Home Blog Page 6225

1 Panama v Tunisia 2: Kemenangan Bersejarah

Pemain Tunisi merayakan gol.
Pemain Tunisi merayakan gol.

SUMUTPOS.CO – Tunisia memang tersingkir dari pentas Piala Dunia 2018. Namun, Wahbi Khazri cs pulang dengan kebanggaan. Bahkan, mereka menorehkan sejarah mengesankan bagi sepak bola mereka.

Pada laga terakhir fase grup G, Tunisia berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1 atas Panama, Jumat (29/6) dini hari WIB. Ini menjadi kemenangan Tunisia di Piala Dunia 2018. Sebelumnya dalam dua laga awal, mereka menelan kekalahan dari Inggris dan Belgia.

Ternyata, itu bukan hanya kemenangan pertama Tunisia di Piala Dunia 2018. Lebih dari itu, Tunisia kembali merasakan kemenangan di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam kurun 40 tahun. Perlu diketahui, terakhir kali sebelum ini, Tunisia meraih kemenangan di Piala Dunia pada 1978. Kala itu, Tunisia menang 3-1 atas Meksiko pada 2 Juni 1978.

Setelah itu, Tunisia tak meraih kemenangan saat lolos di Piala Dunia 1998, 2002, dan 2006. Kemudian, pada dua laga awal Piala Dunia 2018 selalu kalah. Pada akhirnya, kemenangan diraih pada laga pamungkas fase Grup G atas Panama.

“Kami pantas meraih kemenangan. Saat undian, kami memang tak menargetkan muluk dan hanya ingin berada di posisi ketiga. Grup G sangat ketat dan Inggris serta Belgia memang pantas lolos. Tapi, kami pulang dengan bangga karena bisa meraih kemenangan dan ini sudah sangat lama ditunggu rakyat Tunisia,” beber pelatih Timnas Tunisia, Nabil Maaloul.

Sementara Timnas Panama yang menjadi debutan di Piala Dunia 2018 pulang tanpa satu pun poin dari tiga pertandingan. Panama juga jadi tim yang kebobolan paling banyak sementara di sisi lain mencetak gol paling sedikit.

Hanya saja, sang pelatih Hernan Gomez emoh jika status tim terburuk di Piala Dunia 2018 disematkan pada diri mereka. Pria 55 tahun itu menyebut timnya mampu menunjukkan persaingan meski ada jurang kemampuan mendalam dengan tim lainnya. “Sebutan itu menunjukkan kurangnya rasa hormat,” kata Gomez pada seorang jurnalis yang mengajukan pertanyaan itu di konferensi pers seusai Panama ditekuk Tunisia 1-1, seperti dikutip dari Reuters.

“Anda tak seharusnya menyebut kami tim terburuk. Kami adalah tim termuda yang punya tingkat kesukaran tertinggi. Memangnya berapa banyak lapangan yang kami punya? Infrastruktur apa yang kami punya? Lihatlah sejarah negara lain di sini. Anda harus lebih menghormati tim kami,” pungkasnya. (epr/jpc/don)

PSDS v Aceh United: Tak Peduli Kasta

Foto: Batara/Sumut Pos Skuad PSDS berlatih di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam.
Foto: Batara/Sumut Pos
Skuad PSDS berlatih di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam.

SUMUTPOS.CO – Status sebagai tim Liga 3 tak membuat PSDS Deliserdang gentar saat harus menghadapi ujian dari tim liga 2, Aceh United di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Sabtu (30/6) sore ini pada babak 128 besar Piala Indonesia. Traktor Kuning membidik kemenangan di kandangnya sendiri.

Aceh United juga tergolong tim yang baru promosi di Liga 2. Tahun lalu Aceh United dan PSDS sama-sama berjuang di kasta ketiga. Sayangnya Ayam Kinantan tumbang dengan skor 0-1 di fase-fase penentuan.

Uniknya Ansyari Lubis yang tahun lalu berandil membawa Aceh United promosi kini balik menjadi lawan. Uwak, sapaan akrabnya memutuskan menangani tim kota kelahirannya ini. Ansyari merupakan legenda di Traktor Kuning.

Menyoal kekuatan Aceh United, Ansyari mengaku buta. Namun, dirinya akan mengintruksikan skuadnya akan bermain maksimal sesuai yang dilatihkan. “Anak-anak sudah berlatih maksimal dan mudah-mudahan dapat meraih kemenangan nantinya,” kata Ansyari Lubis.

