Home Blog Page 6226

Rp14.378 per Dolar AS

Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.
Rupiah melemah terhadap Dolar Amerika.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nilai tukar mata uang Garuda makin terseok-seok oleh perkasanya dolar Paman Sam. Bahkan, dipasar spot, rupiah nyaris menembus level 14.400. Tekanan pada rupiah tak terlepas dari imbas sentimen global akibat dari ketegangan sektor perdagangan global dan prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

“Nilai tukar rupiah  melemah terhadap Dolar yang secara umum menguat pada perdagangan hari Kamis,” kata Analis Forex time Lukman Otunuga, seperti diberitakan Jumat (29/6).

Menurutnya, keperkasaan dolar sangat berpengaruh dari prospek kenaikan suku bunga Fed dan ketidakpastian geopolitik. Sehingga, pelaku pasar terhadap mata uang berisiko pun melemah. “Rupiah tetap terancam terus melemah,” tuturnya.

Otuniga menilai, perhatian investor akan tertuju pada rapat kebijakan Bank Indonesia hari ini untuk melihat apakah Bank Indonesia akan kembali meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25bps.

Pasalnya, Bank Indonesia telah melakukan dua kali kenaikan suku bunga di bulan Mei sebagai upaya untuk menyelamatkan Rupiah dari apresiasi Dolar serta menarik arus masuk modal.

“Karena depresiasi Rupiah terutama terjadi karena faktor eksternal, BI mungkin memperketat kebijakan lagi untuk membantu mata uang domestik,” tandasnya.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, sentimen terhadap terus berlanjutnya perang dagang AS-Tiongkok dikhawatirkan dapat membuat Rupiah kembali melemah.

“Adapun Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support 14.425 dan resisten 14.378,” ujarnya di Jakarta, Jumat (29/6).

Reza menyampaikan, tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana laju Rupiah masih berada di teritori merah.

Menurutnya, penantian akan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan masih adanya kekhawatiran ekonomi Indonesia akan terganggu dengan adanya perang dagang antara AS dan Tiongkok serta kembali meningkatnya CDS Indonesia di pasar global membuat laju Rupiah kian mengalami pelemahan, bahkan melemah lebih dalam.

Tidak hanya itu, tambahnya, adanya penilaian Rupiah dihadapkan pada sentimen ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed menjadi 4 kali pada tahun ini serta tekanan dari defisit neraca perdagangan turut melemahkan Rupiah.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menjelaskan, penyebab mata uang Negeri Paman Sam yang naik 108 poin terhadap mata uang Rupiah lantaran berbagai sentimen global. Di antaranya, perang dagang berlanjut, ekspektasi kenaikan fed rate 4 kali tahun ini, dan kenaikan harga minyak karena Trump serukan boikot impor minyak dari Iran.

“US Dolar index langsung loncat ke 95. Artinya dolar AS menguat terhadap mata uang dominan lainnya,” ujarnya kepada Jawapos.com, Kamis (28/6).

Sementara itu dari dalam negeri, data ekonomi yang di bawah ekspektasi, misalnya neraca perdagangan Mei kembali defisit di USD 1,52 miliar, defisit transaksi berjalan melebar dan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2018 beberapa lembaga dikoreksi turun sulit tembus 5,4 persen.

“Itu yang membuat pelaku pasar melakukan net sales di bursa saham dan pasar surat utang. Jadi efek sinyal kenaikan bunga acuan sangat kecil dampaknya,” tuturnya.  (mys/JPC/ram)

 

BI Rate Jadi 5,25 Persen

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen. Hal ini konsisten terhadap upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Selain itu, kenaikan ini dilakukan untuk mendukung pemulihan ekonomi domestik dengan tetap mempertimbangkan dinamika perekonomian global maupun domestik.

Bersamaan dengan penetapan BI 7-day Reverse Repo Rate, Bank Indonesia juga menetapkan menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps 4,5 persen dan Lending Facility naik 50 bps sebesar 6 persen. Akan berlaku efektif hari ini 29 Juni 2018.

“Ke depan, BI tetap meyakini terjaganya pertumbuhan ekonomi. Walaupun demikian tetap mewaspadai sejumlah risiko, baik yang bersumber dari global terkait normalisasi kebijakan moneter di beberapa negara maju maupun dari dalam negeri, terutama terkait konsolidasi korporasi yang terus berlanjut dan intermediasi perbankan yang belum kuat,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo di Gedung BI Jakarta, Jumat (29/6).

Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan proses pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.

“BI akan melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut ditopang oleh operasi moneter baik di pasar valas maupun di pasar uang,” tuturnya.

Langkah ini dilakukan BI dengan terus memperkuat koordinasi kebijakan bersama Pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. “Bank Indonesia juga semakin kuat dalam koordinasi untuk menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan,” tandasnya.

Pemerintah pada tahun ini menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen tahun 2018. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,1 persen.

Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga acuan pada 18 Mei 2018. BI menaikkan suku bunga 25 basis poin dari 4,5 persen menjadi 4,75 persen. (hap/JPC/ram)

 

Manasik Haji Akbar Bank Sumut Diikuti 1.991 Jamaah

Ribuan nasabah Tabungan Haji Makbul saat manasik haji akbar yang digelar di Asrama Haji Medan mulai Jumat (29/6).
Ribuan nasabah Tabungan Haji Makbul saat manasik haji akbar yang digelar di Asrama Haji Medan mulai Jumat (29/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -PT Bank Sumut kembali menggelar manasik haji akbar bagi nasabah Tabungan Haji Makbul yang telah terdaftar dan melunasi porsi untuk pemberangkatan pada 2018 ini.

Penyelenggaraan manasik haji akbar yang digelar di Asrama Haji Medan mulai Jumat (29/6) tersebut, diikuti lebih dari 1.991 jamaah dari 33 kabupaten kota di Sumatera Utara (Sumut). Hadir pada acara tersebut mewakili Direksi Bank Sumut, Direktur Bisnis dan Syariah Tengku Mahmud Jeffry, Komisaris Utama Rizal Fahlevi Hasibuan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut, Tengku Mahmud Jeffry menyampaikan, Manasik Haji Akbar Bank Sumut merupakan fasilitas produk Tabungan Haji Makbul untuk memudahkan para jamaah yang memiliki niat ke Tanah Suci.

“Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT, dan untuk mendoakan calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, maka Bank Sumut mengadakan Manasik Haji Akbar ini di Asrama Haji Medan secara cuma-Cuma, yang Insha Allah akan dilaksanakan selama 2 hari, berupa teori dan praktik ibadah haji, untuk memberikan bekal awal pengetahuan tentang penyelenggaraan, pelaksanaan, menjaga kesehatan, dan keselamatan dalam pelaksanaan ibadah haji nantinya,” jelas Jeffry.

Lebih lanjut Jeffry menyampaikan, Bank Sumut telah melaksanakan kegiatan Manasik Haji Akbar sejak 2006, dengan peserta pada awal pelaksanaan hanya 123 orang, dan terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2018 ini, jamaah haji yang akan berangkat dan mengikuti Manasik Haji Akbar Bank Sumut, ada sebanyak 1.991 orang, atau meningkat 32,56 persen dibanding 2017 lalu, yang jumlah tersebut merupakan kurang lebih 24 persen dari total jamaah haji yang berangkat dari Sumut.

Penyelenggaraan Manasik Haji Akbar Bank Sumut ini, disebut juga telah menjadi role model dan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagai satu-satunya perbankan yang menyelenggarakan fasilitas manasik haji gratis bagi para nasabahnya.

Luncurkan Pembiayaan Talangan Umrah

Pada kesempatan tersebut, Jeffry juga menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut, khususnya keinginan untuk melaksanakan ibadah umrah, Bank Sumut pada 26 Juni 2018 lalu, telah meluncurkan program pembiayaan dana talangan umrah.

Dana talangan artinya, calon peserta umrah hanya perlu mendaftarkan diri dan membayarkan 10 persen dari total biaya umrah. “Sisanya, atau 90 persen lagi akan didulukan atau ditalangi Bank Sumut. Dan calon peserta umrah dapat melunasinya dengan cara mencicil maksimal 36 bulan,” ungkapnya.

