Home Blog Page 6231

Golkar Sumut Penyumbang Terbesar Kemenangan Pilkada Serentak

BERI KETERANGAN : Wakil Ketua Korbid Pemenangan Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung (baju putih) didampingi Sekretaris Golkar Sumut Irham Buana Nasution dan pengurus lainnya saat memberikan keterangan pers di Kantor Golkar Sumut, Jl. Wahid Hasyim Medan, Kamis (28/6). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
BERI KETERANGAN : Wakil Ketua Korbid Pemenangan Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung (baju putih) didampingi Sekretaris Golkar Sumut Irham Buana Nasution dan pengurus lainnya saat memberikan keterangan pers di Kantor Golkar Sumut, Jl. Wahid Hasyim Medan, Kamis (28/6). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hasil quick count atau hitung cepat Pilkada serentak 2018 sudah diketahui melalui rilis lembaga survey. Dari hasil itu, Golkar Sumatera Utara menjadi kontributor terbesar untuk kemenangan 171 Pilkada serentak yang diusung partai beringin rindang tersebut.

Wakil Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera, Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan, dari 17 Pilkada gubernur se-Indonesia, ada 9 provinsi yang dimenanangkan paslon yang diusung Partai Golkar.

“Salah satunya Pilgub Sumut yang dimenangkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah,” kata Doli kepada wartawan, di Kantor Golkar Sumut Jl. Wahid Hasyim Medan, Kamis (28/6).

Sementara, dari 171 Pilkada serentak di kabupaten/kota se Indonesia, Golkar memenangkan 35 Pilbup/Pilwako yang paslonnya mereka dukung dan usung.

“Di Sumut ada 6 Pilkada kabupaten/kota yang diusung dan didukung Partai Golkar menang sebanyak 75 persen. Tentu hasil hitung cepat tidak melegitimasi tapi dari pengalaman yang ada hasil hitung cepat tidak jauh berbeda dengan real count KPU. Ini cukup menggembirakan,” imbuh Doli.

Bagaimana dengan penghitungan manual dilakukan KPU? Doli menegaskan, pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan Pilkada 2018 yang berlangsung baik.

“Soal hitung manual tetap kami imbau agar penyelenggara bisa bebas dari kepentingan manapun,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Golkar Sumut Irham Buana Nasution mengatakan, secara umum Pilkada di Sumut berjalan baik dan aman. Khususnya mengenai tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 70 persen.

“Sampai tadi siang dari penghitungan kita tingkat partisipasi pemilih mencapai 65-70 persen. Angka ini jauh lebih baik dibanding 2 Pilgubsu lalu. Ini baik bagi demokrasi kita ke depan,” katanya.

Soal persentase pemilih Partai Golkar, Irham mengatakan jumlahnya tidak melenceng jauh dari yang ditargetkan pada Pilkada serentak di Sumut. Yakni satu suara untuk pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) seperti yang diplenokan sebelum Pilgubsu 27 Juni 2018.

“Pemilih Golkar mencapai 80 persen, artinya ini tidak bergeser jauh dari yang ditargetkan untuk Eramas,” ujarnya.

Mantan ketua KPU Sumut ini menyebut hasil Pilkada serentak yang diraih partainya menjadi tolok ukur menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.

Oleh karena itu pihaknya optimis menghadapi dan memenangkan Pileg dan Pilpres mendatang.

“Bahwa Pilkada ini warming up dan try out mesin Partai Golkar. Kita optimis pada Pileg bisa kita menangkan. Pilpres kita sudah memutuskan mengusung Bapak Joko Widodo. Mudah-mudahan hasil ini bisa menjadi pertimbangan bagi Pak Jokowi untuk menggandeng Ketum Partai Golkar menjadi Cawapres pada Pilpres 2019,” kata Irham.

Nama Airlangga Hartarto menurutnya didorong sebagai cawapres Jokowi bukan tanpa alasan.

“Arus bawah Golkar se-Indonesia menginginkan Ketum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto menjadi Cawapres Jokowi,” katanya.(prn/ala)

 

 

 

Poldasu Klaim Pilkada Aman dan Lancar

Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu melalui Kasubbid PID, AKBP MP Nainggolan.
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

SUMUTPOS.CO – Secara umum Polda Sumut mengklaim proses Pilkada 2018 di Sumut, berlangsung aman dan lancar. Hal itu, sesuai pemantauan dan laporan yang diterima selama proses pemilihan berlangsung. “Sesuai laporan dan pemantauan, Pilkada Sumut aman dan lancar,” ucap Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, kepada wartawan Kamis (28/6).