Meski beda kasta, mantan gelandang timnas ini mengatakan timnya akan bermain dengan maksimal. Peluang meraih kemenangan diyakininya tetap terbuka. “Aceh United di Liga 2 sedangkan PSDS Liga 3.Jadi semua lawan harus dihadapi dengan serius,” ujarnya.

Sayangnya Ansyari tak bisa mendampingi tim karena harus melanjutkan kursus lisensi A AFC di Yogyakarta tepat pada hari pertandingan. Namun dia yakin PSDS bisa membuktikan diri masih bisa bersaing di kancah sepak bola nasional. “Piala Indonesia menjadi ajang pembuktian PSDS Deliserdang bahwa tim ini masih bisa berjaya di sepakbola Indonesia, walaupun dalam pertandingan lawan Aceh United saya tidak bisa dampingi karena harus ambil kursus pelatihan di Yogyakarta, saya yakin anak-anak bisa bermain sesuai dengan arahan saya,” katanya.

Tetapi di setiap latihan, Ansyari selalu menerapkan permain cepat dan efektif. Bahkan sekali sentuhan dan diiringi permainan cepat. Terutama untuk menutup barisan pertahanan agar langsung mampu mematahkan pergerakan lawan.

Medan Kembali Gelar Sepada Nusantara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan kembali terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan Sepeda Nusantara 2018 yang digelar, Minggu (8/7) mendatang. Khusus di Medan akan mengambil tagline Sepeda Nusantara Medan Rumah Kita.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan melalui Sekretaris Drs H A’zam Nasution MAP menjelaskan, Sepeda Nusantara ini merupakan program nasional dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Tujuannya adalah menggelorakan, mengajak, menggerakkan dan memotivasi masyarakat untuk melakukan gaya hidup sehat melalui sepeda.

“Selain itu, juga mengimplementasikan butir Nawacita ke-9, yakni memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial melalui penguatan pendidikan kebhinekaan. Juga menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga melalui sepeda,” jelasnya.

Melalui Sepeda Nusantara ini, pemerintah juga ingin menggelorakan masyarakat nasional dalam menyongsong penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Asian Paragames 2018. “Yang tidak kalah penting adalah menggerakkan ekonomi kerakyatan serta menumbuhkan multiplayer efek di bidang ekonomi, wisata, seni dan budaya,” tandasnya.

A’zam mengakui menjadi tuan rumah Sepeda Nusantara ini merupakan kebanggaan tersendiri. Apalagi, Medan kembali menjadi kota penyelenggara setelah tahun lalu berjalan sukses.

“Tahun lalu kita terpilih menjadi dalah satu penyelenggara terbaik bersama 17 kabupaten/kota se-Indonesia. Sebagai buktinya, wali kota Medan menerima penghargaan pada puncak peringatan Haornas di Magelang,” ungkap A’zam.

Disebutkan, sebagai tuan rumah Medan akan berusaha lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu, Pemko Medan berharap agar semua komunitas sepeda, instansi dan kecamatan ambil bagian. “Even ini juga dirangkai untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Medan,” sebutnya.

Adapun rute Sepeda Nusantara ini, start dari Jalan Pulau Pinang, kemudian lanjut ke Jalan Balai Kota-Jalan Putri Hijau-Jalan H Adam Malik. Dari Jalan H Adam Malik belok ke Jalan Gatot Subroto-Jalan Iskandar Muda-Jalan Gajah Mada-Jalan S Parman-Patimura-Jalan Mongonsidi-Jalan Juanda-Brigjen Katamso-Jalan Pemuda-Jalan Ahmad Yani. Daru Jalan Ahmad Yani terus ke Balai Kota, belok ke Jalan Bukit Barisan-Jalan Stasiun dan finis di Jalan Pulau Pinang. (dek)