“Kami berharap, program pembiayaan ini dapat menjadi solusi bagi bapak dan ibu kaum Muslimin yang berkeinginan melaksanakan umrah. Untuk informasi lebih lanjut, nasabah bisa mengunjungi Kantor Cabang Syariah Bank Sumut terdekat,” pungkas Jeffry. (saz/ram)

Pertamina Menyatukan PGN dan Pertagas

Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim (kanan) bersalaman dengan PTH Dirut PT Pertamina Gas Indra Styawati (kiri) dan Direktur PIMR PT Pertamina Gigih Prakoso (tengah) usai konferensi pers Holding Migas PGN-Pertagas di Kementrian BUMN RI, Jakarta, Senin (21/5).
Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim (kanan) bersalaman dengan PTH Dirut PT Pertamina Gas Indra Styawati (kiri) dan Direktur PIMR PT Pertamina Gigih Prakoso (tengah) usai konferensi pers Holding Migas PGN-Pertagas di Kementrian BUMN RI, Jakarta, Senin (21/5) lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Proses pembentukan Holding BUMN Migas akhirnya memasuki tahap baru. Pada hari ini, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatatkan sejarah dengan menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sales Purchase Agreement/CSPA) dengan PT Pertamina (Persero).

“Satu demi satu tahapan proses integrasi antara PGN dan Pertagas ini kami lalui dan pada hari ini kami mencatatkan sejarah baru dengan penandatanganan CSPA,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Jumat (29/06/2018).

Kegiatan penandatanganan CSPA antara Pertamina dan PGN ini merupakan kelanjutan dari proses integrasi PGN untuk mengakuisisi Pertagas sebagai tahap lanjutan usai induk BUMN Migas resmi berdiri pada 11 April 2018 lalu (“Holding BUMN Migas”) yang dilakukan dengan menerapkan Good Corporate Governance dan Peraturan Perundangan yang berlaku, khususnya di bidang pasar modal serta melibatkan berbagai pihak yang mendukung dan mengawal proses. s

Holding BUMN Migas tersebut disahkan melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Hak Atas Saham Negara Republik Indonesia pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dalam rangka Penyertaan Modal Republik Indonesia ke Pertamina.

Dengan penandatanganan CSPA ini, PGN menjadi pemilik mayoritas Pertagas sebanyak 51 persen. “Sesuai dengan CSPA, transaksi akan diselesaikan dalam 90 hari ke depan,” ujar Rachmat.

Integrasi bisnis gas ini dilakukan guna mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional, melalui pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian Barat (Arun) hingga Indonesia bagian Timur (Papua).

Rachmat mengatakan, dengan penandatanganan CSPA ini, proses Holding BUMN Migas ini telah selesai dan sejumlah tujuan baiknya dapat terwujud. “Harapan kami, Holding BUMN Migas ini dapat menciptakan kedaulatan dan ketahanan energi yang pastinya membawa manfaat untuk masyarakat dan negara,” kata Rachmat.

VP Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, setelah proses integrasi ini selesai, PT Pertamina sebagai Holding BUMN Migas mengarahkan PGN selaku subholding gas mengelola bisnis gas secara terintegrasi di Indonesia. “Pertagas akan diintegrasikan sebagai anak usaha PGN, dalam kerangka Holding Migas sebagaimana ditetapkan dalam PP 06 Tahun 2018,” kata Adiatma.

Melalui integrasi ini, Holding BUMN Migas pun diharapkan menghasilkan sejumlah manfaat di antaranya menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih terjangkau kepada konsumen, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional dan meningkatkan kinerja keuangan Holding BUMN Migas.

Kemudian meningkatkan peran holding migas dalam memperkuat infrastruktur migas di Indonesia serta menghemat biaya investasi dengan tidak terjadinya lagi duplikasi pembangunan infrastruktur antara PGN dan Pertagas. (rel/ram)

 

ASN Nias Barat Dua Kali Nyoblos

Komisioner Panwaslih Kabupaten Nias Barat, Efik RN Gulo.
Komisioner Panwaslih Kabupaten Nias Barat, Efik RN Gulo.

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Kabag Hukum Pemkab Nias Barat, Fauduaro Gulo kedapatan melakukan pelanggaran pemilihan kepala daerah, Rabu (27/6). Ia tertangkap menyoblos di dua tempat pemungutan suara (TPS) berbeda.

Komisioner Panwaslih Kabupaten Nias Barat, Efik RN Gulo mengatakan, awalnya Panwascam yang bertugas di TPS 1 Lologolu Kecamatan Mandrehe mencurigai adanya yang membawa formulir C6.

“Namun, orang tersebut tidak terdaftar pada peserta pemilih pada TPS tersebut,” kata Efik di kantornya Jalan Soekarno Hatta Onolimbu, Jumat (29/6).

Setelah dikembangkan, diketahui Fauduaro Gulo juga sebelumnya sudah mencoblos di TPS 3. Tepatnya di Desa Lakhene, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat.

