Home Blog Page 6236

Edy: Mari Kawal Kemenangan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.

SUMUTPOS.CO – Sementara itu, suasana euphoria mewarnai Posko Tim Pemenangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas), Jalan Ahmad Rivai Medan, sejak sore kemarin. Para pendukung, relawan dan tim pemenangan menyerukan yel-yel penuh semangat dan bernyanyi riang gembira.

Merespon kemenangan versi quick count tersebut, Edy Rahmayadi meminta agar masyarakat tidak euphoria. Edy hanya meminta, agar keunggulan tersebut dikawal hingga perhitungan manual dan penetapan yang dilakukan KPU.

“Hasil quick count ini jadi penyemangat kita. Tapi jangan kita menunjukan euforia yang berlebihan.  Mari kita jaga sama-sama. Kita kawal sama-sama hingga perhitungan manual oleh KPU nanti. Meskipun secara margin selisihnya cukup jauh sekitar 13 persen,” ujarnya di hadapan pendukung dan masyarakat

Selain mengawal suara, Edy pun menekankan agar masyarakat Sumut agar menghentikan perbedaan-perbedaan yang ada, yang selama ini sempat muncul jelang pemilihan. Menurut Edy, masyarakat Sumut bersatu mewujudkan Sumut Bermartabat.

“Dengan berakhirnya pencoblosan pukul 13.00 WIB, berakhirlah perbedaan pendapat tentang Sumut. Saya tidak mau ini diperpanjang. Mari kita bersatu mewujudkan Sumut yang bermartabat. Kalau ada yang tidak puas, ada wadahnya. Kalau tak puas juga, tunggu lima tahun lagi,” tegas mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB itu.

Edy-Ijeck Unggul di Semua QC

Pasangan Eramas di Posko Pemenangan.
KH Tengku Zulkarnain memimpin doa usai menyaksikan hasil quick count di Posko Pemenangan Eramas, Rabu (27/6).

SUMUTPOS.CO – Pasangan calon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) unggul versi quick count atau hitung cepat semua lembaga survey, pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018, Rabu (27/6). Hingga pukul 20.30 Wib, pasangan Edy-Musa memperoleh 57 hingga 59 persen suara dalam hitung cepat tiga lembaga survey. Meski quick count itu bukan hasil final, paslon Edy-Ijeck berpeluang kuat menjadi Gubsu-Wagubsu masa jabatan 2018-2023.

Hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan, dari total 100 persen suara masuk hingga pukul 20.30 Wib, pasangan nomor urut 1, Edy-Musa (Eramas) mendapatkan perolehan suara 58,81 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), tertinggal cukup jauh dengan perolehan 41,19 persen suara.

“Populasi dalam quick count ini adalah seluruh pemilih sah yang datang ke 300 tempat pemungutan suara (TPS) di Sumatera Utara. Sampel dipilih menggunakan metode stratified cluster random sampling, dengan margin of error plus minus 1 persen dan tingkat kepercayaan 99 persen,” kata SMRC dalam rilisnya, kemarin.

Hasil yang mirip juga dirilis Lingkaran Survey Indonesia. Hitung cepat LSI pukul 20.30 Wib menunjukkan, pasangan Edy-Ijeck unggul dengan perolehan 57,12 persen, dari pasangan Djarot-Sihar dengan perolehan 42,88 persen. Total suara yang masuk 100 persen.

Peneliti senior LSI, Rully Akbar mengatakan, hasil ini merupakan hasil kajian dari 350 TPS pada seluruh kabupaten/kota yang mereka jadikan sample data. “TPS ini tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara,” katanya dalam keterangan pers di Hotel Danau Toba, Medan, Rabu (27/6).

Rully menjelaskan, hasil hitung cepat ini merupakan hasil yang menjadi kesimpulan akhir mereka. Meski demikian, hasil resmi harus tetap menunggu hasil perhitungan dari KPU Sumatera Utara. “Namun kami sangat berkeyakinan bahwa margin error dari hasil hitung cepat kami hanya 1 persen. Artinya kemungkinan perubahannya hanya 1 persen,” pungkasnya.

Sedangkan lembaga survey Charta Politika dalam versi quick count-nya menunjukkan, paslon Edy-Musa unggul sementara atas paslon Djarot-Sihar. Hitung cepat hingga pukul 20.30 Wib, paslon Edy-Musa memperoleh 59,98 persen suara,  sedangkan paslon Djarot-Sihar 40,02 persen. Total suara yang masuk 100 persen.