Paradep Kontra Kuda ‘Makan’ 2 Korban Tewas

Korban kecelakaan bus PT Pelita Paradep BK 7041 UW yang bertabrakan dengan minibus Mitsubishi Kuda BK 1287 MN, dirawat di rumah sakit, jumat (29/6). Foto kanan, kondisi bus PT Pelita Paradep usai kecelakaan.
Korban kecelakaan bus PT Pelita Paradep BK 7041 UW yang bertabrakan dengan minibus Mitsubishi Kuda BK 1287 MN, dirawat di rumah sakit, jumat (29/6). Foto kanan, kondisi bus PT Pelita Paradep usai kecelakaan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO -Jumat (29/6) dini hari, sekira pukul 03.00 WIB, terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, tepatnya depan Hotel Safari, Lingkungan IV, Kecamatan Padanghulu, Kota Tebingtinggi, yang menyebabkan 2 korban meninggal dunia.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi melalui Kanit Laka, Ipda M Samosir mengungkapkan, kecelakaan ini terjadi diduga karena sopir bus PT Pelita Paradep BK 7041 UW mengantuk. Bus yang datang dengan kecepatan tinggi dari arah Pematangsiantar menuju Kota Tebingtinggi oleng, dan berpindah jalur, sehingga langsung bertabrakan dengan minibus Mitsubishi Kuda BK 1287 MN, yang datang dari arah berlawanan.

Selain 2 korban meninggal dunia, 9 korban luka-luka dari kecelakaan ini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Chevani, Kota Tebingtinggi.

Adapun 2 korban meninggal tersebut, yakni Cut Alaika Sakbani (3) warga Jalan Medan, Simpang Kerang, Kelurahan Sumberjaya, Kecamatan Siantarmartoba, Kota Pematangsiantar. Korban mengalami luka koyak pada bagian kepala, dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Cut merupakan penumpang di minibus Mitsubishi Kuda BK 1287 MN. Korban meninggal kedua merupakan sopir bus PT Pelita Paradep BK 7041 UW, Antoni Hutabarat (58), yang merupakan warga Jalan Sisingamangaraja No 215, Kelurahan Bane, Kota Pematangsiantar. Antoni mengalami luka lecet pada pipi kanan, tangan kanan, dan meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

Korban luka-luka, yakni sopir minibus Mutsubishi Kuda BK 1287 MN, Sahat Paruluan Lumbangaol (50), warga Dusun II, Batuktak, Desa Laubaru, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang, yang menderita luka lecet pada pipi dan masih berobat jalan.

Ida Royani (43), warga Dusun VIII, Desa Bangunrejo, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, mengalami luka lecet pada bagian kening, pipi, dan tangan. Endang Fransisca (33), warga Dusun II Batuktak, Desa Laubaru, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang, mengalami luka lecet, memar lengan atas, dan kepala.

Korban selanjutnya, Melvin Putra (11), mengalami luka lecet di dahi, dan kepala memar. Edi Pramono (27), luka memar sudut bibir kanan. Dan Desi Indi Elisa (9), warga Dusun II Batuktak, Desa Laubaru, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang, yang mengalami luka robek dari mulai pipi hingga ke mulut, dan pendarahan dari hidung, yang dirawat di RS Chevani.

Korban dari bus PT Pelita Paradep BK 7041 UW, berikutnya Astriani (35), ibu dari korban meninggal (Cut Alaika Sakbani) mengalami luka lecet pada dagu, dan mata kaki kanan bengkak, yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Muklis (40), bapak dari korban meninggal, mengalami luka gores pada tangan kanan, dan berobat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara. Abdul Rahmansyah (18) warga Jalan Perak, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, mengalami luka koyak tangan kanan, jari tangan kanan lecet, dan  dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Akibat kejadian tersebut, diketahui meninggal dunia sebanyak 2 orang, dan luka-luka 9 orang, dengan kerugian materi sebesar Rp30 juta,” pungkas Ipda M Samosir. (ian/saz)

 

 

Satu Bayi Ditinggal Ibu Pasca Dilahirkan

Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik saat ini tengah merawat dua orang pasien tidak dikenal (Mr X). Salah satu diantaranya adalah seorang bayi yang ditinggal begitu saja oleh ibunya.

 Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Masahadat Ginting menyebutkan, pasien pertama merupakan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki dengan diagnosa Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bayi tersebut lahir pada 5 April 2018.

 “Ibunya bernama Seriana beru Sinulingga asal Dusun II, Desa Durin Jungak. Bayi tersebut ditinggalkan oleh orangtuanya sejak bulan April 2018 tak lama setelah dia dilahirkan,” kata Masahadat di ruang kerjanya, Jumat (29/6).

 Masahadat mengaku, pihak rumah sakit sudah menghubungi pihak keluarga pada nomor kontak yang tertera. Tetapi sampai saat ini tidak ada keluarga yang datang.  

 “Saat ini bayi tersebut sudah dalam kondisi baik dan dirawat di ruang Perinatologi, Rindu B RS Adam Malik,” ujarnya.