Pasca Pilkada, Nainggolan berharap perbedaan dalam memilih pemimpin selama proses Pilkada, jangan sampai menjadikan masyarakat terbelah. Untuk itu, dia berpesan agar masyarakat kembali bersatu seusai memilih pemimpinnya. “Siapa pun yang menang, mari kita terima dengan lapang dada. Jangan karena perbedaan pilihan kita menjadi bermusuhan. Kepada calon pemimpin, marilah kita tunggu hasil rekapitulasi manual dari KPU Sumut,” katanya.

Sementara, untuk pengamanan suara, Polda Sumut akan mengawal hingga tuntas proses penghitungan suara mulai dari panitia pemungutan suara (PPS), panitia pemungutan kecamatan (PPK) hingga ke KPUD. “Seluruh personel yang ditugaskan didaerah, berkewajiban mengawal suara mulai dari PPS, PPK dan KPUD,” sebut Nainggolan.

Dari proses pengawalan itu, lanjut Nainggolan, belum ditemukan adanya penolakan ataupun kericuhan yang terjadi. “Belum ada, masih aman dan lancar,” katanya.

Polda Sumut sendiri, kata Nainggolan, selama proses Pilkada Sumut berlangsung, langsung dipantau oleh Tim Divisi Humas Polri. “Tim Div Humas Polri, datang sejak tanggal 16 Juni 2018 sebelum Pilkada. Mereka langsung melakukan peninjauan bersama Kapolda ke TPS di Deliserdang, Binjai dan Medan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Tim Divisi Humas Polri melakukan tinjauan Pilkada berkekuatan 2 orang perwira berpangkat Kombes dan AKBP ditambah 17 orang awak media. “Hari ini mereka (tim) melakukan peninjauan di PPK Medan kota,” pungkas Nainggolan. (prn/mag-1)

 

Pilbup Taput Memanas, Penghitungan Suara Pilgubsu Terganggu

Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga.
Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga.

SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Pilkada serentak di Sumatera Utara sedikit tercoreng. Penyebabnya, pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) Tapanuli Utara (Taput) diwarnai kerusuhan. Indikasi kecurangan salah satu pasangan calon, membuat wilayah tersebut ‘memanas’. Kantor KPU Taput bahkan sempat dikuasai massa yang menuding adanya kecurangan.

Akibat kerusuhan ini, penghutungan suara Pilgubsu terganggu, dan data yang baru masuk sekitar 17 persen. “Banyak massa demo di kantor KPU Taput. Sampai siang ini kondisinya masih memanas,” kata Komisioner KPU Sumut Benget Manahan Silitonga kepada Sumut Pos, Kamis (28/6).

Menurut laporan yang mereka terima, kata Benget, tidak ada upaya dan langkah-langkah dari pihak kepolisian mengamankan kondusifitas di Taput. Sehingga, para komisioner dan petugas KPU di sana tidak bisa bekerja dengan nyaman. “Ini sudah berlarut-larut. Padahal sejak pagi sudah kami koordinasikan kepada kepolisian. Tapi nampaknya polisi belum ada mengambil upaya pengamanan,” katanya.

Permasalahan di sana lebih dominan karena Pilbup Taput. Namun karena keamanan petugas KPU terancam, alhasil menurut Benget, untuk menginput data perhitungan suara Pilgubsu menjadi terganggu.

“Seperti proses scanning untuk entry C1 jadi terganggu oleh petugas kita di sana. Kita berharap pihak kepolisian bertindak tegas dan netral mengamankan pilkada. Jangan terkesan melakukan pembiaran. Hal kedua jika ada keberatan salah satu paslon atas hasil pilkada, bisa diselesaikan melalui jalur hukum. Jangan sampai menyandera komisioner dan menggangu tugas penyelenggara di sana. Begitupun lebih rincinya pastikan ke Pak Iskandar, beliau yang memantau persiapan di sana,” paparnya.