Adapun lembaga survey Indikator Politik, hingga pukul 14.50 WIB, dari total suara yang masuk 57,67 persen, Eramas memperoleh 55,21 persen dan Djoss 44,79 persen.

Angka dalam semua versi quick count ini bukan hasil penghitungan resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan melakukan rekapitulasi pemungutan suara hingga 9 Juli 2018 mendatang sehingga hasil penghitungan resminya baru diumumkan setelah proses rekapitulasi selesai.(mea/prn/bal)

Versi Real Count PDIP, Djarot-Sihar Unggul 50,09 Persen

Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut 2018 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa malam (19/6/2018).
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut 2018 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa malam (19/6/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski kalah di versi hitung cepat tiga lembaga survey, pasangan nomor urut 2 Pilgubsu 2018, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) belum mau mengakui kemenangan rivalnya, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS).

Djarot dan Sihar menyatakan, masih akan menunggu hasil perhitungan manual, berdasarkan formulir C1 yang dikumpulkan dari 27 ribu tempat pemungutan suara (TPS) se-Sumatera Utara.

“Kita belum menyerah dan masih optimis sebelum ada hasil real count. Sebaiknya begitu. Kita tidak ingin mendahului. Jadi kita tunggulah perhitungan manualnya. Ini tim kita dari masih bekerja,” kata Djarot di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Djamin Ginting, Medan, Rabu (27/6).

Meski begitu, Djarot mengucapkan selamat kepada masyarakat Sumatera Utara, siapapun yang menjadi pemenang nantinya. Karena menurut Djarot, siapapun yang terpilih, masyarakatlah yang menjadi pemenang sesungguhnya.

“Selamat kepada masyarakat Sumut. Dan kita ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kita. Baik dari partai, relawan maupun warga masyarakat,” tukasnya.

Pasangan Djarot, Sihar Sitorus menyebutkan, dari hasil real count tim mereka di PDIP, sejauh ini baru 20 persen suara yang masuk. Dari 20 persen suara itu, pasangan Djarot-Sihar masih unggul 50,9 persen.

“Baru masuk sekitar 20 persen suara atau sekira 1 juta pemilih. Sejauh ini kita masih memimpin dengan 50,9 persen. Ini akan kita hitung terus sampai seluruh suara masuk. Paling tidak setelah 90 persen, baru bisa kita simpulkan apakah kita menang atau kalah,” tukasnya.

Sebelumnya, di Rumah Pemenangan Djarot-Sihar di Jalan Hayam Wuruk, Medan (27/6) sore, sejumlah pendukungnya tampak lesu mendengar siaran media televisi yang memberitakan hasil hitung cepat Pilgubsu 2018. “Memang berat. Tetapi tunggu hasil dari KPU lah. Ini ‘kan masih terus dihitung,” ujar seorang pendukung Djoss yang tak ingin disebutkan namanya.

Pasangan Djarot-Sihar yang berkumpul bersama Ketua Tim Kampanye mereka, Djumiran Abdi, di kediaman Djarot di Jalan Kartini, hanya tersenyum saat keluar dari Rumah Pemenangan. Didampingi istri masing-masing, diikuti Djumiran Abdi, pasangan ini keluar dari dalam rumah dengan wajah tersenyum.

Saat mereka menuju kendaraan, Djarot berhenti sejenak untuk menjawab pertanyaan wartawan. “Ya pokoknya kita tunggu ya. Kita lihat C1-nya, sedang kita kumpulkan ya,” ujar Djarot singkat.

Rombongan dikabarkan menuju Kantor DPD PDI-Perjuangan. “Waktunya enggak tepat untuk wawancara. Bisa nanti, bisa besok. Yang pasti enggak hari ini,” ujar Jumiran singkat.

Sebelumnya, Djarot mengaku telah berjuang secara maksimal dalam pertarungan Pilgubsu 2018.

“Kami telah berjuang maksimal. Tetapi tetap kita apresiasi kepada pak Edy dan pak Musa yang telah berjuang keras. Nanti kita sama-sama membangun Sumatera Utara ke depan,” ujar Djarot didampingi Sihar Sitorus dan perwakilan DPP PDIP Trimedya Panjaitan, sesaat usai hitung cepat diumumkan oleh berbagai lembaga survey. 

