SUMUTPOS.CO – Aktris Ardina Rasti dikabarkan tengah mengandung buah cintanya dengan Arie Dwi Andhika. Kabar itu mencuat lantaran tubuh Rasti terlihat lebih gemuk dari biasanya.
Saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Rasti mengaku belum sempat periksa untuk memastikan kehamilannya. Selain itu, pemain film 22 Menit itu, mengaku, tidak merasakan tanda-tanda sedang hamil.
“Aku enggak ngerasain gejala-gejala (hamil). Tapi kami berdua memang enggak menunda,” kata Rasti saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
“Memiliki anak, hal yang didambakan banyak orang, termasuk saya. Jadi, kalau memang dipercaya bakal senang banget,” sambung Rasti.
Putri aktris senior Erna Santosa ini, pun meminta doanya agar segera diberi momongan. “Sutradara saat syuting bilang, kayaknya perlu ngecek. Doain aja semoga dapat kabar baik, karena kita berdua enggak nunda,” ungkap Rasti lagi.
Namun sayang, Rasti dan Arie tidak memiliki waktu untuk berbulan madu, karena disibukkan dengan syuting hingga menjelang akhir 2018. Rasti dan Arie menikah pada 20 Januari 2018. Saat menikahi Rasti, sang suami berstatus sebagai duda. (str/jpc/saz)
SUMUTPOS.CO – Nafa Urbach kembali menyita perhatian warganet. Kali ini Nafa mengungkapkan seorang pria yang patut diidolakan. Lewat akun Instagram miliknya, Nafa secara terang-terangan mengidolakan sosok Iqbaal Ramadan.
Bahkan, ibu satu anak ini mengunggah foto Iqbaal saat membawa bendera Indonesia. Sayangnya, Nafa tidak merinci alasannya mengidolakan pemeran Dilan itu.
Wanita 38 tahun ini hanya mengatakan, ia punya banyak alasan mengapa mengidolakan Iqbaal. Yakin banyak yang juga mengidolakan Iqbaal bukan hanya karena wajahnya yang tampan, Nafa lantas melemparkan pertanyaan kepada netizen.
“Patut jadi idola, tulis comment di bawah kenapa ia patut jadi idola? Kalau alasanku buanyaaakkk,” tulis Nafa.
Posting-an Nafa itu langsung banjir komentar netizen yang mengungkap alasan Iqbaal layak jadi idola.
Ternyata tak hanya Nafa Urbach, aktris sekaligus model cantik Ririn Ekawati, juga penggemar berat Iqbaal. Pemeran Dilan itu, mampu membuat Ririn kelepek-kelepek.
Tak heran, saat bertemu Iqbaal baru-baru ini, Ririn seperti ABG yang salah tingkah. Wajah janda 2 anak itu langsung memerah saat didekati idolanya.
Malu-malu Ririn minta foto bareng Iqbaal. Permintaan ini langsung diaminkan Iqbaal yang dengan ramahnya melayani Ririn. Sikap malu-malu Ririn ini sontak membuat teman-temannya curiga. Jangan-jangan Ririn tertarik ke Iqbaal. Namun ini buru-buru dibantah Ririn. “Eits jangan salah. Aku kesemsem karena mengidolakan Iqbaal. Bukan tertarik sebagai lawan jenis loh ya. Lagian Iqbaal masih muda tau,” celetuknya.
Kegembiraan Ririn ini diunggah ke medsos dan mengundang banyak komentar. Yang nyinyir menyebut Ririn suka dengan berondong. (chi/esy/jpnn/saz)
RANTAU, SUMUTPOS.CO – Harta sering kali membuat tali persaudaraan berubah menjadi musuh. Bahkan tak sedikit kasus berujung pada kasus kekerasan hanya demi memperebutkan hal duniawi tersebut.
Inilah yang diduga menjadi latarbelakang Brexson Sitorus (39) warga Jalan Air Bersih, Kel. Padang Matinggi, Kec. Rantau Utara, bersimbah darah dibacok abang kandungnya sendiri berinisial BS.
Kejadian itu terjadi saat Brexson berada di rumah orangtuanya yang berada di Jalan Marathon, Kel. Siringo-ringo, Kec. Rantau Utara, Sabtu (9/6) pagi kemarin.
“Awalnya, saya berada di rumah orangtua. Kemudian sekira pukul 08.00 wib, abang saya datang dan masuk ke rumah. Dia langsung memukul adik perempuan saya berinisiak Sy yang juga berada di rumah,” kata Brexson didampingi adik kandungnya, Encam Sitorus kepada sejumlah wartawan di Rantauprapat.