 

 Pasien Mr X kedua merupakan pasien yang dirawat di Ruangan Rindu A 4 Bedah Saraf. Pasien masuk ke IGD RS Adam Malik pada 17 Juni 2018 dengan kondisi luka lebam dan ada benturan di kepala tanpa didampingi oleh keluarga dan tidak memiliki identitas.

 “Saat ini pasien sudah dalam kondisi membaik dan diperbolehkan pulang. Tapi pasien tidak tahu alamat tempat tinggalnya,” ungkapnya didampingi Staf Humas Rosario Dorothy Simanjuntak SSos MIkom.

 Pihaknya mengimbau, bagi keluarga ataupun masyarakat yang mengenal kedua pasien atau keluarganya untuk menghubungi Sub Bagian Humas RS Adam Malik di Nomor 061 836 4581 ext 164.

 “Atau datang langsung ke Sub Bagian Humas Gedung Administrasi Lantai 3 RS Adam Malik, Jalan Bunga Lau No 17 Medan Tuntungan,” pungkasnya.(dvs/ala)

PT KAI Beri Diskon Tiket 10 Persen

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Sejumlah calon penumpang Kereta Api mengantre didepan loket untuk membeli tiket KA di Stasiun Besar KA di Jalan Stasiun Medan, Minggu (26/6) H-7 Jelang libur lebaran sudah banyak calon pemudik yang membeli tiket tujuan tertentu.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Sejumlah calon penumpang Kereta Api mengantre didepan loket untuk membeli tiket KA di Stasiun Besar KA di Jalan Stasiun Medan.  Menyambut Hari Jadi Kota Medan ke-428, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) memberikan diskon biaya perjalanan menggunakan kereta api.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Menyambut Hari Jadi Kota Medan ke-428, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) memberikan diskon biaya perjalanan menggunakan kereta api, dari Stasiun Besar Kota Medan ke berbagai jurusan di Sumut.

“Diskon berlaku semua kelas sebesar 10 persen untuk masyarakat yang menggunakan Kereta Api Sribilah,” kata General Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut, Sapto Hartoyo kepada Sumut Pos, Jumat (29/6) pagi.

Diskon tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan kereta api di Sumut, setelah kenaikan 12 persen pemudik pada arus mudik Lebaran 2018 baru lalu.

“Program Tiket Diskon ini berlaku mulai tanggal 1 hingga 8 Juli 2018, untuk keberangkatan hingga 90 hari ke depan. Tiket diskon ini dapat dibatalkan atau diubah jadwal, tapi tidak dapat digabung dengan reduksi atau diskon lainnya,” jelas Sapto.

Pembelian tiket diskon 10 persen tidak berlaku secara online. Namun untuk pembelian tiket langsung ke loket-loket resmi milik PT KAI di seluruh Stasiun Kerata Api di Sumut.

“Program Tiket Diskon ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat dan wisatawan menggunakan moda transportasi kereta api, sehingga dapat mengurangi kemacetan dan polusi di jalan raya. Karena lebih aman dan nyaman naik kereta api,” tandas Sapto.

Untuk arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1439, PT KAI Divre I Sumut mencapai 279.313 orang pemudik. Data tersebut untuk pemudik yang berangkat dan tiba dari Stasiun Besar Kota Medan, sejak 5 hingga 24 Juni 2018.

Angka pemudik itu naik 12 persen dari data arus mudik dan arus balik tahun 2017 lalu sebanyak 255.426 orang. Tingginya masyarakat menggunakan moda kereta api, karena kesadaran moda transportasi yang baik dan nyaman. (gus)

 

Kawasan Kota Medan Perlu Diperluas

Triadi Wibowo/Sumut Pos_ TUGU PERBATASAN: Kenderaan melintas di bawah tugu perbatasan Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang di Jalan Brigjend Zein Hamid Medan, Jumat (19/1). Pemerintah Kota Medan berencana melakukan perluasan wilayah.

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Triadi Wibowo/Sumut Pos_
TUGU PERBATASAN: Kenderaan melintas di bawah tugu perbatasan Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang di Jalan Brigjend Zein Hamid Medan, beberapa waktu lalu. Pemerintah Kota Medan berencana melakukan perluasan wilayah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi Kota Medan yang semakin sempit, membuat banyak kalangan menilai bahwa perlu ada perluasan wilayah serta penataan yang serius. Baik terkait pembangunan fisik yang sejalan dengan arus komuter (laju), juga antisipasi dampak kemacetan lalu lintas.