Secara umum ia menegaskan, tidak ada persoalan pemungutan suara selama pelaksanaan Pilgubsu berlangsung kemarin. Pihaknya sejauh ini masih menunggu hasil rekapitulasi suara dari tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota. “Ya, tidak ada masalah kalau secara umum. Kita sifatnya tinggal menunggu dari kabupaten/kota. Tidak ada yang bermasalah sampai harus mengulangi pemilihan,” pungkasnya.

Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain saat dikonfirmasi terpisah mengungkapkan, hasil penghitungan suara Pilgubsu di Taput baru masuk 17 persen. Pihaknya meminta Kapoldasu serius mengamankan situasi konflik pemilihan di sana. “Beberapa kotak suara sudah hilang di sana, komisioner KPU sudah tidak berani masuk ke kantor. Informasinya malah mereka sudah di Polres mencari perlindungan,” katanya.

Adanya konflik Pilbup di sana, ia menilai, terimbas terhambatnya penghitungan hasil suara untuk Pilgubsu. “Poldasu harus segera mengamankan kerusuhan agar distribusi logistik lancar dan bisa dihitung dengan cepat. Sebab sampai hari ini suara yang masuk ke KPU Sumut baru 17 persen dan belum ada kepastian kapan masuk suara dari sana,” katanya.

Rekap Suara Tuntas, Eramas Paparkan 100 Hari Kerja

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.

SUMUTPOS.CO – USAI rekapitulasi pemungutan suara oleh KPU, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas), berjanji akan memaparkan prioritas program kerja seratus hari. Sesuai visi misi Eramas menjadikan Sumut Bermartabat, sedikitnya ada lima program prioritas yang langsung tancap gas dikerjakan.

“Secara singkat saya akan sampaikan lima aspek pembangunan di Sumut, yakni keterbukaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, nelayan dan pertanian serta infrastruktur,” ujar Edy Rahmayadi kepada wartawan, di kediamannya kemarin.

Kelima aspek tersebut menurutnya sangat berkaitan. Agar anak bisa sekolah tentu orang tua harus mempunyai pekerjaan dan memiliki kesejahteraan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Selanjutnya untuk membuka akses lapangan kerja secara luas, menurutnya, perlu mendatangkan investor untuk berinvestasi di Sumut yang salah satu poinnya mampu menciptakan suasana aman, nyaman dan kondusif di negeri berbilang kaum ini.

“Jadi tak cukup dengan kartu untuk sekolahkan anak. Orang tua harus punya uang karena besarnya biaya pendidikan. Begitupun dengan kesehatan, orang mau berobat tak cukup mengandalkan kartu. Itulah kenapa kami ingin Sumut bermartabat dengan menyejahterakan rakyat Sumut. Ini akan saya sampaikan nanti usai ada rekapitulasi suara dari KPU untuk seratus hari program kerja kami,” katanya.

Khusus pendidikan, lanjut Edy, sudah ada amanah Undang-undang porsi 20 persen dari APBN yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan tenaga pengajar dan kebutuhan sarana prasarana sekolah. Ditambah alokasi anggaran di APBD Sumut yang juga bisa dimaksimalkan untuk bidang pendidikan. “Saya pikir ini ke depan bisa kita genjot lagi,” tegasnya.

Mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB ini juga mengamini bahwa bidang kesehatan belum maksimal diterapkan untuk membantu masyarakat miskin mendapat pelayanan kesehatan dengan baik. “Seperti masih banyaknya masalah stunting, dan ini akan menjadi tugas dan tanggung jawab kami. Begitu juga soal infrastruktur, nelayan dan petani kita yang harus diperhatikan kehidupannya,” katanya.

Bersama partai pengusung dan pendukung Eramas, Edy mengaku perlu terus menjalin hubungan harmonis untuk membantu percepatan program kerja mereka hingga 2023 mendatang. “Saya yakin parpol pendukung dan pengusung kami akan siap membantu, mengingatkan dan bahkan melindungi kami sampai akhir periode,” katanya.

