Home Blog Page 6227

SPDP Nakhoda Sinar Bangun Segera Dilimpahkan ke Jaksa

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Direktur Reskrimum Kombes Pol Andi Rian, memaparkan 4 tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Mapolda Sumut, Senin (25/6).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Direktur Reskrimum Kombes Pol Andi Rian, memaparkan 4 tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, di Mapolda Sumut, Senin (25/6) lalu.

SUMUTPOS.CO – DALAM waktu dekat, Polda Sumut akan melimpahkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) terhadap empat tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun. Pekan depan, penyidik akan melimpahkan SPDP nakhoda sekaligus pemilik kapal ke Jaksa.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Andi Rian mengatakan, penyidik akan melimpahkan SPDP keempat tersangka secara terpisah. “Perkara kasusnya rencana kita kirim per tersangka. Mungkin akan kita dahulukan untuk melimpahkan perkara nakhoda. Kemudian yang kedua itu adalah regulator awal, yaitu mulai dari Kabid ASDP kemudian juga Kapos Pelabuhan dan stafnya. Kemudian yang ketiga yang terakhir kita tetapkan tersangka,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (29/6).

Dia menegaskan, pada pekan depan berkas tersangka nakhoda sudah dilimpahkan. “Target Minggu ini untuk nakhoda,” ucapnya.

Sementara, mengenai penetapan Kadis Perhubungan Samosir Nurdin Siahaan sebagai tersangka baru, Andi Rian mengatakan, penetapan itu setelah pihaknya terlebih dahulu melakukan gelar perkara. Lalu lanjutnya, penyidik juga mengambil keterangan dari 4 tersangka sebelumnya, sehingga munculah tersangka baru dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun.

“Satu tersangka memang bertambah, ini berdasarkan hasil gelar perkara. Bahwa salah satu SKPD di Kabupaten Samosir yang terkait dengan persoalan tenggelamnya KM Sinar Bangun sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Namun kata dia, untuk pemeriksaan sebagai tersangka sampai saat ini belum dilakukan. Alasannya sebut dia, masih ada beberapa hal yang oleh penyidik sebelum dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka. “Sebagai saksi NS sudah diperiksa, namun sebagai tersangka belum,” kata Andi Rian.

Andi Rian menilai, penetapan NS sebagai tersangka, dikarenakan yang bersangkutan lalai dan melakukan pembiaran hingga hilangnya nyawa ratusan korban akibat tenggelamnya kapal. “Kalau dari pasal yang diterapkan penyidik, ya jelas disitu ada bahkan adanya kesengajaan dan pembiaraan hingga mengakibatkan orang mati,” jelasnya.

Dalam kasus ini terang Andi Rian, penyidik menerapkan undang-undang pelayaran disanding dengan KUHP untuk menjerat para tersangka. Untuk NS sendiri katanya, penyidik menerapkan pasal dan hukuman yang sama. “Pasal yang kita terapkan sama, dan ancaman hukumannya cukup tinggi, yaitu 10 tahun dan denda Rp1,5 M,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Sumut telah menetapkan nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, Pegawai Honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Penyebrangan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang, sebagai tersangka. (mag-1)

Keluarga Korban Menangis dan Berdoa

Triadi Wibowo/Sumut Pos Keluarga korban menunggu kabar terbaru di posko di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6).
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Keluarga korban menunggu kabar terbaru di posko di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6) lalu.

SUMUTPOS.CO – Meskipun korban belum dapat dievakuasi, kabar terbaru tentang temuan foto beberapa jasad korban KM Sinar Bangun, mendapat respon positif dari para keluarga korban.

Jhon Clinton Sinarmata, adik kandung Crisman Reynold Simarmata yang menjadi korban KM Sinar Bangun misalnya, mengaku bersyukur dengan informasi baru itu. “Bersyukur kalilah Bang. Apalagi, Mamak ‘kan tanya-tanya terus kapan korban dapat ditemukan. Kami setiap hari di sini,” ujarnya di Tigaras.

Ia berharap, dari sekian banyak korban yang ditemukan, semoga di antaranya termasuk Chrisman dan kekasihnya, Juliana Suraida.

Diceritakannya, pascatenggelamnya KM Sinar Bangun, ibu mereka, Rosmaria Rumapea terus menangis dan berdoa. Rosmaria berdoa agar jasad Chrisman dan calon menantunya itu segera ditemukan. “Mamak nggak puas kalau nggak lihat jasad abang,” terang warga Sinaksak, Kabupaten Simalungun ini.