Mendengar suara adiknya yang meminta tolong, korban langsung terbangun untuk melihat apa yang terjadi.
“Saat di depan pintu kamar, BS langsung memukul saya dengan besi. Sempat saya tangkis dan besi itu terjatuh. Tanpa diduga BS mengeluarkan senjata tajam sejenis kelewang dan membacokannya ke kepala saya,” ujarnya.
Kemudian, tambahnya, saat melihat darah bercucuran akibat sabetan benda tajam tersebut, korban melarikan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.
“Warga sekitar yang membawa saya ke rumah sakit. Saya tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu. Saya juga sudah membuat pengaduan ke Mapolres Labuhanbatu, dengan no STTLP Nomor : STTLP/712/VI/2018/SPKT RES–LB,” bebernya.
Menurut korban, hal ini diduga terkait masalah harta warisan keluarga, dan korban sama sekali tidak menyangka kalau abang kandungnya itu tega melakukan penganiayaan terhadap dirinya.
“Pasalnya, sudah berapa kali BS datang ke rumah orang tua saya untuk meminta surat rumah kami yang berada di Jalan Marathon dan di Jalan Kayu Raja. Kami menduga surat tersebut mau dijualnya,” sebutnya.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu, AKP Viktor Sibarani mengatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam penyelidikan. “Kasusnya sedang dalam penyelidikan,” ucapnya. (jpg/ras)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah 2 Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumut, Jon Sahatma Sagala mendadak terserang stroke dan meninggal dunia saat diperiksa unit Tipikor Polres Deliserdang.
Jon Sagala diperiksa pada Senin (11/6/2018) pagi, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan polisi terhadap tiga anak buahnya, beberapa pekan lalu karena diduga memeras pengusaha.
Adik almarhum, MP Sagala yang juga merupakan pejabat di Dinas Pehubungan Kabupaten Deliserdang mengakui kalau abangnya itu sebelumnya diperiksa oleh pihak kepolisian karena kasus OTT bawahannya.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya abangnya itu. “Memang abangku ini sudah stroke sudah beberapa tahun. Dari rumah pun memang kurang sehat dia dan sudah beberapa hari memang,” kata MP Sagala.
Dia mengatakan saat anak buahnya terjaring OTT, saat itu dia kemudian lemas hingga terbawa ke pikirannya. “Mungkin anggotanya ketangkap itu jadi makin tebawa ke pikirannya. Udah kubilangnya kemarin saat dikabarinya aku dia mau diperiksa. Kubilang santai aja abang. Kubilang kemarin anggotaku pun kena OTTnya tapi kan dia yang mempertanggungjawabkannya sendiri,” tambah MP Sagala.
Ia mengaku sedang berada di jalan dan hendak menuju rumah almarhum yang berada di perumahan Villa Mutiara Bajak V Medan. Ia mengaku dapat kabar pertama kali dari adiknya.
“Aku nomor 2 dan abangku ini nomor 1. Kami ada 7 bersaudara. Pertama yang kasih kabar tadi adikku. Dibilang jatuh dan masuk rumah sakit. Gak lama kemudian dibilang sudah meninggal. Dulu pun pernah dia jatuh karena memang kena stoke dia. Aku sedang di jalan ini karena sedang di Simalungun tadi,” kata MP Sagala.
Frans Bangun, Plt Kepala Disnaker Sumut menyebut Jon Sagala meninggal pada pukul 12.00 Wib di Rumah Sakit Grandmed, Deliserdang.
“Dia sedang ada pemeriksaan di Polres Deliserdang pada pukul 10.00 Wib, jadi kena stroke dan darah tinggi. Turut berduka cita, besok (hari ini, Selasa) saya dengan tim akan kumpul di rumah duka,” ujar Bangun.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ustaz Ade Darmawan (43) didampingi kuasa hukumnya, mendatangi Polrestabes Medan guna melaporkan ancaman pembunuhan yang diterimanya lewat pesan SMS, Senin (11/6) siang.
Ia menduga ancaman pembunuhan yang diterimanya itu terkait pernyataannya selama ini yang meragukan calon Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi berangkat ibadah Umroh.
“Ancaman pembunuhan ini terkait dengan rentetan pembongkaran yang kita duga adanya pembohongan publik tentang umrohnya Pak Edy Rahmayadi,” ungkapnya saat diwawancarai wartawan di Mapolrestabes Medan.
“Selain mengeluarkan pernyataan meragukan, salah satu rentetan pembongkaran itu yakni adanya pemasangan spanduk Baitul Muslimin Indonesia yang tertulis “Pilihlah Pemimpin yang Jujur”.