“Terkait permasalahan ini, kita sudah koordinasi ke Bawaslu sesuai bukti yang sudah kita miliki. Dalam waktu dekat kita serahkan ke Gakumdu beserta bukti yang ada setelah dikoordinasikan ke pihak KPU,” jelasnya.

Saat Fauduaro Gulo dipanggil oleh pihak Panwaslih Kabupaten Nias Barat, dia mengakui perbuatannya.

“Pelaku melanggar UU Nomor 10 Pasal 178 B dengan ancaman pidana 36 Bulan,” tandas nya.

Saat akan dikonfirmasi, Fauduaro Gulo tidak berada di kantornya. Ketika dihubungi melalui telepon selulernya juga tidak aktif.(mag-9/ala)

 

Partisipasi Masyarakat dalam Pilgubsu Meningkat

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos NYOBLOS_Seorang warga menggunakan hak pilih nya pada pilkada sumut 2018 di TPS 12 Jalan Brigjen Katamso Medan, Rabu (27/6) Masyarakat Sumut melakukan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sumut, Pilkada serentak juga di lakukan di berbagai daerah di indonesia.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
NYOBLOS_Seorang warga menggunakan hak pilih nya pada pilkada sumut 2018 di TPS 12 Jalan Brigjen Katamso Medan, Rabu (27/6) Masyarakat Sumut melakukan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sumut.

SUMUTPOS.CO – Komisioner KPU Sumut Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Yulhasni mengatakan, parmas dalam Pilgubsu 2018 meningkat tajam sebanyak 16 persen dibandingkan pilkada sebelumnya. Parmas ini merupakan yang tertinggi selama pilkada yang diadakan di Sumut. “Parmas Sumut pada Pilgubsu 2018 mencapai 63.3 persen. Naik tajam jika dibandingkan Pilgubsu 2018 dengan persentase 54 persen dan Pilgubsu 2013 dengan persentase 47,96,” terangnya.

Meningkatnya parmas ini, kata dia, didukung oleh beberapa faktor. Antara lain perbaikan data pemilih yang dilakukan kabupaten/kota saat masa pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. “Semakin valid daftar pemilih tetap (DPT) yang diperbaharui akan mempengaruhi peningkatan parmas di Sumut. Sebab perhitungan parmas didapat dari pembagian jumlah DPT dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya di TPS,” katanya.

Yulhasni mencontohkan seperti di salah satu DPT Kota Medan 2015 lalu sejumlah 1.985 096 orang, diperbarui tahun ini menjadi 1.520.301 orang. “Dapat dilihat parmas Kota Medan tahun ini sebesar 583.836 jiwa. Jumlah ini jauh meningkat dari pilkada terakhir sebesar 25,8%,” sebutnya.

Faktor kedua yaitu adanya perubahan pada konsep sosialisasi berbasis forum warga (netizen) dan sistem digital. Konsep sosialisasi ini mengikuti perubahan perilaku warga Sumut yang mulai menggunakan internet dalam berkomunikasi dan memeroleh informasi. Beberapa realisasinya ialah pemilihan Duta Netizen Pilgubsu 2018 dan pembentukan tim cyber untuk menyasar netizen melalui media sosial. “Selain itu sosialisasi secara massif dilakukan oleh KPU Sumut dengan cara sosialisasi goes to campus ke universitas dan lembaga swadaya masyarakat/organisasi masyarakat,” katanya.

Faktor ketiga yang memengaruhi peningkatan parmas Sumut, sambung dia, yaitu kesadaran masyarakat yang cukup tinggi untuk memilih pasangan calon pada. Hal itu terlihat dan peningkatan partisipasi masyarakat di beberapa kabupaten/kota. Partisipasi mayarakat Pilgubsu 2018 tertinggi di Kabupaten Dairi sebesar 81,143 persen. Namun begitu, Yulhasni masih menyayangkan rendahnya partisipasi masyarakat di Nias Utara sebesar 38,6 persen.  (prn/bal)

 

Tim Djoss Tetap Tunggu KPU

Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus bersama Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih, Sekertaris Soetarto, dan Ketua BP Pemilu Mangapul Purba.
Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus bersama Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih, Sekertaris Soetarto, dan Ketua BP Pemilu Mangapul Purba.