 Anggota DPRD Sumut dapil Kota Medan, Baskami Ginting menyebutkan bahwa tata kelola kawasan Kota Medan menurutnya masih jauh dari harapan. Sebab seakan tidak ada konsep jelas serta semacam cetak biru arah pembangunan yang terukur, teratur dan terstruktur.

 Oleh sebab itu, dibutuhkan keterlibatan lintas instansi dan lintas tingkatan pemerintah guna mengatasi persoalan tersebut.

 “Memang tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan saja. Makanya perlu juga campur tangan pusat dalam hal ini Bappenas. Begitu juga penataan kembali, harus dilakukan oleh pemerintah,” ujar Baskami kepada Sumut Pos, Jumat (29/6).

 Perlunya pelibatan pusat dalam hal ini, karena yang paling memungkinkan adalah mengambil daerah di pinggiran kota yang secara administrasi merupakan wilayah Deliserdang.

 Sehingga, kebutuhan lahan untuk memperluas Kota Medan yang semakin sempit bisa dilakukan. Mengingat hampir tidak ada lagi ketersediaan tanah untuk menambah jumlah bangunan di Medan.

 “Ini menjadi tugas Bappeda Kota Medan. Tetapi karena ini mau mengambil lahan dari Deliserdang, seharusnya jadi perhatian serius Bappeda Sumut. Soalnya kan lintas kabupaten/kota,” tutur Baskami.

 “Bayangkan saja, Kota Medan berbatasan dengan Deliserdang baru kemudian ke Binjai dan Karo misalnya. Kalau diperluas, kan bisa langsung berbatasan dengan dua daerah itu langsung,” sambungnya.

 Selain itu, dalam setiap pembangunan baik di dalam kota maupun rencana perluasan ke Deliserdang, politisi PDIP ini pun menekankan perlunya koordinasi dan campur tangan Dinas Perhubungan.

 Sebab dirinya melihat beberapa bangunan seperti tidak menggunakan perencanaan dan tata kota yang baik. Terutama soal ketersediaan lahan parkir yang seringkali harus mengambil badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

 “Semua yang terkait harus terlibat dan bekerjasama. Tetapi yang paling penting, bukan sekedar ikut-ikutan terlibat, melainkan bertanggungjawab atas apa (masukan) yang keluar dari instansi tertentu,” katanya.

 Baskami juga menyarankan agar pemerintah provinsi (Pemprov) dalam hal ini Bappeda Sumut, proaktif melihat, mengkaji, membicarakan sampai mendapatkan ide guna mengatasi masalah tata kelola perkotaan di Medan.

 Terpisah, Anggota DPRD Sumut dapil Medan B, HM Nezar Djoeli menyampaikan perlunya kerelaan dan komitmen dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Deliserdang untuk memberikan lahannya kepada Kota Medan. Mengingat arus komuter sebagian besar berasal dari Deliserdang sebagian kawasan pinggiran yang mengelilingi ibukota.

 “Pertanyaannya apakah Deliserdang rela lahannya dilepas menjadi milik Kota Medan. Kalau itu sudah, maka bisa saja dilakukan,” sebutnya.

 Dirinya menilai bahwa kata sepakat kemungkinan akan sulit didapat. Sebab di dalamnya ada penerimaan untuk pendapatan daerah yang juga harus dilepas.

 Sehingga ada konsekuensi dari pelepasan lahan dimaksud, bukan hanya sekedar kehilangan penduduk dan lahan.

 “Karena itu perlu duduk bersama antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota. Hal ini agar bisa dicari win-win solusi guna mengatasi persoalan di Kota Medan, tetapi juga tidak membuat Deliserdang yang punya lahan merasa paling dirugikan jika perluasan dilakukan,” katanya.(bal/ala)

  

 

Angkutan Umum Terhubung ke MRT

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Seorang calon penumpang yang akan naik angkot depan pusat perbelanjaan jalan Iskandar Muda Medan,jumat (11/1).
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
Sejumlah angkutan kota (Angkot) berhenti untuk menaikkan penumpang yang menyebabkan kemacetan di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Kota Medan sedang menyusun konsep penataan ulang trayek angkutan umum di Kota Medan. Ini untuk meminimalisir kekhawatiran stagnasi lalu lintas di Ibukota Provinsi Sumut.