“Ada orang-orang yang tak senang dan melakukan pengancaman tadi pagi (pukul 09.49 WIB) lewat SMS” terangnya.
Dibeberkannya, ancamannya yang diterimanya dari No HP 081262279XXX berisi “Hei jongos, cepat kau cabut spanduk pemimpin jujurmu itu. Udah kami gambar posisimu, keluargamu, siang ini kuterima balasan. Halal darahmu jongos!!
“Peneror SMS itu juga menuliskan “tunggu sampai ashar, kalau belum diturunkan spandukmu di makam pahlawan, malaikat maut akan menjemputmu. Laporan saya tadi sudah diterima polisi, dan juga keluarga kami sudah melakukan langkah antisipasi terkait ancaman pembunuhan ini,” ujarnya sembari menunjukkan surat tanda bukti laporan yang tertuang di Nomor: LP/1204/VI/2018/SPKT Restabes Medan.
Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira ketika dikonfirmasi wartawan mengaku akan mengecek laporan korban.
“Belum diterima di Sat Reskrim laporan korban. Nanti saya cek,” pungkas Kasat. (sor/ras)
SUMUTPOS.CO – Korea Selatan menjadi tim Asia yang paling sering tampil di Piala Dunia. Mereka sudah mencatatkan 10 penampilan. Bahkan sejak 1986 sampai sekarang, The Taeguk Warriors belum pernah absen.
Ditambah lagi kesuksesannya sebagai negara Asia pertama yang mampu menembus semifinal. Itu dilakukannya saat menjadi tuan rumah bersama Jepang tahun 2002. Ketika itu langkah Korsel dihentikan Jerman.
Namun sialnya mereka harus berada dalam grup yang sulit tahun ini. Tak bisa disangkal, Korsel berstatus underdog di grup F di tengah kepungan Jerman, Swedia dan Meksiko.
Performa Korsel di babak kualifikasi juga tak menjanjikan. Dari 10 laga mereka tiga kali imbang dan tiga kali kalah. Mereka mengalami pergantian pelatih dari Uli Stielike ke Shin Tae-Yong.
Soal materi Korsel lumayan. Sayangnya Lee Keun-ho yang mengalami cedera ligamen lutut kanan harus absen. “Saya tahu, kami punya beberapa pemain yang mengalami cedera, tetapi saya memiliki ekspektasi yang tinggi akan tim ini. Korea telah menunjukkan kekuatannya meskipun dalam posisi sesulit apa pun dan saya siap memimpin para pemain dalam kondisi apa pun,” katanya Sung-Yeung.
Korsel berharap banyak pada Son Heung-min, gelandang serang Tottenham Hotspur yang kerap dijuluki Sonaldo. Son menjadi pemain paling diandalkan pasca berakhirnya era Park Ji-Sung. Bahkan Son selalu tampil reguler di Spurs, menandakan jika dirinya pantas diandalkan negaranya.
Sejak 2015 lalu, dia telah menghasilkan 30 gol dari 99 penampilannya bersama Tottenham. Di musim ini, Son mencatatkan 9 gol dan 6 assist dari 27 penampilan. “Semua tim lebih baik dari kami, tapi kami ingin bermain untuk menang, bukan untuk kalah. Sepak bola adalah 11 lawan 11, dan kualitas menciptakan perbedaan, tapi mentalitas adalah hal yang saat ini kami butuhkan untuk lebih siap dibandingkan dengan tim lainnya,” kata Son Heung-min. (bbs/don)
SUMUTPOS.CO – Untuk pertama kalinya sejak satu dekade terakhir, Swedia akan berjuang di Piala Dunia tanpa Zlatan Ibrahimovic. Sang megabintang sudah menyatakan pensiun pasca gagal lolos di Euro 2016 lalu.
Namun Ibra memang sempat berharap kembali bermain untuk Piala Dunia terakhirnya. “Piala Dunia tanpa saya bukanlah Piala Dunia,” begitu komentar dari Ibra.
Namun pelatih Swedia, Janne Andersson tak ingin Ibra kembali lagi dari masa pensiunnya. Dia memilih bermain tanpa Ibra karena sejak babak kualifikasi merasa timnya sudah solid.
“Kami memiliki banyak pahlawan. Ketika Ibrahimovic di sini bersama kami. Kami memainkan gaya sepak bola yang berbeda,” ucap Andersson seperti yang dilansir ESPN.
Swedia kini mengandalkan pemain-pemain seperti John Guidetti (Alaves), Marcus Berg (Al Ain), Ola Toivonen (Toulouse), dan Isaac Kiese Thelin (Waasland Beveren).