SUMUTPOS.CO – Tim Pemenangan Djarot-Sihar (Djoss) masing menunggu hasil akhir rekapitulasi suara dari KPU. Karenanya, mereka tetap mengawal proses penghitungan hasil pencoblosan surat suara. Bahkan, pengurus di tingkat kabupaten/kota menyiapkan pos pengaduan temuan kecurangan pilkada, di kantor masing-masing.

Tim pemenangan Djoss yang juga pengurus DPD PDIP Sumut, Baskami Ginting mengatakan, apapun hasil Pilgub Sumut pihaknya akan siap menerima. Meskipun posisi mereka tidak berada di kemenangan. Namun seluruh kader dan pendukung Djoss serta pengurus partai, katanya akan tetap mengawal penghitungan berdasarkan formulir C1 yang dikumpulkan dari seluruh TPS. “Ya sampai sekarang masih kita lakukan penghitungan formulir C1. Kita juga kan menunggu keputusan KPU tentang hasil Pilgub Sumut,” ujar Baskami kepada Sumut Pos, Jumat (29/6).

Selain itu, pihaknya juga membuka pengaduan di seluruh kantor DPC PDIP kabupaten/kota se-Sumut. Jika ada pihak atau warga yang melihat dan mengetahui adanya indikasi dugaan kecurangan Pilkada, dapat menyampaikannya ke posko yang ada.

“Kita sudah intruksi ke seluruh cabang, agar terus mengawal suara C1. Tetapi perlu diingat, laporan yang kita terima jika ada yang masuk, harus dilihat dulu apakah jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi bukan sekadar laporan begitu saja,” jelasnya.Pun begitu, pihaknya tidak ingin menaruh curiga yang begitu besar terhadap proses Pilkada yang berlangsung Rabu (27/6) lalu. Adapun tindak lanjut yang akan diambil jika memang ditemukan dugaan kecurangan, maka secara prosedur, Baskami menyebutkan bahwa tim akan menempuh jalur hukum yang sesuai aturan main.

“Beda pendapat itu biasa, sebab politik itukan hak masing-masing individu. Begitu juga dalam pesta demokrasi, kalah menang tentu jadi konsekuensi. Yang jelas kita terus jalan, sembari KPU merekapitulasi, di internal kita juga menghitung C1 juga,” pungkasnya. (prn/bal)

Edy-Ijeck Unggul di 17 Daerah

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6).

SUMUTPOS.CO – Kemenangan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 tak terbendung lagi. Berdasarkan real count yang dilakukan KPU Sumut, Eramas memperoleh 57,66 persen dan Djarot-Sihar (Djoss) mendapatkan 42,34 persen suara. Bahkan, Eramas memenangi perolehan suara di 17 kabupaten/kota se-Sumut.

Hingga Jumat (29/6) pukul 11.30 WIB, KPU telah mengumpulkan 90,49 persen data untuk real count Pilkada Sumatera Utara 2018. Dari hitungan KPU, paslon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) mengungguli Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). Data yang dirilis di situs resmi KPU, paslon Eramas memperoleh 2.978.108 suara (57,66 persen). Sedangkan Djarot-Sihar mendapatkan 2.186.862 suara (42,34 persen).

Total suara yang masuk yakni sebanyak 5.243.190, dengan rincian 5.160.311 suara sah dan 85.669 suara tidak sah. Suara tersebut berasal dari 24.866 yang tersebar di Sumut. Eramas memenangi suara di 17 dari 33 kabupaten/kota di Sumut. Meski data dari seluruh TPS ini bisa digunakan sebagai acuan, namun data real count ini bukan hasil resmi. KPU akan menetapkan hasil resmi pilkada berdasarkan perhitungan suara manual berjenjang.

Hasil real count KPU ini tak jauh beda dengan penghitungan suara yang dilakukan Tim Saksi Eramas. Mereka telah menghimpun 93,07 persen suara real count Pilgub Sumut 2018 melalui formulir C1-KWK. Hasilnya, Eramas menang telak dengan perolehan suara 3.178.581 suara atau sebesar 60,19 persen. Sementara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) memeroleh 2.101.905 atau hanya 39,81 persen.

“Berdasarkan rekapitulasi saringan C1-KWK dari saksi-saksi kita, sudah masuk suara dari 25.574 TPS, presentasenya 93,07 persen. Hitung manual ini diupdate pada 29 Juni 2018 pukul 00.00 WIB,” kata Penanggungjawab Saksi Tim Pemenangan Eramas, Abdul Rahim Siregar saat menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Eramas, Jalan Ahmad Rivai Medan, Jumat (29/6).