Ijeck Iktikaf, Edy Sujud di Masjid Agung

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS NYOBLOS_Calon gubernur Sumatera Utara nomer urut 1 Edy rahmayadi bersama istri menggunakan hak suara pilkada Sumatera Utara di TPS 15 Jalan Karya Bakti Medan, Rabu (27/6)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
NYOBLOS_Calon gubernur Sumatera Utara nomer urut 1 Edy rahmayadi bersama istri menggunakan hak suara pilkada Sumatera Utara di TPS 15 Jalan Karya Bakti Medan, Rabu (27/6)

SUMUTPOS.CO – Hari pencoblosan merupakan momen yang paling ditunggu oleh calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah. Karena, setelah menjalani proses yang cukup panjang, akan diketahui hasil sementara pemungutan suara Pilgubsu 2018. Keduanya juga mengaku tetap tenang, lebih lepas, dan bebas.

Cagubsu Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi menggunakan hak pilihnya pada Pilgubsu 2018 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15, Lingkungan VII, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Jalan Karya Bakti,  Kecamatan Medan Johor, Rabu (27/6) pagi. Edy hadir di TPS pukul 08.00 WIB, didampingi istrinya Nawal Lubis dan ketiga anak mereka, Siti Andina, Siti Andira Ramayana dan Gilang Prasetyo.

Bagi Edy, pencoblosan ini merupakan pengalaman pertama paskadirinya kembali sebagai masyarakat sipil setelah pensiun dini saat menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). “Ini pengalaman saya seumur hidup ikut mencoblos sebagai pemilih pemula, dan mencoblos diri saya sendiri setelah lepas dari institusi TNI kembali menjadi masyarakat sipil,” ujarnya.

Dia pun cukup optimis masyarakat Sumut yang menginginkan Sumut bermartabat akan menjatuhkan pilihan kepada dirinya dan Musa Rajekshah  (Eramas) pada Pilgubsu hari ini. “Pagi ini gerimis, Insyaallah berkah. Saya optimis menang,” ujar Edy lagi.

Usai mencoblos, ia mengaku akan berkumpul bersama Cawagubsu Musa Rajekshah (Ijeck), relawan dan Tim Pemenangan Eramas di Jalan A Rivai Medan. Namun sebelumnya, ia akan terlebih dulu akan bersujud di Masjid Agung, Jalan Diponogoro Medan. “Saat saya memastikan diri maju sebagai Cagubsu, saya bersujud di Masjid Agung dan saya akan kembali ke sana untuk bersujud, apapun hasilnya nanti. Setelah itu baru ke posko,” ujarnya.

Saat ditanya kembali seberapa besar optimis dirinya untuk kemenangan Eramas pada Pilgubsu, Edy pun menegaskan, dirinya optimis Eramas dapat meraih suara 68 persen. Sedangkan saat ditanya, apakah ada pesan yang akan disampaikan kepada kompetitornya, yakni paslon urut 2 Djoss, dengan santai Edy mengatakan, semoga pasangan tersebut senantiasa diberi kesehatan. “Saya ucapakan semoga Pak Djarot dan Pak Sihar sehat-sehat selalu,” ujarnya.

Sekadar informasi, Edy dan keluarga mencobolos di TPS 15 dengan total pemilih sesuai data pemilih tetap sebanyak 740 orang.

Djarot Salat Dzuhur, Sihar Mencoblos Pukul 12

Foto: Agusman/Sumut Pos Djarot Syaiful Hidayat di dampingi istri datang ke TPS 4 sekira pukul 12.00 WIB.
Foto: Agusman/Sumut Pos
Djarot Syaiful Hidayat di dampingi istri datang ke TPS 4 sekira pukul 12.00 WIB.

SUMUTPOS.CO – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus tak mau berandai-andai soal menang atau tidak. Namun Djarot mengaku, mereka telah berjuang secara maksimal dalam pertarungan Pilgubsu 2018.

Djarot Syaiful Hidayat di dampingi istri datang ke TPS 4 sekira pukul 12.00 WIB. Tak berapa lama, Djarot dan istri masuk ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan.

Usai mencoblos, Djarot menyempatkan diri untuk melakukan salat zuhur di lokasi TPS. “Kami telah berjuang maksimal. Tetapi, tetap kita apresiasi kepada Pak Edy dan Pak Musa yang telah berjuang keras, nanti kita sama-sama untuk membangun Sumatera Utara ke depan,” urjar Djarot yang didampingi Sihar Sitorus dan perwakilan DPP PDIP Trimedya Panjaitan di TPS 4 di Jalan Cik Ditiro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (27/6).