Senada, Cawagubsu Musa Rajekshah (Ijeck) berpendapat mereka perlu dukungan seluruh elemen masyarakat Sumut untuk merealisasikan janji semasa kampanye. Hal terpenting menurut Ijeck, mulai kini hilangkan segala perbedaan-perbedaan semasa kampanye guna melakukan hal-hal besar ke depan bagi Sumut. “Tanpa dukungan dan semangat seluruh masyarakat Sumut, kami takkan mampu mewujudkan visi misi menjadikan Sumut Bermartabat. Namun dengan kita bersatu padu, semuanya pasti bisa kita wujudkan bersama,” katanya.

Diketahui, hingga pukul 16.00 WIB, berdasarkan poling survey KPU RI, posisi Eramas masih jauh mengungguli pasangan Djoss. Eramas memperoleh suara di kisaran 56-57 persen, sedangkan 43-44 persen dari total 73 persen suara yang masuk.

Djoss Belum Menyerah

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos NYOBLOS_Seorang warga menggunakan hak pilih nya pada pilkada sumut 2018 di TPS 12 Jalan Brigjen Katamso Medan, Rabu (27/6) Masyarakat Sumut melakukan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sumut, Pilkada serentak juga di lakukan di berbagai daerah di indonesia.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
NYOBLOS_Seorang warga menggunakan hak pilih nya pada pilkada sumut 2018 di TPS 12 Jalan Brigjen Katamso Medan, Rabu (27/6) Masyarakat Sumut melakukan pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sumut, Pilkada serentak juga di lakukan di berbagai daerah di indonesia.

SUMUTPOS.CO – HASIL hitung cepat (quick count) dari sejumlah lembaga survey, memenangkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) di Pilgub Sumut 2018. Namun begitu, tim pemenangan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) belum mau menyerah. Mereka masih masih menunggu hasil perhitungan suara yang akan diumumkan pada Juli mendatang, berdasarkan rekapitulasi formulir C1 oleh KPU.

Ketua Tim Kampanye Djarot-Sihar (Djoss), Jumiran Abdi mengatakan, mereka masih terus mengumpulkan formulir C1 untuk menghitung perolehan suara hasil pemungutan suara pada Rabu (27/6) lalu. Meskipun diakuinya, beberapa lembaga survey kemudian telah merilis hasil hitung cepat atau quick count yang memenangkan lawan mereka Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dengan kisaran angka 57-43 persen.

“Ya kita masih terus mengumpulkan (formulir) C1 (rekapitulasi hasil pemungutan suara di TPS). Kalau ada hasil sementara, itukan baru hitungan cepat, aslinya nanti kan dari KPU,” kata Jumiran kepada Sumut Pos, Kamis (28/6).

Semantara terkait kemungkinan adanya persoalan saat peritungan dan rekapitulasi suara atau hal lainnya, Jumiran menyebutkan bahwa dalam proses sampai saat ini belum ada masalah ditemukan. Menurutnya, apapun yang menjadi soal, pihaknya akan lebih memilih mengambil langkah yang baik. “Sampai sekarang masih aman saja. Kalau ada masalah akan kita tempuh jalur hukum. Karena itukan lebih baik dilakukan. Tetapi kita lihat nanti lah, sekarang kan lagi proses penghitungan suara,” katanya.

Begitu juga dengan sikap penerimaan mereka terhadap hasil Pilgub 2018, dimana pasangan yang mereka usung, jika pun harus kalah aka diterima sebagai keputusan hasil pesta demokrasi, pilihan rakyat. Karena itu dirinya menegaskan tidak akan ada pengerahan massa yang mungkin akan dilakukan bilamana ditemukan persoalan yang menjurus kepada sengketa. “Namanya politik inikan memang begitu, harus siap menang dan kalah. Makanya nggak perlu pengerahan massa. Kita ambil langkah yang baik saja. Sekarang kita menunggu keputusan dari KPU saja, mereka yang menetapkan hasilnya nanti,” pungkasnya.

Alhamdulillah, Korban Sudah Ditemukan

Penampakan hasil temuan Remotley Operated Vehicle (ROV) dan multi-beam side scan berupa korban KM Sinar Bangun dan barang-barang milik korban di dasar Danau Toba, Kamis (28/6).
Penampakan hasil temuan Remotley Operated Vehicle (ROV) dan multi-beam side scan berupa korban KM Sinar Bangun dan barang-barang milik korban di dasar Danau Toba, Kamis (28/6).