Meski sempat pasrah, Clinton mengaku tetap optimis dengan upaya Tim SAR Gabungan yang terus bekerja.

Senada, keluarga korban lainnya, Remon, mengaku ia dan keluarga lainnya sudah 4 kali ke pelabuhan Tigaras, mencari informasi pencarian korban kapal. “Ada 8 keluarga dari pihak istri saya yang turut jadi korban. Kami sudah 4 kali kemari sejak kejadian,” kata Remon.

Sama seperti keluarga korban lainnya, keluarganya telah melakukan tahlilan mendoakan semua anggota keluarga mereka yang turut menjadi korban.

KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6) sekira pukul 17.30 WIB lalu. Hingga kemarin, data korban KM Sinar Bangun belum berubah, masih 21 selamat, 3 meninggal dunia, dan 164 orang dinyatakan hilang. Untuk data atemortem, tim DVI Polda Sumut baru menerima sebanyak 125 orang.

Dalam kasus ini, Polda Sumut sudah menetapkan 5 orang tersangka. Yakni Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan; Nakhoda Kapal Motor Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala; Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F Putra; Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang; dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang. (gus/adi/gid/smg)

 

Datangkan Robot dari Singapura untuk Angkat Korban

Triadi Wibowo/Sumut Pos Petugas Basarnas usai pencarian korban kapal Sinar Bangun yang tenggelam di perairan danau Toba di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6)
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Petugas Basarnas usai pencarian korban kapal Sinar Bangun yang tenggelam di perairan danau Toba di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6) lalu.

SUMUTPOS.CO – Bupati Simalungun, JR Saragih yang ditemui di pelabuhan Tigaras, Jumat (29/6) mengakui, Tim SAR gabungan kesulitan mengangkat bangkai kapal, sepeda motor, dan jasad para korban yang masih di dasar danau.

“Tim SAR dan Pemkab Simalungun berencana mendatangkan robot canggih yang dapat mengangkat sepeda motor dan jasad para korban. Robot dimaksud masih berada di Singapura. Untuk mendatangkan alat itu, kita butuh kapal yang agak besar. Dan itu agak menyulitkan kita. Karena kapal terbesar hanya kapal ferry. Keputusannya sore ini (kemarin sore) apakan alat ini bisa didatangkan atau tidak,” katanya.

Menurut JR, Pemkab Simalugun beserta instansi terkait telah mempersiapkan dokter, ambulans , peti jenazah, dan pemuka agama di Rumah Sakit Rondahaim, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. (gus/adi/gid/smg)

8-10 Jenazah di Bawah Kapal

Penampakan hasil temuan Remotley Operated Vehicle (ROV) dan multi-beam side scan berupa korban KM Sinar Bangun dan barang-barang milik korban di dasar Danau Toba, Kamis (28/6).
Penampakan hasil temuan Remotley Operated Vehicle (ROV) dan multi-beam side scan berupa korban KM Sinar Bangun dan barang-barang milik korban di dasar Danau Toba, Kamis (28/6).

SUMUTPOS.CO – Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Brigadir Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto, dalam keterangan kepada para awak media di Posko Basarnas, Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Jumat (29/6) mengatakan, hingga kemarin Tim SAR sudah melihat jelas rekaman jenazah, kursi kapal, sepeda motor, serta tali-temali kapal.

“Hari ini kita memikirkan bagaimana cara menarik para korban ke permukaan. Saya mohon doa restu dari masyarakat, karena kedalamannya mencapai 450 meter. Korban berada di kedalaman sekitar 455 meter dan di luar badan kapal. Kapalnya sendiri kita temukan di kedalaman 420 meter. Jadi kapalnya di atas, para korban di bawahnya,” jelasnya.

Setidaknya, 8 hingga 10 jenazah terlihat di monitor ROV. Masing-masing terpisah dari badan KM Sinar Bangun yang masih utuh dan tidak pecah. “ROV hanya dapat melihat sampai 2 meter saja. Kalau kapal tampak hitam saja. Tetapi tali-talinya tampak jelas. Kapalnya utuh. Jenazah para korban terpisah dari kapal, meski tidak semuanya,” ungkapnya.

Basarnas sudah berdiskusi dan minta bantuan dari Kementerian maupun lembaga lain untuk membantu mengevakuasi korban. “Intinya kita mengevakuasi jenazah dulu. Kita akan menggunakan alat-alat yang ada, makanya kita berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya, termasuk swasta,” tambahnya.