Dalam kesempatan itu, Djarot mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh penyelenggara, seluruh relawan, kader partai yang sangat antusias dalam memberikan dukungan Djoss. “Djoss mempunyai program-program yang kongkrit, yang lebih berpengalaman dan membawa perubahan untuk membangun pemerintahan Sumut yang bersih dan melayani,” katanya.

Djarot mengatakan, pada hitung cepat stasiun televisi di posko Jalan Hayam Wuruk, timnya telah menyiapkan dapur umum bagi relawan dan masyarakat ingin menyaksikan langsung. “Kita telah menyiapkan dapur umum, kita juga undang gerobak-gerobak dan pedagang-pedagang kaki lima karena memang ini visi kita untuk memberdayakan UMKM,” pungkasnya.

Sebelumnya, Calon Wakil Gubernur Sumut (Cawagubsu) Sihar Sitorus tak bisa mencoblos di awal waktu. Hal ini terjadi lantaran dirinya merupakan pemilih berstatus Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) setelah pagi sebelumnya mendaftar ke TPS 7 Jalan Sei Galang, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Rabu (27/6).

Basarnas Gunakan Pukat Harimau

Triadi Wibowo/Sumut Pos Kepla kantor SAR Medan, Budiawan menjelaskan tentang proses pencarian korban hilang tenggelamnya kapal Sianar Bangun saat paparan di Dermaga Tiga Ras, Sabtu (23/6)
Pukat harimau yang akan digunakan untuk mengangkat bangkai KM Sinar Bangun.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Badan SAR Nasional akan menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) dan pukat harimau untuk menjaring benda yang diidentifikasi sebagai bangkai kapal KM Sinar Bangun. Pukat harimau, berupa jaring besar itu juga berguna untuk mengangkat korban yang diduga telah meninggal di dasar danau. Pukat harimau diperkirakan mampu masuk ke dalam air sejauh 1,2 km, dengan lebar jaring 2 km.

Tiba di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Rabu (27/6) pagi, pukat harimau itu langsung dipersiapkan petugas Tim SAR gabungan. Turut juga, jangkar kapal yang panjangnya kurang lebih 1 km.

Titik koordinat yang diprediksi lokasi bangkai kapal KM Sinar Bangun berada di posisi 2,47 derajat lintang utara dan 98,6 derajat bujur timur. Sebanyak 8 kapal, 2 di antaranya Ferry akan dipusatkan di titik tersebut.

“Titik fokusnya di objek yang dua. Objek yang diduga bangkai kapal KM Sinar Bangun,” kata Kakan SAR Medan Budiawan, Rabu (27/6) di Posko Basarnas, Pelabuhan Tigaras.

Selain fokus mengangkat benda yang diduga bangkai KM Sinar Bangun, tim SAR gabungan akan tetap melakukan pencarian dengan 4 metode melalui, darat, penyisiran pantai, pemantauan permukaan air melalui udara dan penyelaman.

Menurut Budiawan, kemampuan manusia menyelam hanya sebatas sampai 50 meter di kedalaman air. Maka dari itu, tim selanjutnya akan menggunakan SOV, Scan Sonar dan Multi Beam Echo Sounder.

“Kita sudah sampaikan bahwa kemampuan manusia (menyelam) 50 meter. Setelah 50 meter, alat yang bantu,”pungkasnya.

Helikopter Bantu Penyisiran

Helikopter bantuan dari Bupati Simalungun JR Saragih, digunakan Basarnas melakukan pemantauan dan pencarian korban KM Sinar Bangun melalui udara. Proses itu juga diikuti keluarga korban yang ingin melihat langsung proses pencarian yang dilakukan Basarnas.

Selang beberapa jam mengudara, helikopter milik PT Japfa pun mendarat kembali ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Tampaknya, tidak ada perkembangan yang didapat petugas dari atas danau.

Misman, keluarga korban yang turut dalam pencarian itu mengatakan, Basarnas, dalam pencarian serius untuk menemukan korban, termasuk anaknya.

Meskipun demikian, ayah dari Miswato ini pesimis akan ditemukannya anaknya dan korban lainnya, dikarenakan saat ikut dalam proses pencarian melalui udara, warga Labuhan Batu ini, tidak melihat tanda tanda para korban.

“Basarnas serius dalam melaksanakan tugas (pencarian). Tapi saya tidak melihat adanya tanda-tanda (para korban),” katanya seusai mendarat, Selasa (26/6) sore.