JAKARTA, SUMUJTPOS.CO – Pencarian tanpa lelah selama 11 hari, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan KM Sinar Bangun beserta para penumpang yang tenggelam di Danau Toba. Para korban ditemukan di kedalaman 450 meter.

“Alhamdulillah, dengan rahmat Allah kita diberikan perkembangan yang signifikan untuk bisa melihat korban-korban tersebut dan barang-barang dari (kapal) tersebut,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi saat konferensi pers di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Kamis (28/6).

Syaugi mengatakan, penemuan KM Sinar Bangun beserta korban ini berkat hasil pencarian menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV) dan multi-beam side scan sonar. “Ini salah satu korban manusia di kedalaman 450 meter. Ini gambar menggunakan ROV. Kita ambil gambarnya tadi siang. Ini (menunjukkan gambar) adalah sepeda motor, ini ada pelat motornya, setangnya. Jadi kita firm dengan ROV bisa melihat benda tersebut dari KM Sinar Bangun,” beber Syaugi.

Pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam pada Senin (18/6) tetap dilanjutkan. Tim juga tengah mencari cara mengangkat korban dari Danau Toba pada kedalaman 450 meter. “Besok kita cari lagi. Baru kita pikirkan bagaimana kemungkinan mengangkat korban tersebut,” kata Syaugi.

Tersangka, Kadishub Samosir Tak Ditahan

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan.

SUMUTPOS.CO – POLDA Sumut resmi menetapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir Nurdin Siahaan sebagai tersangka baru dalam peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun, Senin (18/6) lalu. Meski telah menjadi tersangka, namun Nurdin Siahaan tidak ditahan dengan berbagai pertimbangan.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Andi Rian mengaku, penahanan tersebut tergantung penyidikan yang dilakukan. “Masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyidik sebelum mempertimbangkan perlu tidaknya seseorang ditahan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (28/6). Dia juga tidak menutup kemungkinan, akan bertambahnya tersangka lainnya mengingat kasus ini masih berjalan.

Senada dengannya, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan juga mengatakan hal sama. Kata dia, penahanan seorang tersangka itu mutlak menjadi kewenangan penyidik. “Bisa ditahan, bisa juga tidak. Semua tergantung kewenangan penyidik. Kalau tidak ditahan pasti ada pertimbangannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, bahwa ditemukannya kelalaian dalam melakukan pengawasan. “Memang arahan pasti ada kesana (tersangka). Karena berkaitan dengan kewenangan dan tanggungjawab termasuk kelemahan dalam pengawasan,” ungkapnya, Selasa (26/6) lalu.

Paulus menduga, unsur kelalaian itu terjadi, karena tidak berjalanannya regulasi yang seharusnya menjadi ketetapan dalam keselamatan penumpang. “Seharusnya regulasi itukan di cek and ricek kemudian diawasi. Tapi nampaknya itu semua sebagaimana dugaan penyidik tidak diatur didalam regulasi itu sendiri,” katanya.

“Larangan itu ada, batasan itu ada, tapi mereka tidak melarang dan memberikan pengawasan secara ketat sesuai dengan fungsinya masing-masing,” sambung Paulus.

Paulus mengakui, jika selama ini pengawasan terhadap perkapalan di Danau Toba masih lemah. Itu dikatakannya, setelah pihaknya melakukan pertemuan dengan dinas, pemilik kapal dan regulator ada banyak persoalan dalam pengangkutan. “Misalkan saja kapal sejenis 17 GT tidak boleh mengangkut sepedamotor. Tapi kenyataanya, sarana dan prasarana cuma itu,” terangnya.

Namun begitu, kata Paulus, seluruhnya menyerahkan kepada proses pengadilan untuk mengungkapnya. “Saat ini, sudah 10 sampai 16 orang yang kita periksa sebagai saksi,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Polda Sumut telah menetapkan nakhoda sekaligus pemilik kapal Poltak Soritua Sagala, Pegawai Honor Dishub Samosir anggota Kapos Pelabuhan Simanindo Karnilan Sitanggang, PNS Dinas Perhubungan Samosir Kapos Pelabuhan Simanindo Golpa F Putra, serta Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Penyebrangan (ASDP) Samosir Dishub Provsu Rihad Sitanggang, sebagai tersangka. (mag-1)

Fair Play Loloskan Samurai Biru

Pemain Jepang menendang bola saat dihadang pemain Polandia, tadi malam. Meski kalah, Jepang tetap lolos.
Pemain Jepang menendang bola saat dihadang pemain Polandia, tadi malam. Meski kalah, Jepang tetap lolos.