Menurutnya, sisa suara yang belum masuk berkisar 700 hingga 800 ribu suara, atau dari 1.904 TPS. “Rekapitulasi suara yang belum masuk ini disebabkan kondisi wilayah. Seandainya sisa suara ini dianggap pemilih nomor 2, maka kami yakini tidak bisa menyaingi suara Eramas,” kata Abdul Rahim.

Disebutkan juga, Eramas memenangi perolehan suara di 17 kabupaten kota di Sumut, yakni Medan, Deliserdang, Binjai, Langkat, Asahan, Batubara, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Serdang Bedagai, Labuhan Batu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Palas, Paluta, Madina, Tapsel, Padangsidimpuan dan Madina.

“Tingkat partisipasi pemilih pada Pilgubsu ini mencapai 5.557.032 atau mencapai 61,41 persen. Ada kenaikan di Pilgub sebelumnya 48 persen,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Ketua dan Sekretaris Tim Pemenangan Eramas, Heri Utomo dan Sandri Harahap. “Indikasi kecurangan memang ada kami temukan, antara lain seperti di Sipispis, Deliserdang, Tapteng, dan Sergai. Tapi itu masih dari informasi relawan kita di luar dan perlu kita konfirmasi ke saksi dari PKS yang memang berada di lapangan,” kata Heri Utomo saat disinggung perihal indikasi yang ditemukan timses Eramas saat pemungutan suara.

Sandri menambahkan, pengaduan atau laporan yang pernah mereka serahkan ke lembaga pengawas pemilu tetap dikawal dan menjadi atensi mereka. “Apalagi kita sudah menerima bukti laporan dari Panwas atas pengaduan tersebut,” katanya. (prn/bal)

 

KPU Taput Diminta Input Data

Massa salah satu paslon Bupati Taput saat mengurung Kantor KPUD Taput.

SUMUTPOS.CO – PELAKSANAAN Pilkada di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang sempat memanas, akhirnya mereda. KPU Sumut memastikan, kondisi di Kantor KPU Taput saat ini sudah berangsur aman. Meski demikian, pihak Kepolisian diminta menjamin penuh keamanan perangkat KPU setempat dalam rangka kelancaran tahapan rekapitulasi suara.

“Jadi alhamdulilah, massa dari pasangan calon nomor dua sudah bisa kita tenangkan. Mereka juga sudah meninggalkan kantor KPU Taput dan kita minta segala persoalan hukum yang ada diserahkan ke pihak berwajib,” ujar Komisioner KPU Sumut Divisi Hukum, Iskandar Zulkarnain saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (29/6).

Pihak Bawaslu, kata Iskandar, berjanji siap memproses bilamana ada laporan atau pengaduan dari masyarakat atas indikasi pelanggaran di Pilbup Taput. “Akumulasinya bukan karena ketidaknetralan KPU dalam menyelenggarakan pemilihan, namun lebih kepada Panwas setempat. Sebab selama ini mereka sudah melaporkan indikasi pelanggaran, namun tak pernah ada tindak lanjut. Kebetulan waktu saya ke sana, turut hadir Kasubbag Hukum Bawaslu, Feri yang meminta bila ada dugaan pelanggaran silahkan lapor pada mereka,” katanya.

Bahkan menurut Iskandar, Bawaslu siap memproses sidang etik anggota Panwas setempat bila terbukti enggan menindaklanjuti setiap laporan warga padahal sudah cukup bukti dan syarat. “Siapapun dari bukti-bukti yang ada akan mereka (Bawaslu) proses. Itu janji Bawaslu. Tapi alhamdulilah sekarang sudah reda,” ungkapnya.

Pihaknya berharap kepada KPU Taput segera bekerja memasukkan scan C1 sehingga rekapitulasi dapat 100 persen masuk pada hari itu. “Ini juga supaya input data perolehan di laman infopemiku.go.id bisa 100 persen dan menjadi akses yang terbuka bagi publik Sumut. Namun dengan catatan, jaminan keamanan dan keselamatan KPU Taput mampu dijaga pihak kepolisian. Hal ini sudah saya sampaikan langsung kepada Pak Kapolres,” kata Iskandar.