Selain itu penyerang sayap Emil Forsberg menjadi salah satu yang paling diandalkan. Pemain RB Leipzig ini punya kemampuan drible dan umpan silang yang bagus.
Andersson meminta publik Swedia percaya kepada skuad yang ada sekarang dan berhenti memikirkan Ibra. “Ini luar biasa! Pemain ini (Ibrahimovic) telah berhenti bermain dengan Swedia (pensiun) sejak satu setengah tahun lalu dan kami masih membicarakannya. Kami harus membicarakan para pemain hebat yang dimiliki di tim ini,” ujar Janne Andersson. (bbs/don)
SUMUTPOS.CO – Meksiko merupakan salah satu kuda hitam yang rajin bermain di Piala Dunia. Tahun ini menjadi piala dunia ke-16 bagi tim Sombrebro.
Dari 15 penampilan, Meksiko memang kerap terhenti di penyisihan grup. Kecuali tahun 1970 dan 1986. Mereka mampu menembus perempat final. Sebagai catatan dua piala dunia itu tersaji di kandang sendiri saat berstatus tuan rumah.
Memiliki sederet pemain yang diharapkan mampu meraih target tersebut, Meksiko pun menjadi salah satu tim yang diharapkan dapat memberikan warna selama berlangsungnya Piala Dunia 2018.
“Kami ingin menjadi juara dunia dan itulah apa yang kami targetkan saat ini. Kami tidak ingin menempatkan batasan di dalam tim. Beberapa orang mengeluhkan jika target kami tidak realistis, tetapi pada kenyataannya jika kamu bermimpi maka kamu akan berusaha lebih keras untuk mewujudkannya. Jadi, anggapan orang tersebut adalah salah,” tutur Pelatih Juan Carlos Osorio seperti dilaporkan fifa.com.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Meksiko akan tampil di Piala Dunia dengan skuad separuh pemainnya saat ini bermain di klub sepak bola Eropa.
Mereka adalah Javier Hernandez (West Ham United), Miguel Layun (Sevilla), Hirving Lozano (PSV Eindhoven), Raul Jimenez, Hector Herrera (Benfica), Jesus Corona dan Diego Reyes (Porto), serta beberapa nama pemain lainnya.
”Kami merupakan tim yang solid dan memiliki pemain yang berepengalaman di liga besar Eropa. Jika Raul, Javier, dan Hirving sedang berada di puncak penampilannya, maka kami bisa mencetak gol saat menghadapi tim mana pun,” ujarnya. (bbs/don)
Mesut Ozil salah satu pemain tersisa dari skuad juara dunia 2014.
SUMUTPOS.CO – Jerman selalu menjadi favorit untuk setiap gelaran Piala Dunia. Wajar saja, juara dunia empat kali itu selalu berhasil menembus babak semifinal dalam empat edisi terakhir. Bahkan tahun 2014, Panzer menjadi juara dunia usai mengalahkan Argentina 1-0. Mereka bertekad back to back tahun ini.
Terbukti Jerman mampu melenggang sempurna dengan memenangi semua 10 laga kualifikasi dan memuncaki klasemen Grup C dengan 30 poin, mencetak 43 gol dan hanya empat kebobolan. Di Grup C, Jerman tergabung dengan Iralndia Utara, Republik Ceko, Norwegia, Azerbaijan, dan San Marino.
Bersaing dengan Meksiko, Swedia dan Korea Selatan, tentu saja kans Jerman sangat besar untuk melenggang mulus. Masih di bawah Joachim Low, Jerman melakukan regenerasi dengan cukup baik.
Dia hanya membawa kembali sembilan pemain dari skuad juara 2014 ke Rusia.vMereka adalah Manuel Neuer, Mats Hummels, Matthias Ginter, Jerome Boateng, Sami Khedira, Toni Kroos, Julian Draxler, Mesut Ozil, dan Thomas Muller. Muka-muka lama di Timnas Jerman ini diharapkan menularkan pengalaman mereka di turnamen besar sekelas Piala Dunia.
Beberapa yang menghilang adalah Benedikt Howedes dan Christoph Kramer, starter pada laga final Piala Dunia empat tahun lalu. Begitu pula duet Andre Schurrle dan Mario Gotze yang berkombinasi untuk mencetak gol penentu kemenangan Timnas Jerman atas Argentina di final.
Keputusan Low dipengaruhi mundurnya para pilar dari pentas internasional. Philipp Lahm, Per Mertesacker, Miroslav Klose, dan Roman Weidenfeller pensiun sehabis kompetisi di Brasil. Sementara Bastian Schweinsteiger dan Lukas Podolski gantung sepatu selepas Piala Eropa 2016.