 Kadishub Medan, Renward Parapat mengatakan, penataan angkutan umum tersebut bakal disinkronisasi dengan pembangunan moda transportasi modern melalui sistem mass rapid transit (MRT), terdiri dari bus rapid transit (BRT) dan light rail transit (LRT).

 “Nantinya sistem transportasi kita seperti di Jakarta, di mana terhubung dengan MRT. Kemarin kita sudah berkunjung ke Jakarta bersama Organda melalui konsultan melakukan studi banding,” papar Renward kepada Sumut Pos, Jumat (29/6).

Di Jakarta, metro mini masuk ke Trans Jakarta. “Nanti di rute-rute kecilnya ini juga perlu dihidupkan. Inilah yang sedang kita pikirkan konsepnya ke depan,” sambungnya.

 Sebelum konektivitas moda transportasi umum dan modern ini terjalin, perlu dilakukan peremajaan atau penataan angkutan umum.  “Angkutan trayek sekarang kan sudah bersaing ketat dengan angkutan berbasis online. Makanya saya selalu lakukan pendekatan kepada semua komponen. Baik itu sama Organda maupun provider angkutan online. Dan kita selalu mendengar masukan dari banyak pihak,” katanya.

 Renward berharap, dengan berbagai terobosan di bidang transportasi ini, ke depan masyarakat punya kesadaran tidak sembarangan parkir dan berhenti pada ruas tertentu.

 Tidak mesti ada petugas Dishub atau polisi yang berjaga, masyarakat mau menaati aturan selama berkendara.

 “Kita akan tetap melakukan evaluasi bersama Satlantas terhadap kondisi angkutan umum yang ada. Kita akui memang volume lalu lintas dan kendaraan di Medan setiap tahun terus meningkat,” tutur Renward.

 “Belum lagi pembangunan yang ada di inti kota, membuat mobilitas lalu lintas di kota kita makin padat. Dan itu bukan hanya hari kerja juga hari-hari libur. Banyak pendatang yang masuk ke Medan,” lanjutnya.

 Dishub juga terus melakukan penataan parkir di semua ruas jalan. Dimana sekarang sedang dilakukan survey untuk pemetaan parkir. Namun belum diputuskan skemanya seperti apa.

 “Ya, soal parkir berlapis saya sudah minta ke petugas ATCS untuk selalu diinformasikan kondisi terkini. Itu tetap menjadi perhatian kita sembari terus melakukan penindakan seperti penggembosan dan penggembokan ban kendaraan bersama Satlantas,” katanya.

 Namun untuk jangka panjang realisasi infrastruktur LRT dan BRT sebagai upaya mengurai kemacetan lalu lintas di Medan, melalui sistem KPBU percepatan infrastruktur untuk itu terus dilakukan.

 “Bersama Kemenkeu dan stakeholder terkait, kami tetap melaksanakan studi, evaluasi dan diskusi sampai proyek tersebut nanti ditender. Sesuai rencana, tahun ini juga tender dilakukan,” pungkasnya.

Puting Beliung Hantam Rumah Warga

Foto: Fachril/Sumut Pos Rumah milik Batara BatubaraJalan Jala 10, Lingkungan IX, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, rusak dihantam angin puting beliung, Kamis (28/6) pukul 22.00 WIB.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Rumah milik Batara BatubaraJalan Jala 10, Lingkungan IX, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, rusak dihantam angin puting beliung, Kamis (28/6) pukul 22.00 WIB.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang pemukiman warga di Jalan Jala 10, Lingkungan IX, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (28/6) pukul 22.00 WIB.

Akibatnya, salah satu rumah warga milik Batara Batubara (57) mengalami kerusakan mencapai 70 persen.

Sebelum terjadi angin puting beliung, hujan deras lebih dulu mengguyur. Pemilik rumah bersama keluarganya yang berada di dalam rumah tidak menyangka ada angin kencang.

Akibatnya, atap rumah milik bapak tiga anak itu lepas diterjang angin kencang, Perabotan dan dan barang elektronik juga ikut rusak.

Musibah alam itu membuat sejumlah penghuni rumah cemas, masing – masing dari mereka menyelamatkan diri ke rumah tetangga untuk mencari perlindungan.

“Tadi malam, angin cukup kencang, kami langsung keluar rumah agar tidak kena seng yang terbang. Semua seng yang terbang sudah kami kumpulkan untuk dipasang lagi,” kata Batara.