Der Panzer Angkat Koper

Jerman secara mengejutkan tumbang 0-2 dari Korea Selatan di laga terakhir penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Rabu (27/6) malam WIB.
Jerman secara mengejutkan tumbang 0-2 dari Korea Selatan di laga terakhir penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Rabu (27/6) malam WIB.

KAZAN, SUMUTPOS.CO – Jerman gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia. Sang juara bertahan secara mengejutkan tumbang 0-2 dari Korea Selatan di laga terakhir penyisihan Grup F Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Rabu (27/6) malam WIB. Dengan kekalahan ini,Jerman pun harus angkat koper lebih dulu dari ajang sepakbola empat tahunan ini.

Penampilan Jerman di Piala Dunia 2018 bak yoyo. Buruk di laga pertama, baik di laga kedua, dan hancur lebur di laga ketiga. Penampilan para pemain andalan seperti Mesut Ozil, Marko Reus, dan Toni Kroos tak mampu unjuk kemampuan terbaiknya. Menciptakan banyak peluang, tapi tak satupun ada yang berbuah gol. Jerman pun pulang dari Rusia dengan membawa kesedihan.

Dalam laga ini, Jerman memang mampu menguasai pertandingan. Persentasenya bahkan mencapai 73 persen berbanding 27 persen milik Korsel. Namun, tak banyak peluang yang mereka ciptakan.

Korea Selatan berinisiatif memulai serangan di awal babak pertama. Gebrakan pasukan Taeguk Warriors ini kurang kuat. Sehingga bisa mudah diantisipasi oleh pertahanan Jerman. Perlahan tapi pasti, Jerman mulai bisa menguasai permainan. Hingga turun minum, hasil sama kuat 0-0.

Menyisakan 30 menit laga, Joachim Low memasukkan Mario Gomez untuk menambah daya gedor. Dia menggantikan posisi Sami Khedira. Pergantian ini tak lepas dari hasil di laga lain di Grup F di mana Swedia untuk sementara unggul 1-0 atas Meksiko.

Tak lama kemudian, giliran Thomas Muller yang dimasukan menggantikan Leon Goretzka. Pasalnya, kondisi Jerman makin tertekan setelah Swedia justru mampu unggul 2-0 atas Meksiko. Jerman harus menang untuk memastikan diri tampil di babak 16 besar.

Masuknya Gomez dan Muller memang membuat Jerman lebih agresif dalam menyerang. Sejumlah peluang sempat tercipta. Namun solidnya lini belakang Korsel dan penyelesaian akhir yang tidak sempurna.

Jerman yang makin fokus menyerang membuat Korsel lebih leluasa melakukan serangan balik. Dua serangan balik berbahaya sempat dilakukan Korsel hanya dalam tempo sekitar tiga menit. Beruntung pertahanan Jerman masih cukup tenang menghadapi tekanan tersebut.

Jerman makin menggebu untuk bisa meraih kemenangan. Namun harus diakui penampilan kiper Korsel, Jo Hyeon-woo di bawah mistar cukup tangguh. Ketika pertahanan Korsel berhasil ditembus, dia tampil sebagai benteng terakhir yang tak mudah dijebol.

Edy-Ijeck Unggul Tipis 28.000 Suara

Calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi (kiri) dan calon Gubsu nomor urut 2 Djarot Syaiful Hidayat.
Calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi (kiri) dan calon Gubsu nomor urut 2 Djarot Syaiful Hidayat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jika hasil quick count atau hitung cepat tiga lembaga survey pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018, Rabu (27/60, menunjukkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah unggul telak atas pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, hasil hitung cepat KPU menunjukkan Edy-Musa atau Eramas hanya unggul tipis.

Data diperoleh Sumut Pos dari situs www.infopemilu.kpu.go.id, Senin (27/6) malam, perolehan suara pasangan calon Edy-Ijeck dari 7.900 TPS mencapai 831.305 suara atau 50.86 persen. Sementara pasangan Djarot-Sihar memperoleh suara 803.133 suara atau 49.14 persen. Total TPS di seluruh Sumut untuk Pilgusbu 2018 mencapai 27.000 TPS. Perbedaan suara kedua paslon hanya 28.172 suara, dari total suara yang masuk 1.632.814 suara sah.