Terkait waktu yang ditentukan dalam proses evakuasi, pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut. Menunggu keputusan, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan upaya pencarian korban. Rencananya, Basarnas akan mencoba mengangkat jenazah para korban mempergunakan tali dan alat berat. (gus/adi/gid/smg)

Angkat Jenazah atau Tabur Bunga Saja

Triadi Wibowo/Sumut Pos POL Airud mencari korban kapal Sinar Bangun yang tenggelam di perairan danau Toba di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6)
Triadi Wibowo/Sumut Pos
POL Airud mencari korban kapal Sinar Bangun yang tenggelam di perairan danau Toba di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski posisi objek diduga korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun sudah terekam Robot Operator Vehicle (ROV) di dasar Danau Toba, Tim Basarnas belum memutuskan apakah akan terus mengupayakan pengangkatan jenazah yang berada di kedalaman 450 meter tersebut, atau menyerah saja dan berdoa.

“Itu menjadi rapat kami hari ini (kemarin, Red). Kita sudah menemukan target. Tapi ada permasalahan soal upaya pengangkatan. Kita sudah berunding dengan Pemkab (Simalungun, Red) dan keluarga korban. Jadi ini ada rencana opsi ya, apakah akan dilakukan pengangkatan jenazah atau tabur bunga dan mendoakan korban saja. Itu dua opsinya,” ungkap kepala SAR Medan, Budiawan, kepada wartawan di Medan,  Jumat (29/6) siang.

Kedua opsi itu belum dipilih. Tapi proses evakuasi di hari ke-12 tetap dilakukan oleh Tim SAR Gabungan secara optimal, dengan melihat kondisi di lapangan. “Kita juga harus pikir matang-matang soal keselamatansaat mengupayakan objek itu bisa terangkat,” ucap Budiawan.

Untuk proses pengangkatan jenazah para korban, Basarnar telah mengerahkan seluruh peralatannya. Seperti Robot ROV, armada Kapal Motor, serta Pukat Harimau yang dikirim dari Kota Sibolga dan Belawan, Kota Medan.

“Hari ini (kemarin, Red), kami melakukan pencarian dengan mengembangkan ROV dan dua pukat harimau yang ditarik dengan KMP Sumut I, KMP Sumut II. Sekarang target kita menemukan korban dan pemantauan dari udara saja,” tutur Budiawan.

Alat terbaru juga didatangkan untuk memperkuat lebih jelas gambar dari objek dari KM Sinar Bangun. “Tadi malam alatnya sudah sampai. Tapi tim teknisnya yang lebih paham. Kami meminta doa restu untuk Tim SAR yang terus bekerja. Berdoa agar bisa menyelesaikan tugas-tugas kami dengan baik,” kata Budiawan. (gus/adi/gid/smg)

 

Fadly Nurzal Terjerat Jumat Keramat

Fadly Nurzal saat keluar dari gedung KPK, Jumat (29/6) malam.
Fadly Nurzal saat keluar dari gedung KPK, Jumat (29/6) malam.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO –  Hari Jumat tampaknya bukan hari yang biasa bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berkali-kali, KPK menahan tersangka kasus korupsi di Hari Jumat. Itu makanya, muncul istilah Jumat Keramat bagi tersangka KPK yang langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan.

Terbaru, giliran Anggota DPR RI Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fadly Nurzal yang ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan, Jumat (29/6) malam. Mantan anggota DPRD Sumut ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK, yang berada di belakang Gedung Merah Putih KPK.

Fadly merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho kepada DPRD Sumut. Menanggapi pemeriksaannya, Fadly yang keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 19.00 WIB, hanya berkomentar sedikit. “Ini masih awal, ntar saja ya,” ungkap mantan Ketua DPW PPP Sumut ini yang keluar dengan mengenakan rompi tahanan KPK, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Terkait penahanan ini, menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, penahanan dilakukan sesuai dengan pasal 21 KUHAP. “Penahanan untuk 20 hari pertama dan penahanan di rutan cabang KPK K4,” ujar Febri.

Untuk diketahui, lembaga antirasuah kemarin menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat orang tersangka. Namun baru satu yang hadir dan langsung ditahan. Karena itu, lembaga ini akan menjadwalkan beberapa tersangka anggota DPRD Sumut. “Kita harap saksi lain hadir ya, tadi kan kuasa hukum minta penjadwalan ulang, kemudian sudah kita berikan penjadwalan ulang pada Hari Rabu, seharusnya tidak perlu ada alasan lain, hadir saja,” tutupnya.