SUMUTPOS.CO – Timnas Jepang harus menelan kekalahan 0-1 dari Polandia di laga pamungkas babak penyisihan Grup H Piala Dunia 2018 di Volgograd Arena, Kamis (28/6) malam. Meski kalah dari Polandia, Jepang lolos secara dramatis berkat perhitungan fair play atau mengoleksi kartu kuning lebih sedikit dari Senegal yang juga mengemas poin dan jumlah gol yang sama, 4 poin. Jepang sejauh ini hanya mengoleksi empat kartu kuning sementara Senegal enam kartu kuning.

Polandia yang sudah dipastikan tersingkir dari peta persaingan fase grup, tetap berjuang untuk meraih kemenangan perdana agar pulang dengan kepala tegak. Namun, serangan yang dibangun Robert Lewandowski dkk belum menunjukkan taji di babak pertama.

Justru Jepang yang sukses menciptakan tiga on target termasuk tembakan Takashi Usami di menit ke-35. Sementara Polandia hanya mampu menciptakan satu tembakan mengarah ke gawang lewat tandukam Kamil Grosicki.

Tempo permainan meningkat di awal babak kedua. Polandia akhirnya berhasil memecah kebuntuan di menit ke-60 berkat gol sundulan Kamil Glik menyambut umpan tendangan bebas Rafal Kurzawa.

Unggul 1-0 membuat Polandia makin percaya diri. Tim Putih Merah bahkan nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-73 andai tendangan Lewandowski tak melambung di atas mistar gawang Kawashima.

Jepang yang tertinggal satu gol malah justru tampil santai mengingat di laga Grup H lainnya Senegal sedang tertinggal 0-1 dari Kolombia. Sementara Polandia terus bekerja keras untuk memperlebar keunggulan.

Polandia bahkan nyaris mencetak gol kedua di menit ke-81. Kamil Growsicki melepaskan umpan silang rendah yang nyaris berbuah gol bunuh diri. Bola mengenai kaki Tomoaki Makino namun bola hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Jepang terus mengulur waktu seakan sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar. Sebab, Samurai Biru bisa lolos ke fase gugur berkat keunggulan fair play dari Senegal yang mengoleksi nilai yang sama.

Babak kedua usai dan skor 1-0 untuk keunggulan Polandia. Jepang finis sebagai runner up dengan koleksi empat poin atau unggul fair play atas Senegal. Sementara juara grup dihuni Kolombia yang mengemas enam poin.

Sementara, Senegal harus mengubur mimpinya mengulang sukses di Piala Dunia 2002 silam. Asa Sadio Mane cs harus kandas karena kalah tipis 0-1 dari Kolombia di laga terakhir Grup H Piala Dunia 2018 di Stadion Samara Arena, Kamis (28/6). Hasil ini membuat Kolombia menjadi juara Grup H dan lolos ke babak 16 besar.

Padahal, Senegal hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke babak 16 besar, sedangkan Kolombia wajib meraih kemenangan. Di babak 16 besar, Kolombia dan Jepang bakal menghadapi Inggris atau Belgia. (bbs/adz)

Kantor Pendawa Digerebek

Warga menggerebek Kantor Pendawa Sumut Jalan Garu III Medan, Selasa (26/6/2018) malam.
Warga menggerebek Kantor Pendawa Sumut Jalan Garu III Medan, Selasa (26/6/2018) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penggerebekan paket sembako jelang Pencoblosan Pilgub Sumut 2018 kembali terjadi. Kali ini warga menggerebek  Kantor Pendawa Sumut Jalan Garu III Medan, Selasa (26/6/2018) malam.

Pendawa merupakan organisasi yang menjadi pendukung dan relawan pasangan Cagubsu Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus. Paket sembako berisi beras, gula dan minyak goreng itu bergambar pasangan Cagub-Cawagubsu Djarot-Sihar.