Sebelumnya, hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pukul 23.00 Wib menunjukkan, dari 100 persen data suara yang masuk, pasangan Edy-Musa mendapatkan perolehan suara perolehan suara 58,81 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), tertinggal cukup jauh dengan perolehan 41,19 persen suara.

Populasi dalam quick count tersebut berasal dari seluruh pemilih sah yang datang ke 300 TPS di Sumatera Utara. Sampel dipilih menggunakan metode stratified cluster random sampling, dengan margin of error plus minus 1 persen dan tingkat kepercayaan 99 persen.

Data dirilis Lingkaran Survey Indonesia. Hitung cepat LSI hingga pukul 23.30 Wib, , pasangan Edy-Ijeck unggul dengan perolehan 57,12 persen, dari pasangan Djarot-Sihar dengan perolehan 42,88 persen. Total suara yang masuk 100 persen.

Hasil itu merupakan hasil kajian dari 350 TPS pada seluruh kabupaten/kota yang mereka jadikan sample data.

Sedangkan lembaga survey Charta Politika dalam versi quick count-nya menunjukkan, paslon Edy-Musa unggul sementara atas paslon Djarot-Sihar. Hitung cepat hingga pukul 20.30 Wib, paslon Edy-Musa memperoleh 59,98 persen suara,  sedangkan paslon Djarot-Sihar 40,02 persen. Total suara yang masuk 100 persen.

Angka dalam semua versi quick count ini bukan hasil penghitungan resmi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan melakukan rekapitulasi pemungutan suara hingga 9 Juli 2018 mendatang sehingga hasil penghitungan resminya baru diumumkan setelah proses rekapitulasi selesai. (mea)

Versi PDIP Sumut: Djarot-Sihar Unggul 50,9%

Pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus menjawab pertanyaan saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).
Pasangan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus menjawab pertanyaan saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kalah dalam quick count oleh sejumlah lembaga survei di perhitungan suara Pilgubsu 2018, pasangan calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus justru unggul pada hasil perhitungan nyata atau real count, yang saat ini tengah dilaksanakan DPD PDI Perjuangan Sumut.

Real count dilakukan di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan jamin Ginting, Padang Bulan, Medan.

Cawagubsu jagoan PDIP dan PPP, Sihar Sitorus, pada konferensi pers di Kantor DPD PDIP Sumut, Rabu (27/6/2018) malam, mengatakan saat ini real count baru menghitung 20% suara yang masuk dari berbagai wilayah di Sumut. Sampai perhitungan suara mencapai 100%, barulah mereka akan menyatakan kalah atau menang.

“Sementara ini dari 20% suara yang masuk DJOSS unggul mendapatkan 50,9% atau unggul 0,9%,” kata Sihar.

Dikatakannya, angka perolehan suara tersebut akan terus berubah sesuai dengan data yang masuk dari daerah-daerah tempat penyelenggaraan Pilgubsu.

Djarot menolak mengakui hasil quick count yang menyatakan mereka kalah. Seperti oleh lembaga Indikator dan LSI yang menyatakan Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah unggul 56% atas mereka yang hanya meraih 43%.

Quick count itu ‘kan hanya mengambil sampel 400 – 500 TPS. Kami mau perhitungan dari 100% barulah akan ketahuan menang atau kalah,” ujar Djarot. (bbs/bal)

Hitung Cepat: Eramas Ungguli Djoss

Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajeckshah (kanan) menyapa simpatisannya pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa (19/6/2018). Debat publik tersebut digelar dengan tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajeckshah (kanan) menyapa simpatisannya pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa (19/6/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan calon Gubernur Sumatera Utara Letjen (Purn) Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Eramas) terus memimpin perhitungan sementara hitung cepat versi Indikator Politik Indonesia.

Pasangan yang diusung koalisi PKS, Hanura, Golkar, PAN, Gerindra, dan NasDem ini tercatat telah mengantongi 56,41 persen suara.

Sementara pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus menyusul di posisi kedua. Pasangan yang diusung koalisi PDI Perjuangan dan PPP ini mengantongi 43,59 persen.

Hasil hitung cepat belum seratus persen. Indikator Politik Indonesia hingga Pukul 15.25 WIB, Jumat (27/6) baru menerima 70 persen suara yang dijadikan basis perhitungan.

Karena itu belum dapat disimpulkan pasangan Edy-Ijeck bakal memimpin Sumut untuk lima tahun ke depan. Indikator masih terus melakukan perhitungan hingga suara masuk mencapai 100 persen.(gir/jpnn)