Diketahui, dalam kasus ini, KPK menetapkan tersangka terhadap 38 Anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan/atau 2014-2019. Mereka ditetapka tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk penerimaan suap dari Gubernur Sumut kala itu Gatot Pujo Nugroho. Puluhan anggota DPRD tersebut ditetapkan tersangka karena menerima fee masing-masing senilai Rp300 juta hingga Rp 350 juta. Uang tersebut diberikan Gatot Pujo Nugroho terkait pelaksanaan fungsi dan wewenang sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumut.

Sebelumnya, KPK juga telah memproses 12 unsur pimpinan dan Anggota DPRD Sumut periode 2004-2009 dan/atau 2014- 2019 dalam dua tahap, yaitu: tahap pertama pada 2015, KPK menetapkan 5 unsur pimpinan DPRD Sumut sebagai tersangka. Lalu, tahap kedua pada 2016, KPK menetapkan 7 Ketua Fraksi DPRD Sumut sebagai tersangka.

Sedangkan, terhadap Gubernur Sumut dalam kasus ini (di luar sangkaan lainnya) telah divonis bersalah berdasarkan Putusan PN Tipikor Medan Nomor: 1004/Pid.Sus.TPK/2016/PN.Mdn tanggal 9 Maret 2017. Dengan pidana penjara 4 (empat) tahun dan denda Rp.250.000.000, subsidair 6 (enam) bulan. Atas putusan tersebut, Gatot kemudian mengajukan banding. Putusan banding pada Mei 2017 menguatkan putusan PN.

“Pada Juli 2017 jaksa eksekutor pada KPK telah mengeksekusi yang bersangkutan ke Lapas Sukamiskin, Bandung Jawa Barat untuk menjalani pidananya,” jelasnya. (ipp/jpc)

Prancis v Argentina: Show Sebenarnya

Lionel Messi nerayakan golnya ke gawang Nigeria.
Lionel Messi nerayakan golnya ke gawang Nigeria.

SUMUTPOS.CO – Bentrokan Prancis dan Argentina di fase 16 besar di Kazan Arena, Sabtu (30/6) malam menjadi duel dua tim yang masih tampil di bawah form. Prancis dan Argentina belum menunjukkan performa terbaiknya di Rusia. Duel ini menjadi panggung yang tepat untuk itu.

Prancis memang berhasil lolos sebagai juara grup C, namun performa mereka masih jauh dari harapan. Diperkuat tim bertabur bintang, Pelatih Didier Deschamps belum menemukan permainan yang atraktif dan menakutkan. Terbukti mereka menang dari Australia (2-1) dan Peru (1-0) dengan susah payah. Di laga terakhir, Lloris dkk juga menunjukkan performa membosankan.

“Sebagai suporter Prancis, saya mengharapkan mereka menunjukkan sesuatu berbeda sekarang. Dan jujur Prancis belum menunjukkan sesuatu yang membuat kami merasa optimis untuk memberikan kami harapan,” ujar legenda Prancis, Marcel Desailly.

Meski belum menampilkan permainan terbaik, pelatih Prancis Didier Deschamp yakin akan bisa melewati Argentina. “Kompetisi yang sesungguhnya baru dimulai sekarang, yang memakai sistem gugur. Kami telah mencapai tujuan (lolos dari grup), sekarang tantangan besar ada di depan mata, tapi kami ada di sini dan siap untuk maju ke babak berikutnya,” kata Deschamp.

Tersangka KM Sinar Bangun Bisa Bertambah

KM Sinar Bangun yang mengalami musibah dalam pelayaran dari Simanindo ke Tigaras, Senin (18/6).
KM Sinar Bangun yang mengalami musibah dalam pelayaran dari Simanindo ke Tigaras, Senin (18/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumatera Utara memastikan tersangka kasus tenggelamnya Kapal Motor Kayu Sinar Bangun bakal bertambah.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Andi Rian mengatakan, meskipun sudah menetapkan lima orang tersangka, bukan berarti tak akan ada tersangka lain dalam peristiwa tenggelammya kapal tersebut.

“Proses ini masih terus berlanjut. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” kata Andi di Mapolda Sumatera Utara, Jumat (29/6).

Tersangka lain yang dimaksudkan dirinya itu bisa saja jabatan yang lebih tinggi dari Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Samosir, Sumatera Utara NS. NS merupakan tersangka paling terbaru yang ditetapkan penyidik. “Tersangka lain bisa aja di atasnya Kadishub,” ujarnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 302 dan atau 303 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran junto Pasal 359 KUHPidana.

Ancaman pidana kurungan selama maksimal sepuluh tahun dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.