Awal penggerebekan hampir sama dengan kasus paket sembako bergambar mantan Gubsu Syamsul Arifin di Jalan Puri Medan. Yakni dari kecurigaan warga dengan adanya kegiatan bongkar beras karung dari truk di Kantor Pendawa Sumut.

“Beras gula dan barbut serta pengurus pendawa saat ini sedang diamankan Panwas setempat,” kata Fajar, seorang warga di lokasi.

Pantauan wartawan, Panwas dan warga saat ini sedang menuju sebuah gudang di kawasan Pasar Merah Medan. Di gudang itu disebutkan menyimpan banyak sembako yang diduga kuat akan dibagikan jelang beberapa jam pencoblosan Pilgubsu besok pagi.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Kota Medan Hendry Sitinjak mengatakan, pihaknya telah mengamankan empat pelaku kasus temuan warga dugaan serangan fajar yang dilakukan salah satu pendukung pasangan calon Pilgub Sumut.

“Kita sudah mendapat laporan dari warga yang mengatakan bahwa ada yang membagikan sembako. Sampai saat ini masih sedang kita proses dan masih meminta keterangan dari saksi saksi ada juga si pemberi yaitu sopir. Jadi sampai saat ini masih kita proses dan didalami,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/6/2018).

Diutarakan dia, dari hasil dari proses akan diketahui apakah terjadi pelanggaran. “Apabila nanti kita temukan unsur pidana, maka kita akan mengundang Gakkumdu. Dalam kasus ini, kita libatkan juga pihak kepolisian dan kejaksaan,” tuturnya. (bdh/ras)

Kepala Dipukul Martil, Sakit Tak Diberi Obat

Juliana
Juliana

SIANTAR, SUMUTPOS.CO  – Sungguh naas nasib Juliana (28) warga Kota Tanjungbalai yang mencari nafkah di Kota Pematangsiantar ini. Wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) ini dianiaya majikannya.

Informasi diperoleh dari wanita yang mengaku sebagai warga Jalan Pendidikan, Batu lV, Kec. Datok Bandar, Tanjungbalai, ini dirinya terpaksa kabur dari rumah majikannya, ES dan Jok yang terletak di Kompleks Perumahan Griya Setia Negara Jalan Lapangan Tembak, Kel. Setia Negara, Kec. Siantar Sitalasari, Kota Siantar karena tidak terima sering dianiaya.

Juliana mengaku majikannya Jok bekerja sebagai pegawai Bank Sumut, sedangkan isterinya ES sebagai dokter spesialis gigi.

Akan tetapi sejak tiga bulan yang lalu, majikannya itu sudah tiga kali menganiaya. Dimana sewaktu anak majikannya jatuh dari bangku, majikannya itu langsung menyalahkannya dan menganiayanya dengan membenturkan kepala ke dinding dan memukulkan kepalanya menggunakan martil.

“Sejak tiga bulan yang lalu sudah tiga kali aku dianiaya. Terakhir kali nya aku dipukul Es menggunakan kayu, bahkan diancam bunuh menggunakan sebilah pisau karena aku tidak sengaja merusak pipa air atau kran,” kata Juliana.

Tidak itu saja, Juliana dengan meneteskan air matanya menambahkan bahwa Jok suami ES juga pernah ikut menendang dan memukulinya hingga saat di Kota Medan. Kedua majikannya itu terkadang tidak memberinya makan, bahkan parahnya lagi ketika sakit tidak diberikan obat.

“Pak Jok, suami ES juga pernah ikut menganiaya aku. Mereka kadang tidak mengasih aku makan dan bila sakit tidak diberikan obat. Tapi tetangga rumah majikannya itu merasa kasihan sehingga memberikan makan dan obat,” ujarnya.

Puncaknya, pada hari Kamis (21/6/2018) lalu dirinya memutuskan kabur dengan berpura pura membuang sampah. Dia sembunyi ke rumah salah satu tetangga, kemudian menceritakan penganiayaan dilakukan majikannya itu kepada Ketua Rukun Tetangga (RT). Lalu Ketua RT melaporkan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

“Aku tidak sanggup lagi dianiaya, makanya hari Kamis kemarin aku nekat kabur ke rumah salah satu tetangga, lalu minta tolong kepada Ketua RT disini, bang,” ucap Juliana mengakhiri.