengacara di ruang konsultasi perceraian salah satu kantor pengacara. Melihat usia Donwori, harusnya ia masih memiliki gairah seks yang cukup tinggi. Anehnya, ia sudah kehilangan gairah bercinta saja semenjak menduda selama lima tahun.

Malah sebenarnya, gairah seksnya bisa bangkit karena menikah dengan Karin (47), yang rupanya sangat aktif di ranjang. Tapi nyatanya, ia lari tunggang langgang dihadapkan dengan Karin.

Karena pasangan baru dan lama kosong, lanjut Donwori, Karin sangat aktif menggoda suaminya. Ia bahkan meminta jatah setiap hari di minggu pertama pernikahannya. Saat itu Donwori ya oke-oke saja, namun semakin hari, Karin semakin agresif saja di ranjang.

Hingga suatu ketika (maaf) Karin melakukan oral seks saat berhubungan. Donwori yang terbiasa memakai gaya standar dengan pasangan sebelumnya langsung kaget. Tak pakai banyak cara, ia langsung memutuskan untuk meninggalkan istrinya.

Akhirnya, karena kerelaan dari Karin juga, keduanya memutuskan untuk berpisah. Meskipun sebenarnya juga malu, baru menikah satu bulan sudah cerai.(jpr)