“Saya harus melihat semuanya secara besar, sehingga kami memiliki tim yang seimbang dan siap menghadapi semua situasi,” ungkap Low, dikutip Guardian.
Salah satu pemain yang tersisa dari skuad 2014, Jerome Boateng sadar mempertahankan gelar juara akan sulit. Namun mereka yakin Panzer bisa. “Ketika Anda pernah mengangkat trofi itu dan Anda punya kualitas, kemudian Anda sangat ingin memenanginya lagi. Saya hanya punya satu tujuan di Rusia: jadi juara,” ujar Boateng, seperti diberitakan media Jerman, Socrates.
“Namun, kami harus tampil lebih baik ketimbang saat Brasil 2014. Tim yang ada di Piala Dunia 2018 ini lebih baik ketimbang mereka pada 2014 lalu,” tambahnya.
“Secara individu, kami lebih baik, namun itu tidak otomatis membuat kami sebagai tim yang lebih baik. Kekompakan tim memainkan peran besar di turnamen sepakbola,” kata Boateng.
Timo Werner akan menjadi bintang baru yang diandalkan Jerman. Secara keseluruhan, dari 12 penampilannya bersama Die Mannschaft, Timo Werner sudah mencetak tujuh gol. Di Liga Jerman pada musim ini, Werner mencetak 13 gol (bbs/don)
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Djajang Nurjaman menyapa sejumlah suporter PSMS saat akan memberikan kata sambutan di acara penyambutan PSMS, Kamis (30/11).
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Djajang Nurjaman tidak lagi 100 persen menentukan pemain yang diinginkannya.
SUMUTPOS.CO – Perburuan pemain baru untuk memperkuat tim di putaran kedua nanti tidak lagi menjadi keputusan penuh Djadjang Nurdjaman. Manajemen dan beberapa legenda PSMS akan ikut disertakan untuk menentukan pemain baru.
Hal itu didasarkan kepada keputusan manajemen. CEO PSMS, Doddy Taher mengatakan Djanur tidak lagi 100 persen menentukan pemain yang diinginkannya.
“Ya sama-sama kita diskusikan, gak bisa dia (Djanur) putuskan sendiri lagi, harus ada koordinasi. Kalau dulukan 100 persen kami serahkan ke dia. Nanti Parlin (Siagian), Nobon (Kayamuddin) juga akan ikut,” kata Doddy.
Doddy mengatakan beberapa pemain pilihan Djanur tidak sesuai dengan ekspektasi. Termasuk para legiun asing. Buntutnya Sadney Urikhob didepak sebelum putaran pertama berakhir.
“Tidak lagi kita kasih kepercayaan penuh pada Djajang. Dia bukannya kita anggap gagal tapi kurang berhasil. Mungkin dalam pemilihan pemain dia kurang berdiskusi. Kami masukan Suharto untuk membantu dia (Djanur),” katanya.
“Ini kan kami lakukan untuk membantu Djadjang. Dia tidak perlu berpikir capek lagi. Saya gak ngerti bola, tapi ditugaskan harus berhasil kan,” tambahnya.
Senada, Pembina PSMS, Kodrat Shah mengatakan sejak awal meminta beberapa pemain yang dianggap kurang diganti. “Sudah saya prediksi sebelumnya saya minta pergantian. Tapi peraturan tidak membolehkan. Saya lihat memang beberapa pemain tidak maksimal. Pemain asingnya terutama,” kata Kodrat.
“Kami harapkan hasilnya lebih baik. Harus berani ambil sikap. Ini sudah kami lakukan sejak Liga 2. Masuk pelatih baru, pemain baru ketika itu berhasil,” katanya.
Beberapa nama pemain lokal maupun asing telah dibidik baik dari pemain yang daftar lewat agen untuk trial di PSMS maupun dari klub lain.
“Pemain akan datang itu tanggal 21. Ada dua pemain lokal dan empat pemain asing. Sebenarnya banyak yang daftar,” kata CEO PSMS, Doddy Taher.
Di luar beberapa pemain yang daftar itu beberapa pemain dari klub lain kabarnya telah coba dihubungi. Termasuk penyerang sayap Persija, Rudi Widodo. “Kami juga lobi Rudi Widodo. Kan dia kurang dipakai di Persija. Selain itu kami juga coba loby Ghozali Siregar yang dari Persib itu,” kata Doddy.
Rudi Widodo memang tidak banyak mendapat menit bermain di Persija saat ini. Namun Ghozali, meski merupakan pemain Medan saat ini mendapat posisi reguler di tim. Itu tentu akan memberatkan. (don)