Dalam kasus ini, Polda Sumatera Utara telah menetapkan lima orang tersangka yakni tiga regulator yakni KS, pegawai honor Dishub Samosir yang menjadi anggota Kapos Pelabuhan Simanindo FP, PNS Dishub Samosir yang menjadi Kapos Pelabuhan Simanindo dan RS, Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir NS. (tan/jpnn)

Heboh Bijan Dari Rosma

Tas Bijan-Ilustrasi.
Tas Bijan-Ilustrasi.

Oleh: Dahlan Iskan

Perlu waktu setengah bulan untuk menghitung ini: tas dan permata yang disita dari rumah mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak. Sedangkan untuk menghitung uang cash-nya diperlukan enam mesin hitung.

Total nilai yang disita itu: sekitar satu miliar ringgit. Atau sekitar Rp 3 triliun. Lokasi penyitaan: di enam rumah milik Najib.

Angka-angka rinciannya agak membosankan. Terutama bagi yang tidak suka emas berlian. Nolnya terlalu banyak. Seandainya diberikan kepada Anda juga tidak tahu apakah ada tempat yang cukup untuk menyimpannya.

Pikirkanlah di mana kira-kira akan Anda simpan: perhiasannya itu 12.000 items. Terdiri dari 2.200 cincin, 1.400 kalung, 2.100 bracelets, 2.800 pasang giwang, 1.600 brooches dan 14 tiara.

Dalam konferensi pers dua hari lalu, polisi juga sudah selesai menghitung jumlah arlojinya: 423 buah. Nilainya kira-kira Rp 200 miliar. Sedangkan kacamatanya ada 234 buah.

Berapa jumlah pasti tas tangan yang disita? Inilah angkanya: 567 buah. Terdiri dari 37 merk terkenal. Saya amati satu-persatu foto yang tersedia. Siapa tahu ada yang merk Tanggulangin.

Total harga tasnya ini kira-kira Ro 150 miliar.

Di antara tas itu ada satu yang bikin heboh. Bukan lagi Birkin (merk termahal dari Hermes yang sangat mahal). Tapi merk Bijan (baca: bizaen). Yang hanya bisa dibeli di Rodeo Drive. Di Beverly Hills. Dekat Hollywood.

Butik ini sangat khusus. Kita tidak bisa masuk dengan cara langsung datang. Mirip-mirip villa Nihi Sumba. Untuk belanja di Bijan Boutique harus mendaftar dulu. Bikin janji dulu. Jauh-jauh hari. Orang yang datang ke situ paling tidak menghabiskan uang Rp 1 miliar. Sekali datang.

Mendadak sontak rakyat Malaysia penasaran. Menurut catatan Google: pertanyaan tertinggi hari itu ya tas Bijan itu.

Butik Bijan didirikan oleh desainer terkemuka: Bijan Pakzad. Jangan kaget: dia orang Iran. Awalnya desainer spesialis pakaian laki-laki. Lalu tinggal di Eropa. Kawin dengan wanita bule. Turunan Swiss-Jerman. Cerai. Kawin lagi dengan keturunan Jepang-Irlandia. Tahun 1973 Bijan pindah ke Amerika. Tiga tahun kemudian mendirikan butik di Rodeo Drive itu.

Tahun 2011 Bijan meninggal. Di usia 73 tahun. Akibat stroke. Operasi otaknya gagal.

Kini Bijan Boutique dimiliki oleh grup Louis Vitton. Dibeli dengan harga: Rp 1,5 triliun.

Raline Shah Sapa Ijeck

SUMUTPOS.CO –  KEMENANGAN Pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) di Pemilihan Gubenur (Pilgubd) Sumut versi quick count, disambut bahagia oleh aktris cantik Raline Shah.

Apalagi, Raline selama ini memang dikenal sebagai sepupu Ijeck-sapaan Musa Rajekshah. Pemeran dalam Film Surga Tak Dirindukan ini langsung mengunggah foto bersama Ijeck di akun Instagramnya, Rabu (27/6/2018).

Di foto tersebut, Raline dan Ijeck dengan pose angka 1 dengan senyum sumringah. “Sumut Selfie! Selamat ya Bang Ijeck. Semoga bisa menjalani peran barunya dengan amanah dan tanggung jawab. Doa kita mendampingi,” tulisnya sambil membuat tagar #banggaanakmedan.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count dua lembaga survei ternama LSI Denny JA dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), keduanya menempatkan pasangan Eramas teratas.

LSI DJA dengan total 100 persen suara menempatkan Eramas unggul 57 persen dan Djoss dengan 43 persen. Sedangkan SMRC, Eramas dengan 59 persen dan Djoss 41 persen.(nin/pjs/ras)