Kesepakatan yang terjalin antara lain, lanjut dia, tidak ada lagi seorang pun yang boleh masuk ke kantor KPU Taput sebelum mendapat izin dari KPU Taput, sehingga perangkat KPU setempat nyaman bekerja. “Sesuai entry sampai pukul 15.00 WIB, perolehan suara Pilgubsu di Taput sudah masuk 60,77 persen. Pada tampilan laman kita sudah masuk 62,52 persen. Sementara untuk Pilbup-nya 66,35 persen dan tampilan di laman 59,81 persen. Sekarang mereka langsung bersama pihak keamanan menjemput C1 ke kecamatan agar bisa di entry juga hari ini, sehingga perolehan suara yang masuk sampai 100 persen,” katanya.

Di kesempatan itu, pihaknya menegaskan bahwa tidak benar ada kotak suara yang hilang akibat konflik di Taput. Atas pemberitaan miring dan kabar bohong yang dimuat media tersebut, KPU Sumut sudah menyarankan kepada KPU Taput memberikan hak jawab. “Kalau ternyata media bersangkutan tidak mau memuat hak jawab itu, maka kami sarankan agar ditindakkanjuti melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

‘Kami Yakin Itu Dika, Sebelum Pergi Ia Pakai Jaket Merah’

Foto: Istimewa/Sumut Pos DIKA SEMASA HIDUP: Foto Dika semasa hidup. Keluarga meyakini, foto jenazah yang terekam perangkat ROV milik Basarnas, adalah jenazah Dika, sesuai foto yang sempat diunggah ke media social.
Foto: Istimewa/Sumut Pos
DIKA SEMASA HIDUP: Foto Dika semasa hidup. Keluarga meyakini, foto jenazah yang terekam perangkat ROV milik Basarnas, adalah jenazah Dika, sesuai foto yang sempat diunggah ke media social.

SUMUTPOS.CO – Foto sesosok jenazah mengenakan jaket merah, dengan posisi tergeletak kaku di dasar Danau Toba –diduga korban KM Sinar Bangun– diyakini bernama Dika Ferdian. Sebelum ikut touring keliling Danau Toba bersama keluarganya, bocah 9 tahun itu mengenakan jaket merah.

Jumat (28/6) dua hari lalu, Basarnas pusat memublikasikan foto hasil rekaman perangkat Remotely Operated Vehicle (ROV), yang menyelami Danau Toba sebelas hari pascatragedi kapal kayu KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba.

Berdasarkan rekaman perangkat ROV tersebut, terlihat foto sepeda motor, kursi kapal, dan beberapa jenazah tergeletak di dasar Danau Toba.

Erwin, anak angkat keluarga Burhanudin –keluarga yang ikut hilang pascakapal tenggelam—meyakini salahsatu jenazah yang terekam perangkat ROV, adalah jenazah Dika Ferdian.

“Saya yakin itu Dika. Sebab waktu pergi bersama keluarganya, Dika pakai jaket merah,” ujar Erwin, Jumat (29/6).

Dika adalah anak laki-laki keluarga Burhanudin yang bermukim di Jalan Gunung Bendahara, Lingkungan I, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan. Bersama keluarganya berjumlah 7 orang, ia berangkat berwisata ke Danau Toba.

Diceritakan Erwin, saat liburan Lebaran lalu, keluarga Burhanuddin memilih touring jalur darat dengan mengendarai tiga sepeda motor, yakni motor Sonic, Supra dan Beat. Pasangan suami istri Burhanuddin (48) dan Fahrianty (47), beserta empat anaknya yakni Dede Handrian (23), Neneng Nur Ainun (19), Maya Oktavianty (17), Dika Ferdian (9), dan seorang menantu Yani (20).

“Pas lebaran, Bapak sempat pergi ke Belawan. Baru balik ke Binjai. Habis itulah mereka pergi touring, naik motor semua. Naik tiga motor mereka mengambil jalur mutar dari Karo-Dairi-Samosir-Simalungun,” ujar Erwin sambil memegang foto keluarga Burhanuddin.

Erwin mengaku tidak ada firasat apapun atas tragedi maut KM Sinar Bangun. Kenangan terakhirnya, ia disuruh mengecat rumah Burhanuddin sebelum lebaran.

“Bapak terakhir ya nyuruh saya buat ngecat rumah ini. Bapak itu orangnya ‘kan tegas, nggak bisa dibantah. Makanya saya cat lah rumah ini. Baik bapak itu sama kami semua. Di sini semua sudah kayak keluarga kandung,” kisahnya.