Musibah bencana alam itu mendapat respon petugas Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan. Petugas turun ke lokasi melakukan pengecekan untuk memberikan bantuan.

Camat Medan Marelan, T Chairuniza mengatakan, pihak kelurahan sudah turun ke lokasi.

“Kerusakan akan segera dibenahi. Keluarga yang tertimpa musibah mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah,” katanya.

Terpisah, Badan Meteorogi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Sumut menyebut kondisi ini berpotensi terjadi dalam sepekan kedepan. Masyarakat pun diimbau waspada karena kondisi ini bakal terjadi kapan saja. Namun diprediksi paling sering terjadi malam hingga pagi dini hari.

“Masyarakat diimbau untuk selalu mengupdate informasi cuaca yang ada di situs BMKG,” ungkap Kepala Bidang Data dan Informasi (Kabid Datin) BMKG Wilayah I Sumut, Syahnan, Jumat (29/6).

Cuaca ekstrim ini juga akan dialami di wilayah lereng timur dan pesisir timur Sumut. Kepada nelayan diimbau agar tetap waspada saat melaut karena kondisi cuaca ekstrem di laut sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Tinggi ombak bisa mencapai 50 centimeter hingga satu meter. Imbauan saya supaya para nelayan tetap waspada,” ungkapnya.(fac/dvs/ala)

 

Garuda Respon Rute Jakarta-Gunungsitoli

Foto: Adi Laoli/Sumut Pos Pesawat Garuda Indonesia jenis ATR saat menurunkan penumpang di Bandara Binaka Gunungsitoli-Nias, dari Kualanamu-Medan.
Foto: Adi Laoli/Sumut Pos
Pesawat Garuda Indonesia jenis ATR saat menurunkan penumpang di Bandara Binaka Gunungsitoli-Nias, dari Kualanamu-Medan.

NIAS, SUMUTPOS.CO –Harapan masyarakat kepulauan Nias akan hadirnya rute penerbangan Jakarta-Gunungsitoli, dalam waktu dekat segera terwujud pasca pertemuan Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM dengan Direksi PT Garuda Indonesia, di Cengkareng Jakarta, baru-baru ini.

Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM kepada Sumut Pos menyebutkan, pada pertemuan dengan staf ahli Direksi PT Garuda Indonesia Sondang dan beberapa staf teknis PT Garuda Indonesia, menyampaikan bahwa PT Garuda Indonesia mendukung sepenuhnya keinginan masyarakat kepulauan Nias akan hadirnya penerbangan rute Jakarta-Gunungsitoli.

“Hasil pertemuan ini, tim teknis dari PT Garuda Indonesia akan melihat kesiapan Bandara Binaka Gunungsitoli-Nias dalam beberapa minggu kedepan. Jika kesiapan kita sudah layak, bulan Agustus mendatang sudah dimulai. Ini juga sebagai tindak lanjut kunjungan Dirjend Kementerian Perhubungan Udara RI beberapa waktu lalu”,ujar Sokhiatulo.

Menurut Bupati Nias, Bandara Binaka sudah siap didarati pesawat bermesin jet, namun beberapa fasilitas harus dilengkapi diantaranya ketersediaan bahan bakar pesawat (avtur) dan pemadam kebakaran yang memenuhi standar.

“Tiga tahun belakangan ini Run Way Bandara Binaka sudah kita bangun, sehingga sudah layak didarati pesawat jenis jet. Memang fasilitas lainnya seperti Avtur belum tersedia di Nias dan pemadam kebakaran diharuskan memenuhi standar maksimal”,tandasnya.

Menurut Bupati, rute penerbangan Jakarta-Nias sangat dibutuhkan agar Kepulauan Nias segera keluar dari keterisoliran, urusan kedinasan dan pembangunan lebih lancar, serta wisata kedepan akan lebih baik.

Selain itu, Sokhiatulo menilai, dari sisi waktu sangat menguntungkan serta ongkos lebih murah dibandingkan selama ini yang harus transit di Medan atau Padang.

“Kepulauan Nias ini kan sudah cukup terkenal sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia, hanya saja akses ke Pulau Nias selama ini kurang, maka dengan adanya rute baru penerbangan nantinya Kepulauan Nias akan lebih mudah dijangkau wisatawan, dan ini sejalan dengan upaya Pemerintah daerah di Kepulauan Nias dalam mengembangkan kepariwisataan”terangnya.